Dance with me Cinderella / part 8

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 8        

Sudah 4 hari dan pencarian sang Cinderella masih belum berhasil. Sungmin memandang dengan bosan deretan panjang didepannya yang kelihatannya seperti tidak ada habisnya. Ia kembali menggelengkan kepalanya untuk ke sekian kalinya. Dari sekian banyak orang yang mengantri didepannya, tidak ada satupun yang mengetahui lagu–lagu dalam MP4 itu. Sang pangeran masih belum muncul.

 

“Sudahlah, ini tidak berguna. Aku lelah” kata Sungmin bosan dan beranjak pergi.

“Tapi hyung mereka…” kata Ryeowook.

 

Namun Sungmin tetap beranjak pergi, mengabaikan desahan kecewa yang terdengar dibelakangnya. Ryeowook hanya bisa mengangkat kedua bahunya kemudian menyusul Sungmin. Sementara itu tidak jauh dari antrian panjang yang mulai membubarkan diri itu, Yesung dan Henry berdiri memperhatikan.

 

“Sudah 4 hari dan orang itu belum muncul. Kau pikir Sungmin hyung akan menemukan orang itu?” tanya Henry.

 

“Kuharap tidak. Tapi…” Jawab Yesung.

“Apa? Hyung juga penasaran dengan orang itu?” tanya Henry menoleh memandang Yesung.

 

Yesung terdiam sesaat.

“Entahlah. Aku hanya merasa pernah melihatnya, seperti aku mengenalnya” kata Yesung tanpa menoleh.

 

“Hyung mengenalnya?” tanya Henry.

“Entahlah, aku tidak ingat” jawab Yesung mengangkat kedua bahunya dan beranjak pergi.

 

****

 

Sungmin melangkahkan kakinya menuju ruang latihan. Ruangan itu kosong. Sungmin melepas jaket yang membalut tubuhnya dan melakukan pemanasan di depan cermin. Ia melakukan beberapa gerakan tanpa diiringi musik. Sungmin menghentikan gerakannya kemudian beranjak menyalakan musik.

 

Hentakan musik terdengar memenuhi ruangan. Sungmin memandang cermin di depannya dan mulai menari. Biasanya gerakannya selalu sempurna, namun entah kenapa hari ini gerakan Sungmin sedikit kacau. Sungmin berhenti menari dan duduk bersender pada cermin, mengatur nafasnya sesaat yang sedikit lelah.

 

Mata itu masih bermain di dalam kepalanya, tak terlupakan. Dan kini Sungmin merasa sedih karena masih belum berhasil menemukannya. Bahkan ia mulai ragu bahwa mereka akan bertemu kembali. Jika saja Sungmin memiliki peri penolong seperti di dalam dongeng.

 

Sungmin tersenyum mendengus. Ia menyenderkan kepalanya di cermin dan memejamkan matanya. “Aissh…ini menyebalkan. Dimana kau pangeran?” gumam Sungmin.

 

Dibalik cermin Kyuhyun terdiam memandang Sungmin. Ia mengulurkan tangannya seakan ingin memeluk sosok indah itu, namun cermin menghalangi. Lagi–lagi cermin menghalangi, selalu seperti ini. Kyuhyun mendesah dan duduk bersender membelakangi Sungmin.

 

“Aku disini Cinderella. Aku selalu disini” kata Kyuhyun pelan.

 

****

 

“Dengar Kyu, mungkin ini kesempatan terakhirmu” kata Eunhyuk.

 

“Kau harus mengatakannya” kata Donghae.

 

“Tapi…” kata Kyuhyun ragu dibalik bukunya.

 

Donghae mengambil buku dari tangan Kyuhyun dan memandangnya dengan gemas.

“Kau ingin selamanya menjadi secret admirer?” tanya Donghae.

 

“Setidaknya katakan bahwa pemilik MP4 itu adalah kau. Kau yang menari bersama Sungmin malam itu” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun terdiam sesaat dengan ragu. Eunhyuk menoleh memandang Sungmin yang sedang berjalan mendekat. Wajahnya terlihat tidak bersemangat, terlihat bosan. Dengan gemas Donghae mendorong Kyuhyun ke arah Sungmin.

 

“Erm…hai hyung” sapa Kyuhyun.

Library boy” kata Sungmin menghentikan kakinya sesaat.

 

“Erm…ada yang ingin kukatakan. Sebenarnya aku…” kata Kyuhyun.

