Dance with me Cinderella / part 12

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 12

Kyuhyun sedang duduk santai di cafeteria kampus. Sendirian, membaca buku dengan serius. Ia datang terlalu cepat dan kawan–kawannya belum datang, kelas juga masih kosong. Kyuhyun mengangkat kepalanya saat seseorang berdiri didepannya.

 

“Annyeong” sapa Ryeowook tersenyum.

“Oh, Kim Ryeowook ssi. Annyeong” kata Kyuhyun tersenyum sopan.

 

Ryeowook memandang buku ditangan Kyuhyun.

“Kau sendirian?” tanya Ryeowook seraya duduk didepan Kyuhyun.

“Aku datang terlalu cepat. Jadi aku disini menunggu waktu sambil membaca buku. Ryeowook ssi juga sendirian?” tanya Kyuhyun.

 

“Sepertinya aku juga datang terlalu cepat” jawab Ryeowook.

“Lebih baik, daripada datang terlambat” kata Kyuhyun.

“Kau benar” kata Ryeowook tertawa.

 

Ryeowook memandang Kyuhyun kemudian meletakkan sekaleng kopi didepannya.

“Untukmu, karena sudah membantuku mengambil buku saat diperpustakaan saat itu” kata Ryeowook.

 

“Apa?” kata Kyuhyun.

“Memang menyebalkan memiliki tinggi tubuh yang mungil. Tapi, terima kasih” kata Ryeowook tersenyum.

 

“Eh, ini tidak perlu. Aku hanya mengambil sebuah buku” kata Kyuhyun tersenyum menolak.

“Ini hanya sekaleng kopi. Jangan menolak” kata Ryeowook menyodorkan kaleng kopi pada Kyuhyun.

 

“Baiklah. Baiklah aku tidak menolaknya. Terima kasih” kata Kyuhyun tersenyum dan mengambil kaleng kopi didepannya.

 

“Terima kasih kembali” kata Ryeowook tersenyum senang.

 

Ryeowook memperhatikan Kyuhyun yang mulai membuka kaleng kopinya dan menyesapnya perlahan. Pandangan Ryeowook memperhatikan setiap bagian dari pemuda ini. Tinggi, tampan, menarik. Dan matanya, Ryeowook menyukai mata itu.

 

Ryeowook masih memandang Kyuhyun tanpa suara. Pemuda yang sedang duduk didepannya ini, Sungmin menyukainya, mungkin sang Cinderella mulai jatuh cinta pada pemuda ini.  Pesona sang Cinderella mungkin memang sangat memikat. Tapi Ryeowook juga memiliki pesona tersendiri. Namun ia hanya tertarik dengan milik orang lain, terutama milik sang Cinderella. entah sejak kapan Ryeowook mulai menyukai milik Sungmin. ada sebuah kepuasan saat berhasil merebut mereka dari Sungmin, dan kepuasaan itu kini membuatnya ketagihan. Namun anehnya, Sungmin tidak pernah tahu aksi sahabatnya ini. kinda weird.

 

Kyuhyun memang belum menjadi milik Sungmin, dia bukan milik siapapun. Tapi tidak ada salahnya bermain dengannya, bukan?  ‘Let’s play’ pikir Ryeowook tersenyum kecil.

 

“Kau menyukai Cinderella hyung?” tanya Ryeowook tiba–tiba.

 

Kyuhyun hampir tersedak dan terkejut memandang Ryeowook.

 “A…apa? Kau bilang apa?” kata Kyuhyun terkejut.

“Sangat terlihat” kata Ryeowook terkekeh kecil.

 

“Eh…itu…aku…tidak. Maksudku aku…” kata Kyuhyun malu.

“Kau sangat menarik Cho Kyuhyun” kata Ryeowook seraya menopang dagunya dengan satu tangannya dan tersenyum memandang Kyuhyun.

 

“Apa?” tanya Kyuhyun.

“Aku akan mendukungmu” kata Ryeowook.

“Kau akan…apa? Oh, tidak. kau tidak perlu…” kata Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

 

“Ini bukan masalah. Aku akan senang membantumu,” kata Ryeowook tersenyum. “Dan lebih senang lagi saat merebutmu dari Sungmin hyung.” lanjut Ryeowook dalam hati.

 

Kyuhyun hanya tersenyum senang bercampur malu

Just wait and see Cho Kyuhyun’ pikir Ryeowook seraya tersenyum pada Kyuhyun.

