Aigoo… are these my babies? / part 9

Cast          : Min Sae, Min Yoo (OC). KyuMin. Super Junior. Shinee

Genre       : Family, Drama

Length      : Chaptered

Warning    : BL. Yaoi. M-preg

A/N             : Sekuel dari “Say it’s just dream, please!”

Disclaimer : Story & Min twins belong to me, all characters name belong to their self

Summary    : Ternyata Kyuhyun dan Sungmin mendapatkan bayi kembar! Si kembar yang nakal. Aigoo…apa bayi-bayi ini benar-benar nyata?

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 8

Pintu kamar ICU terbuka. Seorang dokter keluar dan membuka maskernya. Segera Leeteuk, Eunhyuk dan Onew mendekatinya. “Bagaimana uisanim?” tanya Leeteuk.

 

“Kondisinya tidak stabil. Dia keracunan susu yang tidak cocok untuk tubuhnya. Kondisinya kritis,” jawab dokter. “Dimana orang tuanya?”

 

“Mereka sedang di Jepang” jawab Leeteuk.

“Tolong kabari orang tuanya. Mereka tentu akan sangat cemas” kata dokter.

 

“Tentu saja. Bisakah anda menyembuhkannya?” tanya Leeteuk.

“Saya akan berusaha semampu saya. Permisi” jawab dokter kemudian beranjak pergi.

 

Leeteuk mendesah dengan sedih. Onew menundukkan kepalanya, merasa sangat bersalah. “Bagaimana dengan Min Sae?” tanya Eunhyuk.

 

Leeteuk menggelengkan kepalanya.

“Semoga dia baik–baik saja” kata Leeteuk.

“Lalu bagaimana dengan Sungmin hyung dan Kyuhyun? Mereka akan kembali besok ‘kan?” tanya Eunhyuk lagi.

 

Leeteuk memandang Onew yang terlihat cemas.

“Mereka akan kembali besok. Seharusnya” jawab Leeteuk.

 

Part 9

 

Suju dorm

 

“Palliwa Chullie. Kita harus kerumah sakit sekarang. Yang lainnya sudah berangkat sejak tadi” kata Hangeng tidak sabar.

 

“Aissh, kau berisik sekali. Aku baru saja kembali dari mencari Min Sae 2 jam yang lalu. Aku masih lelah Hangeng” kata Heechul seraya menguap.

 

“Tapi keponakanmu sedang kritis di rumah sakit Chullie. Kau tidak khawatir?” tanya Hangeng.

“Kita semua khawatir. Aissh! Semua gara–gara dongsaeng–dongsaeng itu. Seandainya mereka menjaga bayi-bayi itu dengan lebih baik dan teliti, ini tidak akan terjadi” kata Heechul seraya bersiap – siap.

 

“Berhenti menggerutu. Kita harus berangkat sekarang” kata Hangeng semakin tidak sabar.

 

“Berangkat kemana?” tanya Sungmin.

 

Hangeng dan Heechul menoleh, dan terkejut memandang kehadiran Sungmin. Kyuhyun muncul dengan menarik koper mereka. “Sungmin? Kyuhyun? kalian sudah pulang?” tanya Hangeng.

 

“Sejak kapan kau berdiri disitu?” tanya Heechul.

“Tidak lama. Kami baru datang” jawab Sungmin.

 

“Bukankah seharusnya kalian pulang besok?” tanya Hangeng.

“Terjadi sedikit masalah dengan konsernya, jadi kami kembali lebih awal” jawab Sungmin seraya beranjak ke kamarnya.

 

“Sebenarnya dia terus memaksa untuk segera pulang. Dia terus memikirkan Min Sae & Min Yoo selama konser” kata  Kyuhyun seraya menghempaskan tubuhnya disofa.

 

“Lalu dimana Yesung, Ryeowook dan Donghae?” tanya Hangeng.

“Mereka akan menyusul nanti,” jawab Kyuhyun. “Oh ya. Dimana yang lain?” tanya Kyuhyun seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang sepi.

 

“Mereka semua dirumah sakit” jawab Heechul.

“Rumah sakit?” kata Kyuhyun mengernyit.

 

Sungmin keluar dari kamarnya dan beranjak memeriksa asrama.

“Dimana Min Sae dan Min Yoo? Aku tidak bisa menemukan mereka” tanya Sungmin.

 

Hangeng dan Heechul saling berpandangan sesaat.

“Mereka tidak ada disini Sungmin” jawab Heechul akhirnya.

“Ehh? Dimana mereka?” tanya Sungmin menghentikan kakinya dan menoleh.

