Aigoo… are these my babies? / Part 7

Cast           : Min Sae, Min Yoo (OC). KyuMin. Super Junior. Shinee

Genre       : Family, Drama

Length      : Chaptered

Warning    : BL. Yaoi. M-preg

A/N             : Sekuel dari “Say it’s just dream, please!”

Disclaimer : Story & Min twins belong to me, all characters name belong to their self

Summary    : Ternyata Kyuhyun dan Sungmin mendapatkan bayi kembar! Si kembar yang nakal. Aigoo…apa bayi-bayi ini benar-benar nyata?

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 6

“Mereka sudah minum susu, sekarang mereka sedang tidur. Araseo hyung” kata Onew kemudian menutup teleponnya.

 

“Hampir setiap 1 jam sekali Sungmin hyung selalu menelpon” kata Jonghyun.

“Itu namanya naluri seorang ibu. Seorang ibu pasti selalu memikirkan keadaan anaknya” kata Key.

 

“Memangnya Sungmin hyung seorang ibu yah?” tanya Taemin.

“Tentu saja. Ehh……entahlah bagaimana menyebutnya yah?” jawab Jonghyun bingung.

 

“Bagaimana dengan renovasi apartement kita hyung?” tanya Minho.

“Mereka sedang berusaha memperbaikinya” jawab Onew.

 

“Kita ini artis atau babysitter sih? Apartement direnovasi, menumpang diapartement sunbae, proses album baru tidak jelas, sekarang kita malah mengurus bayi” kata Jonghyun seraya menggelengkan kepalanya.

 

“Sudahlah. Ini perjanjian” kata Onew kemudian mendesah kecil.

 

Part 7

 

Besok suju KRY akan mengadakan konser di Jepang selama 3 hari bersama Sungmin dan Donghae. Itu berarti Kyuhyun dan Sungmin akan meninggalkan Min Sae dan Min Yoo selama 3 hari. Onew diam memperhatikan Sungmin yang sedang mengurus bayi kembarnya dengan lihai kemudian merasa heran, bagaimana Sungmin bisa melakukannya dengan begitu baik?

 

“Jinki ah” panggil Sungmin.

“Ne hyung?” jawab Onew.

 

“Besok aku dan Kyu akan berangkat ke jepang. Tolong kalian jaga Min Sae dan Min Yoo dengan baik. Aku tidak tenang karena harus meninggalkan mereka berdua keluar negeri” kata Sungmin.

 

“Tentu saja hyung” jawab Onew.

“Coba kulihat…,” kata Sungmin seraya berpikir.

 

“Teuki hyung, Donghae dan Wookie sangat baik dalam mengurus anak kecil. Tapi besok Donghae dan Wookie akan berangkat ke Jepang bersamaku, dan Teuki hyung sibuk dengan jadwal syutingnya. Lalu…”

 

“Heechul hyung dan Kangin hyung, aku tidak percaya pada mereka. Heechul hyung tidak suka dengan anak kecil dan Kangin hyung tidak mahir dalam urusan anak kecil…”

 

“Hangeng hyung cukup mahir dalam mengurus anak kecil, tapi bahasa koreanya kacau dan aku tidak mahir berbahasa cina. Rasanya sulit…”

 

“Shindong hyung selalu saja makan dan tidak memperhatikan bayi kembarku dengan baik. Aku selalu cemas…”

 

“Lalu Eunhyuk. Terakhir kali aku menyuruhnya untuk menjaga bayi kembarku, ia mengajak mereka menonton yadong dilaptopnya”

 

“Ehh?” kata Onew terkejut.

“Itu akan membawa pengaruh buruk untuk mereka kelak” kata Sungmin tidak suka.

 

Sungmin berpikir kembali.

“…lalu Siwon, dia suka dengan anak kecil tapi dia tidak cukup mahir dalam mengurus mereka. dia terlalu sibuk berdoa”

 

“Yesung hyung, tidak. Dia aneh dan autis. Dia akan sibuk dengan kura–kuranya daripada mengurus bayi kembarku. Tapi kelihatannya Min Yoo suka dengan ddangkkoma”

 

“Kibum tidak mungkin, karena dia sibuk dengan filmnya. Kurasa tidak ada lagi.” kata Sungmin mengakhiri penjelasannya.

 

Sungmin menoleh memandang Onew.