 

****

 

Henry berjalan menuju sudut gedung kampus yang sepi. Sebuah beranda dengan pemandangan lingkungan kampus yang indah. Tempat ini sepi dan tenang, suasana yang selalu disukai Henry. Ketenangan yang dibutuhkan saat Henry berpikir tentang Ryeowook.

 

Henry beranjak duduk dan membuka tasnya mengeluarkan sebuah buku sketsa. Ia menyumpal kedua telinga dengan earphone dan menyalakan MP4 miliknya. Henry tersenyum saat lagu At Least I Still Have You terdengar mengalun ditelinganya. Tangan Henry mulai menggambar, menari dengan lincah diatas buku sketsa. Menampilkan sebuah sosok yang perlahan semakin terlihat dari setiap coretan pensil Henry.

 

Henry menghentikan tangannya saat sosok itu telah sempurna. Ia memandang sosok didalam buku sketsanya. Sosok itu adalah Kim Ryeowook. Entah ini gambar ke berapa yang sudah Henry buat. Dan Henry sadar, buku sketsa miliknya telah penuh dengan gambar Ryeowook. Setiap buku sketsa miliknya telah penuh dengan gambar sosok berwajah innocent itu. Tapi Henry tidak pernah bosan mengisi buku sketsanya dengan sosok yang sama. Sosok yang diam-diam ia sukai.

 

“Rupanya kau disini Henry” kata Yesung.

“Yesung hyung” kata Henry menoleh.

 

Yesung duduk disamping Henry.

“Menggambar Wookie lagi?” tanya Yesung memandang buku sketsa Henr.y

 

Henry hanya tersenyum dan menutup buku sketsa miliknya.

“Aigoo… Apa kau hanya akan memenuhi buku sketsamu dengan gambarnya saja?” tanya Yesung lagi.

 

Kembali Henry hanya tersenyum dan merapikan barang–barangnya ke dalam tas. Yesung memandang Henry, menebak Ryeowook kembali melakukan aksinya.

“Siapa lagi kali ini?” tanya Yesung.

“Cho kyuhyun” jawab Henry singkat.

 

“Cho Kyuhyun? Kenapa dia?” tanya Yesung mengernyit, sedikit terkejut.

 

“Karena sepertinya…Sungmin hyung juga menyukai orang itu. Wookie hyung hanya tertarik dengan siapapun yang disukai Sungmin hyung” jawab Henry.

 

“Oh ya, kebiasaan buruk itu. Merebut mereka dari Sungmin, namun kemudian dia mencampakkan mereka semua. Malang sekali, atau bodoh?” kata Yesung tertawa.

 

“Sungmin hyung memang menakjubkan. Tapi Wookie hyung…..dia jauh lebih menakjubkan. Dengan mudah semua orang itu berpaling padanya” kata Henry.

 

Well, Wookie memang pintar untuk urusan itu,” kata Yesung setuju. “Lalu, kau akan membiarkan Wookie terus seperti ini? Mengejar dan merebut milik orang lain, sementara kau hanya bisa menggambar sosoknya dalam buku sketsa saja?” tanya Yesung memandang Henry.

 

“Entahlah hyung” jawab Henry berdiri.

“Kau tahu, Wookie tidak akan berhenti. Kurasa dia akan sulit untuk berhenti” kata Yesung ikut berdiri.

 

Henry diam sesaat dan mendesah.

“Kurasa kali ini Wookie hyung akan kesulitan” kata Henry.

“Kenapa?” tanya Yesung.

 

“Orang itu, Cho Kyuhyun. Kulihat dia sangat jatuh cinta pada Sungmin hyung. Wookie hyung akan sangat sulit mengatasinya,” jawab Henry seraya memandang langit yang cerah hari ini. “Jika Wookie hyung tidak berhasil mendapatkan Cho Kyuhyun, ia akan penasaran dan terus berusaha mendapatkannya. Mungkin hanya untuk sekedar sebuah kepuasan atau…”

 

“Atau Wookie akan benar–benar jatuh cinta pada orang itu. Begitu maksudmu?” potong Yesung.

 

Henry menoleh memandang Yesung dan terdiam sesaat.

“Yeah, kurasa hyung bisa bilang seperti itu” kata Henry.

“Kau akan diam saja?” tanya Yesung.

 

“Kita lihat saja nanti,” jawab Henry tersenyum. “Lalu bagaimana denganmu hyung? Sepertinya kau mulai kesal dengan orang itu.” tanya Henry.

