Dance with me Cinderella / part 1

Gambar

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning    : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

                                              

Part 1

Sesekali Kyuhyun memperbaiki letak kacamata sebesar pantat botol yang bertengger manis di hidungnya. Ia memperhatikan sosok itu dari balik bukunya. Sosok itu seakan berpendar seindah sosok Cinderella.  

 

Tapi jangan bandingkan dia dengan Cinderella dalam setiap dongeng yang terdengar sebelum tidur. Tidak, sosok ini lebih indah. Kulitnya yang putih, wajahnya yang cute, matanya yang berbinar seperti kelinci, derai tawanya yang mungkin mampu melelehkan salju di musim dingin, dan sebaris senyum yang manis. Mungkin imaginasi Kyuhyun terlalu berlebihan. Tapi saat pertama melihatnya Kyuhyun yakin, dia adalah Cinderella di dunia nyata. Yeah, dia pasti Cinderella tanpa sepatu kaca.

 

Kyuhyun masih memperhatikan sosok itu. Jemarinya memainkan gitar berwarna pink kesayangannya dengan lincah. Samar–samar Kyuhyun dapat mendengar ia bernyanyi pelan. Sang Cinderella menghentikan permainannya saat seseorang memanggilnya.

 

“Yo Cinderella” kata Yesung beranjak duduk disampingnya.

 

Sungmin mendesah dan merengut memandang Yesung, menandakan ia tidak begitu menyukai sebutan itu. Yesung terkekeh dan mencubit kedua pipi Sungmin. Sungmin menggembungkan kedua pipinya, membuat Yesung terkekeh kembali.

 

“Menyebalkan” kata Sungmin mendesah.

“Tapi sepertinya kau menyukai sebutan itu” kata Yesung.

“Apapun itu hyung” kata Sungmin menyerah.

 

Bagaimana pun Sungmin menolak, sebutan itu akan tetap melekat padanya. Ia bahkan menjadi Cinderella kesayangan di kampusnya. Cinderella? Ia bahkan bukan perempuan. Kisahnya berbanding terbalik dengan kisah asli cinderella. Ia tidak tertindas oleh ibu tiri, Sungmin bahkan tidak punya ibu tiri. Hidupnya bersinar seperti matahari yang hangat.

 

Meski Sungmin tidak begitu menyukai sebutan itu, tapi ia menikmatinya. Menikmati setiap perhatian yang tertuju padanya. Melihat orang–orang yang tidak bisa menolak aegyo miliknya, terasa menyenangkan. Sungmin memetik gitarnya pelan seraya mengobrol dengan Yesung.

 

Sementara itu, Kyuhyun masih memperhatikan Sungmin dari balik bukunya. Ia hampir menjatuhkan bukunya saat ponsel miliknya bergetar. Kyuhyun memandang sesaat ID caller yang tertera dilayar yang berkedip kemudian segera menjawabnya. Terdengar suara Donghae di ujung telepon.

 

“Professor Teuki meminta tugas tesis dikumpulkan hari ini”

“Eeh?! hari ini?! Bukannya lusa?”

“Lusa professor Teuki harus pergi ke Jepang, jadi dia minta dikumpulkan hari ini. Dia akan menunggu diruangannya sampai jam 7 malam nanti”

“Celaka! Gomawo hyung”

Klik!

 

Kyuhyun memandang jam tangannya sesaat dan merapikan bukunya

“Sial! Sial!” gerutu Kyuhyun seraya beranjak pergi.

 

****

 

“Eeh?! Hari ini?!….”

 

Sungmin menoleh memandang pemuda tinggi yang sedang sibuk dengan ponselnya. Kelihatannya ia sedang terkejut. Sungmin memperhatikan pemuda itu. Tinggi, berambut hitam, dan berkacamata tebal. Gaya pakaiannya bisa dibilang…Nerd.  Kelihatannya tidak ada yang menarik darinya. Tapi jika pemuda itu mengganti gaya pakaiannya dan membuang kacamata tebal itu, Sungmin yakin dia pasti terlihat sempurna.

