Dance with me Cinderella / part 3

Pairing       : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre        : Romance

Length       : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary    : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Part 3

Ryeowook dan Henry memandang loker Sungmin yang mereka buka. Hanya ada satu bingkisan cokelat didalam loker itu. “Eh? Hanya ada satu…” kata Henry.

 

“Aneh…kupikir loker Cinderella hyung akan meledak saking penuhnya…” kata Ryeowook menyenderkan tubuhnya di lemari loker.

 

“Kalian sedang lihat apa sih?” tanya Sungmin yang baru datang.

 

Ryeowook menoleh memandang Sungmin.

“Cinderella hyung~” kata Ryeowook seraya memeluk Sungmin.

“Sudah kukatakan, jangan memanggilku seperti itu Wookie. Kedengarannya aneh” kata Sungmin mengernyit.

 

“Tapi kau kan hyung’ku, dan kau kan Cinderella di kampus ini” kata Ryeowook melepaskan pelukannya, memandang Sungmin dengan puppy eyes miliknya.

 

“Terserah kau saja deh” kata Sungmin pasrah membuat Ryeowook tersenyum menang.

 

Henry masih memandang loker Sungmin.

“Apa yang sedang kau lihat Henry?” tanya Sungmin.

“Biasanya di komik dan film sering ada kan? Saat buka loker, cokelatnya langsung berjatuhan semua” kata Henry masih memandang loker Sungmin.

 

“Kurasa jika di dunia nyata itu tidak mungkin Henry” kata Sungmin mendesah.

 

Henry masih diam memandang loker Sungmin.

“Oh, semua cokelatnya telah di buang” kata Ryeowook menunjuk tumpukan cokelat ditempat sampah.

 

Henry menoleh memandang tempat sampah dan mengernyit sesaat.

“Waah…keterlaluan” kata Ryeowook menggelengkan kepalanya.

 

Sungmin hanya mendesah. Henry kembali memandang loker Sungmin.

“Kalau begitu, yang mengincar cokelat terakhirnya adalah aku” kata Henry seraya mengambil sebungkus cokelat dari loker Sungmin.

 

“Eh? Tapi itu kan punya Cinderella hyung” kata Ryeowook memandang cokelat ditangan Henry.

“Sudahlah. ambil saja kalau kau mau.” kata Sungmin.

 

“Gomawo hyung.” kata Henry tersenyum.

“Eh? Aku juga mau mochi.” kata Ryeowook.

 

Henry menjulurkan lidahnya pada Ryeowook kemudian beranjak pergi.

“Mochi!!” teriak Ryeowook seraya mengejar Henry yang terkekeh.

 

Sungmin mendesah dan tersenyum. Hal ini sudah biasa baginya. Sungmin menutup lokernya dan mencoba mengingat hari apa sekarang. Aah ya…benar, hari ini tanggal 13 Februari. Besok adalah hari valentine, dan besok malam adalah malam pesta dansa dimana ia harus memilih patner dance untuk dance contest. Semua ulah Henry dan Ryeowook.

 

“Ugh, pesta dansa… rasanya aku akan benar – benar menjadi Cinderella jika seperti ini terus” gumam Sungmin mendesah.

 

Sungmin memandang tumpukan cokelat ditempat sampah. Berpikir siapa yang tega membuang semua cokelat–cokelat itu ke tempat sampah? Dan lagi, akhir–akhir ini ada seseorang yang membuang semua surat–surat dilokernya. Ada seseorang yang tidak rela jika Sungmin menerima semua surat dan cokelat itu.

 

Sungmin terkejut saat tiba – tiba seseorang memeluknya dari belakang.

“Yo Cinderella” kata Yesung.

“Aigoo…” kata Sungmin mendesah.

 

Yesung terkekeh dan melepas pelukannya.

“Hari ini lokermu penuh lagi?” tanya Yesung.

“Hanya satu. Tapi Henry sudah mengambilnya” jawab Sungmin.

 

“Hanya satu? Aneh…” kata Yesung.

“Sisanya sudah menumpuk ditempat sampah” kata Sungmin menunjuk tempat sampah.

 

Yesung memandang tumpukan cokelat yang terlantar ditempat sampah, dan tersenyum kecil.

“Bagaimana denganmu hyung?” tanya Sungmin.

“Apa?” Yesung balik bertanya.

 

“Cokelat. Apa kau juga mendapatkannya?” tanya Sungmin.

“Sebenarnya……” kata Yesung.

