Baby Good Night

Gambar

Pairing            : KyuMin

Genre               : Fluff, Fantasy

Length             : One Shoot

Song                   : GD&TOP – Baby Good Night

Warning          : Boys love, yaoi, alur yang pelan dan mungkin membosankan

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Kita akan selalu bersama, kekasihku. Baby good night……

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

C’est bon, fais-moi du bien (It’s good, make me feel good)

 

Detak jam membawa malam kian larut. Malam yang dingin. Hujan masih saja turun dengan derasnya. Seolah sang hujan enggan untuk menghentikan kerinduannya pada tanah yang dahaga, menaburi rahimnya dengan benihnya yang dingin. Di ranjangnya yang nyaman itu Sungmin tidur dengan gelisah. Ia terus berguling ke kiri dan kanan. Mata foxy itu akhirnya terbuka. Sungmin menarik asal selimutnya hingga lutut dan membuat kaki putihnya yang sebelumnya tersembunyi dibalik selimut jadi terlihat. Ia menggenggam ujung selimutnya dan mendesah. Ia tidak bisa tidur. Lagi-lagi ia tidak bisa tidur karena kerinduan yang terbendung pada kekasihnya. Kekasih yang hanya bisa ia temui di malam purnama ke-13.

 

Suara gemuruh dan petir yang silih berganti terdengar dari dibalik langit gelap seakan tertawa mengejek pada Sungmin yang sedang bergelut dengan rasa rindunya, yang sedang berusaha memperbaiki tembok yang nyaris jebol karena tidak mampu menahan kerinduan itu. Sungguh, Sungmin sangat merindukan kekasihnya. Kekasihnya yang tampan dan juga……berbeda.

 

“Kyu……” Sungmin memanggil pelan nama kekasihnya, penuh rindu.

 

Perlahan seekor ular berwarna cokelat-hitam merayap menaiki ranjang. Tubuhnya yang panjang merayap pelan di kaki Sungmin dan terus merayap pelan menaiki tubuh Sungmin. Melingkar di lengan dan berhenti di leher. Sungmin menarik lengannya pelan seolah ingin memeluk ular itu. Ia menyentuh kepala ular itu dan membawanya ke depan wajahnya. Mata foxy-nya menatap ular itu dengan rindu. Ular itu adalah Kyuhyun, sang kekasih.

 

Ya, Kyuhyun memang berbeda. Dia bukan manusia, melainkan siluman ular. Dunia ini tidak kecil dan penuh dengan misteri yang tidak pernah kau duga, benar ‘kan?

 

“Cher (Sayangku)suara Kyuhyun yang lembut terdengar di dalam kepala Sungmin.

 

“Apa kau tidak akan berubah? Apa malam ini tidak akan terjadi apa-apa?” tanya Sungmin. Nada penuh harap bercampur rindu terdengar dalam suaranya.

 

“Cher, aku hanya bisa berubah di malam purnama ke-13 saja”

 

Sungmin beranjak bangun dari tidurnya dan duduk bersandar di ranjang. Kyuhyun merayap di bahu Sungmin dan melingkar di lehernya, seolah ingin memeluk pemuda manis itu. Ia menempelkan kepalanya di wajah Sungmin. Sungmin mengusap lembut kepala Kyuhyun dengan jarinya.

 

“Aku tahu. Aku hanya……sangat merindukanmu Kyu” kata Sungmin lirih.

 

“Aku pun juga sangat merindukanmu, cher. Dua hari lagi malam purnama ke-13. Kita bisa bersama lagi. Aku akan bersama denganmu. Mengenggam tanganmu. Memelukmu. Menciummu. Kita akan membagi langit yang terlalu luas untuk dipandangi sendirian dan menengadah pada bintang-bintang. Kita akan melakukan apapun yang kau sukai. Seperti selalu”

 

Sungmin tersenyum. Ia mengecup lembut kepala Kyuhyun dan kemudian kembali mengusapnya dengan lembut. Sungmin terdiam sesaat dan kemudian senyumnya sedikit memudar. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang kekasihnya, berusaha menerka-nerka apa yang ada dibalik mata foxy itu. Karena mata foxy itu nampak meredup dan sedih.

 

“Apa yang sedang kau pikirkan, cher?”

 

“Jika saja aku tidak melakukan kesalahan itu, hal ini tentu tidak akan terjadi. Kita tidak perlu harus menunggu malam purnama ke-13 untuk bisa bersama,” kata Sungmin sedih. “Maafkan aku Kyu, kau harus menanggung kesalahanku.”

 

Ya, dulu Kyuhyun mampu merubah wujudnya menjadi manusia kapanpun ia mau. Mereka akan berkencan, berpegangan tangan, berpelukan, berciuman dan bersama seperti pasangan lainnya tanpa harus menunggu malam purnama ke-13. Tapi semua berubah karena kebodohan Sungmin yang tanpa sengaja membunuh seekor ular besar, yang kemudian Sungmin ketahui bahwa ular itu adalah ayah Kyuhyun.

