No better than stranger

Gambar

Pairing          : KyuMin

Genre            : Hurt

Length           : One Shoot

Warning         : Boys love, shounen-ai, Sungmin centric

Song              : Baby Soul feat Wheesung – No Better than Stranger

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Our relationship is the closest but you are no better than a stranger……

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Bagaimana rasanya hidup bersama seseorang yang begitu dekat, namun terasa seperti orang asing? Pertanyaan seperti itu……Sungmin mungkin tahu jawabannya. Banyak, Sungmin memiliki banyak cerita tentang itu. Tentangnya dan Kyuhyun.

 

~+~+~+~

 

Hari itu Super Junior sedang melakukan pemotretan untuk sebuah majalah ternama Korea. Semua orang diruangan ini terlihat sibuk. Suara shutter kamera terdengar memenuhi studio ini. Sungmin duduk dikursi menanti gilirannya. Ia duduk dengan tenang, memperhatikan Kyuhyun yang sedang berpose didepan kamera bersama Siwon dan Donghae. Pandangan Sungmin masih tidak beralih dari Kyuhyun. Sungmin berpikir, sungguh! Sosok itu nampak sangat sempurna.

 

Kyuhyun, Siwon dan Donghae mengakhiri giliran mereka, dan membiarkan Leeteuk, Eunhyuk dan Yesung mendapatkan giliran mereka beraksi didepan kamera. Kyuhyun beranjak duduk disamping Sungmin dan menghela nafas dengan lelah.

 

“Kau lelah?” Tanya Sungmin seraya memberikan botol  air mineral miliknya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menerima botol air mineral dari Sungmin. Ia meminumnya sedikit dan meletakkan botol itu diatas meja. Sungmin memperhatikan kekasih evilnya yang mulai sibuk dengan ponselnya.

 

“Kyu, nanti sore kita bertemu sebentar ne?”

“Nanti sore aku ada latihan drama musical”

 

Kyuhyun masih tidak mengalihkan pandangannya dari benda mungil ditangannya.

“Tidak bisakah kita bertemu sebentar? Aku hanya ingin melihatmu sebentar sebelum aku harus berangkat ke Jepang” Kata Sungmin.

 

Kyuhyun menghentikan kegiatannya sesaat. Ia mengangkat pandangannya pada Sungmin dan sedikit mengernyit. “Kau akan ke Jepang?” Tanyanya.

 

“Yeah, nanti sore aku dan Ryeowook harus berangkat ke Jepang untuk syuting CF. Kami hanya pergi dua hari,” Jawab Sungmin. “kau tidak tahu itu?”

 

“Begitu. Aku tidak tahu itu” dan pemuda tinggi itu pun kembali dengan kesibukannya, seolah tidak peduli.

 

Sungmin terdiam, sedikit tersentak memandang Kyuhyun. Kemudian ia mendesah pelan dengan sedih. Selanjutnya Sungmin hanya diam memperhatikan Kyuhyun. Sungmin menunggu, apakah pemuda tinggi itu akan menyadari tatapan penuh kerinduan darinya. Tapi sepertinya tidak. Kyuhyun masih terus sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang sedang ia lakukan.

 

“Sungmin, giliranmu”

 

Sungmin menoleh. Rupanya sudah gilirannya untuk berpose didepan kamera. Sungmin menoleh sesaat pada Kyuhyun. Namun pemuda tampan itu masih asyik dengan kegiatannya sendiri. Sungmin pun beranjak pergi. Ia mulai berpose mengikuti arahan sang fotografer, dan suara shutter kamera terus terdengar. Namun diam-diam sudut mata Sungmin terus memperhatikan Kyuhyun, memandangnya dengan tatapan sendu.

 

~+~+~+~

 

Pagi yang lain kembali datang. Ini masih pagi yang lain. Masih deru kendaraan diluar dan musim yang mulai berganti. Pagi membangunkan Sungmin dari tidurnya yang gelisah. Sungmin menoleh. Ranjang disisinya masih kosong dan dingin. Kyuhyun tidak pulang. Lagi-lagi Sungmin menemukan tempat itu kosong.

