Dance with me Cinderella part 21

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 21

“Hey apa kalian mendengarnya?”

“Gossip itu, eoh?”

“Yeah. Kudengar Kim Ryeowook selama ini……”

 

Henry menghentikan tangannya yang sedang sibuk menggoreskan pensil pada buku sketsa miliknya. Ia sedikit menoleh memandang sekumpulan para gadis yang sedang bergosip didekatnya. Henry hanya diam memperhatikan mereka. Tiba-tiba para gadis itu berhenti bicara dan terlihat terkejut. Henry berpikir mungkin karena ia sedang memperhatikan mereka. Tapi kemudian Henry sadar bahwa para gadis itu berhenti bukan karena dirinya, tapi karena seseorang yang kini sedang berdiri disampingnya.

 

Henry menoleh. Itu Ryeowook. Dan semenit kemudian para gadis penggosip itu beranjak pergi, mungkin tidak nyaman dengan pandangan tanpa ekspresi dari Ryeowook. Ryeowook beranjak duduk disamping Henry dengan sedikit mendengus kesal.

 

“Mereka membicarakanku lagi. Dasar gadis-gadis penggosip” kata Ryeowook.

 

Henry tersenyum dan kembali menggoreskan pensilnya pada buku sketsanya dengan tenang, menampilkan sosok yang hampir sempurna. “Sepertinya gossip itu masih belum memudar sepenuhnya” Katanya.

 

“Heum…gossip tentang aksiku selama ini, eoh? Tapi kenapa mereka masih saja membicarakannya, padahal aku sudah berhenti?” Kata Ryeowook.

 

“Biasanya orang-orang seperti itu memiliki ingatan yang lebih baik, dan rasa ingin tahu yang lebih besar” Kata Henry.

 

“Cih, tidak berguna” Kata Ryeowook kesal.

“Tapi jika mereka terus bicara, kelak Sungmin hyung akan mengetahuinya juga bukan? Seluruh rahasiamu akan terbongkar” Kata Henry.

 

Ryeowook terdiam sesaat, kemudian menyeringai kecil.

“Yeah, aku akan menunggu saat itu tiba” Katanya.

 

Henry menghentikan tangannya sesaat dan menoleh pada Ryeowook. Ia terkekeh kecil.

“Kenapa kau tertawa?” Tanya Ryeowook heran.

“Tidak, aku hanya merasa lucu” Jawab Henry.

 

Henry kembali menggerakkan tangannya, kembali sibuk dengan gambarnya.

“Apanya yang lucu?” Tanya Ryeowook mengernyit tidak mengerti.

 

“Kita. Kau, Yesung hyung, Sungmin hyung, aku. Aku berpikir, hubungan ini sangat menarik. Dengan semua rahasia itu, sisi hitam kita. Entah bagaimana hubungan ini bisa bertahan. Persahabatan yang aneh, eoh?” Kata Henry.

 

Ryeowook terkekeh mendengarnya dan kemudian menyeringai.

“Sisi hitam? Jika maksudmu aku dan Yesung hyung adalah hitam, dan Sungmin hyung adalah putih. Lalu bagaimana denganmu sendiri, eoh?” Katanya.

 

Henry tersenyum, seulas senyum yang sulit dijelaskan.

“Entahlah. Abu-abu mungkin” Katanya.

 

Ryeowook hanya terkekeh kemudian memandang Henry yang kembali asyik dengan buku sketsa miliknya. Dengan sedikit penasaran Ryeowook mencoba mengintip, namun kemudian ia tersenyum saat melihat sosok yang sedang digambar oleh Henry.

 

“Lagi-lagi kau menggambarku” Kata Ryeowook.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Henry setelah menyelesaikan gambarnya.

 

Ryeowook tersenyum.

“Itu gambar yang sangat bagus. Aku menyukainya” Jawabnya.

“Senang mendengarnya.” Kata Henry tersenyum.

 

Ryeowook memperhatikan Henry yang sedang merapikan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tasnya. Pandangan Ryeowook tertarik dengan handycam mini milik Yesung di dalam tas Henry.

