Dance with me Cinderella / part 10

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre        : Romance

Length       : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 10

Secangkir black coffee dan segelas ekspresso. Sungmin dan Yesung di café favorit mereka sore ini. Yesung menyesap kopinya dan memandang Sungmin yang sedang memainkan ekspresso miliknya dengan sendok kecil.

 

“Kenapa kau memilihnya?” tanya Yesung.

“Apa?” tanya Sungmin mengangkat kepalanya.

 

“Orang itu, Cho Kyuhyun. Kenapa kau mendaftarkan namanya sebagai patnermu?” tanya Yesung.

 

“Oh, dia menarik. Lagipula, dia sangat pintar menari” jawab Sungmin santai.

 

Yesung mendengus tidak suka dan meletakkan cangkirnya.

But he’s nerd” kata Yesung.

 

Come’on hyung, it’s just a label. Kenyataannya dia pintar menari. Dia cepat belajar. Lagipula, he’s not nerd again” kata Sungmin.

 

Yesung semakin mendengus tidak suka.

“Tapi, aku selalu ada disisimu. Kau lupa?” kata Yesung.

“Ayolah hyung, aku hanya mencari yang terbaik” kata Sungmin.

 

“Maksudmu dia lebih baik dariku? Aku tidak lebih baik?” tanya Yesung mengernyit.

“Aigoo…bukan itu maksudku hyung” jawab Sungmin menyadari ia telah salah bicara.

 

Yesung mendesah dan berdiri. Beranjak mendekati wajah Sungmin dan mengecupnya dengan singkat. Sungmin terkejut dan hanya mengerjap memandang Yesung. Ia dapat merasakan rasa kopi dari bibir Yesung.

 

“Kau lupa bagaimana perasaanku? Kau bahkan belum menjawabnya hingga sekarang. Jangan mempermainkan aku Lee Sungmin” kata Yesung memandang Sungmin dengan dalam dan serius.

 

Sungmin hanya mengerjap memandang Yesung dan menggelengkan kepalanya dengan polos. Yesung mendesah dan kembali duduk. Hening sejenak. Yesung memandang cangkir miliknya dan Sungmin menikmati gelas ekspresso miliknya tanpa suara.

 

“Erm…bukankah Cho Kyuhyun itu adik kelasmu saat sekolah dulu hyung?” tanya Sungmin bersuara.

 

Yesung mendelik memandang Sungmin dan menggeram pelan, kemudian beranjak pergi.

“Aku ‘kan hanya bertanya” kata Sungmin memandang sosok Yesung yang menghilang dibalik pintu kemudian kembali menikmati gelas ekspresso miliknya.

 

****

 

Contest tinggal seminggu lagi. Sungmin dan Kyuhyun semakin serius berlatih. Seusai latihan Kyuhyun dan Sungmin pergi minum. Sekaleng beer menemani obrolan mereka malam ini dipinggir sungai Han. Sungmin berceloteh dengan riang, sementara Kyuhyun tersenyum mendengar setiap celotehannya.

 

Kyuhyun memandang Sungmin dan kembali merasakan degup jantungnya yang berdetak dengan abstrak dua kali lebih cepat. Seakan setiap baris senyumnya mampu membuat Kyuhyun sesak nafas seketika. Dan Kyuhyun bersumpah, for God sake, ia jatuh cinta dengan sosok indah ini. Sangat.

 

Bisa bersama dengannya sedekat ini, menari bersamanya. Seperti mimpi saja.

‘Jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku. Jangan pernah bangunkan aku’  pikir Kyuhyun sambil terus memandang Sungmin.

 

Library boy maafkan aku” kata Sungmin.

“Untuk apa?” tanya Kyuhyun mengernyit.

 

“Karena telah mendaftarkan namamu tanpa ijin untuk contest ini” jawab Sungmin.

“Oh, itu tidak masalah hyung” kata Kyuhyun tersenyum.

 

“Syukurlah. Terima kasih untuk menjadi patnerku. Aku senang kau yang menjadi patnerku” kata Sungmin tersenyum.

 

“Yeah, begitu juga aku. Di contest nanti, kita harus menang hyung” kata Kyuhyun.

“Tentu saja. Kita pasti menang. Hwaiting!!” kata Sungmin kemudian tertawa.

 

Sungmin menyesap kaleng beer miliknya dan memandang sungai Han yang gelap.

“Hyung bolehkah aku bertanya?” tanya Kyuhyun.

“Apa?” tanya Sungmin menoleh.

