Confession (KyuMin ver)

Pairing           : KyuMin

Genre            : Fluff

Length           : Drabble

Warning         : Boys love, shounen-ai, alur yang mungkin terlalu cepat & membosankan

Disclaimer       : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Author note     : Remake dari FF YeMin dengan sedikit perubahan

Summary         : pertanyaan itu, hanya sebuah pertanyaan sederhana. Pertanyaan dengan dua puluh lima kalimat, pertanyaan dari seseorang yang sederhana.

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Musim gugur, udara mulai terasa dingin. Diantara bangunan-bangunan yang berjejer rapi dipinggir jalan itu, terselip sebuah café yang sederhana. Dan disudut café yang tenang itu mereka duduk bersama menikmati minuman masing-masing. Diluar hujan masih saja turun menerpa bumi dengan lembut namun dingin seakan merayu tanpa henti.

 

Sungmin memandang keluar jendela, jemarinya bergerak menelusuri aliran-aliran air yang dihasilkan dari percikan-percikan hujan dijendela. Kyuhyun meletakkan cangkir kopinya dan memandang pemuda manis yang duduk didepannya.

 

“Apa hal yang paling kau sukai hyung?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh dan menghentikan jemarinya.

“Heum…menatap hujan dengan secangkir cappuccino hangat, membaca buku dibawah teduh pohon akasia, tidak makan sendirian, berlarian dengan anak-anak kecil,” jawab Sungmin. “dan kau, apa yang kau sukai Kyu?” tanyanya.

 

“Kau” Jawab Kyuhyun tegas.

 

Sungmin terdiam memandang Kyuhyun. Pemuda ini, pemuda didepannya ini dengan semburat jingga tipis diwajahnya yang tampan……mengatakan dengan tegas bahwa pemuda ini menyukainya. Pemuda ini, yang Sungmin tidak pernah menyangka akan menyatakan perasaan padanya. Melihat senyum teduh itu, entah kenapa, Sungmin merasa tenang.

 

“Apa yang kau sukai dariku Kyu? Aku hanya seseorang yang biasa-biasa saja” kata Sungmin.

 

“Yeah, karena kau adalah seseorang yang biasa-biasa saja. Sebab itu aku merasa cocok denganmu” Ujar Kyuhyun halus.

 

Sungmin hanya tersenyum datar dan menyesap cappuccino miliknya yang hampir dingin. Kyuhyun menoleh keluar jendela dan terdiam sesaat, memandang hujan yang perlahan kian deras.

 

“Hyung, kau tahu?” kata Kyuhyun.

“Apa?” Kata Sungmin.

 

“Ada satu hal yang mewakili banyak hal. Saat hujan turun, selain payung, apa kau tahu? Aku selalu teringat denganmu. Namja pecinta pink, bunny boy. Kau yang bisa berjam-jam di toko buku, tidak banyak bicara, senyum simpul itu, kamu yang mencintai hujan dan bahkan tidak menarik sama sekali. Ketika rasanya setiap hari aku merindukanmu dan tidak mampu menemukanmu. Aku tahu harus menemukanmu dimana. Menyusuri toko-toko itu, trotoar pinggir jalan raya, halte, perpustakaan, toko buku, toko DVD, dan café ini. Aku pasti akan menemukanmu, disini. How funny, right ?” Kata Kyuhyun terkekeh kecil.

 

Sungmin terdiam, ia tertegun memandang Kyuhyun. Kyuhyun menoleh memandang Sungmin. Mata itu terlihat berubah, ada keseriusan dan kelembutan yang mendera-dera.

“Maukah hidup bersamaku?” Tanya Kyuhyun.

“Hah, apa?” Kata Sungmin.

 

“Hiduplah bersamaku. Kita berdua, suka duka tetap bersama, disampingku, disampingmu……bisakah?” kata Kyuhyun, ada nada penuh harap yang lembut terdengar dalam suaranya yang tenang.

