Aigoo… are these my babies? / Part 2

Cast         : Min Sae, Min Yoo (OC). KyuMin. Super Junior. Shinee

Genre      : Family, Drama

Length     : Chaptered

Warning    : BL. Yaoi. M-preg

A/N             : Sekuel dari “Say it’s just dream, please!”

Disclaimer : Story & Min twins belong to me, all characters name belong to their self

Summary    : Ternyata Kyuhyun dan Sungmin mendapatkan bayi kembar! Si kembar yang nakal. Aigoo…apa bayi-bayi ini benar-benar nyata?

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

Previously in part 1

Sungmin mengangkat satu tangan mungil Min Yoo dan melambaikannya pada seluruh personil. “Daa daa..” kata Min Yoo.

Leeteuk dan yang lain memandang pesawat yang lepas landas melalui jendela.

“Asrama pasti akan terasa sepi. Khajja” kata Leeteuk kemudian berjalan pergi diikuti oleh para personil lainnya.

Leeteuk menghentikan kakinya. Ia menoleh menyadari Donghae dan Ryeowook masih tidak beranjak dari tempatnya. Leeteuk terdiam menerima pandangan penuh harap dari kedua dongsaengnya kemudian menghela nafasnya mengerti.

“Teuki hyung…” kata Donghae memandang sang leader dengan puppy eyes-nya.

Part 2

 

Torronto, Kanada

Sungmin menyenderkan tubuhnya didalam taksi dan mendesah dengan kesal. Sudah berjam–jam mereka mengelilingi kota Torronto dengan menggunakan taksi, tapi rumah Henry masih belum ditemukan. Sungmin tersenyum saat memandang kedua bayi kembarnya. Min Yoo duduk dengan tenang dipangkuannya sementara Min Sae asyik mengoceh tidak jelas dan terus bergerak dipangkuan Kyuhyun. Min Yoo memandang keluar jendela kemudian mengangkat kepalanya memandang Sungmin.

“Nyaa nyaa nyaa…” celoteh Min Yoo.

“Sebentar lagi kita akan bertemu dengan Henry ahjussi” kata Sungmin mengecup kepala Min Yoo.

Min Yoo menguap dan tangan kecilnya menyentuh wajahnya yang mengantuk, tidak lama ia segera tertidur dipangkuan Sungmin. Sementara Min Sae mulai gelisah dan rewel dipelukan Kyuhyun.

“Tenanglah Min Sae, sebentar lagi kita akan sampai” kata Kyuhyun memberikan sebuah boneka beruang kecil pada Min Sae.

“Sebenarnya kau tahu dimana rumah Henry tidak sih? Kita sudah hampir mengelilingi kota Torronto Kyu!!” tanya Sungmin.

“Aku tahu. Sebentar lagi kita sampai” jawab Kyuhyun seraya mengelus lembut kepala Min Sae yang mulai asyik bermain dengan bonekanya.

“Cih sebentar lagi. Sejak tadi kau selalu bilang sebentar lagi…sebentar lagi. Sebenarnya kau itu tahu tidak sih?!” kata Sungmin mulai kesal dan lelah.

“Aku sedang berkonsentrasi sayang” kata Kyuhyun seraya memperhatikan jalan dengan teliti, atau lebih tepatnya dengan bingung.

Sungmin mendesah dengan kesal memperhatikan wajah Kyuhyun yang terlihat bingung. Ia dapat menebak sebenarnya Kyuhyun tidak tahu dimana rumah Henry dan mereka sedang tersesat sekarang. Sungmin menggigit bawah bibirnya menahan omelan–omelan yang sedang bersiap untuk keluar dari bibirnya yang tipis.

Please stop right there sir” kata Sungmin tiba-tiba kepada supir taksinya.

“Ehh? Kita belum sampai sayang” kata Kyuhyun sedikit terkejut.

‘Kita turun disini Ky.” kata Sungmin.

“Tapi…” kata Kyuhyun terhenti melihat wajah Sungmin yang terlihat sedang bersiap untuk memarahinya.

Taksi yang ditumpangi Kyuhyun dan Sungmin berhenti di depan sebuah taman kota yang terlihat ramai. Sungmin membuka pintu mobil dan perlahan turun dengan menggendong Min Yoo yang sedang tidur didalam gendongannya. Setelah membayar uang taksinya, taksi itu melaju pergi. Sungmin melangkahkan kakinya memasuki taman dan menghempaskan tubuhnya disebuah kursi taman dibawah pohon yang rindang, membiarkan Kyuhyun menarik koper–koper mereka sementara Min Sae masih dalam gendongannya.

