Hold my hand until sunset come

Gambar

Pairing         : KyuMin

Genre          : Angst

Length         : One Shoot (Long one shoot)

Warning       : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Kyuhyun mengalami kecelakaan yang membuatnya seperti patung hidup. Dia pun terpaksa dikeluarkan dari Super Junior. Meski begitu Sungmin tetap berada disisi Kyuhyun, meskipun Kyuhyun tidak pernah meresponnya.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Aku tidak pernah merasa putus asa

Lagi dan lagi

Aku mengulang di dalam kepalaku

Janji yang tidak pernah terwujud

Ketika tangan kita saling terhubung saat itu

 

Sungmin menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah yang cukup besar kemudian memandang jam tangannya yang menunjukkan pukul 06.00 pagi. Ia datang terlalu cepat. Sungmin beranjak turun dan menarik erat jaketnya berwarna pink pucat yang membalut tubuhnya. Merapatkan syal yang berwarna sama yang melilit lehernya. Melindunginya dari udara yang mulai dingin dibulan oktober. Ia menekan bel beberapa kali. Beberapa menit kemudian pintu terbuka. Seorang gadis berdiri tersenyum menyambutnya.

 

“Sungmin” kata gadis itu.

“Annyeong noona” kata sungmin menganggukkan kepalanya dengan sopan.

“Wow kau datang lebih awal” kata gadis itu.

 

Sungmin tersenyum meminta maaf.

“Kyuhyun masih berada dikamarnya. Kau ke kamarnya saja” kata gadis yang ternyata kakak perempuan kyuhyun.

 

Cho Ahra membuka lebar pintu mempersilakan sungmin masuk. Sungmin melangkah masuk.

“Kau ikut sarapan bersama kami bukan?” tanya ahra seraya menutup pintu.

 

“Tentu,” jawab sungmin tersenyum. “Noona, bolehkah aku mengajak Kyu keluar hari ini?” tanyanya.

 

Ahra menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.

“Tentu saja. Kyuhyun sangat butuh itu. Ahh ya, bagaimana kabar Super Junior? Kudengar kalian akan mengadakan konser dalam waktu dekat ini?” tanya Ahra.

 

“Ne. semuanya berjalan lancar. Keunde aku masih merasa sedikit sulit. Sejak Kyu keluar, kami kehilangan salah satu vocal utama kami. Setiap kali bernyanyi, rasanya jadi aneh” jawab Sungmin muram.

 

“Sudah 8 bulan sejak peristiwa itu,” kata Ahra bergumam. “Araseo. aku akan ke dapur.” kata Ahra tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin melangkahkan kakinya. Menaiki tangga menuju lantai 2 dan berhenti didepan kamar yang terletak paling ujung. Sungmin membuka pintu dan mengintip ke dalam. Biasanya ia akan melihat Kyuhyun duduk didepan komputernya dengan wajah serius. Namun pagi ini meja komputer itu kosong. Bukan hanya pagi ini, sudah lama komputer itu tidak digunakan lagi oleh pemiliknya. Sungmin melangkah masuk dan memandang Kyuhyun yang sedang duduk dipinggir jendela. Memandang keluar dengan tatapan kosong.

 

“Pagi Kyu. kau sudah bangun” kata Sungmin tersenyum seraya meletakkan tasnya dikasur Kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan terus memandang keluar. Sungmin duduk didepan Kyuhyun dan memandangnya dengan sedih. 8 bulan lalu terjadi kecelakan saat Super Junior sedang melakukan syuting suatu acara. Terjadi kesalahan dengan lighting studio. Lighting studio tiba–tiba jatuh. Menyebabkan kebakaran cukup besar dan syuting dibatalkan. Beberapa personil Super Junior luka ringan. Namun Kyuhyun yang paling parah. Kepalanya terbentur lighting cukup keras dan tidak sadar untuk waktu yang cukup lama.

 

Kini Kyuhyun sudah sadar. Namun ia tidak sadar sepenuhnya. Ia tidak pernah bicara dan bertingkah seperti patung hidup. Dokter mengatakan karena benturan saat itu menyebabkan kerusakan pada syaraf–syaraf dikepalanya. Kyuhyun mengalami gegar otak. Kyuhyun tidak bisa bernyanyi lagi. Dengan sangat terpaksa dan berat hati, ia dikeluarkan dari Super Junior. Super junior harus kehilangan vokalis terbaik dan magnae tersayang mereka. Teuki merasa sangat menyesal karena tidak bisa melindungi dongsaengnya. Sejak itu Super Junior tetap berjalan dengan jadwal mereka yang selalu penuh. Namun Sungmin selalu menyempatkan waktunya untuk menemui Kyuhyun. Meski Kyuhyun tidak pernah berbicara.

 

“Pagi ini dingin sekali. Hey Kyu, kau ingin mendengar ceritaku?” tanya Sungmin.

 

“Kami sedang menyiapkan konser dalam waktu dekat ini. Kami berlatih sangat keras untuk konser ini. Bagaimanapun konser ini akan sukses seperti konser–konser sebelumnya. Kau harus melihatnya nanti,”

 

“Kau tahu? Heechul hyung baru saja memotong rambutnya. Tapi sekarang ia menyesal karena sudah memotongnya,”

 

“Kemarin malam, kami makan malam bersama diluar. Seperti biasa, kami melakukan game untuk menentukan siapa yang membayar semua makanan yang telah kami makan. Dan ternyata Yesung hyung yang kalah. Seharusnya kau melihat wajahnya yang langsung berubah pucat saat membayar. Semua tagihannya berjumlah 100.000 won.” kata Sungmin tertawa.