 

“Kau akan merekam Kyuhyun lagi di malam final nanti?” Tanya Ryeowook.

“Tidak, tugasku sudah selesai. Aku akan memberikan hasil rekaman ini pada Yesung hyung nanti dan sisanya urusan Yesung hyung” Jawab Henry menutup tasnya.

 

Ryeowook terdiam sesaat. Henry menoleh.

“Semua akan berakhir sebelum malam final kedua. Yesung hyung akan mengakhiri semuanya” Kata Henry.

 

Ryeowook terkekeh kecil kemudian tersenyum penasaran.

“Aku penasaran, bagaimana kisah aneh ini akan berakhir yah?” Katanya.

“Entahlah, aku juga penasaran” Kata Henry terkekeh.

 

????

 

Di sebuah café. Henry memberikan handycam mini pada Yesung. Yesung menyalakan handycam mini itu dan memeriksa hasil rekaman di dalamnya sesaat, kemudian tersenyum.

 

Good job Henry” Katanya kemudian menghubungkan handycam mini itu dengan laptop miliknya.

 

Henry menyesap secangkir teh yang masih mengepul miliknya kemudian meletakkan cangkirnya perlahan. Ia memandang Yesung yang mulai sibuk dengan laptopnya. Entah apa yang sedang dia kerjakan.

 

“Kalau begitu, aku sudah selesai ne?” Tanya Henry.

“Ne, terima kasih Henry. Sisanya urusanku” Jawab Yesung tanpa mengangkat kepalanya dari layar laptopnya.

 

Henry memperhatikan Yesung yang masih sibuk dengan laptopnya.  Menyadari Henry sedang memperhatikannya, Yesung menghentikan kegiatannya dan mengambil cangkir black coffe disamping laptopnya. Ia menyesapnya sesaat.

 

“Henry, kau mau mengikuti permintaanku ini bukan tanpa alasan” Katanya meletakkan cangkirnya kembali diatas meja.

 

“Jadi, kau menawarkan sebuah kerja sama. Begitu hyung?” Tanya Henry.

 

Yesung tersenyum sesaat.

“Gossip tentang Wookie itu, bukankah itu cukup mengganggu? Aku bisa mengurusnya jika kau mau” Katanya.

 

Giliran Henry yang tersenyum. Ia menyesap tehnya sesaat dan meletakkan cangkirnya perlahan, kemudian memandang Yesung. “Itu tidak perlu. Tidak penting” Katanya.

 

“Kau yakin? Jika terus dibiarkan, Sungmin akan tahu semuanya. Kau tidak ingin melindungi kekasihmu itu, eoh?” Tanya Yesung sedikit mengernyit.

 

“Aku akan melindunginya dengan caraku sendiri. Hyung tidak perlu khawatir” Jawab Henry dengan tersenyum.

 

“Terserah” Kata Yesung.

 

Hening sejenak. Yesung menikmati black coffe miliknya seraya memperhatikan layar laptopnya, sementara Henry memandang cairan berwarna cokelat yang mengisi cangkir putihnya. Cairan itu bergolak pelan saat Henry memainkan cangkirnya. Ia sedikit bergidik pelan saat berpikir, ambisi Yesung kini telah berubah menjadi sebuah dendam, kebencian yang berbahaya.

 

Henry tahu, sudah sejak lama pria bermata kecil itu menginginkan sang Cinderella. Bukan tanpa alasan Yesung selalu berada disisi Sungmin, melindunginya dari para pengejarnya dengan segala cara. Yeah, segala cara.

 

“Kau tahu Henry, orang yang sudah nekat bisa melakukan apa saja” Kata Yesung memecah keheningan.

 

Henry mengangkat kepalanya memandang Yesung.

“Yeah, aku tahu. Dan saat ini kau sedang melakukannya. Kau menyeramkan hyung” Katanya.

 

Yesung terkekeh. Ia meletakkan cangkirnya dan tersenyum, mungkin lebih tepatnya menyeringai kecil memandang Henry. “Aku hanya ingin membuat mereka menyesal Henry” Katanya.

