One heart

Pairing         : KyuMin

Genre          : Tragedy

Length         : One Shoot

Warning       : Boys love, Yaoi

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : konon mereka cukup berani sekaligus mempesona. Kenyataannya mereka benar-benar pasangan pencuri yang keji. 

 

Author note  : diadaptasi dari kisah Bonnie & Clyde. Bonnie & Clyde adalah pasangan perampok dan pembunuh legendaris yang menghebohkan Amerika di tahun 30-an. Legenda pasangan kekasih yang tewas bersama. Ada sedikit perubahan dan tambahan agar dapat sesuai dengan cerita KyuMin’nya.

 

Sebenarnya aku tidak yakin dengan hasilnya. Maaf jika tidak bagus. Aku tidak pandai mengadaptasi sebuah kisah menjadi sebuah FF. But hope you like it ^_^

 

 

No bash. No copas/plagiat. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Jika kau berjalan terus mengikuti jalan ini, kau akan dengan mudah menemukan tempat itu. Sebuah restoran sederhana yang menyempil diantara bangunan-bangunan yang berdesakan. Itu hanyalah sebuah restoran kecil dan sederhana, bukan sesuatu yang menarik. Tapi ditempat itu kau akan dapat melihatnya, pemuda manis itu, yang bekerja sebagai pelayan ditempat itu.

 

Matanya yang berwarna hitam senada dengan warna rambutnya, hitam sekelam malam. Warna kesukaannya adalah Pink dan dia menyukai berbagai jenis topi. Dia akan tersenyum menyambut kedatanganmu dan melayanimu dengan ramah. Pesonanya akan membuatmu tidak tahan untuk tidak bertanya, siapa nama sosok yang nyaris sempurna ini? Dan pemuda manis itu dengan tersenyum akan menjawab,

 

“Namaku Sungmin. Lee Sungmin” Kemudian dia akan segera beranjak pergi, kembali sibuk dengan pekerjaannya.

 

Lee Sungmin, pemuda berwajah manis itu berasal dari keluarga yang taat beragama di Cheongju. Ketika berusia empat tahun, ia kehilangan ayahnya. Lalu keluarganya pindah ke Incheon. Pada usia 19 tahun Sungmin pernah menikah dengan seorang pengangguran dari Daegu yang bernama Kangin. Namun pernikahan mereka berakhir ketika ‘suaminya’ Kangin dihukum 99 tahun penjara karena pembunuhan. Kini Sungmin berusia 22 tahun, bekerja sebagai pelayan untuk mendapatkan uang agar dapat bertahan hidup bersama ibunya.

 

~+~+~+~

 

Januari 2008. Udara menjadi semakin dingin saat satu persatu butiran salju terjatuh dari langit malam, menghiasi tanah dengan warna putihnya yang dingin. Sungmin sedang sibuk membersihkan meja saat seorang pengunjung melangkah masuk ke dalam restoran. Pemuda tampan itu membersihkan sisa-sisa salju yang mengotori rambutnya yang berwarna cokelat itu dan mengedarkan pandangannya mencari meja yang masih kosong. Malam ini restoran cukup ramai.

 

Pemuda tampan itu memilih meja yang terletak dipinggir jendela. Ia melepas jas tebal berwarna hitam yang menghangatkan tubuhnya dan menyampirkannya diatas kursi. Ia menoleh saat Sungmin datang menghampirinya.

 

“Selamat datang. Tuan mau pesan apa?” Tanya Sungmin tersenyum ramah.

 

Pemuda tampan itu hanya diam memperhatikan Sungmin. Mata cokelatnya yang senada dengan warna rambutnya mengerjap, menjelajahi sosok yang berdiri didepannya ini. Sungmin masih berdiri menunggu dengan sabar, tangannya telah siap untuk mencatat pesanan.

 

“Berikan aku secangkir kopi hitam” Kata pemuda tampan itu akhirnya.

 

Sungmin segera mencatat pesanan pemuda tampan itu.

“Secangkir kopi hitam. Baiklah, silakan tunggu sebentar” kata Sungmin tersenyum dan beranjak pergi.

 

Tidak lama kemudian Sungmin kembali dengan membawa nampan berisi secangkir kopi hitam yang masih mengepul. Sungmin meletakkan cangkir itu didepan pemuda tampan itu dan kembali tersenyum.

“Silakan” Katanya dan berniat pergi.

“Tunggu” Tahan pemuda tampan itu.

 

Sungmin menoleh.

“Ada lagi yang tuan butuhkan?” Tanyanya.