 

Sungmin menghentikan tawanya. Kyuhyun tidak merespon semua ceritanya. Ia hanya mengedipkan matanya memandang keluar jendela. Mengingatkan Sungmin dengan kura–kura peliharaan Yesung. Sungmin mengambil tasnya dan mengeluarkan sesuatu. Sebuah PSP. Ia memberikannya pada Kyuhyun.

“Itu keluaran terbaru. Yesung hyung membelikannya untukmu. Ia memintaku untuk memberikannya padamu” kata Sungmin.

 

Biasanya Kyuhyun akan senang dan tidak bisa berhenti bermain PSPnya dengan wajah berseri–seri. Tapi Kyuhyun hanya memandang benda ditangannya tanpa ekspresi. Sungmin mendesah dan mengambil PSP dari tangan Kyuhyun.

 

“Aku akan menyimpannya untukmu” kata Sungmin kemudian meletakkannya dimeja komputer Kyuhyun.

 

Terdengar suara ketukkan pintu.

“Saatnya sarapan” kata Ahra membuka pintu.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Ayo kita sarapan Kyu” kata sungmin.

 

Sungmin menyentuh bahu Kyuhyun dan membimbingnya ke meja makan. seluruh keluarga Cho telah berkumpul dimeja makan. Sungmin menarik kursi untuk Kyuhyun kemudian duduk disampingnya. Nyonya Cho meletakan piring milik Kyuhyun dan Sungmin didepan pemiliknya. Sungmin berterima kasih dan menikmati sarapannya. Sementara Kyuhyun menikmati sarapannya tanpa suara. Mereka menikmati sarapan masing–masing seraya mengobrol. Membicarakan hal–hal kecil hingga kegiatan Super Junior saat ini. Suara tawa memenuhi meja makan, namun Kyuhyun tetap tidak bersuara.

 

Sarapan telah selesai. Nyonya Cho dan putrinya membereskan meja makan, sementara Sungmin menemani Kyuhyun diruang tengah. Membicarakan semua hal dan menunjukkan barang–barang yang mungkin dapat membuat Kyuhyun teringat. Namun Kyuhyun tidak memberi respon apapun. Sungmin mendesah dengan sedih. Ia merasa seperti berbicara dengan sebuah patung yang sempurna.

 

Drtt…drtt…

 

Sungmin mengambil ponselnya yang bergetar. Nama Teuki hyung tertera dilayar yang berkedip.

 

“Yoboseo?”

“Sungmin ah”

“Mworago hyung?”

“Bisakah kau ke tempat latihan sekarang? Kita harus membicarakan tentang persiapan konser dan latihan untuk penampilan besok”

“Araseo hyung”

“Sungminie, apa kau sedang berada dirumah Kyu?”

“Ne. Ia bersamaku sekarang”

“Bagaimana keadaannya?”

“Tidak berubah. Ia tetap tidak bicara. Teuki hyung…aku merindukannya”

“Kami juga sangat merindukannya minie. Apa nanti kau bisa mengajaknya juga?”

“Tentu. Sebenarnya hari ini aku ingin membawanya jalan–jalan keluar”

“Itu bagus. Kami akan sangat senang bertemu lagi dengannya. Araseo, sampai bertemu nanti. Sampaikan salam kami semua pada Kyu”

“Araseo hyung”

 

Klik!!

 

Sungmin menutup ponselnya.

“Kau mendapat salam dari Teuki hyung dan semua personil. Mereka semua merindukanmu Kyu. Begitu juga aku” kata Sungmin dengan sedih.

 

Kyuhyun sedang bermain dengan sebuah kubik. Menyusun semua warna dengan tepat.

“Hey Kyu, bagaimana jika kita jalan–jalan keluar? Bertemu dengan Teuki hyung dan personil lainnya. Hari ini cuaca cerah meski terasa sedikit dingin” ajak Sungmin.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Tangannya berhenti saat warna terakhir berhasil ia susun

“Araseo. Ayo kita cari baju yang hangat untukmu. Diluar sedang dingin” kata Sungmin dengan bersemangat.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan membiarkan Sungmin membawanya ke kamarnya. Kyuhyun duduk dipinggir jendela sementara Sungmin membuka lemari pakaiannya. Mengambil sebuah mantel berwarna hitam yang cukup tebal dan memakaikannya ditubuh Kyuhyun. Sungmin mengambil sepasang sepatu favorit Kyuhyun dan memakaikannya dikaki Kyuhyun. Kemudian merapikan rambut Kyuhyun yang berwarna cokelat.

 

“Sekarang kau sudah hangat” kata Sungmin tersenyum puas.

 

Sungmin mengambil tasnya kemudian mengernyit memandang leher Kyuhyun. Ia melepas syal berwarna pink pucat yang melilit lehernya. Syal kesayangannya. Kemudian melilitkan dileher Kyuhyun.

 

“Ini akan menghangatkan lehermu” kata Sungmin kembali tersenyum.

 

Kyuhyun memandang benda yang melilit lehernya. Ia merasa hangat. Sungmin memegang tangan Kyuhyun dan menariknya pergi. Kyuhyun duduk dengan tenang di dalam mobil Sungmin yang membawanya pergi menyusuri jalanan yang ramai. Memandang keluar jendela sementara Sungmin masih mengajaknya bicara. Ia tersenyum dan tertawa dengan setiap hal yang ia ceritakan. Meski ia tahu Kyuhyun tidak akan meresponnya.

 

setidaknya

ingatlah kau bisa mengandalkanku

ingatlah

kau adalah milikku, kau adalah milikku

 

Sungmin merengut memandang Kyuhyun yang sedang asyik bermain dengan gamenya. Seperti biasa. “Hai hyung” kata Kyuhyun tanpa berpaling dari layar komputer

 

Sungmin mengangkat satu alisnya dengan kesal.