“Jadi, kalian akan menjaga mereka dengan sangat baik ‘kan?” tanya Sungmin.

 

“Ehh… tentu saja hyung” jawab Onew seraya menganggukkan kepalanya.

“Kamsahamnida” kata Sungmin tersenyum.

 

****

 

Esoknya…

 

SuJu KRY bersama Sungmin dan Donghae telah berangkat ke Jepang. Personil Super Junior yang lain sibuk dengan jadwal masing–masing. Namun Leeteuk selalu menyempatkan waktunya untuk bermain dan mengurus keponakan kembarnya sebelum berangkat syuting. Tinggalah Shinee yang tersisa diasrama Super Junior. Jonghyun masih berusaha menyelesaikan materi lagu untuk album baru mereka. Sementara Onew dan yang lainnya masih berusaha mengurus bayi kembar Sungmin.

 

Key sedang menundukkan kepalanya dibawah meja seraya mengedarkan pandangannya.

“Min Yoo. Min Yoo…dimana kau?” panggil Key.

 

Namun sosok mungil itu tidak terlihat.

“Hyung sedang apa dibawah meja?” tanya Taemin yang muncul tiba–tiba.

 

Dukk..!!

Tidak sengaja kepala Key terantuk meja karena terkejut.

“Aoww…” kata Key seraya mengelus kepalanya yang sakit.

 

“Hyung sedang main petak umpat?” tanya Taemin lagi.

“Aissh. Kau tidak lihat. Kepalaku terantuk meja” jawab Key seraya meringis kesakitan.

 

“Ohh…,” kata Taemin seraya manggut–manggut “Lalu hyung sedang apa dibawah meja? Sedang main petak umpat yah? Aku ikut main dong hyung”

 

“Aissh! Kau tidak mendengarku yah? Aku tidak sedang bermain petak umpat. Aku sedang mencari Min Yoo” jawab Key.

 

“Ahh Min Yoo. Sepertinya dia sedang bermain dikamar Yesung hyung,” kata Taemin. “Mworago?”

 

“Sekarang sudah waktunya dia minum susu” kata Key seraya menunjukkan botol susu ditangannya.

 

“Hyung ke kamar Yesung hyung saja. Kelihatannya Min Yoo sedang bermain dengan kura–kura milik Yesung hyung” kata Taemin.

 

Key mengernyit saat Taemin masih saja mengajaknya bermain.

“Aku sedang sibuk Taemin” kata Key kemudian beranjak ke kamar Yesung.

“Ahh payah” desah Taemin kecewa.

 

****

 

Min Yoo POV

Dikamar Yesung

 

Aku merangkak memasuki kamar Yesung ahjussi yang berbagi kamar dengan Ryeowook ahjussi. Aku berhenti sesaat seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar yang terlihat besar untukku. Ruangan kamar ini terasa nyaman namun juga terasa aneh. Seperti aura aneh yang selalu dimiliki Yesung ahjussi. Pandanganku terhenti pada sebuah akuarium kecil disudut ruangan yang berisi seekor kura–kura.

 

Ketemu. Aku tersenyum dan segera merangkak mendekati akuarium tersebut.

Hai tuan kura–kura!

 

Kura – kura itu hanya mengedipkan matanya padaku.

Hey ayo bermain!

 

Kura–kura itu mengedipkan matanya kembali. Aku mengulurkan tanganku menyentuh kaca akuarium dan memandang ke dalamnya. Kura–kura itu masih memandangku. Aku ingin menyentuh Ddangkkoma tapi kaca ini menghalangiku.

 

Hey ayo kita bermain bersama.

 

Ddangkkoma berpaling dan berjalan perlahan menjauhiku.

Hey kenapa kau menjauh? Ayo kita bermain bersama. Yesung ahjussi bilang aku boleh bermain denganmu.

 

Tanganku memukul–mukul kaca akuarium untuk menarik perhatiannya.

Berhasil. Ddangkkoma berhenti dan menoleh memandangku.

Hey keluarlah agar kita bisa bermain.

 

Ddangkkoma berjalan mendekatiku. Namun berhenti saat kaca akurium membatasi kami. Ia mengedipkan matanya memandangku. Kau tidak bisa keluar? Baiklah. Kalau begitu biar aku yang masuk. Benda ini besar dan cukup untuk kita berdua.

