Dance with me Cinderella / part 11

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning    : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 11

“Masih murni?! For God sake, kenapa aku mengatakannya? Sial, bagaimana aku harus menghadapi library boy nanti? Dia pasti berpikir macam–macam tentangku” rutuk Sungmin malu.

 

Sungmin mendesah.

“Apa dia akan datang latihan lagi?” kata Sungmin menggigit bawah bibirnya.

 

Sungmin berjalan menuju ruang latihan dengan ragu. Ia membuka pintu dan melangkah masuk. Sungmin terkejut memandang seseorang yang sedang berlatih menari tanpa iringan musik. Dengan celana training hitam dan kaos biru gelap, sosok itu menari dengan lincah. Dan entah kenapa, terlihat……sempurna?

 

Kyuhyun berhenti menari dan menoleh.

“Kau terlambat hyung” kata Kyuhyun tersenyum.

“Apa?” kata Sungmin tersadar.

 

Kyuhyun tersenyum dan menunjuk tangannya seolah ada jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya. Sungmin tersenyum meminta maaf dan beranjak ke sudut. Ia meletakkan tasnya dilantai dan beranjak mendekati Kyuhyun.

 

“Ayo kita mulai latihan” kata Sungmin.

 

Kyuhyun memandang scraf yang masih menutupi leher Sungmin. Mencoba menahan perasaan perih dihatinya, dan mengabaikan fantasi liar yang bermain dikepalanya. Itu hanya Kiss Mark, tidak berarti apapun. Bukankah Sungmin mengatakan tidak terjadi apapun saat itu? Kyuhyun mencoba menyakinkan diri sendiri.

 

Sungmin menoleh menyadari pandangan Kyuhyun.

“Hyung tidak melepas scraf itu? Kelihatannya aneh menari dengan memakai scraft” tanya Kyuhyun.

 

“Tidak, aku akan tetap memakainya. Bekas ini masih terlihat jelas, sedikit menganggu penampilanku” jawab Sungmin menyentuh lehernya yang tertutup scraf.

 

“Araseo” kata Kyuhyun.

 

Suara musik mulai terdengar memenuhi ruangan, mengiringi Kyuhyun dan Sungmin yang mulai menari. Kyuhyun tertawa saat Sungmin melakukan kesalahan, sementara Sungmin merengut yang membuatnya terlihat lucu bagi Kyuhyun. Latihan kembali diulang dan kembali Sungmin melakukan kesalahan. Kyuhyun tertawa seraya memegang perutnya.

 

Sungmin kembali merengut.

“Mungkin kita harus mendiskusikan lagi koreografinya” kata Sungmin masih merengut.

“Seperti ini?” tanya Kyuhyun membuat gerakan tari yang aneh dan lucu.

 

Sungmin tertawa melihat aksi aneh Kyuhyun.

“Apa itu? Ini dance contest bukan ajang sirkus” kata Sungmin.

“Kalau begitu, mungkin seperti ini?” tanya Kyuhyun menari dengan abstrak dan lucu.

 

Sungmin tergelak melihat Kyuhyun seraya memegang perutnya.

“Aigoo Kyu, sudah cukup. Hentikan. Itu sangat aneh dan lucu” kata Sungmin.

“Ok” kata Kyuhyun akhirnya berhenti seraya tertawa.

 

Mereka kembali berlatih. Beberapa jam kemudian latihan selesai. Sungmin merebahkan tubuhnya dilantai dengan lelah, sementara Kyuhyun duduk dengan lelah dan meminum air mineralnya. Kyuhyun menoleh menyadari Sungmin telah tertidur, wajahnya terlihat sangat lelah. Kyuhyun beranjak mendekati Sungmin dan memperhatikannya dari dekat. Pandangan Kyuhyun menjelajahi setiap jengkal dari bagian wajah Sungmin.

 

Kyuhyun tersenyum karena wajah tidur itu sangat lucu dan memikat.

‘Ternyata bulu matanya panjang’ pikir Kyuhyun tersenyum memandang mata Sungmin yang tertutup.

 

Pandangan Kyuhyun berhenti pada bibir plump yang terlihat menggoda. Kyuhyun menggigit bawah bibirnya, jantungnya mulai berdetak dengan cepat. Perlahan ia mendekat, namun kemudian Kyuhyun berhenti sesaat. Ia memandang bibir plump itu dengan ragu.

 

‘Tidak apa – apa kan?’ pikir Kyuhyun.