 

Kyuhyun diam sesaat.

“Sebenarnya…bagaimana hubunganmu dengan…Yesung? Kalian terlihat sangat dekat” tanya Kyuhyun memandang tanah.

 

“Maksudmu apa kami sepasang kekasih, begitu?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Sungmin terdiam sejenak dan kembali memandang sungai Han. Kyuhyun mengangkat kepalanya memandang dengan penasaran Sungmin yang tidak kunjung menjawab. Rasanya jantungnya berdetak cepat karena rasa penasaran.

 

‘Apa mereka kekasih?’ pikir Kyuhyun cemas.

 

“Umm…bukan” jawab Sungmin membuat Kyuhyun menghela nafas lega.

 

“Tapi, kami sangat dekat. Kami berteman sejak SMP,” kata Sungmin lagi. “Memang kenapa?” tanya Sungmin menoleh.

 

“Anniyo” jawab Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin tersentak teringat sesuatu. Yesung masih marah terhadapnya. Sungmin mengambil ponselnya dan menghubungi Yesung. Namun teleponnya tidak kunjung dijawab.

“Oh, sial” kata Sungmin.

 

Beberapa menit kemudian ponsel Sungmin bergetar. Sungmin memandang ID callernya sesaat kemudian segera menjawabnya.

“Yesung hyung, kenapa tidak menjawab teleponku?”

“………………”

“Apa? Bar XOI?” Sungmin mengernyit.

 

Kyuhyun memandang raut wajah Sungmin yang berubah cemas. Ia penasaran, apa yang terjadi pada Yesung.

 

“……………”

“Apa? Mabuk? Araseo, saya segera kesana. Terima kasih” kata Sungmin menutup teleponnya

 

“Mworago hyung?” tanya Kyuhyun.

“Yesung hyung mabuk dan tidak sadarkan diri di Bar. Aissh…orang itu memang tidak pernah berubah. Maaf Kyu, aku harus pergi” jawab Sungmin kemudian beranjak pergi dengan cepat.

 

Kyuhyun hanya memandang sosok Sungmin yang menjauh pergi.

“Bukan kekasih, tapi kenapa secemas itu?” kata Kyuhyun merengut sedih.

 

****

 

Sungmin memasuki sebuah bar. Seorang pelayan menunjuk Yesung yang mabuk berat dan tertidur di meja bar. Sungmin mendesah dan mengguncang tubuh Yesung, namun Yesung tetap tidak terbangun.

 

“Aissh, ini percuma” gerutu Sungmin.

 

Setelah membayar, Sungmin segera menggotong tubuh Yesung keluar bar dengan dibantu oleh seorang pelayan. Diluar bar Sungmin berterima kasih kepada pelayan tersebut dan beranjak pergi dengan berusaha menyeret tubuh Yesung yang tidak sadarkan diri.

 

“Ya ampun. Cepat bangun hyung. Masa aku harus menggendongmu? Kau berat tahu!” kata Sungmin seraya berusaha membangunkan Yesung.

 

Namun percuma, Yesung masih tertidur dipundak Sungmin. Sungmin menggeram dengan kesal dan melepaskan pegangannya, membuat tubuh Yesung terjatuh ke tanah. Yesung sedikit mengigau dan kembali tertidur dengan nyenyak.

 

“Aigoo, dia bahkan mengiggau” kata Sungmin dengan nada tidak percaya.

 

Sungmin memandang Yesung dengan bingung, kemudian memandang jam tangannya. Sudah larut malam, ia tidak mungkin membiarkan Yesung tidur dijalanan. Yesung juga tidak mungkin bisa menyetir dalam keadaan seperti itu.

 

Sungmin meraba pakaian Yesung mencari kunci mobilnya. Setelah menemukan kunci mobil Yesung, Sungmin membawa Yesung ke mobil dan meletakkannya di kursi belakang. Kemudian duduk dibelakang kursi kemudi dan memacu mobil Yesung.

 

Sungmin menghentikan mobil didepan rumah Yesung yang cukup besar. Sungmin beranjak turun dan membawa Yesung memasuki rumah. Rumah itu terlihat sepi dan gelap. Dengan susah payah Sungmin menyeret Yesung menaiki tangga menuju lantai 2. Ia membuka pintu kamar dan  meletakkan Yesung diatas ranjang.

 

“Kemana semua orang? Kenapa sepi sekali?,” kata Sungmin “Ah ya, mereka sedang pergi ke Jepang selama dua minggu.” kata Sungmin teringat.