Kyuhyun meletakkan koper–koper mereka disamping kursi dan duduk disamping Sungmin. Min Sae memukul–mukul bonekanya dipangkuan Kyuhyun dan memasukkan ke dalam mulutnya. Min Sae mendongak memandang Kyuhyun seakan bertanya ‘apa kita sudah sampai?’. Kyuhyun tersenyum dan membelai kepala Min Sae dengan sayang.

“Kita belum sampai. Sepertinya eomma’mu sedang merasa kesal” kata Kyuhyun melirik Sungmin yang tidak bersuara sejak tadi.

Min Sae menoleh memandang Sungmin.

“Mmaa… nyaa nyaa…” celoteh Min Sae tidak jelas pada Sungmin.

Sungmin tersenyum memandang Min Sae.

“Kita belum sampai karena appamu yang sok tahu. Kita tersesat” kata Sungmin memandang Kyuhyun.

“Kita tidak tersesat” kata Kyuhyun mengelak.

“Kita tersesat Kyu. Kau tahu itu. Demi Tuhan Kyu, kita sedang membawa bayi dan sekarang mereka sudah lelah. Kau ingin membawa kami mengelilingi kota ini berapa kali lagi huh?” kata Sungmin mulai mengomel.

“Ini Torronto Kyu. Kanada. Jika ini China kau pasti hafal jalan menuju rumah Hangeng hyung. Tapi ini Kanada!! Dan kau belum pernah sekalipun ke rumah Henry. Apa aku benar?” Sungmin mengomel dengan kesal.

“Sayang, tenanglah sedikit. Semua orang akan memperhatikan kita” kata Kyuhyun berusaha menenangkan pemuda manis itu.

“Mereka tidak mengerti apa yang sedang aku katakan” kata Sungmin menurunkan suaranya karena takut membangunkan Min Yoo yang sedang tidur dengan lelap dipelukannya.

“Aku mengerti. Tapi-“ kata Kyuhyun.

“Kau tidak sedang pergi berlibur sendirian Kyu. Apa kau tidak kasihan dengan Min Sae dan Min Yoo?” potong Sungmin memandang Min Sae yang sedang memasukkan bonekanya ke dalam mulutnya.

“Kyaa…nyaa nyaa” celoteh Min Sae tidak jelas seraya memukul–mukul bonekanya membuat bonekanya terjatuh.

Kyuhyun menangkap boneka kecil itu sebelum menyentuh tanah dan memberikannya pada Min Sae. “Jangan dilempar seperti itu. Nanti bonekamu hilang” kata Kyuhyun.

“Nyaa nyaa…” celoteh Min Sae kemudian kembali asyik bermain dengan bonekanya.

Kyuhyun memandang Sungmin yang tidak bersuara.

“Maafkan aku sayang” kata Kyuhyun kemudian.

“Berikan ponselmu” kata Sungmin menyodorkan tangannya.

“Mwo?” kata Kyuhyun mengernyit tidak mengerti.

“Ponselmu. Berikan padaku” kata Sungmin sedikit tidak sabar.

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Sungmin. Sungmin membuka daftar kontak mencari sebuah nama kemudian menekan tombol call. Ia menyodorkan ponsel itu ditelinga Kyuhyun. Kyuhyun mengernyit bingung, tidak lama terdengar suara yang ia kenal diujung telepon.

Hello?

“Ahh, Henry ah…”

Ge ge!! Apa kalian sudah sampai?

“Ahh ne. Kami sudah sampai sejak tadi”

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang sedang menyuruhnya untuk meminta Henry menjemput mereka. “Henry…bisakah kau menjemput kami?” tanya Kyuhyun akhirnya.

Tentu saja

“Sepertinya kami tersesat”

Tersesat? Dimana kalian sekarang?

“Kami berada ditaman kota. Kami akan menunggumu di cafe tidak jauh dari taman kota”

Baiklah. Aku akan segera menjemput kalian

“Gomawo Henry”

Cheonmaneyo

Klik!!

 

****

 

1 jam kemudian

Sebuah mobil merci mewah berwarna hitam berhenti didepan café. Henry turun dari mobilnya dan masuk ke dalam café. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh café mencari tamunya.

“Henry, disini” kata Kyuhyun melambaikan tangannya.

