Dance with me Cinderella/ part 17

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 17

Kyuhyun memandang keramaian disekitarnya, para pengunjung yang memadati taman bermain hari ini. Taman bermain? Untuk apa ia ada ditempat ini? Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang berjalan didepannya, dia terlihat sangat senang. Pandangan Kyuhyun beralih pada Yesung yang berjalan disisinya dengan tenang.

 

Oh benar. Mereka sedang berkencan saat ini, bertiga. Kencan bertiga? Kedengarannya memang aneh, tapi itu adalah permintaan Sungmin. Dan taman bermain adalah pilihan sang Cinderella sebagai tempat kencan mereka hari ini. Dapat Kyuhyun rasakan para pengunjung yang lewat selalu memperhatikan mereka.

 

Bukan, sebenarnya mereka sedang memperhatikan Sungmin dengan kagum. Yeah, pesona sang Cinderella memang menakjubkan. Siapa yang bisa menolaknya? Kyuhyun tersenyum memandang Sungmin dan berpikir, kencan ini pasti akan menjadi kencan yang menyenangkan.

 

‘Yeah, pasti akan menyenangkan jika saja kencan ini HANYA aku dan Sungmin saja, tidak perlu membawa si pembawa masalah ini’ pikir Kyuhyun memandang Yesung.

 

Yesung melirik Kyuhyun seolah mengerti dengan yang baru saja dipikirkan olehnya.

“Kau pikir aku suka dengan ini?” kata Yesung mendengus tidak suka.

“Yeah, kau pikir aku suka?” kata Kyuhyun seraya memalingkan wajahnya.

 

Sementara itu, sang Cinderella sedang mengerjap memandang permainan-permainan ditaman bermain ini. Semuanya terlihat sangat menyenangkan dan siap untuk dimainkan. Sungmin menoleh memandang dua pangerannya yang kembali berdebat dibelakangnya, meributkan siapa yang boleh memegang tangannya. Sungmin mendesah sesaat.

 

“Sudahlah, kalian berdua boleh menggandeng tanganku” kata Sungmin menyodorkan kedua tangannya.

 

Yesung segera menggandeng tangan kiri Sungmin, dan Kyuhyun menggandeng tangan kanan Sungmin dengan malu. Sungmin tersenyum memandang dua pangerannya yang berdiri disisi kanan dan kirinya.

 

“Bukankah seperti ini lebih baik?” kata Sungmin.

 

Yesung dan Kyuhyun membiarkan sang Cinderella menyeret mereka kesana kemari, dari satu permainan ke permainan yang lain. Dari permainan yang lembut, hingga ke taraf yang paling ekstrem. Mereka berjalan menyusuri taman bermain yang semakin ramai. Sungmin terlihat sangat senang, bibir plumpnya mengunyah gulali berwarna pink yang lembut ditangannya.

 

Kyuhyun tersenyum memandang Sungmin. Cara Sungmin menikmati gulalinya sangat lucu menurut Kyuhyun, membuatnya ingin menikmati bibir plump yang menggoda itu. Sungmin menoleh menyadari Kyuhyun sedang memandangnya, kemudian ia menyodorkan gulali ditangannya pada Kyuhyun.

 

“Kau mau?” kata Sungmin.

“Apa?” kata Kyuhyun.

 

“Kau mau mencobanya?” kata Sungmin menyodorkan gulalinya mendekati bibir Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang Sungmin sesaat kemudian sedikit menggigit gulali berwarna pink itu. Rasa manis yang lembut segera meleleh di lidahnya. Sebenarnya kyuhyun tidak begitu menyukai makanan manis, tapi saat benda lembut berwarna pink ini meleleh didalam mulutnya rasa manisnya mengingatkannya pada sang Cinderella. Kyuhyun selalu yakin, Sungmin adalah sosok yang paling manis yang pernah ia temui.

 

“Bagaimana rasanya? Enak bukan?” tanya Sungmin tersenyum.

“Erm…yeah. Manis, sepertimu…” jawab Kyuhyun seraya membersihkan sudut bibirnya dengan jarinya.

 

Sungmin sedikit tersentak memandang Kyuhyun. Apa Kyuhyun baru saja merayunya? Rasanya jantung mulai berdetak dengan cepat saat Kyuhyun memandangnya. Rasanya berdetak semakin cepat saat pria tinggi itu mendekat dan mengulurkan satu tangannya. Sungmin terdiam saat Kyuhyun membersihkan sisa gulali yang menempel dibibirnya.

 

“Yeah, kau itu sosok paling manis yang pernah kutemui hyung. Apa kau percaya itu?” kata Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin masih terdiam hingga senyum manis itu menyadarkannya. Ia mengedarkan pandangannya sesaat hingga matanya menangkap sebuah toko aksesoris. “Aah, aksesoris. Aku mau melihat aksesoris” kata Sungmin seraya menunjuk toko aksesoris dan segera beranjak pergi.

 

Kyuhyun tersenyum memandang sosok Sungmin yang hampir setengah berlari menuju toko aksesoris, sepertinya dia terlihat sedikit malu. Terlihat sangat lucu bagi Kyuhyun. Senyum itu segera menghilang saat sesuatu mengenai kepalanya. Oh benar, Kyuhyun lupa dengan Yesung. Pria bermata kecil itu terlihat sangat kesal.

