Dance with me Cinderella / part 9

Pairing      : KyuMin / YeMin / HenWook

Genre       : Romance

Length      : Chaptered

Warning     : Boys Love, shounen-ai

Disclaimer : Story belong to me, KyuMin and all name’s character belong to their self

Summary   : Menarilah bersamaku Cinderella, sebelum tengah malam berdentang…

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 9

Pagi yang lain kembali datang. Ketenangan terasa memenuhi ruangan kelas yang besar ini. Semua mahasiswa serius memperhatikan Teuki yang sedang memberi penjelasan di depan kelas. Kyuhyun memandang pria berwajah malaikat itu yang memberikan pelajaran dengan serius namun santai. Dimple terlihat menghiasi sudut bibirnya setiap kali ia tersenyum, membuatnya terlihat semakin menarik.

How cute…” gumam seorang mahasiswi yang duduk disebelah Kyuhyun pelan seraya tersenyum memandang professor Teuki.

 

Kyuhyun memutar kedua bola matanya dengan jenaka.

“Lagi–lagi professor Teuki memakai warna putih. Apa dia tidak punya warna lain?” pikir Kyuhyun memandang Teuki.

 

Kyuhyun menopang dagunya dengan satu tangannya dan mencoret dengan asal bukunya. Namun Kyuhyun menghentikan tangannya saat tersadar nama Sungmin telah memenuhi bukunya.

 

“Astaga…” kata Kyuhyun terkejut.

 

Kyuhyun segera menutup bukunya dengan malu. Peristiwa tadi malam kembali hadir dalam kepala Kyuhyun. Seperti sebuah mimpi, tapi seakan Kyuhyun masih dapat merasakan kehangatan saat memeluk sosok indah itu. Bahkan aroma tubuhnya masih terasa dalam indera penciumannya.

 

Kyuhyun memandang kedua telapak tangannya yang kosong dan membayangkan saat tangan hangat Sungmin memenuhinya. Sangat hangat. Kyuhyun mendesah, memandang keluar jendela dan berpikir, kini Sungmin telah mengetahuinya. Kyuhyun telah membuka topengnya. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?

 

Kyuhyun menoleh memandang Teuki yang masih mengoceh tentang materinya. Kemudian Kyuhyun memandang jam tangannya dan mendesah. Masih satu jam lagi sampai pelajaran berakhir. Kyuhyun mendesah dengan bosan dan kembali memandang keluar jendela.

 

Ketenangan itu terganggu saat tiba–tiba pintu kelas terbuka. Teuki menghentikan penjelasannya dan menoleh. Semua mata segera tertuju pada sosok indah yang muncul diambang pintu. Sungmin melangkah masuk dan tersenyum.

 

“Maaf professor, tapi saya ada perlu dengan salah satu mahasiswamu” kata Sungmin.

 

“Baiklah” kata Teuki tersenyum ramah.

 

“Terima kasih professor” kata Sungmin.

 

Sungmin mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas, mencari seseorang diantara keramaian kelas. Terdengar bisik–bisik yang bertanya, untuk apa Sungmin datang ke kelas mereka. Dan suara–suara yang menganggumi Sungmin, namun Sungmin mengabaikannya. Pandangan Sungmin berhenti pada Kyuhyun yang masih memandang keluar jendela. Sungmin tersenyum dan berjalan menuju kursi Kyuhyun.

 

Kyuhyun tersadar saat Eunhyuk menyenggolnya.

“Cinderella…” kata Eunhyuk pelan.

“Apa? Cinderella?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

 

Donghae menunjuk Sungmin yang telah berhenti didepan kursi Kyuhyun. Dengan tidak mengerti Kyuhyun menoleh dan terkejut. Ia mengerjap tidak percaya memandang sosok indah yang sedang tersenyum padanya.

 

“Su…Sungmin hyung?” kata Kyuhyun terkejut.

 

“Annyeong library boy” sapa Sungmin.

 

“Apa yang sedang kau lakukan dikelasku?” tanya Kyuhyun masih terkejut.

 

Sungmin tersenyum dan meletakkan sebuah MP4 didepan Kyuhyun.

“Aku hanya ingin mengembalikan benda ini dan memberitahumu bahwa aku sudah memasukkan namamu dalam pendaftaran tadi pagi” jawab Sungmin.

 

Kyuhyun berdiri dengan terkejut.

“Maksudmu?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

 

“Kau menjadi patnerku untuk dance contest tahun ini. Ahh…karena aku tidak tahu nomor ponselmu jadi aku datang ke kelasmu. Maaf ya…” kata Sungmin tersenyum.