 

Ibu Kyuhyun adalah seorang manusia. Wanita cantik itu terkejut dengan kematian suaminya saat itu. Ia marah namun kemarahan itu tidak bertahan lama karena ia terlanjur menyayangi Sungmin seperti anaknya sendiri. Ia sangat menyukai Sungmin dan tidak ingin hubungan putranya dengan pemuda manis itu harus berakhir karena masalah ketidaksengajaan ini. Kyuhyun pun sudah memaafkan Sungmin dan tidak pernah sekalipun meninggalkannya. Ia tahu, Sungmin tidak sengaja melakukannya. Pemuda manis itu hanya terlalu terkejut dan takut. Siapa sih yang tidak terkejut dan takut melihat seekor ular besar yang tiba-tiba sudah melingkar dengan tenang di kamar dan memandangmu dengan tajam, penuh peringatan?

 

Tapi hukum karma harus tetap berlaku. Kyuhyun yang begitu mencintai pemuda manis itu bersedia menerima hukumannya, menanggung kesalahan Sungmin. Ia tidak bisa merubah wujudnya menjadi manusia lagi sebebas dulu. Ia harus tetap dalam wujud ular dan hanya bisa kembali dalam wujud manusianya setiap malam purnama ke-13. Ironic, huh?

 

“Jangan salahkan dirimu lagi, cher. Tidak apa-apa. Tidak apa-apa” Kyuhyun menempelkan kepalanya di wajah manis Sungmin dan menghiburnya dengan lembut.

 

“Kau tidak akan meninggalkanku?” Sungmin memandang kekasihnya dengan sedih.

“Tidak akan cher. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Je t’aime (Aku mencintaimu), cher”

 

Sungmin tersenyum dan mengecupnya sesaat.

Je t’aime Kyu” katanya.

 

Kyuhyun menggelantung dengan tenangdi leher Sungmin. Sungmin memainkan ekor Kyuhyun dan kembali tersenyum. Membiarkan penghujan menyelesaikan tangisannya. Berharap malam purnama ke-13 cepat datang. Ya, cepatlah datang sebelum tembok ini runtuh karena tidak mampu lagi membendung kerinduan yang kian hari kian besar itu.

 

~+~+~+~

 

Siang ini Sungmin akan menjalani sidang yang akan menentukan kelulusannya. Sejak semalam Sungmin sudah mempersiapkan dengan baik bahan yang akan ia presentasikan hari ini. Ia benar-benar berharap dapat lulus dengan nilai yang baik dan meraih gelar magister yang diimpikannya. Diruangan tunggu yang cukup besar itu terlihat beberapa orang yang juga akan mengikuti sidang. Mereka nampak gugup, dan ada juga yang nampak percaya diri. Mungkin, terlalu percaya diri. Tapi Sungmin justru sedang merasa cemas. Ia memandang keluar jendela. Hujan masih saja turun sejak tadi.

 

“Sepertinya hujan ini akan bertahan lama” Sungmin melirik saat mendengar perkataan salah seorang gadis peserta sidang.

“Kata ramalan cuaca hari ini akan hujan terus, mungkin sampai malam belum berhenti” temannya menimpali.

“Ah, ini buruk. Aku benci hujan” sahut temannya yang lain dengan kesal.

 

Sungmin terdiam. Ia kembali memandang keluar jendela. Wajah manisnya nampak kian cemas. Malam ini adalah malam purnama ke-13. Malam yang penting bagi Sungmin dan Kyuhyun. Malam ini seharusnya mereka bersama, membagi cinta dan rindu yang telah terbendung lama. Tapi jika hujan ini tidak kunjung berhenti hingga nanti malam, maka purnama tidak akan datang. Dan itu artinya, Sungmin harus menunggu purnama ke-13 lainnya untuk dapat bersama dengan Kyuhyun. Sungmin harus membendung lagi rasa rindunya pada pria tampan itu. Dalam hati Sungmin berdoa, berharap agar hujan ini cepat berhenti. Tapi Sepertinya Sungmin harus berdoa dengan lebih keras, karena nampaknya hujan justru turun semakin deras.

 

‘Kyu, kau akan datang malam ini ‘kan?’ pikir Sungmin cemas.

 

~+~+~+~

 

Di kamar yang nyaman itu Siwon sedang duduk bersandar diranjang, membaca bukunya dengan serius, berusaha mengabaikan ular berwarna cokelat-hitam yang sedang merayap di lengannya. Siwon masih berusaha mengabaikan ketika ular itu merayap menaiki kepalanya, turun di lehernya dan kemudian melilit dengan tenang disana. Akhirnya Siwon mendesah kesal ketika ular itu mengangkat tubuhnya tepat diwajahnya, menghalangi pandangannya pada buku. Ular ini benar-benar menganggu konsentrasinya.

 

“Aku sedang membaca Kyu” katanya pada adiknya, Kyuhyun.

