Cinnamon and Lavender (KyuMin ver) / chap 2

Pairing         : KyuMin

Genre          : Angst

Length         : Chapter

Warning       : Boys love, shounen-ai, alur yang maju-mundur

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Author note   : Versi awalnya adalah YeWook, tapi aku meremake ulang menjadi KyuMin dengan perbaikan.

Summary       : Tidak akan hilang walau dengan sabun paling wangi sekalipun. Aroma yang begitu menyiksa namun selalu dirindukan.

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Chapter 2

Busan, Oktober 2009

 

Kyuhyun sedang duduk bersender dibawah pohon yang rindang seraya membaca kumpulan data hasil dari observasinya selama 6 bulan ini. Suara gemiricik aliran sungai terdengar lembut ditelinganya. Matahari yang bersinar cerah dan hari yang lain. Ini masih hari yang lain dengan ketenangan yang selalu ia rasakan di kota ini.

 

Ketenangan itu sedikit terusik saat terdengar suara yang ia kenali memanggilnya dari sebrang sungai. Kyuhyun menoleh dan melihat Sungmin sedang melambaikan tangannya seraya tersenyum. Kyuhyun tersenyum dan mengangkat satu tangannya.

 

“Cepat kesini” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mengangguk dan segera melompati setiap batu sungai dengan lincah untuk segera sampai ditempat Kyuhyun. Tidak lama pemuda berwajah manis itu sudah duduk disamping Kyuhyun.

“Apa itu hasil observasinya?” tanya Sungmin menunjuk kertas ditangan Kyuhyun.

“Ne. Tapi masih belum sempurna. Tugasku masih banyak” jawab Kyuhyun.

 

“Itu berarti kau masih akan tinggal dikota ini lebih lama lagi?” tanya Sungmin.

“Untuk 1 bulan lagi” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum senang dan bersender dibahu Kyuhyun. Aroma Cinnamon segera menggelitik indra penciuman Sungmin. “Tubuhmu selalu beraroma cinnamon, terasa lembut dihidungku. Aku selalu menyukainya” katanya.

 

“Penciumanmu itu tajam sekali hyung, seperti seekor anjing” kata Kyuhyun.

“Penciumanku lebih tajam dari seekor anjing” kata Sungmin tersenyum bangga.

 

Kyuhyun tertawa dan membelai kepala Sungmin dengan lembut.

“Kau pun selalu berbau seperti lavender hyung” kata Kyuhyun.

 

Sungmin menegakkan kepalanya dan memandang Kyuhyun dengan ingin tahu.

“Apa kau menyukainya?.” tanya Sungmin.

“Aku selalu menyukainya.” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum senang kemudian merogoh sakunya. Ia mengeluarkan sebuah wadah kecil berbentuk bundar berwarna hijau malam. Ia membuka penutupnya dan mencolek koloid berwarna putih.

 

“Apa lagi yang kau bawa?.” tanya Kyuhyun.

 

“Ini untuk matamu agar kelopakmu tidak layu dan selalu terlihat cerah. Matamu itu sangat indah Kyu,” jawab Sungmin seraya meratakan dengan telunjuknya disekeliling mata Kyuhyun. “Body Shop membuatnya dari rumput laut Irlandia, mengandung primrose oil yang bisa menyegarkan wajahmu!” katanya lagi.

 

Kyuhyun memandang Sungmin tidak mengerti.

“Mworago?” tanya Sungmin menyadari pandangan Kyuhyun.

 

“Bagaimana kau bisa menghafal sedemikian banyak jenis pelembab beserta cara – cara mengusapnya, bahan – bahannya, sejarah – sejarahnya? Apakah hyung terlalu banyak membaca majalah perempuan?” tanya Kyuhyun heran.

 

Sungmin tersenyum.

“Apa aku tampak seperti perempuan?” Sungmin balik bertanya.

 

“Kau membuatku takut dan gelisah hyung.  Di laboratoriumku, Aku menyimpan botol – botol dengan minyak eucalyptus, biji matahari, bergamot, geranium, dan minyak kulit jeruk didalamnya. Kau seperti menjelma menjadi botol – botol itu, setiap secara tepat kau menyebut nama – nama kimia esternya” kata Kyuhyun.

 

Sungmin kembali tersenyum.

“Kurasa itu bagus juga. Setiap hari aku akan menyebutkan semua nama kimia ester dengan tepat, sehingga kau akan selalu ingat denganku” Katanya.

