Slippin’ away

Gambar

Pairing         : KyuMin

Genre          : Hurt

Length         : Drabble

Song            : Aziatix – Slippin away

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Babe I can’t watch you slippin’ away

Warning       : Boys love, shounen-ai, Kyuhyun centric, cerita yang mungkin membosankan dan tidak jelas. Ending yang gantung.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Senja hampir berakhir dan mengantarkan malam pada posisinya. Dalam studio lukis yang sederhana ini Kyuhyun masih saja sibuk dengan lukisannya. Bias sinar lampu yang sedikit temaram menunjukkan sebuah lukisan yang belum selesai. Lukisan itu sedikit berbeda. Sebuah sketsa seseorang yang berukuran besar yang dilukis pada dinding berwarna broken white, dengan cat berwarna hitam pekat. Seolah setiap coretan dari lukisan itu menceritakan segalanya. Yeah, segalanya.

 

~+~+~+~

 

Kyuhyun masih ingat dengan hari itu. Rumput dan ilalang yang bergoyang pelan karena tiupan angin, sore yang muram bersama kekasih bunny’nya. Entah sejak kapan ada jarak dalam hubungan mereka. Saat Kyuhyun menyadarinya, jarak itu sudah semakin jauh. Berjarak, seperti menatap cermin.

 

Semua mulai terasa hambar. Menghabiskan waktu bersama kesunyian yang menyakitkan, seolah segala hal sudah mereka lakukan dan tidak ada lagi. Pertengkaran kecil, hingga pertengkaran besar yang tidak bisa dihindari. Seolah semua perasaan hangat itu telah menguap entah kemana. Berjarak seperti menatap cermin. Pada akhirnya Sungmin memilih untuk pergi. Meninggalkan Kyuhyun, meninggalkan kisah mereka. Rasanya seperti tercekat saat pemuda manis itu memandangnya dan berkata,

 

“Aku sudah mencobanya, untuk bertahan atau membiarkan semuanya. Tapi aku tidak dapat melakukannya lagi. Jarak ini telah menyakiti kita, begitu banyak. Kau pun juga merasakannya, bukan? Kyuhyunie…bisakah kita mencoba berpikir seperti ini? Apa cinta masih ada arti untuk kita?”

 

Kemudian Sungmin membalik tubuhnya dan beranjak pergi. Kyuhyun menggenggam dengan erat kertas-kertas surat cinta yang pernah mereka tulis bersama dulu. Sementara tangan satunya berusaha meraih kekasih bunny’nya yang rasanya seperti menjauh. Kyuhyun termanggu. Ia membuka mulutnya, berusaha mencari suaranya yang seolah tertahan di kerongkongannya yang tercekat.

 

Haruskah seperti ini?, pikir Kyuhyun.

Tidak, aku tidak mau. Aku tidak mau dia pergi dariku!

 

“……Sungmin hyung! Jangan seperti ini. Dengarkan aku dulu”

 

Akhirnya Kyuhyun menemukan kembali suaranya. Sungmin menghentikan langkahnya sesaat. Namun ia hanya diam, menggerakkan sedikit kepalanya dan memandang Kyuhyun melalui sudut matanya. Kyuhyun memandang punggung Sungmin. Rasanya seolah sosok manis itu semakin menjauh dan sulit untuk diraih. Kyuhyun menggeram kesal dengan pelan. Dengan marah ia merobek kertas-kertas surat ditangannya dan melemparkan serpihan-serpihannya pada Sungmin. Serpihan-serpihan kertas berwarna putih itu berjatuhan bagai salju putih dan kemudian melayang jauh tertiup angin. Menghilang bersama sosok Sungmin yang seolah memudar.

 

~+~+~+~

 

Hari-hari selanjutnya seperti mimpi buruk tanpa akhir bagi Kyuhyun. Kyuhyun selalu bermimpi tentang Sungmin. Dalam mimpinya sama seperti hari terakhir ia melihatnya. Senja yang muram. Rumput dan ilalang yang bergoyang pelan karena tiupan angin. Kyuhyun melangkah pelan, jemarinya meraba setiap ilalang yang ia lewati. Ia terus melangkah, hingga akhirnya ia menemukan sosok manis itu. Berdiri memunggunginya. Kyuhyun berhenti dan berusaha memanggilnya. Namun Sungmin tidak bergeming sedikitpun.

 

Kyuhyun menggeram pelan, merasa kesal karena sosok manis itu tidak mengindahkan panggilannya. Ia mengulurkan tangannya, berusaha menyentuh sosok manis yang berdiri memunggunginya. Namun seolah sosok manis Sungmin tak tersentuh. Perlahan Sungmin beranjak pergi. Saat Kyuhyun berusaha mengejarnya tiba-tiba ia merasa ada tangan yang menariknya dari belakang, melemparnya kembali pada dunia nyata. Sebuah dunia yang menyebalkan tanpa Sungmin disisinya.