 

“Lalu bagaimana, jika semua rencana itu gagal?” Tanya Henry.

 

Seringaian Yesung memudar sesaat.

“Kau tahu aku tidak pernah gagal Henry. Aku mampu melakukan segala cara” Jawabnya sangat yakin.

 

Henry tersenyum mengerti.

“Yeah, aku tahu. Karena itu, aku mau menuruti permintaan gilamu kali ini. Aku ingin menikmati pertunjukanmu itu hyung” Katanya.

 

Henry memandang jam tangannya sesaat kemudian berdiri.

“Kita masih ada kelas terakhir siang ini. Hyung tidak masuk?” Tanyanya.

“Tidak. Masih ada hal yang harus aku selesaikan. Aku akan mengirim undangan special untuk nyonya Cho sore ini” Jawab Yesung menyeringai.

 

“Baiklah kalau begitu. Aku pergi” Kata Henry bersiap pergi.

“Oh ya, Henry” Panggil Yesung.

 

Henry menoleh.

“Apa kau tahu jalur perdagangan gelap yang bisa aku akses dengan mudah?” Tanya Yesung.

 

Henry mengernyit sesaat mendengar pertanyaan Yesung.

“Yeah, aku tahu satu yang bahkan bisa ditembus oleh anak dibawah umur. Tapi, kenapa hyung bertanya tentang itu?” Tanyanya.

“Kupikir, mungkin suatu saat nanti aku membutuhkannya” Jawab Yesung santai.

 

Henry terdiam sesaat memandang Yesung, berusaha menebak jalan pikiran pria bermata kecil itu. Namun kemudian Henry tersenyum. “Yesung hyung, bolehkah aku memberikan satu saran sebagai seorang sahabat?” Tanyanya.

 

Yesung hanya diam memandang Henry. Dengan tersenyum santai Henry berkata,

“Kau boleh berambisi hyung…tapi semakin tinggi ambisimu, semakin sakit jika kau terjatuh nanti. Mungkin sebaiknya kau berhati-hati dengan ambisimu itu hyung”

 

Kemudian Henry beranjak pergi. Yesung hanya diam memandang sosok Henry yang menghilang dibalik pintu café. Kemudian ia tersenyum mendengus, seolah tidak peduli. Yesung menyesap black coffe miliknya sesaat kemudian kembali sibuk dengan laptopnya. Yeah, ia benar-benar tidak peduli. Sedikit lagi, ia akan mengakhiri kisah aneh ini.

 

????

 

Sore di kediaman keluarga Cho. Nyonya Cho memandang kamar Kyuhyun yang kosong. Ia menutup pintu kamar Kyuhyun dan beranjak turun. “Ahra, dimana adikmu? Ibu belum melihatnya sejak pagi tadi” Tanya nyonya Cho pada putrinya yang sedang membaca buku didepan TV.

 

“Entahlah. Mungkin masih di kampus. Katanya dia pulang telat malam ini” jawab Ahra tanpa mengangkat kepalanya dari buku.

 

“Pulang telat lagi?” Tanya nyonya Cho.

“Ada acara di kampusnya. Biasalah bu, anak muda” Jawab Ahra santai.

 

Nyonya Cho hanya tersenyum menggeleng kemudian beranjak ke kamarnya. Saat ia baru saja menyentuh kenop pintu kamarnya, seorang pelayan datang mendekatinya.  “Maaf nyonya, ada kiriman untuk anda” Pelayan itu memberikan sebuah amplop cokelat berukuran sedang pada nyonya Cho.

 

“Baiklah, terima kasih” Kata nyonya Cho menerima.

 

Kemudian pelayan itu beranjak pergi. Nyonya Cho beranjak masuk ke dalam kamarnya seraya memperhatikan amplop itu dengan teliti, namun ia tidak menemukan nama pengirimnya. Ia duduk diranjangnya dan membukanya. Isinya ternyata sebuah kartu undangan, sebuah CD dan beberapa lembar foto. Nyonya Cho mengernyit saat melihat foto-foto tersebut, itu foto putranya, Kyuhyun bersama seorang pemuda berwajah manis. Mereka tampak bahagia dan seperti sedang…menari?

