If Only

Gambar

Pairing          : KyuMin

Genre            : Angst

Length           : Drabbale

Warning         : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Song              : Eddie Shin (Aziatix) – If Only

Summary       : If only I could stay there, right by your side

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Semilir angin bertiup pelan mengajak ilalang untuk menari, mengisi ketenangan yang terasa menyakitkan. Kyuhyun memandang langit yang mulai kelabu, mengharapkan hari yang lebih baik. Disisinya Sungmin duduk, sedikit menunduk. Wajah manisnya sedikit tertutup topi putih yang dipakainya. Kyuhyun menoleh, memandang sosok manis itu lekat-lekat. Ia masih saja terdiam, seolah sedang mencari kata-kata yang tepat. Tapi tidak ada satupun kata yang tepat untuk berbohong, lagi. Tidak ada lagi tempat untuk kebohongan. Kebodohan yang Kyuhyun sesali.

 

“Apa kau…baik-baik saja?” Kyuhyun bersuara pelan, memecah ketenangan diantara mereka.

 

Sungmin mengangkat kepalanya dan mengernyit memandang Kyuhyun seolah pemuda tampan itu salah bicara. Ia mendengus dan tertawa. Ada kepedihan yang terdengar dalam derai tawa itu. “Beritahu aku Kyu, apa kau akan baik-baik saja……jika aku berselingkuh dibelakangmu?” Katanya.

 

Kyuhyun terdiam.

“Bagaimana menurutmu Kyu” Kata Sungmin kembali.

“……maafkan aku” Kata Kyuhyun.

 

Sungmin kembali tertawa. Derai tawa yang menyimpan kepedihan. Kyuhyun terdiam memandang Sungmin. Saat ini yang paling Kyuhyun inginkan hanya satu, tetap berada disisi pemuda manis itu. Tapi masalahnya adalah, apa Sungmin masih mengijinkannya untuk tetap tinggal disisinya?

 

Jika saja Kyuhyun dapat mengeluarkan sosok manis Sungmin dalam kepalanya, mungkin akan lebih mudah baginya menerima perpisahan ini. Tapi seperti sebuah slide show yang rusak, sosok manis itu terus muncul dalam kepalanya bersama rasa bersalah yang begitu menyiksa. Kyuhyun mencoba untuk bersikap tenang, berpikir mungkin itu adalah jalan yang lebih baik. Tapi jika perpisahan adalah sebuah hukuman, maka itu adalah hukuman terberat bagi Kyuhyun.

 

Saat hari pertama Sungmin meninggalkannya, Kyuhyun merasa perlahan ia mulai kehilangan pikirannya. Setiap hari rasanya seperti ia digiling oleh rasa kesepian yang amat sangat. Meski Kyuhyun mengatakan ia akan mengatasi rasa kesepian itu dengan caranya sendiri. Toh, Kyuhyun tetap tidak mampu menghapus Sungmin. Semenit pun tidak.

 

Sungmin mendesah sesaat dan berdiri.

It’s over baby” Katanya.

 

Baru saja Sungmin akan melangkah pergi, dengan cepat Kyuhyun menangkap tangannya. Kyuhyun memandang sosok manis itu lekat-lekat, menggenggam tangannya dengan erat.

 

It’s over. Yeah, itu benar. Aku tahu. Tapi, I got one last thing to say. Just hear me out. If you don’t mind before you walk away,” Kata Kyuhyun.

 

Sungmin hanya diam memandang Kyuhyun.

“Aku tahu, aku sudah berbuat bodoh. But if I can make it up to you, I’ll never hurt you. No more never ever ever again,” kata Kyuhyun terdengar bersungguh-sungguh.

 

Sungmin masih diam, memandang Kyuhyun dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin semakin erat dan memandangnya dengan dalam.

 

If only you decide that I can stay it’s up to you. But deep inside, I know that’s what you wanna do. I put aside my childish ways. Done with playing games, if only I could stay. Can I stay there right by your side? ” Kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang Sungmin dengan gelisah. Sungmin masih tetap diam, seolah sedang berusaha mencerna semua perkataan Kyuhyun barusan. Ia menggigit pelan bibirnya, rasanya matanya mulai memanas. Akhirnya Sungmin menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun dan berkata lirih,

 

It’s too late Kyu. It’s too late.”

 

Dan kemudian Sungmin membalik tubuhnya, melangkah pergi. Ia sedikit menunduk dan menarik topi putihnya untuk menutupi air mata yang tidak bisa ia tahan lagi. Terisak, begitu dalam. Sementara itu Kyuhyun hanya terpaku memandang punggung Sungmin yang menjauh pergi. Pada akhirnya pemuda manis itu tidak mengijinkannya untuk tetap berada disisinya. Pemuda manis itu benar-benar menghukumnya. Kini ia benar-benar kehilangannya.

 

Kyuhyun mendongak memandang langit yang kelabu dan tertawa kecewa. Namun kemudian tawa itu perlahan berubah menjadi sebuah tangis penyesalan. Kyuhyun menangis perlahan, terisak tanpa suara. Pada langit kelabu ia berbisik lirih,

 

“Maafkan aku, Lee Sungmin……”

 

If only I could stay there right by your side

If only I could stay there where you and I we used to lie

but who am I to say that you are mine

If only I could stay there

 

Fin

6 thoughts on “If Only

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s