Spring love in you’re camera (KyuMin ver)

Pairing           : KyuMin / slight YeMin

Genre             : romance

Length           : One Shoot

Warning         : Boys love, shounen-ai

Author note   : Remake dari FF YeWook yang berjudul sama dengan sedikit perbaikan

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other.

Summary       : Cinta menemui Sungmin saat ia membenci musim semi dan terperangkap didalam kamera Kyuhyun. *what a summary -__-‘

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Sungmin menghela nafas dengan kesal melihat kelopak bunga yang menyusup masuk ke dalam cangkir tehnya. Ia meletakkan kembali cangkir tehnya, menyambar tas ungu miliknya dan beranjak pergi. Melewati ibunya yang masih duduk dengan tenang didepan komputernya, sibuk mencari inspirasi untuk novel barunya.

 

“Aku pergi eomma” kata Sungmin seraya memakai sepatunya.

“Hn. Hati – hati yah chagi” sahut eomma tanpa berpaling dari komputernya.

 

Sungmin melangkahkan kakinya perlahan menyusuri jalanan yang ramai. Sejauh ia mengedarkan pandangannya selalu ada pasangan yang kasmaran yang terlihat dimata Sungmin. Pemandangan yang membosankan bagi Sungmin. Sungmin menyumpal kedua telinganya dengan earphone, mendengarkan lagu favoritnya dengan volume yang hampir maksimal dan mempercepat langkahnya. Berharap musim semi cepat berlalu saja.

 

Kata orang musim semi adalah musimnya bercinta. Banyak pasangan yang lahir dimusim semi. Tapi bagi Sungmin musim semi adalah mimpi buruk. Ada dua alasan kenapa ia membenci musim semi. Pertama kelopak-kelopak bunga yang selalu jatuh ke dalam cangkir tehnya, membuat Sungmin malas untuk meminumnya lagi. Kedua dan yang paling penting, musim semi pertama Sungmin sebagai mahasiswa dimulai dengan ditinggalkan oleh Yesung, orang yang paling Sungmin sayang. Karena Yesung telah memiliki seseorang yang menurutnya, jauh lebih manis dan cute dari Sungmin. Kalau tidak salah namanya adalah Kim Ryeowook, nama yang asing ditelinga Sungmin. Dua alasan yang sangat cukup bagi Sungmin untuk membenci musim semi.

 

Y Z Y

Sungmin memandang dengan kesal, lagi – lagi kelopak ada kelopak bunga yang jatuh ke dalam cangkir tehnya. Ia mengurungkan niatnya untuk meminumnya dan meletakkan kembali cangkir tehnya. Sungmin mengambil buku sketsa dan mulai menggoreskan pensilnya, menyelesaikan tugas sketsanya yang belum selesai. Namun lagi–lagi, kelopak bunga jatuh diatas buku sketsanya.

“Lagi–lagi kelopak bunga. Menyebalkan” gerutu Sungmin kesal.

 

Sungmin melempar buku sketsanya begitu saja diatas meja dan memandang jam tangannya.

“Kyuhyun terlambat. Ini mulai membuatku kesal” gerutunya.

 

Sungmin mendesah sesaat dan mengedarkan pandangannya ke sekililing kampus yang ramai. Orang – orang yang sibuk dengan tugas dan buku kuliah mereka. Asyik bercengkrama dengan teman–teman mereka. Atau asyik membuat kisah asmara mereka disudut–sudut gedung kampus. Mata Sungmin berhenti dan memandang kelopak–kelopak bunga yang jatuh berguguran tertiup semilir angin yang mulai menghangat.

 

Sebenarnya pemandangan seperti ini sangat indah. Namun tetap saja kelopak – kelopak bunga itu selalu membawa Sungmin kembali teringat pada Yesung. Kenangan yang seharusnya ia lupakan. Untuk sesaat Sungmin membiarkan indahnya musim semi bermain dipikirannya. Melupakan alasan kenapa ia harus membenci pemandangan seindah ini. Namun tiba-tiba suara shutter kamera membuyarkan lamunan Sungmin.

 

“Kyu, jangan memotretku diam–diam seperti itu” kata Sungmin memandang Kyuhyun yang terkekeh dibalik lensa kameranya.