 

Pemuda tampan itu menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum.

“Aku hanya ingin tahu namamu. Bolehkah?” Tanyanya.

 

Pemuda itu mengulurkan satu tangannya pada Sungmin. Sungmin diam sesaat memandang tangan yang sedang terulur padanya itu, kemudian ia menyambutnya. Ada suatu sensasi aneh saat Sungmin menjabat tangan itu. Terasa sangat hangat dan entah kenapa, Sungmin menyukainya.

 

“Namaku Sungmin. Lee Sungmin” Jawab Sungmin dengan tersenyum.

 

Pemuda tampan itu tersenyum puas saat mendengar Sungmin menyebutkan namanya. Seraya mempererat jabatan tangannya ia pun menyebutkan namanya, “Cho Kyuhyun”.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti. Kemudian mereka melepaskan jabatan tangan mereka dan saling tersenyum, seolah mengetahui nama masing-masing adalah hal yang sangat menyenangkan.

 

“Jam berapa kau selesai bekerja?” Tanya Kyuhyun.

“Jam 11” Jawab Sungmin.

 

Kyuhyun memandang jam tangannya sesaat. Masih tiga jam lagi.

“Bolehkah aku menunggumu pulang?” Tanyanya.

 

Sungmin mendekap nampan ditangannya dengan sedikit gugup dan hanya tersenyum mengangguk pelan. Kemudian Sungmin beranjak pergi untuk melanjutkan pekerjaannya. Kyuhyun memandang cangkir didepannya. Cairan berwarna hitam yang berada didalam cangkir berwarna putih itu bergolak pelan saat Kyuhyun mengangkatnya perlahan. Kyuhyun menyesapnya sedikit dan mengenggamnya dengan kedua tangannya. Sudut matanya mulai sibuk memperhatikan Sungmin dan Kyuhyun tersenyum saat Sungmin menyadari pandangannya. Sungmin hanya balas tersenyum dan kembali dengan pekerjaannya. Selanjutnya Kyuhyun menikmati kopinya dengan memandang keluar jendela, menikmati jalanan yang kini dihiasi putihnya salju dan orang-orang yang berlalu lalang dengan kesibukan mereka.

 

~+~+~+~

 

Sungmin memandang jam yang berdetak didinding. Jam 11, saatnya ia pulang sekarang. Para pengunjung telah pergi dan restoran telah ditutup. Sungmin mengenakan jaket tebalnya yang berwarna pink dan juga topi hoodie hitam miliknya, membantu melindunginya dari udara dingin dibulan Januri. Ia mengambil tasnya dan berpikir dengan sedikit ragu, benarkah Kyuhyun menunggunya pulang? Hari sedang dingin, tidak mungkin pemuda tampan itu mau berlama-lama berdiri menunggunya yang baru dikenalnya, bukan?

 

Namun ternyata ia salah. Sungmin terkejut saat ia melihat Kyuhyun sedang bersandar pada lampu jalan. Kedua tangannya berada didalam saku jasnya yang tebal, ia sedang menunduk memainkan salju dengan sepatunya. Kyuhyun benar-benar menunggunya. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum saat melihat Sungmin. Segera Sungmin menghampirinya.

 

“Hai” Sapa Kyuhyun.

“Kau benar-benar menungguku?” Kata Sungmin tidak percaya.

 

“Kau bilang aku boleh menunggumu kan?” Kata Kyuhyun.

“Yeah, itu benar” Kata Sungmin kemudian tersenyum.

 

“Mau pergi minum bersama?” Ajak Kyuhyun.

“Yeah, boleh juga” Kata Sungmin menerima.

 

Mereka pun beranjak pergi bersama. Sebotol soju menemani obrolan mereka malam ini.  

“Ceritakan tentang dirimu” Pinta Sungmin.

“Eum…apa yang bisa kuceritakan” Kata Kyuhyun.

 

Seraya memainkan gelas soju ditangannya Kyuhyun bercerita, bahwa ia dilahirkan dari keluarga petani yang miskin di Cheongju. Ayahnya bekerja di sebuah pompa bensin kecil dan ia tinggal dengan kakak perempuan dan ibunya di rumah yang sempit. Saat giliran Kyuhyun yang meminta Sungmin untuk bercerita tentang dirinya, ia pun terkejut saat mengetahui bahwa Sungmin lebih tua dua tahun darinya. Namun kemudian dengan senang Kyuhyun memanggil, “Sungmin hyung…Sungmin hyung…” membuat Sungmin terkekeh mendengarnya.