 

Aku mengulurkan tanganku mencoba menggapai batas akuarium. Namun gagal. Aku duduk didepan akuarium dan memandang Ddangkkoma dengan bingung. Bagaimana ini tuan kura-kura? Aku tidak bisa menggapainya. Aku tidak bisa masuk.

 

Kura–kura itu mengedipkan matanya seraya membuka mulutnya. Mungkin ia sedang bicara padaku? Tapi Aku ‘kan tidak mengerti bahasa kura–kura. Apa yang sedang kau bicarakan tuan kura – kura?

 

Kepalaku mendongak memandang batas akuarium yang sebenarnya tidak terlalu tinggi untukku. Jika saja aku sudah bisa berdiri dan berjalan, Aku pasti bisa memanjat akuarium ini. Aku menyentuh kaca akuarium dan berusaha untuk memanjat. Memaksa kaki kecilku untuk berdiri.

 

Namun tiba–tiba aku merasa tubuhku terangkat ke udara.

Loh? Loh? Kenapa akuariumnya terlihat menjauh? Siapa sih yang menggangguku? Aku hampir berhasil tahu!

 

Aku menoleh memandang orang yang sedang menggendongku. Ternyata Key ahjussi.

“Apa yang sedang kau lakukan Min Yoo? Itu berbahaya” kata Key ahjussi memandangku dengan cemas.

 

Aku meronta dalam gendongannya. Key ahjussi menurunkanku dan meletakkanku dilantai.

“Apa yang sedang kau lakukan Min Yoo? Aku mencarimu sejak tadi” tanya Key ahjussi.

 

Aku ingin masuk ke dalam benda itu dan bermain dengan tuan kura–kura.

“Hey aku membawa susu untukmu. Kau lapar ‘kan?” tanya Key ahjussi seraya menyodorkan sebotol susu padaku.

 

Aku menolaknya dan merangkak mendekati akuarium.

Aku mau masuk ke dalam dan bermain dengan tuan kura – kura. Aku tidak mau susu.

 

“Hey kau harus minum susumu. Atau Sungmin hyung akan marah padaku. Ini sudah saatnya kau minum susu” kata Key ahjussi membujukku.

 

Eomma? Huftt…Aku merindukan eomma dan appa. Kapan mereka pulang?

“Mereka akan segera pulang. Karena itu kau harus minum susumu” kata Key ahjussi.

 

Aku menerima botol susuku kemudian menunjuk Ddangkkoma.

Baiklah. Tapi, apa ahjussi bisa mengeluarkan tuan kura–kura agar kami bisa bermain bersama?

 

“Kau ingin bermain dengan ddangkkoma? Araseo, tapi kau tidak boleh nakal atau Yesung hyung akan marah” kata Key ahjussi.

 

Tenang saja, Aku bayi yang baik.

 

Key ahjussi mengeluarkan Ddangkkoma dari kandangnya dan meletakkannya didepanku. “Sekarang habiskan susumu. Aku ingin mengurus kakakmu” kata Key ahjussi kemudian beranjak pergi meninggalkanku

 

Aku tersenyum senang.

Baiklah tuan kura–kura. Sekarang kita bisa bermain bersama.

 

Aku meminum susuku seraya menyentuh tempurung Ddangkkoma. Ddangkkoma selalu bersembunyi setiap kali aku menyentuhnya. Dan itu membuatku senang. Kepala Ddangkkoma keluar dan memandangku. Aku melepas botol susu yang menyumpal mulutku dan memandang susuku yang tinggal setengah. Kemudian memandang Ddangkkoma.

 

Hey kau ingin minum susu juga? Eomma bilang aku harus minum susu agar aku cepat besar. Kalau begitu kau harus minum susu juga agar bisa cepat besar. Kau mau mencoba punyaku? Rasanya enak.

 

Aku menyodorkan botol susuku pada Ddangkkoma. Namun kura–kura itu tidak bergeming.

Kenapa? Kau tidak mau minum susu?

 

Aku menyodorkan kembali botol susuku namun Ddangkkoma berpaling dan berjalan perlahan menuju pintu. Aku merangkak mengikutinya.

Hey kau mau kemana? Tunggu aku.

 

Min Yoo POV

end

 

****

 

Key mengusapkan bedak bayi pada wajah Min Sae dan tersenyum.

“Selesai. Sekarang kau sudah cantik,” kata Key. “Aigoo…jika diperhatikan sedekat ini kau benar–benar mirip dengan Sungmin hyung” Key tersenyum dan meletakkan bedak bayi diatas meja kemudian beranjak pergi.