 

Sungmin mengerjap memandang Kyuhyun. Ia meletakkan cangkirnya dan terdiam sesaat.

“Hmmm……hidup bersamamu…?” Kata Sungmin.

 

Astaga…pemuda ini membuat Sungmin bingung harus menjawab apa? Sungmin bukannya tidak senang dengan pernyataan cinta Kyuhyun. Tapi belum ada yang memiliki hatinya sejak orang itu, seseorang yang pernah begitu Sungmin sayang selama tiga tahun itu. Seseorang yang dengan berat Sungmin putuskan untuk meninggalkannya. Seseorang yang Sungmin harus mengikhlaskannya hidup dengan orang yang mencintai dia dengan sepenuh hati. Dan Sungmin tahu, itu bukan dirinya. Seseorang dengan nama Yesung.

 

Seperti kehilangan sesuatu yang berharga, begitulah rasanya. Pernyataan cinta. Yeah, Sungmin kerap mendengarnya. Namun dengan halus Sungmin menolak semua itu, karena ia masih menikmati kesendiriannya. Ah, sepertinya hatinya masih belum terbuka untuk menerima perasaan orang lain.

 

Tapi pernah, ada satu pernyataan cinta yang Sungmin lewati. Sungmin bukan orang yang mudah jatuh hati. Bahkan Sungmin baru menyadari perasaannya pada orang itu, Siwon.  Setelah Siwon lelah karena tak mendapatkan jawaban dari Sungmin, ia memutuskan untuk memilih orang lain yang bisa menerimanya. Dan Sungmin baru menyadari bahwa ia jatuh hati pada Siwon yang sudah pergi untuk memilih orang lain.

 

Yeah, Sungmin hanya sebagian kecil orang yang terlambat menyadari tentang perasaannya. Ketika akhirnya banyak yang berusaha mencoba memasuki kehidupannya, Sungmin merasa ruang di hatinya masih belum juga terbuka. Ia masih mencintai orang itu, hatinya masih tertuju pada Siwon. Dan kini Kyuhyun dengan pernyataan cintanya. Apakah hari ini ia akan kembali membuat orang lain kecewa untuk kelima kalinya di hari ini?.

 

Kyuhyun memandang Sungmin, ia masih menunggu jawaban dari pemuda manis itu. Dan mata itu, ada sebuah keseriusan dan ketulusan juga kelembutan yang mendera-dera didalamnya. Sungmin mendesah pelan sesaat.

 

“Kyu…kau bilang yang kau sukai adalah aku, bukan?” Tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan tegas. Sambil menoleh keluar jendela Sungmin berkata,

 

“Kyuhyun ah……aku, aku tidak tahu apa yang kau sukai dariku. Aku juga tidak tahu apa yang kau lihat dariku. Tapi jika itu yang kau sukai, maka yang aku sukai dan aku harapkan….kita melanjutkan persahabatan kita. Berjalan bersisian sebagai seorang sahabat…mendengar ceritamu sebagai seorang sahabat….dan melakukan banyak hal bersamamu sebagai seorang sahabat. Ketika aku bisa melakukan semua itu untukmu sebagai seorang sahabat…itu membuatku merasa bahagia. Bukankah kau ingin melihatku bahagia, eoh?”

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun dengan cemas. Kyuhyun sedang terdiam, senyum teduh itu menghilang sesaat dari bibirnya. Apakah Sungmin telah membuat pemuda tampan ini kecewa? Kyuhyun beranjak berdiri dari kursinya. Ia melepas syal berwarna biru gelap yang melilit lehernya dengan hangat, dan melilitkan benda itu dileher Sungmin yang telanjang. Kini benda itu membuat leher Sungmin terasa hangat, melindunginya dari udara dingin di musim gugur.

 

“Emmm…yeah, aku mengerti. Aku mengerti maksudmu. Jadi, aku akan membuatmu tersenyum dan merasa bahagia sebagai seorang sahabat. Terima kasih hyung, aku tahu kau pasti akan memberikan jawaban seperti ini…” kata Kyuhyun dengan senyum teduhnya.

