Aigoo… are these my babies? / part 10

Cast          : Min Sae, Min Yoo (OC). KyuMin. Super Junior. Shinee

Genre       : Family, Drama

Length      : Chaptered

Warning    : BL. Yaoi. M-preg

A/N             : Sekuel dari “Say it’s just dream, please!”

Disclaimer : Story & Min twins belong to me, all characters name belong to their self

Summary    : Ternyata Kyuhyun dan Sungmin mendapatkan bayi kembar! Si kembar yang nakal. Aigoo…apa bayi-bayi ini benar-benar nyata?

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 9

Aku membuka mataku, mengedarkan pandanganku dengan bingung.

Dimana ini? Dimana eomma dan appa?

 

“Hai bayi kecil. Kau sudah bangun?” tanya Jaejoong tersenyum.

 

Aku memandang pria berwajah cantik yang sedang menggendongku dan segera terpana. Well, ia berwajah cantik tapi juga tampan. Aku baru menyadarinya. Tunggu sebentar! ini tidak terlihat seperti bandara incheon. Kemana dia membawaku?

 

“Welcome to The United State of America international airport”

 

Min sae POV

End

 

Part 10

 

2 minggu kemudian

Seoul Hospital

 

“Hyung…Sungmin hyung bangunlah” kata Ryeowook seraya mengguncang pelan tubuh Sungmin yang terlelap disofa.

 

Sungmin terbangun dan memandang dua dongsaengnya, Ryeowook dan Donghae yang datang berkunjung. “Kau terlihat kacau sekali hyung. Kau butuh istirahat” kata Donghae.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Aku ingin disini” kata Sungmin seraya memandang bayinya yang masih belum sadar.

“Aku akan menjaganya hyung” kata Ryeowook.

 

Sungmin kembali menggelengkan kepalanya.

“Dimana kyu?” tanya Sungmin.

“Sedang mencari Min Sae bersama Onew dan Kangin hyung. Taemin, Key, Jonghyun juga ikut mencari,” jawab Ryeowook. “Min Sae pasti akan segera ditemukan hyung.” Ryeowook tersenyum memberi semangat.

 

“Sudah 2 minggu dan belum ada perubahan apa pun” kata Sungmin sedih.

“Kau percaya dengan keajaiban hyung?” tanya Donghae tiba-tiba.

 

Sungmin mengangkat kepalanya.

“Keajaiban?” Sungmin balik bertanya.

 

“Kita butuh sedikit keajaiban disini. Seperti saat kau hamil, itu sebuah keajaiban bukan? Kita butuh sedikit keajaiban lagi disini” kata Donghae menarik sudut bibirnya dan memandang Min Yoo.

 

“Cukup Donghae hyung. Hentikan omong kosong ini,” kata Ryeowook mengernyit. “Sungmin hyung, Donghae hyung akan mengantarkanmu pulang. Pulang dan beristirahatlah hyung. Kau sudah disini selama seminggu lebih.” Ryeowook memandang Sungmin dengan cemas.

 

“Anni Wookie. Aku-“ kata Sungmin.

“Ini permintaan dari Kyu” potong Ryeowook.

 

Sungmin terdiam sesaat.

“Baiklah. Tapi aku akan kembali nanti malam” kata Sungmin akhirnya.

“Tentu hyung” kata Ryeowook tersenyum.

 

Sungmin mengecup Min Yoo sesaat kemudian beranjak pergi bersama Donghae. Ryeowook berdiri disamping ranjang tempat Min Yoo terlelap dengan alat–alat yang menusuk tubuh mungilnya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang sepi. Min Yoo dirawat dikamar bayi bagian spesialis anak. Min Yoo satu–satunya pasien diruangan ini. Ryeowook mengulurkan tangannya membelai kepala keponakan kesayangannya dan memandangnya dengan sedih. Ia sangat sedih.

 

“Cepatlah bangun Min Yoo. Ahjussi akan membuatkan makanan yang enak untukmu. Tentu makanan yang bisa kau makan dengan perut kecilmu dan tidak membuatmu kesakitan” kata Ryeowook.

 

Namun Min Yoo masih menutup matanya. Hanya suara mesin yang menunjukkan jantung mungil Min Yoo masih berdetak. Menggema diseluruh ruangan.