 

Nyonya Cho membuka kartu undangan itu dan kembali mengernyit. Dalam kartu undangan itu tertulis tentang malam final dance contest tahunan universitas Seoul yang akan diadakan di Hall universitas Seoul, jam 8 malam ini.

 

Universitas Seoul? Bukankah itu kampus putranya? Ia pernah mendengar ada dance contest tahunan seperti ini di universitas Seoul, tapi tidak mungkin Kyuhyun ikut serta dalam dance contest ini kan? Kyuhyun tahu tentang peraturan keras yang ia berikan perihal menari. Tapi, sebulan terakhir ini Kyuhyun selalu pulang telat dengan berbagai alasan. Mungkinkah?

 

Dengan rasa penasaran dan kecurigaan yang tiba-tiba terasa meningkat nyonya Cho memutuskan untuk menonton CD tersebut di laptop miliknya. Ia terkejut saat menonton isi CD tersebut, yang ternyata adalah rekaman tentang Kyuhyun. Kyuhyun yang diam-diam berlatih menari saat SMA, Kyuhyun yang kembali menari di dance contest bersama seorang pemuda berwajah manis, pemuda manis yang sama yang ada didalam foto. Nyonya Cho hanya diam terkejut menonton, dan 20 menit kemudian setelah rekaman itu selesai ia mematikan laptopnya dengan marah. Sepertinya nyonya Cho benar-benar sangat marah.

 

????

 

Ini adalah malam pertama final dance contest. Hall universitas Seoul mulai dipenuhi oleh orang-orang yang ingin menonton, padahal acara baru akan dimulai 30 menit lagi. Seluruh kursi telah penuh oleh orang-orang yang sebagian besar adalah pendukung sang Cinderella. Diantara deretan kursi-kursi penonton itu ada Eunhyuk dan Donghae yang duduk dengan tidak sabar. Donghae terus memandang jam tangannya dan sesekali memandang panggung yang tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda acara akan segera dimulai.

 

“Ah, kenapa acaranya belum dimulai juga?” Kata Donghae.

“Duduklah dengan tenang Hae” Kata Eunhyuk yang sama tidak sabarnya.

 

Donghae mengedarkan pandangannya pada semua kursi yang terisi penuh, tidak ada satupun kursi yang kosong. Namun kemudian Donghae kembali menoleh pada Eunhyuk.

 

“Hey Hyukie”

“Hn?”

 

“Kenapa aku tidak melihat mereka?”

“Mereka siapa?”

 

Eunhyuk menoleh memandang Donghae tidak mengerti.

“Mereka, sahabat Cinderella. Ini malam penting bagi Sungmin, seharusnya mereka datang untuk mendukung sahabat mereka bukan?” Kata Donghae.

 

Eunhyuk mengedarkan pandangannya sesaat. Donghae benar, diantara penonton-penonton yang terlihat antusias ini Eunhyuk tidak melihat ketiga orang itu. Yesung, Ryeowook dan Henry.

 

“Entahlah” Kata Eunhyuk seraya berdiri.

“Kau mau kemana?” Tanya Donghae.

 

Toilet. Masih ada waktu sampai acaranya dimulai kan?” Jawab Eunhyuk.

“Yeah, 25 menit lagi” kata Donghae memandang jam tangannya.

 

Kemudian Donghae beranjak mengikuti Eunhyuk ke toilet. Sementara itu di salah satu ruangan yang telah dipersiapkan oleh panitia, Sungmin dan Kyuhyun menunggu. Kyuhyun dan Sungmin duduk berdua di sebuah sofa panjang. Mereka telah siap dengan kostum mereka.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang duduk disampingnya, terus menggerakkan jemarinya dengan tidak tenang. Sepertinya sang Cinderella sedang gugup. Kyuhyun tersenyum dan menyentuh tangan Sungmin, menghentikan jemari Sungmin yang terus bergerak sejak tadi. Sungmin menoleh memandang Kyuhyun.

