The cup of coffee

Gambar

Pairing         : KyuMin

Genre          : Fluff

Length         : Drabble atau One Shoot?

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to their self

Summary       : Ini bukan hanya mengenai secangkir kopi hitam tanpa gula saja, tetapi sesuatu dibalik itu semua. Sesuatu yang lebih.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Sudah musim gugur kembali. Langit nampak berwarna di atas kepala. Merah, kuning, hijau, cokelat. Dedaunan berguguran disepanjang perjalanan. Tampak indah. Diantara bangunan-bangunan yang berderet rapi dipinggir jalan, terselip sebuah kedai kopi. Meski tidak sebesar café-café lainnya, tapi kedai kopi ini selalu ramai pengunjung, para pecinta kopi.

 

Sore itu, kedai kopi itu tutup lebih cepat dari biasanya. Semua meja telah kosong, kecuali satu meja. Di meja itu, di dekat jendela, mereka duduk bersama. Cho Kyuhyun, seorang barista sekaligus pemilik kedai kopi ini. Dan Lee Sungmin, kekasihnya yang seorang pecinta kopi. Mereka duduk bersama, berbagi cerita dan menikmati musim gugur bersama.

 

Kyuhyun memandang keluar jendela. Di luar orang-orang berlalu melewati kedai kopi ini. Beberapa berjalan terburu-buru, mungkin ingin bertemu dengan seseorang, atau ingin segera pulang ke rumah yang hangat. Yang lain berjalan santai, bergandengan tangan dengan orang lain, berbicara dan tertawa, menikmati kebersamaan dengan seseorang yang sedang bersamanya.

 

“Hyung, kau suka dengan musim gugur?” tiba-tiba Kyuhyun bertanya tanpa memalingkan pandangannya.

 

“Yeah, aku suka. Warna-warninya membuat perasaanku lebih baik” Jawab Sungmin.

“Lalu bagaimana denganku?,” Kyuhyun menoleh pada Sungmin. “Apa kau juga menyukaiku?”

 

Sungmin mengerjap sesaat memandang kekasihnya. Kemudian ia terkekeh dan berkata,

“Tentu saja Kyu, aku menyukaimu. Aku selalu suka padamu. Aah, tunggu. Itu tidak benar,” Sungmin berhenti sejenak dan bertingkah seolah sedang berpikir.

 

“Itu tidak benar. Yang benar adalah, aku mencintaimu. Aku selalu mencintaimu. Dan itu adalah sebuah kesungguhan.” Lanjut Sungmin.

 

Kyuhyun tersenyum mendengarnya dan membelai kepala kekasihnya dengan sayang. Sungmin tersenyum. “Kyu, aku selalu berpikir, apa yang membuat café ini serasa menjadi istimewa? Tapi sekarang aku tahu jawabannya” kata Sungmin.

 

“Apa itu?” tanya Kyuhyun.

 

“Karena kau tidak hanya meramu, mengecap rasa, tetapi merenungkan kopi yang kau buat. Kyuhyunie, kau memaknai setiap kopi yang kau buat, hingga tercipta satu filosofi untuk setiap ramuan kopi yang tercipta. Itu benar kan?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun hanya tersenyum kecil.

“Aku ingat, kau pernah bilang cappuccino adalah kopi paling genit” kata Sungmin lagi seraya terkekeh kecil.

 

Cappuccino untuk orang yang menyukai kelembutan dan keindahan, seperti dirimu hyung” timpal Kyuhyun.

 

Sungmin hanya tersenyum. Namun kemudian Sungmin memandang Kyuhyun lekat-lekat. Pemuda tampan itu sedang menikmati secangkir kopi hitam, tanpa gula. Berbeda dengan dirinya yang menyukai cappuccino, Kyuhyun lebih menyukai kopi hitam.

 

“Kenapa kau suka minum kopi hitam Kyu? Bukankah itu pahit?” tanya Sungmin penasaran.

 

Kyuhyun meletakkan cangkir putihnya dan mengernyit sesaat, seolah sedang berpikir.

“Entah ya. Tapi saat aku pertama kali mencoba, itu adalah awal yang buruk. Aku mengambil gula dan mulai memasukkannya ke dalam cangkir kopi itu. Tapi,” jawabnya terhenti sesaat.

 

Seraya tersenyum kecil Kyuhyun melanjutkan,

“Bukan kenikmatan yang kudapatkan dan sungguh berbeda rasanya. Entah kenapa aku tetap memesan kopi itu di hari-hari berikutnya dan kemudian mulai menyukainya. Aku selalu mempersiapkan diriku untuk meminum kopi yang pahit itu, dan entah sejak kapan ada sesuatu yang alami di dalam kepahitan itu. Sesuatu yang berbeda. Ada manis di dalam pahit itu.”

