Dance with me Cinderella / part 19

part 19

Malam perlahan mulai larut. Yesung, Henry dan Ryeowook disebuah club favorit mereka. Diruangan khusus privasi ini mereka menikmati ketenangan malam dikota Seoul yang tidak pernah terlelap, bersama beberapa gelas bir dan musik yang menghentak malam. Di sofa Henry dan Ryeowook tengah asyik bercumbu, sementara disudut lain Yesung terdiam menikmati minumannya. Kelihatannya dia sedang berpikir.

 

Yesung meletakkan gelasnya dan beranjak berdiri. Ia mengambil beberapa anak panah kecil dan melemparkannya pada dart board didepannya. Henry dan Ryeowook menghentikan percumbuan mereka. Henry mengambil gelas minumannya, meminumnya sesaat dan kembali meletakkannya di meja. Ia memandang Yesung yang bermain lempar panah masih tanpa suara.

 

“Kau yakin akan melakukan ini? Jika Sungmin hyung sampai tahu, dia pasti akan membencimu hyung” kata Henry.

 

Yesung tersenyum mendengus dan melempar anak panah ditangannya sekuat tenaga. Anak panah itu melesat, tepat sasaran. Kemudian ia mengambil tas hitam miliknya. Ia membuka tas itu dan mengambil sebuah handycam mini. Yesung memberikan handycam mini itu pada Henry.

 

“Sudahlah Henry. Kau cukup melakukan apa yang kukatakan. Sisanya urusanku” Kata Yesung.

 

Henry menerima handycam mini itu dari Yesung.

“Baiklah. Aku mengerti” Katanya akhirnya. Yesung tersenyum.

 

Ryeowook yang diam sejak tadi hanya memandang Yesung yang kembali melempar anak panah kecil miliknya. Ryeowook sedikit bergidik melihat seringaian Yesung yang terlihat menyeramkan dan berpikir, astaga pria ini sungguh berbahaya.

 

Pandangan Ryeowook beralih pada sasaran lemparan Yesung. Sebuah foto tertempel diatas dart boad. Sosok dalam foto itu, sang pangeran yang telah dipilih oleh cinderella dihari itu, Kyuhyun. Yesung tersenyum senang saat lemparan terakhirnya tepat mengenai wajah Kyuhyun.

 

****

 

Brrrr…brrrr…

 

Kyuhyun tersentak. Tiba-tiba saja tubuhnya terasa dingin.

“Kyu, kau tidak apa-apa?” Tanya Sungmin.

“Yeah…tidak apa-apa” Jawab Kyuhyun.

 

Kyuhyun dan Sungmin baru kembali dari kencan mereka. Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan rumah Sungmin. Mereka beranjak turun dari mobil. Kyuhyun beranjak mendekati Sungmin. Sungmin menyentuh tangan Kyuhyun dan mengenggamnya.

 

“Terima kasih untuk hari ini Kyu. Aku sangat senang” kata Sungmin dengan tersenyum.

“Yeah, aku juga” Kata Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin kembali tersenyum saat Kyuhyun mengecup kepalanya dengan lembut.

“Jangan tidur terlalu malam, ne?  Aku akan menjemputmu besok pagi” Kata Kyuhyun membelai kepala Sungmin.

 

“Araseo. Hati-hati dijalan” kata Sungmin.

“Araseo” kata Kyuhyun.

 

Sungmin melepaskan tangan Kyuhyun. Kyuhyun beranjak menaiki mobilnya. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Sungmin melalui jendela mobilnya. Sungmin balas melambai dan perlahan mobil Kyuhyun melaju pergi. Sungmin memandang mobil Kyuhyun hingga menghilang dari pandangannya, kemudian beranjak masuk ke dalam rumah dengan tersenyum senang. Kelihatannya sang Cinderella akan kembali bermimpi indah, seperti di malam-malam lalu.