 

“Celaka!…..”

 

Sungmin masih memperhatikan pemuda itu. ia menutup ponselnya dan merapikan buku–bukunya. Wajahnya terlihat kesal dan sesekali ia memperbaiki letak kacamatanya yang tebal. Pemuda itu beranjak pergi. Sungmin dapat mendengar ia menggerutu pelan, mengucapkan kata sial beberapa kali. Sungmin tidak dapat bertahan kecuali tersenyum dan memetik gitarnya kembali.

 

“Pemuda itu lucu sekali” pikir Sungmin.

 

****

 

“Itu tidak mungkin” kata Kyuhyun seraya membuka lokernya.

“Wae? Kau menyukainya, bukan?” tanya Donghae menyenderkan tubuhnya dilemari loker.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan mengambil beberapa barangnya dari loker.

“Aku benar kan?” tanya Donghae lagi memandang Kyuhyun.

 

Kyuhyun menghentikan tangannya dan memandang Donghae. Ia mendesah sesaat dan memperbaiki letak kacamata tebalnya. Donghae tersenyum yakin memandang Kyuhyun.

“Tapi…dia tidak menyukaiku. Dia bahkan tidak mengenalku” kata Kyuhyun menutup loker.

 

Senyum Donghae semakin lebar.

“Karena itu, Dance contest ini kesempatanmu Kyu. Kelihatannya Sungmin belum punya partner. Kau kan jago menari, kau bisa mengajaknya menjadi patnermu” kata Donghae.

 

“Sekali lagi hyung, itu tidak mungkin” kata Kyuhyun beranjak pergi.

“Waeyo?” tanya Donghae mengikuti Kyuhyun.

 

“Hampir semua orang di kampus ini mengajaknya. Kau pikir berapa peluangku?,” jawab Kyuhyun skeptis.

 

Donghae merengut sesaat.

“Lagipula, kau tahu aku dilarang untuk menari” kata Kyuhyun lagi.

“Larangan itu masih berlaku?” kata Donghae dengan nada tidak percaya.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Aku tidak mengerti kenapa ibumu membuat larangan seperti itu” kata Donghae.

“Begitu juga aku hyung. Padahal aku sangat suka menari” kata Kyuhyun mendesah.

 

Donghae diam sesaat. Kemudian ia tersenyum dan merangkul bahu Kyuhyun.

“Tapi ibumu sedang di Jerman untuk waktu yang lama, bukan?” tanya Donghae.

“Yeah, dia akan kembali 2 bulan lagi” jawab Kyuhyun.

“Bagus!” pekik Donghae senang.

 

Kyuhyun memandang Donghae dengan heran.

“Bagus apanya?” tanya Kyuhyun bingung.

 

Dance contest diadakan 3 minggu lagi, dan ibumu baru akan kembali ke Korea 2  bulan lagi. Itu berarti kau bisa mengikuti Dance contest itu. Itu bagus bukan?” kata Donghae tersenyum senang.

 

Kyuhyun berpikir sesaat.

“Yeah, kurasa kau benar” kata Kyuhyun.

“Itu berarti kau bisa mengajak Sungmin untuk menjadi partnermu” kata Donghae.

 

Kyuhyun langsung terdiam.

“Bukankah sudah kukatakan, itu tidak mungkin” kata Kyuhyun.

“Ayolah Kyu” kata Donghae.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kau bisa menulis surat dan meletakkan diam–diam di lokernya” kata Donghae.

“Kau serius hyung?” kata Kyuhyun mendengus tidak percaya.

 

“Kupikir itu cara yang bagus” kata Donghae.

“Itu cara kuno hyung!” kata Kyuhyun.

 

“Tapi kulihat setiap hari loker Sungmin selalu penuh dengan surat–surat untuknya” kata Donghae .