“Kekeke…pemandangan langka seperti ini sayang untuk dilewatkan” kata Kyuhyun seraya memeriksa hasil jepretanya dan kembali terkekeh.

 

“Tertawamu itu membuatku kesal” sungut Sungmin kesal.

 

Kyuhyun mengarahkan kameranya pada Sungmin dan kembali terkekeh menikmati wajah kesal sahabatnya itu. “Hentikan” kata Sungmin seraya menepis kamera Kyuhyun dari wajahnya.

 

Kyuhyun menurunkan kameranya dan menyeringai.

“Kau telat Kyu. Aku sampai bosan menunggumu” kata Sungmin.

“Bukankah kelasmu baru selesai 20 menit lagi hyung?” tanya Kyuhyun memandang jam tangannya.

“Professor Kim tidak bisa datang. Ia hanya memberi tugas hari ini. Seperti biasa” jawab Sungmin.

 

“Owh…jadi kau disini sejak tadi?” tanya Kyuhyun seraya duduk didepan Sungmin.

“Aku mencari ide untuk tugas dari professor Kim. Tapi kelopak–kelopak bunga sialan itu mengacaukan segalanya” jawab Sungmin menopang dagunya dengan satu tangannya diatas meja.

 

Kyuhyun memandang Sungmin sesaat kemudian meletakan kamera kesayangan diatas meja.

“Tadi professor Lee memanggilku ke ruangannya” Katanya.

“Kau membuat masalah lagi?” tebak Sungmin.

“Hey, hey…jangan asal menebak seperti itu. Aku ini sudah tobat tahu” kata Kyuhyun membela diri.

 

Sungmin menegakkan kepalanya dan tersenyum.

“Lalu kenapa dia memanggilmu?” Tanyanya.

“Klub fotografi akan mengikuti lomba nasional 4 bulan lagi. Dan professor Lee menunjukku untuk mewakili kampus kita” jawab Kyuhyun bangga.

 

“Hahh? Professor Lee tidak salah pilih tuh?” kata Sungmin mengernyit heran.

“Hey, hey…aku ini punya bakat tahu. Kelak aku akan menjadi fotografer professional” kata Kyuhyun sedikit merengut.

“Ne, mianhae. Aku hanya heran saja, berandalan sepertimu dipilih untuk mewakili kampus. Tidak salah?” kata Sungmin tertawa.

“Tidak. Aku pasti bisa. Ini kesempatanku untuk menunjukkan bakatku. Seharusnya kau mendukungku hyung” kata Kyuhyun memukul pelan bahu Sungmin yang masih tertawa.

 

“Ne…ne araseo. Kalau begitu kau harus menang nanti” kata Sungmin menghentikan tawanya.

“Pasti” kata Kyuhyun tersenyum yakin.

“Lalu, apa kau sudah dapat ide untuk fotomu nanti?” tanya Sungmin.

“Belum. Aku masih belum tahu” jawab Kyuhyun.

“Kuharap kau tidak memfoto yang tidak–tidak Kyu” kata Sungmin terkekeh kecil.

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia mengambil kameranya dan membersihkan lensanya. Sudut matanya melirik cangkir teh Sungmin yang tidak disentuh lagi. Satu lagi kelopak bunga jatuh ke dalam cangkir itu. Sungmin menghela nafas menahan kesal. Ia memasukkan buku sketsa miliknya ke dalam tas dan berdiri.

“Ayo pergi Kyu. Semua kelasku sudah selesai hari ini” kata Sungmin.

“Hn, ne” kata Kyuhyun berdiri. Ia menenteng kameranya dan beranjak pergi bersama Sungmin.

 

J J J

Sungmin meluruskan kakinya yang lelah. Tangannya menggenggam gelas plastik berisi teh pemberian Kyuhyun sebelum dia menghilang lagi. Sore ini Kyuhyun berhasil memaksanya keluar menemaninya mencari inspirasi untuk fotonya ditengah bergugurannya kelopak bunga. Tapi sebenarnya yang Kyuhyun lakukan hanya mengarahkan kameranya ke berbagai arah tanpa membidik apapun, kecuali para gadis – gadis cantik yang kebetulan lewat didepan kameranya.  Bodoh.

