30 minutes before sunset with you

Gambar

Pairing         : KyuMin

Genre          : Romance

Length         : One Shoot

Warning       : Boys love, shounen-ai, cerita yg tidak jelas

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Setengah jam aku mencoba belajar mencintainya. Mungkin setengah jam lagi aku mencoba menyayanginya. Dan mungkin, setengah jam berikutnya aku belajar melupakannya.

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Sore itu di dalam kereta yang sedang melaju ini, mereka bertemu. Gerbong itu kosong, hanya dirinya dan pemuda manis itu yang duduk tidak jauh darinya. Kereta itu melaju dengan cepat dan tenang, seperti ketenangan di dalam gerbong ini. Kyuhyun masih memandang pemuda manis itu, memperhatikan setiap bagian dari pemuda manis itu.

Pemuda itu duduk tenang dengan earphone berwarna putih yang menyumpal kedua telinganya. Wajahnya tidak buruk, bahkan sangat manis. Sweater abu-abu yang menghangatkan tubuhnya membuatnya jauh dari kesan manly, justru terlihat feminim dan lembut. Garis-garis wajahnya memberi kesan dingin, tapi mungkin itu hanya perasaannya saja. Sosok itu mungkin saja lebih hangat. Mata rubahnya berbinar cemerlang. Dan bibir plump itu, bagaimana rasanya jika mengecup bibir plump yang terlihat menggoda itu?

Kyuhyun masih memandang pemuda itu, bahkan seakan ia sulit untuk mengalihkan pandangannya sesaat ke arah lain. Sementara pemuda manis itu masih duduk tenang dengan Ipodnya. Sweater abu-abu itu tetap tidak bisa menyembunyikan tubuh indah itu. Sejenak Kyuhyun berpikir, bagaimana jika ia memeluk tubuh indah itu? Pasti terasa hangat, bukan?

Menit demi menit berlalu, Kyuhyun bahkan tidak tahu sudah berapa lama ia memandangnya, Kyuhyun menunggu apakah pemuda manis itu mulai risih dengan tatapan penuh kesatiran yang sedari tadi ia alamatkan padanya. Tapi sepertinya pemuda manis itu tidak terganggu. Atau, apakah dia pura-pura tidak terganggu? Atau, apakah dia merasa bahwa tatapan Kyuhyun padanya adalah semacam kekaguman sehingga dia membiarkannya menatapnya terus menerus? Kemungkinan lainnya adalah dia sedang bermeditasi, sehingga tatapan Kyuhyun, bahkan hembusan angin pun tidak nampak seperti gangguan yang berarti.

10 menit berlalu dengan ketenangan yang masih belum terusik. Kyuhyun ingin bertanya, siapa namanya? Tentu pemuda manis itu punya nama, bukan? Tapi, meski sosok indah itu tidak memiliki nama sekalipun, Kyuhyun berpikir mungkin sosok seindah itu memang tidak butuh nama. Apa dia memiliki kekasih? Tubuh indah itu pasti hangat, dan bibir plump itu pasti lembut. Beruntung sekali yang menjadi kekasihnya, bisa memiliki semua itu.

Apa yang harus Kyuhyun katakan? Bagaimana jika nanti sosok indah itu salah mengerti dengan maksudnya? Bahasa, komunikasi yang paling penting itu, entah kenapa menjadi terasa sulit saat ini. menit-menit itu terus berlalu. Ketenangan itu sedikit terusik saat tanpa sengaja pemuda manis itu menjatuhkan ponselnya. Benda mungil itu terjatuh di bawah kaki Kyuhyun. Kyuhyun menunduk mengambil benda mungil berwarna pink itu, sebuah stiker nama tertempel diatasnya.

 

“Sungmin…” baca Kyuhyun pelan.

“Itu namaku” kata pemuda manis itu.

 

Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan menoleh memandang pemuda manis itu. Ia sedikit terkejut mendengar suara yang terdengar renyah dan lembut itu. Ternyata benar, pemuda manis itu tidak sedingin yang terlihat. Bahkan suara itu terdengar sangat hangat.

“Maaf…?” kata Kyuhyun.

“Lee Sungmin, itu namaku. Dan itu ponselku” kata pemuda manis itu menunjuk benda mungil ditangan Kyuhyun.

 

Namanya Lee Sungmin…… Sosok indah ini bernama Sungmin……

Kyuhyun memandang ponsel ditangannya kemudian beranjak mendekati pemuda manis bernama Sungmin itu. Ia menyodorkan benda mungil ditangannya pada Sungmin.

“Terima kasih” kata Sungmin tersenyum.

 

Senyum itu sangat manis. Sungmin melepas earphone yang menyumpal telinganya, dan menoleh saat Kyuhyun beranjak duduk disisinya. Ia mengulurkan tangannya pada Kyuhyun. Kyuhyun memandang tangan putih itu sesaat sebelum ia menyambutnya. Tangan putih itu sangat hangat, seolah Kyuhyun ingin tetap tangan putih itu terus berada dalam tangannya.

