Let rain fall tonight

Gambar

Pairing         : YeWook / slight KyuMin

Genre          : Fluff

Length         : Drabble

Warning       : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, YeWook & KyuMin belong to each other

Summary       : Kubiarkan penghujan menyelesaikan tangisannya malam ini

Aku dan kau tidak akan lagi berjarak

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Ryeowook memandang meja disudut café. Orang itu datang kembali. Menikmati cappuccinonya dengan tenang seraya memandang keluar jendela. Terkadang ia bersama seorang gadis atau beberapa temannya. Namun terkadang dia hanya sendiri.

 

“…kie…Wookie…” panggil Sungmin seraya mengguncang pelan bahu Ryeowook.

“Eeh? Ne hyung?” kata Ryeowook tersadar.

 

“Jangan melamun terus. Ini masih jam kerja” kata Sungmin.

“Maaf” kata Ryeowook.

 

“Sudahlah, antarkan pesanan ini ke meja nomor 5. Kemudian bersihkan meja nomor 10, arachi?” kata Sungmin seraya memberikan nampan berisi pesanan.

 

“Araseo” kata Ryeowook kemudian segera melakukan tugasnya.

 

Namun sudut mata Ryeowook selalu tertarik untuk melihat meja disudut café. Berharap ia bisa tahu namanya. Terdengar suara lonceng kecil setiap kali pintu café terbuka. Seorang gadis melangkah masuk dan mengedarkan pandangannya. Ia tersenyum memandang meja disudut café.

 

“Yesung oppa” panggil gadis itu tersenyum.

 

Orang yang dipanggil Yesung menoleh dan tersenyum. Ryeowook memperhatikan saat gadis itu melewatinya menuju meja disudut café. Sungmin melayaninya dan tidak lama ia kembali dengan secangkir teh pesanan gadis itu. Ryeowook memperhatikan tangan mereka yang saling bertaut diatas meja dan tanpa sadar ia mendesah kecewa.

 

“Namanya Yesung, tapi…sepertinya dia sudah punya kekasih” pikir Ryeowook.

 

****

 

“Wookie antarkan pesanan ini untuk meja disudut café” kata Sungmin memberikan nampan pada Ryeowook kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya.

 

Ryeowook memandang nampan ditangannya. Secangkir cappuccino dan sepotong cheese cake, ini adalah pesanan favorit pengunjung meja disudut café. Yesung sedang memandang keluar jendela dengan tenang. Menikmati orang–orang yang berlalu lalang dijalanan saat Ryeowook mengantarkan pesanannya.

 

“Silakan dinikmati” kata Ryeowook seraya meletakkan secangkir cappuccino dan sepotong cheese cake didepan Yesung.

 

Yesung menoleh dan tersenyum.

“Terima kasih Ryeowook ssi” kata Yesung.

“Eeh?” Ryeowook terkejut yesung mengetahui namanya.

 

“Namamu kim ryeowook bukan? Atau kau meminjam seragam temanmu?” tanya Yesung seraya menunjuk name tag yang tertera diseragamnya.

 

“Eeh…ne, namaku Kim Ryeowook” kata Ryeowook tersadar.

“Aku Kim Jongwoon” kata Yesung tersenyum.

 

“Bukankah namamu Yesung?” kata Ryeowook

“Bagaimana kau tahu?” tanya Yesung memandang Ryeowook

 

Ryeowook tersadar dan menutup mulutnya dengan satu tangannya. Menyadari ia telah lama memperhatikan Yesung dari sudut matanya. “Eeh…aku mendengar saat teman–temanmu memanggilmu Yesung. Kukira itu namamu” jawab Ryeowook tersenyum malu.

 

“Namaku jongwoon, tapi aku lebih sering dipanggil yesung. kau boleh memanggilku Yesung jika kau mau” kata Yesung.

 

“Eeh?” Ryeowook sedikit terkejut.

“Coba panggil namaku” kata Yesung.

 

“Umm…Jongwoon ssi” kata Ryeowook.

“Tidak. bukan itu” kata Yesung menggelengkan kepalanya pelan.

 

“Tapi…” kata Ryeowook.

“Panggil aku Yesung hyung” kata Yesung.

 

Ryeowook menggigit bawah bibirnya sesaat dengan malu.

“Uumm…Yesung hyung” kata Ryeowook akhirnya dengan malu

 

“Terdengar lebih baik. Boleh aku memanggilmu Wookie?” tanya Yesung.

“Teah, tentu” jawab Ryeowook tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

 

“Wookie! Cepat kemari” panggil Sungmin.

 

“Oh…aku harus kembali bekerja. Selamat menikmati cappuccinonya……Yesung hyung” kata Ryeowoook tersenyum.

