Dance with me Cinderella / part 18

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary    : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 18

Pagi ini matahari belum bersinar sepenuhnya, tapi Kyuhyun sudah melangkahkan kakinya dengan semangat baru. Tentu saja, ini adalah sebuah hari baru yang selalu Kyuhyun impikan hampir disetiap malam. Kyuhyun menghentikan kakinya didepan sebuah rumah dan seorang pemuda menyambutnya saat pintu rumah itu terbuka.

 

“Sungmin hyung masih dikamarnya” Kata pemuda itu yang ternyata adik Sungmin.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia mengerti dan mengatakan akan menunggu didepan rumah saja saat adik Sungmin menyuruhnya untuk segera ke kamar Sungmin saja. Kemudian Kyuhyun mendengar pemuda itu berteriak dari bawah tangga.

 

“Hyung, kekasihmu sudah datang tuh!! Palliwa! Kau sudah hampir dua jam lebih berdandan, seperti wanita saja” teriaknya.

 

“Berisik!! Araseo, aku segera turun!” Balas Sungmin berteriak dari kamarnya.

 

Kyuhyun hanya diam dan sedikit malu saat mendengar kalimat ‘kekasih’ yang diucapkan oleh adik Sungmin. Kekasih, kalimat itu sukses membuatnya tidak bisa tidur semalaman karena terlalu senang. Kenapa? Kau masih bertanya untuk apa Kyuhyun berada dirumah Sungmin sepagi ini? tentu saja untuk menjemput kekasihnya, sang Cinderella.

 

Library boy

 

Kyuhyun menoleh. Sungmin muncul setengah berlari dari tangga dan menuju ke arahnya. Seperti biasa, sosok itu selalu terlihat indah di mata Kyuhyun, seindah sosok Cinderella.

“Maaf, aku membuatmu menunggu lama” kata Sungmin.

“Tidak apa” Kata Kyuhyun tersenyum.

 

“Terima kasih sudah mau menjemputku sepagi ini Kyu” kata Sungmin.

“Tidak masalah, aku senang melakukannya. Tapi tidak apa ‘kan jika kita naik bus? Mobilku dipakai Ahra noona” Kata Kyuhyun.

 

Sungmin tertawa kecil yang masih terdengar seperti dentang lonceng ditelinga Kyuhyun. Mengalun begitu indah. Kyuhyun memperhatikan Sungmin dan for god sake, kenapa kian hari sosok ini semakin terlihat menakjubkan saja? Dan sosok menakjubkan ini telah memilihnya dihari itu. Yeah, itu benar.

 

“Itu bukan masalah library boy. Aku senang naik bus bersamamu” Kata Sungmin.

 

Kyuhyun sedikit terkejut saat Sungmin bergelayut manja dilengannya. Rasanya jantungnya kembali berdetak dengan abstrak seperti biasa, seperti setiap kali sang Cinderella menyentuhnya begitu dekat. Bukankah sekarang Sungmin adalah kekasihnya? Wajar bukan jika Sungmin bersikap seperti ini? Kelihatannya Kyuhyun harus cepat beradaptasi dengan perubahan statusnya kini. Sungmin mengernyit saat Kyuhyun melepaskan tangannya yang sedang merangkul lengannya dengan mesra.

 

“Kenapa? Aku tidak boleh melakukan ini?” tanya Sungmin heran.

 

Kyuhyun tersenyum.

“Bukan itu. Jika boleh, aku lebih senang seperti ini” jawab Kyuhyun mengenggam tangan Sungmin dengan erat.

 

“Memang kenapa?” tanya Sungmin mengernyit tidak mengerti.

“Tanganmu sangat hangat hyung. Aku suka saat menggenggamnya seperti ini” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin tertegun sesaat memandang Kyuhyun, kemudian ia tersenyum.

“Baiklah. Kau boleh mengenggam tanganku seperti ini” kata Sungmin.

 

Kyuhyun tersenyum senang dan menggenggam tangan hangat Sungmin dengan erat, seakan sedang menyakinkan bahwa tangan hangat ini adalah nyata.

“Sungjin ah, aku berangkat” Teriak Sungmin.

 

“Jangan lupa pesananku hyung” balas teriak Sungjin dari dalam rumah.

“Araseo” kata Sungmin.

 

Kyuhyun dan Sungmin beranjak pergi. Mereka berjalan santai menuju halte bus.

