Cinnamon and Lavender (KyuMin ver) / Chap 1

Pairing           : KyuMin

Genre            : Angst

Length           : Chapter

Warning         : Boys love, shounen-ai, alur yang maju-mundur

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Author note   : Versi awalnya adalah YeWook, tapi aku meremake ulang menjadi KyuMin dengan perbaikan.

Summary       : Tidak akan hilang walau dengan sabun paling wangi sekalipun. Aroma yang begitu menyiksa namun selalu dirindukan.

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Chapter 1

Seoul, 27 Agustus 2010

 

Tubuh putih itu terbaring diatas kasur berwarna kelabu. Diam dan tampak kedinginan. Cahaya lampu mengenai wajahnya yang tertutup poni rambut yang dicat cokelat. Gurat manis masih tidak hilang dari wajahnya yang pucat. Tidak berubah. Tapi ada yang berbeda dari sosok itu. terbaring diam diatas kasur berwarna kelabu dan tampak kedinginan, sebuah luka menghiasi dadanya. Bekas darah yang mengering sudah dibersihkan dan sebuah peluru pernah bersarang didalam luka itu. Peluru salah sasaran.

 

Kyuhyun menarik selimut dan menutupi tubuh Sungmin yang diam. Tubuh yang lebih hangat saat ia biasa memeluknya. Tapi kini tubuh itu mulai dingin. Kyuhyun masih terdiam memperhatikan Sungmin yang tidak kunjung membuka matanya. Tidak lagi, mata itu tidak akan pernah terbuka kembali.

 

“Mau sampai kapan kau menyimpannya disini? Tubuh itu sudah dingin” kata Kibum yang muncul diambang pintu.

 

“Tubuhnya masih hangat beberapa derajat” kata Kyuhyun beranjak ke wastafel.

“Kau mengawetkannya? Ruangan ini berbau formalin” tanya Kibum mengernyit.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Ia membasuh wajahnya diwastafel dan memandang bayangannya yang terpantul dicermin. Kaca didepannya juga memantulkan botol–botol pelembab yang berpendaran. Botol – botol pelembab yang bekerja dengan cara kerjanya masing–masing. Botol – botol polietilen, vinil, dan kristal yang dibuat oleh perusahaan trans–nasional. Botol–botol yang dibentuk dan diwarnai sesuai dengan sumber herbalnya masing – masing.

 

Bergamot, cinnamon, almond, musk, vanilla, dan rumput laut. Benzaldehid, linalil asetat, menthol, dan berbagai jenis ester. Kemarin Sungmin menunjukkan botol–botol pelembab dengan nama masing–masing padanya. Sebelum peluru salah sasaran itu mengubah segalanya. Tidak, semua sudah berubah jauh sebelum peluru salah sasaran itu mengenai Sungmin dan membuatnya tidak bergerak lagi. Sesuatu yang salah.

 

Kyuhyun mengambil sehelai handuk dan mengeringkan wajahnya. Kibum sedang memandang keluar jendela dan tersenyum. “Lihat mereka. Tetap bertahan meski sedang hujan. Kacau sekali” kata kibum terkekeh.

 

Kyuhyun melihat keluar jendela dan menyadari hujan sedang membasahi kota Seoul sejak tadi. Sekumpulan orang–orang masih tetap bertahan didepan gedung dengan tuntutan mereka.

 

“Kasihan mereka” kata Kyuhyun.

 

“Itu tidak akan berhasil. Pimpinan tetap tidak akan mendengarkan mereka. Mereka hanya sekelompok orang tidak berguna” kata kibum.

 

Kyuhyun diam memandang kelompok demonstrans itu. Berdiri tegak dengan marah dan menyebutnya penghianat, Karena bekerja untuk sebuah perusahaan asing yang dibayar oleh musuh rakyat. Kyuhyun digaji oleh sebuah persero yang memuntahkan klorin  dan metal mercaptan ke sungai Han, sungai kebanggaan kota Seoul. Perusahaan yang membabat hutan–hutan, mengalirkan cairan hitam, black liquor, bau metal mercaptan yang mencekik tenggorokan.

 

Kyuhyun tersadar saat kibum menepuk bahunya dengan sebuah map.

“Pesan dari pimpinan” kata kibum seraya menyodorkan map ditangannya.

 

Kyuhyun mengambilnya dan membaca beberapa lembar kertas berisi data dan perintah. Ia mengernyit membaca setiap baris tulisan dalam kertas. “Kau yang akan pergi ke Busan?” Tanyanya.

 

“Ne, aku akan melakukan analisis lapangan dan mengawasi keadaan pabrik disana. Keadaan saat ini sedang kacau” jawab kibum .

 

Kibum beranjak ke samping ranjang dan memandang tubuh Sungmin yang terdiam.

“Orang ini terlihat sangat manis walau dia sudah tidak bernyawa lagi. Itukah yang membuatmu tertarik dengannya?” tanya Kibum.

 

“Dia adalah orang yang menyenangkan, siapa pun pasti akan tertarik dengannya” jawab Kyuhyun seraya meletakkan map diatas meja.

 

“Kau mencintai orang ini” kata Kibum seraya menunjuk Sungmin.

It’s not love” kata Kyuhyun datar.

 

Kibum menoleh pada Kyuhyun dan tersenyum penuh arti.

“Tapi…kau pernah bertemu dengannya sebelumnya ‘kan? Dia terlihat sangat mengenalimu” katanya

“Itu tidak penting” kata Kyuhyun.

 

Kibum mengangkat kedua bahunya dan berjalan pergi. Ia menghentikan kakinya diambang pintu dan menoleh. “Terserah. Seharusnya kau berterima kasih padaku. Karena aku, kau bisa menyimpan tubuh kekasihmu itu disini. Aku tidak akan mengatakan apapun pada pimpinan dan perusahaan. Juga pada Min Ji” Katanya.

 

“Kau benar–benar menyebalkan kibumie. Gomawo” kata Kyuhyun tersenyum.

“Cheonmaneyo. Aku akan menghubungimu untuk memberitahu hasilnya” kata Kibum terkekeh seraya berjalan pergi.

 

Kyuhyun menoleh memandang tubuh Sungmin yang tetap terdiam diatas kasur berwarna kelabu. Bau body mist lavender masih menyeruak dari tubuh Sungmin. Sungmin pernah mengatakan, “Untuk menghilangkan bau sulfida dan mesiu”.

 

Dan anyir darah. Ya, anyir darah.

 

tbc

19 thoughts on “Cinnamon and Lavender (KyuMin ver) / Chap 1

  1. Ming terkena peluru nyasar? Ceritanya gimana? Kenapa? Ming kerja di mana? Apa yg trjd?

    Wkt bc awalnya aja, sbnrnya aku udah sedih, tp rasa penasaranku mendesakku utk membaca lbh lnjt lg…

  2. Anneyong Eonni..
    izin baca eFeF nya nde?? ^^

    Mmmpp Ming itu uddah meninggal ya? Kena peluru nyasar??
    Masih Bingung.. tpi awalnya aja uddah seru..
    penasarann.. huhu..

  3. Eh baru baca udh keluar kata2 tubuh Sungmin yg udh dingin,kaku n diawetkan 0,0
    Omo!knp Min bisa kena peluru nyasar???

  4. itu ming udah mati O.o kyu keliatan kayak terobsesi sm ming sampai ming diawetin gitu tp kenapa dia bilang “its not love”…kagak sabar baca flasback nya kyumin ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s