 

Ular itu –Kyuhyun- memandang Siwon.

“Ayolah hyung, kau harus membantuku” suara Kyuhyun terdengar di dalam kepala Siwon.  Saat dalam wujud ular seperti saat ini Kyuhyun mampu membuat siapapun yang ia inginkan mendengar suaranya di dalam kepala mereka.

 

Siwon menutup bukunya dan sedikit melemparkannya ke atas ranjangnya. Ia memandang adiknya dengan sedikit kesal. Mereka memiliki mata yang sama. Tentu saja, karena Siwon pun sama dengan Kyuhyun. Siwon adalah siluman ular dengan warna kuning-hitam yang mempesona. Tapi ia lebih suka tampil dengan wujud manusia daripada wujud ular. Selain karena ia benci warna kuning, kekasihnya –Heechul- tidak tahu bahwa ia adalah siluman.

 

“Purnama ke-13 tidak akan datang karena hujan ini, eoh? Poor Sungmin” cibir Siwon sambil tersenyum mengejek.

 

Kyuhyun sedikit mempererat lilitannya di leher Siwon, membuat pria tampan itu sedikit sesak nafas.

“Aissh. Aku cuma bercanda Kyu. Bercanda” kata Siwon menepuk pelan tubuh panjang ular yang berwarna cokelat-hitam itu agar melonggarkan lilitannya.

 

Kyuhyun pun melonggarkan lilitannya. Siwon menghela nafas lega.

“Kau benar-benar menyebalkan Kyu. Kubunuh kau nanti dan kujadikan kulitmu sebagai tas untuk Chulie-ku” kata Siwon pura-pura mengancam. Kyuhyun hanya terkekeh.

 

Sementara itu diluar hujan masih saja turun, kian deras. Sesuatu yang Kyuhyun cemaskan sejak tadi. Malam ini adalah malam purnama ke-13, malam yang selalu Kyuhyun nantikan. Kyuhyun sudah sangat merindukan kekasihnya. Kyuhyun sangat merindukan Sungmin. Ia tidak sabar ingin segera menyentuhnya, memeluknya, menciumnya. Rasanya Kyuhyun tidak sabar ingin segera bersama kekasihnya. Tapi malam ini purnama tidak akan datang karena hujan ini. Hujan ini akan bertahan sepanjang hari, hingga esok pagi. Hujan yang menyebalkan.

 

Terus-menerus dalam wujud ular membuat kekuatan sihir Kyuhyun menjadi terbatas. Ia tidak bisa kembali ke dalam wujud manusianya tanpa purnama ke-13. Dan saat ini, satu-satunya yang bisa membantunya hanya Siwon. Kyuhyun hanya bisa berharap pada kakaknya itu.

 

“Aku tidak bisa menyihir hujan pergi dan mendatangkan purnama ke depan matamu, Kyu” kata Siwon.

“Tapi kau bisa membantuku kembali ke dalam wujud manusiaku meski tanpa purnama ‘kan?”

 

Siwon terdiam sesaat.

“Ya kau benar. Aku bisa mengembalikan wujud manusiamu saat ini juga, tapi sihir ini hanya dapat bertahan satu hari saja. Aku tidak bisa mengembalikan wujud manusiamu seutuhnya” katanya seraya melirik Kyuhyun yang masih melilit di lehernya dengan tenang.

 

“Aku mengerti. Asalkan aku bisa bersama Sungmin. Satu hari tidak masalah. Terlebih lagi, hari ini dia akan lulus. Aku ingin memberinya kejutan” kyuhyun terdengar sangat serius.

 

Siwon memandang adiknya itu dan tersenyum.

“Kau sangat mencintai Sungmin, eoh?”

“Aku tergila-gila padanya”

 

Siwon menganggukkan kepalanya mengerti dan membuka mulutnya, bersiap untuk bicara lagi namun pintu kamarnya terbuka. Sosok wanita paruh baya yang cantik muncul diambang pintu. Siwon dan Kyuhyun menoleh melihat kedatangan ibu mereka yang membawa sesuatu. Ibu tersenyum dan melangkah masuk. Ia meletakkan barang yang dibawanya diatas meja. Pakaian dan sepatu milik kyuhyun. Kemudian ia beranjak duduk didekat Siwon. Kyuhyun merayap turun dari leher Siwon dan mendekati ibunya. Ia merayap naik ke bahu dan memandang ibunya.

 

“Ibu, Sungmin akan lulus hari ini”  kini suara Kyuhyun terdengar di dalam kepala ibunya dan Siwon.

 

Ibu tersenyum dan menyentuh Kyuhyun.

“Aku tahu. Aku akan mengirimkan hadiah untuknya nanti,” katanya. “Ajak dia kesini Kyu. Sudah cukup lama aku tidak bertemu dengannya. Ibu kangen anak itu.”

 

Kyuhyun terkekeh dan menempelkan kepalanya di wajah cantik ibunya.