 

Perkataan Yesung terhenti saat dua orang gadis datang. Dengan malu–malu mereka memberikan kotak cokelat mereka pada Yesung kemudian segera beranjak pergi. Yesung menunjukkan dua kotak cokelat ditangannya pada Sungmin.

 

“Yeah, aku tahu. Kau juga mendapatkannya” kata Sungmin tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Yesung mengikuti Sungmin dan membuang kotak cokelat ditangannya ke tempat sampah.

“Kenapa dibuang?” tanya Sungmin.

 

“Tahun kemarin aku mendapat cokelat yang di dalamnya ada ubi gosong. Aku juga pernah mendapat cokelat yang di dalamnya ada rambutnya. Heuh…untung aku menyadarinya. Aku pikir aku menjadi tidak menyukainya gara–gara itu” jawab Yesung mendesah.

 

“Tidak semua cokelat buatan sendiri itu buruk ‘kan” kata Sungmin.

“Memang sih…” kata Yesung.

 

Langkah mereka terhenti saat mendengar suara keramaian. Terlihat kerumunan orang berkumpul di lorong utama kampus. Mereka sedang melihat Kangin, Zhoumi dan Siwon yang sedang berulah. Yeah, mereka memang preman kampus yang merepotkan.

 

Kangin mendorong tubuh Kyuhyun ke dinding dan mencengkram pakaiannya. Ia memandang Kyuhyun dengan garang. Donghae berusaha membantu Kyuhyun, namun Zhoumi menghalanginya. Sementara itu Siwon bersender di dinding dan menikmati ulah dua temannya dengan tenang.

 

“Kau bilang apa bocah nerd?” kata Kangin garang.

“A…aku…ugh…tidak…” kata Kyuhyun.

 

“Lihat ulahmu bocah nerd. Pakaianku jadi kotor karena jus sialanmu itu” kata Kangin garang menunjuk noda jus jeruk yang mengotori kaosnya.

 

“A…aku tidak sengaja. Maaf” kata Kyuhyun.

“Maaf? Huh…” kata Kangin mendengus dan mendorong tubuh Kyuhyun ke dinding dengan kasar hingga kacamatanya terlepas dan terjatuh ke lantai.

 

Kacamata itu terlempar ke bawah kaki Sungmin. Sungmin memungutnya dan memandang Keributan yang sedang terjadi. “Oh, itu library boy. Apa yang sedang terjadi?” kata Sungmin.

 

“Ya! Lepaskan dia. Dia tidak sengaja” kata Donghae mulai kesal.

“Sepertinya ada yang bicara? Apa kau melihatnya Siwon?” tanya Zhoumi menoleh pada Siwon dan terkekeh.

 

“Mungkin dia butuh tangga supaya kau bisa melihatnya” kata Siwon terkekeh.

“Mwo?! Aku tidak pendek!!” kata Donghae marah dan mendorong Zhoumi.

 

“Oops. Ada orang ternyata.” kata Zhoumi terkekeh seraya menunjuk Donghae yang lebih pendek darinya.

 

“Aku tidak pendek!! Tiang listrik sialan!!.” kata Donghae mendorong Zhoumi kembali.

 

Namun karena Zhoumi lebih tinggi darinya, dengan mudah Zhoumi mencengkram tubuh Donghae. Zhoumi hanya tertawa saat Donghae berusaha meronta. Kyuhyun berusaha meronta dari cengkraman Kangin. Namun kangin lebih kuat.

 

“Lakukan sesuatu untuk membantunya Yesung hyung” kata Sungmin cemas.

“Itu merepotkan.” kata Yesung dengan nada malas. Ia sedang malas berurusan dengan Kangin dan dua temannya itu.

 

“Yesung hyung~!” kata Sungmin merajuk.

 

Disaat itu Eunhyuk menyeruak keramaian dan membantu dua sahabatnya. Ia berusaha berbicara dengan Kangin agar melepaskan Kyuhyun dan Donghae, namun gagal. Kangin mendorong tubuh Eunhyuk pada Siwon, yang segera ditangkap dengan sigap oleh Siwon.

 

“Urus dia Siwon.” kata Kangin.

“Araseo.” kata Siwon tersenyum seraya mencengkram tubuh Eunhyuk dengan kuat.

 

Suasana semakin ramai. Mereka hanya memandang dan sesekali bersorak “pukul dia” dengan senang. Tidak ada yang berani mengganggu Kangin dan dua temannya. Satu nasihat jika kau ingin hidup tenang di kampus ini, hindari berurusan dengan Kangin dan dua temannya. Karena itu tidak ada yang berani membantu Kyuhyun.