 

“Sepertinya aku gugup Kyu…” katanya.

“Apa kau akan berguling jika sedang merasa gugup seperti saat ini?” Tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menyenggol kekasihnya pelan seraya merengut. Kyuhyun terkekeh kecil.

“Aissh, aku benar-benar gugup Kyu” Katanya.

 

Kyuhyun tersenyum dan menggenggam kedua tangan Sungmin dengan erat, seolah sedang memberi ketenangan. Sungmin mengerjap memandang kekasihnya. Aneh, ada perasaan hangat yang tiba-tiba muncul dan membuatnya tenang. Rasanya sangat hangat dan nyaman. Seolah perasaan gugup tadi menguap entah kemana. Apa ini semacam sihir?

 

“Berikan rasa gugup itu padaku hyung. Kemudian kita akan menari dengan baik di atas panggung nanti, ne? Aku disini bersamamu” kata Kyuhyun lembut.

 

Sungmin memeluk Kyuhyun dan tersenyum.

“Yeah, ayo kita lakukan yang terbaik nanti library boy” Katanya.

 

Kyuhyun tersenyum dan membelai kepala Sungmin dengan lembut. Namun tiba-tiba Sungmin melepaskan pelukannya dan terdiam. “Kenapa?” Tanya Kyuhyun heran.

 

“Aku harus ke toilet” Jawab Sungmin seraya berdiri.

“Mau kutemani?” Tanya Kyuhyun.

 

“Tidak perlu. Aku akan segera kembali” Jawab Sungmin seraya beranjak pergi.

 

Kyuhyun hanya tersenyum melihat kekasihnya yang pergi dengan terburu-buru. Ia melirik jam di dinding sesaat, masih ada waktu 25 menit lagi. Kemudian Kyuhyun memutuskan untuk berlatih sendiri untuk menunggu waktu. Kyuhyun berdiri dan mulai berlatih menari sendirian tanpa iringan musik.

 

Terdengar suara ketukan perlahan di pintu. Kyuhyun menghentikan latihannya dan menoleh. Ia memandang sosok yang berdiri diambang pintu. Kyuhyun tersenyum dan beranjak mendekatinya.

 

“Ryeowook ssi, kau datang?” Kata Kyuhyun.

????

 

Sungmin berjalan dengan cepat menuju toilet. Ia sedikit merutuk, karena jika sedang gugup Sungmin harus selalu ke toilet. Satu lagi kebiasaan buruk sang Cinderella. Sesampainya di toilet yang sepi itu, Sungmin segera masuk ke dalam salah satu bilik toilet dan menyelesaikan hajat kecilnya.

 

Setelah hajat kecilnya selesai Sungmin menekan tombol flush pada toilet dan merapikan kembali celananya. Saat Sungmin akan keluar ia mendengar suara orang masuk, dua orang. Salah satu dari mereka masuk ke dalam bilik disebelah Sungmin. Mereka mulai mengobrol. Tunggu, sepertinya ia mengenal suara ini.

 

“Hey Hyukie”

“Hn?”

 

“Apa menurutmu mereka tidak akan datang? Para sahabat Cinderella itu”

“Entahlah, kenapa kau peduli?”

 

????

 

Saat Eunhyuk dan Donghae masuk ke dalam toilet, tempat itu terlihat sepi, hanya salah satu pintu bilik toilet yang tertutup menandakan bahwa ada seseorang di dalamnya. Eunhyuk segera masuk ke dalam salah satu bilik toilet yang kosong, sementara Donghae asyik berkaca dan merapikan rambutnya.

 

“Hey Hyukie” Panggil Donghae.

“Hn?” Jawab Eunhyuk dari dalam bilik toilet.

 

“Apa menurutmu mereka tidak akan datang? Para sahabat Cinderella itu”

“Entahlah, kenapa kau peduli?”

 

Tidak lama kemudian terdengar suara flush air. Eunhyuk keluar dari dalam bilik toilet seraya menaikkan zipper celananya. Ia beranjak ke wastafel, berdiri disamping Donghae, dan membasuh tangannya. Donghae masih asyik merapikan rambutnya.

