Dance with me Cinderella / part 2

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning    : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary    : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Part 2

Pagi yang seperti biasa di Universitas Seoul. Sungmin mengerjap tidak percaya memandang cafeteria kampus yang terlihat sangat ramai, orang–orang sedang berbaris disebuah meja. Sungmin berjalan mendekati Ryeowook dan Henry yang sedang sibuk membagikan selebaran diatas meja. Disamping mereka, Yesung duduk dengan tenang membaca buku dengan earphone berwarna putih yang menyumpal kedua telinganya.

 

Sungmin duduk disamping Yesung dan mengernyit membaca selebaran yang ia ambil dari Henry. Sebuah pesta pencarian patner dance untuk Sungmin yang diadakan di malam valentine.

 

“What the hell?!” pikir Sungmin. “Aku tidak percaya, kalian benar – benar melakukannya” kata Sungmin memandang Yesung.

 

“Ini ide mereka” kata Yesung tanpa mengangkat kepalanya dari buku.

“Dan hyung  membiarkan mereka melakukannya?” tanya Sungmin tidak percaya.

 

Yesung mengangkat kepalanya sesaat dari buku dan tersenyum pada Sungmin, kemudian kembali membaca bukunya dengan tenang. Sungmin mendesah. Tidak lama selebaran ditangan Henry dan Ryeowook telah habis. Mereka beranjak duduk bersama Yesung dan Sungmin. Sungmin memandang Henry dan Ryeowook dengan pandangan beraninya –kalian– melakukan–ini –padaku,  yang dipandang menikmati botol soda mereka dengan santai.

 

“Jangan memandang kami seperti itu hyung. kami hanya ingin membantu” kata Henry santai.

“Pesta dansa? Kalian bercanda? Ini bukan kisah dongeng” kata Sungmin merengut.

 

“Ini cara yang bagus, bukan? Banyak sekali peminatnya” kata Ryeowook santai.

“Lagipula, hyung kan Cinderella dikampus ini” kata Henry masih dengan nada santai.

 

“Aigoo, kalian ini…” desah Sungmin.

“Tenang saja. kami tidak akan memaksa hyung untuk memakai gaun seperti Cinderella kok” kata Ryeowook yang mendapat anggukan setuju dari Henry.

 

Sungmin mendesah sementara Yesung terkekeh pelan dibalik bukunya.

“Jangan tertawa hyung” kata Sungmin merengut melirik Yesung.

“Anniyo” kata Yesung kemudian kembali terkekeh.

“Aissh!!” gerutu Sungmin semakin merengut kemudian beranjak pergi.

 

****

 

Donghae berlari menuju kelas dan beranjak mendekati Kyuhyun dan Eunhyuk yang sedang mengobrol. Ia membawa selembar kertas dan menunjukkannya pada Kyuhyun dengan senang.

“Apa ini?” tanya Kyuhyun.

 

“Cinderella akan mengadakan pesta dansa di malam valentine” jawab Donghae.

“Mwo? Pesta dansa?” kata Eunhyuk mengernyit tidak mengerti.

 

Kyuhyun memandang Donghae tidak mengerti, kemudian membaca kertas itu bersama Eunhyuk. “oh…pesta dansa. Araseo” kata Eunhyuk mengerti.

 

Donghae tersenyum mengangguk. Kyuhyun memandang kertas ditangannya sesaat kemudian meletakkannya di meja. “Lalu?” tanya Kyuhyun.

 

Senyum Donghae memudar perlahan.

“Aigoo Kyu, kau tidak mengerti? Ini berita bagus” kata Donghae.

“Berita bagus?” kata Kyuhyun memandang hyungnya pura – pura tidak mengerti.

 

“Aigoo… kemana otak pintarmu Cho Kyuhyun?” kata Donghae gemas seraya menyikut leher Kyuhyun.

 

Eunhyuk hanya terkekeh melihat tingkah dua sahabatnya.

“Ugh…sa…sakit hyung~” kata Kyuhyun meringis kesakitan.

“Jangan pura–pura bodoh Kyu. Kau mengerti maksudku” kata Donghae melepaskan sikutannya.

 

Kyuhyun menyentuh lehernya seraya merengut.

“Ara ara. Aku mengerti maksudmu” kata Kyuhyun.

“Bagus kalau kau mengerti” kata Donghae.

 

“Aku mengerti, tapi aku tidak yakin tentang hal itu” kata Kyuhyun memperbaiki letak kacamatanya.