 

Kyuhyun hanya memandang Sungmin.

“Boleh aku pinjam ponselmu?” tanya Sungmin menyodorkan tangannya.

 

Kyuhyun memberikan ponselnya dan memandang Sungmin tidak percaya. Sungmin mengutak–atik ponsel Kyuhyun sesaat kemudian mengembalikan pada pemiliknya.

 

“Baiklah, kita akan mulai latihan sore ini. Aku akan menunggumu diruang latihan, jangan terlambat,” kata Sungmin tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin berhenti sesaat dan berbalik.

“Ah ya, aku suka selera musikmu. No Other, aku suka lagu itu.” kata Sungmin kembali tersenyum dan kemudian berbalik pergi.

 

Teuki hanya tersenyum ramah saat Sungmin berterima kasih padanya dan beranjak pergi. Kyuhyun memandang sosok Sungmin yang menghilang dibalik pintu kelas yang kembali tertutup. Kemudian ia memandang ponselnya, menyadari beberapa digit nomor baru tersimpan di phonebook ponselnya. Nomor ponsel sang Cinderella.

 

Kelas terasa sangat tenang. Kyuhyun mengangkat kepalanya menyadari kini seluruh kelas sedang memandangnya tidak percaya dan terkejut. Beberapa orang saling berbisik tidak terima Kyuhyun menjadi patner dance Cinderella. Kyuhyun melirik dengan gelisah, bahkan Teuki pun sedang memandangnya tidak percaya. Kyuhyun mengambil tasnya, meraih MP4 miliknya yang tergeletak diatas meja dan segera beranjak pergi keluar kelas. Sementara Eunhyuk dan Donghae hanya saling memandang dengan terkejut di kursi mereka.

 

****

Yesung, Henry dan Ryeowook terkejut saat membaca nama–nama peserta dance contest tahun ini yang ditempel di papan pengumuman yang terletak di lorong utama kampus. Diantara sekian banyak nama yang terdaftar, nama Sungmin terselip diantaranya. Dan yang menjadi patnernya adalah…

 

“Cho Kyuhyun…?!” kata Ryeowook membaca. “siapa itu Cho Kyuhyun?” tanya Ryeowook.

 

“Kalau tidak salah, itu adalah orang yang ditolong Sungmin hyung dan Yesung hyung dari Kangin cs tempo lalu” jawab Henry.

 

“Bocah nerd itu? Kenapa Sungmin hyung memilihnya? Bahkan dia mendaftar tanpa memberitahu kita” kata Ryeowook merengut.

 

Henry melirik Yesung yang tidak bersuara sejak tadi. Ia merengut memandang papan pengumuman didepannya, wajahnya terlihat masam. “Jadi, Cho Kyuhyun itu orang yang menari dengan Sungmin hyung malam itu? Dia yang akhirnya menjadi patner Sungmin hyung untuk contest ini?” tanya Henry pada Yesung.

 

Yesung tidak menjawab dan beranjak pergi. Henry dan Ryeowook beranjak mengikuti Yesung.

“Cho Kyuhyun. Seharusnya dia tidak menari lagi” pikir Yesung.

 

Yesung berhenti saat bertemu dengan Kyuhyun. Kyuhyun berhenti sejenak saat berpapasan dengan Yesung, Henry dan Ryeowook. Ryeowook memperhatikan Kyuhyun dengan teliti.

 

“Inikah Cho Kyuhyun?” tanya Ryeowook pelan pada Henry.

“Yeah, dia Cho Kyuhyun” jawab Henry.

 

Ryeowook memandang Kyuhyun yang terlihat gelisah, terlihat sedikit tidak nyaman. Pandangan Ryeowook berhenti di mata Kyuhyun. Dan entah mengapa, Ryeowook menyukai mata itu. Ryeowook tersenyum kecil.

 

Kyuhyun menunduk dengan gelisah dan kembali berjalan melewati Yesung yang sedang memandangnya tanpa ekspresi. Henry memandang Kyuhyun yang menjauh pergi kemudian memandang Yesung.

 

“Lalu, apa yang akan kau lakukan hyung?” tanya Henry.

Let see then……” jawab Yesung beranjak pergi.

 

****

 

Kyuhyun duduk diatap kampus, memandang sekian digit nomor baru di ponselnya untuk ke sekian kalinya. Nomor Sungmin. Kyuhyun masih tidak percaya sang Cinderella memberikan nomornya sendiri, bahkan dia memilih Kyuhyun sebagai patnernya untuk dance contest tahun ini. Tanpa sadar jemari Kyuhyun menekan tombol call.