 

“Saat ini appa’mu dan ahjussi yang lain sedang mencari kakakmu yang menghilang. Tapi mereka akan segera menemukannya. Kau tidak perlu khawatir,” kata Ryeowook. “Karena itu cepatlah bangun dan bermain seperti biasanya. Hiks…hiks” Ryeowook mulai menangis disisi ranjang. Namun keponakan kecilnya masih belum membuka matanya.

 

****

 

Sungmin melangkahkan kakinya perlahan menyusuri lorong rumah sakit. Donghae berjalan disampingnya tanpa suara. Mereka berhenti di depan lift. Beberapa menit kemudian pintu lift terbuka. Sungmin terdiam memandang seseorang yang berdiri di dalam lift yang kosong.

 

“Minho ah” kata Donghae tersenyum memandang hoobaenya.

 

Minho melangkah keluar lift dan menundukkan kepalanya dengan sopan.

“Annyeong haseo” sapa Minho.

“Annyeong haseo” balas Donghae.

 

Sungmin memalingkan wajahnya tidak perduli.

“Ayo pergi Donghae. Aku lelah sekali” kata Sungmin seraya melangkahkan kakinya.

 

Langkah kaki Sungmin terhenti saat Minho menahannya.

“Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan Sungmin hyung. Ini tentang Min Sae” kata Minho memandang sunbaenya dengan serius.

 

Sungmin diam sesaat memandang hoobaenya.

“Araseo” kata Sungmin akhirnya.

 

Mereka berjalan menuju sudut rumah sakit yang sepi. Donghae menyenderkan tubuhnya di dinding dan memperhatikan Minho dan Sungmin.

“Sekarang bicaralah” kata Sungmin.

 

Minho memberikan sebuah boneka kelinci kecil berwarna pink pada Sungmin.

“Ini milik Min Sae. Aku membelikannya saat kami pergi berbelanja. Min Sae sangat menyukainya” kata Minho.

 

Sungmin memandang boneka ditangannya dan membayangkan Min Sae memainkannya dengan senang. Kemudian ia mengangkat kepalanya memandang Minho. “Kenapa kau memberikannya kepadaku? Apa dengan kau memberikan benda ini padaku Min Sae akan kembali?” tanyanya dengan dingin.

 

“Aku hanya ingin mengembalikannya. Dan meminta maaf karena telah lalai menjaga Min Sae. Aku mengerti kau sangat marah dengan masalah ini” kata Minho menundukkan kepalanya.

 

“Aku sangat kecewa” kata Sungmin mendengus kesal.

 

“Jinki hyung sangat menyesal dan tertekan. Ia terus menyalahkan dirinya. Aku juga sangat menyesal tidak memperhatikan Min Sae dengan baik. Kami semua sangat menyesal” kata Minho.

 

“Sudahlah hyung,” Donghae bersuara. “Maafkan mereka. Mereka sungguh–sungguh menyesal. Mereka hoobae’mu. Kau sunbae mereka maka bersikaplah sebagai seorang sunbae. Jangan lupa aku, Wookie dan Teuki hyung juga sangat sedih dengan masalah ini. Kami semua juga sangat sedih. Mereka keponakan kesayangan kami.” Donghae mencoba membujuk Sungmin.

 

Sungmin memejamkan matanya dan menghela nafasnya. Mencoba menahan emosinya sedalam mungkin. Sungmin membuka matanya dan memandang Donghae yang sedang menatapnya. Ia dapat melihat kesedihan yang tersirat dalam mata cokelatnya. Kesedihan yang sama seperti yang ia rasakan saat ini. Sungmin mendesah pelan dan membalik tubuhnya.

 

“Baiklah. Tapi kalian harus menemukan Min kecilku. Khajja Hae” kata Sungmin kemudian beranjak pergi dengan membawa boneka yang diberikan oleh Minho.

 

“Bersemangatlah Minho. Temukan keponakan kesayanganku” kata Donghae menepuk bahu Minho seraya tersenyum kemudian segera menyusul Sungmin.

 

Minho tersenyum dan membungkukkan tubuhnya.

“Kamsahamnida hyung” katanya.

