KyuMin series A : Let me be with you/ part 3

Pairing          : KyuMin / YeWook / slight KangMin

Genre            : Hurt

Length           : Chapter

Warning         : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary        : Malam itu, ingatanku mengkhianatiku sedemikian rupa. Hingga yang kumiliki hanya sebelas digit menuju dirimu.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 2

“Orang tadi itu kekasihmu?” tanya Kyuhyun.

“Dulu, sebelum dia meninggalkanku demi orang lain” jawab Sungmin.

 

Kyuhyun terdiam sesaat melirik Sungmin yang memandang keluar jendela dengan sedih. Kyuhyun menurunkan kaca jendela dan menyalakan musik. Lagu Bonamana segera mengalun dengan keras didalam mobil. Sungmin tersenyum memandang Kyuhyun yang memacu mobilnya semakin cepat, kemudian memandang keluar jendela. Sungmin mengeluarkan sedikit tangannya, menikmati angin yang menerpa tangannya. Merasakan ketenangan yang perlahan menemaninya. Melupakan Kangin yang tidak mempedulikan air mata yang telah Sungmin teteskan untuknya. Persetan dengan Kangin!

 

Sungmin memandang Kyuhyun. Entah kenapa ia merasa aman dan…senang. Ia senang bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi. Tapi setelah malam ini, apakah mereka akan bertemu lagi?. Kyuhyun menoleh menyadari pandangan Sungmin. Ia tersenyum dan memacu mobilnya semakin cepat melewati ketenangan malam. Membuat Sungmin tersenyum senang dan khawatir saat mobil Kyuhyun hampir menabrak mobil lain. Tapi Sungmin menikmati malam ini.

 

Part 3

 

Beberapa hari kemudian……

 

Sungmin menggeliat bangun saat bias matahari menerobos jendela dan menerpa wajahnya. Sungmin membuka mata dan beranjak bangun dengan kepala yang terasa berat. Ia mengedarkan pandangannya dan menyadari ia berada di kamarnya, sendirian. Sungmin memandang selimut yang menutupi tubuhnya dan memandang pakaiannya yang berserakan di lantai.

 

Sungmin mengernyit mencoba mengingat malam yang telah ia lewati, bersama Kyuhyun. Mereka bertemu lagi di malam yang lain dan menikmati malam bersama. Kyuhyun yang mengantar Sungmin pulang dan sepanjang perjalanan, Sungmin masih saja menggodanya. Dan tiba–tiba Kyuhyun hadir disebelahnya pagi itu, dengan kepala yang masih sama beratnya. Pagi itu Kyuhyun terbangun, dan pagi itu Kyuhyun yang menggodanya sampai semua pori–pori keringatnya menjatuhkan cairannya lagi. Mendengar suaranya yang membuat seluruh tubuh Sungmin mengejang dan bergetar. Namun pagi ini ia terbangun sendirian. Dan tiba–tiba Sungmin lupa segalanya, bahkan dengan nama Kyuhyun.

 

“Sial. Berapa botol vodka yang aku habiskan malam itu?” kata Sungmin seraya menyentuh kepalanya yang masih terasa berat.

 

Dibanding mengingat apa yang telah terjadi semalam, kepala Sungmin berpikir bagaimana cara untuk menghadirkan sosok Kyuhyun seperti malam yang sudah lalu. Sosoknya yang berada di atasnya atau dibawahnya, yang samar, yang menyenangkan. Seakan ia masih merasakan senyumnya di balik kegelapan. Sungmin mendesah. Beranjak turun dari ranjangnya dan beranjak ke kamar mandi tanpa memungut pakaiannya yang masih berserakan di lantai. Berharap ia dapat merasakan kembali malam yang telah lalu.

 

****

 

Sungmin mendesah dengan bosan dan memainkan gelas vodka ditangannya. Malam ini, lagi dan lagi, Ryeowook berhasil memaksanya untuk menemaninya ke club. Tentu saja untuk bertemu dengan Yesung. Sementara Ryeowook sedang sibuk dengan Yesung, Sungmin duduk sendirian menikmati vodkanya.