 

Malam hampir sampai pada penghujungnya. Sensasi aneh yang sejak tadi Sungmin rasakan, kini terasa semakin besar. Perasaannya berdebar kuat saat Kyuhyun mengecup bibirnya dengan lembut. Dan saat Sungmin pun membalas ciuman itu ia menyadari, bahwa seorang Cho Kyuhyun telah membuatnya jatuh cinta. Perasaan terindah yang pertama kali Sungmin rasakan.  

 

Rasanya lucu. Bagaimana mungkin mereka bisa saling jatuh cinta hanya dalam waktu yang begitu cepat? Tapi bukankah itu cinta? Sebuah misteri yang dapat mengenaimu kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Dan kisah cinta mereka pun dimulai disini.

 

~+~+~+~

 

Ini malam pertama Kyuhyun datang berkunjung ke rumah Sungmin. Ibu Sungmin senang sekali ketika bertemu dengan Kyuhyun. Wanita paruh baya itu yakin si tampan Kyuhyun inilah yang akan menolong Sungmin keluar dari pernikahannya yang berantakan. Dengan bersemangat ia bertanya,

 

“Kapan kalian akan menikah? Kau akan menikahi anakku, bukan?”

“ibu…” Sungmin memandang ibunya dengan malu.

 

Kyuhyun yang duduk disamping Sungmin hanya memandang calon mertuanya dengan tenang. Kemudian ia menggenggam tangan kekasihnya dengan erat dan dengan tersenyum yakin ia menjawab,

 

“Ibu tenang saja. Aku pasti akan menikahi anakmu”

 

Sang calon mertua tersenyum puas dikursinya. Sementara Sungmin mengerjap tidak percaya memandang Kyuhyun. Kyuhyun menoleh dan tersenyum memandang kekasihnya. “Aku benar-benar serius.” Katanya yang akhirnya membuat Sungmin tersenyum senang. Ia merasa sangat senang.

 

Seharusnya ini menjadi awal yang bagus bagi pasangan ini. Bertemu, berkenalan, menjalin hubungan, merencanakan pernikahan. Kisah yang romantis. Namun hubungan kedua pasangan ini tidaklah dimulai dengan kisah cinta romantis seperti halnya dua pasangan yang sedang dimabuk cinta.

 

Di malam pertama setelah Kyuhyun berkunjung ke rumah Sungmin, ia ditangkap atas tuduhan tujuh pencurian dan pencurian mobil. Kyuhyun dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Sungmin terkejut mendengar berita ini. Namun itu tidak menyurutkan keyakinan Sungmin bahwa kekasihnya akan segera kembali padanya. Itu benar.

 

~+~+~+~

 

Maret. Udara mulai menghangat dan salju menghilang. Sungmin masih menunggu Kyuhyun, keyakinan itu tidak pernah surut. Dan perasaan cinta itu tidak pernah padam. Hampir setiap hari Sungmin mengunjungi kekasihnya dipenjara. Saat mereka bertemu, Kyuhyun akan mengenggam tangan kekasihnya itu dengan erat dan Sungmin akan menemukan didalam mata cokelat itu, pesan cinta yang masih sama untuknya.

 

Namun penjara bukanlah tempat yang menyenangkan untuk Kyuhyun. Melihat kondisi kekasihnya dibalik jeruji besi yang dingin itu membuat Sungmin sedih. Maka hari itu saat ia mengunjungi kekasihnya, Sungmin nekat menyelundupkan sepucuk pistol ke penjara. Ia memberikan pistol itu pada Kyuhyun, dan Kyuhyun pun berhasil melarikan diri.

 

Namun selang dua hari sesudah pelariannya, Kyuhyun ditangkap dan kembali masuk penjara setelah merampok sebuah stasiun kereta api dengan todongan pistol. Kyuhyun harus kembali merasakan kehidupan penjara yang sangat brutal dan keras. Ia dihukum empat belas tahun penjara.

 

~+~+~+~

 

Di penjara. Kyuhyun nyaris kehabisan akal, frustasi karena tidak bisa keluar. Kyuhyun begitu merindukan kekasihnya. Kyuhyun ingin berada disisi Sungmin, dalam pelukannya yang hangat. Yeah, ia harus segera kembali pada Sungmin. Bagaimanapun caranya.

 

Kyuhyun terus memikirkan berbagai cara untuk bisa keluar dari tempat terkutuk ini. Hingga akhirnya ia meminta kepada napi lainnya untuk memotong dua jari kakinya dengan kapak. Kyuhyun memberikan sebuah kapak dan berbisik,

 

“Ayo, lekas potong jariku!”