 

****

 

Waktu terus berlalu, namun keajaiban nampaknya masih belum berpihak pada Kyuhyun dan Sungmin. Sore ini Kyuhyun mencari Min Sae kembali bersama Eunhyuk, Onew dan Taemin. Kyuhyun menyenderkan tubuhnya dimobilnya seraya mengedarkan pandangannya. Berharap ia menemukan sosok mungil Min Sae diantara keramaian. Namun ia tidak melihatnya. Semua bayi dan anak kecil datang bersama orang tuanya. Menikmati sore hari bersama dengan bermain dan bercanda.

 

Kyuhyun tersenyum kecil membayangkan ia, Sungmin dan bayi kembarnya menikmati waktu seperti keluarga lain. Min Sae yang cerewet dan cengeng juga genit. Ia selalu tertarik pada semua pria tampan yang ia lihat. Kyuhyun ingat saat ia mengajak Min Sae jalan–jalan mencari PSP baru karena miliknya yang lama telah hancur karena ulah Min Yoo.

 

Saat Kyuhyun sedang memilih PSP, Min Sae merangkak pergi dan bergelayut senang di kaki salah seorang petugas pria di toko itu. Kyuhyun harus berusaha keras melepaskan tangan Min Sae dari kaki petugas itu. “Lepaskan Min Sae, dia bukan milikmu” kata Kyuhyun saat itu, namun Min Sae hanya tertawa. Kyuhyun meminta maaf dengan malu dan segera beranjak pergi. Ia batal membeli PSP baru.

 

Juga Min Yoo yang tenang namun tidak terduga. Ia senang bermain dengan PSP milik Kyuhyun dan paling senang menghancurkannya ke lantai sehingga Kyuhyun harus membeli yang baru. Jika dipikir–pikir, Min Yoo mirip dengan dirinya.

 

“Hyung kau melamun” kata Onew menyenggol Kyuhyun.

 

Kyuhyun tersadar.

“Anniyo” kata Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

 

“Kemana lagi kita harus mencari Min Sae? kita sudah mencari diseluruh kota” kata Eunhyuk menghela nafas dengan lelah.

 

“Kami juga sudah bertanya pada setiap orang. Tapi mereka semua mengatakan tidak tahu” kata Onew.

 

“Polisi juga belum memberikan kabar apapun. Sepertinya mereka juga belum menemukan Min Sae” kata kyuhyun.

 

“Apa Min Sae baik–baik saja? Dia tidak ada dimanapun. Mungkin Min Sae diculik atau dibawa pergi orang lain dan diadopsi. Atau mungkin Min Sae dijual diluar negeri. Atau lebih parah lagi Min Sae sudah…” kata Taemin bergidik.

 

“Ssstt!! Taemin jangan asal bicara” kata Onew seraya menutup mulut Taemin dengan tangannya kemudian melirik Kyuhyun yang tanpa suara.

 

Taemin mengangguk dan segera menutup mulutnya.

“Sudahlah. Ayo kita mencari lagi. Mungkin kita beruntung hari ini” kata Eunhyuk.

 

Taemin dan Onew menganggukkan kepala mereka. Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan membuka pintu mobilnya. Namun ia mengernyit saat memandang sepatu kirinya.

“Mworago Kyu?” tanya Eunhyuk.

“Tali sepatu kiriku putus. Rasanya tadi tali sepatuku baik–baik saja” kata Kyuhyun.

 

“Waa…pertanda buruk. Biasanya jika tali sepatu kiri tiba–tiba putus, itu berarti akan mendapat sial” kata Taemin.

 

“Lee Taemin!!” kata Onew melotot pada magnaenya itu.

 

Taemin tersentak dan segera menutup mulutnya.

“Aku tidak mengatakan apa pun” kata Taemin seraya menggelengkan kepalanya.

 

Kyuhyun masih memandang sepatu kirinya. Perasaannya tidak enak. Mendadak ia merasa gelisah. “Kita ke rumah sakit” kata Kyuhyun.

 

“Mwo?” tanya Eunhyuk.

“Kita ke rumah sakit sekarang” kata Kyuhyun.