 

“Aissh, kenapa memukulku? Sakit tahu!” kata Kyuhyun meringis seraya menyentuh kepalanya yang dijitak oleh Yesung.

 

Yesung mendengus memandang Kyuhyun.

“Apa itu? Rayuan macam apa itu? Rasanya aku mau tertawa mendengarnya” kata Yesung mencibir.

 

“Apa? Aku tidak sedang merayu” kata Kyuhyun.

“Dengar, lebih baik kau menyerah saja bocah nerd” kata Yesung.

 

“Kenapa aku harus menyerah? Sungmin hyung belum memutuskannya” kata Kyuhyun mengernyit.

 

Yesung terdiam sesaat dan merengut memandang Kyuhyun. Ia mendekati Kyuhyun dan memandangnya dengan tajam, hampir membuat Kyuhyun melangkah mundur. “Dengar, kau akan menyesal karena sudah menantangku. Aku sudah memperingatkanmu berulang kali, tentang Sungmin maupun tentang contest itu” kata Yesung.

 

“Kupikir, aku tidak pernah menantangmu. Dan bukankah aku sudah pernah bilang, aku tidak mau melepaskan Sungmin hyung. Aku tidak akan mundur sedikitpun” kata Kyuhyun tenang.

 

Yesung tertegun memandang Kyuhyun. Dalam sorot mata Kyuhyun ada keseriusan yang tak terbantahkan. Astaga, kenapa pria ini keras kepala sekali? Membuatnya kesal. Yesung mendengus kesal memandang Kyuhyun, kemudian beranjak pergi menyusul Sungmin. Kyuhyun mendesah sesaat kemudian ikut menyusul Sungmin juga.

 

****

 

Sungmin setengah berlari mendekati toko aksesoris, dapat ia rasakan jantungnya masih berdetak dengan cepat. Apa yang terjadi tadi? Baru saja ia merasa malu karena Kyuhyun? Tapi rasanya degupan jantung ini terasa……berbeda.

 

“Manis? Dia bilang aku sosok paling manis?” kata Sungmin tersenyum. Entah kenapa ia merasa senang..

 

Sungmin mengerjap saat melihat aksesoris–aksesoris yang dijual ditoko ini kemudian ia mulai sibuk memilih. Yesung dan Kyuhyun datang mendekat. “Kau ingin membeli sesuatu?” tanya Yesung.

 

“Belum tahu. Semuanya sangat lucu” jawab Sungmin.

 

Sungmin kembali sibuk memilih seraya bercanda dengan Yesung, sementara Kyuhyun hanya diam memperhatikan. Sungmin mencoba sebuah bando anak perempuan berwarna pink pada Yesung.

 

“Kurasa tidak muat Minie, benda itu akan patah nanti” kata Yesung mengernyit.

“Oh benar, kepalamu kan besar hyung” kata Sungmin tertawa dan meletakkan kembali bando itu ditempatnya.

 

“Aissh, kau ini……” kata Yesung.

Sungmin mengambil sebuah bando telinga bunny berwarna putih.

“Bagaimana jika aku memakai ini?” tanya Sungmin.

 

Yesung mengambil bando itu dari tangan Sungmin dan memakaikannya dikepala Sungmin.

“Kau akan menjadi Cinderella bunny” jawab Yesung terkekeh.

“Tidak buruk juga” kata Sungmin ikut terkekeh.

 

Sungmin menoleh pada Kyuhyun yang tidak bersuara sejak tadi.

“Bagaimana menurutmu Library boy?” tanya Sungmin.

“……sangat manis” jawab Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin tersentak dan diam sesaat. Lagi–lagi jantungnya berdetak dengan aneh. Sungmin tersenyum kemudian menoleh memandang penjualnya yang berdiri menunggu sejak tadi dengan sabar. 

 

“Aku ambil yang ini. Berapa harganya?” kata Sungmin.

 

Si penjual menyebutkan harganya. Baru saja Sungmin akan mengambil dompetnya, Yesung sudah lebih dulu membayarnya. Sungmin mengangkat kepalanya memandang Yesung.

“Biar aku yang membayarnya untukmu” kata Yesung

“terima kasih hyung” kata Sungmin tersenyum senang.

 

Sungmin menolak saat si penjual akan membungkus benda itu ke dalam plastik. Ia ingin langsung memakainya saja. Yesung terkekeh dan memainkan telinganya bunny’nya yang berwarna putih itu.

 

“Cinderella bunny…” kata Yesung menggoda.

 

Sungmin tertawa. Sementara itu, Kyuhyun masih terdiam. Ia memasukkan kembali dompetnya ke dalam saku dan mendesah pelan. Sungmin dan Yesung masih bercanda, dan itu mulai membuat Kyuhyun cemburu.

 

Kyuhyun memalingkan pandangannya dan mendesah. Kepalanya kembali berpikir, bisakah ia menang dari Yesung? Sedangkan Yesung dan Sungmin sudah sangat dekat sejak dulu, bahkan mungkin orang yang paling mengerti Sungmin adalah Yesung. Yesung sangat mengerti tentang segala hal mengenai sang Cinderella. Tentang kebiasaannya, benda kesukaannya, makanan favoritnya, film kesukaannya, tempat favoritnya. Begitu juga sebaliknya, Sungmin paling memahami Yesung. Sedangkan Kyuhyun merasa belum mengerti banyak tentang sang Cinderella favoritnya. Adilkah pertarungan ini?