 

Sungmin memandang Heechul dan Hangeng yang terdiam. Perasaan gelisah kembali menjalari perasaannya. Nalurinya mengatakan ini adalah kabar buruk. Sungmin menarik nafasnya sesaat.

 

“Dimana bayiku?” tanya Sungmin.

****

 

Seoul Hospital

 

Leeteuk, Eunhyuk, Onew, Minho dan Key berkumpul dikamar Min Yoo dirawat. Mereka memandang Min Yoo yang terbaring lemah diranjang kecil dengan selang–selang yang menempel ditubuhnya. Ia kritis. Kangin, Siwon dan personil lainnya masih berpencar mencari Min Sae.

 

Perhatian mereka teralih saat pintu terbuka. Sosok Sungmin dan Kyuhyun muncul diambang pintu. Semuanya terkejut dengan kedatangan mereka. Sungmin terlihat sangat gelisah dan sedih.

 

“Kalian sudah pulang?” tanya Leeteuk.

 

Sungmin tidak menjawab. Ia memandang bayi kecilnya yang terbaring lemah dengan selang–selang yang menusuk tubuh mungilnya. Terlihat menyedihkan baginya. “Kami baru datang hyung, dan mendengar berita buruk ini dari Heechul hyung” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin segera mendekati bayi kecilnya. Kyuhyun berjalan mengikuti.

“Omo! Min Yoo,” kata Sungmin khawatir. “Bagaimana keadaannya?” tanya Sungmin seraya membelai Min Yoo dengan sedih.

 

“Kritis. Tubuhnya tidak bisa menerima susu yang diminumnya dan keracunan. Dia masih belum sadar sejak tadi” jawab Leeteuk.

 

“Bagaimana dengan Min Sae?” tanya Kyuhyun.

“Kami masih belum menemukannya. Mungkin dia tersesat di suatu tempat” jawab Eunhyuk.

 

Onew melangkahkan kakinya mendekati Sungmin.

“Sungmin hyung, Kyuhyun hyung, kami minta maaf tidak menjaga mereka dengan baik. Ini salahku sehingga Min Yoo seperti ini. Aku tidak teliti-“ kata Onew menundukkan kepalanya.

 

Perkataan Onew terhenti saat tiba-tiba Sungmin mencengkram bajunya dan memandangnya dengan marah. Onew terkejut memandang Sungmin. “Aku hanya memintamu untuk menjaga mereka. Bukannya menghilangkan Min Sae dan membuat Min yoo masuk rumah sakit” kata Sungmin marah.

 

“Mianhae hyung. Aku tidak bermaksud…” kata Onew.

“Aku hanya memintamu untuk menjaga mereka!!” kata Sungmin marah.

 

Kyuhyun dan Minho segera memisahkan Onew dan Sungmin. Kyuhyun menarik Sungmin dan memeluknya menjauhi Onew. “Tenanglah sayang. Ini rumah sakit” kata Kyuhyun.

 

“Tenang?! Min Sae menghilang dan Min Yoo kritis. Bagaimana aku bisa tenang?” kata Sungmin marah seraya melepaskan pelukan Kyuhyun.

 

“Aku sungguh minta maaf hyung” kata Onew menyesal.

“Seharusnya aku kembali lebih cepat” kata Sungmin memalingkan wajahnya dengan marah.

 

“Cukup! Kita selesaikan ini di asrama. Hyukie, kau jaga Min Yoo malam ini. Beritahu kami jika terjadi sesuatu” kata Leeteuk.

 

“Araseo hyung” kata Eunhyuk.

“Kalian semua ikut aku  kembali ke asrama. Kita selesaikan ini” kata Leeteuk.

 

****

 

Suju dorm

 

Tidak ada yang bersuara. Onew, Key, Jonghyun, Minho dan Taemin duduk diantara sunbae–sunbaenya yang telah berkumpul. Onew menundukkan kepala, tidak berani memandang Sungmin yang sangat marah. Taemin hampir menangis ketakutan. Minho, Jonghyun dan Key memandang Leeteuk yang diam berpikir seraya memejamkan matanya.

 

Sungmin diam dengan marah. Wajahnya terlihat yang paling frustasi. Sementara Kyuhyun duduk disampingnya, mengusap bahunya dengan lembut berusaha menenangkan. Wajah jahil dan evil smile yang biasa menghiasi wajah tampannya menghilang, berganti dengan raut cemas yang terlihat meski ia berusaha untuk terlihat tenang. Perhatian mereka semua teralih saat pintu terbuka. Ryeowook, Yesung dan Donghae muncul diambang pintu dengan menarik koper mereka. Leeteuk membuka matanya.