 

Sungmin mengedarkan pandangannya. Ia tidak melihat sosok Kyuhyun dengan kameranya. Hanya ada para pasangan kasmaran yang terlihat. Mata Sungmin tertarik pada satu pasangan, kellihatannya mereka sedang bertengkar. Si pria beranjak pergi dan si gadis yang menangis. Sungmin memalingkan wajahnya secepat mungkin sebelum kenangan itu menyerbu pikirannya kembali. Kelopak bunga menyusup masuk ke dalam gelas plastik milik Sungmin bersamaan dengan bayangan Yesung yang terlanjur memenuhi kepalanya.

 

Sungmin memandang kelopak bunga yang mengambang didalam gelas plastiknya dengan sedih. Hatinya menyusun pertanyaan–pertanyaan yang melintas dipikirannya. Apa lagi yang terburuk selama musim semi ini? Tidak ada. Ditinggalkan oleh Yesung adalah yang terburuk bagi Sungmin sepanjang musim semi. Alasan apalagi yang Sungmin butuhkan untuk membenci musim semi? Tidak ada. Yesung adalah alasan yang cukup bagi Sungmin. Tapi sampai kapan ia membenci musim yang indah ini? Kapan ia bisa berdamai dengan kelopak-kelopak sakura ini? Pertanyaan terakhir itu sangat membekas dipikiran Sungmin. Sungmin masih memandang kelopak–kelopak bunga yang berguguran. Membiarkan keindahnya mengaduk-aduk isi hatinya. Sementara itu, dibalik bergugurannya kelopak bunga, sebuah lensa kamera asyik membidik sosok Sungmin.

 

È È È

30 menit kemudian Kyuhyun datang dengan menenteng kameranya. Ia menghempaskan tubuhnya disamping Sungmin dan merenggangkan tubuhnya hingga nyaman. Sungmin menoleh memandang sahabatnya yang terlihat senang.

“Bagaimana tadi? pencarianmu berhasil?” tanya Sungmin.

“Ne. Ide–ide itu segera bermunculan dikepalaku. Ohh…aku cinta musim semi” jawab Kyuhyun tersenyum senang.

“Aku benci musim semi” gumam Sungmin pelan dan memalingkan pandangannya.

 

Kyuhyun hanya melirik Sungmin sesaat kemudian melirik gelas platik yang ditangan Sungmin. Isi dari gelas plastik itu hanya berkurang sedikit, dan lagi – lagi kelopak bunga mengisi gelas plastik itu.

“Kau tidak meminumnya?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin memandang gelas plastic ditangannya sesaat.

“Anni. Aku sudah tidak haus” Jawabnya dan berniat membuangnya ke tempat sampah.

“Untukku saja. Kebetulan aku sedang haus” kata Kyuhyun mengambil gelas plastic itu dari tangan Sungmin.

 

Sungmin memandang Kyuhyun dengan heran. Dalam sekejap gelas plastik itu menjadi kosong. Kelopak – kelopak bunga itu pasti ikut masuk ke dalam mulutnya. “Kau tahu Kyu? Kau baru saja meminum kelopak bunga” kata Sungmin menunjuk mulut Kyuhyun dan tertawa.

 

Kyuhyun menjulurkan lidahnya, mengambil kelopak – kelopak bunga yang tertinggal di lidahnya dan membuangnya. “aku tahu. Tapi rasa tehnya menjadi berbeda.” Katanya.

 

“Berbeda bagaimana?” tanya Sungmin mengernyit heran.

“Rasanya seperti…cherry blossom. Rasa manisnya berbeda” jawab Kyuhyun menyeringai memandang Sungmin.

 

Sungmin terdiam dan memalingkan wajahnya. cherry blossom. Seperti rasa Yesung dibibirnya saat ia masih bisa mencicipinya. Sungmin menggelengkan kepalanya pelan seakan itu bisa menghapus bayangan Yesung dari kepalanya. Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dan menarik tangan Sungmin.

 

“Ayo kita jalan–jalan hyung” ajak Kyuhyun seraya berjalan ke arah motornya.

“Kemana lagi?” tanya Sungmin lelah.

“Ikut saja. Aku tahu tempat yang bagus” kata Kyuhyun seraya menaiki motornya dan menyodorkan helm pada Sungmin.

 

Sungmin mengambil helm dari tangan Kyuhyun dan memakainya dengan heran.

“Cepat naik. Nanti kau juga tahu” kata Kyuhyun tersenyum melihat wajah heran Sungmin.