 

“Hwuaa…hwuaa…hwuaa…”

 

Kyuhyun memandang seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang sedang menangis sendirian diantara keramaian pengunjung. Sepertinya dia tersesat. Kyuhyun beranjak mendekati anak perempuan itu dan berjongkok didepannya.

 

“Hey, siapa namamu?” tanya Kyuhyun.

“Hye Mi hikss…hikss…” jawab anak perempuan itu terisak.

 

“Hye Mi kenapa menangis?”

“Aku mau ibu hikss…hikss…” anak itu terisak semakin keras.

 

“Dimana ibumu?”

“Nggak tahu. Aku mau ibu hwuaa…” anak itu kembali menangis.

 

Kyuhyun membelai kepalanya dan tersenyum.

“Gadis cantik tidak boleh menangis, nanti cantiknya berkurang. Kita akan mencari ibumu, tapi Hye Mi harus berhenti menangis dulu. Arachi?” kata Kyuhyun.

 

Anak perempuan bernama Hye Mi itu menganggukkan kepalanya dan perlahan berhenti menangis. Kyuhyun tersenyum dan membelai kepalanya sesaat. Sungmin dan Yesung datang mendekat.

 

Library boy sedang apa kau?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh dan berdiri. Sungmin dan Yesung memandang anak perempuan yang mengintip malu-malu dari balik kaki panjang Kyuhyun. Sungmin mengerjap, anak ini sangat manis dan lucu.

 

“Siapa anak lucu ini?” tanya Sungmin.

“Anakmu?” tanya Yesung.

“Anniyo. Anak ini tersesat dan terpisah dari ibunya” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin membungkuk dan tersenyum pada anak itu.

“Siapa namamu gadis kecil?” tanya Sungmin lembut.

“……Hye Mi” jawab anak itu.

 

“Hye Mi mau gulali?” tanya Sungmin tersenyum seraya menyodorkan gulali miliknya pada gadis kecil itu.

 

Gadis kecil itu memandang Sungmin sesaat.

“……mau” jawab Hye Mi kemudian mengambil gulali dari tangan Sungmin.

 

Sungmin tersenyum dan mencubit dengan gemas pipi gadis kecil itu. Hye Mi mulai menikmati gulali pemberian Sungmin dengan tenang. “Kita harus mencari ibunya” kata Kyuhyun.

 

“Kita? Sudahlah, nanti pasti akan ada orang yang akan menolongnya” kata Yesung mengernyit dengan malas.

 

“Tapi kasihan dia, kita tidak mungkin membiarkannya menangis terus sendirian disini” kata Kyuhyun.

 

“Ibunya bisa berada dimanapun ditempat ini. Dimana kita bisa menemukannya?” kata Yesung.

“Kita bisa pergi ke tempat pusat informasi bukan?” kata Kyuhyun.

 

“Kasihan anak ini, kita harus membantunya” kata Sungmin.

“Tapi kita disini untuk berkencan, bukan menolong orang” kata Yesung masih menolak.

 

“Memang apa salahnya menolong?” kata Kyuhyun mendengus.

“Ayolah hyung~~” rajuk Sungmin seraya memandang Yesung dengan puppy eyes miliknya.

 

Yesung terdiam. Pandangan itu selalu berhasil membuatnya lemah.

“Sudahlah, biar aku saja. Kalian pergi saja duluan” kata Kyuhyun seraya menggendong Hye Mi.

 

“Tidak, kita ikut. Iya kan hyung?” kata Sungmin kembali memandang Yesung dengan puppy eyes miliknya.

 

Akhirnya Yesung mendesah kalah.

“Iya, baiklah” kata Yesung.

 

****

 

Ditempat pusat informasi anak hilang. Kyuhyun, Sungmin dan Yesung harus menunggu hingga orang tua Hye Mi datang. Diruangan yang berwarna biru ini ada cukup banyak anak yang terpisah dari orang tuanya.

 

Kyuhyun dan Sungmin mencoba bermain dengan Hye Mi agar dia tidak bosan dan tidak kembali menangis, sementara Yesung hanya duduk diam dengan bosan. Hari semakin sore, dan satu persatu anak-anak diruangan ini telah bersama orang tua mereka kembali. Tapi ibu Hye Mi masih belum datang. Yesung hampir bosan menunggu.

 

“Mungkin ibunya sudah pulang duluan” kata Yesung bosan.

“Ibunya pasti akan datang” kata Kyuhyun membuat Yesung mendengus.

 

Hye Mi memandang Sungmin dan menarik ujung pakaiannya.

“Ada apa Hye Mi?” tanya Sungmin menoleh.

“Apa kau Cinderella sungguhan?” tanya Hye Mi.

 

“Apa?” kata Sungmin.

“Kakak ini bilang kalau kau itu Cinderella” kata Hye Mi seraya menunjuk Kyuhyun.

 

Sungmin memandang Kyuhyun yang berusaha memalingkan pandangannya. Kemudian ia tersenyum dan membelai kepala gadis kecil itu dengan lembut.

“Begitulah. Aku ini Cinderella” kata Sungmin.