 

Sungmin masih terduduk diranjangnya, membiarkan menit terus berlalu. Biarkan saja, hari ini ia bisa kembali bernafas tanpa jadwal yang biasanya selalu mengikat erat. Namun entah kenapa, Sungmin merasa ia tidak mampu bernafas dengan tenang. Ada sesuatu yang begitu mengganggunya. Bukan. itu bukan kesepian yang saat ini sedang merayunya, meski sebenarnya kesepian itu cukup mengganggu. Lalu apa itu?

 

Sungmin kembali menoleh, memandang ranjang Kyuhyun yang kosong. Sudut kosong itu, ranjang yang dingin itulah penyebabnya. Yeah, benar. Cho Kyuhyun. Nama itu memiliki tempat tersendiri dalam dunia Sungmin yang sempurna. Melekat erat, seperti tattoo yang sulit dihapus. Yeah, Cho Kyuhyun.

 

Sungmin masih mengingatnya dengan jelas. Dihari itu, dibawah lampu jalan dan rinai hujan yang menggoda lembut. Bias sinar lampunya menembus wajah manisnya, memperlihatkan rona merah yang menjalar tipis. Diantara rinai hujan yang menggoda lembut itu, mereka memulai kisah mereka. Sebuah kisah yang hangat dan tulus. Terkadang mereka membagi kisah mereka pada hujan dan langit biru, tentang mencintai dengan cara yang berbeda.

 

Semua terasa begitu menyenangkan. Saat itu Sungmin berpikir, ketika akhirnya kau menemukan seseorang, maka itulah hidupmu. Yeah, Kyuhyun menjadi hidupnya. Namun bersama langkah sang waktu, kehangatan itu mulai memudar perlahan. Meski tangan mereka saling bertaut erat, seolah semua sentuhan itu menjadi terasa tidak berarti apapun.

 

Sungmin sadar kini mereka berjarak, seperti menatap cermin. Hanya mampu menatap dan mengeja. Serasa benar ia dan Kyuhyun saling kenal dan sama memiliki, memahami, mengerti wujud satu sama lain. Yeah, Sungmin tahu semua itu. Tapi seolah ia tak pernah mampu menyentuhnya. Cermin. Sudah lama memang. Terkadang Sungmin berpikir ia hanya menatap punggung Kyuhyun hingga tidak pernah tahu raut mukanya. Sungmin tahu Kyuhyun ada, tapi tak tahu benar siapa Kyuhyun itu. Sungmin nyaris tidak mampu mengenali kekasih evilnya.

 

Sungmin ingat, hari itu ulang tahun Kyuhyun. Ia menyiapkan hadiah dan sebuah kejutan kecil untuk kekasih evilnya itu. Mungkin memang bukan hal yang terlalu spesial, tapi Sungmin menyiapkan semua itu dengan hati tulusnya. Hari itu pertunjukan drama musical Kyuhyun. seperti biasa, Kyuhyun tampil memukau. Sementara Kyuhyun sedang berada diatas panggung, diam-diam Sungmin beranjak masuk ke dalam ruang ganti Kyuhyun. Ia menempelkan sebuah kertas ucapan yang Sungmin tulis sendiri dengan tangannya, dikaca rias yang dikelilingi pijar lampu-lampu.

 

Sungmin berdiri didekat pintu dan memandang jam tangannya, sebentar lagi drama musical itu akan berakhir. Sungmin tersenyum dan menunggu. Menit terus berlalu hingga akhirnya Kyuhyun pun datang. Sungmin masih berdiri ditempatnya, memegang kotak hadiah ditangannya dengan erat. Sungmin tersenyum tidak sabar ketika Kyuhyun mendekati meja rias. Ia berharap Kyuhyun akan melihat kartu ucapan yang sengaja ia tempelkan dikaca rias.