 

Yesung mendengus sesaat.

“Ini memang menyebalkan. Tapi akan kupastikan, Cho Kyuhyun menjauh dari Sungmin dan tidak akan menari lagi” kata Yesung menyeringai.

 

Henry mengernyit memandang Yesung.

“Apa yang kau rencanakan hyung?” tanya Henry.

“Sesuatu yang menarik” jawab Yesung tersenyum dan beranjak pergi.

 

****

 

Kyuhyun meringis saat tubuhnya dihempaskan dengan kasar ke tanah oleh Kangin. Seharusnya saat ini ia sedang berlatih dengan Sungmin, namun Kangin cs menghadang jalannya dan menyeretnya pergi sebelum Kyuhyun sampai diruang latihan. Siwon dan Zhoumi mulai memukulinya tanpa Kyuhyun mengerti apa kesalahannya. Seingatnya ia tidak berbuat kesalahan, Kyuhyun bahkan sudah berusaha menjauh dari Kangin cs, bahkan dalam radius 100m.

 

Kyuhyun memandang darah yang menetes dari hidungnya. Ia memang pandai menari, tapi Kyuhyun tidak pandai dalam hal berkelahi. Kyuhyun hanya bisa meringkuk berusaha bertahan dari semua pukulan–pukulan yang menghantam tubuhnya.

 

Siwon dan Zhoumi mencengkram tangan Kyuhyun dan memaksanya berdiri. Tubuh Kyuhyun sudah lemah, darah mengalir dari pelipis, hidung dan sudut bibirnya. Rasanya seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Kyuhyun mengangkat kepalanya memandang Kangin yang berdiri didepannya.

 

“Tolong…lepaskan aku. Aku…harus berlatih sekarang” kata Kyuhyun memohon.

“Yeah, seharusnya kau berlatih sekarang. Bukankah contest semakin dekat?” kata Kangin terkekeh.

 

“Kenapa? Apa salahku? Kenapa kalian memukulku?” tanya Kyuhyun bingung.

 

Kangin berhenti tertawa dan memukul perut Kyuhyun.

“Aku tidak tahu kalau bocah nerd bisa menari dengan sangat baik. Kukira kau hanya bisa membaca buku saja” ledek Kangin kembali terkekeh.

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya, berusaha mencari celah untuk kabur. Namun Siwon dan Zhoumi menahan tubuhnya dengan sangat kuat. Kepala Kyuhyun berusaha menyusun rencana. Berkelahi dengan Kangin? itu ide terbodoh yang melintas dalam kepala Kyuhyun. Mungkin justru ia yang akan mati nanti.

 

Terdengar derap langkah kaki mendekat. Tidak lama seseorang muncul.

“Kau sudah datang. Kami baru saja bersenang-senang” kata Kangin menoleh dan tersenyum.

“Itu bagus. Kelihatannya aku belum terlambat” kata Yesung tersenyum.

 

Yesung memandang Kyuhyun yang terlihat payah dalam cengkraman Siwon dan Zhoumi. Wajahnya penuh luka. Yesung beranjak mendekati Kyuhyun dan memandangnya dengan tenang, sementara Kyuhyun terkejut memandangnya.

 

“Seharusnya aku tahu ini ulahmu. Benar, bukan?” kata Kyuhyun tersenyum mendengus.

“Lepaskan dia” kata Yesung masih memandang Kyuhyun.

 

Siwon dan Zhoumi segera melepaskan cengkramannya. Kyuhyun menyeka darah yang menetes dari pelipisnya dan memandang Yesung yang masih memandangnya dengan tenang.  “Seharusnya kau mendengarku. Bukankah sudah kukatakan untuk berhati–hati bocah nerd?” kata Yesung.

 

“Apa?” kata Kyuhyun.

“Sudah kuperingatkan untuk menjauhi Sungmin dan mengundurkan diri dari contest ini” kata Yesung.

 

Kyuhyun terdiam sesaat memandang Yesung.

“Aku tidak mau” kata Kyuhyun.

 

“Cinderella adalah milikku. Dia hanya milikku. Kau tidak lihat tanda merah dilehernya saat itu?” kata Yesung.

 

“Itu hanya kiss mark, tidak berarti apapun. Kau hanya sedang mabuk berat saat itu. Tidak terjadi apapun diantara kalian saat itu. Sungmin hyung sudah menjelaskannya padaku. Kau berbohong padaku” kata Kyuhyun terdengar marah.