Henry menoleh dan segera berjalan mendekati meja yang terletak didekat jendela disudut café.  Henry menarik kursi didepannya dan segera duduk. “Maaf aku terlambat. Ternyata kalian tersesat cukup jauh” kata Henry.

“Apa rumahmu masih jauh dari sini?” tanya Sungmin.

“Ne. Sekitar 1 KM lagi dari sini” jawab Henry.

“Benarkah?” kata Sungmin.

“Yeah. Lalu, bagaimana kalian bisa tersesat? Kenapa tidak menghubungiku saja? Aku pasti akan menjemput kalian dibandara” tanya Henry.

“Yeah, ini karena seseorang yang sok tahu hingga membuat kami tersesat disini” jawab Sungmin seraya melirik Kyuhyun.

Henry memandang kyuhyun yang pura–pura tidak mendengar dan ia pun segera mengerti. Henry tersadar dengan kehadiran bayi kembar yang bersama dengan Kyuhyun dan Sungmin. Min Yoo sedang asyik menghabiskan susunya dipangkuan Sungmin seraya menyentuh wajah Sungmin dengan tangannya yang mungil. Sedangkan Min Sae sedang menghabiskan susunya seraya memeluk boneka beruang kecil miliknya. Ia menggerak–gerakkan tangannya yang sedang memegang boneka beruang kecil hingga boneka itu jatuh ke bawah kaki Henry.

“Sudah aku bilang, jangan melempar bonekamu Min Sae. Nanti bonekamu hilang” kata Kyuhyun memandang bayi cantik itu.

Min Sae melepaskan botol susu yang menyumpal mulutnya dan tersenyum.

“Nyaa nyaa nyoo” celoteh Min Sae tidak jelas.

“Habiskan susumu dulu Min Sae” kata Kyuhyun seraya menyodorkan botol susu pada Min Sae.

Namun Min Sae menolak dan menunjuk bonekanya yang terjatuh dibawah kaki Henry.

“Nyaa nyoo nyoo” celoteh Min Sae. Sepertinya ia menginginkan bonekanya kembali.

Henry memungut boneka itu dan memberikannya pada Min Sae.

“Siapa dia? Anak siapa mereka?” tanya Henry akhirnya.

“Ahh Henry, ini Min Sae dan yang sedang dipangku oleh Sungmin hyung itu namanya Min Yoo. Mereka…mereka…,” kata Kyuhyun bingung. “Berikan telingamu. Aku akan menjelaskannya tapi kau jangan terkejut.”

Henry mendekatkan telinganya pada Kyuhyun dengan bingung. Kyuhyun membisikkan sesuatu ditelinga Henry. “MWO??!! Mereka apa…??” kata Henry kaget memandang Sungmin dan Kyuhyun tidak percaya.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Bagaimana bisa??!! Kau pasti berbohong padaku. Apa kalian sedang mengerjaiku?” tanya Henry tidak percaya

“Untuk apa kami jauh–jauh dari Korea ke Kanada hanya untuk mengerjaimu. Aku tidak bohong” kata Kyuhyun serius.

“Tapi…bagaimana bisa…? Mereka anak kalian? Itu artinya Sungmin hyung pernah hamil?” kata Henry bingung.

“Ceritanya panjang Henry. Sebenarnya kami sendiri juga tidak mengerti. Tapi mereka sebuah keajaiban untukku. Untuk kami dan seluruh personil Super Junior” kata Sungmin seraya memandang Min Yoo.

“Super Junior? Jadi mereka sudah tahu? Hanya aku yang tidak  tahu?” tanya Henry.

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Dan publik. Mereka tidak tahu hal ini. Tolong rahasiakan ini Henry” kata Sungmin.

Henry diam sesaat dan beberapa menit kemudian ia tersentak.

“Tunggu sebentar. Jika mereka anak kalian dan Sungmin hyung pernah hamil, itu berarti kalian pernah…?” tanya Henry memandang Kyuhyun dan Sungmin bergantian.

“Ohh ok. Aku mengerti. Aku tidak akan bertanya tentang hal itu,” kata Henry menutup mulutnya. Rasanya ia memang tidak perlu bertanya lagi. “Aku akan menutup mulutku tentang hal ini.” kata Henry lagi.

Min Yoo melepaskan botol susunya yang sudah kosong dan memandang Sungmin.

“Apa sekarang kau sudah kenyang?” tanya Sungmin pada Min Yoo.

