Dance with me Cinderella / part 14

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 14

Hari ini Kyuhyun harus kembali melihat Sungmin menari bersama Yesung diatas panggung. Kyuhyun merengut dan terdiam, wajahnya terlihat kecewa. Seharusnya dia yang menari bersama Sungmin saat ini. Seharusnya ini kesempatannya, tapi kini kesempatan itu terlihat memudar hanya karena sebuah cedera. Kyuhyun memandang perban yang masih membalut pergelangan tangan kirinya. Ini adalah kesempatannya, seharusnya Kyuhyun tidak boleh melepaskannya begitu saja. Kyuhyun mendesah dan beranjak pergi.

 

Langkah Kyuhyun berhenti diruang latihan tempat ia biasa menari bersama Sungmin. Ia memandang cermin didepannya dan berpikir, seharusnya ia sudah bisa menari lagi sekarang. Kyuhyun mulai menggerakkan tubuhnya sesuai dengan koreografi yang telah dihafalnya. Ia menari tanpa iringan musik. Kyuhyun mencoba menari dengan baik namun ia terjatuh.

 

Kyuhyun meringis merasakan sakit pada pergelangan tangannya yang cedera.

“Sial” maki Kyuhyun kesal seraya memegang tangannya yang sakit.

 

Kyuhyun kembali menari, mengabaikan rasa sakit yang muncul karena cederanya yang belum pulih benar. Sementara itu Henry dan Ryeowook sedang memperhatikan Kyuhyun dari luar.

“Dia memaksakan dirinya” kata Henry.

“Dia menarik” kata Ryeowook tersenyum.

 

Henry menoleh memandang Ryeowook dan mendesah pelan. Sepertinya Ryeowook masih belum berniat menghentikan aksinya. Ryeowook berniat mendekati Kyuhyun, namun tangan Henry menghentikan langkahnya. Ryeowook menoleh memandang tangan Henry yang mencegahnya untuk melangkah masuk.

 

“Kau tahu aku tidak akan berhenti dengan mudah, bukan?” kata Ryeowook.

 

Henry masih memandang Ryeowook tanpa suara. Kemudian perlahan ia  melepaskan tangannya.

“Kau tidak akan mendapatkannya dengan mudah. Kau akan sulit mengatasinya” kata Henry.

Well, kita lihat saja” kata Ryeowook tersenyum yakin kemudian beranjak masuk.

 

Henry hanya diam memperhatikan Ryeowook yang mulai mendekati Kyuhyun. Entah rencana apalagi yang tersusun dengan rapi dalam kepalanya, tapi Ryeowook terlihat sangat yakin dalam setiap aksinya. Kemudian Henry beranjak pergi.

 

****

 

Library boy

 

Kyuhyun menoleh dan terkejut mendapati Sungmin yang berlari memeluknya. Dia memeluknya dengan senang, sementara Kyuhyun masih berusaha berdamai dengan degup jantungnya yang kembali berdetak dengan abstrak.

 

“Kita berhasil Kyu” kata Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun.

“A…apa?” tanya Kyuhyun.

 

“Kita berhasil masuk grandfinal” jawab Sungmin tersenyum senang.

“Benarkah?” kata Kyuhyun senang.

 

“Hn. Dan kau tahu? Grandfinal akan diselenggarakan 1 bulan lagi. Itu artinya kau masih ada waktu untuk menyembuhkan cederamu dan menari kembali bersamaku” kata Sungmin senang.

 

“Benarkah itu?” kata Kyuhyun.

“Hn” kata Sungmin menganggukkan kepalanya dengan senang.

 

“Itu sangat bagus” kata Kyuhyun tersenyum senang.

“Yeah, Yesung hyung sangat membantuku. Dia bersedia menggantikanmu karena kau sedang cedera. Dia sangat baik bukan?” kata Sungmin.

 

Senyum dibibir Kyuhyun perlahan memudar. Perlahan ia melepaskan tangan Sungmin yang masih memeluk tubuhnya. Sungmin memandang tidak mengerti Kyuhyun yang terdiam. wajahnya nampak merengut kecewa.

 

“Ada apa?” tanya Sungmin.

“Kenapa Yesung yang harus menggantikanku?” tanya Kyuhyun.

