Sound

Pairing           : KyuMin

Genre            : Horror

Length           : Drabble

Warning         : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary        : Suara-suara itu terdengar jelas. Suara dari masa lalu atau dari masa depan? Apa kau mendengarnya juga?

 

No bash. No copas/plagiat. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Kyuhyun memperhatikan sekeliling. Kota yang berbeda, orang-orang yang berbeda, keadaan yang tampak berbeda. Papan-papan nama jalan itu tidak menunjukkan ia sedang berada di Seoul. Benar, ini bukan Seoul. Tapi London, Inggris. Dan Kyuhyun sedang berdiri di pinggir jalan bersama Sungmin.

 

“Kyuhyunie~”

 

Kyuhyun mendesah untuk ke sekian kalinya. Sungmin sedang merangkul lengannya dengan manja, memandangnya dengan sorot mata puppy eyes yang begitu menggemaskan. Kyuhyun berpikir, bagaimana bisa ada makhluk seimut ini di dunia, dan bagaimana Kyuhyun bisa tahan dengan semua hal itu?

 

“Ayolah Kyu, kau kan sudah berjanji saat di upacara pernikahan” Sungmin semakin merajuk dilengan Kyuhyun.

 

Kyuhyun semakin mendesah mendengar rajukan manja dari Sungmin yang kini berstatus sebagai ‘istrinya’. Yeah, benar. Mereka telah menikah. Kyuhyun kembali mengingat janji yang terpaksa ia setujui agar Sungmin mau menikah dengannya.

 

Flashback

Hari ini menjadi hari terpenting bagi Kyuhyun dan Sungmin. Gereja ini telah dipenuhi oleh para tamu undangan. Mereka duduk dengan tenang dan sedikit gugup menunggu moment yang paling membahagiakan. Begitu juga yang sedang dirasakan oleh Kyuhyun. Siwon, sang pastur muda berdiri didepan pasangan bahagia ini. Dengan kitab di tangannya ia mengucapkan janji pernikahan untuk Kyuhyun dan Sungmin.

 

Tanpa ragu dan tegas Kyuhyun segera menjawab, “aku bersedia”. Namun saat giliran Sungmin, pemuda manis itu terdiam. Kyuhyun melirik Sungmin yang hanya terdiam memandang Siwon. Ia menyenggol Sungmin dengan lengannya dan berbisik pelan,

 

“Kenapa tidak menjawab? Cepat jawab saja”

 

Namun Sungmin masih terdiam. Mata foxy’nya mengerjap sesaat kemudian ia menoleh pada Kyuhyun. Sungmin menarik pelan jas hitam Kyuhyun agar pemuda tinggi itu mendekat. Dengan bingung Kyuhyun mendekatkan telinganya pada Sungmin. Mereka saling berbisik pelan.

 

“Kyu, aku ingin bulan madu kita ke London”

 

“Bukannya kemarin kau bilang ingin pergi ke Roma?”

 

“Aku berubah pikiran. Aku mau ke London saja. Aku ingin mengunjungi The Tower of London. Sepertinya tempat itu menarik. Jika kau tidak mau, aku tidak mau menikah”

 

Kyuhyun terdiam sesaat dan berpikir, bisa-bisanya pemuda manis ini membahas tentang bulan madu ditengah upacara pernikahan mereka. Tapi Kyuhyun sangat mengenal Sungmin. Pemuda manis ini sangat keras kepala. Jika Kyuhyun tidak setuju, maka ancaman itu bisa menjadi kenyataan. Dan Kyuhyun tidak mau itu terjadi. Akhirnya Kyuhyun mendesah pasrah.

 

“Baiklah, kita ke London”

 

“Sungguh?”

 

“Iya. Sekarang cepat jawab janji itu”

 

Sungmin mengerjap senang kemudian menoleh pada Siwon. Pastur muda itu masih menunggu jawaban dari Sungmin. Dengan tersenyum Sungmin menjawab, “aku bersedia”, yang akhirnya membuat Kyuhyun menghela nafas lega.

Flashback end

 

Dan disinilah mereka sekarang. London, sesuai keinginan Sungmin. Sebenarnya Kyuhyun tidak keberatan bulan madu ke London. London adalah kota yang indah dan penuh sejarah. Tempat yang cocok untuk berbulan madu. Banyak tempat yang bisa mereka kunjungi di kota ini, termasuk The Tower of London. Monumen bersejarah yang tidak lepas dari peristiwa sedih dan terror yang menimpanya.

 

Tapi Kyuhyun bukanlah pecinta sejarah. Ia lebih memilih mengurung Sungmin di kamar hotel mereka dan bercinta seharian penuh, sampai masa bulan madu mereka berakhir. Daripada mengunjungi bangunan-bangunan penuh sejarah itu. Tapi…

 

“Jebbal Kyuhyunie~” Sungmin semakin merajuk dengan puppy eyes tingkat maximum.

 

Kyuhyun kembali mendesah, Sungmin selalu tahu bagaimana cara membuatnya lemah. Ia benar-benar kalah dengan sorot mata itu. “Ara ara, aku mengerti. Kita kesana” Kata Kyuhyun akhirnya.