“Houu nyaa…” celoteh Min Yoo tidak jelas.

Sungmin tersenyum. Ia mengangkat tubuh Min Yoo dan memukul pelan punggungnya agar Min Yoo bisa bersendawa. Tidak lama terdengar suara sendawa pelan yang keluar dari mulut Min Yoo. “Sekarang beri salam pada Henry ahjussi” kata Sungmin seraya memangku Min Yoo menghadap Henry.

Min Yoo memandang Henry dan tersenyum.

“Nyaa! Nyaa!” kata Min Yoo.

“Annyeong haseo Henry ahjussi” kata Sungmin seraya melambaikan satu tangan Min Yoo pada Henry.

“Ahjussi?” tanya Henry mengernyit.

“Tentu saja. Mereka ‘kan keponakanmu juga” kata Kyuhyun.

“Oh iya. Ahjussi. Tentu saja” kata Henry menganggukkan kepalanya.

“Kau tidak apa-apa Henry?” tanya Sungmin memandang wajah Henry yang masih terlihat shock dan bingung.

“Tidak apa-apa hyung. Aku hanya kaget saja” jawab Henry dan tersenyum.

“Maaf sudah mengejutkanmu Henry” kata Sungmin tersenyum meminta maaf.

“Tidak apa hyung. Baiklah, bagaimana jika kita ke rumahku sekarang? Kalian pasti sudah lelah” kata Henry.

“Ne. Rasanya aku ingin tidur” kata Kyuhyun dengan lelah.

Sungmin mengangguk setuju. Setelah membayar makanan, mereka segera beranjak pergi. perlahan mobil merci mewah milik Henry melaju pergi.

****

 

Henry house

Kyuhyun dan Sungmin memandang sekeliling rumah Henry yang besar dan mewah. Beberapa pelayan membawa koper–koper milik Kyuhyun ke kamar yang telah disiapkan. Henry segera mengantar kedua tamunya ke kamar yang terletak dilantai 2. Sungmin segera menidurkan si kembar diranjang double bed yang berukuran king size, sementara Kyuhyun segera merebahkan dirinya disamping bayi kembarnya yang telah terlelap pulas.

“Tadinya aku sudah menyiapkan dua kamar untuk kalian, tapi aku tidak tahu kalau kalian akan membawa 2 tambahan anggota” kata Henry memandang si kembar yang telah tertidur.

“Ini kejutan untukmu” kata Kyuhyun terkekeh.

“Dan aku sangat terkejut ge ge,” kata Henry ikut terkekeh. “Ini adalah kamar paling besar dirumah ini. Kupikir Min Sae dan Min Yoo harus berada didekat kedua orang tuanya.”

“Terima kasih Henry. Maaf sudah merepotkanmu” kata Sungmin.

“Bukan masalah. Aku senang, liburan kali ini pasti akan menarik sekali. Baiklah, selamat beristirahat” kata Henry tersenyum kemudian beranjak pergi membiarkan kedua tamunya beristirahat.

****

Sungmin baru saja selesai memandikan Min Sae saat Henry datang.

“Lihat siapa yang datang Min Sae” kata Sungmin seraya meletakkan Min Sae diatas karpet bulu yang hangat.

“Nyaa nyaa…” celoteh Min Sae menoleh memandang Henry seraya tersenyum.

“Itu Henry ahjussi” kata Sungmin seraya mengeringkan Min Sae dengan handuk yang membalut tubuh mungilnya.

Henry tersenyum dan berjalan mendekat. Ia memperhatikan dengan heran bagaimana Sungmin dengan lihainya mengurus Min Sae. Henry menoleh memandang Kyuhyun yang masih terlelap dibalik selimutnya. Disampingnya Min Yoo asyik memandang langit–langit kamar dengan tenang.

“Kyu baru saja tidur. Semalam Min Sae rewel dan tidak bisa tidur, sehingga Kyu harus menjaganya semalaman hingga Min Sae tertidur” kata Sungmin tanpa berpaling.

“Aku tidak menyangka. Ge ge seperti sedang…bertanggung jawab. Ini pertama kalinya aku melihatnya seperti ini” kata Henry.

“Dia memang harus bertanggung jawab” kata Sungmin tertawa kecil.

Henry menoleh memandang Sungmin.

“Ini sulit dipercaya. Benarkah hyung pernah hamil? Itu berarti hyung dan ge ge pernah melakukan hal itu…?” tanya Henry mengernyit bingung.