“Ah, tapi sebelum kita ke kampus aku harus ke kantor pos dulu. Sungjin memintaku mengirimkan barangnya untuk temannya di Cina” Kata Sungmin.

 

“Baiklah, lagipula sebenarnya ini masih terlalu pagi untuk masuk kelas” Kata Kyuhyun.

“Memang kelas pertamamu dimulai jam berapa?” Tanya Sungmin.

“Jam 11” Jawab Kyuhyun.

 

Sungmin memandang jam tangannya sesaat. Masih jam 6 pagi.

“Oh itu masih sangat lama. Maaf library boy, aku memintamu menjemputku sepagi ini” kata Sungmin merasa tidak enak.

 

“Tidak masalah hyung. Hyung bilang ada kelas jam setengah 8, lagipula aku senang melakukannya. Yang sebenarnya sih, aku ingin bertemu denganmu” Kata Kyuhyun terdengar sedikit malu.

 

“Kau merindukanku?” Kata Sungmin melirik Kyuhyun.

“Umm…begitulah” Kata Kyuhyun berusaha menyembunyikan rona merah diwajahnya.

 

Sungmin tidak bisa bertahan kecuali tersenyum. Ia memandang Kyuhyun dan berpikir, astaga pemuda ini sungguh lucu. Kyuhyun menoleh saat Sungmin menghentikan kakinya.

“Mworago hyung?” tanya Kyuhyun.

“Aku melupakan sesuatu” Jawab Sungmin.

 

“Apa?” Tanya Kyuhyun.

“Ini” jawab Sungmin dan mengecup pipi Kyuhyun.

 

Kyuhyun terkejut.

Morning kiss dariku” kata Sungmin tersenyum jahil.

 

Kyuhyun mengerjap memandang Sungmin yang beranjak pergi seraya terkekeh kecil. Kemudian ia tersenyum senang bercampur malu, Kyuhyun sangat senang.

“Palli library boy” Kata Sungmin yang berhenti untuk menunggu Kyuhyun.

“Aah, ne hyung” kata Kyuhyun beranjak mendekati Sungmin.

 

Mereka kembali berjalan bersama. Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dengan hangat seraya berpikir, bagaimana reaksi orang-orang nanti melihatnya menggandeng sang Cinderella begitu erat seperti ini? Yeah, ia pasti akan menjadi pusat perhatian lagi. Kyuhyun tahu, cepat  atau lambat ia pasti akan dibunuh oleh para fans-fans itu, bahkan sepertinya Kyuhyun sudah masuk daftar blacklist mereka sejak awal. Tapi kini siapa yang peduli hal itu? Kyuhyun tersenyum tenang.

 

Sungmin memandang tangan Kyuhyun yang sedang mengenggam miliknya dengan erat. Terasa sangat hangat, seakan seperti sedang menjaganya. Dan Sungmin menyukainya. Sungmin tersenyum.

 

****

 

Pagi ini Universitas Seoul lebih ramai dari biasanya. Tidak perlu menebak apa yang sedang terjadi kini, karena pikiran Kyuhyun benar-benar terjadi. Semua perhatian itu tertuju pada Kyuhyun yang berjalan disisi Sungmin, menggandeng erat tangan sang Cinderella. Kyuhyun sukses membuat satu kampus terkejut, tidak percaya dan iri. Bahkan Donghae dan Eunhyuk juga terkejut dan bengong melihatnya. Semua perhatian ini membuat Kyuhyun gugup, meski ia juga merasa bangga karena akhirnya berhasil mendapatkan sang Cinderella. Namun Kyuhyun berusaha melewati semua pandangan itu dengan santai, sementara Sungmin hanya tersenyum tenang.

 

Diantara orang-orang yang sedang terkejut dengan pasangan baru itu, Ryeowook, Henry dan Yesung juga sedang memperhatikan pasangan baru yang mengejutkan itu.

“Wah, pasangan baru itu menarik perhatian sekali pagi ini” kata Ryeowook tersenyum.

“Jadi, sudah diputuskan yah?” kata Henry.

 

Yesung terdiam. Ia merengut memandang pasangan baru itu.

“Kau kalah hyung” kata Henry terkekeh kecil.

 

Yesung mendengus.

“Apa kalian pikir aku akan menyerah semudah itu?” Yesung bersuara.