 

“Tidak, aku hanya berpikir, sebagai sahabat bukankah mereka seharusnya datang dan mendukung Cinderella?” Kata Donghae.

 

Eunhyuk mematikan kran wastafel. “Entahlah. Terkadang aku berpikir persahabatan mereka aneh” Katanya seraya mengeringkan tangannya dengan tissue.

 

“Aneh?” Donghae menoleh pada Eunhyuk, sedikit mengernyit.

 

Eunhyuk membuang tissuenya ke tempat sampah. Ia memandang cermin dan merapikan rambutnya. “Seperti…apa ya? Maksudku seolah mereka memiliki rahasia masing-masing yang mereka tutupi satu sama lain, semacam itulah” Katanya.

 

“Bukankah wajar jika kita memiliki rahasia yang tidak ingin sahabat kita ketahui? Itu privasi namanya” Kata Donghae.

 

“Kau tidak mengerti maksudku” Kata Eunhyuk sedikit mendesah.

“Tapi sepertinya mereka dapat berteman dengan baik, kupikir” Kata Donghae.

“Tapi kupikir, mungkin sebenarnya mereka tidak sebaik itu. Entahlah” Kata Eunhyuk.

 

Donghae terdiam sesaat, sedikit mengernyit tidak mengerti.

“Maksudmu?” Tanyanya.

 

Eunhyuk menoleh memandang Donghae.

“Apa kau tidak mendengarnya? Gossip-gossip itu mulai muncul kembali” Katanya.

“Apa?” Tanya Donghae.

 

“Sebenarnya ini gossip lama, tapi entah bagaimana gossip ini terdengar kembali akhir-akhir ini” Kata Eunhyuk.

 

Donghae sedikit merengut, mulai merasa kesal dengan Eunhyuk yang berteka-teki.

“Apa? Gossip apa?” Katanya.

 

Eunhyuk kembali memandang cermin dan merapikan rambutnya.

“Tentang kejadian dua tahun lalu itu..” Katanya.

 

Donghae terdiam sesaat, berusaha mengingat.

“Dua tahun lalu……ah, maksudmu kejadian saat Sungmin berusaha menyatakan perasaannya pada senior Kim Jungmo, tapi ditolak karena senior Kim Jungmo sudah memilih orang lain?” Kata Donghae teringat.

 

“Yeah, berita itu tersebar cepat berkat orang-orang yang selalu ingin tahu urusan orang lain itu. Para gadis penggosip itu” Kata Eunhyuk sedikit mencibir.

 

“Lalu apa hubungannya?” Donghae masih tidak bisa mengerti maksud dari pembicaraan Eunhyuk.

 

Eunhyuk berhenti merapikan rambutnya dan memandang Donghae melalui cermin.

“Kau tahu siapa orang yang dipilih senior Kim Jungmo?” Tanyanya.

 

Donghae menggelengkan kepalanya.

“Kim Ryeowook” Kata Eunhyuk dengan nada serius.

 

Donghae mengerjap, terkejut memandang Eunhyuk.

“Menurut gossip yang beredar, Kim Ryeowook sengaja melakukan hal itu. Bukan hanya pada Kim Jungmo, tapi semua orang yang pernah disukai Sungmin. Kim Ryeowook mendekati semua orang yang disukai Sungmin. Begitu gossipnya” lanjut Eunhyuk.

 

“Benarkah itu?” Tanya Donghae terkejut.

“Yeah, gosipnya Kim Ryeowook mengencani mereka. Tapi beberapa minggu kemudian dia meninggalkan mereka begitu saja” Jawab Eunhyuk.

 

“Kim Ryeowook merebut semua orang dari Cinderella? Itu sangat mengejutkan. Tapi kenapa? Bukankah itu artinya Kim Ryeowook menusuk sahabatnya sendiri dari belakang?” Tanya Donghae.

 

“Entahlah” Jawab Eunhyuk mengangkat kedua bahunya.

 

Donghae terdiam sesaat.