“Bukankah kau bilang kau tidak akan menanyakan hal itu?” kata Sungmin melirik Henry.

“Ahh benar” kata Henry menunduk dengan malu.

Sungmin tersenyum memandang wajah Henry yang masih diliputi kebingungan.

“Saat itu kami sedang mabuk. Itu kecelakaan. Tapi, sebulan kemudian aku selalu merasa mual dan merasa aneh dengan tubuhku. seperti ada sesuatu didalam perutku. Saat sadar, ternyata aku sudah hamil 1 bulan” cerita Sungmin.

“Benarkah?” tanya Henry penasaran.

Sungmin mulai bercerita pada Henry seraya memakaikan Min Sae popok. Henry hanya diam dengan rasa tidak percaya dan shock yang masih menyelimutinya. Sementara itu, Min sae terus bergerak membuat Sungmin sulit memakaikan pakaiannya.

“Min Sae jangan bergerak terus. Kau menyulitkanku” kata Sungmin.

Min Sae tertawa dan terus bergerak seakan menggoda Sungmin. Ia membalik tubuhnya dan mulai merangkak, menggoda Sungmin untuk mengejarnya. “Min Sae kembali kemari. Pakai bajumu dulu” panggil Sungmin.

Min sae terus merangkak seraya tersenyum senang saat Sungmin mulai mengejarnya. Dengan mudah Sungmin menangkap bayi kecilnya. “Baiklah Min kecil. Saatnya pakai baju” kata Sungmin.

“Kyaa kyaa…” celoteh Min Sae senang.

Tidak lama Min Sae sudah tampil cantik dalam balutan dress kecil berwarna pink. Sungmin mengangkat tubuh Min Sae ke pelukannya dan mengecup kepalanya dengan sayang. Sungmin menoleh memandang Henry yang sedang memperhatikannya.

“Kau mau menggendongnya?” tanya Sungmin.

“Ehh? Bolehkah?” Henry balik bertanya.

Sungmin tersenyum kemudian memberikan Min Sae pada Henry. Dengan sedikit canggung Henry menggedong Min Sae. Min Sae memandang Sungmin seakan tidak mau berpisah dari eomma’nya kemudian mengulurkan tangannya ke arah Sungmin.

“Nyaa nyaa nyaa!! Hwuaaa…” Min Sae mulai menangis membuat Henry bingung.

Sungmin membelai Min Sae dan tersenyum.

“Min Sae bermain dulu dengan Henry ahjussi. Sekarang giliran adikmu untuk mandi” kata Sungmin lembut.

“Nyaa nyaa..” Min Sae mulai tenang.

“Setelah ini kita akan sarapan. Min Sae jangan nakal yah” kata Sungmin kemudian mengecup kening Min Sae membuat bayi kecil itu tenang.

Henry hanya diam memandang interaksi antara Sungmin dengan bayi kecilnya. Pemandangan ini membuatnya terkejut dan terpesona. Sungmin terlihat seperti seorang eomma sungguhan.  Dan bayi ditangannya ini adalah nyata.

“Henry” panggil Sungmin.

“Ne hyung?” jawab Henry.

“Tolong jaga Min Sae sementara aku mengurus Min Yoo. Sebaiknya jangan sampai mengganggu Kyu” pinta Sungmin.

“Araseo” kata Henry.

“Gomawo Henry” kata Sungmin tersenyum.

Di ranjang Min Yoo sedang asyik memainkan selimut Kyuhyun. Min Yoo menghentikan tangannya dan tersenyum melihat Sungmin. Sungmin menggelengkan kepalanya melihat celana Min Yoo yang ternyata sudah basah.

“Aigoo, kau mengompol. Kenapa kau tidak memberitahuku? Lihat, kau sudah membasahi kasur Henry ahjussi. Anak nakal” kata Sungmin pura-pura marah.

Min Yoo tertawa.

“Maaf Henry, keponakanmu sudah mengompol dikasurmu” kata Sungmin.

“Tidak apa. Nanti akan kuminta pelayan untuk membersihkannya” kata Henry tersenyum.

Sungmin segera beranjak mengurus Min Yoo, sementara Henry masih diam ditempatnya. Ia mengangkat Min Sae ke udara dan memperhatikannya dengan teliti bercampur bingung. Kepalanya sedang berpikir, bagaimana makhluk kecil yang menggemaskan ini bisa muncul ditubuh Sungmin?