 

“Kalian sudah datang” kata Leeteuk.

“Kami pulang hyung” kata Yesung.

 

kata Ryeowook segera beranjak duduk disamping Sungmin dan memeluk pemuda manis itu.

“Semuanya akan baik–baik saja hyung” kata Ryeowook berusaha menghibur. Sungmin hanya diam.

 

Yesung dan Donghae beranjak duduk diantara personil lainnya. Donghae memandang 5 hoobaenya yang masih terdiam kemudian beralih memandang Leeteuk. “Kami sudah mendengarnya. Kami juga sangat cemas. Bagaimana keadaan Min Yoo dan Min Sae?” tanyanya.

 

“Min Yoo masih tidak sadar. Hyukie sedang menjaganya dirumah sakit. Kangin dan Siwon masih mencari Min Sae. Sebetar lagi mereka akan kembali. jawab Leeteuk.

 

Semuanya menoleh saat pintu kembali terbuka. Kangin dan Siwon muncul diambang pintu. Sungmin berdiri memandang Kangin dan Siwon dengan penuh harap. Namun ia segera duduk dengan kecewa saat Kangin menggelengkan kepalanya.

 

“Maaf. Kami sudah menyusuri seluruh kota tapi…” kata Kangin kembali menggelengkan kepalanya.

 

“Aku sudah melaporkannya ke polisi. Tenang saja, aku sudah meminta polisi untuk merahasiakan masalah ini dari publik dan pers” kata Siwon memandang leadernya.

 

Leeteuk menganggukkan kepalanya dengan sedih kemudian kembali memejamkan matanya. Onew mengangkat kepalanya dan berdiri. “Aku benar-benar minta maaf Sungmin hyung, Kyuhyun hyung, atas kelalaianku menjaga mereka. Aku tidak teliti. Maafkan aku” kata Onew membungkukkan tubuhnya.

 

Minho, Key, Jonghyun dan Taemin mengikuti aksi leadernya.

“Kami benar-benar minta maaf hyung” kata mereka kompak.

 

Kyuhyun memandang 4 hoobaenya dan mendesah pelan.

“Sudahlah. Angkat kepala kalian” kata Kyuhyun.

 

Onew dan 4 dongsaengnya mengangkat kepalanya.

“Aku hanya meminta kalian untuk menjaga mereka. Apa itu terlalu sulit untuk kalian?” tanya Sungmin marah.

 

“Aku sangat menyesal hyung” kata Onew.

 

“Tentu. Kalian harus menyesal. Jika terjadi sesuatu pada bayiku…aku tidak akan memaafkan kalian” kata Sungmin memandang Onew dengan tajam.

 

“Sudahlah Sungmin. Mereka sudah meminta maaf. Mereka menyesal,” kata Yesung. “Lagipula ‘kan kau yang meminta mereka untuk mengurus bayi kembarmu.”

 

Sungmin memandang Yesung dan membuka mulutnya. Bersiap menumpahkan kemarahannya. Namun Kyuhyun segera menahannya. “Kami akan mencari Min Sae. Kami tidak akan berhenti mencarinya. Kami akan menemukannya hyung. Kami berjanji” kata Jonghyun bersuara.

 

“Ini salahku tidak memperhatikan Min Sae dengan baik” kata Minho merasa sangat menyesal.

 

“Maafkan kami hyung. Saat itu Min Sae ingin melihat poster Super Junior yang dipajang di etalase toko. Min Sae merindukan Sungmin hyung. Ia terlihat senang saat melihat poster kalian dan terus memanggil Sungmin hyung. Tapi saat kami sadar Min Sae telah menghilang. Mianhae hyung” kata Taemin menangis.

 

“Aku lupa memberitahu Jinki hyung bahwa susu bayi telah habis. Jinki hyung tidak terbiasa dengan anak kecil. Dia sangat bingung dan panik saat Min Yoo menangis, sehingga salah mengambil susu” kata Key.

 

“Renovasi apartement kami belum sepenuhnya selesai, tapi akan segera selesai. Kami akan segera pergi jika itu lebih baik” kata Onew.

 

“Kau ingin lari dari kesalahanmu?” tanya Sungmin.

“Kami tidak bermaksud untuk kabur. Kami hanya…” kata Onew berusaha menjelaskan.

“Cukup Jinki ah. Aku mengerti” kata kyuhyun.