“Apa? Memang kenapa?” Sungmin balik bertanya.

 

Kyuhyun terdiam. Yang telah membuatnya cedera adalah Yesung. Dan yang harus menggantikan posisinya di contest ini juga Yesung? Bagaimana Kyuhyun harus menerima ini? How funny…

 

“Tidak. Bukan apa–apa” kata Kyuhyun.

 

Sungmin hanya mengerjap tidak mengerti memandang Kyuhyun yang beranjak pergi. Ia berpikir, kenapa Kyuhyun berwajah seperti itu? Dan kenapa jantungnya masih tidak berhenti berdetak dengan cepat dalam irama yang abstrak?  Sepertinya ia juga mendengar irama yang sama saat memeluk Kyuhyun. Irama yang abstrak dalam detak jantung yang berdetak dengan cepat. Apa ini kebetulan?

 

****

 

Kelas baru saja selesai. Kyuhyun merapikan barang–barangnya. Ia memandang kursi Eunhyuk dan Donghae yang telah kosong sejak tadi. Entah kemana dua makhluk itu. Kyuhyun menutup tasnya dan beranjak keluar kelas yang hampir kosong.

 

“Hey Cho Kyuhyun ssi…” panggil seseorang.

 

Kyuhyun menoleh. Seorang mahasiswa sedang memanggilnya dan memintanya untuk mendekat. Kyuhyun beranjak mendekati mahasiswa itu. “Kau siapa?” tanya Kyuhyun.

 

“Aku Ji Young. Kelas sebelah” jawab mahasiswa itu.

“Oh, ada apa Ji Young ssi?” tanya Kyuhyun.

 

Mahasiswa itu menoleh ke kanan dan kiri sesaat kemudian meminta Kyuhyun untuk menunduk. Dengan mengernyit tidak mengerti Kyuhyun mendekatkan telinganya. “Cinderella menyuruhmu malam ini jam 11 bertemu di ruang latihan” bisik mahasiswa itu.

 

Kemudian mahasiswa itu segera berlari pergi.

“Eh? Terima kasih Ji Young ssi” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun berpikir sesaat. Cinderella mengingatkanya dengan Sungmin. kemudian ia tersenyum senang dan beranjak pergi. Sementara itu, mahasiswa yang bernama Ji Young itu mendekati Ryeowook yang sedang menunggunya di dekat tangga.

 

“Ryeowook ssi, aku sudah menyampaikan pesanmu. Benarkah kau mau berkencan denganku?” tanya mahasiswa bernama Ji Young itu.

 

“Tentu saja. Tapi hanya minum teh saja yah” jawab Ryeowook seraya tersenyum, membuat mahasiswa itu tersenyum senang.

Ryeowook beranjak pergi dan menuju kelasnya. Di kelas Sungmin dan Henry sedang asyik bermain kartu. Sementara Yesung duduk dengan tenang membaca buku dengan earphone yang menyumpal kedua telinganya.

 

“Cinderella hyung~” kata Ryeowook seraya menghampiri Sungmin.

“Hey Wookie, mau ikut bergabung?” tanya Sungmin menoleh.

 

Henry memandang Ryeowook yang sedang berbisik pada Sungmin, dan tidak lama wajah Sungmin berubah kecewa. “Begitu yah! Tidak apa–apa. Gomawo Wookie” kata Sungmin tersenyum kecewa.

 

“Ada apa hyung?” tanya Henry.

“Ah? Tidak ada apa–apa. Aku mau ke toilet dulu.” jawab Sungmin meletakkan kartu miliknya dan beranjak pergi.

 

Henry memandang sosok Sungmin yang menghilang dibalik pintu. Kemudian ia kembali memandang Ryeowook, dapat ia lihat seulas senyum licik yang tersungging kecil disudut bibir itu.

 

“Kali ini apalagi rencanamu?” tanya Yesung dari balik bukunya.

 

Ryeowook menoleh dan kembali tersenyum.

“Hanya menyampaikan pesan yang salah” jawab Ryeowook terlihat senang.

You’re really such a bad boy Kim Ryeowook” kata Yesung menyeringai dari balik bukunya.

 

Am I ?” kata Ryeowook tersenyum.

