Blackberry jam

Pairing          : YeWook

Genre            : Misteri

Length          : One Shoot (Long one shoot)

Warning        : Boys love, shounen-ai, M-preg

Disclaimer     : Remake dari cerita berjudul “Kanker Lever yang Misterius” karya John Dunning dalam kumpulan cerita criminal 1 (1999). Ada sedikit perubahan dan tambahan agar dapat sesuai dengan ceritanya.

Summary       : rasa manis dari selai itu tak tertandingi dengan buah lain. Warnanya merah gelap. Begitu gelap sampai hampir berwarna hitam, seperti warna darah yang hampir mengering………atau juga warna lever yang membusuk.

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Bangunan yang berwarna putih ini terasa ramai, penuh dengan para pasien, pengunjung, maupun para perawat yang sibuk berlalu lalang dikoridor – koridor rumah sakit yang terbentang panjang. Namun rasa tegang justru terasa memenuhi ruangan saat Leeteuk memasuki ruangan prakteknya. Didepan mejanya seorang pria bermata kecil duduk menunggu kabar darinya.

 

Dokter berwajah malaikat itu menarik nafas sesaat seakan berat untuk menyampaikan kabar yang dimilikinya. Dan tangannya membawa sebuah tabung kecil. Ia memandang sesaat pria yang duduk didepannya ini. Gurat cemas dan penasaran tergambar diwajahnya yang tampan.

 

“Saya harus menyampaikan berita buruk untukmu, Yesung ssi” kata Leeteuk.

 

Badannya membungkuk di meja dan matanya menatap tabung yang ada ditangannya.

“Tes ini positif. Ryeowook ssi menderita kanker lever” ucapnya.

 

Pria tampan bermata kecil yang duduk di hadapan dokter itu menghempaskan badannya ke belakang seolah – olah baru dipukul. “Oh, Tuhan!” serunya berbisik.

 

Ia memandang Leeteuk sedikit tidak percaya.

“Apakah anda yakin? Tidak ada cara untuk……?” tanya Yesung.

“Tidak ada satu pun” kata Leeteuk dengan suara rendah namun tegas.

“Tidak ada harapan. Anda ingin dia mengetahuinya?” tanya Leeteuk.

 

Yesung ragu – ragu. Kepalanya tertunduk dan bahunya berat oleh penderitaan yang besar.

“Jangan. Biarkan dia menikmati sisa kebahagiaannya” katanya kemudian.

 

Dengan berat Yesung bangkit, berjalan menuju pintu, kemudian berhenti. Tangannya diletakkan di pegangan pintu. “Berapa lama lagi? apa yang harus saya katakan pada anak kami?” tanyanya tanpa menoleh.

 

“Setahun lagi. Paling banyak 1,5 tahun. Dia harus diopname lama sebelumnya, tentunya” jawab Leeteuk.

 

Terdengar desahan kecil dan berat yang keluar dari mulut Yesung. Kemudian pria tampan bermata kecil itu beranjak pergi. Leeteuk memandang tabung ditangannya, dan tanpa sadar ia juga ikut mendesah.

****

Yesung meninggalkan universitas Seoul seusai mengajar. Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya yang rapi di kota Seoul yang tenang ia berpikir, haruskah ia menyampaikan berita ini pada putranya yang baru saja berusia 17 tahun ini?

 

Seorang remaja berusia 17 tahun menyambut kedatangan Yesung dirumahnya yang rapi.

“Hai appa” sapa Henry.

 

Yesung tersenyum dan membelai kepala Henry dengan lembut sesaat. Kemudian ia beranjak ke kamarnya. “Bagaimana keadaan Wookie eomma, appa?” tanya Henry menghentikan langkah Yesung.

 

Yesung terdiam sesaat memandang Henry. Remaja berusia 17 tahun itu akan memasuki perguruan tinggi tahun ini. Dan tampaknya Yesung memutuskan untuk tidak berbicara apapun tentang penyakit Ryeowook yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Mungkin saja Yesung menganggap tidak ada gunanya merusak semangat belajar Henry dengan sebuah tragedi yang tak mungkin mereka hindarkan.

 

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan” jawab Yesung seraya beranjak ke kamarnya.

****

Yesung tidak mengatakan apapun pada Henry, ia juga tidak mengatakan apapun pada Ryeowook, istrinya. Yang Ryeowook tahu bahwa Yesung pergi menemui dokter keluarga mereka, Dr. Leeteuk, yang mengetes kesehatannya pada musim dingin dan musim gugur tahun lalu.

 

Kemarin Leeteuk kembali mengetes kesehatannya, dan hari ini dia melaporkan pemeriksaan itu negative dan tidak ada perkembangan yang perlu dikhawatirkan. Ryeowook menerimanya dengan perasaan lega. Tetapi tubuh mungilnya terasa tidak membaik. Rasa sakit yang samar – samar di punggung dan dada bawahnya rasanya kian memburuk. Ada yang tidak beres di dalam tubuhnya. Kalau ini bukan kanker, lalu apa?