 

Sungmin memandang Kyuhyun, menunggunya menyebutkan namanya.

“Erm…Kyuhyun. Cho Kyuhyun” akhirnya Kyuhyun menyebutkan namanya.

 

Sungmin tersenyum dan melepaskan jabatan tangannya.

“Namamu Kyuhyun?” tanyanya.

“Yeah, itu namaku” jawab Kyuhyun.

“Nama yang bagus” kata Sungmin dengan tersenyum.

 

Ketenangan kembali menemani gerbong ini. Sungmin menoleh memandang keluar jendela. Kereta ini terus melaju dengan tenang melewati taman ria kecil. Bias cahaya oranye ke-emasan dari matahari sore yang akan tenggelam, seakan menghangatkan taman ria yang mulai sepi itu.

 

“Kyuhyun ah, kau pernah ke taman ria itu?” tanya Sungmin masih memandang keluar jendela.

“Eh?,” Kyuhyun sedikit terkejut dengan pertanyaan itu kemudian ia menoleh keluar jendela. “Ah… ya, waktu kecil.”

“Asyik dong. Bisa tidak ya… aku ke sana sekali saja sebelum……” kata Sungmin tersenyum samar dan menghentikan kalimatnya, masih tetap memandang keluar jendela.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin. Sedikit penasaran dengan kalimat yang sengaja tidak dilanjutkan oleh Sungmin, tapi Kyuhyun tidak mempertanyakannya. “Kau ingin ke sana? Mungkin kita bisa ke taman ria itu bersama lain waktu” kata Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun. Tampaknya ia sedikit terkejut dan kemudian tersenyum. Sungmin membuka tasnya dan mengambil sebungkus penuh permen. Ia membuka bungkus itu dan mengulurkan kedua tangannya pada Kyuhyun, kedua tangannya mengepal menyembunyikan sesuatu. Kyuhyun memandang dengan bingung.

 

“Di salah satu tanganku ada permen. Kalau kau bisa menebak yang mana, aku akan pergi bersamamu ke taman ria itu” kata Sungmin.

 

Kyuhyun terkejut mendengarnya.

“Eh? Kenapa aku yang menentukan?” kata Kyuhyun.

“Pilih saja! Yang mana?” kata Sungmin dengan tersenyum.

 

Kyuhyun memandang kedua tangan Sungmin dengan bingung. Kemudian dengan ragu ia memilih tangan kanan Sungmin. Tangan kanan Sungmin terbuka, dengan sebungkus permen di dalamnya. Sungmin tersenyum dan kemudian ia membuka tangan kirinya, di dalam tangan itu juga ada sebungkus permen. Sungmin meletakkan kedua permen itu ditangan Kyuhyun.

 

“Yeah, ayo kita ke taman ria itu bersama” kata Sungmin.

 

Kyuhyun mengerjap memandang Sungmin. Bingung, senang, terkejut, semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Menyadari hal itu Sungmin terkekeh.

“Maaf ya, aku memang aneh” kata Sungmin.

 

Kemudian ia memandang keluar jendela kembali. Kyuhyun memandang permen-permen ditangannya. Ia tidak mengerti, apa maunya pemuda manis ini sih? Kyuhyun menggenggam permen-permen itu sesaat dan menyimpannya di dalam sakunya.

 

Bersama… mungkin saja kalimat itu tidak bermakna yang sebenarnya.

Kereta masih melaju dengan tenang menuju stasiun yang semakin dekat. Mata rubah Sungmin mengerjap memandang warna oranye ke-emasan yang menghiasi langit. Kehangatan dari matahari sore yang indah. Refleksi kesempurnaan dan… kesepian.

“Kyuhyun ah, apa kau suka dengan matahari sore?” tanya Sungmin.

 

“Tidak juga. Matahari sore itu terlihat seperti… kesepian” jawab Kyuhyun sedikit mengernyit memandang matahari sore.

“Begitukah? Tapi matahari sore itu tetap indah, bukan?” kata Sungmin.

“Yeah, memang indah dan terasa hangat. Dan setelah itu tenggelam dibalik langit malam, menghilang” kata Kyuhyun masih memandang matahari sore.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun dan terdiam sesaat.

“Matahari akan selalu setia bersinar, meskipun kita tidak meminta” kata Sungmin.

“Yeah, itu benar” kata Kyuhyun.

 

Sungmin kembali memandang keluar jendela. Matahari sore masih memamerkan keindahannya.

“Kau tahu?” kata Kyuhyun.

“Apa?” tanya Sungmin.

“Matahari terbenam itu adalah simbol untuk menandakan jika sesuatu itu sudah selesai. Berakhir, hilang” kata Kyuhyun.

 

Sungmin terdiam sesaat.

“Tapi kupikir, ketika ada sesuatu yang hilang, mungkin disana akan hadir sesuatu yang lebih indah. Langit yang melahirkan kelip-kelip bintang. Bukankah itu juga indah?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh pada Sungmin. Pemuda manis itu sedang tersenyum, senyum yang… sulit untuk dijelaskan. Seakan berbagai perasaan tersembunyi dibalik senyum itu. Apa artinya itu?