 

Napi itu terkejut mendengar permintaan Kyuhyun. Ia memandang kapak ditangannya dengan ragu namun Kyuhyun terus mendesaknya hingga akhirnya napi tersebut terpaksa menuruti permintaan gila Kyuhyun. Ia mengayunkan kapak itu sambil berbisik ampun pada Tuhan dan…rencana Kyuhyun berhasil. Dua jari kakinya langsung putus. Kyuhyun dibebaskan karena cacat dan langsung pulang ke Sungmin.

 

Sungmin menyambut kepulangan kekasihnya dengan senang. Ia mememeluk Kyuhyun dengan erat, menghujani wajah tampannya dengan ciumannya, rangkuman rindunya yang tertahan. Namun Sungmin terpekik kaget saat melihat kekasihnya telah kehilangan dua jari kakinya.

 

“Apa yang kau lakukan pada jari kakimu?” Tanya Sungmin.

“Aku memotongnya” Jawab Kyuhyun santai.

 

“Apa? Kenapa kau lakukan itu? God Lord…”

“Agar aku bisa pulang kepadamu”

 

Sungmin tertegun mendengarnya. Ia langsung memeluk Kyuhyun dan mulai menangis.

“Bodoh.” Kata Sungmin dalam pelukan Kyuhyun.

 

Kyuhyun membelai kepala Sungmin dan hanya terkekeh. Mata hitam dan mata cokelat itu saling bertemu saat Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin. Ia memandang lekat-lekat wajah manis yang begitu ia rindukan. Mengecup dengan lembut bibir plump itu dan berbisik,

 

“Aku sangat merindukanmu hyung…”

 

~+~+~+~

 

Untuk menyenangkan hati ibu Sungmin, Kyuhyun bekerja di Busan. Selain menyenangkan hati sang mertua, ia juga berusaha hidup terhormat. Namun bekerja di tempat yang jauh dari rumah justru membuat Kyuhyun tidak tahan. Kyuhyun berhenti dari pekerjaannya dan pergi ke Seoul. Tiga hari kemudian Sungmin meninggalkan rumah untuk mengikuti kekasihnya. Maka mulailah pasangan ini menjalani profesi baru mereka sebagai perampok dan pembunuh. Pasangan ini memperoleh seorang teman, Lee Donghae dan dua orang remaja laki-laki, Choi Minho dan Lee Taemin. Aksi mereka dimulai dengan merampok bank.

 

Bank siang ini. Semua berjalan dengan normal seperti biasanya. Tenang dan teratur. Namun dalam sekejap suasana itu berubah menjadi panik saat Kyuhyun dan kelompoknya datang dengan menodongkan senjata mereka pada semua orang di dalam bank.

 

Dorr!

 

Kyuhyun menembakkan senjatanya ke udara dengan sengaja. Seketika semua orang terdiam dengan takut. “Tiarap dilantai!” perintah Donghae seraya menunjuk dengan ujung senjatanya.

 

“Jangan ada yang bersuara!” Kata Minho.

 

Mereka semua segera tiarap dilantai dan tidak ada yang berani untuk bersuara.

“Apa yang kau lihat?!” Kata Sungmin galak seraya menodongkan senjatanya pada seorang pria yang tidak sengaja sedang menatapnya. Dengan takut pria itu segera memandang lantai.

 

“Segera ambil semua uangnya.” Kata Kyuhyun.

 

Sungmin dan Taemin segera memasukkan semua uang dibank itu ke dalam tas-tas mereka dengan cepat. “Palli.” Seru Minho.

 

Seorang pegawai diam-diam berusaha menekan alarm. Kyuhyun yang menyadari gelagat itu menembakkan senjatanya. Pegawai tersebut terluka cukup parah namun ia berhasil menekan alarm. Suara alarm terdengar bergema nyaring didalam gedung.

 

“Cih.” Donghae berdecak kesal.

“Khajja.” Kata Kyuhyun segera menarik tangan Sungmin pergi.

 

Mereka segera berlari pergi menuju mobil mereka. Mobil sedan hitam itu melaju cepat meninggalkan bank. Beberapa menit kemudian polisi datang namun Kyuhyun dengan kelompoknya telah berhasil melarikan diri dengan membawa semua hasil rampokan mereka.