 

Sungmin mendesah. Ia masih saja lupa, bahkan dengan nama Kyuhyun. Kyuhyun pun dengan kurang ajar tidak meninggalkan apapun selain bau matahari ditubuhnya. Sungmin masih saja lupa saat Kyuhyun benar–benar meninggalkannya di hari berikutnya. Ia gelisah, sejenak Sungmin merasa seperti kehilangan pasir dalam genggamannya. Tapi Sungmin mengerti, serupa pasir dia benar–benar tidak bisa dipegang.

 

Sungmin mengedarkan pandangannya ke seluruh club, berharap dapat menemukan sosok Kyuhyun. Namun ia tidak menemukannya. Sungmin menoleh memandang Ryeowook yang sedang bergelayut manja dengan Yesung. Sungmin mendesah dengan bosan, menenggak habis vodkanya dan beranjak pergi.

 

Sungmin melangkahkan kakinya perlahan seraya mengedarkan pandangannya mencari sosok Kyuhyun di antara keramaian malam. Orang–orang yang masih memenuhi jalanan yang padat. Lampu–lampu jalan dan billboard yang menghiasi kota yang tidak pernah terlelap. Mobil–mobil yang menderu di jalanan.  Namun akhirnya Sungmin mendesah kecewa.

 

****

 

Hari–hari berikutnya Sungmin masih tetap mencari Kyuhyun disemua phonebook address teman–temannya. Ia tidak ingin bertanya pada siapapun dan akhirnya pencarian Sungmin tidak sia–sia. Sungmin menemukannya di antara hamparan ribuan nomor di phonebook address ponsel Yesung. Sungmin memandang layar ponselnya, sekian digit itu membuatnya lupa dengan apa yang sebenarnya akan ia lakukan. Sungmin begitu yakin bahwa nomor–nomor itu adalah dia. Bahkan Sungmin tidak peduli lagi dengan namanya.

 

Sungmin mematahkan janji yang tidak pernah ingin ia pegang. Melupakan janji bahwa ia tidak akan pernah mencarinya lagi. Tapi malam itu, ingatannya mengkhianatinya sedemikian rupa. Hingga satu–satunya kunci yang Sungmin miliki adalah sebelas digit menuju dirinya. Sungmin menekan tombol call dan menempelkan ponselnya ditelinga. Tidak lama teleponnya dijawab. Terdengar suara yang Sungmin ingat di ujung telepon.

 

“Yoboseo?”

 

Sungmin tersenyum. Suara itu kembali membuat Sungmin bergetar. Yeah, sebelas digit ini adalah Kyuhyun. Dan Sungmin ingat kembali dengan namanya. Cho Kyuhyun.

 

****

 

Drrt…drrt…

 

Sungmin membaca sebuah pesan baru di ponselnya, dari sebuah nomor yang tiba–tiba saja membuat Sungmin berdebar–debar. Kata demi kata mengingatkan Sungmin kembali akan Kyuhyun. Aroma tubuhnya, evil smilenya, pandangan matanya, vodka, dan sosoknya. Sosok yang seperti anak anjing hilang, yang tidak pernah akan bisa kau tinggalkan sendirian. Karena kau tidak tega, bahkan jika kau sudah mengucapkan selamat tinggal.

 

Sungmin tersenyum.

“Aku pikir, aku sudah melupakan malam itu” kata Sungmin.

 

Dua jam kemudian, bel pintu berbunyi. Sungmin beranjak membuka pintu dan terpaku.

“Hai” kata Kyuhyun tersenyum

 

Seperti rumah kue nenek sihir yang mengundang selera, sosok yang berdiri di depan Sungmin sekarang langsung mengundang selera satu jengkal di bawah perutnya.

“Hai Kyu, senang akhirnya bisa melihatmu lagi” kata Sungmin tersenyum.

“Merindukanku?” tanya Kyuhyun tersenyum jahil.

 

Sungmin membuka lebar pintunya mempersilakan Kyuhyun masuk. Kyuhyun melangkah masuk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah Sungmin. Seolah ia masih ingat setiap ruangan di rumah ini. Kyuhyun menoleh memandang Sungmin dan tersenyum.

 

“Sepertinya aku masih ingat dengan rumahmu hyung. Bunny, pink. Dan kamarmu di sana, aku benar?” kata Kyuhyun seraya menunjuk pintu kamar Sungmin.

 

Sungmin tersenyum.

“Yang kau ingat hanya kamarku saja?” kata Sungmin mengernyit.