 

“Ne, terima kasih Wookie” kata Yesung tersenyum.

 

Ryeowook beranjak pergi dan kembali dengan pekerjaannya. Ia menoleh sesaat memandang Yesung yang sedang menikmati cangkir cappuccinonya.

“Yesung hyung……” gumam Ryeowook pelan kemudian tersenyum kecil.

 

****

 

Ryeowook mengedarkan pandangannya diantara para pengunjung café yang mulai sepi. Namun ia tidak menemukan sosok yesung. Meja disudut café juga kosong. Sudah beberapa hari ini yesung tidak datang ke café. Ryeowook sedikit kecewa.

 

Sungmin mendekati ryeowook yang sedang membersihkan meja – meja saat café telah tutup.

“Hey, mworago?” tanya Sungmin.

“Mwo?” Ryeowook balik bertanya.

 

“Kau terlihat tidak bersemangat hari ini” kata Sungmin.

“Anniyo” kata Ryeowook seraya membersihkan meja yang lain.

 

Sungmin mengikuti ryeowook.

“Keureyo?” tanya Sungmin tidak percaya.

“Keure” jawab Ryeowook.

 

Sungmin masih memandang Ryeowook tidak percaya.

“Pasti……karena orang itu kan. Pengunjung yang selalu menempati meja disudut café itu” tebak Sungmin.

 

Ryeowook menghentikan tangannya sesaat karena terkejut.

“Yesung bukan?” tanya Sungmin seraya tersenyum yakin.

“A…anniyo hyung” kata Ryeowook berusaha mengelak seraya kembali membersihkan meja.

 

“Geojitmal. Sudah beberapa hari ini dia tidak muncul, dan kau kelihatannya kecewa” kata sungmin menyeringai

 

“Anniyo hyung, aku…” kata Ryeowook.

“Kim Ryeowook sedang jatuh cinta” kata Sungmin bernyanyi.

 

“Husst…! Pelankan suaramu hyungmu” kata Ryeowook seraya berusaha menutup mulut Sungmin yang masih bernyanyi dengan suara pelan.

 

Sungmin terkekeh pelan dan terus menggoda Ryeowook.

“Aku tidak jatuh cinta. Lagipula, dia sudah punya kekasih. Seorang gadis” kata Ryeowook.

“Eeh? jadi…Kim Ryeowook sedang patah hati” kata Sungmin kembali bernyanyi dengan sedih.

 

“Hyung!!!” kata Ryeowook mendelik.

“Hehe…maaf” kata Sungmin tersenyum meminta maaf.

 

“Sudahlah. kembali bekerja, aku mau cepat–cepat pulang” kata Ryeowook.

“Araseo” kata Sungmin.

 

Sungmin dan Ryeowook kembali membersihkan café. Satu jam kemudian café sudah bersih kembali. Sungmin mematikan lampu–lampu café dan mengunci pintunya. Ia tersenyum saat melihat Kyuhyun yang sedang menunggunya. Segera ia memeluknya dan bergelayut manja dilengan Kyuhyun.

 

Ryeowook memandang pasangan yang terlihat mesra itu kemudian berdehem pelan.

“Hai Wookie hyung” sapa Kyuhyun tersadar.

“Hai Kyu. Menjemput Sungmin hyung lagi?” tanya Ryeowook.

 

“Yeah, kami akan pergi berkencan setelah ini” jawab Kyuhyun tersenyum.

“Kau mau ikut Wookie? Malam belum terlalu larut” tanya Sungmin.

 

“Erm…kurasa aku langsung pulang saja. aku tidak mau mengganggu kalian” jawab Ryeowook tersenyum menggoda.

 

Sungmin tersenyum malu dilengan kyuhyun.

“Kalau begitu kami pergi duluan Wookie” kata Sungmin.

“Bye Wookie hyung” kata Kyuhyun.

“Have fun, bye” kata Ryeowook.

 

Kyuhyun menggamit tangan Sungmin dan beranjak pergi dengan bergandengan tangan. Ryeowook memandang pasangan yang terlihat mesra itu kemudian memandang langit malam yang gelap. Terdengar suara gemuruh pelan dari balik awan.

 

“Sepertinya akan turun hujan. sebaiknya aku cepat pulang” kata Ryeowook kemudian beranjak pergi.

 

****

 

Langit telah menurunkan hujannya membasahi bumi yang kedinginan. Ryeowook melangkahkan kakinya dibawah payungnya. Kakinya terhenti didepan taman. Ia mengernyit memandang seseorang yang duduk sendirian ditengah hujan.

 

“Yesung hyung?” panggil Ryeowook.