 

Perlahan Kyuhyun kembali mendekati wajah Sungmin. Dengan lembut dan singkat ia mengecup bibir plump itu. Sungmin sedikit menggeliat. Kyuhyun tersenyum dan menggendong tubuh Sungmin dipunggungnya. Membawa tas miliknya dan milik Sungmin, kemudian beranjak pergi. Dengan menggendong Sungmin, Kyuhyun mengantar sang Cinderella pulang. Didalam mobil Porsche hitam yang berhenti tidak jauh dari mereka, Yesung terdiam memperhatikan seraya meremas kemudi dengan kuat. Wajahnya terlihat kesal dan masam.

 

“Sial! Bocah nerd itu…!” maki Yesung pelan.

****

 

Ryeowook menelusuri setiap rak membaca judul buku–buku yang berderet rapi. Ia berhenti saat menemukan buku yang dicarinya. Namun buku tersebut berada paling atas. Ryeowook mengulurkan tangannya setinggi mungkin berusaha meraih buku tersebut. Namun buku itu tetap tidak tersentuh.

 

“Heuh…resiko memiliki tinggi tubuh yang mungil. Sial” pikir Ryeowook mendesah.

 

Ryeowook memandang buku yang berada paling atas dengan bingung.

“Bagaimana aku mengambilnya? Masa aku harus memanjat rak?” kata Ryeowook bingung.

 

Ryeowook mengintip petugas perpustakaan yang sedang serius membaca, ia akan sulit sekali diganggu. Ryeowook mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh perpustakaan yang cukup sepi, dan dengan nekat ia mencoba memanjat rak tersebut. Namun sebuah suara menghentikan aksinya. Karena terkejut Ryeowook kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

 

Ryeowook membuka matanya perlahan, menyadari sepasang tangan telah sigap menangkapnya.

“Kenapa kau memanjat rak? Itu berbahaya” kata Kyuhyun.

 

Ryeowook memandang Kyuhyun dan mengernyit. Rasanya ia pernah melihat pemuda ini sebelumnya. Ryeowook terkejut saat akhirnya ia teringat. “Kau patner Sungmin hyung, bukan? Cho Kyuhyun?” kata Ryeowook.

 

Ryeowook tersadar dengan orang–orang yang kini sedang memperhatikan mereka. Oh, Damn. Ternyata Kyuhyun masih menggendongnya dengan bridal style.

“Tolong turunkan aku” kata Ryeowook malu.

 

Kyuhyun segera menurunkan Ryeowook. Ryeowook mengintip petugas perpustakaan yang masih serius dengan bukunya, tidak beranjak dari tempatnya sejak tadi. Kemudian Ryeowook menghela nafas lega. Perlahan orang–orang kembali sibuk dengan aktivitas mereka.

 

Kyuhyun memandang buku yang terletak di rak paling atas.

“Kau ingin mengambil buku itu?” tanya Kyuhyun.

“Apa? Eh, iya” jawab Ryeowook.

 

Kyuhyun mengulurkan tangannya dan dengan mudah ia mengambil buku tersebut.

“Ini bukumu” kata Kyuhyun menyodorkan buku itu pada Ryeowook.

“Eh, terima kasih” kata Ryeowook menerima.

“Bukan masalah” kata Kyuhyun tersenyum.

 

Ryeowook memperhatikan Kyuhyun. Sosok ini tinggi, tampan dan terlihat menarik, meski terlihat sedikit pemalu. Mata itu menarik perhatian Ryeowook, sangat menarik. Entah kenapa, Ryeowook menyukainya.

 

“Ahh ya, aku—“ kata Ryeowook.

“Kim Ryeowook. Aku tahu, kau sahabat Sungmin hyung, bukan?” potong Kyuhyun.

“Apa?” kata Ryeowook terkejut.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan beranjak pergi. Ryeowook memeluk buku ditangannya dan tersenyum. “Cho Kyuhyun” kata Ryeowook pelan.

 

****

 

Sungmin memandang cermin kecil miliknya, bekas merah dilehernya kini mulai menghilang.

“Syukurlah bekas itu mulai menghilang. Aku tidak perlu lagi menutupi leherku” kata Sungmin tersenyum.

 

“Sungmin hyung” panggil Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh dan tersenyum melihat kedatangan Kyuhyun.

Library boy” kata Sungmin.

 

“Annyeong” sapa Kyuhyun seraya duduk disamping Sungmin.

“Annyeong” balas Sungmin.

 

Kyuhyun memandang leher Sungmin yang kini tidak tertutup scraf lagi. Bekas merah itu mulai menghilang dari leher putih Sungmin. Dalam hati Kyuhyun bersyukur karena tidak melihat bekas merah terkutuk itu lagi.

 

“Erm, Kyu terima kasih” kata Sungmin.

“Untuk apa?” tanya Kyuhyun mengernyit.

