Dance with me Cinderella / part 16

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 16

Yesung duduk dipinggir atap kampus, memandang keramaian dibawahnya. Sementara Sungmin berdiri disisinya, memainkan poni rambutnya tanpa suara. Ia terlihat gelisah dan bingung. Yesung menoleh memandang Sungmin dengan pandangan yang membuat Sungmin mendesah. Ia tahu maksud dari pandangan itu, pandangan yang menuntut jawaban.

 

“Aku tahu ini hari terakhir” kata Sungmin.

“Lalu?” tanya Yesung.

 

Sungmin mendesah sesaat dengan bingung. Kepalanya sedang tidak bisa diajak untuk berpikir saat ini. Namun pandangan itu terus menuntutnya.

“Aku tidak tahu” jawab Sungmin.

“Apa?” kata Yesung terkejut.

 

Yesung beranjak turun dan memandang Sungmin dengan terkejut. Hampir sebulan ia menunggu hari ini, dan Yesung hanya mendapat jawaban ‘tidak tahu?’. Bukan itu jawaban yang ingin ia dengar.  Bukan itu jawaban yang ia tunggu selama hampir sebulan ini.

 

“Berapa lama lagi aku harus menunggu jawabanmu? Jangan mempermainkan aku Lee Sungmin!” kata Yesung marah.

 

Sungmin menyentuh kepalanya, rasanya kepalanya seperti berdenyut–denyut. Ia sungguh tidak bisa berpikir saat ini. Entah kenapa perasaanya jadi sulit untuk diajak berkompromi. “Maafkan aku. Tapi bisakah kita bicarakan hal ini nanti? Aku sungguh sedang tidak bisa berpikir saat ini” kata Sungmin.

 

Sungmin beranjak pergi, namun tangan Yesung segera menahan langkahnya. Kini Yesung terlihat sangat marah dan tidak terima. “Kenapa?” tanya Yesung.

 

“Maafkan aku hyung. Beri aku waktu sedikit lagi” kata Sungmin melepaskan tangan Yesung.

 

“Berapa lama lagi aku harus menunggumu Sungmin?! Perasaan ini hampir tidak bisa bertahan lagi. Rasanya ingin sekali perasaan ini meledak, karena kau” kata Yesung.

 

Sungmin mendesah dengan bingung dan kembali menyentuh kepalanya. Rasanya kepalanya berdenyut–denyut dengan keras. Dan sungguh, Sungmin tidak bisa berpikir apapun saat ini. Ia hanya ingin segera pergi dari sini.

 

“Tuhan…” desah Sungmin pelan.

“Ini karena bocah nerd itu, bukan?” tanya Yesung.

 

“Apa?,” kata Sungmin mengernyit memandang Yesung. “Kenapa tiba – tiba kau…?”

 

“Kudengar baru saja dia menyatakan perasaannya padamu, bukan?” kata Yesung.

“Bagaimana kau…?” kata Sungmin terkejut.

 

Yesung tersenyum mendengus memandang Sungmin.

“Tidak kusangka bocah nerd itu punya keberanian juga” kata Yesung mencibir.

 

Sungmin hanya diam dan menyentuh kepalanya. Kyuhyun, nama itu membuatnya gelisah. Aksi ciuman tiba–tibanya, dan pernyataan cintanya juga yang tiba–tiba. Bagaimana Sungmin harus bereaksi dengan semua itu?

 

“Hyung kumohon, kita bicarakan ini nanti, ok?” kata Sungmin.

“Kenapa? Kau bimbang?” tanya Yesung masih bersikeras.

 

“Apa? Tidak. Kenapa aku harus bimbang?” elak Sungmin.

“Lalu kenapa kau tidak segera menjawab saja?” tanya Yesung terus bersikeras.

 

Sungmin mendesah.

“Hyung…” kata Sungmin memohon.

 

Yesung terdiam sesaat memandang Sungmin.

“Kau juga menyukai bocah nerd itu, bukan?” kata Yesung terdengar seperti sebuah pernyataan.