“Kau asyik bermain sementara aku kedinginan diluar sana. Cho Kyuhyun, aku sudah menunggumu 3 jam!!” kata Sungmin.

 

Kyuhyun menghentikan tangannya tersadar. Memandang jam tangannya kemudian menoleh memandang sungmin yang sedang berdiri dengan wajah marah. Sisa–sisa salju masih mengotori jaketnya. Sungmin melepaskan jaketnya dan menghempaskan tubuhnya disofa yang hangat. Kyuhyun segera beranjak mendekati Sungmin.

 

“Omo! Mianhae hyung. Aku lupa” kata Kyuhyun meminta maaf.

 

Sungmin mendengus kesal.

“Seharusnya kau tidak perlu repot membuat janji jika kau ingin bermain starcraft selama berjam–jam” kata Sungmin marah.

 

“Aku tidak bermaksud membuatmu menunggu selama 3 jam. Aku benar–benar minta maaf hyung” kata Kyuhyun menyentuh tangan Sungmin.

 

Kyuhyun tersentak merasakan tangan Sungmin yang dingin kemudian menyentuh wajah Sungmin dengan kedua tangannya.

“Kau dingin” katanya.

 

Sungmin menepis tangan Kyuhyun.

“Tentu saja. 3 jam aku menunggumu dihari bersalju seperti ini. Kau magnae menyebalkan” kata Sungmin merengut.

 

Kyuhyun beranjak ke kamar. Tidak lama kemudian ia kembali dengan sesuatu ditangannya. Kyuhyun memberikan sebuah korek api antik berwarna emas pada Sungmin. Sungmin mengernyit memandang benda pemberian Kyuhyun.

 

“Kau merokok?” tanya Sungmin.

“Anniyo” Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Lalu untuk apa ini?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun mengambil korek api dari tangan Sungmin dan membuka penutupnya. Api kecil segera menyala. Kyuhyun meletakkan tangan Sungmin didekat api tersebut. “Cukup hangat bukan? Gunakan ini saat kau sedang menungguku” kata Kyuhyun.

 

“Mwo?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun mematikan apinya dengan menutup penutup korek apinya, kemudian meletakkannya ditangan Sungmin. “Ini pemberian appa, tapi ini untukmu saja hyung” kata Kyuhyun.

 

Sungmin memperhatikan korek api yang kini menjadi miliknya.

“Apa kau akan datang jika aku menyalakan benda ini?” tanya Sungmin.

“Ne. Aku akan datang” jawab Kyuhyun.

“Hmm…gomawo” kata Sungmin tersenyum.

 

Ryeowook muncul diambang pintu.

“Ya! Teuki hyung baru saja menelpon. Dia meminta kita untuk datang ke studio” katanya.

“Araseo” kata Kyuhyun dan Sungmin. Segera mereka bersiap dan beranjak pergi.

 

 

—hari – hari berikutnya—

 

Sungmin selalu membawa korek api pemberian Kyuhyun kemana pun ia pergi. Ia selalu menyimpannya didalam tasnya. Dan menyalakannya setiap kali ia sedang menunggu Kyuhyun ditengah udara dingin dibulan Februari. Sungmin memandang nyala api yang bergoyang pelan karena tiupan angin. Seakan api yang berkobar kecil itu mengalihkan pikirannya dan dapat menghangatkan tubuhnya yang sedang kedinginan. Sungmin meletakkan tangannya didekat api untuk melindungi api dari angin yang bertiup kecil. Sungmin akan menutup korek apinya, mengangkat kepalanya dan tersenyum melihat magnaenya yang sedang menghampirinya. Ia tidak keberatan menunggu lama selama benda itu bersamanya.

 

Namun hari ini berbeda. Sudah berjam–jam sungmin menunggu. Duduk ditaman yang tertutup salju. Sungmin memandang jam tangannya. Sudah hampir 4 jam ia menunggu, namun Kyuhyun tetap tidak terlihat. Nyala api dari korek ditangannya rasanya tidak bisa menghangatkannya lagi. Sungmin menutup penutup korek api untuk memadamkan apinya. Menarik jaket tebal yang membalut tubuhnya. Ia mencoba menghubungi Kyuhyun. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya kali ini teleponnya dijawab. Namun bukan suara Kyuhyun yang terdengar diujung telepon. Melainkan suara tangisan Leeteuk.

 

“Teuki hyung? Mworago?”tanya Sungmin mengernyit bingung.

“Kyuhyun…Kyuhyun…” kata Leeteuk terisak.

“Kyuhyun? Kenapa dengan Kyuhyun?”

“Terjadi kecelakaan saat syuting. Terjadi kesalahan dengan lampu studio hingga lampu studio itu jatuh dan menyebabkan kebakaran. Eunhyuk, Donghae, Ryeowook dan Heechul mengalami luka ringan. Keunde…”

“Kyuhyun luka parah?”

“Kepalanya terbentur lampu studio cukup keras. Ia terluka dan masih belum sadar sampai saat ini………”

 

Sungmin tidak ingat bagaimana ia bisa sampai dirumah sakit. Ia tidak ingat apa ia sudah membayar uang taksinya. Ia tidak bisa berpikir. Sungmin hanya bisa memandang dengan cemas Kyuhyun yang masih tidak sadar. Dan menangis saat mengetahui keaadan Kyuhyun setelah ia sadar.

 

Leeteuk dan seluruh personil terkejut mendengar keputusan perusahaan untuk mengeluarkan Kyuhyun karena kondisinya yang tidak memungkinkan lagi.