 

Beberapa kali Ryeowook mencoba bertanya, namun Leeteuk tidak memberikan keterangan yang pasti. Dia hanya mengatakan ada sumbatan di usus, kemungkinan borok usus dan peradangan perut. Kemudian dia hanya memberi obat penenang dan penghilang rasa nyeri.

 

Ryeowook memandang obat – obat itu yang semakin banyak jumlahnya dan dosisnya semakin tinggi. Seragam khusus pasien berwarna biru membalut tubuh mungilnya yang rasanya semakin mengecil. Namun pesona innocent masih tidak luntur dari wajah pria cute itu.

 

Kenop pintu terbuka perlahan dan sosok remaja laki – laki muncul diambang pintu. Ryeowook menoleh dan tersenyum memandang pengunjungnya. Remaja itu melangkah masuk dan dibelakangnya Yesung muncul dengan sebuah bingkisan ditangannya.

 

“Eomma~~” kata Henry seraya memeluk Ryeowook.

“Henry” kata Ryeowook senang.

 

Henry melepas pelukannya dan Yesung mengecup pipi Ryeowook yang tirus dengan singkat. Ryeowook tersenyum dan menyentuh wajah Yesung dengan lembut sesaat. Yesung meletakkan bingkisan yang dibawanya diatas meja dan beranjak duduk disisi Ryeowook, sementara tangannya selalu menggenggam tangan istrinya yang hangat.

 

“Eomma mau mendengar ceritaku?” tanya Henry.

“Ceritakan chagi” kata Ryeowook.

 

Henry mulai berceloteh. Tentang hari – harinya tanpa Ryeowook dirumah, tentang hari – harinya disekolah, juga tentang Zhoumi kekasihnya. Ryeowook tertawa dan tersenyum senang mendengar celotehan putranya.

 

20 menit kemudian Henry menghentikan celotehannya. Ia harus bertemu dengan Zhoumi. Henry meraih tasnya dan memeluk Ryeowook, juga mendaratkan sebuah kecupan sayang di pipi ibunya sebelum ia pergi.

“Aku harus pergi. cepatlah sembuh eomma~, jangan lupa minum obatnya” kata Henry

 

Ryeowook tersenyum dan membelai kepala Henry dengan sayang.

“Jaga eomma dengan baik, appa” kata Henry

“Ne. Kau berhati – hatilah dijalan” kata Yesung.

 

Henry menganggukkan kepalanya dan beranjak pergi. Sosok Henry menghilang dibalik pintu.

“Aku membawa sesuatu untukmu” kata Yesung.

“Apa?” tanya Ryeowook.

 

Yesung beranjak mengambil bingkisan miliknya diatas meja. Ia membuka bingkisan itu dan mengeluarkan sebotol selai blackberry. Yesung membuka penutupnya dan memberikannya pada Ryeowook. Aroma manis menyeruak dari selai kental itu. Ryeowook tersenyum dan mulai menikmatinya dengan ditemani oleh Yesung disisinya, selalu disisinya.

****

Dokter berusaha meringankan penderitaan pasiennya dalam menghadapi saat – saat terakhir mereka. Dan Yesung selalu berada disisi Ryeowook, setiap saat. Belum pernah Ryeowook melihat Yesung tampak begitu gembira, penuh humor, dan penuh perhatian padanya seperti sekarang.

 

Sebotol selai blackberry selalu datang bersama Yesung disetiap kunjungannya. Ryeowook mengakui, suaminya adalah juru masak yang hebat, terutama dalam membuat selai, jelly, dan manisan lainnya. Yesung selalu membuatkan Ryeowook berbagai macam makanan dengan selai itu sampai ia mulai menjadi gemuk. Yesung benar – benar bangga dengan selai blackberry-nya.

 

Buah itu dia kumpulkan selama musim panas. Rasa manisnya tak tertandingi dengan buah lain. Selai harum, lezat, kental, seluruhnya terdiri atas buah. Warnanya merah gelap, begitu gelap sampai hampir berwarna hitam, seperti warna darah yang hampir mengering…………atau juga warna lever yang membusuk.

 

Cukup mengherankan juga, Yesung sendiri tidak menyukai manisan dan tak pernah menyentuh selai dan jelly buatannya. Namun ia senang sekali memberikan selai dan jelly kebanggaannya pada Ryeowook.

 

Pada akhirnya Ryeowook ditempatkan di kamar tersendiri, dirumah sakit. Karena dianggap penyakitnya tak tersembuhkan, dia tidak mendapat perawatan lagi, selain diberi obat penghilang rasa nyeri. Leeteuk berusaha menyakinkan Ryeowook, bahwa dia dirawat disitu karena ada borok di perutnya. Namun Ryeowook tidak semudah itu untuk kembali percaya begitu saja.

