Dance with me Cinderella / part 20

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning    : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 20

Pagi ini, Kyuhyun terkejut saat membuka loker miliknya. Donghae yang melihat Kyuhyun terdiam bermaksud menggodanya. “Mworago Kyu? Kau mendapat surat cinta yah” tebak Donghae asal seraya terkekeh.

 

Kyuhyun masih terdiam memandang balik lemari lokernya. Donghae mengernyit penasaran dan mencoba melihat. Namun kemudian ia ikut terkejut dan menarik Eunhyuk agar ikut melihat.

 

“Apa sih Hae?” Kata Eunhyuk tidak mengerti.

 

Namun kemudian Eunhyuk ikut terkejut. Itu bukan surat cinta seperti tebakan asal Donghae, tapi selembar foto Kyuhyun yang tertempel dibalik lemari loker. Foto itu penuh dengan goresan-goresan yang Eunhyuk yakin orang itu pasti menggoresnya menggunakan cutter dengan rasa marah. Siapapun yang melakukan hal ini, pastilah orang itu sangat membenci Kyuhyun.

 

“Astaga!” Seru Eunhyuk terkejut.

“Siapa yang melakukan hal ini?!” seru Donghae.

 

“Sudahlah Kyu. Mungkin ini hanya perbuatan iseng fans Cinderella” ujar Eunhyuk berusaha menghibur.

 

“Perbuatan iseng?! Ini bukan lagi iseng namanya, tapi terror! Siapapun dia, sepertinya dia sedang menerormu Kyu. Mungkin dia tidak suka hubunganmu dengan Sungmin” kata Donghae.

 

“Tutup mulutmu bodoh!” kata Eunhyuk memukul kepala Donghae yang membuat Donghae segera menutup mulutnya.

 

Kyuhyun hanya mendesah pelan dan menebak-nebak siapa yang begitu membencinya dikampus ini, terlebih lagi setelah Sungmin memilihnya. Selain orang itu. yeah, pasti orang itu.

 

“Kyu~”

 

Kyuhyun segera menutup lokernya dan menoleh melihat Sungmin yang menghampirinya. Tidak perlu bertanya bagaimana Cinderella pagi ini, karena sosok itu tetap terlihat memukau seperti biasanya. Eunhyuk dan Donghae ikut menoleh.

 

“Annyeong~” sapa Sungmin pada Eunhyuk dan Donghae.

“Annyeong” Balas sapa Eunhyuk dan Donghae.

 

Kyuhyun tersenyum saat Sungmin merangkul lengannya.

“Kalau begitu, sampai nanti hyung” kata Kyuhyun pada Eunhyuk dan Donghae.

“Ok” kata Eunhyuk.

 

“Sampai nanti” Kata Sungmin dengan terseyum.

“Sampai nanti” Kata Donghae melambaikan satu tangannya.

 

Donghae dan Eunhyuk memperhatikan KyuMin couple yang beranjak pergi.

“Aigoo…pasangan itu membuatku iri” Ujar Eunhyuk iri.

“Kenapa?” tanya Donghae melirik Eunhyuk.

 

“Apa kau tidak melihatnya? Cara mereka saling memandang, dan cara Kyuhyun menggenggam erat tangan Cinderella seperti itu…kupikir cinta mereka mampu membuat siapapun merasa iri pada mereka” jawab Eunhyuk.

 

Eunhyuk menoleh saat Donghae menggenggam tangannya.

“Kenapa kau harus iri pada mereka? Cinta yang kumiliki untukmu juga mampu membuat siapapun merasa iri pada kita” Kata Donghae dengan tersenyum.

 

Eunhyuk tersenyum mendengus.

“Dasar perayu” Katanya.

“Hey, hey…aku sedang mencoba romantis. Bukankah perkataanku tadi romantis? Itu romantis ‘kan?” Kata Donghae.

 

“Tidak, kau membuatku bergidik” Kata Eunhyuk menggelengkan kepalanya dengan tersenyum, membuat Donghae merengut.

 

“Aissh…kau membuatku patah hati Hyukie” Ujar Donghae pura-pura sedih.

“Iya baiklah, maafkan aku. Aku juga mencintaimu. Puas?” Kata Eunhyuk yang sukses membuat Donghae tersenyum kembali.

 

“Aku mencintaimu Hyukie” Kata Donghae memeluk pria berambut blonde kesayangannya itu.