“MWO?! Kalian akan mengeluarkannya?” tanya Leeteuk terkejut.

 

“Kami harus mengeluarkannya” kata wakil perusahaan.

“Tapi Kyuhyun vocal utama kita. Posisinya penting dalam grup ini” kata Heechul menolak.

 

“Tapi lihat kondisinya sekarang. Dia lebih terlihat seperti patung. Dia seakan lupa bagaimana caranya berbicara dan bernyanyi” kata wakil perusahaan.

 

“Keunde hyungnim…bagaimana dengan posisi Kyuhyun?” tanya Eunhyuk.

“Masih ada Yesung dan Ryeowook. Juga Sungmin dan Donghae” jawab wakil perusahaan.

 

“Tapi itu tidak cukup. Pengambilan nada mereka berbeda dari Kyuhyun” kata kangin.

“Kita akan mencari cara untuk masalah itu” kata wakil perusahaan.

 

“Tidak. Tidak ada yang dapat menggantikan posisi Kyuhyun. Bahkan aku sendiri” kata Sungmin menolak.

 

Donghae memandang manajernya yang tidak bisa berbuat apapun.

“Lakukan sesuatu hyungnim” pintanya.

 

Manajernya menggelengkan kepalanya dengan sedih.

“Maaf. Tidak ada yang bisa aku lakukan” kata manajer.

 

“Pikirkan kondisi Kyuhyun yang seperti itu. Kita masih memiliki jadwal yang harus kita penuhi. Kyuhyun tidak mungkin bisa tampil” kata wakil perusahaan.

 

“Kita bisa menunggu sampai Kyu sembuh” kata Ryeowook.

 

Wakil perusahaan menggelengkan kepalanya.

“Kita tidak bisa menunggu lagi. Kita tidak tahu kapan Kyuhyun akan sembuh”

 

“Keunde hyung…” kata Sungmin.

“Ini keputusan terakhir” kata wakil perusahaan mengakhiri diskusi.

 

Tidak ada yang bisa mencegah lagi. Semuanya berpikir dan tahu, Kyuhyun tidak mungkin bisa tampil lagi. Dengan sangat terpaksa dan berat hati, mereka melepas magnae kesayangan mereka. Begitu juga dengan para gadis–gadis dan orang-orang yang mengaguminya.

 

Kita benci kesedihan dan rasa sakit

Tapi, ada saatnya kita juga akan bahagia

Tetap hidup untuk semua orang

Adalah tugasmu

Tetaplah tersenyum sampai kita meraih sunset kita

Tangan kita masih terhubung sampai saat itu, bukan?

 

Kyuhyun memandang bangunan didepannya. Sebuah studio latihan. Dulu ia selalu berada ditempat ini. Berlatih, berlatih dan berlatih. Tapi kini ia tidak bisa melakukan hal itu lagi. Sungmin menyentuh tangan kyuhyun dan tersenyum.

 

“Ayo masuk. Mereka semua sudah menunggumu” kata Sungmin.

 

Kyuhyun membiarkan Sungmin menariknya masuk. Ia mengikuti langkah sungmin. Beberapa orang menyapanya. Namun Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya memandang mereka. Ia tidak dapat mengingat siapa orang–orang ini. Langkah mereka terhenti disebuah ruangan yang besar dengan cermin–cermin besar yang menempel di dinding. Sekelompok pria sedang berkumpul di dalam. Rasanya ia mengenal mereka. Sangat mengenalnya.

 

Leeteuk mengangkat kepalanya dan tersenyum. Seluruh personil segera beranjak mendekati Kyuhyun. Mereka memeluk magnae mereka dengan rindu. Kyuhyun tetap tidak bereaksi. Ia hanya memandang mereka satu-persatu.

 

“Maafkan aku Kyu karena tidak bisa menjagamu dengan baik” kata Leeteuk masih merasa bersalah.

 

“Kyu kau terlihat lebih baik” kata Eunhyuk.

“Ohh…kami semua sangat merindukanmu Kyu” kata Donghae.

“Ya! Apa kau masih ingat dengan kami?” tanya Heechul.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Sungmin menepuk bahu Kyuhyun dan menunjuk Leeteuk.

“Itu Teuki hyung. Dia leader kita. Lalu itu Heechul hyung, Hangeng hyung, Yesung hyung, Kangin hyung, Shindong hyung, Siwon, Eunhyuk, Donghae, Wookie, Kibum” kata Sungmin.

 

Kyuhyun memandang mereka satu persatu, kemudian memandang Sungmin.

“Dan aku Sungmin. Hyungmu,” kata Sungmin. “Kau tidak melupakan aku kan Kyu?” tanya Sungmin lirih.

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke seluruh ruangan. Pandangannya berhenti pada pantulan dirinya dicermin. Kyuhyun beranjak mendekati cermin dan menyentuhnya. Pria di dalam cermin ini terlihat menyedihkan. Apa itu dirinya?

 

Leeteuk dan seluruh personilnya berkumpul. Membicarakan persiapan mereka sementara Kyuhyun duduk dipinggir jendela. Memandang keluar tanpa ekspresi. Seperti biasa. Sungmin mendekati Kyuhyun dan meletakkan tasnya dilantai.

 

“Kami harus berlatih dance” kata Sungmin.

 

Sungmin memandang Kyuhyun yang tidak menjawabnya dan mendesah dengan sedih.

“Sungminie, kita mulai latihan” panggil Leeteuk.

“Ne hyung” kata Sungmin kemudian beranjak pergi.