Yesung mengangkat kepalanya. Menyadari payung Ryeowook telah melindunginya dari tetesan hujan yang merintik dengan deras menerpa tanah.

“Wookie?” kata Yesung memandang ryeowook.

“Apa yang hyung lakukan ditengah hujan seperti ini?” tanya Ryeowook.

 

Yesung tidak menjawab dan hanya memandang ryeowook dengan sedih.

“Mworago hyung?” tanya Ryeowook.

 

Yesung tidak menjawab. Ryeowook diam sesaat memandang tubuh Yesung yang basah kuyub.

“Kalau tidak buru–buru ganti baju hyung bisa sakit nanti. Mau mampir ke rumahku? Tidak jauh dari sini” kata Ryeowook.

 

“Eh? Uum…” kata Yesung.

“Khajja, hujan semakin deras” kata Ryeowook .

 

Yesung mengikuti langkah Ryeowook yang beranjak pergi. Langkah mereka terhenti disebuah apartement kecil. Ryeowook menutup payungnya dan membuka pintu kamar apartementnya.

“Masuklah” kata Ryeowook seraya beranjak masuk.

 

Yesung melangkah masuk dan mengedarkan pandangannya. Apartement ini kecil dan sederhana, namun bersih dan terasa nyaman. Ryeowook muncul dan memberikan sebuah handuk dan pakaian kering untuk Yesung.

 

“Hyung mandilah dulu. Jika tidak kau bisa sakit nanti” kata Ryeowook tersenyum.

 

Yesung menggangguk dan beranjak ke kamar mandi. Sementara Yesung mandi, Ryeowook sibuk didapur. Secangkir cokelat panas dan makanan lezat terhidang dimeja makan saat Yesung selesai mandi.

 

“Kau yang membuat semua ini?” tanya Yesung

“Ne, kuharap ini sesuai seleramu” jawab Ryeowook

 

Yesung menyesap sedikit cokelat panasnya kemudian mencoba masakan Ryeowook.

“Enak” kata Yesung dengan tersenyum.

“Syukurlah kalau begitu” kata Ryeowook tersenyum lega.

 

Yesung meletakkan sumpitnya dan memandang ryeowook.

“Wookie…” panggil Yesung.

“Ne hyung?” jawab Ryeowook

 

“Bolehkah aku minta tolong lagi?” tanya Yesung.

“Mwo?” kata Ryeowook.

 

“Malam ini…izinkan aku menginap disini ya?” pinta Yesung

“M…mwo?” kata Ryeowook. “Eeh?! apa kata hyung?!” kata Ryeowook sangat terkejut.

 

“Jebbal” pinta Yesung.

“Tapi…” kata Ryeowook memandang ragu Yesung.

 

Yesung terlihat sangat kacau. Ia tidak mungkin membiarkan Yesung kembali duduk ditengah hujan. Ryeowook tahu, sesuatu terjadi dan membuatnya sangat sedih.

“Araseo…” kata Ryeowook akhirnya.

“Terima kasih banyak Wookie” kata Yesung tersenyum.

 

****

 

Yesung memandang Ryeowook yang membawa sebuah bantal dan meletakkannya disofa. Kemudian menghempaskan tubuhnya dengan nyaman.

“Hyung tidur saja dikamarku, biar aku tidur disofa” kata Ryeowook.

“Maaf. seharusnya aku yang tidur disofa” kata Yesung.

 

“Tidak apa. malam ini hyung tidur saja dikamarku. Sudah kubersihkan kok” kata Ryeowook tersenyum.

 

“Araseo. Gamsahamnida Wookie” kata Yesung.

“Cheonmanenyo hyung” kata Ryeowook tersenyum.

 

Yesung beranjak ke kamar Ryeowook dan menghempaskan tubuhnya dikasur Ryeowook yang hangat. Diluar hujan masih merayu bumi yang kedinginan. Entah sejak kapan hujan kian deras. Diiringi petikan halilintar dan petir yang memainkan simfoninya dibalik langit yang gelap.

 

Yesung membuka matanya dan memandang langit–langit kamar yang gelap. Ia tidak bisa tidur. Yesung bangkit dari tidurnya dan beranjak keluar kamar. Ia mendekati Ryeowook yang tidur disofa.

 

“Wookie, kau sudah tidur?” kata Yesung pelan.

 

Ryeowook membuka matanya dan bangkit dari tidurnya.

“Belum. Mworago hyung?” tanya Ryeowook.

“Aku tidak bisa tidur” jawab Yesung.

 

****

 

Ryeowook memandang keluar jendela. Titik hujan membasahi jendela. Diluar hujan masih menyelesaikan tangisannya. Ryeowook beralih memandang Yesung yang duduk disisinya seraya memeluk lututnya.