 

Meninggalkan Min Sae sendirian diruang tengah. Min Sae mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan berhenti pada bedak bayi diatas meja. Min Sae merangkak mendekati meja dan berusaha untuk menggapai bedak bayi. Berhasil. Bedak bayi itu jatuh ke lantai dan tutupnya terbuka. Min Sae mengambilnya dan mengguncang–guncangkannya. Seketika butiran–butiran halus berwarna putih dan beraroma khas bayi bertebaran dilantai.

 

“Houu nyaa nyaa…” celoteh Min Sae.

 

Min Sae tersenyum dan asyik bermain dengan bedak bayinya. Ia menoleh saat melihat adik kembarnya yang sedang merangkak mengikuti kura–kura peliharaan Yesung. Min Sae merangkak mendekati Min Yoo seraya membawa bedak bayi miliknya.

 

Min Sae mendekati Ddangkkoma dan menyentuhnya. Kura-kura itu menghentikan langkahnya dan menyembunyikan dirinya didalam tempurungnya. Min Sae memukul tempurung Ddangkkoma, namun makhluk kecil itu tidak kunjung keluar dari tempurungnya. Min Sae mengguncang–guncang bedak bayi miliknya diatas ddangkkoma, menjatuhkan isinya yang berwarna putih diatas tempurung Ddangkkoma. Ia tertawa senang seraya terus menumpahkan isi bedaknya pada Ddangkkoma.

 

Sementara itu. Min Yoo memperhatikan kakak kembarnya yang mulai asyik bermain dengan Ddangkkoma yang kini diselimuti bedak bayi miliknya. Ia ingin ikut bermain bersama namun matanya tertarik dengan sebuah benda yang ia kenali tergeletak dibawah tv. PSP milik Kyuhyun.

 

Min Yoo meninggalkan botol susunya dan merangkak ke bawah tv. Ia mengambil benda kesayangan Kyuhyun itu, menekan dengan asal semua tombol seraya tertawa senang. Bermain dengan bebas tanpa takut kyuhyun akan merebut mainannya (?).

 

“Kyaa kyaa…” celoteh Min Yoo senang.

 

Min yoo memukul–memukul PSP milik Kyuhyun ke lantai dan melemparkannya ke sudut ruangan. Ia merasa sangat senang. Min Yoo menoleh melihat kakak kembarnya yang sudah bosan bermain dengan Ddangkkoma dan merangkak pergi. Ia juga mulai mengantuk dan bosan. Min Yoo menguap dan merangkak pergi. Meninggalkan PSP Kyuhyun yang kini tergeletak pasrah dilantai dan sudah tidak berfungsi.

 

Key dan Onew terkejut saat melihat kekacauan yang telah dibuat si kembar Min Sae dan Min Yoo. Bedak bayi bertebaran dimana–mana. Ddangkkoma berjalan perlahan dengan bedak bayi yang menghiasi tempurungnya dan mengotori lantai. PSP Kyuhyun yang rusak dan tergeletak pasrah dilantai.

 

“Omo, apa yang terjadi?” tanya Key.

 

Onew mendesah.

“Ini pasti ulah mereka” kata Onew memandang Min Sae dan Min Yoo yang sudah terlelap bersama didepan tv.

 

“Lihat mereka. Bagaimana kita bisa memarahi mereka nanti?” tanya Key dan tersenyum.

 

“Kurasa tidak bisa” jawab Onew seraya beranjak membereskan hasil perbuatan si kembar Min Sae dan Min Yoo.

 

“Aigoo, PSP Kyuhyun hyung rusak. Dia pasti akan marah” kata Key mengambil PSP milik Kyuhyun yang tergeletak dilantai.

 

“Cepat bereskan kekacauan ini sebelum Teuki hyung dan yang lainnya pulang” kata Onew seraya merapikan ruangan.

 

“Aku merasa seperti pekerja saja. Mengasuh bayi dan membereskan rumah” kata Key.

 

“Bukannya begitu? Kau ‘kan eomma kita” ujar Onew.

“Ehh?” Key bengong mendengarnya.