 

“Kau membuatku semakin takut” kata Kyuhyun pura – pura bergidik.

 

Sungmin tertawa seraya melepas sepatunya dan menggulung celananya hingga lutut kemudian berjalan ke sungai. Ia bergidik saat air sungai yang dingin menyentuh kakinya. Sungmin berjalan perlahan dan duduk diatas batu besar kemudian memainkan air sungai dengan kakinya.

 

“Apa kau menyukai kota ini Kyu?” tanya Sungmin.

“Ne. Kota ini sangat indah dan kau sangat ramah saat menyambut kedatangan orang asing sepertiku” jawab Kyuhyun seraya duduk dipinggir sungai.

 

“Kau bukan orang asing lagi Kyu. Aku tahu kau orang baik saat pertama melihatmu, dan aku senang tidak tinggal sendirian lagi” kata Sungmin tersenyum.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya memandang Sungmin. Ia bertemu dengan pemuda manis ini pertama kali saat Kyuhyun menginjakkan kakinya dikota ini 6 bulan yang lalu untuk sebuah tugas lapangan. Sungmin sangat ramah dan mengijinkannya untuk tinggal bersamanya. Kedua orang tuanya telah meninggal dan ia anak tunggal, sehingga ia sangat senang saat tahu Kyuhyun lebih muda darinya. Dengan cepat mereka menjadi sangat akrab. Sungmin sangat baik dan menyenangkan. Tapi Kyuhyun tidak mengerti, bagaimana Sungmin bisa begitu mengerti dan hafal berbagai jenis pelembab dengan nama – nama kimia ester mereka dengan tepat.

 

Terkadang, setiap Sungmin menyebutkan gugus hidroksil dari berbagai pewangi dalam botol – botol itu, Kyuhyun merasa Sungmin seperti sedang menghafal dan menjelajah setiap tubuh dan pikirannya dengan nama – nama perusahan – perusahaan kosmetik yang tercetak dalam lembaran – lembaran glossy majalah perempuan. Kyuhyun memang bukan perempuan dan ia tidak peduli dengan semua unsur kimia itu. tapi ia bekerja untuk perusahaan yang bermain dengan unsur – unsur kimia. Membuat produk baru dan membuang limbahnya ke tempat lain. Bukan perusahaan yang bersahabat.

 

Sungmin turun dari atas batu dan menyiramkan air sungai yang dingin ke arah Kyuhyun. Kyuhyun terkejut dan menghindar, sementara Sungmin tertawa senang seraya terus bermain air.

“Aissh. Berhenti menyiramku hyung atau kau akan menyesal” kata Kyuhyun.

 

Sungmin berhenti bermain air dan memandang langit yang mulai senja. Ia segera naik ke pinggir sungai dan mengambil sepatunya. “Donghae mengundang kita ke rumahnya untuk berpesta. Hari ini ulang tahunnya” katanya

 

“Benarkah? Tapi aku tidak menyiapkan hadiah untuknya” kata Kyuhyun.

“Aku sudah menyiapkannya. Malam ini kita akan bersenang – senang. Tapi sebelumnya, aku ingin menjenguk orang tuaku dulu” kata Sungmin.

 

“Araseo” kata Kyuhyun mengerti.

“Tapi kau harus menggendongku, sebagai ganti hadiah untuk donghae yang sudah aku siapkan” kata Sungmin.

 

“Mwo?” kata Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum dan membalik tubuh Kyuhyun ke belakang, kemudian ia segera naik ke punggung Kyuhyun. “Khajja Kyu” kata Sungmin seraya memeluk leher Kyuhyun.

 

“Aigoo…kau berat sekali hyung” kata Kyuhyun mengernyit.

“Eh? Rasanya beratku tidak naik bulan ini” kata Sungmin kaget.

 

Kyuhyun tertawa seraya melangkahkan kakinya. Sungmin merengut malu memandang Kyuhyun yang sedang menertawainya. “Aissh. Kau mengerjaiku. Sebagai hukumannya, kau harus menggendongku sampai ke rumah Donghae” kata Sungmin.

 

“Mwo? Turun kau” kata Kyuhyun menggoyang–goyang tubuh Sungmin yang berada diatas punggungnya.

 

“Anni” Kata Sungmin seraya memeluk leher Kyuhyun dengan erat dan tertawa senang.