 

Sementara itu, Kyuhyun membawa mobilnya dengan tenang di antara keramaian malam kota Seoul yang tidak pernah tertidur. Sepanjang perjalanan Kyuhyun tidak bisa bertahan kecuali tersenyum. Kencannya dengan sang Cinderella malam ini begitu menyenangkan, dan sepanjang waktu tangan hangat Sungmin tidak pernah lepas dari genggamannya. Seolah Kyuhyun enggan untuk melepaskannya meski hanya sesaat.

 

Namun tiba-tiba Kyuhyun tersentak. Lagi-lagi tubuhnya terasa dingin. Entah kenapa perasaannya menjadi tidak nyaman. Seolah sesuatu akan terjadi. Kyuhyun menarik nafasnya sesaat.

 

“Semoga bukan hal buruk” kata Kyuhyun kemudian memacu mobilnya semakin cepat.

 

****

Pagi ini Sungmin kembali menemukan Kyuhyun didepan rumahnya, bersender pada mobilnya. Sungmin tersenyum dan segera beranjak mendekatinya. “Kyu…” Panggilnya.

 

Kyuhyun menoleh dan menegakkan tubuhnya. Ia tersenyum menyambut kekasihnya, sang Cinderella. Kyuhyun tidak lelah bersumpah, for god sake, sosok yang sedang berjalan ke arahnya itu sangatlah indah. Sosok itu selalu terlihat memukau dimata Kyuhyun. Sosok yang membuatnya tergila-gila hingga detik ini.

 

Sungmin menghentikan kakinya didepan Kyuhyun dan tersenyum. Kyuhyun membuka pintu mobilnya untuk Sungmin. Sungmin beranjak naik, dan Kyuhyun menutup pintunya. Kemudian Kyuhyun beranjak duduk dibelakang kemudi. Perlahan mobil itu melaju pergi.

 

“Bagaimana tidurmu semalam?” Tanya Kyuhyun seraya menyetir.

“Sangat nyenyak” Jawab Sungmin.

 

“Itu bagus” kata Kyuhyun.

“Bagaimana denganmu? Apa kau cukup tidur semalam?” Tanya Sungmin.

 

“Tidak, aku tidak bisa tidur” Jawab Kyuhyun.

“Tidak? Kenapa?” tanya Sungmin menoleh pada Kyuhyun.

 

“Aku terlalu senang. Sepanjang malam aku terus berpikir tentangmu. Karena itu, aku jadi tidak bisa tidur” Jawab Kyuhyun.

 

Sungmin terdiam memandang Kyuhyun. Rona merah menjalar tipis diwajahnya. Kyuhyun menoleh dan Sungmin tersenyum saat tangan mereka bertaut erat, Kyuhyun pun ikut tersenyum. Setelah beberapa lama perjalanan, mereka sampai di universitas Seoul. Kyuhyun menghentikan mobilnya dan mereka beranjak turun.

 

Pasangan ini masih saja menarik perhatian. Kyuhyun yang menggandeng tangan sang Cinderella dengan erat selalu menjadi pusat perhatian. Kyuhyun sadar dengan semua pandangan iri yang selalu tertuju padanya. Tapi ia sudah tidak peduli lagi dengan semua hal itu. Setelah berbicara sebentar Kyuhyun dan Sungmin berpisah menuju kelas masing-masing.

 

Di kelas Sungmin. Pagi ini professor Kim memulai materinya, masih dengan gayanya yang pelan dan membosankan namun sangat teliti. Para mahasiswa dikelas ini mendengarkannya dengan serius, begitu juga dengan Ryeowook yang duduk disamping Sungmin. Sungmin menoleh ke belakang. Dibarisan kursi itu terlihat Henry yang juga sedang serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh professor Kim.  Sungmin mengedarkan pandangannya, namun sosok itu tidak ia temukan. Yesung tidak datang hari ini.

 

Esoknya Yesung juga tidak datang kuliah. Begitu juga dengan hari berikutnya, dan hari berikutnya juga Yesung kembali tidak terlihat dikampus. “Dimana Yesung hyung? Sudah empat hari ini dia tidak masuk” tanya Sungmin.

 

“Entahlah” hanya itu jawaban Henry dan Ryeowook. Dan Sungmin hanya mendesah pelan.