 

Sungmin terdiam sesaat dan berpikir, itu berarti hanya tinggal dirinya dan Yesung dirumah ini. Sungmin memandang Yesung yang tertidur diranjangnya, ia terlihat sangat kacau.

“Aku tidak mungkin meninggalkannya seperti ini” kata Sungmin mendesah.

 

Sungmin beranjak melepas sepatu Yesung dan jaket yang menutupi tubuhnya. Ia mengernyit saat mencium aroma alcohol dari mulut Yesung.

“Aigoo…” desah Sungmin.

 

Kaos Yesung sedikit tersingkap, memperlihat tubuh sempurna yang tersembunyi. Sungmin sedikit mengerjap dan perlahan mengulurkan tangannya untuk menyentuh perut Yesung yang rata. Untuk sesaat ide nakal menyusup dalam kepalanya, menyingkap lebih lebar kaos ini agar jemari Sungmin dapat leluasa menyentuh tubuh itu. Namun kemudian Sungmin menggelengkan kepala dan menutup kaos Yesung.

 

Namun tiba–tiba tangan Yesung menariknya hingga Sungmin dapat merasakan dada bidang Yesung. Sungmin berusaha meronta, namun Yesung memeluknya semakin erat dan mulai menciuminya. Wajah hingga leher. Sungmin sedikit mendesah saat Yesung menghisap dan sedikit menggigit lehernya, meninggalkan bekas merah yang terlihat kontras dikulitnya yang putih.

 

“Hentikan Yesung hyung!” kata Sungmin meronta.

 

Namun protes Sungmin terputus saat bibir Yesung menyumpal miliknya. Memagutnya dengan nafsu, meminta akses untuk masuk. Dapat Sungmin rasakan lidah Yesung yang sedang menjelajahi mulutnya, dan sebuah sensasi yang tiba–tiba menggelitiknya. Saat Sungmin mulai menikmatinya ciuman itu berhenti.

 

Yesung menjilat kuping Sungmin.

“Eum…Cinderella…@%$&%$#@#….” ceracau Yesung tidak jelas.

 

Sungmin mengernyit memandang Yesung yang kemudian kembali tidur.

“Eeh? Dia mengiggau? Astaga…dia mabuk berat” kata Sungmin mendengus tidak percaya kemudian tersenyum.

 

Yesung sedikit menggeliat dan memeluk Sungmin semakin erat, membuat Sungmin sulit melepaskan diri. Sungmin mendesah dengan pasrah dan membiarkan Yesung memeluknya, hingga akhirnya Sungmin juga tertidur.

 

****

 

Kyuhyun memandang Sungmin dan Yesung yang datang bersama pagi ini. Mereka terlihat semakin dekat. Setelah berbicara sebentar, Sungmin dan Yesung berpisah. Sungmin tersenyum saat melihat Kyuhyun yang berdiri didepan loker.

 

“Annyeong library boy” sapa Sungmin.

“Annyeong hyung” balas Kyuhyun tersenyum.

 

Kyuhyun mengernyit melihat bekas merah di leher Sungmin.

“Lehermu kenapa hyung?” tanya Kyuhyun.

“Eh? Apa?” kata Sungmin terkejut.

“Itu. Lehermu merah” kata Kyuhyun menunjuk leher Sungmin.

 

Sungmin segera menutupi lehernya, ia terlihat gelisah.

“Eh? Ini…bukan apa – apa. Hanya alergi” jawab Sungmin cepat.

 

Kyuhyun memandang Sungmin tidak percaya. Sepertinya ia pernah melihat bekas merah seperti itu. Seperti bekas merah di leher Eunhyuk.  “Aku harus masuk kelas sekarang. Bye library boy” kata Sungmin tersenyum dan beranjak pergi.

 

Kyuhyun masih memandang Sungmin yang menjauh pergi seraya berusaha menutupi lehernya. Kyuhyun yakin itu bukan alergi, tapi sebuah tanda. Seperti tanda yang selalu muncul dileher Eunhyuk. Kyuhyun menoleh menyadari Yesung sedang memandangnya dari tangga. Yesung menyentuh lehernya, seakan ingin memberitahu tentang bekas merah di leher Sungmin. Ia tersenyum pada Kyuhyun, sebuah senyum yang kurang bersahabat. Kemudian Yesung beranjak pergi.

 

“Kyu~” panggil Eunhyuk.

 

Kyuhyun menoleh saat Donghae dan Eunhyuk datang.