 

“Sungmin hyung dan Wookie sedang menjaga Min Yoo. Kau tidak perlu khawatir” kata Eunhyuk.

 

“Sudahlah hyung. Cepat masuk. Kalian juga” kata Kyuhyun seraya masuk ke dalam mobilnya.

 

Eunhyuk, Onew dan Taemin masuk ke dalam mobil dengan bingung. Kyuhyun segera menjalankan mobilnya dengan cepat. Sangat cepat. Eunhyuk, Onew dan Taemin berpegangan dengan takut.

 

“Tenanglah Kyu. Tidak perlu secepat ini” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Ia menginjak pedal gasnya semakin dalam.

“Cho Kyuhyun!! Aku masih mau hidup!!” teriak Eunhyuk ketakutan.

 

****

 

Seoul Hospital

 

Kondisi Min Yoo semakin memburuk. Selang–selang masih menusuk tubuh mungilnya. Ia terlihat sangat rapuh hingga membuat Sungmin khawatir saat menyentuhnya. Kondisi Min Yoo sempat membaik namun hanya sesaat. Setelah itu kondisinya semakin memburuk.

 

“Sungmin hyung” panggil Ryeowook seraya menyentuh bahu Sungmin.

“Ini menyedihkan. Aku tidak bisa menyentuhnya lagi. Aku juga tidak bisa memeluk Min Sae” kata Sungmin sedih.

 

“Mereka sedang berusaha hyung. Dokter sedang berusaha menyembuhkan Min Yoo dan kita berusaha menemukan Min Sae” kata Ryeowook.

 

“Sudah hampir 3 minggu Wookie, dan tidak ada perubahan. Ini sangat menyedihkan” kata Sungmin.

 

“Aku akan membelikan sesuatu untukmu dicafetaria rumah sakit. Hyung belum makan sejak tadi. Tunggulah disini. Aku akan segera kembali” kata Ryeowook kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin duduk disisi ranjang dan memandang bayi mungilnya. Ia tahu Min Yoo sedang berusaha untuk tetap bernafas. Berusaha untuk tetap hidup.

 

“Kau percaya dengan keajaiban hyung?”

 

“Keajaiban…” gumam Sungmin.

 

Sungmin memejamkan matanya dan meminta keajaiban. Sedikit keajaiban untuk bayi mungilnya. Sedikit keajaiban, seperti saat ia didiagnosis mengandung 1 bulan, sesuatu yang sangat mustahil.

 

“Hwuaaa……hwuaaa”

 

Terdengar suara tangisan bayi. Sungmin membuka matanya berharap keajaiban benar–benar terjadi. Namun Sungmin segera kecewa. Bukan bayinya yang menangis. Min Yoo masih tergolek lemah, dan terlihat semakin lemah.

 

Sungmin beranjak keluar kamar dan mencari asal suara. Segera ia menemukan bayi laki-laki yang sedang menangis dilantai. Sungmin beranjak mendekatinya namun langkahnya terhenti saat seorang wanita muncul dan segera menggendong bayi itu. Menenangkannya dengan lembut dan segera bayi itu berhenti menangis. Wanita itu berjalan melewati Sungmin. Sungmin memperhatikan pasangan ibu dan anak itu dengan sedih.

 

Tukk!!

 

Sungmin menunduk melihat sebuah mainan yang menabrak kakiknya. Ia mengambilnya dan memandang seorang bayi perempuan yang sedang merangkak mendekatinya. Sungmin berjongkok dan memberikan mainan ditangannya.

“Ini milikmu?” tanya Sungmin.

 

Bayi itu tersenyum dan mengambil mainannya dari tangan Sungmin.

“Nyaa nyaa nyaa…” celoteh bayi itu.

 

Sungmin tersenyum dan membelai kepala bayi itu.

“Dimana eomma’mu?” tanya Sungmin.

“Nyaa nyaa” kata bayi itu.

 

“Hye Bin kemarilah sayang” panggil seorang wanita.

 

Bayi itu menoleh dan merangkak pergi, mendatangi ibunya yang merentangkan kedua tangannya menyambutnya dan menggendongnya dengan sayang. Sungmin tersenyum sedih melihat pemandangan didepannya.

