Dance with me Cinderella / part 6

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length       : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 6

“Aahh…sebaiknya aku pulang saja. Membosankan” kata Sungmin mendesah dengan bosan.

 

Namun sesuatu menarik perhatian Sungmin. Sungmin memperhatikan sosok itu, tinggi dengan topeng hitam yang menutupi matanya. Ditengah ruangan yang minim cahaya seperti ini, sosok itu seperti berpendar dengan cahayanya sendiri. Seperti sebuah pesona yang tersembunyi begitu lama. Pemuda tinggi itu berdiri diantara keramaian seperti sedang mencari seseorang. Dan sesuatu dalam kepala sang Cinderella memerintahkannya untuk mendekati sosok itu.

 

“Hai” sapa Sungmin.

 

Kyuhyun terkejut dan menoleh memandang pemuda yang menutupi wajah cutenya dengan topeng berwarna putih, namun ia tidak tahu bahwa sosok yang sedang berdiri didepannya saat ini adalah sang Cinderella yang sedang dicarinya.

 

“Oh, hai…” balas Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum.

“Pesta ini membosankan, huh?”

“Tidak juga. Pesta ini sangat meriah. Seperti dalam dongeng” kata Kyuhyun.

 

Sungmin terkekeh kecil.

“Seperti dalam dongeng? Tapi ini dongeng yang membosankan”

“Begitukah?” kata Kyuhyun.

 

Sungmin memandang Kyuhyun. Ada sesuatu dari mata yang tersembunyi dibalik topeng hitam itu. Ada sesuatu dari sosok ini yang membuat Sungmin ingin berada lebih lama bersamanya. Tapi siapa sosok dibalik topeng ini?

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya kembali. Ia dapat melihat Donghae yang sedang menggila ditengah pesta. Namun ia tidak melihat sosok indah Cinderella. Ia masih tidak menyadari bahwa sosok indah itu sedang bersamanya sekarang.

 

“Sepertinya kau sedang mencari seseorang” kata Sungmin.

“Eh?” Kyuhyun menoleh pada Sungmin.

 

“Kehilangan temanmu?” tanya Sungmin.

“Oh, tidak. Temanku sedang menggila disana” jawab Kyuhyun tersenyum menunjuk Donghae.

 

“Lalu siapa yang kau cari?” tanya Sungmin lagi.

“Owh, dia seindah Cinderella. Tapi…” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin sedikit tersentak mendengarnya.

“Dia seindah Cinderella katamu?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun tersenyum.

“Yeah, dia seindah Cinderella. Tapi kelihatannya aku datang terlambat. Mungkin sebaiknya aku pulang saja” jawab Kyuhyun.

 

Kyuhyun membalik tubuhnya dan beranjak pergi. Namun tangan Sungmin menghentikan langkahnya. Kyuhyun membalik tubuhnya dan menoleh. “Pesta ini sedikit membosankan. Maukah kau menari bersamaku?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun terdiam sesaat dan berpikir, mungkin tidak ada salahnya untuk menari sebentar.

“Tentu” jawab Kyuhyun.

“Bagus” kata Sungmin senang.

 

Sungmin meletakkan gelas wine miliknya dan menarik Kyuhyun menuju tengah lantai dansa. Menyeruak keramaian yang sedang asyik menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama musik yang menghentak.

 

“Tunggu sebentar” kata Kyuhyun melepaskan tangannya dan beranjak pergi.

 

Sungmin hanya mengernyit saat sosok Kyuhyun menghilang sesaat diantara keramaian. Kyuhyun beranjak mendekati DJ yang sedang asyik memainkan peralatannya dengan lihai.

“Bisakah kau memainkannya?” tanya Kyuhyun menyodorkan MP4 miliknya.

 

“Tentu” jawab DJ itu.

“Terima kasih. Track no 5” kata Kyuhyun beranjak pergi.

 

Kyuhyun kembali menemui Sungmin yang masih menunggunya diantara keramaian. Dan sebuah irama lembut terdengar mengalun memenuhi ruangan. Sungmin kembali mengernyit saat Kyuhyun menarik tubuhnya dengan pelan.

 

“Apa ini?” tanya Sungmin.

“Kupikir musik sudah berbicara” jawab Kyuhyun.

“Berdansa? Tapi kenapa aku yang harus menjadi wanitanya?” tanya Sungmin.

 

“Karena, kupikir kau cocok” jawab Kyuhyun santai.

“Mwo? Sudahlah” kata Sungmin tersenyum mendengus.

 

Mereka mulai berdansa dan perlahan jarak mereka semakin erat. Satu persatu orang–orang menyingkir, membiarkan pasangan itu menari. Sungmin dan Kyuhyun menari mengikuti irama yang terdengar. Mereka meliukkan tubuh mereka dengan sempurna, seolah menghayati irama lagu yang menggoda. Mendeskripsikan setiap keindahan dalam gerakan mereka. Mengabaikan keramaian pesta yang sedang memperhatikan mereka dengan takjub.