“Mworago?” tanya Eunhyuk.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan  memandang Eunhyuk. Memandang lehernya yang tertutup kerah jaket. “Kenapa memandangku?” tanya Eunhyuk risih.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan meraih kerah jaket Eunhyuk. Ia membuka kerah jaket Eunhyuk, memperlihatkan beberapa bekas merah yang menghiasi leher Eunhyuk yang putih. “Hey, apa yang kau lakukan?” tanya Eunhyuk menarik kerah jaketnya.

 

“Bekas merah apa itu?” tanya Kyuhyun.

“Apa?” tanya Eunhyuk terkejut dan segera menutup kerah jaketnya dengan malu.

 

“Tanda apa itu?” tanya Kyuhyun lagi penasaran.

“Itu…” jawab Eunhyuk bingung.

 

Donghae terkekeh.

“Memang kenapa Kyu?” tanya Donghae.

“Tadi aku melihat bekas seperti itu dileher Sungmin hyung” jawab Kyuhyun.

 

Tawa Donghae terhenti. Donghae dan Eunhyuk memandang Kyuhyun dengan terkejut.

“Apa? Kau serius?” tanya Donghae.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan yakin. Eunhyuk dan Donghae saling memandang sesaat. “Sungmin hyung bilang itu alergi. Tapi aku yakin itu bukan alergi. Bekas merah itu mrip seperti bekas merah di leher Eunhyuk hyung” kata Kyuhyun.

 

“Erm…begini Kyu. Itu bukan alergi, tapi sebuah tanda” kata Eunhyuk.

“Sudah kuduga” kata Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

 

“Itu tanda kepemilikan. Kiss mark” kata Donghae.

“Kepemi- apa?!” kata Kyuhyun terkejut.

 

Donghae mendesah sesaat.

“Tanda kepemilikan. Artinya orang tersebut ada yang memiliki. Seperti tanda merah dileher Hyukie, itu artinya Hyukie adalah milikku dan hanya aku yang berhak atas tubuhnya” kata Donghae menjelaskan.

 

“Hey, hey…” kata Eunhyuk memukul pelan bahu Donghae dengan malu.

“Ada yang memiliki?” tanya Kyuhyun mengernyit.

 

“Biasanya tanda itu diberikan saat mereka sedang bermesraan” kata Eunhyuk.

Have a sex, such as” kata Donghae.

 

Kyuhyun tertegun mendengarnya. Tanda merah dileher Sungmin adalah Kiss Mark. Apa itu artinya Sungmin sudah ada yang memiliki? Siapa? Yesung? Kyuhyun teringat saat Sungmin tiba–tiba pergi karena Yesung mabuk di bar semalam. Mungkinkah mereka……?

 

Eunhyuk dan Donghae memandang Kyuhyun dengan cemas. Wajahnya terlihat shock.

“Kyu, kau baik–baik saja?” tanya Eunhyuk.

“Aku…mau ke toilet” kata Kyuhyun beranjak pergi.

 

****

 

Kyuhyun membasuh wajahnya beberapa kali dan memandang cermin. Kepala Kyuhyun berpikir tentang bekas merah dileher Sungmin, juga penjelasan dari Donghae dan Eunhyuk. Apa yang terjadi saat itu?

 

Fantasi liar Kyuhyun memunculkan berbagai bayangan dikepala Kyuhyun. Yesung yang mabuk dan hilang kendali, Sungmin yang pasrah di ranjang dengan tubuh polosnya, mereka mendekat, sentuhan liar yang menjalari tubuh, ciuman panas dan desahan, dan…… lalu……

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan keras, menghapus bayangan liar dikepalanya.

“Tidak mungkin. Itu tidak mungkin” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun kembali membasuh wajahnya beberapa kali. Ia mengangkat kepalanya dan tersentak saat melihat sosok Yesung yang terpantul dicermin. Yesung berjalan dengan tenang dan membasuh tangannya diwastafel, disamping Kyuhyun. Kyuhyun mematikan kran dan beranjak pergi.

 

“Kau sudah melihatnya, bukan?” tanya Yesung.

 

Kyuhyun menghentikan kakinya dan menoleh.

“Apa?” Kyuhyun balik bertanya.

 

Yesung mematikan kran dan mengeringkan tangannya dengan tissue.

“Tanda merah di leher Sungmin” Kata Yesung.

 

“Itu…Sungmin hyung bilang itu alergi” kata Kyuhyun.

“Kau yakin itu alergi?” kata Yesung tersenyum memandang Kyuhyun melalui cermin.