 

“Bayiku akan segera kembali padaku. Aku hanya butuh sedikit keajaiban” kata Sungmin tersenyum miris.

 

“Selamat sore Sungmin ssi. Saatnya pemeriksaan” kata seorang perawat.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya dan mengikuti perawat yang berjalan masuk ke dalam kamar rawat Min Yoo. Sungmin berdiri disisi ranjang dan memperhatikan perawat yang sedang memeriksa bayi kecilnya. Namun ada yang berbeda. Perawat itu terlihat bingung dan terkejut. Perawat itu menekan tombol pemanggil. Tidak lama dokter dan beberapa perawatnya datang. Seorang perawat meminta Sungmin untuk menunggu diluar. Dengan bingung Sungmin menunggu diluar, berdiri dengan tegang seraya memperhatikan dokter yang sedang berusaha memeriksa bayi mungilnya. Sungmin berusaha melihat dengan lebih jelas. Ia tahu sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang tidak beres.

 

“A…apa yang terjadi?” tanya Sungmin tegang.

 

Sungmin tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam. Ia melihat wajah para perawat yang terlihat pucat dan sedih. Dokter yang sedang berusaha dengan wajah tegang. Namun lima menit kemudian dokter menggelengkan kepalanya. Para perawat menunduk dengan sedih.

 

“Apa yang terjadi? Min Yoo baik–baik saja ‘kan?” pikir Sungmin takut.

 

Sungmin mengintip dengan cemas melalui jendela kecil dipintu. Dokter beranjak keluar menemui Sungmin yang penasaran. “Apa yang terjadi? Bayiku baik–baik saja bukan?” tanya Sungmin tegang.

 

Dokter memandang Sungmin dengan ragu.

“Katakan sesuatu!! Aku mohon katakan Min Yoo baik–baik saja” kata Sungmin penuh harap.

 

Dokter menggelengkan kepalanya dengan sedih.

“Miannida. Kami sudah berusaha semampu kami, tapi tubuhnya sudah tidak bisa bertahan lagi” kata dokter.

 

Sungmin terpaku.

“A…apa maksudnya?” tanya Sungmin.

“Bayi anda meninggal Sungmin ssi” jawab dokter.

 

****

 

“Ini pesanan anda” kata pelayan seraya memberikan 2 kotak jjajangmyun.

“Kamsahamnida” kata Ryeowook seraya membayar.

 

Ryeowook mengambil pesanannya dan segera beranjak pergi. Ia menaiki lift sampai lantai 10 dan menyusuri lorong rumah sakit hingga ia sampai dilorong terakhir. Ryeowook melihat Sungmin sedang berbicara dengan dokter. Wajahnya terlihat sedih dan tegang.

 

“Apa terjadi sesuatu?” pikir Ryeowook.

 

Ryeowook melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati Sungmin. Namun langkahnya segera terhenti saat mendengar pembicaraan antara Sungmin dan dokter tersebut. kotak jjajangmyun ditangannya terjatuh dilantai. Ryeowook mengambil ponselnya dan menangis tidak percaya.

 

“Bayi anda meninggal Sungmin ssi” kata dokter.

 

“Bohong!! Bayiku baik–baik saja. Min Yoo masih hidup. Lakukan sesuatu!!” kata Sungmin seraya mencengkram kerah jas dokter yang berwarna putih dan memandangnya tidak percaya.

 

“Miannida Sungmin ssi. Kami sudah melakukan yang terbaik” kata dokter.

“Bohong!!” kata Sungmin tidak terima.

 

Ryeowook mendekati Sungmin dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Sungmin dijas putih dokter. “Lepaskan tanganmu hyung” kata Ryeowook.

 

“Anniyo Wookie, Min Yoo masih hidup. Dia baik–baik saja” kata Sungmin terpaku.

 

“Aku tahu hyung” kata Ryeowook memeluk Sungmin seraya menangis.

 

“Min Yoo baik–baik saja. Dia hanya tidur. Sebentar lagi dia pasti akan bangun. Benar ‘kan Wookie? Benar ‘kan?” kata Sungmin terpaku dan menangis perlahan.

 

“Anda bisa menemuinya setelah ini. Permisi” kata dokter kemudian beranjak pergi.