 

Dan kini Ryeowook sudah tahu bahwa ia menderita kanker lever, tapi dengan tabah ia pura – pura tidak tahu. Ryeowook tahu, tak mungkin ia menderita borok diperutnya. Penderita penyakit tersebut tak akan diperbolehkan makan manisan seperti selai blackberry. Namun hampir setiap hari Yesung selalu membawakan benda kental itu padanya.

 

Sesungguhnya Ryeowook sudah mulai jemu dengan selai hitam itu. Rasa manisnya seakan menyekat kerongkongannya, meluncur turun dalam perutnya, dan bertumpuk pada rasa manis yang sudah ia telan sebelumnya. Tetapi tentu saja Ryeowook tidak sampai hati berterus terang pada Yesung. Terlebih lagi selai itu adalah kebanggaan Yesung, yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkannya.

 

Ryeowook merasa bersalah. Selama ini Yesung selalu bersamanya, melalui hidup yang terkadang sulit ditebak. Meski seberat apapun, Yesung tetap bersabar dan selalu disisi Ryeowook. Ryeowook bersyukur Yesung masih mau berada disisinya, karena belum tentu ada pria lain yang mau menerima kegilaan yang pernah dilakukannya 2 tahun yang lalu.

****

Kamar ini terasa sangat sepi, hanya detik jam yang terasa menggema menunjukkan waktu yang rasanya semakin mendekat. Sepi, hanya Ryeowook dengan sebotol selai blackberry pemberian Yesung.  Sambil berbaring dalam kesepiannya, Ryeowook menikmati sesendok selai yang botolnya terletak di meja sebelah ranjang. Saat itu dia tidak merasakan nyeri sama sekali. Ia merasa di awang – awang, ini semua akibat morfin yang menjalari tubuhnya.

 

Ryeowook memandang langit – langit kamar, berbaring menunggu ajal dalam ruang rumah sakit yang dingin, putih, steril dan kecil ini. Dua tahun yang lalu, dimana kegilaannya dimulai. Ia jatuh cinta pada pria lain yang sudah beristri. Ryeowook tidak ragu bahwa dia sangat mencintai laki – laki itu, sama seperti laki – laki itu mencintainya. Mereka sempat berbahagia, meskipun hanya sebentar.

 

Itu betul – betul satu kegilaan, tetapi yang amat manis. Ryeowook tidak menyesal. Ryeowook menjilat rasa manis yang tersisa disendoknya seraya membayangkan, seandainya ia bisa mengulangi hidup ini, dengan senang hati ia akan mengulangi kegilaan itu dan menanggung akibatnya.

 

Sayang, kekasihnya yang tampan dan terhormat, Cho Kyuhyun, tewas dalam kecelakaan mobil sport Porsche-nya dengan kecepatan tinggi. Yesung yang menyadari adanya hubungan cinta antara Kyuhyun dan Ryeowook, ia langsung menjual rumah mereka dan pindah ke kota lain. Henry yang saat itu baru beranjak remaja tidak bisa berkomentar apapun dan memilih untuk tinggal bersama neneknya. Menjauh dari rumitnya orang dewasa.

 

Seandainya Kyuhyun tidak tewas, mungkin Yesung akan pindah lebih jauh lagi. Dia merasa terhina, karena semua orang di kota itu tahu tentang hubungan gelap Ryeowook itu. Orang – orang yang melihat tingkah laku Ryeowook mengatakan Yesung terlalu bersabar.

 

Bercerai? Tentu mereka pernah merencanakan itu. Tetapi karena Kyuhyun tewas, tentu saja tidak ada alasan lagi bagi Ryeowook untuk minta cerai. Yesung pun tak pernah membicarakannya lagi. Meski begitu, Yesung tetap memberikan hukuman untuk Ryeowook. Ia menghukum istrinya dengan membalas berbuat selingkuh juga, yaitu dengan seorang muridnya yang muda dan sangat cantik.

 

Demi Yesung, Ryeowook berpura – pura sakit hati dan menderita. Tetapi penderitaannya karena kematian Kyuhyun tidak mengosongkan hatinya untuk penderitaan lainnya. Ryeowook khawatir Yesung mengetahui kepura – puraannya, karena hubungan Yesung dengan gadis itu tidak berlangsung lama. Meskipun masih menyusul gadis dan pemuda lainnya.

 

Dalam segala hal, Ryeowook merasa sangat puas terhadap Yesung, melebihi kepuasannya terhadap anaknya Henry. Ia juga puas akan hidupnya. Sayang, hal ini tidak berlangsung lama. Usianya masih terlalu dini untuk bertemu dengan kematian.