“Ya ibu, pasti”

 

Ibu tersenyum. Kemudian ia berkata pada Siwon, “Bantu adikmu Siwonie. Ini adalah hari yang penting baginya. Lagipula, sudah lama ibu tidak melihat wajah tampan putraku ini” pinta ibu seraya mengusap lembut kepala Kyuhyun.

 

Jika ibu sudah ikut bicara maka Siwon sudah tidak bisa menolak. Ia mendesah sesaat.

“Ya aku bisa saja melakukannya bu. Tapi masalahnya adalah, sihir ini juga menghisap banyak energi si penggunanya,” Siwon beralih memandang Kyuhyun yang kini menegakkan tubuhnya dan memandangnya. “Ini sihir yang sangat melelahkan Kyu. Jika kau tetap melakukan ini, kemungkinan besar kau harus absen di purnama ke-13 selanjutnya. Itu artinya kau tidak bisa kembali ke wujud manusiamu di malam purnama ke-13 selanjutnya. Kau akan menjadi ular pemalas yang kerjanya hanya tidur terus selama beberapa hari, atau mungkin bisa selama satu minggu lamanya.”

 

“Aku tidak peduli. Ini adalah hari penting dan aku tidak ingin mengecewakan Sungmin” Kyuhyun tetap bersikeras.

 

Siwon tersenyum mendengus.

“Dia keras kepala” katanya pada ibu.

 

Ibu terkekeh.

“Ya, begitulah Kyuhyun” Ibu tersenyum.

 

Ya, wanita cantik itu dapat mengerti betapa besar kerinduan Kyuhyun pada sang kekasih. Kekasih yang begitu ia cintai. Kyuhyun hanya tersenyum. Ia merayap turun dari bahu ibunya dan mendekati Siwon.

“Lakukan hyung” katanya dengan tidak sabar.

 

Siwon akhirnya menyerah.

“Baiklah. Jangan katakan aku tidak memberitahumu” katanya.

 

Siwon membawa tubuh Kyuhyun dan meletakkannya di lantai. Ibu memperhatikan ketika Siwon memandang Kyuhyun dengan serius dan mulai membaca sebuah mantra. Tiba-tiba sebuah pentragam muncul dilantai, disekitar Kyuhyun. Pentragam itu bercahaya, sangat cantik dan sangat terang. Cahaya itu berpijar semakin terang dan, Poff…

 

Dalam sekejap ular berwarna cokelat-hitam itu menghilang, berganti dengan sesosok seorang pria tampan yang berdiri tanpa busana. Pria itu bertubuh tinggi, berkulit putih dan berambut cokelat. Ya, itu adalah Kyuhyun. Pentragam itu segera menghilang. Kyuhyun memandang tubuhnya yang kini telah berubah kembali dalam wujud manusianya dan tersenyum senang. Ia mengangkat kepalanya memandang ibunya dan Siwon.

 

“Terlalu lama menjadi ular, aku nyaris melupakan wajah aslimu Kyu” kata Siwon terkekeh.

 

Kyuhyun hanya tersenyum mendengus mendengar komentar Siwon. Ibu memberikan pakaian yang dibawanya tadi pada Kyuhyun. Kyuhyun segera memakainya dengan cepat. Ia memakai sepatunya dan berdiri di depan cermin. Di dalam cermin itu terpantul sosok seorang manusia, bukan lagi seekor ular. Seorang pria yang tampan dan sempurna. Kyuhyun tersenyum. Sekarang ia siap untuk segera bertemu dengan kekasihnya. Kekasih yang begitu dirindukannya.

 

~+~+~+~

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore ketika Sungmin selesai sidang. Semua berjalan dengan baik. Pemuda berwajah manis itu tersenyum senang saat ia berhasil lulus dengan nilai sempurna. Sungmin melihat keluar jendela. Hujan yang kini sedang berubah menjadi rinai masih saja belum berhenti. Senyum di wajah Sungmin sedikit memudar. Ia mendesah pelan dan beranjak pergi. Masih terus berharap agar hujan ini berhenti. Berharap terjadi sebuah keajaiban kecil.

 

Sementara itu di depan kampus nampak seorang pria sedang berdiri menunggu seseorang. Payung merahnya yang basah disandarkan di dinding. Sosoknya yang tampan dan sempurna menarik perhatian semua orang ditempat itu. Tapi nampaknya pria berambut cokelat itu tidak terlalu peduli. Ia sibuk mengedarkan pandangannya mencari kekasihnya. Ia tersenyum saat akhirnya melihat orang yang ditunggunya datang.

 

“Selamat untuk kelulusanmu, cher” katanya sambil tersenyum.

 

Sungmin mengerjap, terkejut memandang sosok tampan yang sedang berdiri didepannya. Sosok tampan ini yang kini sedang memeluknya dengan erat. Ini adalah sosok yang selalu Sungmin rindukan selama ini. Sosok yang selalu ia tunggu.

Tu me manques (Aku merindukanmu), cher bisiknya lembut ditelinga Sungmin.