 

Namun alih-alih melihat kartu ucapan itu, Kyuhyun justru membuka tasnya yang ia letakkan diatas meja rias. Sungmin berpikir, mungkin Kyuhyun tidak melihatnya dan berniat untuk mendekatinya diam-diam. Namun belum sempat Sungmin melangkah pintu terbuka. Changmin, Minho, dan beberapa orang lainnya masuk dengan ribut mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kyuhyun. Kyuhyun sedikit terkejut dengan kedatangan teman-temannya, namun ia tersenyum senang.

 

Kyuhyun mulai larut dalam canda tawa teman-temannya. Sementara Sungmin terdiam ditempatnya dengan sedih. Kyuhyun tidak menyadari kehadirannya, bahkan pemuda tinggi itu tidak melihat kartu ucapan yang sengaja ia tempel dikaca rias. Sungmin menggenggam erat kotak hadiah ditangannya, mengalihkan pandangannya kearah lain dan berusaha menahan tangisannya. Mencoba meredam rasa sesak didadanya. Entah kenapa, rasanya menyakitkan.

 

Sungmin mendesah dan menarik selimutnya. Rasanya ia rindu pada Kyuhyun yang selalu ada disisinya, mendengarkannya berbicara atau hanya sekedar menemaninya. Sungmin rindu pada Kyuhyun. Pada kulitnya, senyum manisnya, kebaikannya, kejahilannya, kehangatannya – semua hal tentang pemuda tinggi itu, Sungmin sungguh sangat merindukannya.

 

Jangan katakan Sungmin tidak berusaha menarik perhatian Kyuhyun kembali. Ia sudah pernah melakukannya. Sungmin berusaha keras, meminta sedikit perhatian. Tapi Kyuhyun mengabaikannya. Dan kembali, Sungmin harus menemukan dirinya sendirian tanpa Kyuhyun disisinya. Selalu sendiri. Kesepian itu masih bermain dalam ruangan kamar ini. Jam di dinding berdetak pelan, seolah tidak ingin mengusik kesepian itu. Diatas ranjangnya Sungmin mulai menangis tanpa suara. Terisak, begitu dalam.

 

Sungmin berpikir,

tidakkah Kyuhyun tahu bahwa ia sangat membutuhkannya? Disisinya meski hanya sejenak……

 

~+~+~+~

 

Sungmin baru saja menyelesaikan siaran radio Sukira bersama Ryeowook ketika ia mendapat telepon dari Jungmo. Pemuda bertubuh tinggi itu mengajaknya pergi minum bersama dengan beberapa teman lainnya. Sungmin pun menyetujui ajakan itu. Kapan lagi ia bisa berkumpul bersama teman-temannya.

 

“Ryeowook ah, kau mau ikut juga?” Ajak Sungmin menoleh pada sahabatnya.

 

Pemuda berwajah innocent itu tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya didepan wajahnya.

“Maaf, aku sudah ada janji dengan Yesung hyung” Katanya.

 

Sungmin pura-pura merengut kecewa.

“Aah, sayang sekali. Tapi kalian harus berhati-hati ne? Jangan sampai orang-orang melihat kalian sedang berkencan tengah malam seperti ini” goda Sungmin terkekeh.

 

Ryeowook hanya tersenyum.

“Lalu bagaimana dengan kalian? Apa kau dan Kyuhyun baik-baik saja?”

 

Sungmin berhenti tertawa dan terdiam sesaat. Ryeowook memandang pemuda manis itu dengan cemas. “Kau terlihat sedikit aneh belakangan ini hyung. Apa terjadi sesuatu?”

 

“Tidak, tidak apa-apa. Kami baik-baik saja” Kata Sungmin dengan tersenyum.

 

Ryeowook masih memandang Sungmin seolah tidak percaya. Kemudian ia tersenyum.