 

****

 

Tokyo, Jepang

hotel

 

Sungmin membasuh wajahnya beberapa kali kemudian mematikan kran wastafel. Ia memandang pantulan dirinya di cermin dan mendesah beberapa kali. Mengeringkan wajahnya dengan handuk dan beranjak keluar. Sungmin duduk diranjang dan memandang Kyuhyun yang sedang membuka hadiah–hadiah dari fans. Konser malam ini berjalan lancar, tapi masih ada 2 hari lagi untuk menyelesaikan konser ini. 2 hari lagi untuk bisa kembali pulang ke Korea dan bertemu dengan bayi kembarnya.

 

“Ada apa sayang? Kau terlihat gelisah” tanya Kyuhyun memandang pemuda manis favoritnya itu.

 

Sungmin  menghela nafasnya sesaat.

“Aku merindukan mereka Kyu. Min kecilku” jawab Sungmin.

 

“Ayolah sayang. Kau baru sehari berpisah dengan mereka. Kau juga sudah menghubungi mereka hampir setiap jam” kata Kyuhyun.

“Aku tahu, tapi-“ kata Sungmin menunduk.

“Jinki dan yang lainnya berjanji untuk menjaga Min Sae dan Min Yoo. Kau tenang saja.” potong Kyuhyun.

 

“Aku tahu Kyu. Tapi perasaanku tidak tenang. Aku selalu gelisah” kata Sungmin seraya memeluk bantalnya dengan erat.

 

“Kau hanya merindukan mereka sayang. Min Sae dan Min Yoo akan baik–baik saja. Teuki hyung juga ada disana ‘kan? Dia pasti akan menjaga keponakan kesayangannya dengan sangat baik” kata Kyuhyun berusaha menenangkan.

 

Sungmin tidak bersuara. Kyuhyun mendesah memandang Sungmin yang masih terlihat gelisah. Ia mengerti bagaimana perasaan Sungmin sekarang. Cemas karena berada jauh dari bayinya. Kyuhyun meletakkan hadiah–hadiahnya dan menyentuh tangan Sungmin dengan lembut.

 

“Begini saja, begitu konser ini selesai kita akan segera kembali ke Korea. Sebelum itu kau bisa menggunakan webcam untuk mengetahui keadaan mereka, jika kau tidak puas hanya menggunakan telepon. Bagaimana?” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun.

“Keureyo? Aku bebas menghubungi mereka?” tanya Sungmin.

“Ne. Keure” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum senang dan memeluk Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dan mengecup kepala Sungmin dengan lembut. Sungmin melepas pelukannya dan segera mengambil ponselnya.

“Kau mau menghubungi siapa?” tanya Kyuhyun.

 

“Tentu saja Jinki. Aku ingin tahu keadaan Min Sae dan Min Yoo sekarang” jawab Sungmin seraya bersiap menekan tombol call.

 

“Sebaiknya jangan sayang” kata Kyuhyun melarang.

“Wae? Kau bilang aku boleh bebas menghubungi mereka?” kata Sungmin memandang Kyuhyun.

 

“Tapi kau harus tahu waktu juga sayang. Ini sudah larut malam. Mereka pasti sudah tidur. Sudahlah, sebaiknya simpan ponselmu dan tidurlah. Besok kita masih ada konser” kata Kyuhyun berusaha membujuk.

 

“Tapi…” kata Sungmin kecewa.

“Sayang kau butuh istirahat” kata Kyuhyun tegas.

 

Kyuhyun mengambil ponsel dari tangan Sungmin dan meletakannya diatas meja. Sungmin merengut dan terpaksa menurut. Ia pun merebahkan tubuhnya diranjang. Kyuhyun berbaring disamping Sungmin.

 

“Min Sae dan Min Yoo akan baik–baik saja. Percayalah” kata Kyuhyun seraya membelai kepala Sungmin.

 

“Ya, kau benar” kata Sungmin kemudian memejamkan matanya.

 

Sungmin berusaha untuk tidur. Namun rasa gelisah itu masih ada. Menyelimuti perasaannya perlahan–lahan. ‘Semoga hanya perasaanku saja. Aku hanya merindukan mereka’ pikir Sungmin.

 

Tbc

5 thoughts on “Aigoo… are these my babies? / Part 7

  1. Hyuk ajak duo Min ntn yadong? jungkir balik dari kursi XDDD

    anggota shinee mulai kewalahan mengurus minsae n minyoo😄 aih~

    perasaan ming, ? apa akan trjd ssuatu sm mreka?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s