 

Yesung terkekeh kemudian memukul Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terhuyung dan terjatuh.

“Lakukan apapun yang kalian inginkan. Bocah nerd ini milik kalian” kata Yesung seraya beranjak duduk.

 

Siwon, Zhoumi dan Kangin terkekeh senang melihat mangsa mereka.

“Dengan senang hati” kata Kangin.

 

Siwon dan Zhoumi kembali memukul Kyuhyun. Kyuhyun berusaha meronta saat Zhoumi mencengkram tubuhnya dengan kuat, sementara Siwon menahan kedua kakinya.

“Lepaskan! Aku harus berlatih saat ini!” ronta Kyuhyun.

“Kau tidak akan kemanapun bocah nerd” kata Kangin terkekeh.

 

Kyuhyun memandang Kangin yang memegang sebuah balok kayu ditangannya. Perasaannya kini berubah tidak enak. Ia dapat menebak apa yang akan Kangin lakukan dengan benda itu. Kyuhyun berusaha meronta namun gagal. Sementara itu, Yesung duduk dengan tenang menikmati semuanya.

 

Kangin perlahan mendekati Kyuhyun seraya mempermainkan balok kayu ditangannya. Zhoumi menarik satu tangan Kyuhyun dan menahannya diatas tanah. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan berusaha menarik tangannya, namun lagi–lagi usahanya gagal.

 

“Aku penasaran, bagaimana jika tangan dan kakimu patah? Apa kau masih bisa menari?” tanya Kangin tersenyum dan mengangkat balok kayu bersiap untuk memukul.

 

Yesung memandang ponsel Kyuhyun yang bergetar didalam tas milik Kyuhyun. Ia mengambil benda itu dan memandang ID Caller sesaat. Cinderella calling. Yesung tersenyum dan mencabut baterai ponselnya. Benda mungil itu akhirnya berhenti bergetar. Ia membuang ponsel Kyuhyun begitu saja dan kembali menikmati Kyuhyun yang kini sedang ketakutan. Wajahnya terlihat sangat panik. Dapat Yesung lihat tubuh Kyuhyun sedang bergetar ketakutan.  Yesung kembali tersenyum.

 

****

 

Sungmin mengernyit memandang ponselnya.

“Kenapa tiba–tiba ponsel Kyuhyun tidak aktif?” pikir Sungmin.

 

Sungmin menutup ponselnya dan memandang jam tangannya. Seharus mereka sedang berlatih saat ini, namun sudah 2 jam dan sosok Kyuhyun masih belum terlihat.

“Ada apa dengannya?” pikir Sungmin mulai cemas.

 

Sungmin menyimpan ponselnya dan berusaha untuk berlatih sendiri. Namun ia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Sungmin berhenti menari dan merebahkan tubuhnya dilantai. Ia memandang langit–langit ruangan, menoleh memandang ruangan latihan yang sepi.  Kemudian tubuh Sungmin mulai berguling ke kanan dan kiri.

 

Sungmin berhenti berguling saat sepasang kaki berhenti didepannya. Sungmin mendongak memandang pemilik sepasang kaki itu. Ternyata Ryeowook. Pemuda berwajah innocent itu tersenyum dan duduk disisi Sungmin.

 

Sungmin kembali berguling. Ryeowook memutar kedua bola matanya dengan bosan dan menghentikan Sungmin. “Hentikan hyung. Apa kau akan terus berguling setiap kali merasakan sesuatu? Mworago?” tanya Ryeowook.

 

Sungmin berhenti berguling dan merengut.

“Dia tidak datang Wookie” jawab Sungmin.

“Nugu?” tanya Ryeowook.

 

“Kyuhyun. Seharusnya kami berlatih sekarang, tapi dia tidak datang. Padahal contest semakin dekat” jawab Sungmin.

 

“Memangnya dia kemana?” tanya Ryeowook.

“Molla. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi” jawab Sungmin mendesah.

 

Ryeowook memandang Sungmin sesaat.

“Kau cemas dengannya?” tanya Ryeowook.

“Apa?” kata Sungmin sedikit terkejut.

 

Ryeowook tersenyum jahil memandang Sungmin.

“Kau menyukai dia, hyung” kata Ryeowook menebak.

“A…anniyo” kata Sungmin menggelengkan kepalanya dengan cepat.

 

“Keureyo?” tanya Ryeowook tidak percaya.

“Tidak. Aku hanya…” kata Sungmin.