 

~+~+~+~

 

Malam telah larut. Di sebuah apartement tempat mereka tinggal, Kyuhyun dan kelompoknya sedang menghitung hasil rampokan mereka. Mereka tertawa senang dengan hasil rampokan mereka yang besar dan merencanakan aksi mereka selanjutnya. Untuk merayakan keberhasilan ini mereka pun berpesta. Beberapa botol beer melengkapi pesta kecil ini.

 

Sementara kelompoknya bersenang-senang dengan pesta mereka, Kyuhyun pun sedang bersenang-senang dengan Sungmin di salah satu kamar. Kyuhyun mencumbu kekasihnya dengan lembut namun penuh gairah. Sungmin mendesah merasakan kembali sensasi aneh setiap kali Kyuhyun memasuki tubuhnya semakin dalam. Bibir mereka bertemu, saling menyambut meneteskan madu dari rasa cinta yang bergejolak. Sungmin menyentuh wajah Kyuhyun dan memandang mata cokelat itu lekat-lekat. Ia tersenyum saat menemukan pesan cinta yang masih sama untuknya, didalam sepasang mata cokelat yang mengagumkan itu.

 

Sungmin menengadahkan kepalanya dan hanya mampu menggenggam rambut Kyuhyun, berteriak pelan menyebut nama Tuhan yang maha pemberi nikmat setiap kali kekasihnya itu mengantarkannya ke pucuk tertinggi.

 

Sungmin berbaring diatas tubuh Kyuhyun saat percintaan itu usai. Ia membiarkan kekasihnya memagut bibir plumpnya dengan lembut. Tanpa lelah Kyuhyun terus mengatakan rasa cintanya pada sang kekasih dalam ciuman mereka. Membuat Sungmin merasa sangat bahagia.

 

Sungmin meletakkan kepalanya diatas dada Kyuhyun. Kyuhyun memeluk kekasihnya dan membelai kepalanya dengan lembut. Tidak ada yang bersuara selama beberapa menit, seolah sedang menikmati ketenangan ini. Suara bass Kyuhyun yang pertama memecah ketenangan.

 

“Hyung..”

“Hn?”

 

“Apa kau yakin dengan hal ini?”

“Apa?”

 

“Merampok dan mungkin hal buruk lainnya”

“Selama itu bersamamu, itu tidak masalah”

 

Kyuhyun menghentikan belaiannya. Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun. Kyuhyun memandang manik hitam itu lekat-lekat seolah mencari sesuatu. Namun yang ia temukan hanya cinta untuknya dan sebuah keseriusan.

 

“Aku menyerahkah seluruh hidupku padamu Kyu. Kemanapun kau pergi, apapun yang kau lakukan, aku akan tetap bersamamu.” Kata Sungmin.

 

Kyuhyun tersenyum dan mengecup bibir Sungmin dengan senang.

I love you hyung. I love you…I really do.”

Yeah, me too.”

 

~+~+~+~

 

April 2010, udara hangat musim semi hampir berakhir. Pembunuhan pertama kelompok perampok ini dilakukan pada bulan ini. Malam telah larut. Di sisi timur Seoul, seorang pedagang permata bernama Leeteuk baru saja akan bersiap-siap pulang. Namun ia dikejutkan dengan kedatangan Kyuhyun dan kelompoknya di toko kecilnya.

 

Leeteuk baru saja akan bertanya. Namun todongan pistol Sungmin yang tepat diwajahnya, membuat Leeteuk terkejut. Leeteuk berusaha melawan saat Kyuhyun akan merampoknya. Sialnya, Kyuhyun harus menembak mati Leeteuk hanya untuk uang sebesar $ 40. Mereka pun segera melarikan diri.

 

Beberapa hari kemudian Sungmin ditahan karena dicurigai mencuri mobil. Selama Sungmin ditahan, Kyuhyun dan kelompoknya terus beraksi. Mereka menembak mati dengan kejam seorang Sheriff dan seorang Deputi Sheriff di luar suatu restoran. Tiga bulan kemudian, Sungmin dibebaskan tanpa tuduhan apapun. Sungmin segera kembali pada Kyuhyun. Dan pasangan kekasih ini pun kembali melakukan aksi mereka dengan lebih keji dan kejam.

 

~+~+~+~

 

Komplotan ini terus melakukan aksinya, merampok dan membunuh tanpa ragu. Hasil rampokan terbesar komplotan ini adalah sebesar $ 3500 yang dicuri dari suatu tempat penjualan bensin di Sokcho. Mereka kemudian merayakannya dengan liburan bermobil mengelilingi Seoul, Daegu, dan Gyeongju. Mereka juga tinggal di hotel-hotel mewah dan makan di restoran-restoran mahal. Berfoya-foya menikmati hasil rampokan mereka, hingga akhirnya uang haram itu tidak bersisa dan cepat habis.