 

“Apa? Tentang apa?” tanya Eunhyuk.

“Lihat aku” kata Kyuhyun memperbaiki letak kacamatanya kembali.

 

Eunhyuk dan Donghae terdiam memperhatikan Kyuhyun. Kacamata tebal, model rambut dan gaya pakaian yang bisa dibilang…old school. Sesekali Kyuhyun memperbaiki letak kacamatanya yang sebesar pantat botol hingga membuat Eunhyuk gemas melihatnya.

 

You’re nerd Kyu” kata Donghae.

See?” kata Kyuhun.

 

“Tapi kau ‘kan jago dance Kyu” kata Eunhyuk.

“Siapa yang percaya orang nerd bisa menari?” kata Kyuhyun skeptic.

 

“Mungkin kau harus mulai berubah Kyu” kata Donghae.

“Berubah jadi apa? Satria baja hitam?” kata Kyuhyun asal.

 

Pletak!

“Aku sedang serius” kata Donghae memukul kepala Kyuhyun.

“Aissh…sakit hyung. Kenapa memukulku? bisa–bisa otakku pindah tempat” gerutu Kyuhyun.

 

“Itu bagus. Mungkin kau bisa lebih pintar” kata Donghae terkekeh.

“Teganya” kata Kyuhyun semakin merengut.

 

Eunhyuk diam memperhatikan Kyuhyun.

“Mungkin kau bisa memulai dengan membuang kacamata bodoh itu” kata Eunhyuk seraya melepaskan kacamata Kyuhyun.

 

“Eh? Hyung…?,” kata Kyuhyun terkejut “Kembalikan kacamataku. Tanpa ini, bagaimana aku bisa melihat dengan jelas?” Kyuhyun mengambil kacamatanya dari Eunhyuk dan memakainya.

 

“Aigoo Kyu. kau hidup di abad berapa sih? Sekarang sudah ada teknologi yang dinamakan softlens” kata Donghae gemas.

 

“Sudahlah” kata Kyuhyun beranjak pergi.

“Aissh bocah itu” gerutu Donghae.

 

Eunhyuk memandang Kyuhyun yang menghilang dibalik pintu.

“Apa mungkin kita bisa memaksanya Hae?” tanya Eunhyuk melirik Donghae.

“Itu ide bagus. mungkin kita memang harus memaksanya” jawab Donghae tersenyum.

 

****

Kyuhyun membasuh tangannya beberapa kali diwastafel. Ia mematikan kran dan memandang pantulan dirinya di cermin. Pria didalam cermin itu terlihat tidak menarik, bahkan terlihat membosankan. Itukah dirinya?

 

“Mungkin kau harus mulai berubah Kyu”

 

“Berubah…?” gumam Kyuhyun.

 

“Mungkin kau bisa memulai dengan membuang kacamata bodoh itu”

 

Kyuhyun masih memandang cermin, berpikir akan terlihat seperti apa dirinya jika ia membuang kacamata tebal ini. Apakah terlihat lebih baik? Kyuhyun melepas kacamatanya dan menyingkap sedikit poni rambutnya. Apakah seperti ini lebih baik?

 

Klek!

 

Kyuhyun terkejut saat salah satu pintu bilik toilet terbuka. Segera Kyuhyun memakai kembali kacamatanya dan terpaku memandang cermin. Ia terkejut saat melihat sosok seorang pemuda berwajah cute yang keluar dari bilik toilet, sang Cinderella. Sungmin beranjak ke wastafel dan membasuh tangannya.

 

Sungmin memandang cermin dan menyadari kehadiran Kyuhyun.

“Oh, kau pria diperpustakaan waktu itu” kata Sungmin mengenali Kyuhyun.

 

“A…annyeong Sungmin ssi” sapa Kyuhyun tersenyum.

“Annyeong” kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin mematikan kran dan mengeringkan tangannya dengan tissue.

“Bagaimana kabarmu library boy?” tanya Sungmin seraya membuang bekas tissuenya ke tempat sampah.

 

“Erm…baik. Bagaimana denganmu….eh Cinderella?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin tertawa yang terdengar seperti dentang lonceng ditelinga Kyuhyun. Kyuhyun menggigit bawah bibirnya dan berpikir, for God sake, kenapa sosok ini begitu indah? Begitu hangat,  begitu menggemaskan, begitu dekat.

 

“Oh Tuhan, apa aku memang tampak seperti Cinderella?” tanya Sungmin masih tertawa.