 

“Sungmin ah, mana yang lebih kau sukai? Sunset atau langit malam?” tanya Kyuhyun.

 

Pemuda manis itu kembali senyum. Namun kali ini, senyum itu terasa hangat.

Sunset, aku menyukainya. Kupikir sunset adalah fenomena alam yang bagus dan cantik. Fenomena alam yang bisa membuatku tersenyum sendiri, merasa sendirian, dan tenang” jawab Sungmin

 

Dia seindah matahari sore. Tapi, apakah dia juga sendirian dan… kesepian? Seperti matahari sore itu…

 

Kyuhyun memperhatikan Sungmin, dan sepertinya ia jatuh cinta pada pemuda manis itu. Ah, tidak mungkin secepat ini ia jatuh cinta. Baru 30 menit mereka bersama di gerbong kereta ini. Tanpa kata yang berarti, mungkin… sedikit berarti. Tanpa mengetahui latar belakang pemuda manis ini. Tanpa mengetahui apakah dia mempunyai kekasih atau tidak. Tanpa mengetahui apakah dia mencintainya atau tidak. Tanpa mengetahui apakah cinta mempunyai arti di dalam hidupnya.

 

Kyuhyun sedikit mengernyit. Jangan-jangan pemuda manis ini adalah seorang ahli nujum, seorang dukun, penyihir atau apalah. Jangan-jangan dia menggunakan susuk atau pelet agar ia tiba-tiba jatuh cinta padanya. Atau jangan-jangan Sungmin menghipnotisnya agar jatuh cinta padanya. Tapi, bagaimana pun Kyuhyun telah tenggelam dalam perasaan ini. Ternyata cinta bisa datang dimana saja, kapan saja tanpa peduli siapakah orang yang ia cintai ini.

 

Aku bertanya kepadanya melalui kata yang tidak terucapkan. Mungkin melalui angin yang menyampaikan sederet pertanyaanku padanya.

Tidak lama kemudian kereta ini berhenti di stasiun, tepat saat matahari perlahan mulai terbenam, menghilang dibalik langit yang mulai gelap. Kereta itu kembali melaju pergi setelah Kyuhyun dan Sungmin keluar dari gerbongnya.

 

“Lalu, apakah kau seperti itu juga? Seperti sunset itu…” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh pada Kyuhyun. Nampaknya ia terkejut mendengar pertanyaan dari Kyuhyun. Namun kemudian Sungmin hanya tersenyum dan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun terkejut saat bibir plump itu menyentuh miliknya. Sungmin menciumnya, dan ternyata bibir plump itu terasa lembut dan hangat. Sejenak Kyuhyun menikmatinya.

 

“Sampai jumpa lagi” kata Sungmin tersenyum setelah ciuman mereka berakhir.

“……ya, sampai jumpa lagi” kata Kyuhyun tersenyum, terdengar sedikit ragu. Ia ragu, akankah mereka bertemu lagi?

 

Kyuhyun dan Sungmin beranjak pergi ke arah yang berbeda. Namun kemudian Kyuhyun menghentikan kakinya. Ia menoleh, memperhatikan Sungmin yang mendekati seorang pemuda bermata kecil yang sepertinya sedang menunggu seseorang. Kyuhyun mendesah kecewa saat melihat Sungmin berpelukan dengan pemuda itu, dan kemudian mereka beranjak pergi dengan tangan yang saling bertaut erat, menjauh pergi meninggalkan stasiun ini.

 

Kyuhyun masih memandang pasangan itu. Ia merogoh sakunya dan memandang permen pemberian Sungmin. Membuka bungkusnya dan mulai mengulumnya di dalam mulutnya.. Kyuhyun tersenyum sesaat,  membalik tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya kembali meninggalkan stasiun. Sunset telah berakhir, begitu juga dengan kebersamaan selama 30 menit itu.

 

Setengah jam aku mencoba belajar mencintainya. Mungkin setengah jam lagi aku mencoba menyayanginya. Dan mungkin, setengah jam berikutnya aku belajar melupakannya.

Fin

22 thoughts on “30 minutes before sunset with you

  1. Wow sungguh moment yg singkat . . .
    Tp entah knp aq selalu suka sma cerita yg kmu buat author ssi . .

    Keep writing !😀
    HWAITING !!
    \(^_^)9

  2. yah… T.T ming seperti sunset di hari itu buat kyu… pergi begtu cepat #halah…
    kesian kyu… ternyata ming dah punya pacar
    tp setidaknya kyu udah ngerasain yg manis2 kkkk~ #nunjuk permen

  3. aku baca ini dua kali. aku gak ingat perasaan aku waktu pertama kali baca sama yg sekarang sama atau gak.
    tapi yg jelas. nyesek ya. hiks

  4. sungmin udah punya kekasih :O
    trus mksud dia nyium kyuhyun apa ??? apa itu arti dia jga tertarik sma kyu,…
    hahhh dad, kmu lgi yg tersakiti,.. yg sabar ya dad D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s