 

Suara ini membuat Sungmin tersenyum. Sungmin tersenyum senang. Ia pun memeluk pria berambut cokelat itu dengan penuh rindu. Sungguh, Sungmin sangat merindukannya. Rindu memeluknya seperti ini.

 

Tu me manques tellement. Cher, bien-aimé (Aku juga sangat merindukanmu. Sayangku, kekasihku) Kyuhyun… ” kata Sungmin memeluk kekasihnya dengan erat seolah tidak akan ia lepaskan lagi.

 

Kyuhyun tersenyum. Ia melepaskan pelukannya. Mengecup wajah manis itu beberapa kali, sebelum kemudian ia mengecup bibir plump yang dirindukannya itu. Tidak peduli dengan orang-orang yang sedang memperhatikan mereka. Sungmin tersenyum senang. Namun kemudian ia mengernyit saat menyadari sesuatu. Ia memandang jam tangannya.

 

“Ini masih jam 3 sore dan hujan masih belum berhenti sejak tadi. Bagaimana kau bisa berubah dan berdiri di depanku saat ini? Kupikir purnama ke-13 tidak akan datang malam ini” tanya Sungmin dengan heran.

 

“Malam ini purnama ke-13 memang tidak akan datang karena hujan menyebalkan ini. Tapi Siwon hyung bersedia membantu merubahku kembali ke dalam wujud manusia. Meski begitu, perubahan ini tidak bisa bertahan terlalu lama. Hanya satu hari” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin menyentuh wajah Kyuhyun dengan lembut dan memandangnya lekat-lekat.

“Aku merindukanmu Kyu. Benar-benar merindukanmu” katanya.

 

Kyuhyun menyentuh tangan Sungmin diwajahnya. Ia mengecup tangan hangat itu dengan lembut, tangan yang selalu ia sukai. “Selamat untuk kelulusanmu, cher”  Kyuhyun memberi selamat sekali lagi sambil tersenyum.

 

Sungmin terkekeh kecil dan menarik tangannya dari wajah Kyuhyun.

“Bagaimana kau bisa tahu? Aku ‘kan belum memberitahumu” tanyanya.

“Aku tahu kau pasti akan lulus. Nilai sempurna?” kata Kyuhyun yakin.

“Nilai sempurna!” kata Sungmin senang. Kyuhyun ikut tersenyum senang.

 

Kyuhyun mengambil payungnya yang ia sandarkan di dinding. Ia membuka payungnya dan menoleh pada Sungmin. Tersenyum sesaat dan kemudian merangkul bahu pemuda manis itu dengan lembut. Semua orang memperhatikan saat pasangan itu beranjak pergi menembus hujan dibawah payung merah itu. Mereka memperhatikan bagaimana pasangan itu saling memandang dan tersenyum, seolah mereka ikut merasakan perasaan hangat itu. Perasaan hangat dari cinta yang tulus.

 

Ah, mata memang tidak pernah bisa berbohong.

 

~+~+~+~

 

Pukul 7 malam. Hujan masih tetap setia membasahi bumi, seolah masih belum puas merayu bumi yang mulai menggigil. Hujan turun semakin deras. Petir dan gemuruh kembali berbagi gelak tawa dibalik langit yang gelap. Malam yang dingin.

Mereka baru saja kembali. Kyuhyun membuka pintu rumah Sungmin. Ia menggandeng kekasihnya memasuki rumah yang hangat. Sungmin tersenyum saat Kyuhyun memeluknya dan mengecup lembut lehernya.

“Kau mau mandi dulu?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum.

“Aku akan membuka airnya untukmu” Kyuhyun mengecup sesaat bahu Sungmin dan kemudian beranjak ke kamar mandi yang terdapat di dalam kamar Sungmin di lantai 2.

 

Sungmin hanya tersenyum senang dengan perhatian Kyuhyun. Ia baru saja akan menghempaskan tubuhnya disofa ketika terdengar suara bel bintu. Sungmin pun beranjak membuka pintu. Seorang pria pengantar barang tersenyum ramah ketika pintu terbuka.

 

“Tuan Lee Sungmin?” tanya pria itu.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Ada kiriman untuk anda” kata pria itu memberikan sebuah kotak yang cukup besar ditangannya pada Sungmin. Kotak itu berwarna biru tua, terikat dengan pita merah dan cukup berat.

 

Setelah Sungmin menandatangani tanda terima pria pengantar barang itu pun segera beranjak pergi. Sungmin menutup pintu. Ia beranjak masuk sambil mencari nama pengirimnya pada kotak itu. “Hadiah dari ibu sudah datang ya?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Sungmin.

 

Sungmin nyaris meloncat kaget. Ia memandang kekasihnya itu dengan sedikit kesal.

“Dasar ular, suka sekali muncul diam-diam dan mengejutkan” katanya.