 

Terdengar suara musik yang menghentak. Sungmin dan personil lainnya mulai berlatih dengan serius. Beberapa kali mereka mengulang latihannya karena kesalahan Kangin atau Siwon yang lupa dengan gerakannya. Diluar udara terasa dingin, namun didalam terasa hangat karena penghangat ruangan yang terus menyala. Kyuhyun menyentuh syal yang melilit lehernya dan bermaksud melepasnya karena ia merasa sudah cukup hangat. Namun tangan Kyuhyun terhenti. Ia memandang tangannya yang kosong. Tangan putih Sungmin selalu berada di dalamnya. Kyuhyun memandang Sungmin yang berusaha berlatih dengan serius.

 

Latihan dance berhenti sesaat untuk istirahat. Eunhyuk, Donghae dan Shindong masih membicarakan koreografinya, sementara personil yang lain memilih untuk merebahkan diri dilantai. Sungmin duduk disamping Kyuhyun dan mengatur nafasnya.

 

“Uuaahh…lelah sekali. Bagaimana tadi latihannya menurutmu?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun masih memandang tangannya.

“Merepotkan karena harus terus mengulang latihan. Tapi aku berusaha untuk menari dengan baik. Gerakanku tadi sudah benar kan? Keunde tetap saja, aku tidak bisa mengalahkan dancing machine kita, Eunhyuk” kata Sungmin tertawa.

 

Kyuhyun menoleh saat Sungmin meminum botol air mineralnya. Ia memandang tangan Sungmin kemudian tangannya. Perhatiannya teralih saat melihat sebuah benda yang berkilat didalam tas Sungmin. Ia mengambil tas sungmin dan mengambil benda berkilat yang ternyata sebuah korek api antik berwarna emas. Ia memandang benda kecil itu.

 

“Ahh…itu benda kesayanganku. Pemberianmu. Benda itu membuatku hangat saat harus menunggumu dicuaca dingin seperti hari ini” kata Sungmin.

 

sungmin mengambil korek api itu dari tangan Kyuhyun dan menyalakannya. Kyuhyun memandang api yang menyala didepannya. Terasa hangat dan merindukan. Sungmin mengambil tangan Kyuhyun dan meletakkannya didekat api.

 

“Terasa hangat bukan?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun memandang api yang menyala didepannya kemudian memandang Sungmin. Seulas senyum tipis menghiasi bibirnya. Sungmin terkejut memandang Kyuhyun. Ini pertama kalinya ia melihat Kyuhyun tersenyum. Biasanya ia hanya diam seperti patung. Bagaimanapun Sungmin berusaha, Kyuhyun selalu diam dan hanya memandangnya. Namun kali ini ia tersenyum.

 

“Kita latihan lagi” kata Leeteuk.

 

Sungmin memandang Kyuhyun yang sedang memandang nyala api. Matanya terlihat hangat. Sungmin tersenyum dan segera kembali berlatih. Meninggalkan Kyuhyun yang bermain dengan korek api miliknya. Beberapa jam kemudian latihan selesai. Beberapa personil sudah beranjak pergi dengan jadwalnya masing–masing.

 

Diluar senja mulai turun dan disudut ruangan Kyuhyun tertidur dengan menggenggam korek api milik Sungmin. Sungmin beranjak keluar ruangan dan kembali dengan sebuah selimut kecil ditangannya. Ia menyelimuti tubuh Kyuhyun dan duduk disampingnya. Sungmin tersenyum memperhatikan wajah tidur Kyuhyun yang terlihat polos. Tangannya menyentuh tangan Kyuhyun yang sedang menggenggam benda kesayangannya, dan menggenggam dengan erat. Meletakkan kepalanya dibahu Kyuhyun kemudian memejamkan matanya. Berharap senja menghentikan waktu ini sesaat.

 

Meskipun bukan cinta

Setiap hari kepalaku dipenuhi dengan hal itu

Untuk pertama kalinya sejak aku lahir

Aku tahu bahwa hal itu benar – benar ada

pastinya

 

Hari ini sungmin menemani Kyuhyun check up rutin dirumah sakit. Kyuhyun menunggu dengan tenang didepan televisi yang disediakan diruang tunggu. Benda berlayar datar tersebut sedang menayangkan sebuah drama. Kyuhyun memperhatikan pasangan yang sedang bergandengan tangan di drama tersebut kemudian menoleh memandang Sungmin yang duduk disampingnya. Ia memandang tangan Sungmin yang putih. Sungmin menoleh sadar Kyuhyun sedang memperhatikan tangannya.

 

“Mworago Kyu?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya kembali ke layar tv kemudian memandang tangannya yang kosong. Kyuhyun masih memandang tangannya saat namanya dipanggil. Sungmin mengajak Kyuhyun untuk masuk ke dalam ruangan dimana dokter sudah menunggunya. Kyuhyun memandang keluar jendela sementara Sungmin sedang bicara dengan dokter perihal hasil pemeriksaannya.

 

Dokter mengatakan tidak ada yang berubah dengan kondisi Kyuhyun. Ia juga tidak bisa memastikan kapan Kyuhyun dapat sembuh. Tapi selalu ada kemungkinan untuk sembuh. Sungmin berterima kasih, mengajak Kyuhyun untuk keluar, kemudian mendesah kecewa. Sungmin dan Kyuhyun berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Kyuhyun berjalan disisi Sungmin tanpa suara.  Sungmin memandang jam tangannya. 4 jam lagi senja akan muncul.

 

“Kyu bagaimana jika kita melihat senja dibukit xxx? Kudengar matahari terbenam dibukit xxx terlihat sangat indah” ajak Sungmin.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Seperti biasa.

“Kalau begitu ayo kita pergi sekarang” kata Sungmin menarik tangan Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengikuti langkah sungmin seraya memandang tangan sungmin yang sedang memegang miliknya. Terasa hangat. Diperjalanan Sungmin memutar lagu–lagu super junior. Berharap Kyuhyun akan teringat dengan masa–masanya saat itu.