 

Sungmin berdiri dan berlari ke kamarnya. Ia hampir menangis. Ryeowook segera menyusul untuk menemani Sungmin dikamarnya. Onew menundukkan kepalanya. Ia merasa sangat bersalah dan tidak enak. Leeteuk membuka matanya dan memandang seluruh dongsaengnya.

 

“Kalian tidak perlu pergi. Setidaknya sampai masalah ini selesai. Jangan sampai masalah ini terdengar oleh perusahaan, publik ataupun pers. Kita akan bergantian mencari Min Sae dan menjaga Min Yoo dirumah sakit. Sekarang sebaiknya kalian tenangkan pikiran dulu” kata Leeteuk.

 

Seluruh dongsaengnya menganggukkan kepalanya mengerti. Leeteuk memandang Kyuhyun yang duduk dengan tenang namun dapat terlihat kecemasan dalam wajah tampannya.

“Aku akan melihat Sungmin hyung” kata Kyuhyun kemudian beranjak ke kamarnya.

 

****

 

Ryeowook melepas pelukannya dan memandang hyungnya dengan sedih.

“Hyung tenang saja. Min Sae pasti akan ditemukan. Min Yoo pasti akan sembuh. Kita berdoa saja hyung” kata Ryeowook berusaha menghibur.

 

“Gomawo Wookie” kata Sungmin menghapus air matanya.

“Hyung butuh sesuatu? Bagaimana jika aku buatkan ramen?” tanya Ryeowook.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak lapar. Kau beristirahatlah” kata Sungmin.

 

Ryeowook memandang Sungmin sesaat.

“Araseo” kata Ryeowook kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin diam memandang box bayi tempat biasa bayi kembarnya terlelap. Kini box bayi itu kosong. Ia mengutuk dirinya karena tidak kembali lebih cepat. Kenapa ia tidak membawa saja Min Sae dan Min Yoo bersamanya? Ia punya banyak alasan untuk itu. Ia bisa membuatnya. Sungmin kecewa karena dongsaeng kepercayaannya telah membuat kesalahan yang sangat fatal baginya.

 

Pintu kamar terbuka dan Kyuhyun melangkah masuk. Ia memandang Sungmin yang sedang memandang keluar jendela. Raut khawatir dan sedih tergambar jelas diwajahnya yang sembab. Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin.

 

“Sudah malam,” kata Sungmin lirih. “Sudah malam. Min Yoo masih belum sadar, dan Min Sae ada diluar sana. Bagaimana keadaannya? Apa dia sudah makan? Apa dia baik–baik saja? Min Sae pasti ketakutan. Dia pasti menangis.”

 

Kyuhyun mengulurkan tangannya memeluk Sungmin.

“Seharusnya aku kembali lebih cepat. Seharusnya aku tidak meninggalkan mereka. Kyu~~ hiks…” Kata Sungmin kembali menangis.

 

Kyuhyun membimbing Sungmin ke ranjang. Ia merebahkan tubuh pemuda manis itu di ranjang dan berbaring disisinya. Kyuhyun memperat pelukannya dan membelai kepala Sungmin dengan lembut. Ia tidak bicara. Ia hanya melakukannya sampai Sungmin tertidur. Namun ia tidak bisa tidur. Kyuhyun memandang ruangan kamarnya. Memandang box bayi sepanjang malam hingga ia merasa bersalah.

 

****

 

Min sae POV

 

Aku duduk dengan lelah dan mengedarkan pandanganku. Memperhatikan tempat yang tidak aku kenali. Sepertinya aku tersesat. Aku memandang jalanan yang ramai dan padat. Jalanan yang membentang ke kanan dan kiri. Terlihat sangat jauh bagiku.

Kemana aku harus pergi? Aku ingin pulang.

 

Dimana Minho ahjussi dan Taemin ahjussi? Wookie ahjussi? Donghae ahjussi? Teuki ahjussi? Eomma? Appa? Mereka semua pasti sedang mencariku ‘kan?

 

Aku merangkak kembali menyusuri jalan. Melewati pejalan kaki yang tidak menyadari aku sedang merangkak dibawah mereka. Aku berhenti di depan sebuah toko elektronik. Etalase mereka memajang tv–tv berbagai ukuran dan menyalakan channel yang berbeda–beda. Perhatianku tertuju pada salah satu tv berukuran besar yang sedang menayangkan tentang Super Junior. Teuki ahjussi dan Eunhyuk ahjussi sedang diwawancara. Aku bersorak senang saat melihat eomma dan appa yang berdiri berdampingan dan menjawab semua pertanyaan dari wartawan dengan santai.