“Iya aku tahu. Sekarang yang terpenting itu…” kata Eunhyuk melirik loker Kyuhyun.

 

Donghae melepas pelukannya dan memandang loker milik Kyuhyun. Ia membuka loker milik Kyuhyun dan mengambil foto yang tertempel dibaliknya. Foto itu membuat Donghae bergidik, seolah ia dapat merasakan kebencian dari setiap goresan-goresan itu.

“Malam ini final dance contest” Kata Donghae.

“Yeah, dan aku sedikit khawatir tentang hal itu Hae” Kata Eunhyuk bersender pada lemari loker.

 

Donghae meremas foto tersebut dan melemparnya ke tempat sampah. Ia menutup lemari loker milik Kyuhyun dan menoleh pada Eunhyuk. “Hey Hyukie, menurutmu ini ulah siapa?” Tanyanya.

 

“Menurutmu siapa yang sangat membenci Kyuhyun, apalagi dengan statusnya yang kini sebagai kekasih sang Cinderella?” Eunhyuk balik bertanya.

 

Donghae diam sesaat dengan mengerutkan dahi.

“Siapapun iri dengan status itu” kata Donghae kemudian.

“Lee Donghae, aku serius” seru Eunhyuk merengut merasa Donghae sedang bercanda.

 

“Aku juga serius Lee Hukjae” Balas Donghae berseru.

“Aissh…” kata Eunhyuk semakin merengut.

 

Donghae tersenyum dan merangkul bahu Eunhyuk.

“Sudahlah, khajja” Katanya menarik Eunhyuk pergi.

 

Sepeninggal Eunhae, Ryeowook memungut foto yang tadi dilempar oleh Donghae ke tempat sampah. Ia membuka foto itu, meski telah lecek namun Ryeowook masih dapat mengenali sosok didalam foto itu. Melihat goresan-goresan penuh kebencian itu Ryeowook segera tahu siapa yang telah melakukan hal ini. Ryeowook memasukkan foto Kyuhyun itu ke dalam sakunya kemudian beranjak pergi.

 

????

 

Ryeowook menemukan Yesung sedang sibuk dengan laptopnya. Yesung hanya menggerakkan sedikit sudut matanya saat Ryeowook beranjak duduk disampingnya. Jemari Yesung yang sedang sibuk menari diatas keyboard laptop berhenti sejenak saat Ryeowook menunjukkan foto Kyuhyun padanya.

 

Yesung memandang foto yang penuh dengan goresan cutter ditangan Ryeowook itu sesaat kemudian mengangkat kepalanya memandang pemuda berwajah cute itu.

“Apa?” Tanyanya dengan nada datar.

It’s you, right?” Kata Ryeowook.

 

Yesung hanya menyeringai kecil dan kembali memperhatikan laptop dipangkuannya. Ryeowook memperhatikan foto ditangannya dengan mengernyit, sedikit bergidik.

“Kebencianmu pada Kyuhyun sangat menakutkan hyung” Katanya.

 

Yesung hanya tersenyum mendengarnya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya. Ryeowook merobek foto ditangannya menjadi serpihan-serpihan kecil dan membiarkan semilir angin menerbangkannya jauh.

 

“Apa kau pernah berpikir untuk kembali dengan kebiasaan burukmu itu Wookie?” tanya Yesung melirik Ryeowook.

 

Ryeowook menarik satu sudut bibirnya sesaat.

“Apa kau sedang menyuruhku untuk kembali berusaha merebut Kyuhyun dari Sungmin hyung guna mempermudah usahamu memisahkan mereka?” Ryeowook balik bertanya.

 

Yesung terkekeh kecil.

“Aku hanya bertanya” Katanya.

“Yeah, untuk sesaat. Tapi…kemudian kupikir seharusnya semua sudah berbeda. Tidak berguna,” Kata Ryeowook tersenyum mendengus.

 

Yesung menghentikan jemarinya dan menoleh pada Ryeowook, sedikit mengernyit.

“Kyuhyun menolakku mentah-mentah. Kau tidak tahu bagaimana kesalnya aku saat itu hyung. Tapi saat melihat matanya membuatku sadar, dalam mata itu hanya ada Sungmin hyung. Hanya ada sebuah ketulusan untuk Sungmin hyung seorang.” Kata Ryeowook.