 

Ryeowook terdiam saat pandangannya bertemu dengan Henry. Kemudian ia beranjak pergi. “Kau pikir, kali ini dia akan berhasil?” tanya Yesung menurunkan bukunya dan memandang Henry.

 

“Tidak. Dia tidak akan pernah berhasil,” jawab Henry lirih. “Hey hyung, mau main kartu denganku?” ajak Henry.

 

“Tidak. Kau selalu curang, dan itu menyebalkan” tolak Yesung seraya kembali membaca bukunya, sementara Henry hanya terkekeh.

 

****

 

Malam telah turun semakin larut. Kyuhyun melangkah dengan cepat. Kakinya berhenti didepan ruang latihan. Kyuhyun melangkah masuk dengan bingung, ruangan itu telah kosong dan gelap. Tidak ada siapa pun diruangan itu. Kyuhyun terkejut saat tiba–tiba lampu menyala. Ia menoleh, ternyata Ryeowook.

 

“Eh? Ryeowook ssi” kata Kyuhyun.

“Mengejutkanmu?” kata Ryeowook tersenyum seraya mendekati Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya sesaat mencari Sungmin.

“Cinderella hyung, dia… tidak bisa datang” kata Ryeowook.

“Eh?” kata Kyuhyun memandang Ryeowook.

 

Ryeowook memandang Kyuhyun yang terlihat sedikit kecewa. Tentu saja ini rencananya. Ryeowook mengatakan akan membantu Sungmin dengan Kyuhyun, namun ia sengaja menyampaikan pesan yang salah pada mereka berdua. Dan sekarang saatnya ia bermain dengan sang pangeran.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

 

“Maaf, sebenarnya Sungmin hyung tidak mengijinkan aku bicara seperti ini, tapi… aku cemas sekali. Ingin bicara, tapi sulit juga” kata Ryeowook seraya menunduk.

 

“Katakan saja” kata Kyuhyun.

“Sebenarnya… Sungmin hyung sedang bingung sekali” kata Ryeowook.

 

“Ha!? Kenapa?” tanya Kyuhyun.

 

“Sungmin hyung, dia mengatakan kepadaku dia menyukai kalian berdua. Kau dan Yesung hyung. Keterlaluan bukan…?” kata Ryeowook seraya membalik tubuhnya memunggungi Kyuhyun.

 

Kyuhyun tertegun mendengarnya. Ada sebersit perasaan senang, namun sebersit perasaan perih juga ada. Ryeowook menunggu reaksi dari Kyuhyun, namun dia hanya terdiam.

‘Orang ini bikin penasaran saja!’ pikir Ryeowook melirik Kyuhyun.

 

“Sungmin hyung membiarkan Yesung hyung menggantikanmu saat contest kemarin, itu karena dia juga menyukai Yesung hyung. Dia menyukai kalian berdua. Tapi, mungkin…Sungmin hyung akan memilih Yesung hyung,” kata Ryeowook.

 

Kyuhyun masih terdiam.

“Kau tahu bagaimana kedekatan hubungan mereka? Mereka sangat dekat. Kau ingat dengan bekas merah dileher Sungmin hyung saat itu? Aku tidak bisa membayangkan apa yang mereka lakukan saat itu,” kata Ryeowook.

 

Kyuhyun masih tetap terdiam. Ia hanya memandang Ryeowook seakan sedang mempelajari sesuatu, membuat Ryeowook gemas dan mulai tidak sabar. “Maaf, aku terlalu ikut campur…” kata Ryeowook membalik tubuhnya menghadap Kyuhyun, kemudian tiba–tiba ia memeluknya.

 

“Eh?” Kyuhyun terkejut.

 

“Maaf… saat seperti ini seharusnya aku tidak bicara seperti ini, tapi…” kata Ryeowook. “Aku langsung menyukaimu saat pertama kali melihatmu. Pernah, aku ingin melupakan. Tapi tidak bisa. Aku… apa aku tidak bisa, menggantikan Sungmin hyung?” kata Ryeowook mendekati wajah Kyuhyun dan memejamkan matanya.

 

Namun Ryeowook segera membuka matanya saat jemari Kyuhyun menahan aksinya.

“Maaf sekali. Aku hanya menyukai Sungmin seorang” kata Kyuhyun seraya meletakkan jemarinya dibibir Ryeowook.