 

Tuut…tuut…tuut…

Terdengar nada tunggu.

“Eeh? tersambung? Aissh…” kata Kyuhyun tersadar.

 

Kyuhyun baru akan menekan tombol end saat terdengar suara di ujung telepon.

“Yoboseo?” suara sang Cinderella.

“Aigoo…bagaimana ini?” pikir Kyuhyun panik.

 

Kyuhyun menempelkan ponselnya ditelinga. Terdengar suara Sungmin yang mulai tidak sabar diujung telepon. Kyuhyun menarik nafasnya perlahan, mencoba mengatur degup jantungnya yang tiba–tiba berdetak dengan abstrak.

 

“Yoboseo…”

“Oh, Kyu~… ternyata kau. Mworago?”

“Ahh…tidak. Tidak ada apa–apa. Tidak sengaja terpencet, maaf”

 

Terdengar suara tawa Sungmin diujung telepon. Dan kembali degup jantung Kyuhyun berdetak dengan abstrak dua kali lebih cepat. Kyuhyun memandang ke bawah. Terlihat keramaian para mahasiswa yang memenuhi area kampus. Kyuhyun tersenyum saat menemukan sosok Sungmin yang berjalan dihalaman kampus seraya menenteng gitar pink kesayangannya. Sosok itu terlihat memikat meski dari jauh.

 

“Sudahlah, tidak apa. Sampai bertemu diruang latihan jam 3 nanti”

“Ne, hyung. Araseo”

“Ahh, library boy”

“Ne?”

“Ini nomormu?”

“Yeah, tentu saja”

“Ok. sampai bertemu nanti”

Klik!

 

Kyuhyun menutup ponselnya dan terdiam sesaat. Ia memandang ponselnya tidak percaya, baru saja ia berbicara dengan Sungmin ditelepon. Kyuhyun tersenyum senang dan mulai meloncat kegirangan, menarikan tarian pajama party & cooking cooking dengan senang. Terlihat bodoh dan memalukan? Biar saja, tidak ada yang melihatnya ‘kan. Ia sedang sendirian saat ini.

 

Kyuhyun berhenti menari saat menyadari Eunhyuk dan Donghae sedang memandangnya dengan aneh. Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya dengan malu, sementara Eunhyuk dan Donghae tertawa. Donghae tertawa seraya memegang perutnya.

 

Kyuhyun merengut memandang dua sahabatnya yang terus tertawa.

“Sudah puas belum tertawanya?” kata Kyuhyun.

 

Eunhyuk dan Donghae semakin tertawa keras, membuat Kyuhyun semakin merengut.

“Maaf, tapi…tadi itu lucu sekali” kata Eunhyuk menghentikan tawanya.

“Apa itu? Tarian baru?” kata Donghae masih tertawa.

 

Donghae berhenti tertawa saat Eunhyuk menyenggolnya.

“Maaf” kata Donghae menahan tawanya.

“Sudahlah. Kenapa kalian disini?” tanya Kyuhyun.

 

“Seharusnya kami yang bertanya. Sedang apa kau disini?” tanya Eunhyuk.

“Tiba–tiba semua orang di kelas menatapku, membuatku tidak nyaman. Bahkan professor Teuki juga memandangku” jawab Kyuhyun.

 

“Tentu saja mereka semua memandangmu Kyu. Bahkan mulai saat ini semua orang di kampus ini akan mulai memperhatikanmu” kata Donghae.

 

“Yeah, semua orang sangat terkejut. Menjadi patner dengan Cinderella? Itu impian semua orang di kampus ini, siapa yang tidak iri padamu” kata Eunhyuk.

 

“Sungmin sendiri yang menghampirimu ke kelas dan memberikan nomornya. Mengatakan bahwa kau menjadi patnernya. Ayolah Kyu, kau membuat semua orang iri” kata Donghae.

 

Kyuhyun hanya tersenyum.

“Kau tahu, kau menjadi pembicaraan di kampus saat ini. Kau beruntung” kata Eunhyuk.

 

Kyuhyun mendesah pelan.

“Mworago? Kau tidak senang?” tanya Donghae.

“Bukan. Aku sangat senang, aku bahkan tidak berani bermimpi tentang hal ini. Tapi semua perhatian itu membuatku tidak nyaman” jawab Kyuhyun.

 

“Yeah, itu resiko” kata Donghae.