 

Kyuhyun tersentak dan diam dengan gelisah. Yesung berbalik menghadap Kyuhyun.

“Kenapa? Apa itu mengejutkanmu bocah nerd?” tanya Yesung.

 

Kyuhyun diam.

“Mau kuberitahu sesuatu?” tanya Yesung lagi.

 

Kyuhyun masih diam. Yesung beranjak mendekati Kyuhyun dan berbisik ditelinganya.

“Semalam aku mabuk berat dan Sungmin mengantarku pulang. Dan kau tahu, Sungmin tidur bersamaku. Ternyata, tubuhnya sangat hangat” kata Yesung.

 

Kyuhyun tersentak memandang Yesung.

“Kau dan Sungmin hyung sudah……?” tanya Kyuhyun.

 

Yesung tersenyum tenang memandang Kyuhyun dan menganggukkan kepalanya.

“Sepertinya kami diluar kendali semalam. Dia begitu menggoda dan tubuhnya……” kata Yesung.

 

“Hentikan!” kata Kyuhyun tidak tahan mendengarnya.

 

Yesung tersenyum memandang Kyuhyun yang terlihat shock. Yesung memang tidak berbohong kalau ia dan Sungmin tidur bersama. Tapi sampai pagi menjelang dan Yesung tersadar dari hangover–nya, ia hanya menemukan Sungmin yang tertidur disisinya dengan pakaian yang lengkap. Saat itu Yesung hanya tersenyum dan memandang wajah tidur Sungmin yang terlihat memikat hingga Sungmin terbangun. Tentu saja, Yesung membelai kepala Sungmin dengan lembut dan sedikit mencuri ciuman darinya. Dan hanya itu.

 

Yesung memandang Kyuhyun yang terdiam dan berpikir, sedikit kebohongan dan sedikit ancaman akan membuat bocah nerd ini mundur perlahan.

 

“Saranku, sebaiknya jauhi Sungmin. Dia milikku, hanya milikku. Akan lebih baik jika kau berhenti dari contest ini. Bukankah kau dilarang untuk menari? Aku penasaran, bagaimana reaksi nyonya Cho jika mengetahui putera kesayangannya kembali menari?” kata Yesung seraya mengeluarkan ponselnya dan berpura-pura bersiap untuk menelpon.

 

Kyuhyun tersentak memandang Yesung.

“Jangan. Jangan beritahu ibuku. Kumohon” cegah Kyuhyun.

 

Yesung terkekeh dan menyimpan kembali ponselnya.

“Sebaiknya kau berhati–hati bocah nerd” kata Yesung dengan nada mengancam.

 

Kyuhyun hanya memandang Yesung yang beranjak pergi. Tubuhnya bergetar menahan rasa marah dan perih yang seketika muncul. Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya dengan keras saat fantasi liar itu kembali muncul di kepalanya. Entah kenapa ia merasa sakit.

 

****

 

Sungmin duduk dihalaman kampus, memandang bekas merah dilehernya melalui cermin kecil miliknya. Bekas merah itu sangat terlihat dan kontras dengan kulitnya yang putih.

 

“Kelihatannya bekas merah ini akan bertahan lama. Aissh, ini karena Yesung hyung. Seenaknya dia menciumku dalam keadaan mabuk,” gerutu Sungmin. “Sekarang terpaksa aku harus menutup leherku sampai bekas merah ini menghilang. Heeuh…” keluh Sungmin seraya menurunkan cerminnya dan menutup lehernya dengan  scraf.

 

“Cinderella”

 

Sungmin menoleh memandang Eunhyuk dan Donghae yang berjalan mendekatinya.

“Bukankah mereka teman Kyuhyun?” pikir Sungmin.

 

“Kalian teman Kyuhyun, bukan? Mworago?” tanya Sungmin ramah.

“Eh, kami hanya ingin bertanya. Apa kau melihat Kyuhyun?” tanya Eunhyuk.

 

“Apa? Kyuhyun?” kata Sungmin mengernyit.

“Dia tidak masuk kelas dan menghilang sejak tadi. Kami pikir ia bersamamu” kata Donghae.

 

“Tidak. Dia tidak bersamaku sejak tadi” kata Sungmin menggeleng.

“Araseo. kalau kau bertemu dengannya, tolong sampaikan professor Heechul mencarinya” kata Donghae.

 

“Araseo” kata Sungmin tersenyum.

“Terima kasih” kata Donghae tersenyum.