“……tentu tidak” kata Henry melirik Yesung dan sedikit tersenyum mengerti.

 

“Yesung hyung apapun yang sedang kau pikirkan saat ini, kuharap kau tidak melakukan hal bodoh” kata Ryeowook sedikit cemas.

 

Yesung hanya menyeringai memandang Sungmin dan Kyuhyun yang telah menjauh pergi, entah apa yang sedang dipikirkannya. Kemudian ia beranjak pergi. Henry dan Ryeowook berjalan mengikuti Yesung, meninggalkan keramaian orang-orang yang mulai membicarakan tentang sang Cinderella dengan pangeran barunya. Sepertinya hal ini akan bertahan lama.

 

****

 

Jika dulu disisi Sungmin selalu ada Yesung, kini peran itu digantikan oleh Kyuhyun. Kyuhyun selalu bersama Sungmin, mengikutinya kemana pun. Seperti pangeran yang menjaga sang Cinderella. Saat menggenggam tangan Sungmin, Kyuhyun tidak pernah merasa sebahagia ini. Pandangan iri dan tidak terima itu sudah tidak berarti lagi bagi Kyuhyun. Sungmin telah memilihnya, itu artinya sang Cinderella adalah miliknya sekarang. Bukankah begitu?

 

Sungmin membuka lokernya dan mengambil beberapa barangnya, sementara Kyuhyun setengah bersender pada lemari loker. Kyuhyun memperhatikan Sungmin, ia tidak pernah bosan memperhatikan wajah manis itu.

 

“Mworago? Kenapa melihatku terus?” tanya Sungmin menutup lokernya, menyadari pandangan Kyuhyun.

 

“Anniyo. Aku hanya…senang” jawab Kyuhyun tersenyum.

“Apa yang membuatmu merasa senang?” tanya Sungmin memandang Kyuhyun.

 

Kembali Kyuhyun tersenyum dan menyentuh tangan Sungmin, menggenggamnya dengan hangat.  “Kau. Aku sangat senang bersamamu Cinderella” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum, ia juga merasakan hal yang sama. Perasaan yang sangat menyenangkan ini. “Aah library boy” Kata Sungmin.

 

“Ne?” kata Kyuhyun.

“Final dance contest tinggal 2 minggu lagi. Kita harus mulai mendiskusikan koreografinya dan berlatih kembali” kata Sungmin teringat.

 

“Oh, benar” kata Kyuhyun teringat.

“Kapan kelas terakhirmu selesai?” Tanya Sungmin.

 

“Umm…jam 4” Jawab Kyuhyun.

“Aah, kelas terakhirku berakhir jam 2. Kalau begitu aku akan menunggumu diruang latihan saja, ne? Kita mulai berlatih sore ini” kata Sungmin.

 

“Araseo” kata Kyuhyun.

“Baiklah, aku harus masuk kelas sekarang. Kelasku akan dimulai sebentar lagi” kata Sungmin.

“Yeah, baiklah” kata Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin.

 

Sungmin tersenyum saat Kyuhyun membelai kepalanya dengan lembut sesaat, kemudian ia beranjak pergi. Kyuhyun terkejut saat tiba-tiba seseorang menepuk bahunya. Ia menoleh, ternyata itu Donghae yang datang bersama Eunhyuk.

 

“Aigoo, mengagetkan saja” kata Kyuhyun.

“Lihat siapa ini? Pangeran kita, Cho Kyuhyun” Kata Donghae tersenyum senang seraya menepuk-nepuk kepala Kyuhyun.

 

“Bagaimana pangeran? Kelihatannya kau senang sekali akhir-akhir ini” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan beranjak pergi. Eunhyuk dan Donghae mengikuti Kyuhyun. Mereka berjalan menuju kelas mereka. Eunhyuk dan Donghae terus menggoda Kyuhyun, sementara Kyuhyun hanya tersenyum malu tanpa bisa menyembunyikan rasa senangnya.

 

****

 

Yesung meletakkan kedua kakinya diatas meja dan menyumpal kedua telinganya dengan headphone berwarna hitam miliknya. Menenggelamkan dalam alunan lagu favoritnya keramaian yang masih membicarakan tentang Sungmin dan Kyuhyun. Topik yang membuat kedua telinganya terasa panas selama 2 minggu ini. Sementara Ryeowook dan Henry asyik mengobrol. Ryeowook tersenyum setiap kali Henry menyentuh wajahnya.