“Hey, jika gossip itu benar, maksudku jika memang Kim Ryeowook senang merebut seseorang dari Cinderella, apa mungkin dia akan merebut Kyuhyun dari Cinderella? Sekarang Kyuhyun ‘kan kekasih Cinderella” tanyanya.

 

Eunhyuk menoleh pada Donghae, sedikit terkejut. Ia terdiam sesaat.

“Entahlah. Itu ‘kan hanya gossip. Tapi, semoga saja tidak” Jawab Eunhyuk.

“Yeah, tapi jika gossip itu benar, kasihan Cinderella” Kata Donghae.

 

“Yeah, dia akan terlihat seperti Cinderella yang naïf” Kata Eunhyuk.

“Hey, 15 menit lagi acaranya dimulai. Kita harus kembali.” Kata Donghae memandang jam tangannya.

 

“Oh benar. Khajja” Kata Eunhyuk.

 

Eunhyuk dan Donghae beranjak pergi. Sepeninggal EunHae couple, salah satu pintu bilik toilet yang tertutup sejak tadi itu terbuka. Sungmin keluar dari bilik toilet itu. Wajahnya terlihat sangat shock.

 

????

 

Sungmin berjalan menuju ruang tunggu dengan langkah perlahan. Wajahnya terlihat shock dan bingung. Semangat yang tadi ia rasakan kini seakan menguap, karena pembicaraan yang tanpa sengaja ia dengar. Rasanya mengejutkan mendengar semua pembicaraan EunHae tadi. Semua pembicaraan itu terus tergiang dikepalanya.

 

“Apa kau tidak mendengarnya? Gossip-gossip itu”

 

“Kim Ryeowook merebut semua orang dari Cinderella?”

 

“Menurut gossip yang beredar, Kim Ryeowook sengaja melakukan hal itu. Bukan hanya Kim Jungmo, tapi semua orang yang pernah disukai Sungmin”

 

Seketika Sungmin mengutuk dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia tidak pernah tahu tentang semua gossip itu? Ia mengutuk karena tidak terlalu memperdulikan keadaan sekitarnya. Sungmin mulai berpikir, benarkah ia sungguh-sungguh mengenali orang-orang yang ia sebut sahabatnya itu?

 

“Seperti…apa ya? Maksudku seolah mereka memiliki rahasia masing-masing yang mereka tutupi satu sama lain, semacam itulah”

 

Sungmin menghentikan kakinya saat ia hampir sampai diruang tunggu. Ia tertegun. Kyuhyun sedang berbicara dengan Ryeowook didepan ruang tunggu mereka. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi mereka terlihat cukup akrab.

 

“Jika gossip itu benar, maksudku jika memang Kim Ryeowook senang merebut seseorang dari Cinderella, apa mungkin dia akan merebut Kyuhyun dari Cinderella?”

 

Sejujurnya Sungmin bukanlah tipe orang yang mudah percaya begitu saja dengan gossip. Mungkin lebih tepatnya ia terlalu mudah percaya pada orang lain. Tapi saat mendengar semua hal itu, Sungmin merasa seakan tubuhnya bergetar. Entah kenapa, rasanya sakit. Sungmin tersentak. Benarkah semua itu? Mungkinkah Ia memang terlalu naif selama ini?

 

“Yeah, dia akan terlihat seperti Cinderella yang naif”

 

t.b.c

 

5 thoughts on “Dance with me Cinderella part 21

  1. omg..sukses ini ff membuatku bergadang lagi..haha
    mian chingu ak meningalkan jejak d ch last ini..hihi..ini kebiasaannku..soalnya ud tanggung dan seru….ini trakhir update jan..T_T..sprtinya bs lama ini ff update..ad 3 ff yg critanya ak gantung,,sprtinya ak msti sbar menunggu..hhihi..
    nice chinguuu..ak tgg kelanjutannya..
    ak suka baca ff chingu disini..bagus2 dan kerennnn..feel nya dapat dan bahasnaya kerennn >.<…..
    fightinggggggg ^^..smoga chingu update cpt🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s