 

Sungmin mengerjap sesaat memandang Kyuhyun.

“Secangkir kopi hitam tanpa gula. Hanya hitam pekat. Pahit” katanya.

 

Kyuhyun terkekeh sesaat.

“Memang, tidak banyak yang suka dengan kopi jenis ini. Kopi hitam. Rasanya yang pahit dan warnanya yang hitam kelam. Terlalu banyak persepsi orang tentang kopi. Pahit. Hambar. Racun. Nikmat. Berbagai persepsi datang yang membuat kita semakin mengecap. Tapi pahit dan nikmatnya kopi bergantung dari kita sendiri. Bagiku, secangkir kopi tanpa gula itu mantap” katanya.

 

“Persepsi” Kata Sungmin mendengus.

 

Kemudian Sungmin terdiam. Kyuhyun meletakkan cangkirnya perlahan dan memandang Sungmin. Sosok manis yang datang ke café sederhananya ini dan membuatnya jatuh cinta 6 tahun lalu. Kyuhyun memandang wajah manis itu lekat-lekat, seolah sedang mempelajari sesuatu. Di balik wajah manis itu, nampak semacam kekhawatiran yang samar.

 

“Kyu”

“Hn?”

 

Sungmin terdiam sejenak. Ia memandang gelas cappuccino miliknya dan memainkan jemarinya dengan gelisah. Seolah pemuda manis ini ingin mengungkapkan sesuatu. Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin. Ia mengusap dengan lembut tangan itu dengan menggunakan ibu jarinya, seolah ingin memberikan sedikit ketenangan.

 

“Semua orang berbicara tentang kita Kyu. Beberapa mengatakan hubungan kita ini tidak nyata, tidak akan bertahan lama, entah apalagi. Aku hanya merasa takut Kyu, kau tidak menyukaiku lagi…” kata Sungmin lirih.

 

Kyuhyun terdiam. Semua orang membicarakannya saat Kyuhyun menjatuhkan pilihannya pada seorang pemuda manis bernama Lee Sungmin. Bukan gadis-gadis cantik yang pamer keseksian. Bagi Kyuhyun, Sungmin jauh lebih sexy. Dari caranya berbicara, caranya bersikap, caranya berpikir……semua itu jauh lebih sexy menurut Kyuhyun daripada para gadis-gadis bodoh yang hanya pamer keseksian saja.

 

Sungmin mengangkat pandangannya dan memandang Kyuhyun. Kyuhyun menyodorkan cangkir kopi hitam miliknya pada Sungmin dan berkata, “Banyak persepsi dari segelas kopi hitam tanpa gula. Persepsi setelah kita melihatnya dan persepsi setelah kita mengecapnya. Tidak ada persepsi yang salah atau benar karena itu semua hanya pembenaran dari sebuah rasa dan makna kopi itu sendiri. Dan yang tahu rasa dan makna itu sendiri adalah kopi hitam tanpa gula itu sendiri,”

 

Kyuhyun berhenti sejenak. Kemudian ia melanjutkan dengan lembut,

“Sama seperti keadaan kita. Saat melihat kita, semua orang akan berpersepsi. Tapi mereka hanya berpersepsi belaka, dan yang tahu bagaimana dan apa yang terjadi antara kita itu……hanya kita sendiri yang tahu.”

 

Sungmin terdiam. Matanya nampak berkaca-kaca. Kyuhyun beranjak berdiri dari kursinya dan mendekati Sungmin. Sungmin mendongak memandang Kyuhyun yang kini berdiri di sampingnya. Pemuda tampan itu memeluknya dengan lembut dan tersenyum.

 

“Jika aku tidak menyukaimu, aku tidak akan menenangkanmu ketika kau menangis. Tidak akan mengajakmu keluar dan makan bersama. Tidak akan meminta maaf ketika aku merasa bersalah. Jika aku tidak menyukaimu, aku tidak akan memelukmu seperti ini, dan…” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun menunduk, mendekati wajah manis Sungmin. Dengan lembut ia mengecup bibir plump Sungmin. Begitu lembut, seolah sedang menyampaikan raca cinta yang dimilikinya untuk pemuda berwajah manis ini.

 

“Aku tidak akan menciummu, jika aku tidak menyukaimu. Kau pun tahu, aku tidak pernah sembarangan mencium jika itu bukan orang yang aku sukai. Dan aku menyukaimu Lee Sungmin. Hanya kamu, dan selalu kamu. Aku mencintaimu.” kata Kyuhyun dengan nada serius.