 

Kyuhyun memandang Donghae dengan ragu.

“Entahlah hyung” kata Kyuhyun beranjak pergi.

“Aissh, bocah itu” gerutu Donghae.

 

****

 

Kyuhyun membuka pintu dan melangkah masuk. Ruangan ini tidak terlalu besar dan remang. Beberapa kotak kardus bertumpuk disudut ruangan dan terlihat sedikit berantakan. Dan sebuah cermin besar membatasi ruangan ini. Di depan cermin itu terlihat sekelompok orang-orang yang bersiap untuk latihan menari diruangan yang lebih luas dan terang.

 

Yeah, Kyuhyun sedang berada dibalik cermin. Dari tempat ini Kyuhyun dapat melihat mereka, tapi yang mereka lihat hanya pantulan diri mereka saja. Kyuhyun meletakkan tasnya dilantai, melepaskan kacamata yang menyembunyikan wajah tampannya dan jaket yang menyembunyikan tubuh sempurnanya. Ia beranjak mendekati cermin dan melakukan pemanasan.

 

Dari tempat ini Kyuhyun dapat diam–diam ikut berlatih menari. Dan juga dapat melihat sosok itu, sang Cinderella. Dengan celana training hitam dan kaos berwarna abu–abu gelap, ia tetap terlihat menggemaskan. Barisan senyumnya seperti sengatan bagi Kyuhyun, gelak tawanya seperti denting lonceng ditelinga Kyuhyun.

 

Baiklah, sepertinya ini mulai berlebihan. Kyuhyun menarik nafasnya perlahan dan kembali melakukan pemanasan seraya memperhatikan Sungmin. Beberapa perempuan dan laki–laki sedang berkumpul di sekitar Sungmin, memandangnya dengan antusias.

 

“Sungmin ssi bisakah kau tunjukkan aegyo’mu?.” tanya seorang perempuan.

“Uum…noona aku lapar~~” kata Sungmin dengan gaya eagyo yang sangat……sangat cutee >.<

 

Seketika mereka semua berteriak dengan gemas. Dibalik cermin Kyuhyun tersentak karena aegyo Sungmin terlihat begitu lucu, membuatnya ingin sekali memeluknya. Sekali lagi Kyuhyun menarik nafasnya perlahan.

 

“Kiiaa….neomu kiyopta Cinderella >.<.” kata mereka.

“Aku akan membelikanmu makanan. Tunggulah sebentar” kata perempuan itu kemudian segera beranjak pergi, entah kemana.

 

“Terima kasih noona~” kata Sungmin tersenyum, yang lagi – lagi mengundang teriakan histeris.

 

“Erm…Sungmin ssi apa kau sudah mendapat partner untuk dance contest? Kau akan ikut dance contest, bukan?” tanya seorang pemuda.

 

Seketika semua orang memandang Sungmin dengan penasaran, begitu juga dengan Kyuhyun.

“Yeah, aku akan ikut. Tapi, aku masih belum tahu siapa partnerku” jawab Sungmin.

“Itu berarti, Cinderella hyung belum menemukan pangerannya.” kata Ryeowook senang.

 

“Pangeran?” kata Sungmin mengernyit.

“Bagus!” pekik mereka senang.

 

Segera mereka mengajukan lamaran untuk Sungmin agar menjadi partner dance mereka, sementara Sungmin hanya mengerjap melihat antusias itu. Sungmin menggaruk kepalanya dengan bingung dan hanya tersenyum. Sementara itu dibalik cermin Kyuhyun terdiam memandang Sungmin. Sang Cinderella masih belum mendapatkan pangerannya, tanpa sadar Kyuhyun tersenyum. Mungkin ini kesempatan kecilnya.

 

Sungmin menoleh saat Yesung datang.

“Mworago?” tanya Yesung.

“Entahlah” jawab Sungmin menggelengkan kepalanya.