 

Yeah, Yesung orang baik dan tentu dia akan menjadi duda yang diincar setiap wanita dan pria manapun. Dia masih akan tetap tampan, cakap, terpandang, dan dunia tahu bahwa dia istimewa. Lebih tepatnya seorang juru masak selai dan jelly istimewa.

 

Ryeowook memasukkan lagi setengah sendok selai ke dalam mulutnya dan menikmati makanan yang meleleh di lidahnya itu. Kelezatan yang sempurna. Yesung pantas berbangga hati, meskipun dia sendiri tidak mencicipinya, tidak juga Henry……

 

Mungkin karena itulah Yesung selalu mendesaknya menambah lagi. Aneh, dia tidak pernah mendesak Ryeowook untuk memakan makanan lain. Padahal dulu pernah Yesung menyuruh Ryeowook untuk mengurangi makanannya, agar berat badannya turun beberapa kilo. Lucu, Yesung menyuruh mengurangi segala macam makanan tetapi mendesak selai blackberry agar terus masuk ke dalam mulutnya.

 

Yesung tidak membawakan Ryeowook apa – apa disetiap kunjungannya ke rumah sakit, kecuali selai. Selai blackberry itu dipaksakan pada Ryeowook di rumah dan kini selalu didesak untuk dimakan setiap waktu ia berkunjung ke rumah sakit. Mungkinkah……?

****

Tiba – tiba saja Ryeowook melempar jauh – jauh sendok selai itu. Apakah ia mencurigai Yesung hanya karena ia dalam keadaan tidak ada harapan? Tetapi bukankah Yesung seorang ahli kimia? Yesung adalah seorang professor kimia dikampus tempat ia mengajar, dia punya segala pengetahuan dalam bidang racun. Sebagai kepala bagian di kampus, dia berhak memesan obat atau zat – zat kimia apa pun, dan dia bisa memperolehnya tanpa mendapat pertanyaan dan tentu dengan biaya kampus!

 

Tiba – tiba saja harapan muncul dalam hati Ryeowook. Mungkin Leeteuk benar bahwa ia tidak menderita kanker, tetapi mendapat gangguan pada pencernaannya?. Betapa beruntungnya Ryeowook mempunyai pikiran seperti itu sebelum semuanya terlambat!

Dengan hati bergelora seperti seorang narapidana yang memperoleh penangguhan hukuman mati, Ryeowook meraih tombol untuk memanggil perawat. Tidak lama seorang perawat muncul.

 

“Saya ingin berbicara dengan dokter saya, segera! Ada hal yang sangat penting!” kata Ryeowook.

 

Dengan tidak sabar Ryeowook menunggu diranjangnya. Dan akhirnya dokter berwajah malaikat itu datang. Ia tersenyum dan menanggapi Ryeowook dengan sabar.  “Tentu Ryeowook ssi, selai itu akan dianalisa. Mungkin kau benar. Mungkin memang ada zat kimia dalam selai itu yang menyebabkan gangguan pada lambungmu” kata Leeteuk.

 

Tentu saja Leeteuk tahu bahwa bukan sekadar gangguan yang diderita Ryeowook, melainkan kanker lever. Tetapi yang penting saat ini adalah memelihara semangat hidup Ryeowook, supaya dia tidak cepat “pergi”. Dia harus menyenangkannya, dan untuk itu Leeteuk tidak keberatan untuk mengirim selai itu untuk dianalisa dilaboratorium.

 

Ryeowook memandang Leeteuk. Ia bisa menebak apa yang terpikir oleh dokter berwajah malaikat itu. “Saya ingin melihat sendiri hasil laporan tes laboratorium itu. Di tempat pemeriksaan rersmi dan ditangani pihak yang bertugas. Jangan coba – coba memperlakukan saya sebagai anak kecil, dokter” kata Ryeowook tegas.

 

“Saya tidak akan berbuat demikian, Ryeowook ssi. Percayalah” kata Leeteuk tersenyum menyakinkan.

 

Empat puluh delapan jam kemudian, gagang telepon terjatuh dari tangan Leeteuk. Kepala analisis di laboratorium menyebutkan suatu kimia yang hampir membuat Leeteuk tidak mempercayai pendengarannya, seolah indera pendengarannya mulai melemah. Namun Leeteuk segera tersadar, indera pendengarannya maasih bekerja dengan sangat baik.

 

“Yakinkah anda?” tanya Leeteuk hampir berteriak. “Mungkinkah zat itu masuk secara kebetulan ke dalam selai?”