 

Sungmin mendesah sesaat.

“Aku tidak tahu” kata Sungmin.

“Tidak tahu? Really funny,” kata Yesung tersenyum mendengus tidak percaya.

 

“Lalu bagaimana denganku?” tanya Yesung.

“……aku tidak tahu…” Jawab Sungmin terdengar ragu.

“Tidak tahu? Jangan bercanda Lee Sungmin!” kata Yesung setengah berteriak dengan marah.

 

Sungmin hanya diam membiarkan Yesung mengguncang pelan tubuhnya. Kedengarannya Yesung sangat marah. Yesung berhenti mengguncang dan terdiam sesaat memandang Sungmin

“Tetap disini, aku segera kembali” kata Yesung.

“Eh? Kau mau kemana?” tanya Sungmin.

 

Namun Yesung terus beranjak pergi dan menghilang dibalik pintu. Tubuh Sungmin merosot dan terduduk. Sungmin mendesah pelan, memeluk kedua lututnya dan meletakkan wajahnya diantara kedua lututnya.

 

****

 

Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun sedang berkumpul dicafetaria kampus.

“Kau bercanda!” kata Eunhyuk tidak percaya.

“Tidak” kata Kyuhyun seraya memainkan kaleng soda miliknya.

 

“Bagaimana kau bisa melakukan hal itu?” tanya Donghae mengerjap tidak percaya memandang Kyuhyun.

 

“Entahlah. Aku sendiri juga tidak mengerti kenapa aku bisa melakukan hal itu” kata Kyuhyun.

“Astaga…apa kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan?” tanya Eunhyuk.

 

Kyuhyun hanya memandang Eunhyuk kemudian kembali memainkan kaleng soda miliknya.

“Akhirnya kau bisa juga menyatakan perasaanmu pada Cinderella” kata Donghae senang seraya memeluk Kyuhyun.

 

Kyuhyun hanya tersenyum.

“Lalu apa jawaban Sungmin?” tanya Eunhyuk.

“Dia… belum menjawabnya. Kukatakan padanya untuk mempertimbangkanku dan tidak perlu terburu–buru” jawab Kyuhyun.

 

Eunhyuk dan Donghae mengerjap memandang Kyuhyun.

“Sejak kapan kau bisa setenang ini? Biasanya jika kita bicara tentang Cinderella, kau akan bertingkah seperti ini” kata Donghae seraya meloncat–loncat meniru gaya Kyuhyun dengan lucu.

 

Eunhyuk tertawa melihat tingkah Donghae.

“Hey, hey hentikan. Aku tidak seperti itu” kata Kyuhyun merengut malu seraya menghentikan Donghae.

 

“Tapi bagaimana jika nanti Sungmin memilih Yesung? Bukankah Yesung sudah menyatakan perasaannya lebih dulu?” tanya Eunhyuk.

 

Kyuhyun diam sesaat dan mendesah.

“Aku……akan tetap menyukainya” jawab Kyuhyun.

“Aigoo…sahabat kita ini setia sekali” kata Eunhyuk terharu seraya memeluk Kyuhyun.

 

“Hentikan. Kau seperti ahjumma saja” kata Kyuhyun seraya melepaskan pelukan Eunhyuk. Eunhyuk dan Donghae tertawa.

 

 “Cho Kyuhyun!”

 

Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae menoleh. Yesung sedang berjalan mendekati mereka. Wajahnya terlihat sangat tidak ramah. Apapun itu, Kyuhyun menebak ini pasti berhubungan dengan sang Cinderella.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun seraya berdiri.

“Jangan banyak bicara dan ikut denganku” kata Yesung seraya menarik tangan Kyuhyun.

 

Eunhyuk dan Donghae hanya saling memandang dengan bingung melihat Kyuhyun diseret pergi oleh Yesung. Sementara itu, Yesung menarik Kyuhyun menuju atap kampus. Kyuhyun mengikuti langkah Yesung dengan bingung.

 

“Hey, ada apa? Tidak perlu menarikku seperti ini ‘kan?” tanya Kyuhyun berusaha meronta.