“Kau…seindah Cinderella” jawab Kyuhyun tanpa sadar.

 

Sungmin berhenti tertawa dan memandang Kyuhyun.

“Seindah Cinderella katamu?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun tersadar dan menutup mulutnya dengan satu tangannya.

“Itu…itu menurutku” kata Kyuhyun dengan cepat.

 

Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya dengan malu, dan dalam hati mengutuk diri sendiri karena kelepasan bicara. “Well, kuanggap itu sebagai pujian. Terima kasih library boy” kata Sungmin tersenyum.

 

“Um, yeah” kata Kyuhyun tersenyum malu.

“Oh ya, aku belum tahu namamu library boy” kata Sungmin.

 

“Kyuhyun. Namaku Cho Kyuhyun” kata Kyuhyun.

“Kyuhyun?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Kebetulan sekali. Nama sepupuku juga sama denganmu. Mungkin kau juga masih saudaraku.” kata Sungmin tersenyum.

 

Kyuhyun terpaku. Sosok indah itu beranjak pergi dan menghilang dibalik pintu. kemudian Kyuhyun pun tersenyum.

 

****

 

Pagi yang lain kembali datang. Kyuhyun sedang di halte, menunggu bus yang akan membawanya ke kampusnya. Setelah cukup lama menunggu di halte, akhirnya bus yang ditunggu datang. Pintu bus terbuka perlahan dan senyum hangat sang supir menyambut Kyuhyun yang beranjak naik ke dalam bus. Kyuhyun berjalan ke belakang bus dan menghempaskan tubuhnya dideretan kursi paling belakang yang masih kosong. Segera bus melaju pergi. Kyuhyun memandang keluar jendela dan tersenyum kecil setiap kali teringat dengan pertemuannya dengan Sungmin di hari itu. Pertemuan itu sangat membekas bagi Kyuhyun.

 

Kyuhyun berjalan memasuki gerbang universitas Seoul tempat ia menimba ilmu saat ini. Kampus ini belum terlalu ramai. Kyuhyun membuka lokernya dan meletakkan beberapa barangnya didalamnya dan beranjak ke kelasnya, namun langkahnya terhenti. Kyuhyun mengernyit memperhatikan Yesung yang sedang berdiri didepan loker milik Sungmin.

 

“Yesung? Apa yang sedang dia lakukan diloker Sungmin?” pikir Kyuhyun.

 

Yesung membuka loker Sungmin dan mengambil setumpuk surat yang ada didalamnya. Surat–surat yang telah diletakkan oleh para pengejar Sungmin. Yesung menutup loker Sungmin, membuang semua surat–surat itu ke tempat sampah dan tersenyum sinis.

 

Yesung membalik tubuhnya dan sedikit terkejut dengan kehadiran Kyuhyun. Ia memandang Kyuhyun dengan tenang namun tajam. Kyuhyun hanya diam dan memperbaiki letak kacamatanya dengan gelisah saat Yesung berjalan melewatinya. Ia menghela nafas lega setelah sosok Yesung menghilang dibalik koridor. Kyuhyun memandang sesaat surat–surat yang telah ditelantarkan oleh Yesung ke tempat sampah dan beranjak pergi.

 

****

 

Para mahasiswa terlihat berkeliaran memenuhi universitas Seoul. Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk berjalan menyusuri lorong. Eunhyuk yang asyik menikmati sekotak susu strawberry kesukaannya, Donghae yang asyik dengan Ipodnya, dan Kyuhyun dengan beberapa buku yang memenuhi tangannya.

 

“Eh? Benarkah?” tanya Donghae terkejut seraya melepas headphone yang menutupi kedua telinganya.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Itu tidak sopan” kata Donghae.

“Kudengar akhir–akhir ini loker Cinderella selalu kosong. Tidak ada surat lagi untuknya” kata Eunhyuk seraya menikmati susu strawberry miliknya.

 

Donghae dan Kyuhyun menoleh memandang Eunhyuk.

“Benarkah?” tanya Donghae.

“Itu yang kudengar” jawab Eunhyuk.

 

“Apa menurut kalian Yesung yang melakukannya?” tanya Donghae.

“Kenapa hyung berpikir seperti itu?” tanya Kyuhyun.

 

“Entahlah. Aku hanya berpikir seperti itu. Jika kuperhatikan cara Yesung memandang Sungmin berbeda. Begitu lembut dan hangat, tapi tidak jika dia memandang orang lain. caranya memperlakukan Sungmin pun berbeda” jawab Donghae.