 

“Saya tidak akan membuat laporan seperti itu, kalau saya tidak yakin,” kata analisis itu dengan nada dingin. “ itu benar – benar ‘X’ dan dua ekor tikus percobaan yang diberi zat itu kemarin, mati. Mungkin harus dicari penyebabnya, mengapa zat itu masuk ke dalam selai. Seandainya anda saya, saya akan segera melapor kepada polisi. Kalau anda tidak melapor pun kami akan tetap bertindak. Ini bukan lagi hanya kasus di laboratorium, tapi juga kasus untuk polisi”

 

Leeteuk menutup teleponnya. Ia masih tidak bisa percaya. Di kursi, Ryeowook duduk dengan tenang memperhatkan Leeteuk. Leeteuk hanya bisa diam memandang Ryeowook. Dan apapun itu, Ryeowook tahu bahwa ia benar kali ini. Ada sesuatu yang salah dengannya.

****

Akhirnya Leeteuk memutuskan untuk melapor pada polisi. Di kantor polisi,  Leeteuk bertemu dengan inspektur polisi Kangin dari bagian Pengusutan Kejahatan. Pria bertubuh besar itu menatap dengan tenang pada Leeteuk, seolah – olah dokter itu mulai gila. Dokter yang sedang duduk dihadapannya ini tampak terguncang sekali.

 

“Zat itu penyebab kanker yang sangat kuat,  zat ini sangat ampuh dalam menyebabkan kanker lever. Meskipun jumlahnya sedikit, tapi sangat cepat ia muncul dalam tubuh. Pada waktu pemeriksaan mayat mungkin tidak akan tampak jejaknya, kecuali kalau pemeriksaan segera dilakukan setelah kematian” kata Leeteuk.

 

Inspektur itu terdiam sesaat.

“Kalau saya tidak salah terka, anda bermaksud mengatakan Yesung mencoba membunuh istrinya dengan sengaja lewat kanker” kata Kangin.

 

“Bukan lagi percobaan. Kalau dia yang meletakkan atau mengetahui kehadiran ‘X’ itu dalam selai, maka dia memang telah membunuh istrinya. Kanker itu telah menjalar ke seluruh tubuh istrinya, Kim Ryeowook. Tak ada apa pun yang sanggup menyelamatkannya” kata Leeteuk.

 

“Apakah ini termasuk suatu zat yang bisa begitu saja muncul? Dapatkah ia masuk ke dalam selai secara bebas?” tanya Kangin.

 

“Menurut saya tidak mungkin, ia tidak bisa muncul begitu saja. Dan efeknya sudah terkenal, tidak sembarang orang mudah memilikinya. ‘X’ memang terlalu berbahaya” jawab Leeteuk.

 

“Alat pembunuhan yang sangat sempurna. Bisa membunuh seperti penyakit biasa dan tidak meninggalkan jejak dalam tubuh. Tetapi toh saya tidak bisa membayangkan sesuatu yang luar biasa” kata Kangin perlahan.

 

“Mengapa tidak?” tanya Leeteuk heran.

 

“Tidak banyak orang di dunia ini mampu membunuh seseorang dengan cara lambat dan membuat menderita seperti kanker. Seumur hidup saya berurusan dengan kejahatan, kalau Yesung memang benar melakukan apa yang anda katakan, dia tentu seorang monster yang paling tidak manusiawi” jawab Kangin.

****

Inspektur polisi Kangin bekerja sama dengan asisten pribadinya, Sersan Choi Siwon. Hal itu dirahasiakan. Hanya mereka berdua, dokter Leeteuk dan kepala laboratorium saja yang tahu. Kangin dan Siwon tahu, mereka tidak bisa bekerja sembarangan. Karena masalahnya mereka takut keliru.

 

Tirai malam sudah turun sejak tadi, dan sudah kian larut sejak tadi. Namun Kangin dan Siwon masih berada dibalik meja mereka. Cangkir – cangkir kopi menemani lembur mereka malam ini. Siwon sedang membacakan laporannya, sementara Kangin mendengarkan seraya menyesap kopinya perlahan.

 

“Pertama kali Yesung membeli zat ini pada bulan November 2007, sebanyak 30 grain. Pembelian 30 grain berikutnya adalah pada bulan Juli 2009, dan pembelian terakhirnya 25 grain pada Bulan Mei tahun ini. Dibayar oleh kampus, tentu saja” Siwon mengakhiri laporannya.

 

“Apakah penyalurnya memberimu indikasi bahwa jumlah tersebut mematikan?” tanya Kangin meletakkan cangkirnya.

 

“Ya, katanya jumlah itu cukup untuk mematikan semua laki – laki, wanita dan anak – anak di kota ini” jawab Siwon.

 

“Apakah kau bisa mengemukakan motif yang mendorong Yesung untuk membunuh istrinya, Ryeowook?” tanya Kangin.

 

“Ada dua motif. Pertama, ia mempunyai hubungan serius dengan seorang bernama Lee Sungmin. Usianya 24 tahun, sangat manis. Dia seorang guru di Hwang Bo School, kolega Yesung. Sejak musim panas 2007 Yesung banyak memiliki affair, umumnya dengan para muridnya, tetapi yang paling serius kelihatannya hanya dengan Lee Sungmin ini” kata Siwon.