 

Sungmin mendesah tidak sabar, ia mulai tidak tahan.

“Hentikan” teriak Sungmin seraya beranjak ke depan.

 

Semua orang segera memandang Sungmin. Kangin melepaskan cengkramannya dan menyeringai memandang Sungmin. Kyuhyun terduduk dilantai dan sedikit terbatuk–batuk. Sungmin beranjak mendekati Kyuhyun dan memberikan kacamata ditangannya pada Kyuhyun.

 

“Kau tidak apa–apa?” tanya Sungmin.

“Y…yeah” jawab Kyuhyun mengerjap memandang Sungmin.

 

Sungmin berdiri dan merengut memandang Kangin.

“Lihat, Cinderella datang” kata Kangin menyeringai.

 

Zhoumi dan Siwon terkekeh.

“Kalian menyebalkan. Bisakah kalian melakukan hal lain selain menindas orang lain?” kata Sungmin merengut kesal.

 

Kangin terkekeh dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Sungmin. Namun tangan Yesung menahannya. Ia memandang Kangin dengan bosan dan mendesah. Kangin balik memandang Yesung dengan garang, namun Yesung memandang Kangin dengan pandangan berani – menyentuh – Sungmin – kubunuh – kau.

 

Yesung melepaskan tangan Kangin dan menoleh memandang Siwon dan Zhoumi yang terdiam. Mereka segera melepaskan Eunhyuk dan Donghae. “Apa maumu?” tanya Kangin seraya memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit akibat cengkraman Yesung.

 

Yesung menoleh memandang Sungmin dan mendesah karena tatapan puppy eyes milik Sungmin. Ia paling lemah dengan pandangan itu. “Aissh. Araseo,” kata Yesung mendesah. “Sebenarnya ini bukan urusanku, tapi lepaskan mereka” kata Yesung pada Kangin CS.

 

“Lepaskan mereka” Sungmin ikut bersuara dibelakang Yesung.

 

Kangin terkekeh dan menunjuk Sungmin.

“Buka bajumu” kata Kangin.

 

“Mwo? Kenapa harus membuka baju disini?” tanya Sungmin menolak.

“Buka! Atau aku tidak akan melepaskan mereka” kata Kangin.

 

“Tidak. Aku tidak mau buka” kata Sungmin menolak seraya merengut.

“Kenapa? Tidak perlu malu–malu. Aku tidak akan menertawakanmu.” kata Kangin terkekeh.

 

Zhoumi dan Siwon ikut terkekeh. Orang–orang semakin berkumpul dan memandang Sungmin dengan penasaran. Sang Cinderella akan membuka bajunya? Itu pemandangan yang tidak boleh terlewatkan. Kyuhyun memandang Sungmin dan menggigit bawah bibirnya membayangkan tubuh indah yang tersembunyi dibalik kaos pink itu.

 

“Ugh, apa yang sedang kupikirkan, bodoh” pikir Kyuhyun.

 

Yesung memandang Sungmin dan mendesah. Ia juga ingin melihatnya, tapi Yesung tidak ingin orang–orang juga menikmati melihat tubuh indah Sungmin. Yesung tidak akan rela.

“Pagi–pagi jangan berbuat seenaknya” kata Yesung berdiri menghadang Kangin.

“Seenaknya?” kata Kangin.

 

Kangin kembali terkekeh.

“Dengar, aku tidak pernah melakukan hal yang seenaknya! Aku hanya melakukan hal yang sangat menarik saja” kata Kangin.

 

“Bodoh” kata Yesung.

“Baiklah. Jika Cinderella tidak mau membuka bajunya, kau saja yang menggantikannya” kata Kangin menyeringai memandang Yesung.

 

“Mwo?” kata Yesung.

“Cepat, buka bajumu.” kata kangin memyeringai.

 

“Benar–benar bodoh.” kata Yesung.

“Ma..maaf” kata Eunhyuk menarik ujung pakaian Yesung.

 

Yesung menoleh. Eunhyuk dan Donghae sedang memelas memandang Yesung, sementara Kyuhyun hanya terdiam ditempatnya. Sesekali ia memperbaiki letak kacamatanya dengan gelisah.

 

“Tolong buka bajunya untuk kami. Baju saja juga tidak apa–apa” kata Donghae.

“Kalau tidak nanti kami yang akan disuruh telanjang oleh mereka. Aku tidak mau lagi seperti itu” kata Eunhyuk.

 

Yesung mengernyit melihatnya. Ia menoleh memandang Sungmin dan mendesah karena lagi–lagi menerima pandangan puppy eyes darinya. Yesung benar–benar lemah dengan pandangan itu. Yeah, daripada orang-orang harus melihat tubuh indah Sungmin, Yesung sungguh tidak rela dengan hal itu.