“Diam dan ikut saja!” jawab Yesung ketus.

 

Kyuhyun menutup mulutnya dan membiarkan Yesung menyeretnya pergi. Akhirnya langkah mereka berhenti diatap kampus. Yesung membawa Kyuhyun mendekati seseorang. Orang itu duduk dan menutup wajahnya diantara kedua lututnya. Kyuhyun mengernyit seperti mengenali orang tersebut.

 

Yesung melepaskan tangannya dan mendekati orang tersebut. Perlahan orang tersebut mengangkat kepalanya, dan Kyuhyun terkejut. Itu sang Cinderella. Sungmin berdiri dan terkejut memandang Kyuhyun.

 

“Kenapa kau membawa dia ke sini?” tanya Sungmin seraya memandang Yesung.

“Untuk sebuah kepastian” jawab Yesung.

 

Kyuhyun mengernyit tidak mengerti.

“Kepastian?” tanya Sungmin.

 

Yesung beranjak berdiri disamping Kyuhyun dan tersenyum memandang Sungmin yang kebingungan. Sementara Kyuhyun masih berusaha mengerti dengan keadaan yang tiba–tiba ini.

 

“Karena kita berdua sudah disini, kupikir kau bisa memilih jawabanmu” kata Yesung.

“Tung- tunggu sebentar. Ada apa ini?” tanya Kyuhyun bingung.

 

“Apa maksudmu hyung?” tanya Sungmin.

“Tentukan pilihanmu Sungmin. Aku…atau bocah nerd ini” kata Yesung.

 

Sungmin tersentak memandang Yesung, sementara yang dipandang hanya tersenyum santai. Kyuhyun terdiam sesaat sampai akhirnya otak pintarnya menyadari semuanya.

“APA?!” kata Kyuhyun terkejut memandang Yesung.

 

Sungmin menyentuh kepalanya. Rasanya kepalanya kembali berdenyut–denyut.

“Tunggu sebentar. Kenapa tiba–tiba seperti ini?” tanya Sungmin.

“Aku hanya ingin kepastian Sungmin” jawab Yesung.

 

Kyuhyun hanya diam memandang Sungmin, namun pandangan itu penuh dengan harapan. Sungmin mendesah, memandang dengan bingung Kyuhyun dan Yesung yang entah sejak kapan mulai berdebat. Saling bertahan pada perasaan mereka pada sang Cinderella.

 

Sungmin menutup kedua telinganya. Perdebatan itu terdengar kian memanas, mungkin akan masih tersisa panjang. Dan membuat kepalanya terus berdenyut–denyut. Sungmin memandang dengan kesal Yesung dan Kyuhyun yang masih terus berdebat.

 

“Hentikan! Kalian membuatku pusing” teriak Sungmin kesal.

“Siapa yang kau pilih?” tanya Kyuhyun dan Yesung bersamaan seraya memandang Sungmin.

 

Sungmin terdiam dengan bingung. Pandangan mereka terasa seperti memojokannya.

“Aku…aku menyukai keduanya!” kata Sungmin akhirnya.

“Apa?” kata Kyuhyun dan Yesung terkejut.

 

Sungmin terkejut sendiri dengan ucapannya, namun rasanya tidak ada pilihan lain. Kepalanya terus berdenyut–denyut, dan perasaannya sulit untuk diajak kompromi saat ini. Jika ia tidak bertahan, mungkin Sungmin sudah pingsan sejak tadi.

 

Sungmin memainkan ujung kaosnya dengan gelisah karena Kyuhyun dan Yesung sedang mengernyit memandangnya. Pandangan itu membuat Sungmin merasa seperti orang bodoh. Kyuhyun dan Yesung kini saling memandang, tidak satupun dari mereka yang ingin mengalah. Rupanya ini baru saja dimulai.

 

“Baik. Sampai Sungmin menentukan pilihannya……” kata Yesung.

“….aku tidak akan mundur” kata Kyuhyun.