 

Ryeowook masih memandang Sungmin tidak percaya seraya tersenyum semakin lebar. Sungmin mendesah dan kembali berguling. “Hey, hey berhenti berguling hyung” kata Ryeowook menghentikan Sungmin.

 

Sungmin berhenti berguling dan beranjak duduk. Ia memeluk lututnya.

“Bagaimana ini Wookie?” tanya Sungmin.

“Bagaimana apanya?” Ryeowook balik bertanya.

 

“Sepertinya, aku…aku menyukai Kyuhyun. Jantungku berdetak dengan sangat cepat setiap kali bersamanya. Aku tidak tahu, tapi…bagaimana ini Wookie?” kata Sungmin membenamkan wajahnya diantara lututnya.

 

Ryeowook diam sesaat memandang Sungmin.

“Kalau begitu katakan saja” kata Ryeowook.

“Tapi, bagaimana jika dia menolakku?” tanya Sungmin mengangkat kepalanya.

 

“Hyung kan Cinderella dikampus ini, tidak ada yang dapat menolakmu hyung. Sepertinya dia juga menyukaimu” kata Ryeowook.

 

“Benarkah?” tanya Sungmin menoleh memandang Ryeowook.

 

Ryeowook menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

“Kurasa Kyuhyun tidak buruk juga. Sepertinya dia baik” kata Ryeowook.

“Dia sangat baik dan hangat. Kyuhyun juga lucu dan menarik” kata Sungmin dengan tersenyum.

 

Sungmin diam sesaat. Keningnya berkerut menandakan ia sedang memikirkan sesuatu.

“Apa yang sedang kau pikirkan hyung?” tanya Ryeowook.

 

“Kupikir, mungkin…aku akan mengatakannya pada Kyuhyun. Aku akan mengatakan perasaanku padanya. Bagaimana menurutmu Wookie?” tanya Sungmin menoleh memandang Ryeowook.

 

Ryeowook diam sesaat memandang Sungmin.

“Lalu bagaimana dengan Yesung hyung? Kau masih belum memberikan jawabanmu padanya” kata Ryeowook.

 

Senyum Sungmin memudar perlahan.

“Kau benar” kata Sungmin teringat kemudian mendesah pelan.

“Lalu bagaimana? Kau akan menolak Yesung hyung?” tanya Ryeowook.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya dengan bingung.

“Aku tidak tahu” jawab Sungmin.

“Tidak tahu? Maksud hyung?” tanya Ryeowook mengernyit bingung.

 

“Aku tidak tahu. Kupikir, aku juga tidak bisa menolaknya. Tapi aku juga mulai menyukai Kyuhyun” jawab Sungmin bingung.

 

“Astaga. Maksudmu…hyung menyukai keduanya?” tanya Ryeowook sedikit terkejut.

“Sepertinya begitu” jawab Sungmin menganggukkan kepalanya seraya memainkan ujung kaosnya.

 

Sungmin mendesah dan kembali memeluk lututnya.

“Heeuh…aku orang yang buruk Wookie” kata Sungmin.

“Tidak. Itu tidak benar” kata Ryeowook.

 

“Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Sungmin.

“Hyung harus memilih salah satu. Pikirkan dengan baik dan ikuti saja apa kata hatimu” jawab Ryeowook.

 

“Begitukah?” kata Sungmin.

“Ne” kata Ryeowook.

 

“Tapi jika nanti kau memilih Kyuhyun, aku akan mendukungmu hyung” kata Ryeowook tersenyum memberi semangat.

 

Sungmin tersenyum dan memeluk Ryeowook.

“Terima kasih Wookie. Kau sahabat terbaikku” kata Sungmin.

“Tidak masalah hyung” kata Ryeowook tersenyum.

 

Ryeowook memandang Sungmin yang kembali mencoba menghubungi Kyuhyun. Seulas senyum licik tersungging di bibirnya. “Tidak masalah, karena nanti aku akan merebut Kyuhyun darimu. Mari kita bermain Cinderella.” lanjut Ryeowook dalam hati.

 

t.b.c

3 thoughts on “Dance with me Cinderella / part 12

  1. Maaf,baru meninggal-kan jejak lagi. Sebenarnya aku membaca tiap chap kok ^^v… Yeye,wookie,kangin,siwon,zhoumi telah menjadi musuh-ku di ff ini! Dari beberapa chap yg lalu,cerita ini sudah keluar dari jalur another cinderella story. Aku pikir akan memiliki plot yg sama. Kerja bagus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s