 

Mereka terpaksa kembali melakukan kejahatan-kejahatan kecil, membunuh hanya untuk beberapa dolar. Dengan darah dingin, Sungmin menembak mati seorang jagal sebanyak tiga kali di perutnya sebelum merampoknya. Bahkan Taemin yang baru saja berusia 17 tahun menembak mati anak pemilik mobil ketika ia ketahuan sedang mencuri. Bagi mereka, menembak untuk membunuh merupakan makanan sehari-hari dan sudah seperti gerak refleks saja.

 

~+~+~+~

 

Pada bulan Maret 2011 di Busan. Komplotan ini mendapat anggota baru yaitu saudara Kyuhyun, Yesung dan ‘istrinya’ Ryeowook. Aksi mereka masih terus berlanjut. Hingga dalam suatu kesempatan, mereka hampir tidak bisa menghindari sergapan polisi di sebuah apartement tempat mereka tinggal. Entah bagaimana polisi dapat mengetahui apartement ini. Beruntung, mereka dapat lolos dengan menembak mati dua orang polisi sambil melarikan diri.

 

Sekarang sudah tidak ada lagi tempat aman bagi mereka. Mereka harus selalu berpindah, dari satu kota ke kota lainnya. Mereka merampok dan membunuh kemana pun mereka pergi. Dalam kecemasan semua anggota komplotan sadar, bahwa kebebasan mereka hanya sementara dan tinggal masalah waktu saja.

 

Saat ini Kyuhyun dan komplotannya sedang berada di salah satu kota. Sementara yang lain sedang berpikir tentang nasib mereka selanjutnya di sebuah hotel kecil, Kyuhyun diluar sedang mencari kekasihnya. Ia menemukan Sungmin sedang duduk diatas kap mobil. Kepalanya menengadah memandang langit malam, kelam tanpa bulan dan bintang yang biasa menghiasinya. Sungmin menoleh saat Kyuhyun datang. Kyuhyun naik ke atas kap mobil dan duduk disamping Sungmin.

 

“Apa yang sedang kau lakukan disini hyung? Aku mencarimu sejak tadi” Tanya Kyuhyun.

 

Sungmin mendesah sesaat kemudian menyenderkan kepalanya dibahu Kyuhyun. Kyuhyun mengusap kepala kekasihnya dengan lembut seraya memandangnya. Wajah manis itu terlihat sangat khawatir.

“Apa yang sedang kau pikirkan, eoh?” Tanya Kyuhyun lagi.

 

Sungmin hanya mendesah dengan berat.

“Apa kau khawatir kita akan tertangkap?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Cepat atau lambat, kita pasti akan tertangkap Kyu. Mereka akan menemukan kita dan menangkap kita” Jawab Sungmin bersuara.

 

“Itu tidak akan terjadi. Kita akan pergi ke tempat yang jauh. Mereka tidak akan bisa menangkap kita” Kata Kyuhyun berusaha menghibur, meski ia sendiri tidak begitu yakin.

 

Sungmin menegakkan kepalanya dan memandang Kyuhyun. Wajah manis itu terlihat semakin khawatir.

“Tapi kemana Kyu? Dimana pun kita sudah tidak aman lagi” Katanya.

 

Sungmin menunduk dan mendesah pelan sesaat.

“Sebenarnya rasa khawatir terbesarku adalah ibu. Aku tidak bisa lagi bertemu dengan ibu.” Katanya.

 

Kyuhyun hanya diam. Ia merengkuh tubuh Sungmin dan memeluknya dengan erat, berusaha memberi sedikit ketenangan pada kekasihnya. Yeah, Sungmin benar. Tidak bisa lagi bertemu dengan orang tua, orang yang terasa mengikat mereka adalah rasa khawatir terbesar mereka.

 

“Hey Kyu” Panggil Donghae yang datang mendekat.

 

Kyuhyun menoleh. Ia hanya memandang Donghae yang kini berdiri dididepannya tanpa melepaskan tangannya yang sedang merangkul Sungmin. Sungmin pun menoleh memandang Donghae. “Aku mendapat kabar, polisi sedang menuju kemari. Mereka terus mengejar kita” Kata Donghae.

 

God Lord…” desis Sungmin pelan.

 

Kyuhyun melepaskan rangkulannya dan terdiam sesaat.

“Suruh mereka bersiap. Kita segera pergi dari sini” Perintahnya.