 

‘Tuhan…apa yang telah kulakukan?’ pikir Sungmin mendesah.

 

****

 

Dan dimulailah hari–hari membingungkan bagi Sungmin. Dimulai dengan menemukan Kyuhyun dan Yesung didepan rumahnya. Mereka bersikeras ingin menjemput sang Cinderella pagi ini. Sungmin mendesah memandang dua pria yang mulai berdebat didepan rumahnya.

 

“Aku mau naik bus saja” kata Sungmin seraya beranjak pergi.

 

Kyuhyun dan Yesung mengikuti Sungmin. Di halte, mereka harus menunggu hingga bus datang. Dan Sungmin harus duduk diantara Kyuhyun dan Yesung yang saling berusaha menarik perhatian Sungmin. Beberapa pandangan dan bisikan iri dapat Sungmin rasakan dan dengarkan dari orang–orang disekitarnya, seperti “betapa beruntungnya dia, diperhatikan dua pria tampan”, dsb.

 

Beruntung? Sungmin justru merasa pusing, namun ia mencoba untuk menikmatinya, toh ini juga kesalahannya. Salahnya kenapa mengatakan menyukai keduanya, kenapa ia tidak bisa memilih salah satu diantara mereka saja. Salahkan perasaannya yang egois.

 

Akhirnya bus yang ditunggu datang. Perlahan pintu bus terbuka dan senyum hangat sang supir menyambut Sungmin, Kyuhyun dan Yesung yang beranjak naik. Namun kursi kosong hanya tersisa satu. Kyuhyun dan Yesung membiarkan Sungmin menempati kursi tersebut, sementara mereka berdiri disampingnya. Sungmin hanya mendesah pelan dan memandang keluar jendela saat Kyuhyun dan Yesung memulai perdebatan mereka, seperti anak kecil yang memperebutkan permen lollipop.

 

Hari masih berlanjut saat makan siang. Sungmin hanya mengerjap memandang Kyuhyun dan Yesung yang membelikan makan siang untuknya, namun kemudian ia memutuskan untuk membeli sendiri. Dan kembali Sungmin harus duduk diantara Kyuhyun dan Yesung dengan makan siang mereka, masih saling berusaha menarik perhatian Sungmin. Sungmin hanya mendesah dan menikmati makan siangnya.

 

Karena seluruh meja penuh maka Eunhyuk dan Donghae terpaksa berbagi meja dengan Ryeowook dan Henry. Mereka mengerjap memperhatikan Sungmin dengan dua pangerannya seraya menikmati makan siang mereka.

 

“Sepertinya ini akan berlangsung lama” kata Henry.

“Yeah, kelihatannya tidak ada satupun yang mau mundur” kata Donghae.

 

“Kasihan Sungmin hyung. Menurut kalian, siapa yang akan dipilihnya?” tanya Ryeowook.

“Entahlah. Tapi sepertinya ini akan semakin menarik” jawab Eunhyuk.

 

Hari–hari berikutnya masih seperti itu. Kyuhyun dan Yesung masih terus mengikuti Sungmin, bahkan hingga toilet. Sungmin mengernyit kesal memandang Kyuhyun dan Yesung.

 

“Apa kalian akan ikut masuk juga?” tanya Sungmin seraya menunjuk bilik toilet.

 

Kyuhyun dan Yesung hanya diam kemudian menggelengkan kepala mereka.

“Bagus” desis Sungmin kesal kemudian beranjak masuk ke dalam bilik toilet yang kosong.

 

Di dalam Sungmin dapat mendengar Kyuhyun dan Yesung memulai kembali perdebatan mereka. Yesung yang kesal, dan Kyuhyun yang masih tetap tidak mau mundur. Sungmin duduk diatas kloset dan mendesah dengan lelah. Berpikir berapa lama lagi hari–harinya akan berjalan seperti ini terus?

 

****

 

Sungmin memandang tangan kiri Kyuhyun, menyadari perban sudah tidak membalut lagi. “Perbannya sudah dilepas?” tanya Sungmin.