“Lalu yang mana pangeranmu?” tanya Hye Mi.

 

“Apa? Pangeranku?” kata Sungmin terkejut.

“Cinderella pasti punya pangeran. Yang mana pangeranmu? Kakak yang ini? Atau kakak yang itu?” tanya Hye Mi menunjuk Kyuhyun lalu menunjuk Yesung.

 

Kyuhyun dan Yesung diam memandang Sungmin, berharap sang Cinderella memberikan jawabannya. Sungmin diam dengan bingung, tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan ini. Jika ia menjawab salah satu, itu berarti Sungmin telah memilih salah satu diantara mereka. Tapi hingga saat ini hatinya masih belum bersedia memberi tahunya.

 

Gadis kecil itu masih memandang Sungmin.

“Aah…itu…mereka berdua pangeranku” jawab Sungmin akhirnya.

 

Kyuhyun dan Yesung mendesah kecewa dengan pelan. Sang Cinderella masih belum memilih pangerannya. Hye Mi mengerjap memandang Sungmin. “Kau punya dua pangeran? Hebat” kata Hye Mi bersorak.

 

“Begitulah” kata Sungmin tertawa.

“Jika besar nanti, Hye Mi juga mau punya pangeran. Pasti menyenangkan” kata Hye Mi polos.

 

Sungmin hanya tertawa. Menyenangkan? Jika saja gadis kecil ini tahu, betapa memusingkannya dua pangeran ini. Hye Mi menguap, ia mulai mengantuk.

“Hye Mi mengantuk?” tanya Kyuhyun.

 

Hye Mi menganggukkan kepalanya. Kyuhyun membiarkan gadis kecil itu tidur dipangkuannya.  Sungmin memperhatikan Kyuhyun yang menyelimuti gadis kecil itu dan membelai kepalanya dengan lembut. Sosok itu terlihat sangat lembut dan hangat. Sungmin tersenyum.

 

Waktu terus berlalu dan senja hampir turun, tapi ibu Hye Mi masih belum juga datang. Yesung semakin bosan dan tidak sabar. “Mungkin anak ini sengaja ditinggal ibunya disini” kata Yesung.

 

“Ibunya pasti akan datang” kata Kyuhyun yakin.

“Cih, kau yakin sekali. Padahal kau tidak tahu siapa anak ini” gerutu Yesung.

“Sudahlah hyung, jangan berisik. Kau akan membangunkan Hye Mi” kata Sungmin.

 

Yesung langsung menutup mulutnya dengan kesal. Senja telah turun dan langit mulai gelap, taman bermain ini mulai sepi. Tapi ibu Hye Mi masih belum juga datang. Yesung yang bosan telah tertidur, dan Sungmin mulai mengantuk.

 

“Kau yakin ibunya akan datang? Hari sudah malam” kata Sungmin mulai ragu.

“Hyung tenang saja, ibunya pasti akan datang” kata Kyuhyun tersenyum yakin.

 

Sungmin memandang Hye Mi yang tertidur dengan lelap dipaha Kyuhyun. Terlihat sangat nyaman dan hangat. Kyuhyun memandang Sungmin yang terlihat mengantuk.

 

“Hyung mengantuk? Tidurlah, aku akan membangunkanmu jika ibunya datang” kata Kyuhyun.

“Bolehkah aku juga tidur dipahamu? Seperti Hye Mi” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun terkejut memandang Sungmin, namun kemudian ia tersenyum.

“Kemarilah” kata Kyuhyun seraya menunjuk paha kirinya yang masih kosong.

 

Sungmin tersenyum kemudian meletakkan kepalanya dipaha Kyuhyun. Ternyata benar, paha ini sangat nyaman dan hangat. Perlahan Sungmin tertidur. Kyuhyun memandang pahanya yang menjadi bantal Sungmin dan Hye Mi. Kemudian ia tersenyum dan membelai kepala mereka dengan lembut.

 

Satu jam kemudian seorang wanita datang dengan panik. Hye Mi yang terbangun segera berlari memeluk wanita itu. Ternyata itu adalah ibu Hye Mi. Sungmin menggeliat bangun dipaha Kyuhyun.

 

“Ibunya sudah datang?” tanya Sungmin.

“Sudah, baru datang” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin beranjak bangun dan memandang Hye Mi yang berada dalam pelukan ibunya.

“Syukurlah” kata Sungmin tersenyum.

 

Wanita itu membungkukkan kepalanya sangat berterima kasih.

“Aku sangat berterima kasih. Maaf sudah merepotkan kalian, membuat kalian harus menjaga Hye Mi hingga malam seperti ini” kata wanita itu.

 

“Tidak apa-apa. Ini bukan masalah” kata Kyuhyun tersenyum.

 

Hye Mi menarik ujung jaket Kyuhyun, memintanya untuk berjongkok. Kyuhyun berjongkok dan tersenyum. “Apa kakak mau menjadi pangeran Hye Mi?” tanya gadis kecil itu.

 

Kyuhyun tertawa dan membelai kepala Hye Mi.

“Bukankah kau terlalu kecil untuk memiliki pangeran?” kata Kyuhyun.

 

“Jika Hye Mi besar nanti, Hye Mi juga mau mempunyai pangeran seperti kakak Cinderella itu” kata Hye Mi menunjuk Sungmin.