 

Sungmin tersenyum malu dan membenamkan wajahnya dalam tubuh Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum dan membelai kepala kekasih bunny-nya dengan lembut. Kekasih yang selalu ia cintai. Setiap orang mulai berpersepsi dengan apa yang ada di dekatnya dan bahkan untuk dirinya sendiri. Suatu pembenaran untuk dirinya sendiri akan hal yang dia sukai atau dia tidak sukai. Biarkan mereka berpersepsi sesuai dengan keinginannya, dan biarkan kenyataan yang terjadi menjadi rahasia kita saja.

 

Bagaimana menurutmu?

 

Fin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

23 thoughts on “The cup of coffee

  1. Berbicara tentang persepsi, ya, persepsi orang itu macam-macam, beda orang beda persepsi, tapi, itu tergantung kita sendiri untuk memilih persepsi apa yang menurut kita benar & pas utk diri kita sendiri..

    Persepsi Kyumin bagaikan kopi hitam….

  2. Bener kata Kyuhyun, orang2 cuma tau luarnya aja dan yg tau kesungguhan hati, ya cuma Kyumin berdua. Biar aja org mau bilang apa, cinta ga memandang gender, miskin atau kaya. Sama seperti Kyuhyun yg menyukai kopi htm, wlau org ga suka krn rasanya pahit. Cuma Kyuhyun yg bisa merasakan yg pahit itu berubah jd manis.

  3. Aku ngantuk,tapi aku bisa menangkap inti cerita ini!
    Orang” yang tidak mengalami/menjalani,tidak akan pernah paham bagaimana rasanya…
    Biarkan ‘rasa’ itu menjadi milik mereka sendiri…

  4. Kyuuu ~ knpa jdi dewasa gt ??
    Kkk ~
    omongan nya kyu bneran bkin nenangin ming . .😀
    keep writhing !😀
    HWAITHING !!
    \(^_^)9

  5. manisssss bgt…..
    filososfi kopi hitam nya bener2 manis..
    kyu dewasa bgt yah kalo udah menyangkut sungmin nya.
    emang bener, hub mereka emang sama seperti kopi hitam.
    smw tergantung dr persepsi tiap orang.
    dan walopun kbnyakan orang hanya menilai dr luar bentuk nya aja dan hanya menilai sepintas dr persepsi rasanya yg udah tertanam dlm pikiran mereka dgn rasa pahit dan hitam, tp sebener nya yg merasakan sendiri ya mereka yg bener2 meresapi dan menikmati rasa kopi hitam itu sendiri…
    kkkkk

    aahh…. so sweet…..😄

  6. aku reader barumu. drabble yang manis :3

    biarlah judge orang pada kita semua, toh yang tau kebenarannya sendiri dan tuhan. kalo kita mempercayi judge orang berarti kita gag tau diri kita seperti apa

  7. yah,hanya mereka yg tau sbrapa bsar cinta yg mereka miliki…
    biarkan persepsi orang yg tidak mngerti sbrapa bsar cinta mereka…

    #knapa q jdi sok puitis gni?😄

  8. annyeong, aku readers baru..🙂 bangsumnida^^

    setuju, KyuMin oppa jgn dengerin apa kata orang.. lagian tenang aja bnyk yg dukung kok, *tunjuk Joyers*

    KEEP WRITING AND HWAITING😀

  9. annyeong, aku readers baru.. bangapsumnida^^

    setuju, KyuMin oppa jgn dengerin apa kata orang.. lagian tenang aja bnyk yg
    dukung kok, *tunjuk Joyers*

    KEEP WRITING AND HWAITING

  10. yah… 4 jempol buat kyu
    setuju bgd… biarkan saja org lain mau berbicara apa… toh yg ngerasain sama yg ngejalani bukan mereka
    kkkk~ kopi hitam akan ttp terasa manis kalau minumnya sambil liatin mukannya ming wkwkwk…

  11. itulah manusia,,hanya mengandalkan persepsi tanpa mau melihat dan memahami lebih dekat..
    hanya bisa menarik kesimpulan visual -kesimpulan yg hanya bisa dilihat oleh mata-
    biarkan saja orang mw ber-persepsi seperti apapun,,karna hanya Tuhan dan KyuMin sendiri yg tahu ttg diri mereka🙂

    nice ff!

  12. setuju bgt ma Kyu. semua orang kan punya persepsi masing2 ..
    hehe
    sosweet ffnya sya suka suka ^^
    .. lagipula aku juga suka penggunaan bahasa eon dalam ceritanya🙂 ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s