Cinnamon and Lavender (KyuMin ver) / chap 4

Pairing         : KyuMin

Genre          : Angst

Length         : Chapter

Warning       : Boys love, shounen-ai, alur yang maju-mundur

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Author note   : Versi awalnya adalah YeWook, tapi aku meremake ulang menjadi KyuMin dengan perbaikan.

Summary       : Tidak akan hilang walau dengan sabun paling wangi sekalipun. Aroma yang begitu menyiksa namun selalu dirindukan.

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Chapter 4

Seoul. Juli 2010

 

Sungmin berdiri diatap apartemennya yang sederhana dan mengedarkan pandangannya. Dari atas sini ia dapat melihat kota Seoul dengan lebih jelas. Lampu – lampu kota yang berkelip – kelip seperti bola kristal yang nampak dari kejauhan. Gedung – gedung yang menjulang tinggi seperti menyentuh langit. Atap – atap gedung dengan menara – menara berkelap kemerahan saat malam hari. Kabel listrik dan telepon. Pepohonan. Rumah – rumah. Jalanan yang selalu dipadati oleh kendaraan dan manusia. Semuanya terlihat dengan jelas. Seharusnya Sungmin juga bisa melihatnya dari tempat ini. Tapi sudah sebulan dan Sungmin masih belum bertemu dengan Kyuhyun. Hidungnya sudah rindu dengan aroma cinnamon yang selalu ia sukai. Tubuhnya sudah rindu dengan pelukan Kyuhyun yang hangat. Ya, ia merindukan Kyuhyun.

 

Sungmin memegang perutnya yang mulai terasa lapar dan beranjak ke dapur. Namun tidak ada apapun didalam kulkas. Tidak juga didalam lemari dapur. “Aigoo. Semuanya habis” kata Sungmin mendesah.

 

Sungmin memandang jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam dan berpikir untuk pergi ke minimarket dan membeli bahan makanan juga mengisi perutnya yang mulai lapar. Sungmin mengunci pintu apartemennya dan beranjak pergi. Ia melangkah menyusuri bangunan – bangunan yang berjejer rapi disisi jalan dan menemukan minimarket diantara bangunan – bangunan itu. Mendadak hujan turun dan semakin deras. Sungmin berlari memasuki minimarket dan segera mencari yang dibutuhkannya.

 

Beberapa menit kemudian, pintu minimarket kembali terbuka dan seseorang berlari masuk. Pemuda tinggi itu mengibaskan rambutnya yang terkena tetesan hujan. Ia mengambil sebotol air mineral dan memasukkannya ke dalam microwave. Mengatur waktunya dan memeluk tubuhnya yang terasa dingin.

 

****

 

Sungmin mengangkat kepala mencium aroma yang ia kenali. Pendingin ruangan di minimarket membantunya mengenali bau itu. Cinnamon. Sungmin menoleh dan beranjak mencari. Tubuhnya mengenali bau itu. Perasaannya secara refleks menghadirkan bayangannya di kepala. Kaki Sungmin berhenti dan terpaku. Matanya tertuju pada seseorang yang selalu dicarinya.

 

“Kyuhyun?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun baru saja mengambil botol air mineralnya yang sudah hangat dari dalam microwave yang berbunyi. Ia menoleh dan terkejut memandang Sungmin yang berdiri tidak jauh darinya.

“Sungmin hyung? Kenapa kau ada disini?” tanya Kyuhyun kaget.

 

Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun dan tersenyum. Ia ingin memeluknya namun segera teringat bahwa ia sedang berada ditempat umum. “Berbelanja. Bahan makananku sudah habis dan aku lapar” jawab Sungmin mengangkat keranjang belanja ditangannya.

 

“Maksudku kenapa kau ada di Seoul? Sejak kapan?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku sudah sebulan berada di Seoul. Aku datang kesini untuk mencarimu. Aku merindukanmu Kyu” jawab Sungmin seraya memegang ujung jas Kyuhyun.

 

Kyuhyun terdiam memandang Sungmin.