 

Ryeowook terkejut memandang Kyuhyun.

“Tapi, Sungmin hyung memilih Yesung hyung! Bukan kau!” kata Ryeowook.

“Jika dengan begitu dia bahagia, tidak apa–apa. Tapi aku akan tetap menyukainya” kata Kyuhyun tenang.

 

“Ke…kenapa?! Meski Sungmin hyung menolak Yesung hyung, kau tetap tidak akan mendapatkannya. Jangan lupakan para pemujanya diluar sana. Dan bekas merah itu…” kata Ryeowook.

 

“Bekas merah itu tidak berarti apapun. Sungmin hyung pernah bilang, tidak terjadi apapun diantara mereka saat itu. Yesung hanya mabuk berat. Kau sahabatnya kan?” kata Kyuhyun.

 

“A…apa?” kata Ryeowook.

 

“Sepertinya kau lebih tidak mengerti dia dibanding aku” kata Kyuhyun.

 

“Apa kau bilang?” kata Ryeowook.

 

“Mungkin aku benar–benar tidak mengerti Sungmin. Mungkin…dia bukan Cinderella sungguhan. Tapi bagiku, dia tetap seindah Cinderella. Aku akan berusaha pelan–pelan mengerti dirinya, mengerti kelebihan dan kekurangannya. Aku menerima dia seutuhnya” kata Kyuhyun.

 

“Apa kau ini? Pangeran?” kata Ryeowook mendengus.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan membalik tubuhnya.

“Ditubuhmu tadi sama sekali tidak terbaca ada niat baik. Sudah ya, selamat malam” kata Kyuhyun kemudian beranjak pergi.

 

Meninggalkan Ryeowook yang sangat terkejut. Tubuhnya bergetar menahan emosinya. Perkataan Kyuhyun seakan menamparnya dengan keras. “…kenapa…kenapa bisa seperti ini?! Selama ini tidak ada satupun yang bisa menolakku. Tidak ada satupun yang tidak bisa aku kuasai” kata Ryeowook marah.

 

Ryeowook beranjak pergi dengan marah. Langkahnya terhenti saat melihat Henry yang sedang bersender dimobilnya. Henry mengangkat kepalanya dan menoleh memandang Ryeowook yang merengut kesal. Tanpa banyak bicara Ryeowook segera menaiki mobil Henry, dan Henry segera duduk di belakang kemudi.

 

Perlahan mobil itu melaju pergi dengan tenang. Seperti ketenangan di dalam mobil. Ryeowook memandang keluar jendela masih tanpa suara. Raut kesal masih menghiasi wajahnya yang cute. Henry tahu, Ryeowook sangat benci gagal. Dan kali ini, untuk pertama kalinya kegagalan itu menemuinya. Dan bagi Ryeowook, rasanya seperti sebuah pukulan keras yang menyebalkan.

 

“Bukankah sudah kukatakan?” Henry bersuara.

“Aku tidak mungkin kalah dari Sungmin hyung. Dia bukan Cinderella” kata Ryeowook mendengus kesal.

 

“Lalu apa kau? Nenek sihir?” kata Henry, membuat Ryeowook mendelik memandangnya.

 

“Ini bukan kisah dongeng putri salju” kata Ryeowook.

 

“Dan ini bukan drama dimana selalu ada tokoh antagonis yang kejam. Sudahlah hyung, hentikan” kata Henry.

 

Ryeowook hanya mendengus kesal dan memalingkan wajahnya. Henry mendesah kemudian memacu mobilnya semakin cepat. Ryeowook menoleh saat menyadari mobil Henry berhenti didepan rumah sang pemilik mobil. Henry beranjak turun dan membuka pintu mobil Ryeowook.

 

“Turun” kata Henry.

 

Ryeowook sedikit mengernyit melihat raut wajah Henry yang terlihat kesal bercampur lelah. Dengan ragu Ryeowook beranjak turun dari mobil. Baru saja kedua kakinya menapak tanah, Henry sudah menggotong tubuhnya diatas bahunya.

 

“Hey! Apa yang kau lakukan?! Turunkan aku!” kata Ryeowook.