 

Tanpa banyak bicara lagi segera Sungmin menempatkan tubuhnya dibelakang Kyuhyun. Kyuhyun menjalankan motornya dan membawa Sungmin pergi diantara hujan kelopak bunga yang jatuh berguguran.

 

L L L

“Kita sudah sampai” kata Kyuhyun dari balik helmnya setelah motornya berhenti.

 

Sungmin turun dari atas motor dan membuka helmnya. Ia menyerahkan helmnya pada Kyuhyun. Saat Sungmin mengangkat kepalanya, seketika ia membeku menyadari tempat ini. Sebuah taman diatas bukit. Dikanan kiri berjejer pohon–pohon yang menjatuhkan kelopaknya ke tanah dengan biasan cahaya matahari yang berwarna orange kemerahan, tanda saatnya ia harus menghilang perlahan.

 

Sungmin melangkahkan kakinya perlahan dan berhenti. Ia mengedarkan pandangannya dengan rindu. Mana mungkin Sungmin tidak mengenalinya. Ini adalah tempat ia menghabiskan waktunya bersama Yesung dulu. Tempat pertama dan tempat terakhir ia melihat Yesung.

 

“Tempat ini indah bukan?” kata Kyuhyun yang sudah berdiri disampingnya.

“Kenapa kau membawaku ke sini Kyu?” tanya Sungmin menoleh pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun membuka telapak tangannya menangkap sehelai kelopak bunga dan membiarkan semilir angin meniupnya jauh dari tangannya. “Kelopak sakura yang jatuh berguguran dengan bias sinar dari matahari yang tenggelam menurutku gabungan yang indah. Benar kan?” katanya mengacuhkan pertanyaan Sungmin.

 

“Kenapa kau membawaku ke sini?” ulang Sungmin.

 

Kyuhyun memandang Sungmin dan terdiam sesaat.

“Kau belum menyelesaikannya hyung” katanya.

“Hahh?” Sungmin memandang Kyuhyun tidak mengerti.

 

Kyuhyun merogoh saku jaketnya dan meletakkan selembar foto ditangan Sungmin. Sungmin terperangah melihat foto ditangannya. Ini adalah fotonya saat Yesung meninggalkannya. Sebuah kesedihan yang ia coba sembunyikan dalam senyum polosnya. Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun dengan pandangan yang menuntut jawaban.

 

“Maaf…saat itu, aku tidak sengaja mengarahkan kameraku kearahmu. Kau tahu, foto tidak pernah berbohong. Segala ekspresi dan perasaanmu akan tertangkap jelas dikamera,” kata Kyuhyun.

 

“Saat itu ekspresi wajahmu menarik perhatianku. Walau bibirmu berkata tidak apa-apa tapi kameraku menangkapnya berbeda. Kau berusaha untuk tetap berdiri walau itu menyakitkanmu. Ada sesuatu yang belum kau katakan padanya kan? Kau tidak benar-benar membenci musim semi hyung. Kau hanya berlari dari rasa sakitmu.”

 

“Kau tidak tahu apapun Kyu” kata Sungmin lirih.

 

Kyuhyun hanya memandang saat Sungmin merobek foto itu, membuangnya ke tanah dan menginjaknya. Kemudian ia membuka tasnya dan mengambil kamera kesayangannya. Ia mengutak-atik benda itu sesaat kemudian menunjukkannnya pada Sungmin.

“Mungkin. Tapi kameraku tahu” kata Kyuhyun.

 

Sungmin terdiam. Dilayar kecil pada kamera itu, ada foto dirinya yang sedang duduk sendirian menikmati indahnya kelopak – kelopak bunga yang berjatuhan. Sungmin terlihat menikmatinya.

“Kau tidak benar-benar membenci sakura hyung. Aku tahu itu” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mendengus.

“Kau memfotoku diam-diam lagi?” katanya.