 

“Lalu motif kedua?” tanya Kangin.

 

“Motif kedua dibuat Kim Ryeowook sendiri. Dua tahun lalu ia jatuh cinta dan tergila – gila pada Cho Kyuhyun yang juga sudah menikah. Karena skandal ini, keduanya merencanakan perceraian dari pasangan masing – masing, lalu akan menikah. Tetapi kemudian Cho Kyuhyun tewas dalam kecelakaan mobil dan segalanya berakhir” kata Siwon.

 

“Apakah itu benar – benar kecelakaan?” tanya Kangin.

 

“Ya, menurut laporan polisi lalu lintas memang kecelakaan. Dia masuk daftar pengebut. Saat itu dia menikung dengan kecepatan 145 km/jam. Dia hanya sendiri di dalam mobilnya dan tidak ada kerusakan mekanis” jawab Siwon.

 

Kangin terdiam sesaat dan kembali menyesap kopinya.

“Baiklah, nampaknya kita sudah punya cukup bukti untuk melakukan penahanan. Jemput dia. Beri kesempatan kalau dia ingin memanggil pengacaranya. Untuk sementara waktu persoalan ini jangan sampai masuk surat kabar. Aku ingin tahu mau bilang apa dia” kata Kangin.

 

“Ya, aku juga. Tapi dengan alasan apa kita menahannya, karena Kim Ryeowook belum meninggal?” tanya Siwon.

 

“Benar. Satu–satunya alasan hanyalah percobaan pembunuhan. Kalau ternyata nanti orang itu meninggal, tuduhan berikutnya adalah pembunuhan” tutur Kangin kembali menyesap kopinya yang mulai dingin.

****

Henry hanya bisa terdiam dengan bingung saat para polisi datang dan menangkap ayahnya. Yesung memandang dengan tenang borgol yang kini melingkari kedua tangannya, kemudian memandang Henry yang mulai menangis. Para polisi itu menggiring Yesung ke dalam mobil dan membawanya ke kantor polisi.

 

Dikantor polisi, Kangin memandang dengan garang tahanan barunya. Namun Yesung masih duduk dengan tenang. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan sesaat dan sesekali memainkan borgol yang melingkari kedua tangannya. Dengan tegas namun tenang Yesung membantah bahwa ia mempunyai hubungan dengan penyakit kanker Ryeowook. Dia juga menyangkal mengetahui zat kimia ‘X’ mampu memproduksi kanker.

 

Kangin semakin garang memandang Yesung, ia justru yang mulai merasa gelisah. Entah kenapa, ketenangan Yesung membuatnya tidak nyaman. Yesung terus membantah dan menyangkal dengan semua hal diucapkan oleh Kangin. Namun perlahan ketenangan itu mulai luntur, dan Yesung tidak bisa membantah tentang namanya yang tercantum pada bon pembelian dan minta ganti pembayaran pada kampus.

 

“Itu salah satu zat kimia yang secara rutin saya beli dalam jumlah besar, untuk eksperimen pelajaran kimia yang saya berikan di kelas. Mungkin juga masih banyak lagi zat lain yang mengandung zat penyebab kanker dan yang beracun di lab, tetapi bukan berarti saya memilikinya untuk maksud meracuni istri saya. Saya mencintainya, untuk apa saya membunuhnya?” sangkal Yesung.

 

“Tidak juga artinya Kim Ryeowok, istri tercinta anda keracunan. Dia dicekoki zat kimia yang jauh lebih berbahaya, karena tak bisa dihindarkan lagi akan menyebabkan kematian oleh kanker, sesuatu yang lebih buruk daripada racun manapun” kata Kangin.

 

Yesung memandang Kangin. Kini ketenangan itu berganti dengan pandangan nanar. Kangin mencoba menggugah perasaan Yesung agar ia menyesal. Tetapi Yesung tidak bergeming sedikit pun. Dia tetap tenang, tak tergugah. Kangin mendesah dengan kesal dan mulai mengetuk – ketuk jarinya diatas permukaan meja dengan tidak sabar.

 

“Kudengar kau pandai sekali membuat selai blackberry. Istri anda, Ryeowook selalu membanggakan selai buatan anda” kata Kangin.

 

“Meskipun selai blackberry itu memang buatan saya sendiri, bisa saja zat ‘X’ itu masuk ke dalamnya secara kebetulan. Saya sering membawa pulang zat kimia tersebut untuk membersihkan kolam ikan dari ganggang. Bisa jadi seluruh perabotan rumah tangga sudah terkena. Saya tidak begitu memperhatikannya, karena tidak tahu – menahu keampuhan zat itu sebagai penyebab kanker” kata Yesung menyeringai.