 

Neon gatabuta gatabuta mal jomhaera miina
Ni maeumeul gajyeotdamyeon geunyang naneun salmui Winner

“Ahh itu suaramu Kyu,” pekik Sungmin senang seraya mengemudikan mobilnya. “Apa kau masih ingat dengan lagu ini? Saat kau sedang menyanyikan bagianmu, saat itu pula semua gadis distudio berteriak histeris. Suaramu benar–benar bagus Kyu. Rasanya aku merindukan suaramu. Merindukan melihatmu tampil diatas panggung lagi.”

 

Sungmin mendesah dengan sedih. Kyuhyun masih tetap tidak memberikan respon. Setelah 2 jam perjalan, Sungmin menghentikan mobilnya. Hamparan bukit yang luas dengan pemandangan yang indah dan udara yang dingin menyambut mereka. Sungmin segera turun dan mengajak Kyuhyun keatas bukit.

 

“Dari atas sini semuanya dapat terlihat. Indah bukan?” kata Sungmin tersenyum.

 

Kyuhyun mengerjapkan matanya. Menikmati pemandangan yang terlihat indah dan damai. Sungmin memandang jam tangannya. “1 jam lagi matahari akan tenggelam. Kita harus menunggu” kata Sungmin.

 

Sungmin menoleh memandang sebuah kursi taman dan mengajak Kyuhyun untuk duduk. Kyuhyun masih memandang jauh dan tanpa suara. Sungmin memandang Kyuhyun dengan sedih. Ia merindukan Kyuhyun yang dulu. Penyanyi berbakat dan magnae yang jahil. Ia merindukan evil smile yang dulu selalu menghiasi bibir Kyuhyun. Wajah seriusnya saat sedang bermain starcraft dan teriakan tiba–tibanya saat ia kalah. Sungmin merindukan Cho Kyuhyun.

 

“Ahh…apa yang harus kukatakan lagi? Apa yang harus aku lakukan lagi? Rasanya semua hal sudah aku ceritakan padamu. Aku sudah melakukan segalanya” kata Sungmin lirih.

 

Semilir angin bertiup membawa hawa dingin. Sungmin merapatkan jaketnya dan memeluk tubuhnya. Ia menoleh memandang jaket Kyuhyun yang sedikit terbuka. Sungmin mengulurkan tangannya merapikan jaket Kyuhyun dan syal miliknya yang melilit dileher Kyuhyun. Sungmin menyentuh tangan Kyuhyun yang terasa dingin kemudian menggenggamnya dengan erat agar terasa hangat. Kyuhyun memandang tangan Sungmin yang sedang menggenggamnya dengan hangat.

 

Sungmin merogoh sakunya kemudian membuka tasnya. Mencari benda kesayangannya yang selalu dapat menghangatkannya. Namun korek api pemberian Kyuhyun tidak ada.

“Aisshh…aku meninggalkannya di asrama” gerutu Sungmin.

 

Sungmin memandang jam tangannya. Sebentar lagi matahari akan tenggelam. Pemandangan yang mereka nantikan. Kemudian memandang Kyuhyun yang masih memandang tangannya. “Maaf. Mungkin sebaiknya kita pulang saja. Udara menjadi semakin dingin” kata Sungmin melepaskan tangannya

 

Namun ia tidak bisa menariknya. Kyuhyun sedang menahan tangannya. Sungmin terkejut memandang tangan kyuhyun yang sedang menggenggamnya.

“Hyung…Sungmin hyung…” kata Kyuhyun.

 

Sungmin memandang Kyuhyun tidak percaya. Apa baru saja Kyuhyun memanggil namanya? Apa baru saja Kyuhyun bersuara? Sungmin mengernyit, berpikir mungkin ia salah dengar atau telinganya mulai bermasalah. Namun kemudian ia sadar, telinganya masih normal dan baik–baik saja.

 

“Sungmin hyung…” kata Kyuhyun tersenyum memandangnya.

 

Tidak. Pendengarannya tidak salah. Kyuhyun memang memanggil namanya dan tersenyum.

“Kau…baru saja…kau menyebut namaku?” tanya Sungmin tidak percaya.

 

Kyuhyun tersenyum dan mengalihkan pandangannya kelangit yang mulai memerah. Perlahan senja mulai turun menghiasi langit. Terlihat sangat indah. Sungmin memandang matahari terbenam seraya tersenyum senang. Harapannya mungkin akan terwujud secara perlahan. Mungkin ia akan mendapatkan evil magnaenya kembali.

 

Aku ingin menunggu

Meskipun hanya sehari lebih panjang

Aku ingin berada di sisimu

Ingin bebas, ingin tertawa

Aku hanya ingin tegar

Itulah harapan pertama dan terakhirku


Perlahan Kyuhyun mulai menunjukkan perkembangannya. Meski tidak pesat, namun sudah cukup membahagiakan. Kyuhyun mulai bicara, meski tidak banyak. Perlahan ia mencoba untuk mengingat semua orang yang ia lupakan. Termasuk sungmin.

 

Kyuhyun sedang berkumpul bersama personil lainnya usai mereka selesai berlatih. Mereka terlihat gembira dengan perkembangan Kyuhyun. Satu persatu mereka menunjukkan hal–hal yang Kyuhyun lupakan. Kyuhyun mengeryit saat mendengar cerita dari para hyungnya.

 

“KyuMin? Apa itu?” tanya Kyuhyun.

“Itu singkatan dari nama couple Kyuhyun dan Sungmin” jawab Eunhyuk.