 

Yesung, Henry dan Ryeowook berdiri diantara keramaian. Mereka terkejut memandang pasangan yang sedang menari dengan indah ditengah lantai dansa. “Bukankah itu Cinderella hyung?” tanya Ryeowook.

 

“Yeah, itu Sungmin hyung” jawab Henry.

“Wuaa…mereka hebat sekali. Mereka menari dengan sempurna” kata Ryeowook kagum.

 

Henry melirik Yesung yang terdiam disampingnya, mengernyit tidak suka memandang pasangan yang sedang menari dengan indah ditengah lantai dansa.

“Siapa orang itu?” tanya Yesung.

 

“Entahlah. Tapi orang itu boleh juga. Dia menari dengan baik. Kurasa dia seorang penari yang handal” jawabHenry.

 

Henry terdiam saat Yesung mendelik memandangnya.

“Seharusnya tidak ada yang bisa menari dengan Cinderella malam ini, kecuali aku” kata Yesung geram memandang Kyuhyun yang masih menari dengan Sungmin.

 

****

 

Kyuhyun dan Sungmin berhenti menari setelah irama berakhir. Sungmin tersenyum puas. Kepalanya mengatakan, inilah yang dia cari. Sungmin membuka topengnya dan memandang Kyuhyun.

 

“Kau bilang, dia seindah Cinderella. Apa aku yang kau cari?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun terkejut menyadari sosok dibalik topeng putih ini adalah sosok yang ia cari sejak tadi, sang Cinderella. Sungmin masih memandang Kyuhyun, seolah mencari jawaban dari mata yang tersembunyi dibalik topeng hitam itu. Sungmin memandang mata kyuhyun. Entah mengapa Sungmin menyukai mata itu, begitu misterius, begitu mempesona.

 

“Siapa kau?” tanya Sungmin penasaran.

 

Kyuhyun masih diam terkejut, seolah lupa bagaimana caranya membuka mulut dan mengeluarkan kata–kata. Disaat itu, Donghae datang dan menariknya.

“Kita harus pergi sekarang. Sudah hampir tengah malam” kata Donghae.

“Celaka!” kata Kyuhyun teringat.

 

Kyuhyun dan Donghae segera beranjak pergi, mengabaikan keramaian yang sedang memperhatikan mereka dengan heran. Meninggalkan Sungmin yang penasaran. “Hey, kau melupakan MP4 milikmu” teriak DJ menunjuk MP4 milik Kyuhyun ditangannya.

 

Namun Kyuhyun tidak mendengar. Sungmin mengambil MP4 itu dari tangan DJ dan memandang Kyuhyun yang telah menghilang dibalik pintu. Sungmin tersenyum. Entah kenapa ia merasa senang.

 

****

 

Di mobil Kyuhyun tidak berhenti tersenyum.

“Aku tidak menyangka, aku telah menari dengannya. Aku bahkan tidak sadar itu dirinya saat dia mendekati dan mengajakku menari” kata Kyuhyun dengan senang.

 

“Bagaimana rasanya menari dengan Cinderella, huh?” tanya Donghae seraya mengemudi.

 

Kyuhyun memandang kedua tangannya, seakan masih merasakan kehangatan tubuh Sungmin yang tertinggal ditangannya. “Sangat menyenangkan hyung. Dia sangat pintar menari dan…tubuhnya sangat hangat. Aroma tubuhnya…aku tidak bisa melupakannya hyung~” jawab Kyuhyun tersenyum senang.

 

Donghae terkekeh melirik Kyuhyun.

“Aigoo… lalu apa kau sudah mengajaknya?” tanya Donghae.

 

Senyum Kyuhyun memudar perlahan, kemudian ia menggelengkan kepalanya.

“Mwo? Kenapa kau tidak mengajaknya? Tadi itu kesempatan bagus, bukan? Aissh…kau ini” kata Donghae.

 

“Bagaimana aku tahu yang menari denganku itu adalah Sungmin. Lagipula saat dia membuka topengnya aku sangat terkejut, aku bahkan lupa untuk bicara. Dan lalu kau datang dan menarikku pergi” kata Kyuhyun membela diri.

 

“Aissh, kau sudah melewatkan kesempatan emas Cho Kyuhyun. Kau tahu, kau sangat beruntung karena kudengar yang menari bersama Cinderella malam ini hanya kau. Sebelumnya Sungmin telah menolak semua orang” kata Donghae.

 

“Benarkah?” tanya Kyuhyun terkejut memandang Donghae.

 

“Yeah, sepertinya dia tertarik denganmu” jawab Donghae.

 

“Benarkah?” tanya Kyuhyun mengerjap memandang Donghae dan tersenyum.

 

Donghae hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Kyuhyun mengernyit merasa telah melupakan sesuatu. Ia meraba sakunya dan tersentak.

“Mworago Kyu?” tanya Donghae.