 

Kangin sedikit bergidik melihat seringaian itu. Ia menoleh pada Siwon yang berdiri disampingnya sejak tadi dan menganggukkan kepalanya. Siwon menganggukkan kepalanya mengerti kemudian mendekati Yesung. Yesung memandang Kangin dengan tenang dan membiarkan Siwon membawanya keluar dari ruangan itu.

 

“Anda benar–benar seorang monster yang tidak manusiawi” kata Kangin.

 

Yesung menghentikan langkahnya sesaat dan menoleh memandang Kangin.

“Benarkah? Tapi saya sangat mencintai istri saya. Ryeowook adalah segalanya. Saya masih tidak mengerti, untuk apa saya harus membunuhnya?” kata Yesung mengernyit.

 

“Kalau itu cinta, maka cinta itu sama mengerikannya dengan anda. Tidak perlu berpura–pura lagi professor” kata Kangin.

 

“Saya tidak tahu apapun” kata Yesung tegas namun tenang.

 

Yesung menyeringai sesaat kemudian melangkah pergi. Sementara Kangin kembali bergidik karena seringaian itu. Entah kenapa, ia tidak menyukai seringaian itu.

****

Perkara ini mulai disidangkan pada bulan April 2012, dan Yesung masih tetap mengaku tidak bersalah. Dia meminta jasa seorang pengacara terbaik di seluruh Korea Selatan, dengan pembayaran tinggi. Dengan tenang Yesung duduk dihadapan para hakim, dan pembelaannya sederhana saja.

 

“Saya tidak tahu ‘X’ adalah penyebab timbulnya kanker. Mungkin saya tidak sengaja memasukkannya ke dalam adonan selai, bahkan dirumah sakit pun saya masih sempat menyuguhkannya pada istri saya. Saya sendiri heran, bagaimana zat ini bisa menyusup ke dalam selai” kata Yesung.

 

Suara gaduh mulai memenuhi ruangan persidangan. Terdengar bisik – bisik yang mencibir, membicarakan Yesung. Namun Yesung hanya duduk tenang dikursinya. Ia menoleh sesaat memandang orang – orang yang memenuhi kursi penonton. Diantara orang – orang itu, Yesung dapat melihat Henry yang duduk dengan cemas memandangnya. Disampingnya, Zhoumi merangkulnya mencoba menghiburnya. Yesung hanya tersenyum dan kembali memandang para hakim, yang sedang memandangnya seakan dia adalah seorang pendosa terberat.

 

Hakim ketua memukul palunya, mencoba menenangkan suasana yang mulai semakin ribut. Pihak penuntut sama sekali tidak menerima pembelaan Yesung. Para saksi ahli mengatakan, tidak mungkin Yesung tidak memahami apa itu dan efek – efek apa saja yang ditimbulkan oleh zat ‘X’. Bagaimanapun dia adalah seorang ahli kimia.

 

Mereka menggambarkan rasa tidak bertanggung jawab Yesung dari tindakannya mengunakan zat ‘X’ di dalam kolam ikannya. Seandainya seluruh perabotan rumah tangga sudah tercemar, tentu seluruh keluarga pun akan mengidap penyakit yang sama. Ssetelah diperiksa ternyata tidak ada anggota keluarga yang kena. Mereka juga khawatir zat yang namanya sangat dirahasiakan itu akan disalahgunakan oleh orang lain karena keampuhannya.

 

Pemeriksaan membuktikan Ryeowook mendapat zat ‘X’ itu dalam dosis yang sangat kecil untuk jangka waktu yang lama. Dosis yang sangat besar dapat mematikan Ryeowook lebih cepat, tetapi meninggalkan jejak dalam tubuhnya kalau diadakan pemeriksaan mayat. Yesung mengetahui benar hal itu. Meskipun ia hanya dituduh melakukan percobaan pembunuhan, dalam benak juri ia melakukan kesalahan membunuh.

 

Pada tanggal 13 April, tidak ada alasan lagi yang bisa meringankan kesalahannya. Yesung dikenakan hukuman penjara seumur hidup. Yesung hanya memejamkan matanya dan mendesah pelan saat palu mulai diketuk oleh hakim, sementara Henry sudah menangis sejak tadi dipelukan Zhoumi.

****

Ryeowook terduduk diranjang pasiennya, memandang keluar jendela dengan tenang. Rasanya ruangan ini sangat sepi, selain detak jam yang terus berdetak bersama waktu yang terasa semakin dekat. Hanya Ryeowook dan kesepiannya hari ini.

 

Ryeowook menoleh saat pintu terbuka. Henry muncul dengan wajah muram. Sejak hari itu, pengunjung setianya hanyalah Henry. Terkadang Henry datang bersama Zhoumi, namun hari ini ia datang sendirian.

 

Henry segera mendekati Ryeowook dan memeluknya.

“Eomma~~” kata Henry sedih.