Min Sae tertawa dan menggerakkan kedua tangannya dengan senang mengira Henry sedang mengajaknya bermain. Henry menurunkan Min Sae dan menoleh memandang Kyuhyun yang menggeliat pelan.

“Bagaimana jika kita bermain diluar Min Sae?” tanya Henry kemudian segera beranjak pergi.

****

Kyuhyun menggeliat dengan kesal dan menutup kepalanya dengan bantal. Namun suara–suara itu masih terdengar. Terdengar suara yang dikenalinya membangunkannya seraya mengguncang–guncangkan tubuhnya dengan keras.

“Ya! Ya! Cho Kyuhyun cepat bangun” kata Heechul.

“Biarkan aku tidur hyung” kata Kyuhyun seraya menepis tangan Heechul.

“Aissh anak ini…” gerutu Heechul.

Kangin bersender diambang pintu dan terkekeh.

“Dia tidak akan bangun” kata Kangin.

“Seharusnya dia bangun dan menyambut kita” kata Heechul kesal.

“Mau aku tunjukkan cara yang tepat untuk membangunkannya?” kata Kangin.

“Bagaimana?” tanya Heechul.

Kangin tersenyum dan meminta Heechul untuk menyingkir dari kasur. Heechul menyingkir dan memperhatikan Kangin dengan bingung. Tiba–tiba brukk… Dalam sekejap tubuh Kyuhyun terjatuh dari kasur karena tendangan dari Kangin. Segera Kyuhyun terbangun seraya mengelus kepalanya yang terantuk lantai.

“Aduuh…sakit!! Apa – apaan sih?!” teriak Kyuhyun kesal.

“Tuh kan dia bangun” kata Kangin terkekeh.

“Cara yang bagus. Aku akan melakukannya lain waktu” kata Heechul menyeringai.

Kyuhyun beranjak bangun dan memandang kedua hyungnya yang sedang terkekeh memandangnya. “Kangin hyung? Heechul hyung?” kata Kyuhyun tersadar.

“Apa kau sudah bangun tukang tidur?” tanya Heechul.

“Apa yang kalian lakukan disini? Bukankah seharusnya kalian ada di Korea?” tanya Kyuhyun bingung.

“Tanyakan pada Donghae dan Wookie. Mereka yang menarik kami kesini” jawab Kangin.

“Mwo? Mereka juga datang?” tanya Kyuhyun terkejut.

“Kami semua datang Kyu” kata Heecul menyeringai seraya menunjuk ke arah pintu.

Kyuhyun beranjak keluar dan terkejut dengan keramaian yang menyambutnya. Terlihat Donghae, Ryeowook dan Leeteuk asyik bermain dengan keponakan kembar mereka seraya mengobrol dengan Sungmin dan Henry. Eunhyuk dan Hangeng asyik menjelajahi isi rumah Henry. Shindong sibuk mencari makanan didapur Henry. Kibum dan Yesung asyik melihat–lihat koleksi buku–buku Henry. Siwon asyik mengarahkan kamera kesayangannya ke berbagai arah.

Kyuhyun berdiri dengan bingung memperhatikan semuanya. Kangin menepuk pelan bahu Kyuhyun kemudian beranjak bergabung dengan Leeteuk dan yang lain. Heechul mengangkat kedua bahunya seraya menarik satu sudut bibirnya kemudian beranjak bergabung dengan Eunhyuk dan Hangeng yang masih asyik menjelajahi rumah Henry. Sungmin menoleh menyadari kehadiran Kyuhyun.

“Kau sudah bangun Kyu? Kemarilah” kata Sungmin tersenyum.

Kyuhyun masih berdiri dengan bingung.

“Apa–apaan ini??” tanya Kyuhyun.

tbc

9 thoughts on “Aigoo… are these my babies? / Part 2

  1. 😄 Kyu sok tau padahal salah, nyehehe :3 Oh Kyu~

    Henry kaget😄 pasti deh😄 kl Zhoumi sdh tau blm?

    MinSae n Minyoo pasti sangat menggemaskan, aku mau gendong juga =3= wkwkwk~

    Wah ternyata benar, semua datang ke Canada😄 liburan mereka tambah lagi😄

    :3

  2. Qu kira tadi kyu hany mimpi wktu dibngunkan kangin dan heechul eh trnyta gk mrka smua menyusul utk brlibur..
    Kyu appa brtnggung jwab bner daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s