 

Namun Henry seakan tidak mendengarnya. Ia menutup pintu mobilnya dan beranjak memasuki rumah. Mengabaikan Ryeowook yang terus meronta di bahunya. Ibunya sedikit terkejut saat melihat Ryeowook yang berada dibahu Henry.

 

“Astaga…apa yang terjadi?” tanya ibunya.

“Wookie hyung akan menginap malam ini bu” kata Henry.

 

“Apa? Hey! Aku tidak pernah mengatakan hal itu. Sekarang cepat turunkan aku Henry Lau!” kata Ryeowook meronta, ia mulai kesal.

 

Namun lagi–lagi Henry mengabaikannya. Henry beranjak ke lantai 2 menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya dan menurunkan Ryeowook diatas ranjangnya. “Apa yang kau lakukan? Menculikku? Ini tidak lucu Henry. Tahukah kau betapa kesalnya aku hari ini? sekarang aku mau pulang” kata Ryeowook marah dan turun dari ranjang Henry.

 

Namun Henry menarik tangannya dan kembali menghempaskan Ryeowook ke ranjangnya. Henry menunduk diatas tubuh Ryeowook dan memandangnya dengan lelah. Kedua tangannya menahan tangan Ryeowook. Ryeowook memandangnya dengan marah.

 

“Sekarang apa? Apa yang akan terjadi dengan posisi seperti ini?” tanya Henry.

“Apa?” kata Ryeowook tidak mengerti.

 

“Biasanya kau sangat menggoda hyung” kata Henry.

So do you want me to fuck you now ? Mau kujelaskan?” kata Ryeowook tersenyum mendengus.

 

Henry hanya diam memandang Ryeowook.

First is kisses” kata Ryeowook.

 

Ryeowook terkejut saat Henry menciumnya, ia dapat merasakan lidah Henry seakan menjelajahi mulutnya. Lima menit kemudian terdengar suara saling mencecap, dan desahan kecil saat ciuman itu turun ke leher Ryeowook. Meninggalkan bekas merah yang samar di leher Ryeowook yang putih.

 

“Lalu?” tanya Henry.

Second is touch” jawab Ryeowook.

 

Henry menahan kedua tangan Ryeowook dengan satu tangannya, sementara tangan lainnya mulai menyentuh Ryeowook. Perlahan namun lembut, memberikan sebuah sensasi pada Ryeowook. Henry menghentikan tangannya setelah ia puas. Ia memandang Ryeowook yang menggigit bawah bibirnya seakan sedang menahan suatu sensasi.

 

“Lalu apalagi?” tanya Henry.

Last….let me feel you inside” jawab Ryeowook.

 

Henry terdiam sesaat kemudian melepaskan tangannya dan menegakkan tubuhnya. Ryeowook beranjak bangun dan memandang Henry dengan heran bercampur kecewa.

“Kenapa? Bukankah kau penasaran?” tanya Ryeowook.

 

Henry masih terdiam memandang Ryeowook. Ryeowook berdiri dan mendekati Henry. jemarinya bermain di pipi chubby Henry. Ryeowook terkejut saat tangan Henry menghentikan aksinya.

 

“Kapan terakhir kali kau memanggilku dengan sebutan ‘mochi’ , hyung?” tanya Henry.

“Apa? Mochi?” kata Ryeowook mengernyit .

 

Henry melepaskan tangan Ryeowook dan beranjak keluar kamar. Ryeowook memandang Henry yang menghilang dibalik pintu. Mochi? Rasanya sebutan itu membuatnya rindu. Terdengar suara kunci yang diputar. Ryeowook mengangkat kepalanya dan segera berlari ke pintu. Ia berusaha membukanya, namun ternyata pintu ini terkunci. Sial! Ternyata Henry menguncinya dari luar.

 

“Henry buka pintunya!” kata Ryeowook seraya menggedor pintu.

 

****

 

Henry memandang pintu kamarnya yang terkunci. Dari dalam terdengar suara Ryeowook yang berteriak meminta untuk dibuka. Namun Henry hanya memandang pintu itu dan membiarkan Ryeowook terus menggedor dari dalam.

“Ada apa? Kenapa kau mengunci Ryeowook dikamarmu?” tanya ibunya yang muncul karena mendengar suara ribut.

 

“Tidak apa–apa. Wookie hyung hanya sedang butuh waktu untuk berpikir” jawab Henry.

