Dance with me Cinderella / part 5

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 5

Sungmin berguling diatas ranjangnya. Detak jam terasa menggema diruangan kamarnya. Sungmin melirik jam yang menempel di dinding, jam 8. Seharusnya ia sudah berada di pesta itu, namun ia masih belum beranjak dari ranjangnya.

 

Drrt…drrt…drrt…

 

Sungmin meraba mencari ponselnya yang bergetar. Sebuah video call dari Ryeowook. Sungmin mendesah dan menjawab panggilan itu. Wajah Ryeowook muncul dilayar ponselnya, dengan hingar bingar pesta sebagai latar belakangnya.

 

“Aigoo. Cinderella hyung, kau masih belum bersiap? Semua orang sudah menunggumu. Cepatlah bersiap dan segera berangkat.”

 

Video call itu terputus sebelum Sungmin sempat membuka mulutnya. Sungmin melempar ponselnya begitu saja diranjang dan mendesah. Ia memandang langit–langit kamarnya dan kembali berguling–guling diatas ranjang. Terdengar suara pintu terbuka dan langkah kaki yang mendekat. Langkah itu berhenti disisi ranjangnya.

 

“Kau masih belum siap juga?” tanya Yesung.

 

Sungmin berhenti berguling dan membalik tubuhnya memandang Yesung. Jas hitam membalut tubuhnya dan sebuah topeng ditangannya. “Haruskah?” tanya Sungmin merengut.

 

“Semua sudah menunggumu” kata Yesung.

 

Sungmin semakin merengut dan kembali berguling diatas ranjangnya. Ia terus berguling dan berhenti saat kedua tangan Yesung menahan gerakannya. Yesung menunduk diatas tubuh Sungmin dan memandang sang Cinderella yang belum beranjak dari ranjangnya.

 

“Mworago?” tanya Yesung.

 

Sungmin memandang Yesung dan mendesah kecil.

“Ini menyebalkan” jawab Sungmin.

“Apa?” tanya Yesung.

 

“Semuanya. Pesta ini, Ryeowook, Henry, kau…semua hal tentang Cinderella ini” jawab Sungmin.

 

“Aku?” kata Yesung mengernyit.

“Kenapa hyung membiarkan mereka melakukan semua ini padaku?” tanya Sungmin.

 

“Karena…kau Cinderella kami?” jawab Yesung dengan nada bertanya.

Oh, please!” geram Sungmin memutar kedua bola matanya dengan jenaka.

 

Yesung terkekeh kecil.

“Kupikir, mereka hanya ingin membantumu” kata Yesung.

 

Sungmin mendengus.

“Apa aku memang tampak seperti Cinderella?” tanya Sungmin.

“Kau adalah Cinderella. Kau seindah Cinderella” jawab Yesung.

 

“Seindah…Cinderella?” kata Sungmin mengernyit.

 

Sungmin terdiam, rasanya ia pernah mendengar kalimat seperti ini sebelumnya. Seseorang pernah mengucapkan kalimat itu untuknya. Sementara Sungmin sedang berpikir, Yesung menjelajahi sosok dibawahnya dengan pandangannya. Sosok ini begitu menarik, begitu memikat seindah Cinderella. Sosok ini begitu dekat. Pandangan Yesung berhenti pada bibir plump yang seakan menggodanya.

 

Perlahan Yesung mendekati bibir plump itu, sementara sang pemilik masih berkutat dengan pikirannya sendiri. Namun saat jarak menjadi sangat dekat, ponsel Sungmin yang bergetar diatas ranjang menghentikan aksinya. Yesung tersentak dan menegakkan tubuhnya, sementara Sungmin mencari ponselnya yang terus bergetar.

 

“Ponsel sialan” gerutu Yesung dalam hati.