 

“Begitu, jadi gadis itu memutuskan hyung?” tanya Ryeowook.

“Ne, dia bilang dia telah menemukan orang lain” jawab Yesung sedih.

 

“Meski berat sekali melepasnya pergi sekolah ke Kanada, saat itu aku percaya, kami akan baik–baik saja” kata Yesung memeluk lututnya semakin erat.

 

“Karena itukah hyung selalu datang ke café?” tanya Ryeowook.

 

“Café itu adalah tempat pertama kami bertemu dan menjadi tempat favorit kami. Kami berjanji untuk bertemu ditempat itu setiap kali dia pulang ke Korea. Tapi ternyata aku selalu datang setiap hari” jawab Yesung tersenyum kecil

 

Ryeowook memandang yesung dengan sedih.

“Ternyata sulit menjalin cinta jarak jauh. Padahal aku begitu mencintainya. Kalau kami terus saling mencintai seperti ini…maka jarak sejauh apapun tak akan memisahkan kami” kata Yesung mendesah dengan sedih

 

Ryeowook sedikit tertegun memandang yesung. Desiran aneh terasa dihatinya. Ia bisa merasakan jantungnya yang berdetak begitu cepat. Mungkinkah ia benar – benar jatuh cinta dengan Yesung?

 

“Wookie ah…” panggil Yesung.

“A…aah, ne?” jawab Ryeowook.

 

“Bolehkah aku menggenggam tanganmu?” tanya Yesung seraya mengulurkan satu tangannya pada Ryeowook.

 

“Eeh? yesung hyung…?!” kata Ryeowook.

“Kumohon” pinta Yesung.

 

Ryeowook menyelipkan tangannya didalam tangan Yesung seraya memalingkan wajahnya dengan malu. Ia merasakan jantungnya berdetak semakin cepat. Ia merasakan tangan Yesung yang hangat dan lembut sedang menggenggam miliknya.

 

“Kamsahamnida wookie ah. rasanya jadi tenang” kata Yesung tersenyum.

“Bagaimana perasaanmu sekarang hyung?” tanya Ryeowook.

 

“Lebih baik. Kuharap…percintaanku berikutnya akan lebih lancar” jawab Yesung seraya memejamkan matanya.

 

Ryeowook menoleh memandang yesung dan kembali tertegun. Lagi–lagi ia merasakan desiran aneh yang menerpa hatinya. Jantungnya kembali berdetak dengan cepat.

“Yesung hyung” panggil Ryeowook.

“Ne?” jawab Yesung membuka matanya.

 

“Bisakah…bisakah aku menjadi cintamu yang berikutnya?” tanya Ryeowoo.k

 

Yesung terkejut memandang Ryeowook dan tidak bersuara. Ryeowook memalingkan wajahnya dengan malu. Seketika ia merasa bodoh. Mana mungkin Yesung menyukainya, seperti ia yang diam-diam menyukai Yesung. seperti ia yang tanpa sadar jatuh cinta pada Yesung.

 

“Maaf. Lupakan saja” kata Ryeowook .

 

Ryeowook mengernyit tidak mengerti saat Yesung menggenggam tangannya dengan erat. Yesung memandang Ryeowook dengan lembut dan mendekatkan wajahnya dengan wajah innocent Ryeowook. Ryeowook menutup matanya. Membiarkan Yesung merasakan bibirnya yang terasa lembut, hangat dan…singkat. 

 

Dalam waktu yang sesaat ini Ryeowook tahu, ia dan Yesung telah jatuh dalam cinta. Diluar hujan masih menyelesaikan tangisannya. Membiarkan matahari tetap takut dan menyembunyikan wajahnya.  Seolah Ryeowook akan tetap membiarkan hujan menyelesaikan tangisannya malam ini. Malam ini, ia dan Yesung tidak akan berjarak lagi.

 

Fin

7 thoughts on “Let rain fall tonight

  1. Wah…
    Setelah ditahan-tahan jga akirnya baca jga. Biasanya ga bca ff selain kyumin. Hehehe…
    Ga bisa komen banyak jadinya.
    Cuman dapet feel kalu baca kyumin.
    Nyahahaha…
    Yah, tp so far perasaanya wookie tersampaikan dg baik. Tersampaikan kpd reader mksudku loh, bkan k yesungie. Hehehe…
    Okay…
    Mu lanjt baca laenya ni, bye…

  2. Hahahaaa..
    Chessyy d’akhir, manis banget…
    Jadi, yesung patah hati tapi pada akhir’ny jatuh juga sama kepolosan wookie ya…
    Kkkk~~ kereeen^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s