 

“couple?” tanya Kyuhyun lagi.

“Itu adalah julukan dari fans untuk pasangan–pasangan. Seperti KangTeuk, EunHae, YeWook, HanCul dan KyuMin” jawab Donghae.

 

“Jadi…aku berpasangan dengan Sungmin hyung?” tanya Kyuhyun.

“Ne. KyuMin adalah couple paling favorit diantara para fans” jawab Ryeowook.

 

“Apa yang dilakukan para couple?” tanya Kyuhyun.

“Melakukan fanservice. Berpegangan tangan, berpelukan atau mencium pipi sudah cukup untuk membuat gadis-gadis itu berteriak histeris. Itu cukup untuk membuat mereka senang” jawab Heechul terkekeh.

 

Kyuhyun diam sesaat seraya berpikir. Semenit kemudian ia menoleh memandang Sungmin yang duduk disampingnya. Tersenyum mendengar semua celotehan personilnya.

 

“Sungmin hyung. Apa yang biasanya kita lakukan sebagai KyuMin?” tanya Kyuhyun.

“Hah? Hmm…hanya berpengangan tangan dan saling memandang” jawab Sungmin.

 

“Tapi gosipnya kalian melakukan hal lain dibelakang layar” kata Kangin terkekeh.

“Ahh anniyo. Itu tidak benar” kata Sungmin menggelengkan kepala.

 

“Tidak ada yang tahu apa yang kalian lakukan dibelakang layar” kata Heechul terkekeh.

“Ya! Berhenti menggodaku hyung” kata Sungmin.

 

Semuanya tertawa saat Kangin dan Heecul menggoda Sungmin. Kyuhyun kembali diam. Wajahnya terlihat serius, seperti sedang berpikir. “Ya Kyu, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Leeteuk.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya memandang Sungmin. Tiba–tiba ia mendekati wajah Sungmin dan mencium pipinya. Sungmin terkejut dan perlahan wajahnya berubah merah. Seluruh personil terdiam kemudian tertawa melihat aksi Kyuhyun yang tiba–tiba.

 

“Hal lain…maksudmu seperti ini? Apa kita pernah melakukan hal ini didepan fans sebelumnya?” tanya Kyuhyun.

 

“Ahh…itu…tidak…ehh ya..maksudku tidak. Aissh…” jawab Sungmin bingung bercampur malu.

“Aigoo, wajahmu merah hyung” kata Ryeowook.

 

“Ehh?! Tidak. Omo, sepertinya penghangat ruangannya sudah cukup panas” kata Sungmin mengelak.

 

Sungmin menutup wajahnya, berusaha menutupi rona merah yang memenuhi wajahnya. Seluruh personil tertawa dan menggoda Sungmin. Kyuhyun memandang keluar jendela. Hari sudah berubah gelap.

 

“Sungmin hyung. Apa besok kau mau melihat matahari terbenam bersama?” tanya Kyuhyun. “Ohh…ok” jawab Sungmin.

 

“Gomawo” kata Kyuhyun tersenyum.

“Che…cheonmaneyo” kata Sungmin.

 

Rasa sayang dan suka

Adalah warna, rasa, bentuk dan bau yang berbeda

Aku ingat rasa sentuhan jari yang aku genggam

Seperti sebelumnya

Ini pernah terjadi sebelumnya, bukan?

 

Kyuhyun beranjak turun dari mobil dan merapatkan jaketnya. Daun–daun yang berguguran, pemandangan yang indah dan udara yang dingin menyambut kedatangannya. Biasanya ia akan menemukan Sungmin yang sedang menunggunya dengan tenang. Dengan nyala korek api yang menghangatkan tangannya. Namun ia tidak melihat sosok Sungmin dimanapun.

 

“Mungkin Sungmin akan datang terlambat. Kau mau aku temani sampai Sungmin datang?” tanya Ahra seraya turun dari kursi kemudinya.

 

“Tidak perlu. Aku akan menunggunya sendiri” jawab Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kau yakin? Udara sedang dingin hari ini” kata Ahra ragu.

 

“Ne. Tidak masalah” kata Kyuhyun.

“Araseo. Jangan sampai kau kedinginan dan terkena flu. Hubungi aku jika kau butuh sesuatu” kata Ahra.

 

“Ne. Terima kasih sudah mengantarku noona” kata Kyuhyun.

 

Ahra kembali duduk dibelakang kemudi. Perlahan mobilnya menjauh pergi. Meninggalkan Kyuhyun yang sedang menunggu sendiri. Kyuhyun duduk dikursi tempat ia dan Sungmin biasa duduk menikmati matahari tenggelam. Kyuhyun memandang jam tangannya. Masih 3 jam lagi sampai matahari terbenam. Kyuhyun mengangkat kepalanya. Menikmati pemandangan indah yang diselimuti kesunyian. Pandangan Kyuhyun beralih pada tangannya yang kosong. Tangan ini tidak pernah kosong. Selalu ada tangan putih Sungmin yang memenuhinya. Kyuhyun menutup tangannya kemudian membukanya lagi. Ia terus melakukannya selama beberapa kali.

 

“Kenapa rasanya berbeda sekali…?” gumam Kyuhyun.

 

Kyuhyun merapatkan jaketnya. Berusaha berlindung dari tiupan angin yang terasa dingin. Memandang langit dan daun–daun yang berguguran perlahan mengotori tanah. Pemandangan yang memanjakan mata. Namun kemudian Kyuhyun memandang tangannya kembali.

 

Srekk!!