 

Sungmin mengambil ponselnya yang masih bergetar. Nama Ryeowook tertera pada ID Caller dilayar yang berkedip. Segera ia menjawabnya. Sungmin baru membuka mulutnya, namun suara Ryeowook yang terdengar tidak sabar di ujung telepon segera memotongnya.

 

“Jangan bicara apapun, aku tahu. Sebaiknya hyung cepat bersiap dan segeralah datang, atau aku yang akan menjemputmu!!”

Klik!

 

Sungmin memandang ponselnya dan mengernyit.

“Kelihatannya Wookie mulai tidak sabar” kata Sungmin.

“Kalau begitu, cepatlah bersiap. Kau tahu bagaimana bila Wookie mulai tidak sabar” kata Yesung.

 

“Araseo” kata Sungmin mendesah.

 

Sungmin segera beranjak turun dari ranjangnya dan membuka lemarinya. Ia hampir membuka kaosnya dan segera teringat dengan Yesung. Sungmin menoleh memandang Yesung yang duduk dipinggir ranjangnya.

 

“Erm…aku segera kembali” kata Sungmin mengambil pakaiannya dan beranjak ke toilet.

 

“Sayang sekali…” kata Yesung terkekeh kecil.

“Yesung hyung, aku mendengarmu~!” teriak Sungmin dari dalam toilet.

 

Yesung hanya terkekeh. Tidak lama Sungmin kembali dari toilet. Yesung terpaku, sosok itu terlihat begitu memikat. Bukan gaun berkilau seperti yang dipakai Cinderella dalam setiap dongengnya. Sebuah kemeja putih dengan sedikit renda dileher dan jas berwarna senada. Sosok itu terlihat semakin memikat.

 

“Apa? Mereka bilang, aku tidak harus pakai gaun ‘kan?” kata Sungmin.

“Tidak. Kau sempurna” kata Yesung tersenyum.

 

Sungmin tersenyum dan kembali bersiap, sementara Yesung duduk menunggu Sungmin dengan tenang. Meski ia bukan seorang gadis, Sungmin tetap ingin terlihat sempurna. Sedikit parfum dan make up, Sungmin merapikan poni rambutnya dan tersenyum puas. Ia tampak sempurna, sesempurna sosok Cinderella.

 

“Khajja Minie, kita harus berangkat sekarang. Kita sudah terlambat” kata Yesung memandang jam tangannya dan berdiri.

 

“Araseo. Ah, topengku…” kata Sungmin.

 

Sungmin mengambil topengnya dan beranjak pergi bersama Yesung. Tidak lama mobil Yesung sudah melaju dengan cepat dijalanan, membawa sang Cinderella ke tempat pesta. Cinderella sudah siap dengan pestanya, lalu bagaimana dengan sang pangeran?

 

****

 

Melalui pintu belakang, Eunhyuk dan Donghae masuk ke dalam rumah keluarga Cho. Mereka segera menuju kamar Kyuhyun. Kyuhyun terkejut saat sosok Eunhyuk dan Donghae muncul dikamarnya. Donghae menutup pintu kamar Kyuhyun dengan pelan.

 

“Bagaimana kalian bisa masuk?” tanya Kyuhyun.

 

“Ahra noona membukakan kami pintu belakang” jawab Eunhyuk.

 

“Sudahlah, cepat bersiap” kata Donghae.

 

Eunhyuk membuka tasnya dan mengeluarkan peralatan ajaibnya. Kyuhyun mengernyit melihatnya dan sedikit menghindar saat Eunhyuk mendekatinya. “Tunggu sebentar, sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Kyuhyun.

 

“Kau tidak lihat, kami ingin membantumu ke pesta itu” jawab Donghae.

“Tapi ibuku…” kata Kyuhyun.

 

“Ahra noona akan mengurusnya” kata Donghae.