 

“Aku…aku harus melihatnya. Min Yoo membutuhkanku. Sebentar lagi dia bangun. Aku…aku harus melihatnya” Sungmin melepaskan pelukan Ryeowook dan beranjak untuk masuk ke dalam ruangan.

 

“Sungmin hyung” kata Ryeowook menahan tubuh Sungmin dan menggelengkan kepalanya dengan sedih.

 

“Anniyo Wookie. Sebentar lagi Min Yoo bangun. Dia pasti akan mencariku. Aku…aku harus menemaninya Wookie. Aku harus menemaninya” kata Sungmin berusaha melepaskan tangan Ryeowook.

 

Ryeowook menggeleng dan kembali memeluk Sungmin. Sungmin meronta dalam pelukan Ryeowook. “Lepaskan aku Wookie. Aku harus melihatnya. Min Yoo mencariku. Aku mohon lepaskan aku Wookie” kata Sungmin meronta dan mulai menangis.

 

Kemudian Sungmin berhenti meronta dan menangis dipelukan Ryeowook yang juga sedang menangis. Diujung lorong Leeteuk, Donghae, Minho, Key, Jonghyun dan personil super junior berlari dengan tergesa – gesa.

 

“Wookie” panggil Leeteuk.

 

Ryeowook menoleh dan melepaskan pelukannya. Ia menggelengkan kepalanya dengan sedih. Donghae, Yesung dan Leeteuk memandang tidak percaya.

“Kau pasti bercanda Wookie” kata Donghae tidak percaya.

“Anniyo hiks…” kata Ryeowook terisak.

 

Yesung memeluk Ryeowook dan berusaha menghiburnya. Donghae dan seluruh personil menangis tidak percaya. Minho, Jonghyun dan Key pun ikut menangis. Leeteuk mendekati Sungmin dan menepuk bahunya.

 

“Min Yoo baik–baik saja hyung. Min Yoo masih hidup. Dia hanya tertidur. Sebentar lagi dia akan segera bangun hiks…hikss.” kata Sungmin menangis.

 

Leeteuk memeluk Sungmin dan menangis.

“Aku tahu. Aku tahu” kata Leeteuk.

 

****

 

Kyuhyun mempercepat langkah kakinya. Menyusuri setiap lorong rumah sakit dengan tergesa–gesa. Perasaannya semakin tidak enak. Ia semakin gelisah. Entah kenapa ia ingin menangis. Dibelakangnya Eunhyuk, Onew dan Taemin berlari mengikutinya. Dilorong terakhir kaki mereka berhenti berlari. Pemandangan haru menyambut kedatangan mereka. Segera mereka berjalan mendekat.

 

“Apa yang terjadi?” tanya Eunhyuk.

 

Donghae menoleh dan menghapus air matanya.

“Kita kehilangan dia Hyukie” kata Donghae terisak.

“Kehilangan siapa?” tanya Eunhyuk.

 

“Min Yoo” jawab Donghae menangis.

“Mwo?!” Eunhyuk, Onew dan Taemin terkejut.

 

Kyuhyun sangat terkejut dan berdiri terpaku. Ia beranjak masuk ke dalam kamar dan memandang Sungmin yang sedang menangis disisi ranjang. Cho Min Yoo, bayi mungilnya kini telah pergi. Kyuhyun berjalan perlahan dan berdiri terpaku disamping Sungmin.

 

“Aku hanya butuh sedikit keajaiban untuk Min Yoo. Aku hanya meminta sedikit keajaiban. Tapi keajaiban itu tidak datang” kata Sungmin menangis.

 

Kyuhyun tidak bersuara. Ia merangkul tubuh Sungmin yang berguncang dipelukannya karena menangis. Membiarkannya membasahi pakaiannya dengan air matanya. Perlahan Kyuhyun menangis tanpa suara. Ia masih berharap hari ini tidak pernah terjadi.

 

tbc

4 thoughts on “Aigoo… are these my babies? / part 10

  1. ya ampun gak kebayang sumpah gak kebayang
    yang satu meninggal terus yg satu hilanb entah dimana
    dan hanya karena kelalaian orang lain
    sakiiit huhuhu
    semoga keajaiban itu cepat datang huhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s