 

Sungmin tersenyum senang dan langsung memeluk ‘suaminya’ itu.

“Gomawo Kyu. Aku sangat mencintaimu” Ujarnya sangat senang.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan mencium Sungmin sesaat dengan lembut.

“Khajja” Katanya menggamit tangan Sungmin.

 

Mereka pun beranjak pergi dengan tangan yang saling bertaut erat. Selama diperjalanan Sungmin terlihat antusias dan itu membuat Kyuhyun tersenyum melihatnya. Sebelum hari pernikahan Sungmin menemukan tempat ini di internet. Karena Sungmin penasaran dengan tempat ini, maka ia memilih tempat ini sebagai tujuan bulan madu mereka. Namun saat mereka tiba di The Tower of London, antusias Sungmin sedikit berkurang. Tempat itu terlihat tenang dengan hanya beberapa orang pengunjung.

 

“Mungkin tempat ini ramai saat akhir pekan dan hari libur” Kata Kyuhyun.

 

“Benar, mungkin begitu. Well, karena kita sudah disini…khajja” Kata Sungmin dengan tersenyum.

 

Kyuhyun membiarkan Sungmin menyeretnya menyusuri menara bercat putih ini. Tempat ini benar-benar sangat tenang, ketenangan yang sebenarnya cukup membuat merinding. Setelah beberapa waktu mengamati koleksi senjata di sana-sini, Kyuhyun dan Sungmin merasakan suatu tekanan udara aneh yang tiba-tiba menyergap mereka.

 

Bergegas mereka berusaha keluar dari ruangan itu. Namun ketika berada di tengah-tengah tangga, tiba-tiba Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun. “Aku mendengar banyak anak-anak berteriak” Katanya.

 

Kyuhyun bingung karena ia tidak mendengar apa-apa, hanya dengung pembicaraan beberapa pengunjung di lantai bawah. Kyuhyun menggeggam tangan Sungmin dan menggandengnya pergi. Namun beberapa menit kemudian Sungmin menjerit seraya menutup kedua telinga dengan tangannya.

 

“Banyak anak-anak berteriak Kyu. Mereka menjerit meminta tolong. Lakukan sesuatu Kyu” Jerit Sungmin.

 

Kyuhyun memandang Sungmin semakin bingung. Perlahan Sungmin menurunkan kedua tangannya dari telinganya. “Apa kau tidak mendengarnya Kyu?” Tanya Sungmin.

 

“Aku tidak mendengar apapun. Di sini sangat tenang” Jawab Kyuhyun bingung.

 

“Tapi aku mendengarnya Kyu, aku mendengar banyak suara tangisan anak-anak” Kata Sungmin yakin.

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya sesaat, berusaha menajamkan pendengarannya. Namun ia tidak mendengar apapun. Kyuhyun tidak mendengar suara tangisan anak-anak yang mengganggu itu, seperti yang dikatakan oleh Sungmin.

 

“Aku tidak mendengar suara tangisan yang seperti kau katakan itu sayang. Mungkin kau berkhayal?” Kata Kyuhyun.

 

“Aneh. Aku yakin mendengarnya. Suara tangisan anak-anak itu masih terus terdengar” Kata Sungmin sangat yakin.

 

Sungmin mulai merasa takut dan segera mengajak Kyuhyun pergi. Anehnya, teriakan-teriakan itu langsung hilang saat mereka keluar ruangan. Beberapa bulan kemudian, ketika Kyuhyun dan Sungmin telah kembali ke Seoul dan melupakan apa yang mereka alami itu, sebuah bom yang ditanam oleh teroris meledak di Menara Putih itu. Ledakan itu sempat mengambil beberapa korban jiwa dan korban luka-luka, termasuk diantaranya anak-anak.

 

Saat mendengar berita itu Kyuhyun dan Sungmin sangat terkejut. Mereka terpaku memandang tv yang sedang menyiarkan berita tersebut. Seketika mereka teringat kembali dengan pengalaman itu.

 

“Anak-anak. Tangisan anak-anak yang meminta tolong itu…” gumam Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang duduk disisinya. Ia menarik pelan tubuh Sungmin ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan lembut. “Apa yang sebenarnya kudengar saat itu?” Tanya Sungmin bingung.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Ia pun juga tidak mengerti. Apa sesungguhnya yang didengar Sungmin saat itu? Pantulan suara-suara yang mengenaskan dari peristiwa sedih beberapa tahun sebelumnya? Ataukah jeritan anak-anak yang menjadi korban bom yang melewati batas waktu sehingga terdengar di masa sebelumnya? Baik Kyuhyun maupun Sungmin, mereka tidak pernah tahu jawabannya.

 

Fin

10 thoughts on “Sound

  1. Waw…
    Drabble pendek yang mengesankan.
    Cuman mau bilang, nona author, aku menikmatinya. (^_−)☆
    Hehehe…
    Yuks… Lanjut baca drabble yg laen…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s