“Cepat ganti bajumu” kata Eunhyuk memberikan sebuah kemeja dan jas hitam pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang pakaian ditangannya dengan ragu. Donghae mendesah tidak sabar dan mendekati Kyuhyun. Tidak lama pakaian itu sudah membalut tubuh Kyuhyun, tentu saja dengan sedikit paksaan. Eunhyuk segera mendudukkan Kyuhyun dan kembali mengambil peralatan ajaib lainnya, peralatan make up.

 

“Baiklah. Stylist Eunhyuk yang akan mengurusmu” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun hanya bisa pasrah saat Eunhyuk mulai mendadaninya. Mereka terkejut saat tiba–tiba pintu terbuka. Mereka terdiam dengan tegang sampai akhirnya kepala Ahra muncul diambang pintu.

 

“Aigoo…” kata Donghae terkejut.

“Ternyata noona, menganggetkan saja” kata Eunhyuk.

 

Ahra tersenyum meminta maaf dan menutup pintu perlahan.

“Bagaimana hasil karyaku?” tanya Eunhyuk.

 

Ahra memandang Kyuhyun dan tersenyum takjub. Hanya satu kata yang dapat menggambarkan semuanya. “Sempurna…” kata Ahra.

 

“Sudah kuduga” kata Eunhyuk tersenyum bangga.

“Benarkah?” tanya Kyuhyun.

 

Ahra mengganggukkan kepalanya.

“Cinderella pasti tidak akan berpaling darimu Kyu” jawab Donghae.

“Tapi, bagaimana dengan ibu?” tanya Kyuhyun.

 

“Ibu mengajak kita ke rumah bibi Kim malam ini, tapi aku sudah mengatakan kau tidak bisa ikut karena sakit. karena itu hanya aku dan ibu yang akan pergi. Aku akan berusaha menahan ibu lebih lama, tapi batas waktunya hanya sampai jam 12 tengah malam. Karena itu, kau harus kembali sebelum tengah malam. Arachi?” jawab Ahra.

 

Kyuhyun sedikit mengernyit dan menganggukkan kepalanya.

“Seperti dongeng Cinderella saja” gumam Kyuhyun.

 

“Tapi kau bukan Cinderella Kyu, kau adalah pangerannya dan Sungmin adalah Cinderellanya” kata Eunhyuk yang mendapat anggukan setuju dari Donghae.

 

Kyuhyun semakin mengernyit.

“Baiklah, tapi sepertinya cerita ini sedikit terbalik” kata Kyuhyun.

“Aah, Hyukie bisa bantu aku” kata Donghae yang sedang memakai kostumnya.

 

Segera Eunhyuk membantu Donghae. Tidak lama Donghae sudah tampil rapi dengan jas hitam yang membalut tubuhnya. “Aku akan berpesta denganmu” kata Donghae senang.

 

“Sudahlah. kalian harus pergi sekarang” kata Ahra memandang jam tangannya.

“Oh, benar. Kalian harus cepat. Jangan lupakan topeng kalian” kata Eunhyuk memberikan topeng milik Kyuhyun dan Donghae.

 

Donghae dan kyuhyun segera beranjak pergi, sementara Eunhyuk tetap dikamar Kyuhyun. Ahra mengantar mereka melalui pintu belakang. Ia memandang Donghae dan Kyuhyun yang sedang menuju mobil Donghae yang diparkir diseberang jalan. Ahra menutup pintu dan terkejut saat menoleh.

 

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya nyonya Cho.

“Aigoo, ibu mengejutkan saja” kata Ahra kaget.

 

“Dimana Kyuhyun?” tanya nyonya Cho.

“Erm…dikamarnya. Dia sedang tidur” jawab Ahra.

 

“Hmm…dia sakit?” tanya nyonya Cho.

“Yeah, karena itu dia tidak bisa ikut……” jawab Ahra.

 

Namun belum selesai Ahra bicara, nyonya Cho sudah beranjak ke kamar Kyuhyun di lantai 2.

“Omo, Eunhyuk…” kata Ahra teringat. “Erm, ibu……” Ahra segera menyusul ibunya.