Sungmin berjalan menyusuri lorong menuju ruang latihan. Saat Sungmin tiba, di dalam ruangan itu terlihat Kyuhyun sedang berlatih sendiri tanpa iringan musik. Dipinggir terlihat Eunhyuk dan Donghae duduk menonton.

 

“Ah itu Cinderella sudah datang” kata Donghae menyadari kedatangan Sungmin.

“Annyeong” Sapa Sungmin.

 

Kyuhyun menghentikan latihannya dan menoleh.

“Kau sedikit terlambat Cinderella. Kyuhyun sudah ada disini sejak tadi” kata Eunhyuk.

 

Sungmin menoleh pada Kyuhyun.

“Maaf Kyu. Kelas terakhirku berakhir sedikit terlambat” Kata Sungmin tersenyum meminta maaf.

 

“Tidak apa-apa hyung” Kata Kyuhyun dengan senyumnya.

“Hey Cinderella, apa kau sudah tahu?” tanya Donghae.

“Apa?” Kata Sungmin.

 

Final akan dilakukan selama dua hari. Hari pertama untuk penampilan kalian, dan hari kedua yaitu lusanya untuk keputusan akhir” Kata Donghae.

 

“Benarkah itu?” kata Sungmin.

“Yeah, sudah diumumkan,” Kata Eunhyuk memberikan selebaran pada Sungmin. “aku mengambilnya dari papan pengumuman dilorong utama kampus.”

 

Sungmin membaca selebaran itu sesaat, empat hari lagi final. Kemudian ia menoleh pada Kyuhyun. “Kyu, apa menurutmu kita akan menang?” Tanya Sungmin.

 

“Tentu saja. Itu sudah pasti, bukan?” Jawab Kyuhyun yakin.

 

Sungmin tersenyum.

“Yeah, benar” katanya.

 

Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Sungmin.

“Ayo kita mulai latihannya” Katanya.

“Yeah” kata Sungmin.

 

Sungmin mengembalikan selebaran ditangannya pada Eunhyuk, dan menyambut uluran tangan Kyuhyun. Suara alunan musik terdengar menghentak ruangan. Sang Cinderella dan pangerannya memulai latihan mereka. Eunhyuk dan Donghae yang duduk menonton dipinggir ruangan mengerjap takjub dan sesekali bertepuk tangan.

 

Sementara itu, tanpa mereka sadari Henry sedang mengamati dibalik pintu. Henry mengarahkan handycam mini ditangannya pada Kyuhyun dan merekam semuanya. Setelah dirasa cukup ia mematikan handycam mini ditangannya dan beranjak pergi.

 

****

 

Sungmin mengerjap melihat Yesung yang sedang sibuk didepan lokernya. Pagi ini pria bermata kecil itu akhirnya terlihat kembali. Sungmin beranjak mendekatinya. “Yesung hyung” panggilnya.

 

Yesung hanya melirik Sungmin sesaat tanpa menghentikan tangannya yang sedang mengambil beberapa barangnya dari dalam loker dan memasukkannya ke dalam tasnya.

“Apa kau sakit?” tanya Sungmin.

“Tidak” jawab Yesung.

 

“Lalu kenapa kau tidak masuk selama empat hari ini? Ponselmu juga sulit dihubungi” Tanya Sungmin.

 

Yesung menutup tas dan menyampirkannya dibahunya.

“Ada hal yang harus kulakukan” Jawabnya.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Sungmin.

 

Yesung menutup lemari lokernya dan menoleh memandang Sungmin.

“Bagaimana menurutmu?” Yesung balik bertanya.

 

Sungmin terdiam. Dalam mata kecil itu, perasaan kecewa itu masih tergambar jelas.

“Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya mencoba jujur” Kata Sungmin.

 

Yesung hanya diam memandang Sungmin. Dan pandangan mata itu terasa begitu menusuk bagi Sungmin. Yesung membalik tubuhnya dan berniat pergi, namun Sungmin segera menarik ujung jas Yesung untuk menahan langkahnya.