 

Keramaian itu berhenti saat Sungmin datang. Keheningan yang terasa tidak nyaman mengiringi saat Sungmin melangkah masuk ke dalam kelas. Ryeowook menoleh saat Sungmin duduk disebelahnya.

 

“Annyeong hyung” sapa Ryeowook tersenyum.

“Ada apa dengan mereka?” tanya Sungmin menyadari pandangan para mahasiswa dikelas ini sedang tertuju padanya.

 

“Kau tahu hyung” jawab Ryeowook.

“Oh, ini masih tentang aku dan Kyuhyun bukan?” kata Sungmin mengerti.

 

“Yeah, kalian sangat menarik perhatian” kata Henry.

“Heum…ini akan merepotkan” Kata Sungmin sedikit merengut tidak nyaman.

 

Sungmin terdiam saat bertatapan dengan Yesung. Mata kecil itu sedang memandangnya dengan pandangan kecewa. Kemudian Yesung menutup kedua matanya, larut dalam alunan lagu yang keluar dari headphone yang menyumpal kedua telinganya itu.

 

Sudah 2 minggu, dan sejak hari itu hingga hari ini Sungmin dan Yesung tidak saling bicara. Meski begitu, mata kecil Yesung tidak pernah lepas dari sang Cinderella dan Sungmin sadar itu. Sungmin memandang ke depan saat professor Lee masuk ke kelas. Professor yang berusia setengah abad itu memulai kuliahnya. Masih dengan gayanya yang pelan dan membosankan, namun sangat teliti.

 

Sungmin melirik Yesung yang duduk dibelakangnya bersama Henry. Yesung masih memejamkan kedua mata kecilnya, tapi Sungmin tahu pemuda itu sebenarnya tidak tidur. Perlahan mata kecil itu terbuka dan memandang Sungmin. 5 menit mereka hanya saling memandang. Dalam mata kecil itu tersimpan berbagai macam perasaan yang tidak perlu kata-kata berarti untuk menjelaskannya. Perasaan-perasaan itu bagai mendera-dera, tak terbantahkan.

 

Tiba-tiba Yesung mengangkat satu tangannya.

“Ne, Yesung ssi?” Tanya professor Lee.

“Aku merasa sedikit kurang baik” kata Yesung seraya masih memandang Sungmin yang rasanya seperti menusuk bagi Sungmin.

 

“Apa kau baik-baik saja Yesung ssi?” Tanya professor Lee.

“…tidak. Kurasa, aku tidak baik-baik saja..” jawab Yesung masih memandang Sungmin, sedetik kemudian Yesung memalingkan pandangannya ke depan.

 

“Baiklah, mungkin sebaiknya kau pulang dan beristirahat” Kata professor Lee.

“Ya, terima kasih professor” Kata Yesung.

 

Yesung meraih tasnya dan berdiri. Ia beranjak pergi melewati Sungmin begitu saja, melangkah menuju pintu dan akhirnya menghilang setelah pintu itu tertutup. Professor Lee memulai kembali materinya, sementara Sungmin mendesah. Sungmin mengerti Yesung pasti kecewa padanya, dan pandangan itu terasa menyakitkan baginya, seolah sedang menghukumnya. Bagaimanapun Yesung pernah berada disisinya untuk waktu yang lama.

 

Entah kenapa, Sungmin merasa sedikit kehilangan. Sang Cinderella telah kehilangan satu pangerannya, lalu apa selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada kisah ini? Sungmin sendiri tidak tahu. Bukankah ini kisah yang aneh? Mungkin saja kisah ini akan berakhir dengan akhir yang tidak terduga. Siapa yang tahu…

 

****

 

Yesung memacu mobilnya dengan cepat, melesat dijalanan kota Seoul yang ramai. Yesung menjalankan mobilnya perlahan memasuki sebuah gang yang sepi dan kemudian berhenti. Yesung beranjak turun dari mobilnya dan memandang 3 pemuda yang telah menunggunya sejak tadi, duduk diatas motor mereka dengan tidak sabar. Kangin, Zhoumi dan Siwon beranjak turun dari motor mereka dan mendekati Yesung.

 

“Kau terlambat” Kata Kangin.

“Maaf, orang tua itu terus berceloteh. Sangat membosankan” kata Yesung.