 

“Yeah, kemarin” jawab Kyuhyun seraya memandang tangannya.

“Berarti sudah sembuh. Syukurlah” kata Sungmin tersenyum senang seraya menyentuh tangan kiri Kyuhyun.

 

Kyuhyun tersenyum senang karena Sungmin menyentuh tangannya. Namun Yesung yang melihat itu, dengan sengaja melempar tasnya mengenai kepala Kyuhyun. Kyuhyun meringis kesakitan memegang belakang kepalanya yang terasa sakit seraya memandang Yesung.

 

“Aissh…kau sengaja?!” kata Kyuhyun merengut kesal.

“Kena ya? Tidak sengaja” kata Yesung santai.

 

Sungmin mendesah memandang perdebatan yang rasanya sudah mulai biasa untuknya. Kemudian Sungmin beranjak pergi, meninggalkan dua pangerannya yang masih asyik dengan perdebatan mereka.

 

“Cinderella hyung~” panggil Ryeowook.

 

Sungmin menoleh dan tersenyum menerima pelukan dari sahabatnya.

“Annyeong Wookie” sapa Sungmin.

“Kenapa sendirian? Dimana dua pangeranmu?” tanya Ryeowook.

 

Sungmin memutar kedua bola matanya dengan bosan.

“Kutinggal” jawab Sungmin.

 

Ryeowook tertawa dan menepuk bahu Sungmin dengan pelan.

“Sabar yah hyung…” kata Ryeowook membuat Sungmin mendesah.

 

“Rasanya aku tidak tahan lagi Wookie, mereka membuatku pusing” kata Sungmin.

“Salahmu kenapa mengatakan, kalau kau menyukai keduanya” kata Ryeowook.

 

“Yeah, itu memang salahku. Bodohnya aku” gerutu Sungmin.

“Apa hyung sungguh menyukai keduanya?” tanya Ryeowook.

 

Sungmin terdiam sesaat seraya berpikir.

“Kupikir…aku menyukai keduanya” jawab Sungmin.

“Tapi kupikir, pasti ada yang lebih kau sukai diantara mereka” kata Ryeowook.

“Tapi, bagaimana aku tahu?” tanya Sungmin bingung.

 

Ryeowook tersenyum dan merangkul bahu Sungmin.

“Dengar Cinderella hyung tersayang, coba kau rasakan baik–baik bagaimana jantungmu bereaksi saat didekat mereka. Bagaimana jantungmu berdegup dua kali lebih cepat. Dan…ingat baik–baik, sosok pertama yang muncul disetiap pikiranmu” kata Ryeowook.

 

Sungmin terdiam sesaat, mencerna semua kata-kata dari Ryeowook.

“Maksudmu?” tanya Sungmin mengernyit tidak mengerti.

“Itu yang kau butuhkan. Biarkan hatimu yang memberi tahu” jawab Ryeowook seraya menunjuk dada Sungmin dengan telunjuknya.

 

Sungmin terpaku mendengarnya. Ryeowook melepas rangkulannya dan menepuk pelan pipi Sungmin. “Sudah yah, aku mau bertemu dengan Henry. Good luck” kata Ryeowook tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin masih terdiam ditempatnya. Ia menoleh saat mendengar namanya dipanggil. Dibelakangnya, Kyuhyun dan Yesung sedang berjalan ke arahnya. Mungkin perdebatan mereka telah selesai. Sungmin memandang Kyuhyun dan Yesung yang kini berjalan bersamanya, disisi kanan dan kirinya. Kepalanya sedang berpikir, mungkin ia harus melakukan sesuatu agar hatinya bersedia memberi tahu pilihannya.

 

“Bagaimana jika besok kita pergi kencan?” kata Sungmin.

“Kencan?” tanya Yesung.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Kita itu, maksudnya……kita bertiga?” tanya Kyuhyun mengernyit.

 

Kembali Sungmin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. Kyuhyun dan Yesung saling memandang seraya mengernyit bingung. “Kencan bertiga??” kata Kyuhyun dan Yesung bersamaan.

 

t.b.c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s