 

Eunhyuk dan Donghae terus memandang Yesung dengan pandangan memohon.

“Baiklah. Tapi jangan dekat–dekat,” kata Yesung pada Eunhyuk dan Donghae. “Sialan…” kata Yesung seraya membuka kancing jasnya.

 

Para gadis dan orang–orang antusias melihat Yesung yang mulai membuka kancing jasnya satu persatu, dan akhirnya memperlihatkan tubuhnya yang putih. Sungmin sedikit mengerjap memandang tubuh Yesung yang sempurna.

 

“Kyaaaaaaaa…………..!!!!” teriak para gadis antusias.

 

Kangin menutup kedua telinganya dengan kesal

“Aissh, ada apa dengan anak – anak perempuan itu? berisik!,” kata Kangin.

“Siwon, Zhoumi usir para wanita pengganggu itu!”

 

Para gadis itu segera pergi setelah Siwon dan Zhoumi mengusir mereka.

“Hm? Orang yang aneh! Terus lanjutkan, celananya juga buka” kata Kangin menunjuk celana Yesung.

 

“Kurang ajar juga kau!” kata Yesung mulai kesal.

 

Kyuhyun memandang Sungmin yang masih terpaku memandang tubuh Yesung. Sungmin tampak menyukainya. Entah kenapa sebersit perasaan perih muncul. Kyuhyun memperbaiki letak kacamatanya seraya mendesah dan beranjak pergi.

****

 

Dua cangkir cappuccino. Yesung dan Henry di café favorit mereka. Henry menyesap cappuccinonya seraya memandang Yesung.

“Mwo?” tanya Yesung.

 

Henry meletakkan cangkirnya dan terkekeh.

“Mwo?” tanya Yesung lagi, mengernyit memandang Henry.

 

“Anniyo. Hanya…aku tidak menyangka seorang Yesung mau membuka baju didepan umum hanya untuk melepaskan orang lain dari Kangin. Apa kau ini? Pahlawan kesiangan?” kata Henry kembali terkekeh.

 

“Aissh. Bagaimana lagi? Sungmin terus memandangku, kau tahu aku lemah dengan pandangan itu” kata Yesung memainkan cangkir cappuccinonya.

 

“Yeah, kau lemah terhadap Sungmin hyung” kata Henry menarik sudut bibirnya.

“Dan aku tidak rela jika orang–orang sialan itu melihat tubuh Sungmin” kata Yesung.

 

“Yeah, semua orang pasti ingin melihat tubuh Sungmin hyung. Tubuh itu pasti indah” kata Henry tersenyum membayangkan.

 

“Jangan membayangkannya. Wajahmu jelek sekali” kata Yesung menendang kaki Henry.

“Aouch…aku hanya membayangkan saja” kata Henry meringis kesakitan dan merengut memandang Yesung.

 

“Aku tahu pikiranmu bocah mesum” kata Yesung.

“Mwo? Aissh.  Wae? Kau takut aku menyentuhnya?” tanya Henry.

 

“Anni. Aku hanya takut kau tidak bisa menahan hasratmu kemudian melampiaskannya sendiri di dalam toilet” kata Yesung mencibir.

 

“M…mwo?” Henry terlihat terkejut dan malu.

“Bocah mesum” kata Yesung terkekeh.

 

Henry merengut dan menendang kaki Yesung, sementara Yesung hanya terkekeh.

By the way hyung, kau licik” kata Henry seraya menyesap cappuccinonya.

“Licik?” tanya Yesung.

 

Henry meletakkan cangkir cappuccinonya dan menyeringai memandang Yesung.

“Akhir–akhir ini loker Cinderella yang selalu kosong menjadi pusat perhatian. Semua surat dan cokelat yang diletakkan di dalam loker Cinderella selalu ditemukan di tempat sampah. Kau licik hyung” kata Henry.

 

Yesung menyesap cappuccinonya dengan tenang dan tersenyum.

“Aku hanya memastikan tidak ada yang bisa menarik perhatian Sungmin” kata Yesung.

“Bagaimana dengan pesta dansa? Sampai saat ini Sungmin hyung masih masih belum mendapatkan patnernya untuk contest, dan peminatnya sangat banyak” tanya Henry.

 

Yesung kembali tersenyum.

“Apa kau perlu bertanya lagi? Cinderella akan berdansa denganku besok malam” Jawab Yesung kemudian menyesap cappuccinonya dengan tenang.