 

“MP4 milikku tertinggal hyung,” jawab Kyuhyun panik. “Aissh… gara–gara hyung aku jadi melupakan MP4 milikku. Itu kesayanganku dan berisi semua lagu–lagu favoritku.” kata Kyuhyun merengut.

 

“Hey, kau menyalahkanku? Ingat kata Ahra noona, batas waktu kita hanya sampai tengah malam. Dan…” kata Donghae terpotong karena ponselnya yang bergetar.

 

Donghae merogoh saku jasnya mengambil ponselnya yang terus bergetar.

“Hyukie…” kata Donghae membaca ID caller yang tertera di layar yang berkedip.

 

Segera Donghae menjawabnya. Suara Eunhyuk terdengar panik dan cemas di ujung telepon.

“Kuharap kalian cepat, karena nyonya Cho sudah pulang!!! Mereka hampir sampai!!!”

“MWO?! Araseo”

Klik!

 

Kyuhyun memandang Donghae yang terlihat cemas dan terkejut.

“Mworago hyung?” tanya Kyuhyun.

“Ibumu…mereka sudah pulang” jawab Donghae.

 

“Mwo?! Kalau begitu cepatlah hyung” kata Kyuhyun mulai cemas.

“Araseo” kata Donghae.

 

Donghae memacu mobilnya semakin cepat. Namun tiba tiba mobilnya berhenti.

“Kenapa berhenti hyung?” tanya Kyuhyun.

 

“Sial. Bensinnya habis, aku lupa mengisinya” jawab Donghae.

“MWO?! hyung~!!” teriak Kyuhyun semakin cemas.

 

****

 

Eunhyuk menutup ponselnya dan mengedarkan pandangannya, memandang keadaan rumah keluarga Cho yang kini berantakan karena ulahnya. “Nyonya Cho pasti akan membunuhku jika melihat kekacauan ini” kata Eunhyuk.

 

Eunhyuk tersentak saat mendengar suara deru mobil dari kejauhan. Ia beranjak memandang keluar jendela dengan cemas. Kemudian dengan cepat ia membereskan semua kekacauan, menutupi remah–remah makanan dibalik karpet, menyembunyikan sampah didalam pajangan vas kesayangan nyonya Cho, mematikan tv dan komputer Kyuhyun, dan berlari dengan cepat ke kamar Kyuhyun.

 

Sementara itu Kyuhyun berlari dengan cepat menuju kamarnya. Ia sampai dirumahnya tepat saat mobil nyonya Cho berhenti didepan rumah. Kyuhyun bersembunyi sesaat saat nyonya Cho dan Ahra turun dari mobil. Ahra yang melihat Kyuhyun segera mengalihkan perhatian nyonya Cho dan memberi tanda pada adiknya untuk segera masuk melalui pintu belakang.

 

Kyuhyun masuk melalui pintu belakang tepat saat nyonya Cho dan Ahra masuk melalui pintu depan. Perlahan Kyuhyun berlari ke kamarnya di lantai 2. Eunhyuk hampir meloncat kaget dari balik selimutnya saat pintu kamar terbuka.

 

“Hyung…” kata Kyuhyun.

 

Eunhyuk membuka selimut dan mendesah lega.

“Aissh, kau membuatku terkejut. Kenapa kau lama sekali? tunggu sebentar, dimana Donghae?” tanya Eunhyuk.

 

Kyuhyun segera menarik Eunhyuk dan menyembunyikannya di dalam lemari pakaiannya.

“Ceritanya panjangnya. Sekarang hyung diam disini dulu dan jangan berisik” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun melepas jas hitam yang dipakainya dan melemparnya ke dalam lemari, tepat ke wajah Eunhyuk. Eunhyuk mengambil jas yang menutupi wajahnya dan merengut.

“Aissh, araseo” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun menoleh saat mendengar suara derap langkah kaki mendekat dan perlahan kenop pintu berputar. Dengan panik Kyuhyun segera menutup lemari dan berlari ke ranjangnya. Sosok nyonya Cho muncul saat pintu terbuka. Ia memandang Kyuhyun yang terlelap dibalik selimutnya. Nyonya Cho beranjak ke sisi ranjang dan memeriksa suhu tubuh Kyuhyun sesaat.

 

“Syukurlah dia tidak demam,” kata nyonya Cho tersenyum. “Tapi, sepertinya rumah kelihatan sedikit berantakan. Siapa yang memasukkan sampah ke dalam vas kesayanganku?” kata nyonya Cho mengernyit seraya beranjak pergi.

 

Kyuhyun membuka matanya dan menghela nafas lega saat pintu kamarnya tertutup kembali. Kyuhyun beranjak membuka lemarinya dan mendengus. Eunhyuk telah tertidur dengan nyenyak di dalam lemari. Kyuhyun tersenyum, menutup lemarinya dan beranjak ke ranjangnya. Ia tersenyum senang. Kelihatannya ia akan bermimpi indah malam ini, tentang sang Cinderella.

 

t.b.c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s