 

Sementara itu dikamar Kyuhyun, Eunhyuk sedang membereskan peralatannya. Ia terdiam saat mendengar derap langkah kaki mendekat dan suara yang terdengar didepan pintu. “Kyuhyun, kau sudah tidur?”

 

“Omo, itu suara nyonya Cho. Bagaimana ini?” pikir Eunhyuk panik.

 

Segera Eunhyuk mematikan lampu dan bersembunyi didalam selimut Kyuhyun. Kenop pintu berputar perlahan dan terbuka. Nyonya Cho melangkah masuk dan beranjak duduk dipinggir kasur. Ia mengernyit memandang selimut yang menutupi seluruh tubuh (yang dikira) putranya.

 

“Kyuhyun, kau baik – baik saja?” tanya nyonya Cho cemas.

“Erm, ye…yeah. Aku baik–baik saja bu” jawab Eunhyuk merubah suaranya.

 

Nyonya Cho semakin mengernyit.

“Ada apa dengan suaramu Kyu?” tanya nyonya Cho heran.

 

Didalam selimut Eunhyuk semakin panik saat nyonya Cho berusaha untuk membuka selimutnya. “Buka selimutnya Kyu. Biar ibu memeriksa kondisimu” kata nyonya Cho.

 

Dibalik selimut Eunhyuk semakin panik. Beruntung Ahra segera datang.

“A…ahh, Kyuhyun sedang flu berat bu. Karena itu suaranya berubah” kata Ahra beralasan.

 

“Flu berat? Aigoo, kalau begitu buka selimutnya. Biar ibu periksa suhu tubuhmu” kata nyonya Cho kembali berusaha membuka selimutnya.

 

“Eeh…ibu biarkan saja Kyuhyun beristirahat, dia hanya butuh istirahat. Kenapa kita tidak segera berangkat saja bu? Bibi Kim pasti sudah menunggu kita” kata Ahra seraya mencoba menarik nyonya Cho pergi.

 

Nyonya Cho berdiri dan memandang Ahra dengan ragu.

“Tapi adikmu sedang sakit. Mungkin malam ini kita tidak jadi pergi saja. Biar aku menghubungi bibi Kim” kata nyonya Cho bersiap mengeluarkan ponselnya.

 

“Eh?! Tapi bu, kita sudah lama tidak bertemu dengan bibi Kim ‘kan? Aku sangat merindukannya” kata Ahra berusaha mencegah.

 

“Tapi adikmu sedang sakit Ahra, bagaimana bisa ibu meninggalkannya. Ah, seharusnya aku kembali lebih cepat” kata nyonya Cho mengeluarkan ponselnya.

 

“Tapi bu, ibu sudah berjanji dengan bibi Kim. Dia pasti akan sangat kecewa” kata Ahra.

“Tapi…” kata nyonya Cho ragu.

“Kyuhyun akan baik – baik saja. benar ‘kan Kyu?” kata Ahra.

“Ye…yeah. Aku akan baik–baik saja, ini hanya flu. Aku akan segera sembuh. Kalian pergilah, biar aku beristirahat dirumah” kata Eunhyuk merubah suaranya.

 

“Kedengarannya meragukan. Apa kau sudah minum obat Kyu?” tanya nyonya Cho masih ragu.

“Sudah kok bu” jawab Eunhyuk dibalik selimut masih merubah suaranya.

 

Nyonya Cho terdiam sesaat kemudian menyimpan kembali ponselnya.

“Araseo, karena aku sudah berjanji dengan bibi Kim. Kau beristirahatlah Kyu, kami akan segera kembali” kata nyonya Cho.

 

“Yeah, tentu bu” kata Eunhyuk.

 

Eunhyuk membuka selimut dan menghela nafas lega setelah nyonya Cho beranjak pergi.

“Hampir…” kata Eunhyuk mendesah lega.

 

“Eh, Hyukie kau tetaplah disini. Aku akan berusaha menahan ibu lebih lama. Arachi?” kata Ahra.