 

“Tolong…jangan seperti ini,” kata Sungmin. “Kita sudah lama bersama. Sikapmu yang seperti ini membuatku sedih.”

 

Yesung menoleh memandang Sungmin. Mata kecilnya menjelajah seolah mencari kebenaran.

“Apa kau serius?” katanya.

“Maafkan aku…” kata Sungmin lirih.

 

Yesung terdiam sesaat.

Prove it. Kiss me then” Katanya.

“Tapi…” kata Sungmin ragu.

 

“Kau bilang ingin agar aku memaafkanmu bukan? Then prove it” Kata Yesung.

“Tapi Kyuhyun…” kata Sungmin masih ragu, takut jika nanti Kyuhyun melihat.

 

Yesung mendengus dan memalingkan wajahnya.

Stupid liar” Katanya.

 

Sungmin berdiri dengan gelisah melihat Yesung yang beranjak pergi.

“Tunggu…” katanya kembali menahan langkah Yesung.

 

Yesung menoleh dan mendapatkan Sungmin yang menciumnya. Rasa bersalah terasa dalam ciuman itu. Sungmin menunduk setelah ciuman itu berakhir, sementara Yesung tersenyum senang. Yesung melihat Kyuhyun yang berdiri cukup jauh dari tempat mereka, tapi ia yakin Kyuhyun sedang memperhatikan mereka dengan terkejut.

 

Yesung merangkul tubuh Sungmin dalam pelukannya dan mengusap kepalanya dengan lembut, sementara pandangannya tidak beralih dari Kyuhyun. “Kau tidak perlu khawatir lagi sekarang” Katanya.

 

Sungmin hanya diam saat Yesung mengecup kepalanya. Yesung beranjak pergi dan tersenyum, lebih tepatnya menyeringai pada Kyuhyun seolah menantangnya. Sementara Kyuhyun terdiam ditempatnya, mengepalkan tangannya dengan keras hingga buku-buku jarinya memutih. Ia mencoba menahan rasa marah yang seketika memenuhinya. Kemudian Kyuhyun beranjak pergi.

 

****

 

Yesung berjalan santai menyusuri koridor kampus yang cukup ramai. Kepalanya bergoyang pelan mengikuti alunan musik yang keluar dari headphone yang menutupi kedua telinganya. Yesung menghentikan kakinya dan mengangkat kepalanya. Ia tersenyum saat melihat Kyuhyun yang berdiri diujung koridor, bersender pada dinding. Raut wajahnya terlihat menahan marah. Kyuhyun menoleh pada Yesung.

 

Yesung kembali melangkahkan kakinya, melewati Kyuhyun dan berjalan menuju atap gedung. Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan berjalan mengikuti Yesung dari belakang. Langkah mereka berhenti diatap gedung yang sepi. Yesung melepaskan headphone dari telinganya dan menoleh. Tidak ada yang berbicara selama beberapa saat.

 

Tiba-tiba Kyuhyun melayangkan tinjunya ke wajah Yesung. Yesung terhuyung dan sedikit terkejut. Ia menyentuh sudut bibirnya yang sedikit berdarah dan tersenyum. “Rupanya sang pangeran sudah belajar berkelahi, eoh?” Katanya.

 

“Kenapa kau tidak menerima saja, bahwa Sungmin hyung sudah memilihku. Kau sudah kalah Yesung. Jadi tolong berhenti menggangguku” Kata Kyuhyun.

 

Yesung terkekeh mendengarnya, kemudian memandang Kyuhyun dengan serius. Mata kecil itu memandang dengan tajam. Seolah seluruh perasaan yang terpendam didalamnya mendera-dera, tak terbantahkan. Dan Kyuhyun yakin pria ini pasti tidak akan menyerah begitu saja.

 

“Apa kau serius dengan perkataanmu itu? Aku kalah?” Kata Yesung mengernyit.

“Akui saja Kim Yesung. Kau kalah dariku, dari bocah nerd ini” kata Kyuhyun.

“Jangan bercanda!!” Kata Yesung mendengus.