 

Ibu Hye Mi memandang dengan bingung, tidak mengerti dengan perkataan putrinya. Sungmin hanya tersenyum dan ikut berjongkok disamping Kyuhyun.

“Tapi dia pangeranku” kata Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh, sedikit terkejut memandang Sungmin. Sungmin bilang dia pangerannya?

“Apa kakak ini boleh menjadi pangeranku juga? Kau ‘kan punya dua pangeran” kata Hye Mi.

 

Kyuhyun tersenyum.

“Bagaimana Cinderella?” tanya Kyuhyun melirik Sungmin.

 

Sungmin tersenyum dan meletakkan bando telinga bunny miliknya dikepala Hye Mi.

“Baiklah, dia boleh menjadi pangeranmu. Tapi setelah Hye Mi besar nanti” kata Sungmin.

 

Gadis kecil itu bersorak senang. Ia memeluk Sungmin sesaat dan mencium pipi Kyuhyun.

Bye bye pangeran Hye Mi, bye bye kakak Cinderella” kata Hye Mi beranjak pergi seraya melambaikan tangannya.

 

Sungmin dan Kyuhyun berdiri.

Bye bye Hye Mi” kata Sungmin tersenyum seraya melambaikan tangannya pada Hye Mi.

“Sampai jumpa 12 tahun lagi Hye Mi” kata Kyuhyun melambaikan tangannya.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun.

“12 tahun lagi?” tanya Sungmin.

“12 tahun lagi Hye Mi pasti akan menjadi remaja yang cantik dan mencari pangerannya. Katamu sekarang aku pangerannya juga, bukan?” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin sedikit merengut tidak rela.

“Aku tidak yakin dia masih mengingat hal ini” kata Sungmin.

“Bukankah ingatan anak kecil itu sangat baik?” kata Kyuhyun terkekeh.

 

Sungmin terdiam memandang Kyuhyun. Entah kenapa ada rasa tidak rela saat membagi pangerannya pada orang lain, meski hanya seorang gadis kecil. Apa ini?

 

“Kenapa kau yakin sekali kalau ibu Hye Mi pasti akan datang?” tanya Sungmin.

“Entahlah. Aku hanya yakin saja” jawab Kyuhyun.

 

“Apa? Kau menunggu berjam-jam hanya karena yakin? Bagaimana jika wanita itu tidak datang? Mungkin kau harus merawat gadis kecil itu” kata Sungmin tidak percaya.

 

Kyuhyun terkekeh.

“Tapi buktinya wanita itu datang ‘kan?” kata Kyuhyun.

“Yeah, kau benar” kata Sungmin tersenyum.

 

Kyuhyun berhenti tertawa dan memandang Sungmin.

“Maafkan aku. Kencan ini jadi berantakan karena aku” kata Kyuhyun.

“Tidak apa. Ini kencan yang menyenangkan” kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin memandang jam tangannya.

“Sudah malam” kata Sungmin.

“Ayo pulang” kata Kyuhyun.

 

“Ne, tapi bagaimana dengan Yesung hyung?” tanya Sungmin.

“Oh benar, dia masih tidur” kata Kyuhyun teringat.

 

Setelah membangunkan Yesung, mereka bertiga beranjak pulang meninggalkan taman bermain yang telah benar-benar sepi. Di dalam bus yang melaju dengan tenang, Sungmin duduk diantara dua pangerannya kembali. Bus ini sepi, hanya beberapa penumpang yang mengisi kursi-kursi yang berderet rapi sesuai dengan susunannya.

 

Yesung sedang memandang keluar jendela, menikmati pemandangan malam kota Seoul. Kyuhyun sedang memandang bus yang terasa tenang ini. Mereka berdua duduk dengan tenang, tanpa perdebatan yang seperti biasa, menggenggam tangan sang Cinderella dengan erat didalam tangan mereka. Terasa hangat. Sementara Sungmin yang lelah mulai tertidur. Kepalanya bergoyang ke kanan dan kiri seirama dengan laju bus yang melaju dengan tenang. Kyuhyun menoleh saat kepala Sungmin terjatuh dibahunya. Ia dapat melihat Sudut bibir itu membentuk senyuman kecil, sepertinya sang Cinderella menyukai kencannya hari ini. Kyuhyun tersenyum dan memperat genggaman tangannya.

 

****

 

Detik jam dan suara pendingin ruangan terdengar diruangan kamar ini. Sungmin membuka matanya memandang langit-langit kamarnya. Jam terus berdetik semakin larut, tapi Sungmin tidak bisa tertidur lagi. Kencannya telah berakhir malam ini, lalu apakah hatinya sudah bersedia memberi tahunya? Sungmin tahu cepat atau lambat ia harus memilih. Sungmin menyukai keduanya, begitu yang dipikirnya. Tapi apakah perasaan itu sama?

 

Yesung. Sungmin sudah lama mengenalnya, mereka bersama sejak SMP. Dimasa-masa sekolah itu Yesung yang selalu disisinya, melindungi dan menjaganya dengan baik. Mereka saling memahami dengan baik. Sungmin berpikir, mungkin mereka akan menjadi pasangan yang cocok.