“Mworago? Apa kau tidak senang aku datang kesini?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

“Anni. Kau hanya mengejutkanku hyung. Kau nekat” jawab Kyuhyun dengan tersenyum.

“Aku kan sudah bilang, kita akan bertemu lagi di Seoul” kata Sungmin tersenyum.

 

Setelah membayar, Sungmin dan Kyuhyun berdiri didepan pintu minimarket. Hujan masih turun walau tidak begitu deras. “Bagaimana ini? Aku tidak membawa mobil ataupun payung” kata Kyuhyun bingung.

 

“Ikut saja denganku. Apartemenku tidak jauh dari sini. Hanya sekali naik bus” kata Sungmin memberi usul.

 

Kyuhyun berpikir sesaat.

“Araseo. Tapi bagaimana kita pergi? Sepertinya hujannya akan lama berhenti” kata Kyuhyun.

“Kita berlari saja. Haltenya tidak jauh dari sini” kata Sungmin.

 

Sungmin memegang tangan Kyuhyun dan menariknya ke dalam hujan. Mereka berlari hingga sampai halte bis. Sungmin hanya mengabaikan protes dari Kyuhyun.

“Aissh. Pakaianku jadi basah” kata Kyuhyun merengut.

 

Sungmin tertawa seraya membaca jadwal kedatangan bus.

“Bus akan datang 20 menit lagi” kata Sungmin seraya duduk disamping Kyuhyun.

“Lama sekali” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang terlihat kedinginan. Hujan masih terus turun beserta semilir angin yang bertiup. Kyuhyun mengambil kantung belanjaan dari pangkuan Sungmin dan meletakkan disampingnya. Ia memberikan botol air mineralnya yang masih hangat pada Sungmin, melepas jaketnya dan meletakkannya ditubuh Sungmin. Sungmin memandang Kyuhyun.

 

“Peluk aku Kyu. Aku kedinginan” kata Sungmin.

 

Kyuhyun melingkarkan tangannya ditubuh Sungmin dan memeluknya.

“Sudah hangat?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Masih dingin” Jawabnya.

 

Kyuhyun memperat pelukannya. Sungmin tersenyum dan menikmati aroma cinnamon yang melekat pada tubuh Kyuhyun meski air hujan membasahinya. Cinnamon, yang selalu ia sukai.

“Bagaimana Busan?” tanya Kyuhyun.

 

“Sedikit kacau. Pabrik dengan limbahnya mulai mengotori sungai dan hutan – hutan. Donghae merasa kesal karena tidak bisa lagi menangkap ikan di sungai, karena semua ikan telah mati keracunan” jawab Sungmin.

 

“Kedengarannya kacau sekali” kata Kyuhyun.

“Bagaimana Seoul? Aku pendatang baru disini” tanya Sungmin.

 

“Seperti yang kau lihat. Ramai dan tidak pernah tertidur. Tidak pernah tenang” jawab Kyuhyun.

“Begitukah? Tapi kota ini sangat indah dan menarik” kata Sungmin.

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya saat bus yang ditunggu datang. Bus itu sepi saat Kyuhyun dan Sungmin naik, hanya ada beberapa penumpang. Kyuhyun dan Sungmin berjalan ke belakang dan segera duduk. Sungmin memandang keluar jendela seraya tersenyum saat Kyuhyun menggenggam tangannya. Perlahan bus mulai melaju pergi.

 

“Kenapa kau nekat sekali datang ke Seoul hyung?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh dan menyenderkan kepalanya dibahu Kyuhyun.

“Aku kesepian disana. Hampir setiap hari aku memikirkanmu dan saat sadar, ternyata aku sudah sangat merindukanmu Kyu” jawabnya terkekeh.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin dan tersenyum.

“Kau yakin sekali dapat menemukanku” Katanya.

 

Sungmin menegakkan kepalanya dan mengecup leher Kyuhyun.

Cinnamon. Aku selalu menyukainya dan tidak bisa melupakannya. Itu, yang membantuku menemukanmu” kata Sungmin setengah berbisik.