“Tapi kemana Kyu?” Tanya Sungmin memandang kekasihnya semakin cemas.

 

“Ada desa kecil ditimur kota ini. Kita kesana” Jawab Kyuhyun.

“Bersembunyi lagi?” Tanya Donghae.

 

Kyuhyun mendesah dengan sangat pelan sesaat.

“Saat ini, hanya itu yang bisa kita lakukan” Katanya.

“Aku mengerti.” Kata Donghae.

 

Donghae beranjak pergi untuk menemui anggota lainnya. Kyuhyun meloncat turun dari atas kap mobil dan mengulurkan tangannya pada Sungmin membantunya untuk turun. Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dengan erat seolah mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Sungmin hanya mengangguk kecil seolah ia mengerti maksud genggaman erat tangan Kyuhyun.

 

“Kita temui yang lain. Khajja.” Kata Kyuhyun menarik Sungmin pergi.

 

~+~+~+~

 

Kyuhyun dan komplotannya terus berpindah, dari satu kota ke kota lainnya demi menghindari kejaran polisi. Mereka terus merampok dan membunuh kemana pun mereka pergi. Untuk mempersulit polisi, Kyuhyun setuju membagi kelompok dan berpencar. Donghae, Minho, Yesung dan Ryeowook, sedangkan Kyuhyun, Sungmin dan Taemin. Mereka berjanji akan bertemu di tempat yang telah dijanjikan.

 

Namun musibah tidak dapat dihindari. Di dekat Gwangjuu, mobil yang dikendarai Kyuhyun terperosok ke dasar sebuah lembah. Kyuhyun dan Taemin terlempar keluar, tetapi Sungmin terperangkap dan mengalami luka bakar ketika mobilnya terjilat api.

 

Untunglah, seorang petani setempat menolong Sungmin. Selama beberapa hari mereka menginap di rumah petani tersebut. Namun kelak, petani itu mulai curiga kepada mereka dan diam-diam melaporkan pada polisi. Taemin yang mengetahui hal itu segera memberitahu Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Orang tua sialan!” Maki Kyuhyun kesal.

“Kita harus segera pergi Kyu. Polisi akan segera datang.” Kata Sungmin.

“Palli hyung.” Seru Taemin dengan panik.

 

Mereka pun segera beranjak pergi. Namun polisi telah datang. Sekali lagi pelarian itu berhasil. Mereka berhasil melepaskan diri dari kepungan senjata dan bergabung kembali dengan Yesung dan Ryeowook yang telah menunggu mereka diselatan desa. Kyuhyun mengernyit saat menyadari jumlah anggota berkurang.

 

“Dimana Donghae hyung dan Minho?” Tanya Kyuhyun.

“Eum…mereka tertangkap saat kami berusaha menghindar dari kejaran polisi. Polisi menembak kaki dan tangan mereka, membuat mereka tidak bisa berlari dan akhirnya tertangkap.” Jawab Yesung.

 

Kyuhyun terdiam mendengar penuturan Yesung. Ia telah kehilangan dua anggota, mereka nyaris tertangkap, dan saat ini Sungmin masih dalam keadaan sakit menderita luka bakar. Selanjutnya apalagi? Apa mereka masih bisa melarikan diri?

 

~+~+~+~

 

Pada bulan Juli, Kyuhyun dan anggotanya yang masih tersisa beristirahat di sebuah kamp wisata di Daegu. Berita mereka ada disana terdengar oleh polisi. Polisi yang tidak kenal menyerah kembali datang mengepung mereka. Mereka pun segera berusaha untuk melarikan diri. Kejar-kejaran seru terjadi. Terjadi baku tembak antara polisi dengan komplotan Kyuhyun. Sialnya, Taemin yang terlambat kabur berhasil ditangkap polisi.

 

Kyuhyun memacu mobilnya secepat mungkin, meninggalkan para polisi yang terus mengejar mereka. Kyuhyun mulai merasa panik. Yesung tertembak di pelipisnya sedangkan Ryeowook menjadi buta terkena pecahan kaca.

 

“Ugh..sial! sial!” Erang Kyuhyun memukul kemudi dengan kesal.

 

Malam datang dan perlahan mulai larut. Kyuhyun masih terus mengemudikan mobilnya. Ia tidak tahu mau kemana, Kyuhyun hanya membawa mobilnya terus menyusuri jalanan. Kemana pun tidak jadi masalah, Kyuhyun sudah tidak peduli. Ke ujung dunia pun tidak apa, asal mereka semua bisa selamat dari polisi-polisi sialan itu.

