Cinnamon and Lavender (KyuMin ver) / chap 3

Pairing         : KyuMin

Genre          : Angst

Length         : Chapter

Warning       : Boys love, shounen-ai, alur yang maju-mundur

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Author note   : Versi awalnya adalah YeWook, tapi aku meremake ulang menjadi KyuMin dengan perbaikan.

Summary       : Tidak akan hilang walau dengan sabun paling wangi sekalipun. Aroma yang begitu menyiksa namun selalu dirindukan.

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Chapter 3

Busan. Sabtu, 26 Juni 2010

 

Sungmin memandang Donghae yang sedang menyodorkan sebuah amplop padanya.

“Apa ini Hae?” tanya Sungmin memandang amplop ditangan Donghae.

 

“Hadiah ulang tahun dariku. Aku tahu ini hadiah yang terlambat. Tapi terimalah hyung” jawab Donghae seraya meletakan amplopnya ditangan Sungmin.

 

Sungmin membuka amplop pemberian Donghae dan mengeluarkan isinya. Ia terkejut memandang hadiahnya. Ternyata itu adalah tiket pesawat menuju ke Seoul.

“Omo. Hae ini tiket pesawat” kata Sungmin terkejut.

“Hyung bilang ingin ke Seoul” kata Donghae.

 

“Tapi harga tiket ini kan mahal Hae. Aku bisa menggunakan tabunganku. Kau tidak perlu melakukan ini” kata Sungmin.

 

“Anni. Ini bukan masalah. Aku ingin memberikan hadiah spesial untukmu, dan hanya ini yang bisa aku berikan untukmu. Kau bisa menyimpan uangmu untuk di Seoul nanti” kata Donghae dengan tersenyum.

 

Sungmin tersenyum dan memeluk Donghae.

“Komawo Hae. ini benar – benar hadiah yang sangat special” Katanya.

“Cheonmaneyo. Pesawat akan berangkat 3 jam lagi, jangan sampai kau terlambat” kata Donghae.

 

“Araseo” kata Sungmin melepas pelukannya.

 

Donghae memandang keluar jendela dan merengut. Sebuah pabrik berdiri cukup jauh dari rumah mereka, namun Donghae masih dapat melihatnya dengan jelas. Berdiri tegak dan terlihat menyeramkan. Cerobong – cerobong yang besar tidak henti mengeluarkan asap hitam yang pekat dan mengalirkan cairan hitam ke sungai.

 

“Bangunan itu membuatku takut. Semakin hari aku semakin sulit bernafas karena benda itu,” kata Donghae.

 

Sungmin menoleh keluar jendela dan mendesah sesaat.

“Rasanya semakin kacau. Aku tidak bisa lagi menangkap ikan di sungai, karena semua ikan telah mati karena limbah yang mereka hasilkan” kata Donghae lagi.

 

“Kota ini jadi terlihat berbeda” kata Sungmin sedih.

“Ini tidak bisa dibiarkan terus. Pabrik itu dapat membunuh kita perlahan” kata Donghae terdengar marah.

 

Sungmin tersenyum kecil memandang Donghae.

“Tenanglah Hae” kata Sungmin seraya beranjak ke kamarnya.

 

Donghae mengikuti Sungmin dan berdiri diambang pintu. Ia memperhatikan Sungmin yang mulai merapikan barang – barangnya. “Kau yakin dapat menemukannya? Seoul adalah kota yang besar” tanya Donghae.

 

Sungmin menganggukan kepalanya seraya menutup kopernya. Donghae diam memandang Sungmin. “Mworago?” tanya Sungmin.

 

Donghae menggelengkan kepalanya dan beranjak memeluk Sungmin.

“Berhati – hatilah disana hyung” kata Donghae.

 

Sungmin tersenyum dan balas memeluk.

“Aku akan segera pulang jika aku sudah bertemu dengannya” kata Sungmin.

“Dan pulanglah jika kau tidak bisa menemukannya” kata Donghae melepas pelukannya.

 

“Araseo” kata Sungmin kembali tersenyum.

“Apa kau akan langsung pergi?” tanya Donghae.

“Anni. Aku akan menjenguk orang tuaku dulu sebelum pergi” jawab Sungmin.

 

“Kau ingin aku temani ke sana?” Tanya Donghae.

“Tidak perlu. Biar aku sendiri saja” Jawab Sungmin menggelengkan kepalanya kemudian beranjak pergi dengan menarik kopernya.

 

Sungmin melangkahkan kakinya diatara nisan – nisan yang berderet rapi. Kaki Sungmin berhenti didepan dua buah nisan yang setiap hari ia kunjungi. Sungmin berjongkok, menangkupkan kedua tangannya didada dan memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian ia membuka matanya dan memandang kedua nisan didepannya.