 

Terdengar nada iri dalam suara Ryeowook. Yesung hanya diam. Wajahnya berubah sedikit masam. Ryeowook menoleh, mencoba mengintip laptop milik Yesung. Ia sedikit penasaran dengan apa yang sedang Yesung kerjakan dengan begitu serius. Ryeowook mengerjap memandang layar monitor laptop Yesung, sedikit terkejut dan kemudian ia tersenyum memandang Yesung.

 

You really such a bad boy Kim Yesung” Katanya.

 

Yesung menggeser tubuhnya mendekati wajah innocent Ryeowook dan tersenyum menyeringai. “Bukankah kita ini sama Kim Ryeowook?” Katanya penuh penekanan.

 

“Licik, begitu maksudmu? Hey, aku sudah berubah” Kata Ryeowook sedikit menyeringai kecil, jemarinya meraba dengan nakal wajah Yesung.

 

Yesung terkekeh. “Aku tidak yakin dengan itu” Katanya,

 

Ryeowook menghentikan jemarinya dan diam sesaat memandang Yesung.

“Mwo?” Tanya Yesung.

 

“Kau yakin bisa memisahkan mereka?” Tanya Ryeowook.

“Apa maksudmu? Pernahkah aku gagal, eoh?” Kata Yesung memandang Ryeowook tajam.

 

Ryeowook diam sesaat. Dengan tersenyum ia berkata,

“Tidak. Hanya…setelah kegagalanku saat itu aku menyadari sesuatu. Bagaimanapun kerasnya usahaku, bagaimanapun liciknya cara yang kugunakan. Kyuhyun tidak akan pernah bisa kudapatkan. Perasaannya pada Sungmin hyung begitu kuat. Pria dengan perasaan yang begitu kuat dan tulus seperti itu, apa kau yakin bisa membuatnya berpisah dari Sungmin hyung yang begitu dia puja?”

 

Yesung terdiam sesaat. Yeah, Yesung tahu benar hal itu. Yesung tahu bagaimana keras kepalanya bocah nerd itu mempertahankan perasaannya pada sang Cinderella. Menyebalkan.

 “Tentu saja” Kata Yesung dengan sangat yakin.

 

Ryeowook terkekeh kemudian membelai wajah Yesung.

“Kalau begitu, aku akan menikmati pertunjukanmu hyung. Hwaiting, ne?” katanya menepuk pelan pipi Yesung seraya tersenyum.

 

Ryeowook beranjak berdiri dan melangkah pergi, namun kemudian ia berhenti dan berbalik.

“Nanti malam adalah malam final. Apa hyung akan datang untuk menonton penampilan Sungmin hyung?” Tanya Ryeowook.

 

Yesung diam sesaat sebelum menjawab dengan datar,  “….entahlah. Kurasa tidak”

 

“Kau yakin?”

“Yeah…”

 

Dengan tersenyum penuh arti Ryeowook berkata,

“Baiklah kalau begitu. Oh ya hyung, Henry pernah berkata padaku. Berhentilah sebelum kau terjebak dengan permainanmu sendiri. Tapi melihatmu aku berpikir, kau tidak akan pernah berhenti sampai cerita aneh ini berakhir. Benar bukan, Yesung hyung?”

 

Kemudian Ryeowook beranjak pergi. Sementara Yesung hanya tersenyum menyeringai dan kembali sibuk dengan laptopnya. Yeah, Ryeowook benar. Ia tidak akan berhenti begitu saja, sebelum cerita aneh ini sampai pada titik akhirnya. Sebentar lagi.

 

????

 

Kyuhyun dan Sungmin diatap gedung kampus. Sungmin sedang berbaring dipaha Kyuhyun, sementara Kyuhyun membelai kepalanya dengan lembut. Sesekali Kyuhyun memainkan rambut hitam Sungmin, membiarkan sang Cinderella asyik berceloteh tentang final nanti malam. Namun sebenarnya Kyuhyun tidak terlalu memperhatikan celotehan Sungmin. Ia hanya memandang Sungmin yang sedang berbicara seraya tidak henti membelai kepalanya dengan lembut. Pikirannya sedang tertuju pada insiden foto dilokernya tadi, pada seseorang yang memiliki kebencian yang begitu besar padanya.

 

Entah kenapa, Kyuhyun merasa tubuhnya dingin. Perasaan tidak nyaman itu kembali muncul dan semakin besar. Seolah sesuatu sedang menantinya. Apa ini? Firasat buruk? Kenapa perasaan ini terus menderanya akhir-akhir ini?