 

Yesung menerjang Kyuhyun dan mulai memukulinya dengan marah. Kyuhyun berusaha menepis pukulan-pukulan Yesung dan balas memukul. Meski Kyuhyun tidak pandai berkelahi, tapi Kyuhyun sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak lemah lagi. Ia harus menjadi kuat untuk menjaga sang Cinderella tetap disisinya dengan aman. Ia harus menjadi orang yang mampu diandalkan oleh Sungmin. Karena Sungmin telah memilihnya. Yeah, itu benar.

 

****

 

Sungmin sedang mengobrol dengan Ryeowook didepan kelas saat Eunhyuk berlari menghampirinya dengan panik. “Cinderella, Kyuhyun dan Yesung sedang berkelahi diatap gedung” kata Eunhyuk.

 

Informasi itu sukses menghentikan obrolan Sungmin dan Ryeowook. Segera mereka berlari menuju atap gedung, bersama Eunhyuk yang mengikuti dibelakang. Sementara itu, suasana diatap gedung mulai ramai. Orang-orang mulai berkerumun menyaksikan perkelahian yang semakin memanas. Yesung duduk diatas tubuh Kyuhyun, mencengkram kerah pakaian Kyuhyun dan terus memukulinya.

 

Mungkin perkelahian ini akan terus berlanjut jika Donghae dan Henry tidak datang melerai. Henry menarik Yesung dari atas tubuh Kyuhyun dan menahannya dengan susah payah. Sementara Donghae membantu Kyuhyun yang terluka akibat pukulan-pukulan dari Yesung.

 

“Kau tidak apa-apa Kyu?” tanya Donghae.

“Yeah…” jawab Kyuhyun menyeka darah dipelipisnya.

 

Yesung mendengus memandang Kyuhyun.

“Ada apa pangeran? Apa hanya itu kemampuanmu? Jujur, kemampuan berkelahimu sangat buruk” Kata Yesung mencibir, berusaha untuk menerjang Kyuhyun kembali.

 

“Sudahlah hyung, cukup” kata Henry berusaha menahan Yesung.

 

Yesung menepis tangan Henry. Ia menunduk mengambil tasnya yang terbengkalai dilantai beton yang dingin, memandang tajam sesaat pada Kyuhyun yang masih terduduk dilantai, kemudian beranjak pergi.

 

Saat itu Sungmin muncul berlari dari balik pintu dengan wajah cemas bersama dengan Ryeowook. Yesung berhenti, namun Sungmin berlari melewatinya begitu saja. Yesung menoleh dan terdiam melihat Sungmin berlari menghampiri Kyuhyun. Sang Cinderella terpekik cemas saat melihat keadaan Kyuhyun yang terluka.

 

Yesung menyentuh wajahnya. Ia juga terluka sama seperti Kyuhyun. Tapi pandangan mata Sungmin hanya tertuju pada Kyuhyun, dan pandangan itu begitu lembut. Sesuatu yang tidak pernah Yesung temukan saat sang Cinderella sedang memandangnya.

 

“Hyung, kau tidak apa-apa?” Tanya Ryeowook.

 

Yesung tidak menjawab, ia masih memperhatikan Sungmin. Sorot dalam mata kecil itu perlahan berubah sedih. Yesung memandang darahnya yang menempel ditangannya, tersenyum mendengus kemudian beranjak pergi. Henry dan Ryeowook beranjak mengikuti Yesung.

 

****

 

Malam kian larut. Ruangan kamar ini terlihat remang, hanya cahaya dari lampu jalan diluar yang menerobos masuk melalui jendela yang terbuka. Tirai jendela menari perlahan karena tiupan semilir angin. Yesung sedang duduk tenang didepan laptopnya sejak tadi. Jemarinya menari diatas keyboard laptop. Matanya menelusuri kalimat demi kalimat yang muncul dilayar itu. Wajahnya terlihat serius sekali, beberapa menit kemudian ia tersenyum.

 

Gotcha” katanya menyeringai senang.

 

t.b.c

One thought on “Dance with me Cinderella / part 19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s