 

“Aku masih ingat denganmu kok hyung,” kata Kyuhyun terkekeh kecil “Apa kabar?” tanya Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin dan Kyuhyun duduk bersama di sofa. Semakin lama jarak mereka semakin dekat. Obrolan panjang. Vodka, sentuhan, pelukan, dan ciuman. Tiba–tiba Kyuhyun membuat Sungmin seperti ingin meledak. Sungmin begitu menyukai gerak lidahnya yang seakan menari di dalam mulutnya, sehingga ia seperti ingin memakannya. Menelan dan menyimpannya di dalam tubuhnya selalu. Malam itu berakhir di kamar Sungmin yang tertutup.

 

****

 

Sungmin terduduk di ranjangnya. Memandang Kyuhyun yang berbaring disisinya dengan selimut yang menutupi tubuh mereka. Sungmin tersenyum kemudian bangkit dan menuju dapur, menyalakan kompor dan memanaskan air. Membuat kopi dengan tubuhnya yang masih juga telanjang.

 

Sungmin merasakan bau matahari yang melekat ditubuhnya. Begitu kuat mengalahkan bau parfum mahal manapun. Namun ia tetap saja suka dan tiba–tiba hampir mencintainya. Sungmin tersentak pada kenyataan bahwa ia hampir mencintai Kyuhyun. Cinta? Masih bisakah ia merasakannya, setelah air mata yang selalu menetes menghiasi kisah–kisah lamanya? Disakiti dan ditinggalkan.

 

Sungmin mendesah dan berhenti pada kata hampir, memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi. Sungmin kembali ke kamarnya dengan membawa kopi hangat. Ia meletakkannya diatas meja dan memandang Kyuhyun yang mulai memunguti pakaiannya yang tercecer. Sepintas Sungmin melihat kulit tubuh Kyuhyun yang telah kering dari keringat, melembab dan memaksanya untuk menarik Kyuhyun kembali ke sisinya. Tidak mengijinkannya pulang sampai pagi berikutnya. Malam itu Sungmin kembali tidur dengan semerbak bau matahari di sekitarnya.

 

****

 

Drrt…drrt…

 

One new message

 

From : Kangin

You don’t know what you got, till it’s gone.

The truth is, I miss you

 

Sungmin mengernyit tidak percaya membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Membacanya berkali–kali, menyakinkan dirinya bahwa pesan yang tertulis di layar ponselnya bukan halusinasi. Memeriksa sekali lagi, jika saja pesan ini salah kirim. Namun Sungmin sangat mengenal nomor pengirim yang tertera di layar ponselnya. Nomor Kangin.

 

Hah? What the hell…?! Ada apa dengan Kangin? Ada apa dengan dunia? Apakah dewi asmara sedang ingin beramah tamah dengannya? God Lord

 

Seketika ia merasa mual dan sesak. Sungmin menutup ponselnya dan mendesah.

“Siapa?” tanya Kyuhyun.

“Tidak penting” jawab Sungmin menggelengkan kepalanya pelan.

 

Malam ini Sungmin sedang bersama Kyuhyun, menyusuri pantai dengan tangan yang saling bertaut dengan hangat. Angin bertiup mempermainkan rambut. Pasir putih yang lembut, debur ombak yang seakan memainkan simfoninya, dan sapuan ombak yang menerpa kaki seakan merayu.

 

“Mantan kekasihmu itu?” tebak Kyuhyun.

 

Sungmin tidak menjawab dan hanya mengangguk kecil.

“Mworago?” tanya Kyuhyun.

“Molla. Tiba–tiba dia bilang rindu” jawab Sungmin.

 

“Mungkin dia baru sadar ternyata selama ini kau orang yang dia cari. His soulmate ?” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mendengus.

He’s taken. Dia sudah menjatuhkan pilihannya. Kangin memilih Leeteuk, bukan aku. seharusnya dia konsekuen” kata Sungmin.

 

Second chance, maybe ?” kata Kyuhyun melirik Sungmin.

“Too late. Memangnya dia mau apa lagi? Make a affair with me ? Meninggalkan Leeteuk?” kata Sungmin mencibir.

 

“Maybe…kalau sama–sama mau” kata Kyuhyun terkekeh.

Nope. I against any affair. Aku tidak percaya cinta bisa dibagi–bagi” kata Sungmin menggelengkan kepalanya dengan tegas.