“Maaf library boy tidak sekarang. Aku sedang tidak mood saat ini” potong Sungmin tidak tertarik kemudian beranjak pergi.

 

Kyuhyun tertegun memandang Sungmin yang menjauh pergi, kemudian mendesah kecewa.

“Kalian lihat?” kata Kyuhyun sedih.

 

“Waktunya tidak tepat Kyu, dia sedang tidak mood” kata Donghae menghibur.

“Sudahlah” kata Kyuhyun beranjak pergi.

 

Namun Eunhyuk segera menahannya.

“Kita bisa memberitahunya dengan cara yang lain” kata Eunhyuk tersenyum.

“Maksudmu?” tanya Kyuhyun mengernyit.

 

“Biasanya Sungmin selalu pulang terakhir setelah latihan selesai, bukan? Dia akan tetap tinggal dan terus menari sementara yang lain sudah pulang lebih dulu” kata Eunhyuk.

 

“Lalu?” tanya Donghae.

 

Well, mungkin kalian bisa mengatakan ini kuno atau so drama, tapi aku tahu ini cara yang tepat” jawab Eunhyuk tersenyum miterius.

 

Kyuhyun mengernyit memandang senyum misterius Eunhyuk.

“Apa rencanamu hyung?” tanya Kyuhyun.

 

****

 

Ruangan ini sudah kosong, namun suara musik masih terdengar. Peluh telah membasahi wajah cutenya namun Sungmin masih menari dengan lincah. Beberapa menit kemudian Sungmin berhenti untuk beristirahat. Suara musik berhenti dan Sungmin merebahkan tubuhnya di lantai, memandang langit–langit ruangan tanpa suara.

 

Sungmin memejamkan matanya. Dan kembali mata itu bermain di kepalanya, tak terlupakan. Sungmin membuka matanya dan mendesah. Ia mulai berguling ke kanan dan kiri, kebiasaannya jika sedang merasa kesal atau sedih. Sungmin berhenti berguling dan kembali memandang langit–langit ruangan.

 

“Sial” kata Sungmin mendesah kesal.

 

Sungmin berdiri dan memandang cermin. Sosok di dalam cermin itu sempurna, sehangat matahari pagi, seindah sosok Cinderella. Itu adalah dirinya. Ia adalah Cinderella, begitu yang orang selalu katakan tentangnya. Sungmin mengernyit dan merengut. Jika ia Cinderella, lalu dimana pangerannya? Kenapa dia tidak kunjung datang juga? Apa dia terlalu malu untuk muncul dihadapannya? Atau dia takut? Ataukah dia tidak ingin bertemu dengannya kembali?

 

Sungmin mendesah dengan kesal. Ia memandang cermin didepannya, berharap sosok itu muncul dalam cermin ini. Sungmin memejamkan matanya dan mendesah pelan. Namun ia terpaku memandang cermin saat membuka matanya. Sosok yang baru saja diharapkan muncul dalam pantulan cermin. Apa ini bukan sekedar bagian dari harapannya tadi? Sebuah ilusi?

 

Sungmin menoleh ke belakang dan kembali terpaku. Tidak, ini bukan ilusi. Sosok itu nyata lengkap dengan topeng hitam yang menutupi matanya. Kesempurnaan dari pesona Pandora yang tersembunyi begitu lama.

 

Perlahan sosok itu berjalan mendekat. Sungmin memandang sepasang mata itu. Ada sesuatu dari mata itu yang memikatnya, dalam dan misterius namun juga hangat. Samar–samar Sungmin merasa jantungnya berdetak dengan abstrak dua kali lebih cepat. Ada apa ini?

 

“Kukira kau tidak akan pernah muncul” kata Sungmin tersenyum.

 

“Maaf……” kata Kyuhyun tersenyum.

“Maukah kau menari bersamaku lagi?” tanya Sungmin mengulurkan tangannya.

 

Kyuhyun terdiam sesaat memandang tangan Sungmin, tangan itu terlihat hangat.

“Tentu” jawab Kyuhyun akhirnya menyambut uluran tangan Sungmin.

 

Sungmin tersenyum. Suara musik kembali terdengar memenuhi ruangan. Sungmin dan Kyuhyun mulai menari bersama, meliukkan tubuh mereka mengikuti irama, mendeskripsikan keindahan dalam setiap gerakan mereka yang sempurna. Mereka menari seolah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan.