 

Sungmin memandang Kyuhyun dengan pandangan meminta maaf.

“Udara semakin dingin, jangan sampai kenal flu, ne?” kata Kyuhyun dengan lembut.

 

Sungmin hanya tersenyum. Kyuhyun beranjak pergi, namun kemudian ia menghentikan kakinya dan menoleh memandang Sungmin. Senyum teduh itu masih menghiasi sudut bibir Kyuhyun.

 

“Aku akan membuatmu tersenyum dan merasa bahagia sebagai seorang sahabat, tapi……mungkin aku akan menyatakan cinta kembali. Jadi persiapkan dirimu Lee Sungmin. sampai jumpa lagi” kata Kyuhyun terkekeh kecil.

 

Sungmin hanya memandang Kyuhyun yang beranjak pergi. Ia tahu, pemuda tampan itu kecewa. Meski demikian, setidaknya Sungmin sudah mencoba untuk bicara jujur. Diluar hujan perlahan mulai berhenti, menyisakan hawa dingin dan tanah yang basah. Sore ini Sungmin memutuskan untuk melanjutkan hidupnya. Sungmin ingin tersenyum seperti dulu lagi, ia ingin kembali jatuh cinta pada orang yang mencintainya. Bisakah ia?.

 

????

 

Hari demi hari, bulan demi bulan. Hingga di hari itu, saat kelopak-kelopak bunga yang indah mulai bermekaran, mereka kembali bertemu tanpa sengaja. Disudut café yang tenang itu Sungmin dan Kyuhyun kembali duduk bersama. Dua cangkir kopi yang hangat menemani obrolan mereka. Mereka bertukar banyak cerita, berbagi cerita sehari-hari. Pertemanan yang simple, perhatian yang simple. Kyuhyun masih tidak berubah. Senyum teduh itu, kelembutan hati itu. Tapi kemudian Sungmin menyadari, Kyuhyun terlihat lebih dewasa. Kini Kyuhyun adalah seorang lelaki dewasa yang lembut hati.

 

Segala sesuatu yang mereka lewati biasa-biasa saja. Melakukan hal gila bersama, sesekali perang pendapat, lalu berbaikan kembali. Namun sesekali Kyuhyun masih tertangkap sedang menatap Sungmin diam-diam. Dan Sungmin hanya berpura-pura tidak tahu jika Kyuhyun sedang menatapnya tanpa berkedip.

 

Kyuhyun terlihat tidak lelah mendengarkan Sungmin berceloteh banyak hal. Dia memahami dan mendengarkan……lelaki lembut hati ini, selalu menyempatkan waktunya untuk menemui Sungmin disela kesibukan kerjanya. Meski tidak selalu bertemu setiap hari, Kyuhyun selalu menjaga komunikasi mereka. Dan Sungmin merasa memiliki teman yang ada untuk mendengarkan semua ceritanya.

 

????

 

Hingga suatu malam di sudut café yang tenang itu, Kyuhyun kembali menyatakan perasaannya pada Sungmin. Tentang apa yang masih ia rasakan hingga malam ini, tentang keyakinannya pada pemuda manis itu. Ternyata Kyuhyun masih bertahan pada perasaannya dengan Sungmin. Didalam mata itu, ada keseriusan dan ketulusan yang masih sama, mendera-dera tidak terbantahkan.

 

Sungmin mengerjap memandang Kyuhyun. Wajah tampan itu terlihat merah, rasanya Sungmin ingin tertawa. Ternyata dia masih lelaki yang pemalu. Lelaki pemalu ini yang kembali menyatakan perasaannya terhadap Sungmin. Kyuhyun memandang Sungmin dengan tenang. Oh ya, Kyuhyun juga tahu tentang kisah-kisah lalunya. Dia tahu apa yang sedang Sungmin rasakan. Tentang Sungmin yang meninggalkan Yesung, tentang Sungmin yang belum bisa melupakan Siwon.