“Baiklah, kuharap itu benar. ah, aku harus pergi. Yesung hyung sudah menungguku dimobilnya. Bye hyung”

 

Sungmin hanya melambaikan satu tangannya ketika Ryeowook beranjak pergi. Kemudian ia terdiam, sedikit merasa iri pada pemuda berwajah innocent itu. Sungmin bahkan tidak ingat kapan terakhir kali ia dan Kyuhyun berkencan. Ini menyedihkan, pikir Sungmin. Sungmin tersenyum miris dan beranjak pergi. Siap menikmati malam, tanpa kekasih evilnya.

 

~+~+~+~

 

Malam telah lewat dari larut. Detak jam hampir mengantar malam menuju penghujungnya. Ini pukul 03.00 AM. Kyuhyun terbangun dari tidurnya dan memandang ranjang disampingnya. Ranjang berwarna pink itu masih kosong. Sungmin masih belum pulang.

 

“Kenapa dia belum pulang juga?” Pikir Kyuhyun.

 

Drrt…drrt…drrt..drrt…

 

Kyuhyun beranjak mengambil ponselnya yang bergetar diatas meja. Ia mengernyit sesaat membaca ID caller yang muncul dilayar yang berkedip. “Jungmo hyung? Untuk apa dia menelpon pagi buta begini?”

 

Benda itu terus bergetar seolah meminta untuk segera dijawab. Saat akhirnya Kyuhyun mengangkat telepon itu, Kyuhyun terkejut. Ia menutup ponselnya, memakai jaketnya dan menyambar kunci mobil yang tergeletak diatas meja. Kyuhyun pergi dengan terburu-buru, seolah sesuatu yang baru saja Jungmo katakan diujung telepon adalah hal yang sangat penting. Oh, tentu saja ini sangat penting.

 

~+~+~+~

 

Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan sebuah taman kota. Saat Kyuhyun turun dari mobilnya dan berjalan memasuki taman itu, ia menemukan Jungmo sedang duduk dikursi taman bersama Sungmin yang menggelayut padanya seperti anak-anak. Bias cahaya lampu taman memperjelas wajah manis Sungmin yang terlihat merah. Sungmin terus meracau tidak jelas, tertawa dan bertingkah sangat imut. Jangan lupakan kadar keimutan Sungmin yang akan meningkat maksimum ketika ia sedang mabuk berat.

 

Kyuhyun merengut tidak suka dan segera menarik Sungmin ketika pemuda manis itu terus berusaha mencium Jungmo, membuat Jungmo akhirnya menghela nafas lega. Kyuhyun harus berusaha menopang tubuh Sungmin yang tidak bisa berdiri tegak akibat mabuk. Kemudian ia menoleh, memandang Jungmo dengan tatapan bertanya.

 

“Aku hanya mengajaknya pergi minum bersama dengan beberapa teman. Kapan lagi kami bisa berkumpul bersama, bukan? Tapi Sungmin minum terlalu banyak. Aku tidak bisa mencegahnya” Jelas Jungmo.

 

Kyuhyun mengernyit mendengar penjelasan dari Jungmo. Kyuhyun tahu, jika kekasih bunny’nya sudah minum terlalu banyak itu artinya ada sesuatu yang sangat menganggunya.

 

“Apa Sungmin hyung mengocehkan sesuatu?” Tanyanya.

 

“Sungmin terus mengoceh tentangmu. Tidak jelas apa yang dia ocehkan, tapi dia terus menyebut namamu” jawab Jungmo.

 

Jungmo diam sesaat memandang Kyuhyun.

“Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Sungmin. Tapi sepertinya……dia sangat sedih. Kyuhyun ah, kau kekasihnya kan? Apa kau tahu masalah apa yang sedang dihadapi Sungmin?”

 

Kyuhyun hanya diam dan memandang Sungmin yang sedang berusaha berdiri dengan baik dalam pelukannya. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada kekasih bunny’nya. Ia tidak tahu apapun. How funny.