 

Kyuhyun terkekeh. Ia mengusap pelan bahu Sungmin dan mengecupnya. Sungmin membiarkan Kyuhyun yang mulai mengecup lehernya dengan lembut, sementara ia sibuk membuka kotak berwarna biru tua itu. Kyuhyun berhenti mencium. Sungmin mengerjap saat melihat isi kotak itu. Sebotol red wine langka yang berusia lebih dari seperempat abad. Sungmin mengambil sebuah memo yang terselip di dalamnya. Ia membacanya dan tersenyum.

 

“Ibumu baik sekali Kyu. Ini hadiah yang menarik untuk sebuah kelulusan. Aku akan mengunjunginya besok” kata Sungmin merasa sangat senang.

 

Kyuhyun mengambil kertas memo itu dari tangan Sungmin dan membacanya sesaat. Isinya sebuah ucapan selamat untuk kelulusan Sungmin dan harapan bagi pemuda manis itu agar selalu bahagia bersama Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. Ia meletakkan kembali kertas memo itu ke dalam kotak dan menoleh pada Sungmin yang sedang memperhatikan botol red wine itu dengan mata berbinar.

 

Cher, airnya sudah siap. Kau mandilah dulu. Biar aku yang urus ini” kata Kyuhyun mengambil botol wine dari tangan Sungmin.

 

Sungmin hanya tersenyum. Ia mengecup kekasihnya sesaat dan kemudian beranjak pergi ke lantai 2 untuk mandi. Kyuhyun menyimpan botol wine hadiah dari ibunya itu di lemari khusus yang cukup besar untuk koleksi wine milik Sungmin. Ya pemuda manis itu memang seorang pecinta wine, sama seperti dirinya.

 

Kyuhyun memperhatikan sesaat isi lemari yang cukup besar tersebut. Botol-botol wine yang tersimpan rapi didalamnya seakan mengundang untuk dinikmati. Tapi malam ini Kyuhyun sedang tidak ingin minum wine. Maka ia menutup kembali lemari itu dan memandang meja yang nampak kosong, hanya sebuah miniatur menara Eiffel dan sebuah pajangan lainnya yang menghiasi meja itu. Kyuhyun menjentikkan jarinya dan dalam sekejap meja itu telah dipenuhi dengan beberapa botol champagne.

 

Kyuhyun beranjak duduk di sofa. Dengan menggunakan handuk kecil ia mengambil sebotol champagne dari dalam ember berisi penuh dengan es batu. Botol itu terasa sangat dingin. Kyuhyun membuka penutup botolnya dan menuangkan isinya ke dalam dua gelas yang telah dipersiapkannya. Kemudian meletakkan kembali botol champagne ke dalam ember berisi penuh dengan es batu. Ia mengangkat kedua gelas itu dan memperhatikannya sesaat. Kyuhyun tersenyum.

 

Kyuhyun meletakkan gelas-gelas itu diatas meja dan beranjak ke meja makan. Diatas meja makan ada sekeranjang buah. Strawberry dan cherry, buah kesukaan Sungmin. Kyuhyun memandang ke arah tangga yang tidak terlalu jauh dari meja makan. Sepertinya Sungmin masih belum selesai mandi. Kyuhyun mengambil sebuah strawberry berbintik merah dari keranjang buah. Warna merahnya nampak menggoda. Kyuhyun memotong pucuk daunnya dengan menggunakan pisau dan langsung memasukkan buah berwarna merah itu ke dalam mulutnya.

 

Saat itu Sungmin muncul dari tangga. Kyuhyun menoleh, memandang kekasihnya yang sedang berdiri di anak tangga, dengan hanya mengenakan baju bathrobe pendek selutut dan berwarna biru lembut. Kyuhyun beranjak mendekatinya. Ia memperhatikan pemuda manis itu lekat-lekat. Sosok manis itu nampak mempesona. Sosok manis favorit Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum.

 

~+~+~+~

 

Mereka duduk bersama di sofa berwarna hitam itu. Kyuhyun mengusap lembut kepala Sungmin yang bersandar dibahunya, sementara tangan lainnya mengenggam tangan hangat Sungmin. Mata mereka terpejam, seolah sedang menikmati tangisan hujan juga gelak tawa petir dan gemuruh diluar. Mereka terdiam menikmati ketenangan yang nyaman ini. Terasa sangat nyaman.

 

“Kyu” suara halus Sungmin terdengar memecah ketenangan itu.

“Hn?” Kyuhyun masih memejamkan matanya, masih asyik mengusap lembut kepala kekasihnya.

“Kenapa harus malam purnama ke-13? Kenapa kau memilih malam purnama ke-13 untuk dapat berubah kembali menjadi manusia?” tanya Sungmin sambil membuka matanya.

 

Kyuhyun menghentikan tangannya. Ia membuka matanya dan melirik Sungmin. Mengecup kepalanya sesaat dan menjawab, “Karena itu adalah pertama kalinya kita bertemu. Sama seperti disaat aku mengaku padamu bahwa aku jatuh cinta padamu, itu juga di malam purnama ke-13. Apakah kau ingat?”