 

Cho Kyuhyun. Library boy. Pemuda nerd yang kini sangat sempurna dan mata itu, Sungmin sangat menyukainya. Patner dancenya yang pintar menari. Sungmin sangat suka saat bersamanya, dan juga saat tidur dipangkuannya. Sangat nyaman dan hangat. Mungkin mereka bisa menjadi pasangan yang lucu.

 

Sungmin mendesah dengan bingung dan mulai berguling diatas ranjangnya. Ia tidak mengerti, apakah perasaan ini sama dengan cinta? Atau hanya kegoisannya semata? Sungmin berhenti berguling dan mencoba mengingat perkataan Ryeowook saat itu.

 

“Pasti ada yang lebih kau sukai diantara mereka”

 

“Bagaimana aku tahu?” kata Sungmin mendesah dengan bingung.

 

“Rasakan baik – baik bagaimana jantungmu bereaksi saat didekat mereka. Bagaimana jantungmu berdegup dua kali lebih cepat”

 

Sungmin menyentuh dadanya, merasakan jantungnya yang sedang berdetak dengan normal sesuai dengan aturannya. Ia mencoba membandingkan bagaimana jantungnya berdetak saat bersama Kyuhyun dan Yesung. Bersama Yesung, jantung ini berdetak dengan normal. Saat dengan Kyuhyun, rasanya jantung ini berdetak dengan……aneh.

 

“Ingat baik – baik, sosok pertama yang muncul disetiap pikiranmu”

 

Sungmin menutup matanya, mencoba mengingat setiap sosok yang muncul disetiap pikirannya. Sosok yang tanpa sadar terus bermain didalam kepalanya. Sosok Yesung dan Kyuhyun muncul bergantian didalam pikiran Sungmin. Terus…terus…dan terus. Namun perlahan sosok Yesung memudar, dan hanya tinggal sosok Kyuhyun sendiri. Sungmin membuka matanya sesaat, kemudian kembali menutupnya. Sosok itu kembali muncul, dan terasa semakin kuat. Sosok itu, mata itu, evil smile itu, Cho Kyuhyun.

 

Sungmin membuka matanya dan beranjak bangun. Rasanya jantungnya mulai berdetak cepat seiring dengan sosok pemuda tinggi itu yang memenuhi kepalanya. Sungmin tersenyum, sepertinya hatinya telah bersedia memberi tahunya.

 

****

 

Universitas Seoul pagi ini. Leeteuk mengakhiri penjelasannya dan memandang jam tangannya yang berwarna putih, sudah saatnya ia mengakhiri kelasnya. “Baiklah, kelas berakhir. Kita bertemu lagi minggu depan, dan tugas untuk kalian……” kata Leeteuk.

 

Para mahasiswa mendesah protes mendengar kata tugas. Leeteuk hanya tersenyum.

“Aigoo, tugas lagi?” kata Donghae.

 

“Professor, bisakah tugasnya ditunda saja? Kami baru saja selesai mengerjakan tugas darimu minggu lalu” kata Eunhyuk.

 

Leeteuk kembali tersenyum dan merapikan barang-barangnya.

“Baiklah, jika kalian tidak mau nilai dariku” kata Leeteuk bersiap untuk pergi.

“Andwae professor. Bagaimana kami bisa lulus jika tidak mendapat nilai darimu?” kata mahasiswa yang lain.

 

“Kalau begitu tidak perlu protes lagi dan kerjakan saja tugas dariku jika ingin lulus” kata Leeteuk santai.

 

Para mahasiswa, termasuk Eunhyuk dan Donghae mendesah pasrah saat professor berwajah malaikat itu memberi tugas yang tidak kalah banyak dari minggu lalu.  “Waktu kalian 2 minggu untuk tugas ini, dan sampai bertemu lagi” kata Leeteuk tersenyum dan beranjak keluar dari kelas.

 

Para mahasiswa mulai beranjak keluar dari kelas. Eunhyuk terus menggerutu dengan malas tentang tugas baru mereka. Kyuhyun hanya tertawa dikursinya. “Sudahlah, jangan menggerutu terus. Aku lapar nih” kata Donghae menghentikan Eunhyuk.

 

“Ayo pergi makan” kata Kyuhyun.

 

Mereka meraih tas mereka dan beranjak keluar. Masih banyak waktu hingga kelas berikutnya dimulai. Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae berjalan menuju cafeteria kampus seraya mengobrol.

 

“Hey, kudengar kemarin kalian kencan bertiga” kata Donghae.

 

“Benarkah? Lalu bagaimana kencan kemarin? Ceritakan pada kami” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun tersenyum dan mulai bercerita tentang kencannya kemarin.

“Kurasa persaingan ini semakin menarik” kata Donghae setelah Kyuhyun mengakhiri ceritanya.

“Dan semakin lama. Kapan Sungmin akan mengatakan pilihannya?” tanya Eunhyuk.

 

Kyuhyun diam sesaat.

“Entahlah” jawab Kyuhyun terdengar ragu.

“Dan kau tidak akan menyerah dengan Cinderella, bukan? Karena pasti Yesung juga tidak akan menyerah dengan mudah” tanya Donghae.

 

Kyuhyun tersenyum.

“Tentu saja. Aku tidak akan mundur dengan mudah” jawab Kyuhyun terdengar yakin.