 

Antusias itu berhenti saat pelatih datang. Pelatih itu berasal dari Cina bernama Hangeng. Pria Cina itu berdiri didepan mereka, membelakangi Kyuhyun yang berada dibalik cermin. Diam–diam Kyuhyun bersyukur Hangeng datang, dengan begitu lamaran untuk sang Cinderella berhenti sejenak.

 

“Baiklah. Dance contest akan diadakan 3 minggu lagi, aku harap kalian segera mencari pantner dance kalian dan menciptakan koreografi. Jika kemarin kalian menari menggunakan kekuatan, hari ini aku ingin kalian menari dengan hati. Arachi?.” kata Hangeng.

 

“Araseo.” kata mereka.

 

Ryeowook berbisik pada Yesung yang berdiri didepannya.

“Mungkin kita harus membuat contest khusus untuk Cinderella hyung” bisik Ryeowook.

Contest pencarian patner dance untuk Sungmin hyung” bisik Henry yang berdiri disamping Ryeowook.

 

Ryeowook dan Henry terkekeh pelan. Yesung hanya tersenyum. Sungmin yang berdiri disamping Yesung menoleh. “Kalian sedang membicarakan aku?” tanya Sungmin.

 

Ryeowook dan Henry hanya terkekeh.

“Sungmin” panggil Hangeng.

 

Sungmin terkejut dan menoleh.

“Eeh? Ne, pelatih?” jawab Sungmin.

“Majulah dan tunjukan koreografi yang telah kita latih kemarin pada teman–temanmu” kata Hangeng.

 

“Baik pelatih” kata Sungmin maju ke depan.

 

Hangeng beranjak ke sudut ruangan dan menyalakan musik. Segera suara alunan musik terdengar menghentak ruangan. Sungmin memandang cermin didepannya dan mulai menunjukkan gerakan–gerakannya, diikuti teman–teman dibelakangnya. Sementara Kyuhyun mengikuti dari balik cermin. Tubuh Kyuhyun bergerak mengikuti setiap gerakan–gerakan Sungmin dengan sempurna dan mudah.

 

“Bagus kita lakukan sekali lagi dengan cepat” kata Hangeng.

 

Sungmin mengusap sesaat keringatnya dan melempar handuknya ke lantai, yang segera jadi rebutan para perempuan dan laki–laki. Sungmin kembali menari dengan cepat dan energik, mengabaikan keributan kecil dibelakangnya

 

Dibalik cermin Kyuhyun mengikuti dengan baik. Bergerak dengan cepat mengikuti irama lagu, berputar, meloncat. Kyuhyun meliukkan tubuhnya mengikuti liukan tubuh Sungmin yang sempurna, seolah bayangan yang mengikuti pemiliknya. Tapi Kyuhyun menyukai ini, ia menyukai saat Sungmin sedang menari dan ia mengikuti dari balik cermin. Karena saat menari, Kyuhyun merasa ia dapat lebih dekat dengan sang Cinderella. 

 

Sungmin menghentikan tariannya setelah gerakan terakhir. Ia menempelkan tangan dan kepalanya dicermin dan mengatur desah nafasnya yang berantakan. Disaat yang bersamaan, Kyuhyun juga sedang mengatur nafasnya seraya menempelkan tangannya pada cermin, tepat ditangan Sungmin.

 

Kyuhyun memandang wajah Sungmin yang terlihat sangat dekat, meski cermin membatasi mereka. Diantara peluh yang membasahi wajahnya yang cute, dan desah nafasnya yang berantakan, sang Cinderella tetap terlihat memukau. Ia bahkan terlihat lebih menarik jika dilihat sedekat ini. Sungmin memandang cermin didepannya. Jika cermin tidak membatasi, Sungmin akan sadar bahwa mereka sedang saling memandang saat ini.

 

Meski dibatasi cermin, seolah Kyuhyun masih bisa menyentuh wajah itu. Kyuhyun menggerakkan jemarinya menelusuri wajah Sungmin, Sementara pemiliknya masih memandangnya dengan matanya yang……damn cute.