 

“Baiklah. Jaga Sungmin dengan baik, ne? Aku harus pulang” Kata Jungmo tersenyum dan menepuk pelan bahu Kyuhyun.

 

“Terima kasih hyung” Kata Kyuhyun membungkukkan kepalanya dengan sopan pada Jungmo.

 

Jungmo beranjak pergi. Kyuhyun berusaha menyeret Sungmin ke mobilnya. Namun saat Kyuhyun berusaha memasukkan Sungmin ke dalam mobilnya, pemuda manis itu meronta. Sungmin mendorong pelan tubuh Kyuhyun dan berdiri sedikit limbung.

 

“Ayo kita pulang hyung” Ajak Kyuhyun.

 

Namun Sungmin justru menunjukkan jari telunjuknya pada Kyuhyun dan berteriak marah,

“Kau! Cho Kyuhyun! Kau pria jahat! Kau brengsek!”

 

Kyuhyun mengerjap tidak mengerti memandang Sungmin. Namun kemudian ia terdiam, membiarkan Sungmin terus bicara. Karena Kyuhyun tahu, Sungmin akan menumpahkan segalanya hanya ketika dia sedang mabuk berat. Karena Sungmin adalah sosok yang tertutup, Kyuhyun tahu itu.

 

“Apa yang terjadi hyung?” Tanya Kyuhyun.

 

Sungmin mendengus dan tertawa. Sebuah tawa yang menyimpan kepedihan. Kepedihan itu tidak lagi tersamarkan, terlihat sangat jelas dalam mata foxy Sungmin yang selalu berbinar, dulu. Kapan terakhir Kyuhyun melihat mata itu berbinar, Kyuhyun pun sudah lupa. Sungmin pun mulai mengoceh.

 

“Dengarkan aku. Dengarkan cerita tidak pentingku ini. Siapa yang kutemui hari ini, apa yang terjadi padaku. Apa yang sulit, eoh? Kau selalu serius. Apa aku begitu mengganggu? Kau tidak pernah mendengarkanku hingga akhir,”

 

“Apa aku memintamu untuk menyelesaikan semua masalahku? Tidak Kyu, bukan itu. Tutup mulutmu dan dengarkan segalanya. Dengarkan segalanya, hanya itu. Jika kau mau mendengarkanku, itu sudah cukup bagiku. Jika kau berada disisiku, hanya itu. Semua akan terasa lebih mudah Kyu. When I’m having a hard time. Where are you?

 

Sungmin mulai menangis, terisak pelan. Kyuhyun terpaku memandang Sungmin yang menangis. Ia tersentak mendengar semua hal yang dikatakan oleh Sungmin. Sang bunny sedang terluka, dalam. Semua karena dia? Kyuhyun tidak pernah menyadari hal itu.

 

“Jangan bicara semudah itu hyung” Kata Kyuhyun.

 

“Jangan membuat alasan! Kau mendengarkan cerita orang lain dengan sangat baik. Bagiku, kau selalu tidak punya hati” Teriak Sungmin marah.

 

Kyuhyun terdiam. Sungmin mendengus dan melangkah pergi. Namun dengan cepat Kyuhyun menangkap tangan Sungmin. Sungmin menepis tangan Kyuhyun dengan kasar. Kyuhyun mulai merasa cemas saat Sungmin melangkah mundur, menuju tengah jalan raya yang cukup ramai dengan deru kendaraan.

 

“Berhenti hyung” Perintah Kyuhyun.

 

Namun Sungmin mengabaikannya dan terus melangkah mundur perlahan. Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan mengedarkan pandangannya sesaat dengan cemas. Persetan dengan orang-orang yang melihat mereka, tapi yang Kyuhyun cemaskan saat ini adalah kendaraan-kendaraan yang sedang melaju dijalan raya silih berganti. Kyuhyun tidak ingin kekasih bunny’nya tertabrak mobil ataupun kendaraan lainnya.