“Lihat, dia sangat yakin” kata Eunhyuk terkekeh seraya mengacak-acak rambut Kyuhyun.

 

Donghae tertawa dan ikut mengacak-acak rambut Kyuhyun.

“Hentikan. Rambutku jadi berantakan nih” kata Kyuhyun merapikan rambutnya kembali.

 

Tawa mereka berhenti saat beberapa pasang kaki berhenti didepan mereka. Kyuhyun memandang si pemilik kaki yang berdiri didepannya. Itu Yesung, dengan Henry dan Ryeowook yang berdiri dibelakangnya. Eunhyuk dan Donghae segera terdiam.

 

“Hai Kyu” sapa Ryeowook tersenyum.

“Hai Ryeowook ssi” balas Kyuhyun tersenyum.

 

“Bagaimana kencan kemarin?” tanya Ryeowook.

“Erm…menyenangkan” jawab Kyuhyun.

 

Yesung mendengus mendengarnya. Kyuhyun memandang Yesung. Ia dapat melihat rasa tidak suka didalam mata kecil itu, seakan mengatakan kencan yang menyenangkan jika saja tidak perlu repot berurusan dengan anak 5 tahun yang tersesat. Ada kebencian dalam mata kecil itu. Apa itu artinya dia dibenci?

 

“Kenapa kau benci padaku?” tanya Kyuhyun.

 

Yesung masih diam memandang Kyuhyun seolah ia salah dengar. Namun kemudian ia terkekeh dan menarik satu sudut bibirnya. Mata kecil itu semakin tajam memandang Kyuhyun. Yesung membuka mulutnya, baru saja ia akan bicara……

 

“Bukankah itu Sungmin hyung?” kata Henry menunjuk seseorang.

“Yang bersamanya itu ketua panitia dance contest” kata Ryeowook.

 

Semua orang segera menoleh mengikuti arah yang ditunjukkan Henry. Itu Sungmin sedang berbicara dengan seseorang, sepertinya pembicaraan itu serius. Tidak lama pembicaraan itu berakhir. Sungmin membungkukkan kepalanya dengan sopan saat orang itu beranjak pergi, kemudian ia mendesah sesaat.

“Kenapa dia mendesah?” kata Eunhyuk.

“Mungkin terjadi sesuatu” kata Donghae.

 

Sungmin menoleh dan tersenyum saat melihat Yesung dan yang lainnya, segera ia beranjak mendekat. Yesung dan Kyuhyun memandang Sungmin dengan cemas.

“Sungmin, apa yang kau bicarakan dengan orang itu tadi?” tanya Yesung.

“Mworago hyung? Apa terjadi masalah lagi?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin diam sesaat memandang Kyuhyun dan Yesung.

“……itu, bisakah kita bicara? Bertiga” kata Sungmin.

 

****

 

Kyuhyun dan Yesung berjalan mengikuti Sungmin yang berjalan tanpa suara. Langkah mereka berhenti diatas atap kampus yang sepi. Sungmin berdiri dipinggir atap memandang ke bawah, keramaian para mahasiswa yang berkeliaran disekitar area kampus. Yesung mengernyit memandang Sungmin yang masih tanpa suara.

 

“Apa yang ingin kau bicarakan Sungmin?” tanya Yesung.

“Terjadi sesuatu?” tanya Kyuhyun cemas.

 

Sungmin membalik tubuhnya memandang dua pangerannya dan menggelengkan kepalanya.

“Tidak juga. Karena grandfinal contest semakin dekat, Ketua panitia bertanya padaku siapa patnerku selanjutnya. Karena aku tidak bisa tampil dengan dua patner” jawab Sungmin.

 

“Lalu? Apa jawabanmu?” tanya Yesung.

“Aku akan memberi jawabanku sore nanti” jawab Sungmin.

 

Yesung memandang Sungmin, seolah sedang berusaha menebak isi pikiran sang Cinderella. Sementara Kyuhyun hanya diam memandang Sungmin dengan tenang.

“Dan pasti kau akan memilih bocah nerd ini, bukan?” tanya Yesung menebak.

“……yeah, karena sejak awal dia adalah patnerku yang sebenarnya” jawab Sungmin.

 

Yesung terkekeh sesaat.

“Baiklah, aku tidak masalah dengan itu,” kata Yesung. “Lalu, bagaimana dengan pilihanmu sendiri Sungmin? Kami masih menunggu jawaban darimu.” raut wajahnya berubah serius.

 

Kyuhyun diam memandang Sungmin, kini ia penasaran dengan jawaban sang Cinderella. Apakah sang Cinderella akan memilih pangerannya hari ini?

 

“Siapa yang paling kau sukai Sungmin?” tanya Yesung.

 

Sungmin diam memandang Yesung dan Kyuhyun bergantian, kemudian mendesah sesaat.

“………Cho Kyuhyun” jawab Sungmin.

 

Kyuhyun mengerjap memandang Sungmin tidak percaya. Apa dia salah dengar? Sungmin menyebut namanya? Itu artinya, sang Cinderella memilihnya?

 

Yesung terkejut memandang Sungmin.

“Kau bilang apa tadi?” tanya Yesung tidak percaya.

“Cho Kyuhyun” jawab Sungmin mengulang kembali jawabannya.

 

Yesung terkekeh.