 

Tiba – tiba……

 

Bounce to you Bounce to you nae gaseumeun neol
Hyanghae jabhil sudo eobseul mankeum ddwigo itneungeol
Break it down to you down to you nae gaseumi neo
Neol gatji mothandamyeon meomchul georanda
(nal barabwara)

 

Semua orang diruang latihan saling menoleh dengan bingung mendengar suara dering ponsel. Yang pasti bukan ponsel mereka, karena peraturannya dilarang mengaktifkan ponsel selama latihan. Sungmin mengangkat kepalanya dan menoleh dengan bingung.

 

“Suara ponsel siapa itu?” tanya Sungmin.

“Apa yang telah kukatakan tentang ponsel diruang latihan?” kata Hangeng berkacak pinggang memandang para muridnya.

 

Suara dering ponsel itu masih terdengar. Kyuhyun tersentak menyadari ponselnya lah yang bergetar. “Aissh, aku lupa mematikan nada deringnya” gerutu Kyuhyun pelan.

 

Segera ia berlari menyambar ponselnya yang bergetar didalam tasnya. Nama Eunhyuk tertera dilayar yang berkedip.

“Yoboseo?” jawab Kyuhyun pelan

“Professor Heechul mencarimu. Dia sedang menunggumu diperpustakaan”

“Araseo, aku segera kesana”

“Kyu kenapa kau bicara pelan seperti itu? aku sulit mendengarmu……”

Klik!

 

Kyuhyun mematikan teleponnya, mengambil barang–barangnya dan segera beranjak pergi. Henry, Ryeowook dan Yesung mendekati Sungmin. Yesung menyodorkan botol mineralnya pada Sungmin.

 

“Gomawo” kata Sungmin tersenyum dan meminumnya.

“Kami sedang berpikir untuk membuat sebuah contest untuk hyung” kata Henry.

“Contest apa?” tanya Sungmin.

 

“Pencarian pantner dance untuk Sungmin hyung” kata Henry tersenyum.

“Pasti akan banyak yang mendaftar” kata Ryeowook terkekeh.

“Mwo? kalian tidak serius kan?” kata Sungmin.

 

Henry dan Ryeowook beranjak pergi seraya terkekeh. Sungmin memandang Yesung. Yesung hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya kemudian beranjak pergi.

“Yesung hyung~!” kata Sungmin seraya mengikuti Yesung.

 

****

 

Kyuhyun berlari menuju perpustakaan seraya memakai jaket dan kacamatanya. Karena terburu – buru tidak sengaja tas Kyuhyun terjatuh, menumpahkan seluruh isinya ke lantai.

“Aissh..” gerutu Kyuhyun.

 

Kyuhyun segera merapikan barang–barangnya, memasukkan semua buku–bukunya kembali ke dalam tas dan kembali berlari. Di depan perpustakaan Eunhyuk sudah menunggunya dengan tidak sabar.

 

“Darimana saja kau? Professor Heechul sudah menunggumu sejak tadi” kata Eunhyuk.

“Bagaimana moodnya hari ini?” tanya Kyuhyun.

 

“Buruk. Kuharap kau berhati–hati, atau dia akan memberikan tumpukan tugas untukmu hari ini” jawab Eunhyuk.

 

Kyuhyun mendesah sesaat kemudian beranjak memasuki perpustakaan. Ia melangkahkan kakinya seraya mengedarkan pandangannya. Tidak lama ia menemukan sosok pria cantik disudut perpustakaan. Ia sedang duduk dan asyik bercermin. Segera Kyuhyun beranjak mendekat.

 

“Professor, maaf saya terlambat” kata Kyuhyun seraya memperbaiki letak kacamatanya.

 

Heechul menurunkan cerminnya dan memandang Kyuhyun dengan kesal, sementara Kyuhyun memandang professornya yang dikenal paling ajaib ini dengan cemas.