 

Kyuhyun terdiam sesaat. Ia memasukkan kameranya kembali ke dalam tasnya. Tiba-tiba Kyuhyun memegang tangan Sungmin dan menariknya ke bawah salah satu pohon. Satu pohon yang Sungmin kenal baik sebagai tempat terakhirnya melihat Yesung. Ia terseyum lembut pada Sungmin dan berkata,

 

“Sekarang selesaikan hyung. Keluarkan semua perasaan dan kata-kata yang saat itu tidak bisa kau katakan pada Yesung. Jika kau mau, kau bisa menganggapku sebagai Yesung. Pukul dan tampar aku jika itu bisa membantumu. Telingaku akan siap mendengar semua perasaanmu itu hingga kau merasa bebas. Aku disini untuk membantumu hyung”

 

Sungmin menatap Kyuhyun tidak percaya. Ia merasakan sudut matanya mulai memanas. Kyuhyun menghapus butiran air mata yang mulai menetes pelan dengan tangannya yang lembut.

“Tidak apa-apa” kata Kyuhyun dengan menyakinkan.

 

Sungmin menundukkan kepalanya dan masih terdiam. Membiarkan segala perasaan yang ia tahan selama ini memenuhi dirinya. Tanpa sadar saat Sungmin mengangkat kepalanya, ia mendaratkan sebuah tamparan dipipi Kyuhyun dengan keras. Namun Kyuhyun hanya diam saja dan memandang Sungmin dengan tenang. Siap menerima serangan perasaan selanjutnya dari Sungmin.

 

“Yesung hyung bodoh! bodoh! bodoh! kau benar-benar seenaknya. Seenaknya datang dalam hidupku. Seenaknya membuatku menyayangimu. Dan seenaknya meninggalkanku begitu saja. Kau pergi dengan orang itu tanpa aku tahu apapun. Jika kau memang memilihnya katakan padaku sejak awal agar aku siap untuk menata hatiku kembali. Kau benar-benar bodoh! Hiks hiks,” Sungmin mulai terisak.

 

Tangan Sungmin memukul dada Kyuhyun perlahan. Kini ia telah benar-benar menganggap sosok didepannya adalah Yesung. Kyuhyun hanya diam memandang Sungmin yang terisak, begitu dalam.

 

“…hiks hiks…saat kau pergi di hari itu…hiks… Aku cuma ingin bilang…hiks… Aku tidak apa-apa kau tinggalkan… Aku akan baik-baik saja tanpamu… Karena aku, menyanyangimu… hiks… Tapi saat aku melihat kelopak – kelopak bunga dimusim semi…hiks… Aku selalu merasa aku tidak akan baik-baik saja. Aku…hiks hiks…” kata Sungmin mulai menangis di dada bidang Kyuhyun yang tertutup jaket cokelatnya.

 

Tubuh Sungmin bergetar dalam pelukan Kyuhyun. Sungmin menangis semakin kencang. Membiarkan air mata yang selalu ia tahan selama setahun ini mengalir begitu saja. Kyuhyun hanya diam dan memeluk Sungmin dengan lembut, menunggu sampai pemuda manis itu tenang kembali.

 

Y Y Y

Setelah cukup lama menangis, akhirnya Kyuhyun melepas pelukannya setelah ia yakin Sungmin sudah benar – benar tenang. Kyuhyun memandang Sungmin dengan cemas.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?” Tanyanya.

“Uhm…lebih baik. Gomawo Kyu” jawab Sungmin masih sedikit terisak

“Utu bagus” kata Kyuhyun tersenyum lega.

 

Sungmin memandang Kyuhyun. Jaket cokelat itu nampak basah oleh air mata Sungmin dan pipi Kyuhyun yang memerah karena tamparannya. Sungmin terdiam, merasa tidak enak.

“Kyu…”

“Hn?”

 

“Mian. Jaketmu jadi kotor dan pipimu…aku sudah menamparmu. Aku benar–benar minta maaf” kata Sungmin tidak enak.

“Tidak masalah. Jaket ini bisa dicuci. Tapi tamparanmu tadi benar–benar sakit. Sepertinya kau berbakat menampar orang hyung. Seperti perempuan saja” kata Kyuhyun meringis seraya mengelus pipinya yang tadi ditampar Sungmin.

 

“Ahh…aku benar–benar minta maaf Kyu. Aku terlalu emosional tadi, sepertinya aku menamparmu terlalu keras. Sakitkah?” kata Sungmin tidak enak seraya menyentuh pipi Kyuhyun yang masih memerah.

 

Kyuhyun terkejut sesaat dengan tangan Sungmin yang berada diwajahnya kemudian tersenyum. “Aku ini kuat” Katanya menyeringai.