 

“Eomma, appa, aku pergi” kata Sungmin tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Dipesawat Sungmin terus memandang keluar jendela, berharap akan segera sampai di Seoul. Sungmin menoleh saat seorang pramugari memberikan selembar kertas dan pulpen pesanannya. Sungmin tersenyum dan berterima kasih. Pramugari itu tersenyum dan segera pergi. Sungmin diam sesaat memandang kertas kosong, beberapa menit kemudian ia menggoreskan pulpennya. Ia meletakkan pulpennya dan memandang keluar jendela. Senyum kembali menghiasi bibirnya. Dikertas itu tertulis sebaris kalimat :

 

Cinnamon

 

****

 

Seoul. Sabtu, 26 Juni 2010

 

Hujan kembali membasahi kota Seoul. Kyuhyun melangkah dengan cepat dan sedikit berlari kecil, mengabaikan tubuhnya yang mulai basah. Ia melangkah masuk ke dalam coffee shop dan mengedarkan pandangannya. Disudut ruangan Kibum mengangkat tangannya dan memanggil Kyuhyun. Segera Kyuhyun mendekat dan menarik kursi didepan Kibum.

 

“Maaf aku terlambat” kata Kyuhyun seraya duduk.

 

Kibum menggeleng dan menyesap kopinya.

“Tidak masalah. Hujan ini memang membuat semua orang terlambat. Kau mau pesan kopi?” tanya Kibum.

 

“Teh saja” jawab Kyuhyun.

 

Kibum memanggil pelayan dan memesan secangkir teh. Tidak lama pelayan itu kembali dan meletakkan secangkir teh didepan Kyuhyun dan segera pergi. Kibum meletakan botol kecil berisi sample parfum didepan Kyuhyun.

 

Sample untuk produk baru telah datang” kata Kibum.

 

Kyuhyun mengambil botol kecil didepannya dan memperhatikan sesaat kemudian membuka penutupnya. Ia mengernyit saat sebuah aroma yang ia kenali memasuki hidungnya. “Lavender?” tanya Kyuhyun.

 

“Ne. Lavender. Ini akan jadi produk baru kita” jawab Kibum.

“Bukankah aroma ini sudah umum?” tanya Kyuhyun seraya meletakkan botol sample itu diatas meja dan menyesap tehnya perlahan.

 

“Memang. Tapi menurut survei saat ini masyarakat sedang menyukai aroma lembut seperti lavender. Kita hanya mengikuti kemauan pasar” jawab Kibum.

 

Kibum kembali bicara tentang tugas dan pekerjaan. Tentang data – data dan teman – temannya yang menyebalkan. Saat ini Kyuhyun sedang tidak berminat mendengar tentang semua hal itu. Kyuhyun hanya diam dan membiarkan Kibum terus bicara. Kyuhyun meletakkan cangkirnya dan memandang keluar jendela. Hujan sudah mulai reda. Orang – orang menutup payung mereka dan menyimpannya. Kyuhyun mengambil botol sample didepannya dan kembali mencium aromanya. Aroma yang sama dengan bau tubuh Sungmin setiap ia memeluknya. Kyuhyun meraba tengkuknya seakan aroma itu masih tertinggal ditubuhnya. Ya, ia masih dapat menciumnya. Walau Kyuhyun sudah mandi dengan sabun paling wangi sekalipun, ia masih dapat mencium aroma itu.

 

Lavender. Bau itu begitu menyiksanya. Membuat Kyuhyun merasa gelisah dan bersalah. Gelisah, karena bau itu selalu mengingatkan Kyuhyun padanya. Dan bersalah, karena ia masih tidak bisa membuang jauh – jauh ide tentang mencintai. Perlahan ide itu terus muncul dan memenuhi kepalanya. Membuatnya takut. Kyuhyun tidak berani mengatakan perasaannya itu sebagai cinta. ia tidak boleh, karena…

 

“Bagaimana kabar Min Ji? kudengar ia sedang hamil” tanya Kibum.

 

Kyuhyun menoleh.

“Dia baik. Dia sedang hamil 4 bulan dan merasa sangat senang. Ini kehamilan pertamanya” jawabnya.

 

“5 bulan lagi kau akan jadi seorang ayah. Ini berita bagus” kata Kibum tersenyum.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan meraba tengkuknya. Bau itu kembali tercium, seperti sugesti. Lavender, seharusnya aroma itu dapat menenangkan. Tapi Kyuhyun justru merasa gelisah dan tersiksa.

 

tbc

18 thoughts on “Cinnamon and Lavender (KyuMin ver) / chap 3

  1. Ini mmg aku yg pelupa atau apa.. Aku sering kembali ke tab yg ada part 1nya… Trs ke part 2.. Lihat tanggalnya =.=v

    Eoh? Kyu udah kawin ? Mau pny ank lg. Kukira msh single :O mangkanya dia menjauhkan pikiran dirinya cinta ming x___x

    • haha

      untuk ff yang ini perhatikan tanggal dalam setiap chapter biar ga bingung karena ini pakai alur maju mundur

      yupp. karena kyu udah nikah, makanya dia mati-matian menjauhkan pikiran kalo dia cinta sama ming. padahal mah emank beneran cinta😄

  2. what kyuhyun udah nikah dah mau punya anak pulang -_- oh ming km serasa di php-in ma kyu….makanya kyu terus nyankal perasaannya ini toh alasannya

  3. what kyuhyun udah nikah dah mau punya anak pula-_- oh ming km serasa di php-in ma kyu….makanya kyu terus nyankal perasaannya ini toh alasannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s