“Kau sangat terlambat bocah sialan. Cepat duduk!” kata Heechul.

 

Kyuhyun menarik kursi didepannya dan duduk diseberang Heechul.

“Mana tugas yang aku minta kemarin?” tanya Heechul.

 

Kyuhyun membuka tasnya dan memberikan beberapa lembar kertas pada Heechul. Heechul membaca lembaran – lembaran kertas itu dan mengernyit sesaat. Kemudian ia melempar lembaran – lembaran kertas itu ke meja.

 

“Salah. Bukan seperti ini yang kuminta” kata heechul.

“Tapi professor, saya sudah membuatnya sesuai dengan yang anda katakan kemarin” kata Kyuhyun.

 

Heechul mendelik memandang Kyuhyun.

“Kau tidak mendengarku? Kubilang ini salah” kata Heechul.

 

Heechul memberikan selembar kertas pada Kyuhyun.

“Cari daftar buku – buku ini dan kerjakan sesuai dengan daftar yang sudah kubuat. Letakkan di mejaku jam 9 pagi besok,” kata Heechul.

 

Heechul berdiri.

“Oh ya, aku ingin tulisan tangan, bukan computer.” kata Heechul kemudian beranjak pergi.

 

Kyuhyun bengong memandang Heechul yang telah menghilang dibalik pintu, kemudian memandang kertas di tangannya. sebuah daftar buku yang sangat panjang. Eunhyuk datang dan duduk didepan Kyuhyun. Ia mengambil kertas ditangan Kyuhyun dan mengernyit membacanya.

 

“Sudah kubilang, moodnya sedang buruk hari ini” kata Eunhyuk.

“Aku sudah melakukan sesuai dengan perkataannya, tapi dia masih bilang salah” kata Kyuhyun merengut.

 

“Dia memang professor yang merepotkan. Tenang saja aku dan Donghae akan membantumu.” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun mendesah dan mengambil kertasnya dari tangan Eunhyuk. Ia beranjak menelusuri rak–rak buku mencari daftar buku dari Heechul. Sementara Eunhyuk mengambil ponselnya dan menghubungi Donghae dengan suara pelan, (karena di perpustakaan terpasang larangan “jangan berisik” dengan huruf yang besar). Tidak lama Donghae datang dan ikut membantu Kyuhyun.

 

****

 

Senja hampir tiba dan perpustakaan mulai sepi. Donghae dan Eunhyuk telah menghilang entah kemana, meninggalkan Kyuhyun dengan tumpukan tugasnya. “Katanya ingin membantu, tapi mereka malah menghilang. Hyung macam apa itu? Tidak setia!.” gerutu Kyuhyun seraya memperbaiki letak kacamatanya.

 

20 menit kemudian akhirnya Kyuhyun menyelesaikan tugasnya. Kyuhyun meletakkan pulpennya dan merenggangkan tubuhnya dengan lelah. Ia memandang jam tangannya, hampir jam 6.

“Akhirnya selesai… Saatnya pulang” kata Kyuhyun tersenyum senang.

 

Kyuhyun mengembalikan buku–buku pada tempatnya, merapikan barang–barangnya dan beranjak pergi. Kyuhyun beranjak keluar dari perpustakaan seraya memeriksa kembali tumpukan kertas ditangannya. Tanpa sengaja Kyuhyun menabrak seseorang hingga membuat kertas–kertas ditangannya terlempar di udara. Kacamata Kyuhyun terlepas dan terlempar ke lantai.

 

“Ouwh…” kata orang itu.

 

Kyuhyun mengenali suara itu dan membuka matanya, menyadari ia berada diatas tubuh seseorang. Ia sangat terkejut saat menemukan mata sang Cinderella yang sedang memandangnya. Mata itu mengerjap, begitu indah, begitu dekat. Kyuhyun sadar, mereka hampir berciuman. Namun Kyuhyun masih terpaku memandang Sungmin, berharap jika saja waktu bersedia berhenti cukup lama saat ini. Sampai akhirnya suara halus itu menyadarkannya.