 

“Gomawo untuk hari ini Kyu. Aku merasa lebih baik sekarang” kata Sungmin tersenyum.

“Jadi, apa sekarang kau sudah berdamai dengan musim semi hyung?” tanya Kyuhyun seraya merogoh saku celananya.

“Sepertinya begitu. Kau benar Kyu, aku tidak benar–benar membenci musim semi. Aku hanya ingin lari dari Yesung. Dari semua perasaan sakit itu” kata Sungmin.

 

“Mulai sekarang kau harus belajar untuk menyukai musim yang indah ini. Karena cinta selalu lahir dimusim semi” kata Kyuhyun seraya meletakkan sesuatu ditangan Sungmin.

 

Sungmin terpana memandang benda kecil ditangannya. Sebuah botol obat kecil transparan, terbuat dari kaca, berisi kelopak – kelopak bunga didalamnya. Sangat indah. Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun yang terdiam. Sungmin bisa melihat, rona merah yang perlahan menghiasi wajah tampan Kyuhyun.

“Gomawo Kyu” kata Sungmin tersenyum.

“Ayo pulang. Hari sudah mulai gelap” kata Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya. Ia memasukkan hadiah kecilnya dalam tas ungu miliknya dan membiarkan Kyuhyun menariknya pergi. Selama diperjalanan tidak ada yang berbicara. Hanya kelopak bunga yang berguguran ditengah deru motor Kyuhyun. Sungmin baru saja berpikir, mungkinkah cinta selanjutnya lahir dimusim semi ini?

 

å å å

4 bulan kemudian

“Kau yakin tidak ingin ikut masuk denganku?” tanya Sungmin sekali lagi.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

“Tapi ini kan kemenanganmu. Masa kau tidak ingin melihat hasil kerja kerasmu? Kau sudah berhasil Kyu” kata Sungmin.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya lagi dan mengarahkan lensa kameranya pada Sungmin.

“Tidak. Aku ingin kau yang melihatnya sendiri hyung. Aku akan menunggu disini” Katanya.

“Apa yang sedang kau rencanakan Kyu?” tanya Sungmin curiga.

“Sudahlah hyung, kau akan tahu nanti. Setelah turun tangga belok kanan. Foto pertama yang terpajang disana adalah hasil fotoku” kata Kyuhyun menurunkan lensa kameranya dan tersenyum misterius.

 

Sungmin tersenyum mendengus.

“Kau main rahasia–rahasian padaku nih? Baiklah, aku pergi” katanya menyerah.

 

Sungmin membalik tubuhnya dan beranjak pergi memasuki gedung galeri pameran. Meninggalkan Kyuhyun yang sedang bermain dengan kameranya. Sungmin melangkahkan kakinya mengikuti petunjuk dari Kyuhyun. Ia menelusuri setiap foto yang dipajang digaleri ini, hingga akhirnya pandangannya tertarik pada sebuah foto berukuran cukup besar yang dikerumuni banyak orang.

 

“Foto pertama…pasti itu foto Kyuhyun” pikir Sungmin.

 

Sungmin berjalan mendekat. Ia mencoba mencari celah agar dapat melihat foto itu dari dekat. Saat Sungmin sedang berusaha untuk lebih mendekat, seorang pengunjung menoleh kearahnya kemudian melirik foto yang terpajang didepannya. Dia mengernyit memperhatikan Sungmin.

 

“Hei, kau orang yang ada didalam foto itu kan?” kata pengunjung itu menunjuk Sungmin

“Hah?” kata Sungmin tidak mengerti.

 

Seketika seluruh perhatian terpusat pada Sungmin. Semua orang digaleri itu mulai memperhatikan Sungmin dan saling bicara. Sungmin mengedarkan pandangannya tidak mengerti.

“Benar. Dia orang itu”

“Aigoo…ternyata aslinya lebih cute

 

…blablabla…

 

begitulah yang dapat Sungmin dengar dari pembicaraan mereka. Seseorang menepuk bahu Sungmin dan menunjuk foto yang menjadi pembicaraan mereka. Sungmin menoleh dan terpana. Itu adalah fotonya yang sedang menikmati musim semi dengan botol kecil hadiah dari Kyuhyun ditangannya. Sungmin terlihat sangat menikmati musim semi dan tersenyum lepas.