 

Eunhyuk dan Donghae memandang scraf yang menutupi leher Sungmin.

“Mworago?” tanya Sungmin menyadari pandangan Eunhyuk dan Donghae.

“Erm, boleh kami bertanya sesuatu?” tanya Eunhyuk.

 

Sungmin menyentuh lehernya dan menebak, pasti Eunhyuk dan Donghae akan bertanya tentang bekas merah di lehernya. “Apa?” tanya Sungmin.

 

“Erm…apakah bekas merah dilehermu itu karena…Yesung?” tanya Eunhyuk berhati–hati.

‘Benar kan..’ pikir Sungmin.

 

Sungmin menggaruk kepalanya dengan bingung.

“Bagaimana menjawabnya ya? Ini…” jawab Sungmin bingung.

“Jadi benar, itu perbuatan Yesung?” tanya Eunhyuk.

 

Sungmin hanya menganggukkan kepalanya.

“Tapi kami tidak melakukan apapun” kata Sungmin berusaha menyakinkan.

“Seharusnya kau mengatakan itu pada Kyuhyun” kata Donghae.

 

“Apa? Kyuhyun?” kata Sungmin mengernyit.

“Kami takut dia salah paham tentang bekas merah dilehermu itu” kata Donghae.

 

“Apa? Salah paham?” kata Sungmin semakin mengernyit.

“Kalau begitu, kami pergi. Annyeong” kata Eunhyuk tersenyum.

“Ne, annyeong” kata Sungmin.

 

Eunhyuk dan Donghae beranjak pergi. Sungmin menyentuh lehernya yang tertutup scraf dan berpikir sesaat. Kemudian Sungmin segera beranjak pergi. Sungmin berjalan seraya mengedarkan pandangannya mencari Kyuhyun. Dan akhirnya Sungmin menemukan Kyuhyun di atap kampus.

 

Kyuhyun duduk dipinggir atap kampus. Memandang foto Sungmin yang menghiasi wallpaper ponselnya, foto yang diam–diam Donghae ambil untuknya. Ia mendesah beberapa kali kemudian menutup ponselnya. Untuk sesaat Kyuhyun berpikir untuk menyerah.

 

Library boy” panggil Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh dan terkejut melihat Sungmin yang berlari mendekat. Kyuhyun segera meloncat turun saat Sungmin berhenti didepannya. Sungmin mengatur nafasnya sesaat, sementara Kyuhyun memandangnya. Sebersit perasaan perih muncul saat melihat scraf yang menutupi leher putih Sungmin, menutupi bekas merah dari Yesung.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan keras saat fantasi liar itu kembali muncul.

Lbrary boy” panggil Sungmin.

“Apa?” jawab Kyuhyun berusaha tidak melihat leher Sungmin.

 

“Tadi, aku bertemu dua temanmu. Kata mereka, kau dicari professor Heechul” kata Sungmin.

“Oh” kata Kyuhyun datar, masih berusaha tidak melihat leher Sungmin.

 

Tidak ada yang bersuara selama beberapa saat.

“Kami tidak melakukan apapun. Malam itu Yesung hyung mabuk berat dan aku mengantarnya pulang. Dia memang menciumku dan meninggalkan bekas ini dileherku, itu karena Yesung hyung sedang mabuk berat. Tapi Sungguh, kami tidak melakukan apapun,” kata Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh dan terkejut memandang Sungmin. Sungmin terlihat menyakinkan dan jujur. Sungmin membuka scraf yang menutupi lehernya, memperlihatkan bekas merah yang tertinggal dilehernya yang putih. Kyuhyun mendesah, untuk sesaat perasaan perih itu kembali muncul.

 

“Kami tidak melakukan apapun. Itu artinya, aku masih murni!! Aku…aku hanya tidak ingin kau salah paham” kata Sungmin.

“Salah paham?” kata Kyuhyun memandang Sungmin.

 

‘Ya ampun, apa sih yang sedang kulakukan?’ pikir Sungmin malu.

 

Kyuhyun masih memandang Sungmin, dan Sungmin mulai gelisah. Rona merah menjalar tipis diwajahnya yang cute. “Pokoknya, kau jangan salah paham” kata Sungmin kemudian berlari pergi.

 

Kyuhyun hanya mengerjap memandang sosok Sungmin yang menghilang dibalik pintu.

“Dia bilang masih murni? Kenapa dia memberitahuku hal itu?” kata Kyuhyun mengernyit kemudian tersenyum.

 

t.b.c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s