 

Ibunya mengangkat satu alisnya memandang putranya namun tidak mempertanyakannya lagi. Ia segera beranjak turun. Tubuh Henry merosot dan terduduk didepan pintunya. Sudah tidak terdengar lagi suara gedoran pintu, sepertinya Ryeowook mulai lelah.

 

“Hyung” panggil Henry.

 

“Apa?!” jawab Ryeowook terdengar kesal. Saat itu Ryeowook juga sedang duduk dibalik pintu.

 

“Apa kau masih ingat saat pertama kali kita bertemu? Saat itu kau terlihat sangat polos dan selalu mengikuti Sungmin hyung kemana pun” kata Henry.

 

“Yeah, saat itu aku masih tampak bodoh” kata Ryeowook.

“Tidak. Kau tampak menarik” kata Henry.

 

Hening sejenak. Mungkin Ryeowook sedang terkejut.

“Sungmin hyung, dia segalanya, dia Cinderella. Dan aku selalu mengikutinya, mengangguminya. Tapi orang yang kusukai, setiap orang yang kusukai selalu menolakku karena dia. Aku menyadari semua orang yang kusukai telah direbut olehnya. Cinderella? jangan membuatku tertawa,” kata Ryeowook tersenyum mendengus.

 

Henry tidak bersuara dan melirik pintu kamarnya yang masih terkunci.

“Aku berpikir, aku akan merebut semua orang darinya, semua miliknya aku rebut. Dan semua orang–orang itu, pria–pria itu, maupun para gadis itu, semuanya berpaling padaku. Entah sejak kapan, hal itu menjadi candu bagiku. Rasanya sangat menyenangkan” kata Ryeowook.

 

“Kupikir, sekarang saatnya kau berhenti hyung”

“Kenapa aku harus berhenti?”

 

“Kau harus berhenti, sebelum terjebak dalam permainanmu sendiri. Kau sudah gagal kali ini, bukan? Orang itu, Cho Kyuhyun”

 

“Orang itu…tidak bisa kumaafkan” Ryeowook kembali terdengar kesal.

“Sudahlah hyung. Cukup”

 

“Kenapa kau ingin sekali aku berhenti Henry?” 

“Kupikir kau sudah tahu”

 

“Karena….kau menyukaiku?”

“Yeah, aku selalu menyukaimu hyung. Seperti aku memenuhi setiap lembar buku sketsaku dengan sosokmu”

 

Hening sejenak dibalik pintu. Ryeowook sedikit terkejut dan beranjak mencari buku sketsa milik Henry yang tergeletak diatas meja belajar. Ia membukanya dan semua buku itu memang berisi dengan sosoknya. Tanpa sadar Ryeowook tersenyum.

 

“Hyung” panggil Henry.

 

Ryeowook beranjak kembali duduk dibelakang pintu.

“Ne?”

“Kau tidak perlu seindah Cinderella. Karena aku tetap menyukaimu hyung”

 

Ryeowook terdiam sesaat dan memeluk lututnya.

“Mochi…” gumam Ryeowook pelan, kini ia benar–benar merindukan sebutan itu.

 

Selanjutnya tidak ada yang bersuara. Masing–masing sibuk dengan pikiran dan perasaan masing–masing. Ryeowook memeluk lututnya semakin erat dan memandang semua gambar Henry, sosok yang terlihat menyenangkan dan sempurna. Sosok yang terlupakan begitu lama, dan kini Ryeowook juga merindukan sosok itu.

 

“Apakah kau akan berhenti sekarang?” tanya Henry.

“Entahlah. Aku…akan kucoba” jawab Ryeowook, membuat Henry tersenyum dibalik pintu.

 

Malam kian larut, namun Henry dan Ryeowook masih tetap tidak beranjak dari posisi mereka. Bias cahaya bulan menerobos masuk ke dalam kamar Henry melalui tirai jendela yang terbuka. Menerangi kamar Henry yang remang, penuh dengan penyesalan yang mulai muncul.

 

“Mochi…” panggil Ryeowook.

“Ne?” jawab Henry.

 

“Maafkan aku” kata Ryeowook. Dibalik pintu Henry tersenyum senang.

 

t.b.c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s