 

“Lagi–lagi Kyuhyun memotretku diam–diam. Tapi kapan dia mengambil foto ini?” pikir Sungmin tersenyum.

 

Sungmin membaca sebaris tulisan yang tertera dibawah foto itu. Foto itu berjudul…

Spring love…”

 

Sungmin membalik tubuhnya dan melangkahkan kakinya perlahan. Meninggalkan gedung galeri yang semakin ramai dengan seulas senyum senang yang bermain dibibirnya.

 

~ ~ ~

Kyuhyun  menoleh dan tersenyum menyambut kedatangan Sungmin.

“Kau sudah melihatnya?” tanyanya.

 

Sungmin mengangguk dan tersenyum.

“Kau tidak pernah bilang tentang foto itu” katanya.

“Itu kejutan. Bagaimana menurutmu?” tanya Kyuhyun.

“Sangat indah dan…bebas. Aku menyukainya” jawab Sungmin.

“Syukurlah” kata Kyuhyun tersenyum lega.

 

Kyuhyun menarik tangan Sungmin dalam genggamannya dan memandangnya dengan lembut. Ia mencoba menahan rona merah yang mulai menjalari wajah tampannya. “Uhm, kupikir kau harus tahu hyung. Sebenarnya, aku…mencintaimu hyung …” katanya nampak sedikit gugup.

 

Sungmin mengerjap sesaat mendengar penuturan Kyuhyun. Kyuhyun terkejut saat tiba-tiba pemuda manis itu menciumnya, singkat namun lembut. Segera rona merah semakin menjalari wajahnya. Namun senyum senang tersemat disudut bibirnya.  Sementara Sungmin hanya tersenyum malu.

 

Kyuhyun menarik tangan Sungmin ke dalam genggaman tangannya, dan menggenggamnya dengan erat. Kemudian ia membawa Sungmin pergi dengan kelopak-kelopak bunga yang berguguran diantara deru motor Kyuhyun. Sungmin memeluk Kyuhyun dari belakang dengan erat saat pemuda tampan itu memacu motornya semakin kencang. Sungmin memandang Kyuhyun dan tersenyum saat berpikir,

 

Memang benar foto tidak pernah berbohong. Segala perasaanmu akan terekam jelas dalam selembar foto. Memang benar cinta selalu lahir saat musim semi. Cintaku telah lahir pada musim semi ini dan terekam jelas dalam kameranya. Cintaku kali ini akan seindah musim semi dan kameranya akan selalu merekam dengan jelas seluruh perasaan kami.

 

Terima kasih Kyuhyun.

 

Fin

19 thoughts on “Spring love in you’re camera (KyuMin ver)

  1. Sweet fanfic, meskipun aku sering menyatukan kedua alisku heran, dan meringis wkt ming menumpahkan perasaannya pd kyu..

    Tp.. cinta yg datang di musim semi… kyahh… >w emosi dari orang yg difoto terpampang jelas

  2. Oneshoot yg manis bgt.
    Karakterisasinya pas.
    Suka karakter Kyu d sini.
    Hehehe…
    Menemukan beberapa typo, tpi tdak mengganggu cerita.
    Thanx for shared.
    I love it.

  3. woaaaaaa sweett ^^ mian yaa sungmin oppa, aku mau jujur sebenernya…. sebenernyaa…. hiks maafin aku oppaaa…. sejujurnyaa..mm

    yesung ninggalin oppa karena aku…
    mianhae aku gatau.. yesung terlalu cinta sama aku.. aku juga cin#PLAKKK -____-

  4. Demi apa ini sweet banget. Suka banget sama ff iniiiii. Kereeeen. Ngebayangin sungmin pas musim semi >..< keep writting ya. Fighting!

  5. aaaakh terlalu manissss ><
    terlalu manis sampai hatiku berdebar debar. aaakh
    kata kata patah hati Sungmin. aku tau rasanya (┯_┯)
    ya ampuuuuun hiks
    apa cinta bakal datang lagi dimusim semi berikutnya?

  6. So sweeeetxDD
    byangin pemandangan n apa yg dipotret kyu aja udah bikin suasana spring beneran eonn min kecil><
    suka bgt sm critanya min kecil yg ini, ringan dan fluffy, aksi romance nya jg gk brlebihan, berasa baca novel teenlit xDD
    hwaiting min kecil~~~~~^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s