 

Sungmin masih asyik berceloteh. Kyuhyun masih memandang Sungmin tanpa suara. Entah kenapa Kyuhyun merasakan sesuatu. Perasaan ini, apa ini? Kenapa Kyuhyun merasa seolah sesuatu yang buruk akan terjadi dengan hubungan ini?! Entah darimana tiba-tiba pikiran itu muncul di kepala Kyuhyun, dan pikiran itu sukses membuatnya merasa takut. Sangat takut.

 

“………….bagaimana menurutmu Kyu?” Sungmin mengatakan sesuatu.

“Hah? Kau mengatakan sesuatu hyung?” Kyuhyun tersadar dari pikirannya.

“Kau tidak mendengarkanku” Kata Sungmin merengut.

“Maaf” kata Kyuhyun tersenyum meminta maaf.

 

Sungmin terdiam sesaat memandang Kyuhyun. Memandang lekat-lekat bercampur cemas wajah tampan Kyuhyun yang dihiasi beberapa plester akibat perkelahian kemarin. Sungmin mengulurkan tangannya menyentuh wajah Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun menghentikan tangannya yang sejak tadi membelai kepala Sungmin.

 

“Apa?” Kata Kyuhyun menyadari pandangan Sungmin.

 

Jemari Sungmin mulai meraba plester-plester diwajah Kyuhyun dengan raut cemas.

My library boy, kenapa kau sampai berkelahi dengan Yesung hyung kemarin?” Tanya Sungmin.

 

Kyuhyun hanya diam dan menyentuh tangan Sungmin. Ia mengecup sesaat tangan hangat itu dengan lembut. Sungmin masih memandang kekasihnya dengan cemas. “Apa yang membuatmu begitu marah hingga berani berkelahi dengan Yesung hyung?” Tanya Sungmin lagi.

 

Kyuhyun masih diam dan hanya menggenggam tangan Sungmin dengan erat.

“Apapun itu, pasti ini berhubungan denganku bukan?” Kata Sungmin menebak.

 

Kyuhyun masih saja diam.

“Apa kau marah padaku?” Tanya Sungmin.

“Tidak…” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin memandang kekasihnya dengan tidak puas.

“Kalau begitu katakan sesuatu padaku” Katanya.

“Apa yang ingin kau dengar? Eum…” kata Kyuhyun dengan nada setengah bercanda.

 

Sungmin merengut dan menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun.

“Kyu~ aku serius. Aku cemas denganmu. Sejak kemarin kau melamun terus. Apa ada yang mengganggu pikiranmu, eoh?” Katanya.

 

“yeah, ada. Banyangan tentangmu yang selalu menganggu pikiranku” Kata Kyuhyun tersenyum jahil seraya mencubit ujung hidung Sungmin, membuat si pemilik hidung merona malu.

 

“Kyu~~” rajuk Sungmin pura-pura manyun.

 

Kyuhyun terkekeh dan membelai wajah Sungmin.

“Kau tidak perlu cemas, ini bukan masalah besar” Katanya.

“Kau yakin?” Tanya Sungmin kembali memandang kekasihnya itu dengan cemas.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum menyakinkan. Sungmin diam sesaat memandang Kyuhyun dan akhirnya mendesah. “Jika menurutmu begitu” Katanya. Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin beranjak duduk dan kembali berceloteh dengan riang, sementara Kyuhyun mendengarkan seraya memeluknya dari belakang. Kali ini Kyuhyun benar-benar mendengarkan. Ia tersenyum dan hampir memperat pelukannya setiap kali mendengar suara aegyo Sungmin yang begitu cute >.<

 

Kyuhyun berusaha mengabaikan perasaan tidak nyaman yang kembali muncul. Entah firasat buruk apa itu, tapi diam-diam Kyuhyun berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi sang Cinderella. Ia rela melakukan apapun demi menjaga Sang Cinderella untuk tetap disisinya, meski itu membuat dirinya menjadi korban kebencian Yesung. Itu tidak masalah.

 

Sungmin menghentikan celotehannya saat Kyuhyun mendekati wajahnya. Ia tersenyum dan membiarkan Kyuhyun mengecup dengan lembut bibir plump miliknya. Setelah berciuman beberapa kali Kyuhyun mengakhirinya dengan mengecup lembut leher putih Sungmin dan berbisik,

 

“Aku mencintaimu Cinderella. Sekarang dan selamanya…”

 

t.b.c

One thought on “Dance with me Cinderella / part 20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s