 

Kyuhyun hampir tidak bisa percaya. Tidak ada cermin yang menghalangi mereka, ia bisa memandangnya sedekat ini, bahkan menyentuhnya. Ia tidak lagi dibalik cermin, menari seperti bayangan yang mengikuti pemiliknya. Ia kini sedang menari bersama sang Cinderella.

 

Drrtt…drrtt…drrtt…

 

Ponsel Sungmin bergetar di dalam tasnya, namun pemiliknya tidak menyadarinya. Ia sedang larut dalam tarian mereka yang sempurna. Benda kecil itu terus bergetar, nama Yesung muncul dalam layar yang terus berkedip. Akhirnya benda kecil itu berhenti bergetar setelah bosan diabaikan oleh pemiliknya.

 

****

 

Yesung menempelkan ponselnya ditelinganya. Nada tunggu masih terdengar di ujung telepon, kemudian teleponnya terhubung ke mailbox. Yesung menutup ponselnya seraya mendesah kesal.

 

“Sungmin pasti sedang asyik menari. Padahal ini sudah malam” gerutu Yesung.

 

Langit malam telah turun dan waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Universitas Seoul telah sepi dari keramaian para mahasiswa, kecuali para mahasiswa yang mengikuti kelas malam. Yesung melangkahkan kakinya menuju ruang latihan.

 

Ia mengernyit saat melihat Eunhyuk dan Donghae yang sedang mengintip ke dalam ruang latihan melalui jendela. Mereka terlihat senang.  “Ini seperti didalam film” kata Donghae.

 

“Tapi ini ide yang bagus, bukan?” kata Eunhyuk tersenyum bangga.

 

“Yeah, yeah…” kata Donghae. “Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?”

“Mau bertaruh? Cinderella pasti akan mencoba membuka topeng Kyuhyun” jawab Eunhyuk tersenyum yakin.

 

“Yeah, kurasa kau benar” kata Donghae.

“Dan itu adalah kesempatan Kyuhyun agar Cinderella tahu semuanya. Bahwa yang menari bersamanya malam itu adalah Kyuhyun” kata Eunhyuk.

 

Eunhyuk dan Donghae terkekeh senang. Sementara itu tidak jauh dari tempat mereka, Yesung tertegun mendengarnya. Ia beranjak menuju ruang latihan dan mengintip melalui balik pintu yang sedikit terbuka. Cinderella sedang menari bersama seseorang. Yesung mengernyit memandang pemuda itu, tinggi dan tertutup topeng hitam. Namun gerakan tubuhnya sempurna dan lihai. Seakan menunjukkan ia sudah sering menari, diam–diam.

 

Yesung kembali teringat dengan waktunya yang telah terlewat. Masa sekolahnya, dan seseorang yang diam–diam selalu berlatih menari dengan keras.

“Orang itu…” kata Yesung berusaha mengingat dengan jelas

 

****

 

Sungmin dan Kyuhyun mengakhiri tarian mereka setelah alunan musik berakhir. Sungmin merebahkan tubuhnya mereka dilantai, sementara Kyuhyun duduk disampingnya. Mereka mengatur nafas mereka yang lelah.

 

Sungmin beranjak duduk dan memandang Kyuhyun. Kyuhyun menoleh tersadar dengan pandangan itu, pandangan yang sedang menjelajahi matanya. Sungmin masih memandang matanya tanpa suara. Sementara Sungmin tidak menyadari, pandangan itu membuat Kyuhyun gelisah dan sesak nafas seketika.

 

Kyuhyun semakin gelisah saat Sungmin beranjak semakin mendekat. Ia mengulurkan tangannya untuk melepas topeng yang menutupi mata Kyuhyun. Kyuhyun segera menahan tangan Sungmin dan memandang sosok indah yang sedang memandangnya penasaran. Ia mendesah pelan sesaat dan akhirnya melepaskan tangan Sungmin.

 

Dengan penasaran Sungmin melepas topeng itu, dan ia terkejut saat menyadari sosok dibalik topeng itu.  “Library boy?” kata Sungmin terkejut.

 

Kyuhyun menundukkan kepalanya dengan gelisah dan segera berlari pergi tanpa mengatakan apapun. Sungmin terpaku memandang sosok Kyuhyun yang menghilang dibalik pintu, kemudian memandang topeng ditangannya. Sementara itu Yesung muncul dari balik koridor, memandang Kyuhyun yang terus berlari menjauh. Yeah, ia ingat sekarang.

 

t.b.c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s