 

Aku merangkak mendekati kaca etalase dan menyentuhnya.

Eomma! Appa! Bisakah kalian menjemputku? Aku takut sekali. Aku ingin pulang dan bermain dengan Min Yoo.

 

“Uri super juni –OEE. Kamsahamnida” (Leeteuk dan seluruh personil melambaikan tangannya).

 

Eh? Sudah selesai?

 

Aku memandang layar tv yang berganti dengan program lain. Tidak ada Super Junior lagi. Wawancara sudah selesai. Tunggu! Aku ingin eomma dan appa! Eomma! Appa! Kalian akan menjemputku ‘kan?

 

Aku memukul–mukul kaca etalase seraya menangis. Aku lapar dan lelah. Aku ingin pulang dan bermain dengan adik kembarku. Aku menghentikan tanganku dan menangis di depan etalase toko. Segera Aku menjadi pusat perhatian. Aku tidak perduli dan terus menangis.

 

Seorang pria berwajah cantik mendekatiku dan menggendongku.

“Hai adik kecil. Dimana eomma’mu?” tanya pria itu.

 

Aku tidak tahu.

 

“Apa kau tersesat?” tanya pria itu lagi.

 

Sepertinya begitu.

 

Pria itu memandangku dengan sedih dan kasihan.

“Kasihan sekali kau. Tenanglah adik kecil” kata pria itu seraya memelukku dengan lembut.

Aku masih menangis.

“Mungkin dia lapar” kata temannya yang berdiri disampingnya.

“Araseo. Kita belikan susu untuknya” kata pria berwajah cantik ini.

 

“Tapi kita sudah harus pergi Jaejoong. Pesawat kita akan berangkat 1 jam lagi” kata temannya yang satu lagi.

 

“Kita tidak akan terlambat. Benar ‘kan Yoochun?” kata pria yang dipanggil Jaejoong.

 

Pria yang dipanggil Yoochun menganggukkan kepalanya.

“Aku akan membelikan susu untuknya” kata Yoochun kemudian beranjak pergi.

“Tidak perlu terburu–buru Junsu” kata Jaejoong tersenyum.

 

Tidak lama Yoochun datang dan memberikan sekotak susu bayi padaku. Segera tangisanku berhenti. Setelah perutku kenyang Aku pun tertidur dengan lelah.

“Ayo kita pergi” kata Jaejoong.

 

“Kau akan membawanya? Kenapa tidak diserahkan pada polisi saja?” tanya Junsu.

“Tidak. Bayi ini lucu sekali. Aku ingin merawatnya” kata Jaejoong.

 

“Mwo? Apa aku tidak salah dengar?” kata Junsu tidak percaya.

“Tidak apa–apa ‘kan?” kata Jaejoong.

 

“Kau akan dituduh menculiknya” kata Junsu.

“Aku tidak menculiknya. Yoochun ah, apa kau akan mengurus masalah ini?” tanya Jaejoong menoleh memandang Yoochun.

 

“Araseo. Terserah kau saja” kata Yoochun kemudian mengeluarkan ponselnya.

 

setelah beberapa menit Yoochun menutup ponselnya.

“Sudah selesai. Kita bisa pergi sekarang?” kata Yoochun.

“Aigoo…” desah Junsu.

 

“Khajja” kata Jaejoong beranjak pergi seraya menggendongku yang sudah terlelap.

 

Junsu mengernyit memperhatikanku.

“Mworago?” tanya Yoochun.

“Bayi ini terlihat seperti seseorang. Mungkin hanya perasaanku” jawab Junsu.

 

 

Aku membuka mataku, mengedarkan pandanganku dengan bingung.

Dimana ini? Dimana eomma dan appa?

 

“Hai bayi kecil. Kau sudah bangun?” tanya Jaejoong tersenyum.

 

Aku memandang pria berwajah cantik yang sedang menggendongku dan segera terpana. Well, ia berwajah cantik tapi juga tampan. Aku baru menyadarinya. Tunggu sebentar! ini tidak terlihat seperti bandara incheon. Kemana dia membawaku?

 

“Welcome to The United State of America international airport”

 

Min sae POV

End

 

Tbc

5 thoughts on “Aigoo… are these my babies? / part 9

  1. ya ampun min sae jauh banget mainnya sampe amerika! hahaa
    dan jaejoong.. knapa main ambil anak orang sembarangan sih ih!!
    gak mikirin perasaan orang tua anak itu apa?
    lagi cemas mikirin anaknya.
    kasiaaan huhuhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s