 

****

 

Malam telah turun dan para mahasiswa sudah beranjak pulang. Namun suara musik masih terdengar menghentak dari ruang latihan. Sungmin bergerak dengan lincah mengikuti irama musik. Peluh sudah membasahi wajahnya yang cute, namun Sungmin masih menari dengan lincah. Sungmin tidak menari seorang diri. Dibalik cermin Kyuhyun juga menari bersamanya. Meliukkan tubuhnya mengikuti gerakan Sungmin yang sempurna, seperti bayangan yang mengikuti pemiliknya.

 

Sungmin berhenti untuk bersitirahat. Ia mematikan musik dan duduk bersender pada cermin. Ia menghapus peluh yang membasahi wajah cutenya dan meminum air mineralnya dengan haus. Dibalik cermin Kyuhyun juga duduk bersender, tepat dibelakang tubuh Sungmin. Ia mengatur nafasnya yang lelah dan meraih botol mineralnya.

 

Kyuhyun melirik cermin yang membatasinya dengan Sungmin. Selalu ada cermin yang membatasinya dengan Sungmin, padahal Kyuhyun selalu ada. Memperhatikannya dari balik cermin, menari bersamanya. Sosok itu seindah Cinderella, sehangat matahari pagi. Tapi Kyuhyun adalah the invisible yang selalu bersembunyi dibalik cermin hanya untuk berada lebih dekat dengan sosok itu.

 

Kyuhyun memandang Sungmin yang tidak pernah menyadari, Kyuhyun selalu bersamanya dibalik cermin. Sosok itu terasa begitu dekat, namun juga terasa jauh karena cermin yang menghalangi mereka.

 

Jika kau bertanya alasan ibunya melarang Kyuhyun menari, Kyuhyun juga tidak tahu jawabannya. Ibunya selalu berpikir menari hanya membuang–buang waktu. Tapi jika kau bertanya alasan Kyuhyun menari, Kyuhyun akan menjawab Sungmin adalah alasannya. Saat melihat Sungmin menari disebuah festival dance, Kyuhyun terpaku. Sosok itu begitu memikat dan lincah. Sosok itu seakan berpendar seindah Cinderella, dan Kyuhyun yakin dia memang seorang Cinderella.

 

Kyuhyun tertarik dengan dance, dan diam–diam terpikat dengan sang Cinderella. Kyuhyun mulai belajar menari hingga akhirnya ibunya marah dan melarangnya untuk menari lagi. Tapi diam–diam Kyuhyun tetap menari dan semakin menyukainya, juga semakin terpikat dengan pesona sang Cinderella. Karena hanya dengan menari Kyuhyun bisa lebih dekat dengan sosok indah itu. Tapi sampai kapan seperti ini?

 

Drrt…drrt…drrt…

 

Sungmin mengambil ponselnya yang bergetar diatas tasnya dan memandang sesaat ID caller yang tertera dilayar yang berkedip. Segera ia menjawabnya.

“ne, Yesung hyung?”

“………”

“tidak, aku baru selesai latihan”

“………”

“araseo, aku segera kesana”

Klik!

 

Sungmin meraih tasnya dan berdiri. Ia memandang cermin dan terdiam sesaat.

“Jika aku Cinderella, lalu siapa yang akan menjadi pangeranku? Seperti apa kisahku nanti?” tanya Sungmin tidak pada siapapun.

 

Sungmin tersenyum mendengus.

“Aigoo, ini menggelikan. Sepertinya ini akan menjadi kisah yang aneh.” kata Sungmin.

 

Dibalik cermin Kyuhyun terdiam memandang Sungmin yang beranjak pergi.

“Yeah, ini kisah yang aneh” kata Kyuhyun kemudian membereskan barang–barangnya dan beranjak pergi

 

t.b.c

4 thoughts on “Dance with me Cinderella / part 3

  1. Aigoo demi Sungmin Yesung rela jd pahlawan kesiangan hahaha…
    Persaingan antara Kyu n Yesung bakalan seru..
    Kamu hrs berusaha ekstra Kyu!!

  2. waah..tata bahasa nya keren!
    yg ni ff bwt’an sndiri kn kak?bkn..mksd aq ni gk ad remake”an kn…keren!
    bkn mksd aq gk ripyu d part 1 2 tp aq pikir part 3 bkal kena protect, haha
    daebak…klo yg ni cara pandang tokoh dr sisi nya kyuhyun kn?jrang bnget nih yg bgini, biasa nya kn selalu sungmin…aq bca part 4 dlu y…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s