“Jangan bercanda Sungmin. Kau memilih bocah nerd ini?” kata Yesung.

“…Yeah, aku memilihnya” kata Sungmin.

 

Tawa Yesung terhenti. Kini ia memandang sang Cinderella dengan serius dan tidak terima.

“Aku yang selalu bersamamu Sungmin. Aku yang paling memahamimu didunia ini. Kenapa bocah nerd ini? Karena dia patner dancemu?” kata Yesung hampir setengah berteriak.

 

Sungmin diam sesaat.

“Tidak, karena hatiku yang memberitahuku” kata Sungmin dengan yakin.

“Apa? Kalau begitu, mungkin hatimu salah memberi tahumu” kata Yesung mencibir.

 

“Tidak, aku sangat yakin dengan hal ini” kata Sungmin.

“Kau bilang, kau juga menyukaiku” kata Yesung mendengus tidak percaya.

 

“Itu benar, aku selalu menyukaimu hyung. Tapi hanya sebatas itu, dan itu bukan cinta seperti yang kau bayangkan. Maafkan aku hyung, sungguh” kata Sungmin menundukkan kepalanya.

 

Yesung mendengus tidak percaya dan menggeram dengan marah. Kyuhyun yang masih terdiam, sedikit terkejut saat Yesung memandangnya dengan tajam. Kyuhyun dapat melihat kebencian dalam mata kecil itu, dan sepertinya ia semakin dibenci.

 

Sungmin mengangkat kepalanya saat Yesung mendekatinya.

 “Di dunia ini hanya aku yang paling memahami dirimu, begitu juga sebaliknya. Kau akan menyesal Lee Sungmin” kata Yesung.

 

“Maafkan aku” kata Sungmin dengan nada menyesal.

 

Yesung hanya memandang Sungmin, kemudian memandang Kyuhyun dengan tajam.

“Kalian akan menyesal” kata Yesung menggeram pelan.

 

Kyuhyun hanya diam saat akhirnya Yesung beranjak pergi membanting pintu dengan keras, kemudian ia mendesah lega. Entah kenapa Kyuhyun merasa lega.

Library boy” panggil Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh, memandang Sungmin masih tanpa suara. Sosok indah itu kini berdiri didepannya. Sosok indah itu memilihnya. Ini bukan mimpi kan? Rasanya jantungnya kembali berdetak dengan abstrak dan dua kali lebih cepat.

 

“Apa kau akan diam terus?” tanya Sungmin.

“……a-apa?” kata Kyuhyun setelah menemukan suaranya kembali.

 

Sungmin mengulurkan kedua tangannya menyentuh wajah Kyuhyun. Ia mendekat dan memandangnya lekat-lekat. Kyuhyun terdiam, seakan merasa nafasnya sesak seketika. Wajah cute itu kini sangat dekat. Kyuhyun dapat melihatnya dengan jelas, sangat jelas. Bahkan Kyuhyun dapat melihat rona merah menjalar tipis diwajah manis itu. Dapat Kyuhyun rasakan nafas hangat Sungmin menggelitik wajahnya. Kyuhyun menjelajahi wajah cute itu. Mata itu, mata yang hangat dan lembut. Sepasang mata yang indah. Mata cokelat itu seakan menghisapkannya ke dalam dan kembali menyesatkannya.

 

“Kau memiliki mata yang indah library boy. Aku sangat menyukainya” kata Sungmin tersenyum.

 

“Kenapa? Mungkin aku tidak benar-benar mengerti dirimu. Aku tidak tahu sebanyak Yesung memahami dirimu” kata Kyuhyun.

 

Sungmin kembali tersenyum dan melepaskan tangannya. Ia berjalan menuju pinggir atap.

“Aku sangat suka bunny dan warna pink. Yeah, kau pasti sudah tahu tentang hal itu. Lalu……aku suka chocolate cake. Aku suka nonton bioskop, dan film favoritku adalah Titanic. Aku tidak pernah bosan menonton film itu. Tempat favoritku adalah pantai. Dan aku benci diacuhkan” kata Sungmin.

 

Kyuhyun mengerjap memandang Sungmin. Apa dia sedang memberitahu tentang dirinya?

“Apa itu sudah cukup?” kata Sungmin memandang Kyuhyun.

“Yeah, sisanya aku akan mempelajarinya sendiri” kata Kyuhyun membuat Sungmin terkekeh.

 

Namun kemudian Sungmin berhenti tertawa.

Library boy, bagaimana jika aku…bukan Cinderella sungguhan?” tanya Sungmin.

“Tidak masalah. Aku menerimamu seutuhnya” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum. Sepertinya hatinya tidak salah, inilah pangerannya, pilihan hatinya. Kyuhyun mendekat, dan Sungmin sedikit tersenyum malu. Namun kemudian Sungmin membiarkan sang pangeran mengecupnya. Kini sang Cinderella telah bertemu dengan pangerannya.

 

Dan kisah ini cukup sampai disini……

 

Oh tunggu, ini belum berakhir. Dibalik pintu Yesung memperhatikan dengan tajam. Kepalanya sibuk memikirkan berbagai cara. Yesung menarik satu sudut bibirnya membentuk sebuah seringaian yang menyeramkan, kemudian ia beranjak pergi.

 

t.b.c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s