 

“Maksudmu?” tanya Eunhyuk.

“Yeah, kau mengerti maksudku. He’s fallen into Cinderella too” jawab Donghae.

 

“Bukankah mereka bersahabat?” tanya Kyuhyun.

“Memang. Tapi, siapa yang tidak tertarik dengan Sungmin. He’s Cinderella, he’s beautiful, he’s everything… if you know what I mean” jawab Donghae.

 

Kyuhyun terdiam. Yeah, Sungmin adalah segalanya. Di kampus ini siapa yang tidak tertarik dengan Sungmin, sang Cinderella. Jika kau ingin mendapatkan sang Cinderella, itu berarti rivalmu adalah seluruh mahasiswa di kampus ini. Belum lagi Yesung yang selalu berada disisi Sungmin, pandangan matanya saja sudah membuat para pengejar Sungmin mundur satu langkah. Kyuhyun mendesah, rasanya sangat sulit.

 

Lamunan Kyuhyun buyar saat Eunhyuk merangkul bahunya. Ia bahkan tidak sadar langkahnya sudah terhenti sejak tadi. Kyuhyun menoleh memandang Eunhyuk yang membuang kotak susunya yang telah kosong ke tempat sampah.

 

“Berbicara tentang Cinderella, kudengar Sungmin tidak suka orang yang berkacamata. Tipenya…mungkin seperti Yesung” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun hanya diam. Rasanya ia mulai membenci nama itu.

“Jika kau membuang benda ini dan merubah sedikit gayamu, mungkin akan terjadi sesuatu” kata Eunhyuk seraya menunjuk kacamata Kyuhyun.

 

Kyuhyun terdiam sejenak dan berpikir.

“Tapi…aku sudah terbiasa dengan gaya seperti ini” kata Kyuhyun ragu.

 

“Aigoo Kyu. Hanya perubahan kecil, kau pasti akan segera terbiasa” kata Donghae.

“Entahlah…” kata Kyuhyun mengernyit tidak yakin.

 

Kyuhyun kembali terdiam saat melihat sosok Sungmin yang berlari diujung koridor. Ia berlari kearah Kyuhyun seraya tersenyum. Kyuhyun tersenyum, sosok itu terlihat sangat memikat.

“Ah Kyu~~” panggil Sungmin.

 

“Ah, sembunyikan aku Kyu. Sembunyikan aku” kata Sungmin tertawa seraya bersembunyi dibelakang punggung Kyuhyun seperti anak kecil.

 

“Eh?” kata Kyuhyun tidak mengerti.

 

Kyuhyun menoleh melihat sosok Ryeowook yang muncul diujung koridor. Wajahnya terlihat sedikit kesal. “Sungmin hyung~~~!!!!” panggil Ryeowook seraya berlari mendekat.

 

“Ah, aku ketahuan. Bye Kyu~” kata Sungmin tertawa kemudian berlari pergi.

“Sungmin hyung, kembalikan ponselku.” kata Ryeowook seraya mengejar Sungmin.

 

Sungmin hanya tertawa dan terus berlari. Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae bengong melihat Sungmin dan Ryeowook yang berlari diantara keramaian seperti anak kecil yang sedang bermain kejar–kejaran. Namun tidak ada yang merasa terganggu dengan ulah mereka, mereka bahkan tersenyum gemas melihat tingkah Sungmin. Sepertinya apapun ulah sang Cinderella akan selalu diterima dengan mudah. Kinda weird. Tanpa sadar Kyuhyun juga ikut tersenyum.

 

****

 

Henry mengajak Ryeowook ke pameran fotografi dipusat kota, dan Yesung menghilang entah kemana.  Sungmin mendesah dengan bosan. Semua kelasnya sudah berakhir hari ini, dan senja sudah hampir tiba tapi ia belum ingin pulang. Sungmin berjalan menyusuri lorong seraya berpikir, kemana sebaiknya ia sekarang?

 

Langkah Sungmin terhenti didepan sebuah kelas. Sungmin mengintip ke dalam. Kelas itu sudah kosong, namun masih ada seseorang yang masih tidak beranjak dari tempatnya. Kyuhyun sedang membaca buku dengan serius. Sesekali ia memperbaiki letak kacamatanya, yang terlihat lucu bagi Sungmin. Sungmin tersenyum dan beranjak masuk.

 

“Hai llibrary boy” sapa Sungmin.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Sungmin yang berdiri didepannya.