 

Seperti pagi itu, atau malam? Entahlah, siang maupun malam terasa tidak ada bedanya bagi Kyuhyun. Tidak ada bedanya setelah Sungmin meninggalkannya. Seperti hari itu, kita sebut saja seperti itu, Kyuhyun terduduk diranjangnya yang dingin. Termanggu memandang kedua tangannya yang kosong, tidak ada lagi tangan hangat Sungmin yang memenuhi tangan dinginnya.

 

‘Bahkan dalam mimpi pun kau tetap pergi Sungmin hyung’ pikir Kyuhyun sedih.

 

Akhir-akhir ini Kyuhyun menyadari, tanpa Sungmin ia tidak bisa hidup sehari lagi. Jika saja Sungmin mengerti, dia sudah mendapatkan lebih darinya. Seharusnya Sungmin tahu, mereka tidak pernah bisa terpisah. Dari tanah ke laut, ke bintang-bintang, kemana pun dia berada.

 

Tapi tampaknya Sungmin tidak memahami posisinya, atau mungkin dia tidak mau memahaminya. Seandainya Kyuhyun tahu dari awal akan ada jarak diantara mereka. Seharusnya Kyuhyun memperlakukan pemuda manis itu dengan lebih baik. Jika saja Kyuhyun bisa menjaganya, membuat mereka tidak terpisah.

 

Apa ini penyesalan? Sebuah penyesalan yang terlambat, huh?

Kyuhyun tertawa miris.

 

~+~+~+~

 

Kyuhyun menarikan kuasnya pada dinding yang menjadi kanvasnya. Kuas itu menari dengan lincah, sedikit kasar dan liar, membentuk sketsa wajah yang nyaris sempurna. Sedikit lagi lukisan itu akan selesai. Kyuhyun tidak peduli pada kemeja putihnya yang kini nampak sedikit kotor karena noda cat yang mengotorinya. Ia terus melukis, memindahkan sosok dalam kepalanya ke dinding yang menjadi kanvasnya.

 

Rasa frustasi seolah tergambar jelas dalam setiap coretan kuasnya. Warna catnya yang hitam pekat seolah menyempurnakan rasa sakit yang kini ia rasakan. Rasa sakit yang tidak akan hilang. Kyuhyun melempar kuasnya ke dinding dengan marah saat ia menyelesaikan lukisanya. Ia menatap nanar pada hasil lukisannya. Sosok itu tetap terlihat manis meski hanya dengan cat hitam yang pekat. Itu adalah sosok yang tidak bisa Kyuhyun lupakan.

 

Lee Sungmin. My one and only lover.

 

Lima menit. Sepuluh menit. Lima belas menit, Kyuhyun masih berdiri, menatap hasil lukisannya. Membayangkan jika saja sosok manis itu sedang berdiri didepannya saat ini. Kyuhyun mengulurkan tangannya, mungkin kali ini ia bisa meraih sosok itu. Namun kemudian Kyuhyun sadar, hanya angin kosong yang ia raih. Kyuhyun mengacak-acak rambutnya dengan marah.

 

Kenapa Sungmin meninggalkannya? Kenapa Sungmin tidak mau berhenti dan mendengarkannya? Apa yang harus ia lakukan untuk membuat Sungmin tetap disisinya? Tidakkah Sungmin tahu? Ia sudah jatuh tersesat di hari kekasih bunny’nya pergi.

 

Kyuhyun mendesah. Ia mendekati dinding itu dan kemudian menempelkan kepalanya. Ia berbisik lirih, “Aku tidak akan menemukan yang lain. Karena aku membutuhkanmu disini, didekatku. Jantungku berdetak untukmu, siang dan malam. Lee Sungmin, aku tidak ingin kau pergi bahkan jika kau memberitahuku. Karena aku tidak bisa melihatmu pergi, menjauh. You’ve gotten over me hyung.”

 

Kemudian Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan studio lukisnya. Meninggalkan lukisan sketsa sosok Sungmin yang terlukis dalam dinding berwarna broken white itu, bersama kesunyian yang menyakitkan. Malam telah sampai pada penghujungnya. Bulan membiarkan sang mentari menggantikan posisinya. Kyuhyun menyambut pagi ini masih dengan harapan yang sama. Harapan sang bunny kembali ke sisinya.

 

Just hear me out, cuz I got somethin’ to say
You hear me callin’ but still walkin’ away
This pain inside just won’t go away
Babe I can’t watch you slippin’ away

End

4 thoughts on “Slippin’ away

  1. Kasiaaan kyu , dia ampe menderita gt . .
    Aku rasa ini udh kea balesan gt dri cerita Message Send . .😀😀

    keep writing !😀
    HWAITING !!
    \(^_^)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s