“Lalu bagaimana dengan ibumu?” tanya Eunhyuk.

 

Kyuhyun kembali mendesah pelan

“Ibuku tidak boleh sampai tahu hal ini, atau matilah aku” jawab Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengambil MP4 miliknya dan menyumpal kedua telinganya dengan earphone. Lagu No Other terdengar mengalun di telinga. Kyuhyun memandang ke bawah. Memandang Sungmin yang sedang berkumpul dengan teman–temannya, atau para penggemarnya? Entahlah, tapi sosok itu tetap terlihat memikat. Seakan berpendar dengan indah diantara yang lain.

 

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi
Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

****

Kyuhyun mengerjap memandang keramaian diluar ruang latihan. Semua orang ingin melihat sang Cinderella berlatih, dan tentu saja melihat sehebat apa patner pilihan Cinderella. Mendadak Kyuhyun merasa tegang, padahal ini baru latihan, mereka bahkan belum mulai berlatih.

 

“Kyu~” panggil Sungmin seraya menyentuh pipi Kyuhyun dengan telunjuknya.

“Ne hyung?” jawab Kyuhyun menoleh.

 

“Kau tegang?” tanya Sungmin tersenyum.

“Apa?” tanya Kyuhyun.

 

“Apa mereka semua membuatmu tegang?” tanya Sungmin.

“Ah tidak. Hanya…” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin beranjak menutup tirai jendela seraya tersenyum meminta maaf kepada para penggemarnya diluar. Kemudian ia berbalik menghadap Kyuhyun. “Sekarang mereka sudah tidak membuatmu tegang lagi, bukan?” kata Sungmin.

 

“Eh, terima kasih hyung” kata Kyuhyun tersenyum.

 

“Mereka hanya penasaran denganmu” kata Sungmin seraya beranjak mendekati Kyuhyun.

 

“Yeah, sangat terlihat” kata Kyuhyun mendesah.

 

“Sudahlah, tidak perlu memperdulikan mereka. kita mulai berlatih saja. Aku akan menunjukkan gerakan–gerakannya dan ikuti setelah aku” kata Sungmin tersenyum.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Sungmin mulai menunjukkan gerakan–gerakan hasil koreografinya. Tidak sulit bagi Kyuhyun untuk mempelajarinya. Karena hampir setiap hari Kyuhyun selalu menari bersama Cinderella dibalik cermin. Ia bahkan hafal semua gerakan–gerakan ini dengan baik.

 

Sungmin tersenyum dan bertepuk tangan dengan senang saat Kyuhyun menari dengan sangat baik. “Sangat bagus. Kau mempelajarinya dengan baik Kyu” kata Sungmin.

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Latihan mereka berlanjut hingga senja telah tergelincir dari tempatnya. Kyuhyun dan Sungmin menghentikan latihan mereka dan duduk dengan lelah. Peluh sudah menghiasi wajah dan tubuh mereka.

 

“Sepertinya aku tidak salah memilihmu sebagai patnerku Kyu. Kau penari yang hebat” kata Sungmin mengusap keringat diwajahnya.

 

Kyuhyun kembali hanya tersenyum dan meminum botol air mineral miliknya. Sungmin memandang jam yang berdetak di dinding. “Jam 7. Kita lanjutkan latihannya besok Kyu. Yesung hyung pasti sudah menungguku” kata Sungmin.

 

“Araseo” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun dan Sungmin membereskan barang–barang mereka dan beranjak pergi. Sungmin tersenyum saat melihat Yesung sedang bersender di mobilnya seraya sesekali memandang jam tangannya.

 

“Yesung hyung~” panggil Sungmin.

 

Yesung menoleh dan menegakkan tubuhnya. Ia tersenyum pada Sungmin yang beranjak mendekatinya. Kyuhyun terdiam saat Yesung memandangnya, pandangan yang kurang bersahabat. Apa itu artinya ia dibenci?

 

“Sampai bertemu besok Kyu” kata Sungmin tersenyum.

“Ne, hati – hati dijalan hyung” kata Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin beranjak menaiki mobil Yesung. Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan sopan pada Yesung, namun Yesung hanya memandangnya. Yesung beranjak menaiki mobilnya dan mobil tersebut melaju pergi. Kyuhyun memandang mobil Yesung yang telah menjauh pergi dan mendesah. Perasaan perih kembali muncul setiap kali melihat Yesung.

 

“Apa mereka bukan kekasih? Selalu saja bersama” pikir Kyuhyun.

 

t.b.c

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s