 

“Bisakah perasaan itu dipindahkan untukku?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin sedikit terkejut mendengar itu.

“Dipindahkan?” Kata Sungmin mengernyit.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan pasti.

“Bukankah kita pernah berbicara tentang hukum kekekalan cinta? Tidak jauh berbeda dengan hukum kekekalan energi. Cinta tidak bisa dimusnahkan, tapi bisa dipindahkan dari satu hati ke hati yang lainnya” katanya.

 

Sungmin mengerjap memandang Kyuhyun. Yeah, mereka pernah bicara tentang hal itu.

“Sungmin hyung, bisakah perasaan itu dipindahkan untukku?” tanya Kyuhyun lagi.

 

Sungmin terdiam sesaat, cukup lama untuk membuat Kyuhyun cemas. Hingga akhirnya pemuda manis ini tersenyum dan menjawab, “Yeah, mari kita jalani. Aku akan belajar untuk memindahkan perasaan itu”

 

Kyuhyun tersenyum lega mendengar jawaban itu. Dan Sungmin yakin pasti ada rona merah muda disini…di pipinya, saat ia membiarkan tangan hangat Kyuhyun menggenggamnya dengan lembut. Malam itu, mereka bertekad untuk saling menjaga komunikasi, terbuka dan saling memperhatikan satu sama lain.

 

Bersama sang waktu yang berjalan bersama, Sungmin telah jatuh cinta lebih dari hari-hari sebelumnya. Pada lelaki dengan semburat jingga diwajahnya yang tampan itu, yang selalu ada di saat ia sedih maupun senang. Kyuhyun yang selalu ada di sini untuk terus menyemangatinya, Kyuhyun yang menerima segala kekurangan pada dirinya. Dan Kyuhyun yang menyayanginya dengan sepenuh hati.

 

Sungmin telah kembali jatuh cinta pada Kyuhyun yang mencintainya. Rasanya Sungmin ingin membahagiakan Kyuhyun, dan melewati banyak hal bersamanya. Terus bersamanya. Di sini, dilembaran baru. Cho Kyuhyun, dia lelaki yang mencintainya, dan Sungmin juga jatuh cinta padanya.

 

Gomawo nae namja (^_^) …..

 

FIN

20 thoughts on “Confession (KyuMin ver)

  1. Ahhhhhh !!
    *screaming
    entah kenapa pas baca Fic ini , pas bagian Cafenya itu aku bayanginnya cafe yang ada di paris itu*Lupa namanya -_-
    ini Super sekali thor !! Saya suka saya suka😀

  2. hal yang paling indah di dunia selain melihat orang yg kita sayang tertawa lepas karena bahagia adalah jatuh cinta pada orang yg mencintai kita
    manissssssssssssssssssssssssssssssss banget
    frasenya simple tapi kena bnaget di hati😀
    Rainbow viennya dilanjut dunk kak~ udah penasaran bangettt
    FIGHTING YAH NULISNYA😀

  3. Omaigaaaatt~ Sungmin pabooo!! tinggal bilang Yes I do aja susah bgttt~😐 *plak* untung ga ngasih PHP ke Kyuhyun ._. tapi Kyu ngajak kawin udah kek ngajak orang maen wks~ xD tapi sukaaaaaaa~ sweet ceritanya :3 good job buat Author b(^-^b)

  4. ini,, waktu baca ini,,, saya gak bisa mikir apa2..
    tapi setelah selesai baca, malah senyam senyum sendiri gak berenti2..
    sweet love yang jadi ciri khas KyuMin berasa banget disini.. ^^

  5. aaaahhhh… Rasanya mo nangis liat pengorbanan Gyu untk mendapatkan cinta Ming.. Yahhhhh… Walupn pernh ditolak Ming tetap aja Gyu setia menungguu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s