 

Tidak ada yang bersuara selama beberapa menit. Hanya debur ombak yang masih memainkan simfoninya. Sungmin dan Kyuhyun menghentikan kaki mereka dipinggir pantai dan melepaskan tangan mereka yang masih bertaut. Sungmin memandang jauh ke lautan yang gelap. Seakan mencari kepercayaan tentang cinta yang hampir tidak bisa ia percaya lagi.

 

Kyuhyun memandang Sungmin yang terdiam. Matanya terlihat sedikit berkaca–kaca.

“Hyung” panggil Kyuhyun.

“Ne?” jawab Sungmin menoleh.

 

Kyuhyun mengulurkan tangannya dan memeluk Sungmin.

“Menangislah sepuasmu jika kau mau” kata Kyuhyun.

I’m fine. Aku merasa baik–baik saja kyu” kata Sungmin berusaha lepas dari pelukan Kyuhyun.

 

Namun Kyuhyun semakin memperat pelukannya.

No, you don’t. Kulihat matamu sedang bersiap untuk menangis” kata Kyuhyun.

“Kyu, aku tidak menangis…aku…” kata Sungmin mengelak.

 

Namun tanpa sadar sudut matanya mengeluarkan air mata yang telah ditahan sejak lama.

“Menangislah sepuasmu hyung” kata Kyuhyun.

 

Sungmin tidak bisa bertahan lagi. Ia menangis dipelukan Kyuhyun.

“Aku lelah disakiti. Aku bosan ditinggal. Aku jenuh…hiks…hiks,” kata Sungmin disela isak tangisnya.

 

Kyuhyun tidak bersuara dan hanya membelai kepala Sungmin dengan lembut. Memberikan ketenangan yang seketika menyelimuti Sungmin. “Sepertinya…aku hampir tidak percaya cinta itu ada. Atau mungkin ada, tapi bukan untukku. Tidak pernah untukku…” kata Sungmin terisak.

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya setelah Sungmin tenang. Ia mengusap sisa-sisa air mata di wajah Sungmin dengan lembut. “Aku tidak pintar bicara tapi, bukankah terlalu pagi untuk menyerah kalah? Never lose faith in love hyung!” kata Kyuhyun memberi semangat.

 

Sungmin terpana memandang Kyuhyun. Kyuhyun benar,  perjalanan cintanya belum apa–apa, masih terlalu dini untuk menyerah. “Hyung…,” Kyuhyun berbisik pelan di telinga Sungmin. “Maukah kau bersamaku? Maukah…kau menjadi milikku?”

 

Sungmin memandang Kyuhyun lekat–lekat. Terlalu dini untuk menyimpulkan. Tapi Sungmin tahu kalimat itu tulus, menggedor tepat di pintu hatinya yang sunyi. Berteriak ia masih bisa percaya dengan cinta. Sungmin hanya memandang Kyuhyun, seakan seluruh kata–kata menolak keluar dari ujung lidahnya. Yang Sungmin tahu, ia membiarkan saja ketika bibir tipis Kyuhyun bertemu dan menyentuh miliknya dengan lembut, seperti yang Sungmin rasakan di malam–malam lalu, namun kali ini terasa lebih lembut.

 

Sungmin tersentak dengan sebuah pikirannya yang datang tanpa permisi di kepalanya, ketika ia benar–benar hampir mencintai Kyuhyun. Seakan menghantam kepalanya dengan keras, menyadari bahwa ia benar–benar mencintainya. Ia ingin bersamanya. Sungmin memejamkan matanya saat Kyuhyun semakin mendekap erat tubuhnya. Mereka berciuman tanpa henti sampai sepi malam berganti menjadi melodi pagi.

 

t.b.c

12 thoughts on “KyuMin series A : Let me be with you/ part 3

  1. Sekarang siapa yg nyesel eoh ??
    Tp aq rada curiga” gt ama kyu d sni , tkut.a dya nyakitin ming lbih dari kang in dulu . . .

    Keep writing !😀
    HWAITING !!
    \(^_^)9

  2. Ntah npa aq malah ngerasa firasat buruk ya…
    Huaa… Takut kyu malah lebih nyakitin ming… Cz kyu masih misterius gtu

  3. Apa maksud kangin bilang kangen, sedangkan dia aja udah tega ninggalin ming demi orang lain …

    Wow, kyu ternyata bener2 cinta sama ming …
    Kau harus percaya kalau cinta itu masih ada ming …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s