 

“Bagaimana ini pangeran? Kudengar sudah diputuskan” Kata Siwon.

“Kau kalah, eoh? Bocah nerd itu mengalahkanmu. Eoh?” Kata Zhoumi.

 

Siwon dan Zhoumi terkekeh. Tawa mereka terhenti saat Yesung mencengkram leher Siwon dan memandang dengan tajam. Siwon dan Zhoumi segera menutup mulut mereka dengan takut.

 

“Jangan asal bicara, eoh?” Kata Yesung.

“Sudahlah” kata Kangin berusaha melepaskan tangan Yesung dari leher Siwon.

 

Yesung melepaskan cengkramannya dan mendengus.

“Mana barang yang kuminta?” Kata Yesung.

“Disini” Kata Kangin memberikan sebuah tas kecil berwarna hitam pada Yesung.

 

Yesung menerima tas itu dan membukanya. Isinya sebuah handycam mini dan sebuah amplop berukuran sedang. Yesung membuka amplop itu yang ternyata isinya beberapa lembar foto Kyuhyun bersama Sungmin. Yesung tersenyum, menutup amplop itu kembali, memasukkannya ke dalam tas dan menutup tas itu.

 

“Kami harus sedikit mengacak-acak sekolah itu untuk mendapatkan rekaman itu. Junior-junior jaman sekarang sangat kurang ajar dan pembohong yang buruk” Kata Kangin.

 

Yesung terkekeh kecil dan memberikan sebuah amplop pada Kangin.

“Bukan masalah. Aku juga tidak berharap kau datang ke sekolah kita dengan cara yang baik” kata Yesung.

 

Kangin membuka amplop pemberian Yesung dan menghitung sesaat jumlah uang didalamnya.

“Aku baru sadar, 3 tahun kita bersekolah di SMA yang sama, bocah nerd itu ternyata salah satu junior kita” Kata Kangin.

 

Yesung tersenyum mendengus sesaat.

“Bocah invisible seperti dia, siapa yang akan sadar dengan kehadirannya” Kata Yesung.

“Lalu, apa yang ingin kau lakukan selanjutnya? Apa yang akan kau lakukan dengan barang-barang itu?” tanya Kangin.

 

“Sesuatu yang menarik. Kau tahu cara terbaik membasmi ilalang?” Kata Yesung.

“…dengan mencabut langsung dari akarnya?” Kata Kangin.

 

Yesung tersenyum.

“Tepat” Katanya.

“Kau ingin kami mengerjai Cho Kyuhyun lagi? Atau…?” tanya Kangin.

 

Yesung kembali tersenyum, lebih tepatnya menyeringai.

“Tidak, tidak perlu. Kali ini biar aku saja” jawab Yesung membalik tubuhnya dan berjalan menuju mobilnya.

 

Kangin menghela nafasnya setelah mobil Yesung melaju pergi dan menghilang diujung gang. Ternyata tanpa sadar Kangin menahan nafasnya. Senyuman Yesung membuat pria bertubuh besar ini bergidik, dan mata kecil Yesung……Kangin selalu merasa mata kecil itu berbahaya.

“Aku baru tahu, ternyata hyung satu sekolah dengannya saat SMA dulu” kata Siwon bersuara.

 

“Bagaimana orang itu saat disekolah dulu hyung?” tanya Zhoumi.

 

Kangin mendesah pelan sesaat.

“Kau tidak akan mau tahu. Aigoo…saat di sekolah dulu aku selalu berusaha untuk tidak berurusan dengannya. Tapi sekarang, aku sudah berurusan dengannya terlalu jauh” Kata Kangin.

 

Kangin, Siwon dan Zhoumi menaiki motor mereka, dan segera motor-motor sport itu melaju pergi dengan cepat. Kangin memacu motornya semakin cepat saat ia berpikir, mungkin sang Cinderella telah melakukan kesalahan terbesar. Seharusnya sang Cinderella sadar bahwa pangeran yang satu ini tidak mungkin menyerah begitu saja. Bahwa dalam mata kecil itu, tersimpan kotak Pandora yang belum tersentuh. Bagai detak bom waktu yang siap meledak kapanpun. Apa kau sadar dengan semua hal itu Cinderella?

 

t.b.c

 

One thought on “Dance with me Cinderella / part 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s