 

Sungmin berhenti ditengah jalan dan menatap Kyuhyun dengan terluka. Dengan lirih ia berkata,

“Kau tahu Kyu? Our relationship is the closest but you are no better than a stranger. Try putting yourself in my shoes and think of it. Kenapa kau tidak bisa memikirkan tentang perasaanku? Eoh?”

 

Sebuah sorot lampu dari mobil yang sedang melaju cukup kencang menyorot kearah Sungmin. Namun Sungmin tidak bergeming sedikit pun dari tempatnya, seolah sedang menggoda sang maut. Ia justru berjongkok seperti anak kecil yang sedang merajuk.

 

Mobil itu semakin mendekat tanpa menurunkan lajunya. Sepertinya si pengemudi tidak melihat Sungmin yang sedang berjongkok ditengah jalan. Hingga akhirnya mobil itu…………nyaris menabrak Sungmin, jika saja Kyuhyun tidak menarik Sungmin dengan cepat. Kyuhyun memeluk kekasih bunny’nya dengan erat, seolah tidak akan ia lepaskan.

 

“Hei! Kalian cari mati! Dasar anak muda” Omel si pengemudi melongok keluar dari jendelanya, dan kemudian mobil itu melaju pergi kembali.

 

Sungmin kembali menangis dalam pelukan Kyuhyun. Terisak, begitu dalam. Kyuhyun terdiam dan memperat pelukannya. Rasa bersalah menyusup dalam hati Kyuhyun. Ia tidak pernah tahu bahwa Sungmin telah terluka karenanya. Sungmin bersedih karenanya. Seketika Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri, dirinya bukanlah kekasih yang baik.

 

“Kyu…apa aku meminta sesuatu yang besar? Aku hanya ingin kau berada disisiku, mendengarkanku. Hanya itu. Kau bahkan tidak dapat melakukan hal itu. Kau brengsek. Kau pria yang jahat, setidaknya kau harus berpura-pura. Try to take care of me half as good as you take care of the others, aku tidak akan mengatakan apapun. Kau tidak punya hati dan aku membencimu. Aku membencimu Kyu. Aku membencimu, karena aku bergantung padamu. Karena aku hanya memilikimu”

 

Sungmin terisak semakin keras dalam pelukan Kyuhyun. Kyuhyun masih terdiam. Ia mengusap pelan punggung Sungmin dan mengecup kepalanya beberapa kali dengan lembut. Berulang kali Kyuhyun berbisik maaf, sebaris kalimat yang penuh penyesalan. Sungguh!.

 

“Maafkan aku hyung. Maafkan aku……”

 

~+~+~+~

 

Pagi yang lain kembali datang. Ini masih pagi yang lain. Masih deru kendaraan diluar dan tetesan air dipepohonan. Sungmin menggeliat bangun dan membuka matanya, membiasakan matanya dengan bias cahaya matahari yang menerobos malu melalui jendela. Pagi membangunkan Sungmin dari tidurnya yang lelap. Akhirnya ia bisa tidur dengan lelap lagi.

 

Sungmin menoleh. Ranjang disisinya masih kosong dan dingin. Tak tersentuh. Namun Sungmin sudah tidak peduli lagi, yang ia pedulikan kini adalah tangan yang sedang memeluknya dari belakang. Yeah, benar. Itu adalah si pemilik ranjang yang kosong itu. Cho Kyuhyun.

 

Sungmin beranjak duduk perlahan, tidak ingin membangunkan Kyuhyun. Ia mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh kamar. Kamar ini terlihat berantakan. Pakaian yang dibiarkan tercecer begitu saja dilantai, dan selimut yang menyembunyikan tubuh telanjang mereka. Kembali, mereka menikmati malam dengan sebuah percintaan yang pernah terlupakan.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun yang tertidur disisinya. Setelah malam itu Kyuhyun benar-benar tidak pernah meninggalkannya. Kyuhyun selalu mengikutinya kemanapun Sungmin pergi, membuat seluruh personil heran dengan tingkah Kyuhyun yang seperti anak kecil yang tidak mau lepas dari ibunya. Namun Kyuhyun tidak peduli. Dia akan selalu ada disisi Sungmin setiap saat, mendengarkan semua ceritanya. Sungmin tahu, Kyuhyun-nya telah kembali.