 

Kyuhyun tersentak. Mendadak tubuhnya mengejang dan perasaan itu kembali menyiksanya. Ide tentang mencintai  kembali muncul dalam kepalanya.

“Mworago?” tanya Sungmin heran.

“Anniyo” jawab Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

 

****

 

Hujan sudah berhenti tapi udara dingin masih terasa. Kyuhyun dan Sungmin sedang berada di atas atap apartement Sungmin yang sederhana. Kyuhyun duduk dipinggir atap gedung dan menikmati pemandangan malam kota seoul yang terlihat indah. Sementara Sungmin berdiri disamping Kyuhyun, mendongak memandang langit malam yang gelap.

 

“Berapa lama kau akan berada di Seoul?” tanya Kyuhyun.

 

“Entahlah. Tujuanku kesini hanya untuk bertemu denganmu. Donghae menyuruhku segera pulang jika aku berhasil ataupun tidak berhasil menemukanmu” jawab Sungmin.

 

“Kalau begitu kau akan segera pergi?” tanya Kyuhyun menoleh.

“Aku masih ingin lebih lama disini. Aku masih merindukanmu Kyu” jawab Sungmin

 

Sungmin diam sesaat.

“Kyu, sebenarnya apa yang terjadi denganku?” Tanyanya.

“Apa maksudmu hyung?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

 

Sungmin menunduk. Tangannya menyentuh dadanya, merasakan jantungnya yang sedang berdetak tidak teratur dan begitu cepat. Kemudian ia berkata dengan bingung,

 

“Aku selalu menyukai bau cinnamon dari tubuhmu dan aku selalu merindukannya. Jantungku selalu berdetak dengan cepat dan tidak teratur setiap aku memikirkanmu, membuat dadaku sakit. Ini pertama kalinya aku merasa seperti ini. Ada sesuatu…ada apa ini? Apa yang terjadi padaku?”

 

Kyuhyun terdiam memandang Sungmin. Ia juga selalu menyukai bau lavender dari tubuh Sungmin. Sangat menyukainya dan selalu merindukannya. Berapa kali pun Kyuhyun menolak, ide tentang mencintai selalu datang dalam pikirannya tanpa permisi. Dan kini Kyuhyun tidak mampu lagi menolaknya. Kyuhyun meloncat turun dan beranjak mendekati Sungmin. Sejenak melupakan kenyataan saat akhirnya Sungmin membiarkannya mengecup bibir plump itu. Lagi, lagi dan lagi.

 

Sementara itu ponsel Kyuhyun yang tergeletak diatas meja makan terus bergetar. Dilayar ponsel yang berkedip itu tertulis nama : Min Ji yeobo calling. Namun sang pemilik ponsel tidak menyadarinya. Kyuhyun sedang sibuk, bersama ide yang tidak mungkin untuk ditolak lagi.

 

tbc

16 thoughts on “Cinnamon and Lavender (KyuMin ver) / chap 4

  1. Dan Akhirnya si Kyu gak bisa menolak ide itu.. ㅋㅋㅋ
    Ming hebat juga ya.. bisa nemuin si Kyu cuma Lewat aroma cinnamon dari tubuh Kyu.. SESUATU beeuudd..

  2. mereka akhirnya ketemu
    tapi gimana nasib min kalo tau kyu udah nikah bahkan mau jadi appa
    kapan kyu mau jujur
    terus min bakal gimana?
    penasaran

  3. àaaaaaaà akhr-a kyu gk bsa nolak umin… emng dasar-a udh pda cnta. pa lg dy sikp mreka yg bnern kya orng pacaran ntu…. tp hbis ini apa? hiks… umin koq mninggal…

  4. akhirnya kyumin bisa ketemu lg..sungmin hebat bgt bs nemuin kyuhyun hanya dgn aroma cinnamon ikatan nya kyumin kuat bgt…sampe kpn pun kyu gag bakal bs menolak pesona ming😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s