“Sungmin ssi…” kata Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum dan duduk disamping Kyuhyun.

“Bisakah kau panggil aku Sungmin hyung saja? Kedengarannya lebih baik. Sebenarnya aku tidak begitu suka dengan formalitas” kata Sungmin.

 

“Erm, baiklah…Sungmin hyung” kata Kyuhyun terdengar malu.

 

Sungmin kembali tersenyum.

“Kenapa kau belum pulang? Kelas ini sudah kosong” tanya Sungmin seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kelas yang kosong.

 

“Aku sedang membaca. Buku ini sangat menarik” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin memandang buku tebal yang sedang dibaca Kyuhyun.

“Yeah, terlihat sekali dari betapa seriusnya kau membaca” kata Sungmin terkekeh kecil.

“Kenapa kau belum pulang hyung?” tanya Kyuhyun.

 

“Mereka meninggalkanku dan aku bosan” jawab Sungmin menopang dagunya dengan satu tangannya seraya merengut kecil.

 

Kyuhyun mengerjap memandang Sungmin dan berpikir, mungkin ini adalah kesempatannya untuk bisa bersama sang Cinderella, meski hanya sebentar. Kyuhyun menarik nafasnya perlahan, mencoba menenangkan degup jantungnya yang sedang berdetak dengan abstrak.

 

“Erm…apa hyung mau kutemani?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun.

“Apa kau mau menemaniku minum?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Bagus.” kata Sungmin tersenyum.

 

Kyuhyun merapikan buku–bukunya dan beranjak pergi bersama Sungmin. Malam ini sebotol soju menemani obrolan mereka. Kyuhyun memandang Sungmin yang sedang berceloteh dengan riang, tertawa, tersenyum. Kyuhyun tersentak menyadari ia semakin tertarik pada sang Cinderella. Dan Kyuhyun berani bersumpah, sosok ini memang seindah Cinderella.

 

Sungmin menghentikan celotehannya dan memandang Kyuhyun.

“Mwo?” tanya Kyuhyun, karena pandangan itu cukup membuatnya gelisah.

 

Sungmin tidak menjawab dan meletakkan botol sojunya. Ia beranjak mendekati Kyuhyun dan melepaskan kacamatanya. “Ah, kacamataku…” kata Kyuhyun terkejut.

 

Sungmin meletakkan kacamata Kyuhyun di meja dan semakin memperhatikan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun gelisah, jantungnya kembali berdetak dengan abstrak dua kali lipat lebih cepat.

 

“Kau tidak bisa melihat tanpa kacamata?” tanya Sungmin.

“Yeah, tanpa itu aku tidak bisa melihat dengan jelas” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin beranjak duduk disamping Kyuhyun dan menyentuh wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. Ia mendekati wajah Kyuhyun dan memandangnya. Kyuhyun seakan merasa nafasnya sesak seketika. Ia dapat melihat wajah cute Sungmin dengan jelas, sangat jelas.

 

Kyuhyun menjelejahi wajah cute itu dengan pandangannya, dan berhenti di sepasang bola mata yang berwarna cokelat itu. Mata itu seakan menghisapnya ke dalam dan menyesatkannya. Namun Kyuhyun menyukai mata itu. Mata yang hangat dan lembut. Mata yang indah. Sungmin tersenyum dan melepaskan tangannya. Kyuhyun menghela nafas lega dan menyentuh wajahnya. Dapat ia rasakan wajahnya sedikit memanas. Apa ini bukan efek dari soju yang ia minum?

 

Sungmin beranjak duduk ditempatnya.

“Kau memiliki mata yang indah Kyu. Sayang sekali kau menyembunyikannya dengan benda ini.” kata Sungmin seraya memakai kacamata milik Kyuhyun dikepalanya.

 

Sungmin tersenyum dan kembali menikmati sojunya. Sementara Kyuhyun terpaku.

“Tapi mata ini selalu memandangmu Cinderella. Dan benda ini membantuku menyembunyikannya” pikir Kyuhyun.

 

t.b.c

4 thoughts on “Dance with me Cinderella / part 2

  1. Rasanya gmn gt baca tokoh Kyu yg malu2 hehe..
    Ming sebenarnya ada rasa ga ya sm Yesung??
    Tp kayaknya dia tertarik dg Kyu..:)

  2. ow…
    kalimat Kyu di akhir itu bener2 bikin ‘Jleb’ eon. kalimatnya terdengar sederhana dan polos, tapi maknanya itu loh…
    wow banget…
    kkk~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s