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menoleh. Mengira Sungmin telah datang. Namun ia hanya melihat seekor kelinci yang sedang mencari makanan. Kelinci itu segera melompat pergi begitu menyadari kehadiran Kyuhyun yang sedang memandangnya. Kyuhyun menghela nafasnya dan kembali menunggu. 2 jam lagi matahari akan terbenam

 

tolonglah

sejak sebelum aku dilahirkan

aku tidak akan mengatakan hal yang membebani

seperti “lindungi aku”

hanya…tetaplah di sisiku

bisakah kau?

 

Sungmin menyelesaikan shooting terakhirnya bersama Super Junior untuk acara StarKing. Ia memandang jam dinding diruang ganti dan mendesah. “3 jam lagi. Aku akan terlambat” kata Sungmin.

 

Segera Sungmin berganti pakaian dan beranjak pergi. Personil lainnya sudah lebih dulu pergi karena jadwal masing–masing. Para kru sedang membereskan studio dan merapikan peralatannya. Sungmin menyempatkan diri untuk berpamitan dan berterima kasih dengan para kru sebelum ia pergi.

 

Brukk!!

Seorang kru tanpa sengaja menjatuhkan beberapa botol yang ia bawa.

“Aigoo…kau harus hati-hati. Itu semua berisi bensin untuk keperluan syuting” tegur Sutradara.

 

“Chosummnida” kata kru itu meminta maaf kemudian mengambil kembali botol–botol berisi bensin tersebut dan membawanya pergi. Namun tanpa sadar sebuah botol bocor dan mengalirkan isinya perlahan ke lantai.

 

Sungmin berjalan seraya memeriksa tasnya. Mencari benda kesayangannya. Korek api antik berwarna emas pemberian Kyuhyun. Ia tersenyum saat menemukan benda yang dicarinya. Api kecil segera menyala saat Sungmin membuka penutupnya. Terasa hangat bagi Sungmin. Sungmin masih memandang nyala api yang bergoyang pelan saat tiba–tiba manajernya menepuk bahunya. Sungmin terkejut dan menjatuhkan korek apinya.

 

“Aissh…hyungnim. Kau membuatku terkejut” gerutu Sungmin.

“Kau akan pergi?” tanya manajer.

“Ne. Aku ada janji dengan Kyu” jawab Sungmin.

 

Sungmin menunduk beranjak mengambil korek apinya yang masih menyala. Ia mengernyit memandang cairan yang mengalir dilantai. Ia seperti mengenal bau ini.

“Bau ini seperti…” kata Sungmin.

 

Sungmin tidak menyelesaikan kalimatnya dan terkejut saat sebuah api tiba-tiba menyala perlahan didepannya. Mengikuti aliran bensin yang mengalir dilantai. Tidak butuh waktu lama untuk sungmin menyadari…

 

“Kebakaran!!!” pekik Sungmin panik.

 

suatu saat dan di suatu tempat aku akan sendirian…

ketika aku sendirian dan tidak melakukan apapun

aku akan memikirkanmu untuk mengisi hatiku

mungkin tempat aku memikirkanmu itu…

adalah tujuan akhir dari perjalanan panjangku

selamat tidur sunsetku

 

Kyuhyun masih menunggu. Ia memandang jam tangannya kemudian memandang langit yang dihiasi rona merah. Bias cahaya matahari yang tenggelam menerpa wajah Kyuhyun yang dingin. Kyuhyun menoleh memandang ujung jalan yang sepi. Berharap sosok Sungmin akan segera muncul dengan senyumnya. Namun tidak ada siapapun diujung jalan itu. Ia berusaha menghubungi Sungmin, namun Sungmin tidak menjawab semua teleponnya. Kyuhyun beralih memandang tangannya yang masih kosong.

 

“Dia terlambat” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun masih tidak beranjak dari tempatnya meski langit kini telah berubah gelap. Udara menjadi semakin dingin. Kyuhyun merapatkan jaketnya dan memeluk tubuhnya. Namun ia masih dapat merasakan dingin. Satu jam kemudian Kyuhyun mengambil ponselnya.

 

“Noona bisakah kau menjemputku? Sepertinya Sungmin hyung tidak bisa datang” kata Kyuhyun.

 

2 jam kemudian Ahra datang menjemput. Kyuhyun tidak bicara selama diperjalanan. Ia hanya memandang keluar jendela dan kembali memandang tangannya yang masih kosong. Terasa berbeda. Ia merasa seakan kesadarannya menipis. Ditengah ilusinya, ia merasa tangan ini akan tetap kosong.

 

Ahra mendesah dengan bosan merasakan kesepian didalam mobilnya kemudian menyalakan tv mobilnya. Ia mengganti channel beberapa kali dan berhenti disebuah channel yang sedang menyiarkan berita terkini.

 

(telah terjadi sebuah kebakaran besar distudio tv swasta. Api menghanguskan seluruh studio berserta seluruh peralatannya. Menghasilkan kerugian yang sangat besar. Api baru bisa dipadamkan 4 jam kemudian)

 

(Penyebabnya karena sebuah korek api yang terjatuh diatas aliran bensin yang bocor. Korek api tersebut diketahui milik salah satu personil super junior, Lee Sungmin. Dikabarkan 10 orang luka ringan, dan 15 lainnya luka berat. 3 orang dikabarkan tewas, termasuk juga Lee Sungmin. Sekian berita hari ini)

 

dimanapun tidak masalah

melewati malam sendiri lagi

aku terus berlari

menggenggam sebuah janji dalam tangan yang kosong

setidaknya aku bisa berada di sisimu

sampai sunset datang

 

Fin

2 thoughts on “Hold my hand until sunset come

  1. pas liat statusx author di fb langsung tergoda buat bacax, emang bneran bgus, kta2x indah bgt. Tp knp kyumin gk nyatuu…T^T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s