 

****

 

Kyuhyun membuka matanya perlahan, mencoba menangkap cahaya – cahaya lampu yang remang – remang. Diluar jendela langit masih gelap. Matahari masih belum muncul dan udara pagi buta yang dingin menerobos masuk melalui celah jendela yang sedikit terbuka. Ini pagi yang lain. Masih deru kendaraan yang terdengar diluar dan musim yang mulai berganti.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang tertidur didekatnya, terlihat polos dan manis. Kyuhyun diam memperhatikan Sungmin dan terkejut dengan pikirannya. Ada seseorang yang terbaring di dekatnya. Kyuhyun selalu merasa bahwa orang itu harus ia cintai. Dan ide tentang mencintai adalah ide yang mengerikan.

 

“Itu gila” gumam Kyuhyun.

 

Kyuhyun beranjak ke dapur dan membuat segelas kopi. Ia menghirup bau kopi dan menyesapnya perlahan. Ide tentang mencintai kembali datang ke dalam kepalanya dan Kyuhyun segera menggelengkan kepalanya dengan kuat seakan dapat menghilangkan pikiran itu dari kepalanya.

 

Hell no. I think it’s not love. It’s chemistry, another chemistry. Chemistry has its own cycle. And love is only myth in its own version. Chemistry is not purer or more powerful. Chemistry is about unpredictability, irregularity, about dynamic change, so chemistry is more revolutionary than love. It must be chemistry” pikir Kyuhyun.

 

“Tapi ia ada disampingku pada saat aku terbangun. Dan aku merasa aku harus mencintainya” gumam Kyuhyun menolak.

 

Kyuhyun mendesah dan menyesap kopinya yang mulai dingin. Pandangan Kyuhyun beralih ke atas karpet. Kertas – kertas yang bertumpukan tidak teratur. Teks – teks dalam bahasa inggris, data – data, grafik, tabel ambang batas, hasil audit lapangan, laporan analisis laboratorium, print surat email, fax, draft wawancara. Semua pekerjaannya yang belum terselesaikan. Kyuhyun beranjak dan kembali bekerja, berkutat dengan angka, huruf dan data yang membuat kepalanya membencinya.

 

Sementara itu. Sungmin membuka matanya dan beranjak bangun. Seraya menguap ia mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah dan mendapati Kyuhyun sedang berkutat dengan pekerjaannya. Sungmin tersenyum dan berjalan mendekat.

 

“Kyu… pagi – pagi sudah bekerja kembali” kata Sungmin.

“Pekerjaanku masih banyak. Kenapa hyung sudah bangun?” tanya Kyuhyun.

 

“Pagi ini dingin sekali. Aku kedinginan sehingga tidak bisa tidur” jawab Sungmin.

“Kau tidur dengan pakaian tipis seperti itu, tentu saja kedinginan. Pakai jaketmu” kata Kyuhyun tanpa berpaling.

 

Sungmin merengut memandang Kyuhyun.

“Kyu, peluk aku. Aku kedinginan” katanya seraya menarik ujung pakaian Kyuhyun.

 

Kyuhyun tersenyum dan meletakkan pulpennya.

“Kemari” kata Kyuhyun seraya mengulurkan tangannya.

 

Sungmin tersenyum menyambut tangan Kyuhyun dan segera duduk didalam pelukannya yang hangat. Ia menyenderkan kepalanya didada Kyuhyun dan mencium aroma tubuh Kyuhyun yang selalu ia sukai, cinnamon.

 

“Sudah hangat?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya. Kyuhyun mempererat pelukannya.

“Masih dingin?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menggeleng kembali dan tersenyum.

“Tubuhmu sangat hangat. Aku sangat menyukainya” kata Sungmin.

“Sepertinya kau sudah tidak kedinginan lagi” kata Kyuhyun melepaskan pelukannya.

 

“Kyu…” Sungmin merengut kecewa.

“Aku harus menyelesaikan pekerjaanku. Buatlah sarapan, aku lapar” kata Kyuhyun membelai kepala Sungmin dengan lembut.

 

“Araseo” Kata Sungmin akhirnya kemudian beranjak ke dapur.

 

Kyuhyun tersenyum memandang Sungmin yang masih merengut kemudian ia kembali bekerja. 20 menit kemudian Sungmin memanggil untuk sarapan. Kyuhyun meninggalkan pekerjaannya dan beranjak ke meja makan. Ia menikmati sarapannya bersama Sungmin dengan hari yang seperti biasanya. Hari – hari yang selalu ia sukai bersama Sungmin.