 

“Erm, bisakah kau……?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun segera beranjak turun dari atas tubuh Sungmin.

“Ma…maaf. Aku tidak sengaja” kata Kyuhyun malu.

 

Sungmin hanya tersenyum dan beranjak bangun. Ia memandang Kyuhyun kemudian memandang kertas–kertas yang berserakan dilantai. “Waah…jadi berantakan” kata Sungmin kemudian mulai memunguti kertas – kertas itu.

 

“Tidak apa Sungmin ssi, biar aku saja…” kata Kyuhyun mencegah.

 

Sungmin menghentikan tangannya dan memandang Kyuhyun.

“Bagaimana kau tahu namaku?” tanya Sungmin.

“Eh? Erm, kau kan…Cinderella di kampus ini. Semua mengenalmu, bukan?” jawab Kyuhyun salah tingkah.

 

“Benar juga” kata Sungmin terkekeh kemudian kembali memunguti kertas – kertas itu

 

AKhirnya Kyuhyun membiarkan Sungmin memunguti kertas – kertasnya yang berserakan di lantai, kemudian memberikan padanya.

“Terima kasih” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mengambil kacamata yang tergeletak di lantai dan menyodorkannya pada Kyuhyun.

“Milikmu?” tanya Sungmin.

 

“Eh? Kamsahamnida” jawab Kyuhyun menerima dan memakai kembali kacamatanya.

 

Sungmin diam sesaat.

“Mereka menyebutku Cinderella. Apa aku memang tampak seperti itu? Bagaimana menurutmu?” tanya Sungmin.

 

“Ehh?” Kyuhyun terkejut memandang Sungmin.

 

Kyuhyun menggigit bawah bibirnya, menahan hatinya yang sedang merayu untuk mencium bibir plump yang menggoda itu. Dapat ia rasakan detak jantungnya yang sedang berdetak dengan abstrak. Tentu saja, sosok didepannya ini adalah Cinderella. Sosok itu seindah Cinderella. Kyuhyun sangat yakin itu.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan meraih tasnya.

“Maaf, aku harus pergi……Cinderella.” kata Kyuhyun kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin tertegun. Ia memandang punggung Kyuhyun yang menjauh.

“Dia bilang Cinderella…” kata Sungmin. Tanpa sadar ia tersenyum.

 

t.b.c

7 thoughts on “Dance with me Cinderella / part 1

  1. Hahhhh…Lee Sungmin! Mengapa kau begitu sempurna? Sungmin suka Kyuhyun,yayyy…. Maaf,tapi tentang kyu yg menari dari balik kaca,mirip another cinderella story-nya selena gomez. Ini udah update belum?

  2. Kali ini ijin baca Cinderellanya Min Kecil ^^

    Sekilas ceritanya mirip sm filmnya Selena Gomez ya..
    Ming jd Cinderella…hemmm bikin penasaran

    Aq lanjut bacanya ya…:)

  3. Eoooonnn…
    aku baca ulang FF ini lagi! wkwkwkkw…
    waktu baca dulu aku sempet kasi komen nggak ya? Hem…*ingat2
    kayaknya enggak deh!#plak

    Heeheehe…
    eon… adegan pas di ruang tari tadi mengingatkan aku pada scane di film another Cinderela story. Mirip b

  4. Eoooonnn…
    aku baca ulang FF ini lagi! wkwkwkkw…
    waktu baca dulu aku sempet kasi komen nggak ya? Hem…*ingat2
    kayaknya enggak deh!#plak

    Heeheehe…
    eon… adegan pas di ruang tari tadi mengingatkan aku pada scane di film another Cinderela story. Mirip banget…
    dan bikin aku senyum2 liatnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s