 

Sungmin tersenyum dan menautkan jemari mereka.

“Tentu saja. Tidak mungkin aku lupa” katanya.

 

Ya, tidak mungkin terlupa. Pertemuan di sudut kota di malam itu tidak mungkin Sungmin lupakan. Sama halnya dengan mata obsidian itu yang membuat Sungmin berdebar tak menentu. Mata itu menyesatkan Sungmin dan membuatnya jatuh dalam pesonanya semakin dalam. Kyuhyun berbeda. Dia bukan manusia, tapi Sungmin tidak peduli. Justru sosoknya yang penuh misteri itu selalu membuat Sungmin kerap merasa rindu dan tak bisa tidur.

 

Sungmin menegakkan kepalanya dan melepaskan tautan jemari mereka. Kyuhyun mengulurkan tangannya mengambil dua gelas champagne diatas meja. Ia memberikan satu gelas pada Sungmin dan berkata, “Malam ini aku ingin minum champagne. Tidak apa-apa ‘kan?”

 

Sungmin tersenyum.

“Kurasa champagne juga tidak masalah” katanya. Kyuhyun ikut tersenyum.

 

Mereka saling mendentingkan gelas dan menikmati champagne mereka. Berbagi cerita dan tertawa bahagia. Kyuhyun memperhatikan Sungmin lekat-lekat, seolah tidak ingin mengalihkan pandangannya pada hal lain. Berharap waktu bersedia berhenti malam ini dan pagi tidak pernah datang. Lebih lama lagi. Kyuhyun ingin lebih lama lagi bersama pemuda manis ini. Kekasih yang dicintainya. Tapi sayangnya Kyuhyun hanya memiliki malam ini saja, dan ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

 

“Tahukah kau betapa aku mencintaimu, cher. Kau terlalu bagus dari yang sepantasnya bagiku. Kau sempurna. Terima kasih kau berada di sampingku, cher. Je t’aime, bien-aimé (kekasihku) kata Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum. Ia memandang Kyuhyun dan menyentuh wajah tampan itu dengan lembut

“Aku akan selalu mencintaimu, Kyu. Pour toujours (selamanya) katanya.

 

Kyuhyun tersenyum. Ia mendekati wajah manis Sungmin dan mengecup bibir plumpnya. Memagutnya dengan lembut seolah ingin menyampaikan rasa terima kasih dan perasaan cinta yang dimilikinya. Kyuhyun meletakkan gelas mereka diatas meja sebelum kemudian kembali saling memagut. Bersama dengan Kyuhyun membuat Sungmin berpikir, cinta tidak mengenal perbedaan. Cinta justru membuat perbedaan itu menjadi satu. Saling melengkapi. Saling memahami. Saling membutuhkan. Mungkin Kyuhyun memang berbeda dengan dirinya. Mungkin Kyuhyun memang seekor siluman ular dan akan tetap seperti itu. Tapi mereka memiliki satu persamaan, yaitu cinta yang tulus. Bukankah itu menyenangkan?

 

~+~+~+~

 

Hujan masih saja turun dan kian deras. Tetes-tetes airnya memercik permukaan jendela yang dingin, mengalir turun serupa sungai-sungai kecil. Hujan yang dingin itu, juga gelak tawa sang petir dan gemuruh diluar sana, di langit malam. Semua itu seolah menjadi saksi dari percintaan yang terjadi di kamar yang tenang ini. Saksi dari sebuah cinta yang nyata. Kyuhyun mencumbu kekasihnya dengan lembut namun penuh gairah. Tidak lelah membisikkan kata cinta dalam setiap pagutan bibir mereka. Sungmin menggenggam rambut belakang Kyuhyun dan mendesah setiap kali pria tampan itu memasuki tubuhnya semakin dalam. Membiarkan suara bass Kyuhyun kembali membuat tubuhnya bergetar. Ia hanya mampu menyebut nama Tuhan pemberi nikmat setiap kali Kyuhyun membawanya ke puncak tertinggi. Sungguh, ini adalah percintaan yang indah, yang selalu Sungmin sukai.

 

“Kau terlalu halus, cher. Seperti sebuah strawberry berbintik merah, dan aku menjadi whipping cream yang menghias di sekelilingnya. Kau begitu indah. Je suis fou de toi (Aku tergila-gila padamu), cher…” Kyuhyun berbisik lembut di telinga Sungmin.

 

Sungmin tersenyum dan memagut bibir Kyuhyun sesaat.