 

“Araseo noona” kata Eunhyuk.

 

Ahra beranjak pergi dan menutup pintu kamar Kyuhyun. Eunhyuk beranjak ke jendela dan memandang Ahra dan nyonya Cho yang bersiap pergi dengan mobilnya. Tidak lama mobil itu melaju pergi. Eunhyuk beranjak keluar kamar dan duduk didepan tv. Ia mengedarkan pandangannya dengan bosan ke seluruh rumah yang kosong, berpikir apa yang bisa ia lakukan selagi penghuni rumah ini tidak ada.

 

Eunhyuk tersenyum dan beranjak bermain dengan komputer milik Kyuhyun. Biasanya Kyuhyun tidak pernah memperbolehkannya bermain dengan komputernya, tapi kini ia bisa bermain sepuasnya, setidaknya sampai Kyuhyun kembali nanti. Eunhyuk tertawa senang.

 

****

 

Sungmin mengerjap memandang barisan orang–orang yang sedang mengantri didepannya. Barisan itu terlihat seperti tidak ada habisnya. Sungmin kembali menggelengkan kepalanya untuk ke sekian kalinya. Ia memainkan gelas wine ditangannya dan mendesah dengan bosan. Sudah 3 jam ia disini, dan mungkin ia sudah menolak puluhan kali. Dibandingkan sedang mencari patner untuk dance contest, Sungmin lebih merasa seperti sedang dipaksa untuk memilih calon pengantin.

 

Musik yang dimaikan oleh DJ terdengar menghentak Hall. Sosok Henry dan Ryeowook telah menghilang entah kemana, bercampur diantara orang–orang yang berdansa memenuhi lantai. Dibalik topeng berwarna putih yang menutupi matanya, Sungmin memandang dengan bosan para tamu pesta yang juga menutupi wajah mereka dengan topeng, namun tidak ada satupun yang menarik baginya. Sungmin menoleh memandang Yesung yang duduk disampingnya, menikmati gelas wine miliknya dengan tenang.

 

“Bisakah kita pulang sekarang? Ini membosankan” kata Sungmin merengut.

“Kau bahkan belum memilih. Oh tunggu, kau sudah menolak semuanya” kata Yesung.

“Itu karena tidak ada yang menarik bagiku. Mereka payah, aku tidak yakin mereka bisa menari dengan baik” kata Sungmin menggeram dengan bosan.

 

Yesung tersenyum dibalik topengnya dan menyesap wine miliknya.

“Tapi kau harus punya patner untuk mengikuti contest itu, bukan?” kata Yesung.

“Aissh. ini menyebalkan” gerutu Sungmin.

 

Sementara itu Kyuhyun dan Donghae baru saja datang. Topeng berwarna hitam dan silver menutupi mata mereka. Donghae mengerjap senang memandang suasana pesta yang ramai.  “Wuaa……aku suka pesta. Khajja Kyu” kata Donghae senang dan menarik Kyuhyun masuk.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya diantara keramaian pesta, mencari sosok sang Cinderella. Namun sosok itu tidak terlihat. “Apa kau melihatnya?” tanya Donghae.

 

“Tidak” jawab Kyuhyun.

“Kurasa dia masih disini. Oh……” kata Donghae kemudian beranjak pergi entah kemana.

 

Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya seraya mengedarkan pandangannya. Namun sosok indah itu tidak ditemukan. Kyuhyun memandang para tamu pesta yang seluruhnya memakai topeng, seperti dirinya. Dan Kyuhyun yakin, sosok indah itu tersembunyi diantara topeng–topeng ini. Kyuhyun harus menemukannya sebelum tengah malam berdentang. Tapi topeng yang mana?

 

“Dimana kau cinderella?” pikir Kyuhyun mulai gelisah.

 

t.b.c

2 thoughts on “Dance with me Cinderella / part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s