 

Sungmin tersenyum senang. Ia mendekati wajah tampan kekasihnya dan mengecupnya dengan lembut. Sungmin berbaring kembali disamping Kyuhyun. Menarik selimut mereka kembali dan memeluk tubuh hangat itu dengan erat. Sungmin berbisik lembut pada Kyuhyun yang terlelap,

 

“Karena aku bergantung padamu. Karena aku hanya memilikimu. I love you my Kyu……”

 

Sungmin pun kembali tidur. Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum memandang kekasih bunny’nya yang kembali terlelap. Ia mengecup dengan lembut sang kekasih dan berkata,

 

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Karena aku adalah kekasihmu, bukan orang asing. I love you too my bunny……

 

Fin

 

20 thoughts on “No better than stranger

  1. Perasaan sakit saat diacuhkan T^T apalagi oleh kekasih, bahkan sang kekasih ngga trlalu peduli sm jadwal ming T^T

    Tp… Akhirnya… Kyuhyun yg lama kembali. Kyuhyun yg selalu berada utk ming, mengikutinya ke mana2, spt anak ayam yg tdk bs lepas dr induknya..

  2. emang gak enak bgt di cuekin oleh org yg kita sayangi T-T apalagi kekasih ahhh kk ini angst+hurt bgt T-T ku jadi ngerasain gimana sakit hati nya sungmin aigooo T-T daebak kk :’)

  3. awal bacaaaa pinginnn bgt nabok dan cekek Kyu deh krna cuekin Ming>< dasar MENYEBALKANNNNNNN.. Haahhhhh.. Tpi syukurlah si Kyu berubah dan selalu menemani Ming deh*nafaslega* haaaahhhhhh.. Jdi orng yg diabaikan itu emng menyakitkan deh^^ jd bisa rasakan ap yg di raskan Ming Oppa dehhh.. haaahhh.. Pdhl ak pingn bgt kmu sedkit nyiksa Kyu deh dgn Ming yg balik nyuekin dia say.. Tp ending-nya SO SWEETTTT bgt dah*blusshing*

  4. Aaaa… >//////<
    Untung aku ga berhenti baca d tengah2. Sempet mau brenti ga kuat liat pnderitaan Sungmin dn takutnya Kyu bkal ninggalin Min.
    *tipe reader labil yg hanya mampu baca kyumin hepien*
    Fhufhufhu…
    So, thanx karena uda bkin ini hepien.
    Deskripsi perasaan2 Sungmin dapet bgt dah. Okesiip…
    Chokyu emg perlu ditimpuk sekali-sekali. Nyahahaha…
    Okay, thanx for shared… Love it.

  5. sakit emang saat kita dicuekin, apalgi sma orang yg kta sayang …
    Saya bisa ngerasain seberapa sedih dan kecewanya ming …
    Tpi semuanya udah kembali baik seperti semula …🙂

  6. huft awal yg bikin nyesek bgt T.T tapi untunglah happy end. Pas Kyu mengabaikan sungmin aku prngrn bener2 getok kepalanya.. =_=
    Sungmin sabar bgt, beruntung bgt si epil punya pacar kayak Sungmin..
    Awas loh Kyu..kalo nyakitin sungmin lagi, Ming biar ama aku aja!! *evilsmirk*

  7. pengen bgd ngehajar kyu awal2nya…😥
    tega nian kau mengacuhkan may baby bunny… akhirnya kyu sadar dan berhakhir di kamar #plaak

  8. Wohooo sweet ending (y)
    Walaupun awalnya gregetan juga pengen nyekek kyuhyun tapi untunglah akhirnya dia sadar.
    Nice ff, keep writing author~ssi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s