“Je t’aime, Kyu”

“Je t’aime, cher”

 

~+~+~+~

 

Menjelang pagi percintaan yang indah itu berakhir. Kyuhyun duduk bersandar di ranjang, memperhatikan Sungmin yang terlelap. Wajah manisnya nampak lelah dan pucat, sisa dari percintaan mereka tadi. Kyuhyun menyentuh wajah manis itu dengan mengunakan telunjuknya, menelusurinya sesaat dan tersenyum. Kyuhyun berpikir, haruskah ia menggambar wajah tidur itu? Karena wajah tidur itu nampak begitu polos dan manis. Kyuhyun membelai rambut hitam Sungmin seraya menatap wajah manis itu. Berharap waktu akan berhenti seperti ini. Kyuhyun menarik selimut menutupi tubuh Sungmin. Ia mengecup lembut kepala Sungmin dan berbisik pelan,

 

“Kau, hanya satu cintaku. Aku mencintaimu Lee Sungmin. Aku berdoa sama seperti malam terakhir kita. Kita akan selalu bersama, bahkan jika matahari mengapung. Selamat tidur, sayangku. Kekasihku…”

 

Kyuhyun membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar. Tiba-tiba ia merasa sangat lelah, seolah seluruh tenaganya menghilang. Kyuhyun melirik jam yang berdetak di dinding. Waktunya hampir habis dan sihir akan segera menghilang. Kyuhyun tersenyum kecewa dan mulai memejamkan matanya. Mungkin ia akan tidur selama beberapa hari, atau mungkin selama satu minggu lamanya. Dan sepertinya purnama ke-13 berikutnya ia harus absen. Ia benar-benar sangat lelah.

~+~+~+~

 

Hujan akhirnya berhenti. Matahari si pengintip kembali pada tempatnya, menantang orang-orang agar segera meninggalkan tempat tidur mereka. Bau tanah basah seolah menguar di udara. Sungmin terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan menemukan kekasihnya menghilang. Sosok pria tampan berambut cokelat itu telah menghilang, berganti dengan seekor ular berwarna cokelat-hitam yang melingkar dibalik selimut. Ular itu tidur dengan nyenyak, nampak tidak terganggu ketika Sungmin menepuk pelan tubuh panjangnya yang berwarna cokelat-hitam itu. Sepertinya dia benar-benar sangat kelelahan. Sungmin memandang ular itu dengan kecewa. Ia masih merindukan kekasihnya, tapi Kyuhyun telah berubah kembali menjadi ular.

 

“Kenapa kau sudah berubah kembali menjadi ular? Hey, bangun Kyu” Sungmin terus menepuk pelan tubuh ular itu, berusaha membangunkannya.

 

Namun Kyuhyun tidak bergeming. Ia masih tetap tidur seperti seekor ular yang mati. Sungmin berhenti menepuk dan sedikit merengut. Ia terdiam sesaat memperhatikan Kyuhyun dan kemudian tersenyum mendesah. Sungmin membelai dengan lembut kepala Kyuhyun dengan menggunakan telunjuknya.

 

“Kau benar-benar lelah ya, Kyu?” tanya Sungmin.

 

Tidak ada jawaban. Kyuhyun masih tetap tidur, seolah tidak terganggu dengan Sungmin. Sungmin tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya pada kepala Kyuhyun dan mengecupnya sesaat. Kemudian ia berkata,

 

Ta voix me rend plus profonds comme le rouge de ton vin préféré (Suaramu membuatku merasa sedalam anggur merah favoritmu).Toute est fabuleux avec toi (Segalanya sangat luar biasa denganmu). Terima kasih Kyu”

 

Il n’ya aucune crainte. Sans remords
Il suffit de l’autre
Même si le soleil est célèbre sa venue
Nous étions toujours ensemble. Comme toujours. Pour toujours.

 

(Tidak ada rasa takut. Tidak pernah ada penyesalan

Yang ada hanya saling memiliki

Bahkan jika matahari merayakan kedatangannya

Kami selalu bersama. Seperti selalu. Selamanya)

 

 

~Fin~

11 thoughts on “Baby Good Night

  1. yaah.. udahan..
    dibuat berchapter seru nie kyk’y..

    kyaa >///< kyumin so sweet..
    ming sabar banget nungguin kyu di purnama ke 13..
    aku kira tadinya kyu ga bisa berubah jd manusia klo di dpn ming aja.. eh ternyata itu berlaku untuk keluargannya jg ..dan selama'y dia akan jd ular kecuali pas purnama..

  2. kyaaa ini sweet bangeeeeeet >o<
    sangat2 manis..
    cinta yang penuh dengan ketulusan❤
    feelnya dapet banget.
    keren abis pokonya..
    daebak (^_^)

  3. woaaa, nanggung bgt ni critanya
    tpi segtu aja jg gak pa2 ko
    sweet
    wlaupun hrus nggu smpe mlm purnama ke-13 ming te2p setia sm kyu

  4. wah, agak ngeri tapi keren hahaha
    kyuhyun jadi ular, ih~ tapi pasti tetap tampan.
    ular tampan? haha
    keren kecil eon~~
    aku baca oneshot lainnya.ya hehehe

  5. ini baca dengan perasaan penasaran + mrinding joging. aaakkk kenapa harus ular duh -.-

    but nope, ini keren. belum pernah baca ff yg kyunya jadi ular. hahaha

    daebak (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s