 

Seusai sarapan, Sungmin mengangkat piring – piring kotor dan mencucinya kemudian beranjak mendekati Kyuhyun yang mulai bekerja kembali. Ia duduk memperhatikan pemuda tinggi itu lekat-lekat, sementara Kyuhyun mengabaikan pandangan itu dan berkonsentrasi dengan pekerjaannya.

 

“Kyu setelah tugasmu disini selesai, kau harus kembali ke Seoul. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanya Sungmin memecah kesunyian.

 

“Tidak ada yang spesial. Kembali ke hari – hari yang membosankan dengan pekerjaan yang selalu menumpuk dimeja” jawab Kyuhyun tanpa berpaling.

 

“Kedengarannya membosankan” kata Sungmin.

“Lebih enak disini. Tenang dan nyaman” kata Kyuhyun.

 

“Kenapa kau tidak tinggal disini saja bersamaku?” tanya Sungmin. Ada nada penuh harap dalam suara manis itu.

 

“Tidak bisa. Semuanya berada di Seoul. Rumahku, pekerjaanku, keluargaku, sahabatku, dan kehidupanku. Aku harus kembali setelah tugasku selesai” jawab Kyuhyun.

 

“Sayang sekali. Padahal aku sangat menyukaimu Kyu…” kata Sungmin kecewa.

 

Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan mengangkat kepalanya memandang Sungmin.

“Jangan berwajah seperti itu, seakan kita tidak akan pernah bertemu lagi. Aku akan mengunjungimu sesekali” kata Kyuhyun meletakkan pulpennya.

 

Tiba-tiba Sungmin memeluk Kyuhyun. Kyuhyun sedikit terkejut, namun kemudian ia membalas pelukan itu. “Aku ingin bersamamu Kyu. Disini aku sendirian” kata Sungmin dalam pelukan Kyuhyun.

 

“Kau masih memiliki Donghae dan sahabatmu yang lain disini” kata Kyuhyun.

“Itu berbeda. Aku tetap merasa kesepian” kata Sungmin.

 

Kyuhyun hanya membelai kepala Sungmin dengan lembut. Sungmin diam sesaat dalam pelukan Kyuhyun. Kemudian ia mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun dan tersenyum. “Aku tahu. Saat uangku sudah cukup aku akan ke Seoul. Kita akan bertemu di Seoul” Katanya.

 

tbc

 

15 thoughts on “Cinnamon and Lavender (KyuMin ver) / chap 2

  1. Ming sdh menunjukkan bhw dia suka sm kyu dr dulu, sedangkan kyu mengelak trs, mngatakan pd dirinya sendiri kl itu bukan cinta. Aih..

    Menghapal sebegitu banyak nama2 kimia & hal2 lain yg spt itu? *pusing* xDD

  2. Itu.. itu Flashback nya ya..
    Sebelum Ming meninggal??

    aishh Ming manja banget ma Kyu.. gemes deh..
    Nampaknya mreka berdua uda Punya rasa Cinta.. huhu

  3. mereka saling suka
    atau karena kesepian dan merasa saling membutuhkan?
    tapi bukannya cinta memang saling membutuhkan
    tapi kayaknya kyu masih belum mengakui
    min sangat tulus
    rasanya udah sedih ngebayangin nasib min yg tragis

  4. jadi mereka blm meresmikan hub.mereka ..
    dan kyu masih aja ngelak kalo dia itu cinta sm ming ..
    ming jujur bngt ya sm perasaan.a

  5. Sungmin sepertinya udh suka sm kyu tp kyu masih mengelak ttg perasaannya..
    Gmn nanti klo Min benar2 ditinggal kyu ya..??

  6. kyu msh nyangkal klo dia sebenernya suka sama ming..
    kyumin always sukses bikin aku senyam senyum…kasian ming klo ditinggal kyu yg balik ke ssoul..dia pst kesepian lg..

  7. kyu slalu mnyangkal trnyta sejak dlu klo dia cnta umin…. wah ato jngn2 umin kna tmbkn nyasar-a pas nyusul kyu k seol yaa? koq bsa knapluru sih umin?…

  8. kasihan ming ditinggal sendirian nanti klu kyu udah pulang ke seoul….kenapa kyu gag mau ngakuin perasaannya…eh tp kenapa ming bisa tau nama2 bhn kimia itu belajar dr mana dia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s