 

“Karena aku tertidur dan, kau yang sudah mengantarku pulang semalam. Adikku bilang, kau yang menggendongku dan mengantarku pulang” jawab Sungmin.

 

“Tidak masalah. Kemarin hyung ‘kan sangat lelah, jadi ketiduran. Lagipula, aku senang melakukannya” kata Kyuhyun tersenyum.

 

Kyuhyun terkejut saat tiba–tiba Sungmin mencium pipinya.

“Terima kasih” kata Sungmin.

 

Kyuhyun hanya mengerjap tidak percaya memandang Sungmin. Sungmin menggigit bawah bibirnya dengan malu dan menyentuh belakang lehernya dengan canggung.  “Erm…ahh…sampai bertemu diruang latihan nanti. Bye Kyu” kata Sungmin beranjak pergi seraya tersenyum malu.

 

Kyuhyun masih tidak beranjak dari tempatnya. Ia menyentuh pipinya dan tersentak menyadari, baru saja sang Cinderella menciumnya. Tiba–tiba saja Kyuhyun merasa malu. Kyuhyun tidak dapat bertahan kecuali tersenyum. Ia senang, sangat senang. Dari lorong Ryeowook dan Henry memperhatikan. Ryeowook terdiam memandang Kyuhyun yang terlihat senang.

 

“Sepertinya Yesung hyung memiliki saingan. Dia juga menyukai Sungmin hyung” kata Henry.

 

“Menurutmu, bagaimana dengan Sungmin hyung?” Ryeowook bersuara.

 

“Kelihatannya dia juga mulai menyukainya. Padahal sampai saat ini Sungmin hyung masih belum memberi jawaban pada Yesung hyung” kata Henry.

 

Henry memandang Ryeowook yang masih memperhatikan Kyuhyun. Ia mengernyit sesaat kemudian tersenyum kecil, sedikit masam. “Kebiasaanmu itu masih belum berubah yah?” kata Henry.

 

“Apa?” tanya Ryeowook menoleh.

“Itu, menyukai apapun yang disukai Cinderella” jawab Henry.

 

Ryeowook memandang Henry dan hanya tersenyum.

“Bukankah ada  yang baru saja menyatakan perasaannya padamu?” tanya Henry.

“Oh, sudah kutolak” jawab Ryeowook santai.

“Lagi?” kata Henry tertawa.

 

Henry berhenti tertawa dan memandang Ryeowook

“Kau pikir bisa mendapatkan orang itu? Sepertinya Cho Kyuhyun sangat menyukai Sungmin hyung” kata Henry.

 

Just wait and see Henry. Tidak ada yang dapat menolakku” kata Ryeowook tersenyum.

 

“Kau yakin sekali” kata Henry tersenyum menggeleng.

 

“Oh ya, ngomong–ngomong dimana Yesung hyung? dia tidak terlihat sejak tadi” tanya Ryeowook.

 

“Entahlah. Mungkin sedang merencanakan sesuatu. Dia mulai kesal” jawab Henry tersenyum.

 

****

 

Kangin memandang Yesung yang duduk tenang didepannya. Sementara dibelakangnya, Siwon dan Zhoumi berdiri menunduk tanpa suara. Wajah mereka babak belur karena Yesung.

“Apa maumu?” tanya Kangin.

 

Yesung tersenyum dan melemparkan sebuah amplop ke atas meja. Kangin mengambil amplop tersebut dan membukanya. Ia terkejut melihat sejumlah uang besar didalam amplop tersebut, kemudian memandang Yesung.

 

Yesung memandang Siwon dan Zhoumi, dan tersenyum menggeleng.

“Ini tidak akan terjadi jika kalian tidak bersikap sombong padaku” kata Yesung.

 

Siwon dan Zhoumi hanya menundukkan kepala mereka.

“Lalu apa yang harus kami lakukan?” tanya Kangin.

 

Yesung memandang Kangin dan seakan berpikir, kemudian ia menyeringai. Kangin sedikit bergidik melihat seringaian Yesung yang menurutnya menyeramkan, namun ia memandang Yesung dengan tenang.

 

“Kau ingat dengan Cho Kyuhyun?” tanya Yesung.

“Cho Kyuhyun?” kata Kangin mengernyit.

 

“Ahh, bukankah itu adalah bocah nerd yang menumpahkan jusnya dipakaian Kangin hyung tempo lalu?” kata Siwon.

 

“Ahh ya, bocah nerd itu,” kata Kangin teringat. “Lalu?”

 

Yesung kembali menyeringai.

“Aku ingin kalian sedikit bermain dengannya” jawab Yesung.

 

t.b.c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s