 

Ryeowook tersenyum dan memeluk putranya dengan sayang. Henry menarik kursi dan duduk disamping ranjang. Ia meletakkan kepalanya disisi ranjang dan mulai menangis.

“Ada apa chagi?” tanya Ryeowook seraya mengusap kepala Henry dengan lembut.

“Aku sangat sedih. Kini appa berada dipenjara, aku sulit menemuinya” jawab Henry.

 

Ryeowook hanya diam dan mengusap kepala Henry dengan lembut.

“Aku tidak percaya. Appa pasti tidak bermaksud membunuhmu” kata Henry terisak.

“Mungkin tidak. Tapi aku sendiri tidak mengerti alasannya” kata Ryeowook.

 

Henry mengangkat kepalanya dan memandang Ryeowook. Ryeowook mengusap air mata yang membasahi wajah Henry dan tersenyum dengan hangat.

“Jangan sedih lagi” kata Ryeowook.

“Eomma, eomma tidak akan meninggalkan aku juga kan? Seperti appa…” tanya Henry.

 

Senyum Ryeowook memudar perlahan dan terdiam sesaat.

“Eomma~” kata Henry memandang Ryeowook yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

 

Ryeowook tersenyum dan sedikit menggeser tubuhnya.

“Kemarilah dan peluk aku” kata Ryeowook seraya menunjuk tempat disampingnya.

 

Henry beranjak duduk disamping Ryeowook dan memeluknya dengan erat, seolah tidak ingin kehilangan. Seperti ia kehilangan ayahnya. Hanya Ryeowook yang kini ia miliki, jika nanti Ryeowook menghilang, bagaimana dengannya nanti?

 

Henry mulai menangis dipelukan Ryeowook, sementara Ryeowook mengusap kepalanya dengan lembut. Dia mulai bernyanyi pelan untuk Henry. Namun empat bulan kemudian, ketika Yesung memperingati ulang tahunnya sendirian dibalik jeruji besi, nyanyian untuk Henry berhenti. Ryeowook meninggal dalam penderitaan yang hebat.

 

Yesung mungkin tidak tahu, bagaimana Henry kini sedang menangis didepan nisan. Tapi Yesung tahu bagaimana rasanya kehilangan saat Kangin mendatangi selnya. Wajah inspektur polisi itu terlihat muram.

“Istri tercintamu, Kim Ryeowook, dia…telah ‘pergi’ professor” kata kangin.

 

Yesung hanya terdiam diatas kasurnya, memandang Kangin dengan tenang dan tanpa ekspresi. Namun kemudian Yesung menarik satu sudut bibirnya membentuk sebuah seringaian kecil. Kangin mendesah sesaat dan membalik tubuhnya. Namun kemudian ia menoleh kembali.

 

“Oh ya, selamat ulang tahun professor. Ini hari ulang tahunmu, bukan?” kata Kangin.

 

Kemudian Kangin beranjak pergi, meninggalkan Yesung bersama kesepiannya. Yesung masih terdiam di tempatnya. Ia hanya memandang dinding–dinding beton yang mengurungnya dengan dingin, membiarkan rasa kehilangannya bermain bersama kesepiannya. Yesung menarik satu sudut bibirnya. Ryeowook adalah segalanya, tidak perlu dipertanyakan lagi bagaimana cinta yang Yesung dan Ryeowook miliki bersama. Yesung merasa kehilangan namun rasa penyesalan? Entah kenapa, ia tidak merasa menyesal. How funny

Fin

6 thoughts on “Blackberry jam

  1. What the ? Baru kali ini aq bca ff yg se-daebakk dan se-nyesek ini. Oh hebatnya kau author.

    Wow, Yesung benar2 psikopat ulung. Tdk diragukan lg dia mencintai Ryeowook, tp tdak di pungkiri jg kalau bencinya pd Ryeowook 2X lebih besar dari cintanya. Ckck

    Love is crazy, right ?

  2. wow. bener2 speechless. serius
    aku kira awalnya wookie itu mmg bener2 sakit krn alami, eh, tapi.. Yesung T.T
    Bener2 nggak terduga
    Yesunnggggg TT.TT

    Speechless sudah. Ga bisa komen apa2 lg😐

  3. Cinta Dan sakit hati Yesung bikin dia ga bisa bedain keduanya klo aq bisa bilang disni.. Benar Yesung mmg sangat mencintai Wokie Dan itulah yg bikin sakit hatinya berkali2 lipat lbh besar sampai2 dia tega membunuh Wokie dg bikin dia menderita pelan2…
    Aigoo Yesung-sshi kasihan sekali dirimu…

    Nice story author😉

  4. hah
    ini ff ngaduk ngaduk perasaan banget
    pengen banget nabok yesung
    tp msh nggk ngerti kenapa yesung begitu ?
    aneh aneh banget si yesung ckjccjcjcj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s