 

Mobil ini terus melaju tanpa arah. Mereka mulai frustasi, putus asa ditambah rasa lapar. Dua orang luka berat dan Yesung sekarat. Kyuhyun terpaksa menghentikan mobilnya untuk membeli makanan. Kyuhyun membelai kekasihnya sesaat dan memandang Yesung dan Ryeowook yang berada di kursi belakang.

 

“Kalian tunggu disini sebentar. Aku akan membeli makanan untuk kita” Kata Kyuhyun.

“Kyu, beli obat juga untuk Yesung hyung dan Wookie.” Kata Sungmin.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan beranjak turun dari mobil. Namun dalam beberapa menit polisi sudah berada di depan mereka. “Keluar dari mobil!” Perintah Kyuhyun.

 

Mereka segera keluar dari mobil dan berusaha berlindung dari tembakan para polisi. Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dengan erat dan menariknya pergi dari tempat itu. Sementara itu, Yesung berusaha melindungi Ryeowook. Ia memeluk pemuda itu dengan erat seraya berusaha membalas tembakan para polisi.

 

Yesung tertembak di pinggang, bahu dan punggungnya. Sesudah tembakan berhenti, polisi menemukan Yesung dalam pelukan Ryeowook yang menangis. Mereka ditangkap. Enam hari kemudian Yesung akhirnya mati di rumah sakit, sedangkan Ryeowook dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

 

Sementara itu Kyuhyun dan Sungmin masih bebas hingga tiga bulan kemudian. Polisi terus mengejar mereka, namun Kyuhyun dan Sungmin masih bisa meloloskan diri. Hingga nasib menetukan lain.

 

~+~+~+~

 

23 Mei 2012, mobil sedan hitam milik Kyuhyun diberondong oleh enam anggota polisi. Di mobil itu terdapat 87 bekas peluru. Kyuhyun dan Sungmin tewas seketika dengan tubuh penuh darah dan hancur. Menariknya kedua pasangan ini selalu membawa kamera Polaroid di dalam mobilnya dan selalu berpose dengan gaya sambil menenteng senjata atau berpelukan mesra. Kamera dan berpuluh-puluh lembar foto mereka ditemukan oleh para polisi yang mengejar mereka.

 

Berita kematian mereka mengejutkan dan dirasa tak masuk akal bagi semua orang, termasuk bagi ibu Sungmin. Wanita paruh baya itu menangis saat mengetahui permintaan terakhir anaknya, yaitu :

 

“Jangan membawaku ke kamar duka tapi bawalah aku pulang!”

 

Seraya memandang foto mereka yang ia minta dari polisi, ibu Sungmin berpikir cinta seperti apa hingga membuat anaknya rela memberikan seluruh hidupnya pada Kyuhyun?

 

“Ibu, bukankah cinta memang aneh? Itu adalah sesuatu yang mampu membuatku bertahan, sesuatu yang membuatku memberikan seluruh hidupku padanya. Kyuhyun adalah hidupku.”

 

Cinta seperti apa hingga membuat mereka akhirnya tewas bersama?

 

“Cinta…itu adalah hal terindah. Perasaan menyenangkan itu, seharusnya dipertahankan sekuat mungkin. Perasaan berharga ini akan kami jaga hingga akhir…”

 

END

10 thoughts on “One heart

  1. Ahh…
    Bonnie and Clyde ya.
    Iya, aku sudah pernah baca.
    Diremake k Kyumin ternyata masuk juga. It’s so cool. ~^^

    Yg membingungkanku hanya frasa ‘kedua pasangan ini …’. Bagiku berarti dua pasang, artinya empat orang. Karena sepasang berarti 2 orang yg berpasangan. Jadi, ya gitu dah. Hahaha…

    Last, thanx for shared.
    Lanjut drabble yg laen… >////<

  2. walaupun adaptasi, tapi ini keren bget!!! Aku sampe nangis terharu :”” .. Cinta ny Ming emg buta tapi setia bget.. Bagus thor!!! Hebat bget bisa nyeritain detail2 ny.. Alurny santai jd enak dibaca, nice ff Author^^

  3. pernah baca ini pas masih di blog,terus ada mv trouble maker part 2 jadi keinget ff ini lagi loh. mvnya based on bonnie&clyde juga sih T.T

  4. ya ampun ming… sekali ketemu sama kyu langsung nyerahin hatinya buat kyu… dan rela ngikutin kyu…
    owh… my cinta emang mampu merubah segalanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s