KyuMin series A : Let me be with you / part 4

Pairing          : KyuMin / YeWook / slight KangMin

Genre            : Hurt

Length           : Chapter

Warning         : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary        : Malam itu, ingatanku mengkhianatiku sedemikian rupa. Hingga yang kumiliki hanya sebelas digit menuju dirimu.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 3

“Hyung…,” Kyuhyun berbisik pelan di telinga Sungmin. “Maukah kau bersamaku? Maukah…kau menjadi milikku?”

 

Sungmin memandang Kyuhyun lekat–lekat. Terlalu dini untuk menyimpulkan. Tapi Sungmin tahu kalimat itu tulus, menggedor tepat di pintu hatinya yang sunyi. Berteriak ia masih bisa percaya dengan cinta. Sungmin hanya memandang Kyuhyun, seakan seluruh kata–kata menolak keluar dari ujung lidahnya. Yang Sungmin tahu, ia membiarkan saja ketika bibir tipis Kyuhyun bertemu dan menyentuh miliknya dengan lembut, seperti yang Sungmin rasakan di malam–malam lalu, namun kali ini terasa lebih lembut.

 

Sungmin tersentak dengan sebuah pikirannya yang datang tanpa permisi di kepalanya, ketika ia benar–benar hampir mencintai Kyuhyun. Seakan menghantam kepalanya dengan keras, menyadari bahwa ia benar–benar mencintainya. Ia ingin bersamanya. Sungmin memejamkan matanya saat Kyuhyun semakin mendekap erat tubuhnya. Mereka berciuman tanpa henti sampai sepi malam berganti menjadi melodi pagi.

 

Part 4

 

Sungmin tersenyum menyambut hari–hari hidupnya yang kembali bergairah. Seperti mendapat suntikan semangat baru yang mengisi relung hatinya. Cinta Kyuhyun sudah cukup untuk menjadi alasan kuat bagi Sungmin untuk bangun pagi dengan harapan baru. Sungmin jatuh cinta. Dan cinta itu membuat Sungmin merasa sanggup mengatasi segalanya. Mengabaikan Kangin yang kembali menggodanya, menendangnya ke tempat sampah, dan melupakannya.

 

Drrt…drrt…drrt…

“Pagi chagi” suara Kyuhyun menyapa Sungmin di ujung telepon, membangunkannya pagi ini.

 

Sungmin menggeliat bangun dan tersenyum.

“Hmm…pagi Kyu, pagi sekali kau menelpon?” tanya Sungmin seraya melirik jam digital disamping tempat tidurnya. Jam tujuh pagi.

 

“I miss you…”

Miss you too” Sungmin tersenyum

“Aku yang mengatakannya lebih dulu”

“Aku yang lebih dulu, dalam hati. Hehehe…” Sungmin tertawa.

 

Sungmin memeluk bantalnya dengan erat, seakan ia sedang memeluk Kyuhyun. Merindukan aroma tubuhnya yang menggoda, pandangannya yang seperti candu, evil smile yang terasa dibalik kegelepan, sentuhannya yang lembut. Oops…it’s pervert, lupakan!

 

I love you Kyu”

“I love you too hyung…”

 

****

 

Matahari sudah lama tertidur saat Sungmin sampai di rumahnya. Setelah diseret kesana–kemari oleh Ryeowook, menemaninya mempersiapkan diri untuk kencannya dengan Yesung. Ryeowook terlihat sangat senang dan gugup dengan kencannya, berkali–kali ia bertanya pada Sungmin, memastikan apakah penampilannya sempurna? Apakah Yesung akan menyukainya?

 

Dan berkali–kali Sungmin menyakinkan “You’re perfect Wookie”, yang akhirnya membuat Ryeowook tersenyum puas dan beranjak pergi dengan senang saat Yesung menjemputnya. Sungmin menghempaskan tubuhnya di sofa dengan lelah. Melihat Ryeowook dan Yesung yang terlihat mesra membuat Sungmin iri. Ia rindu dengan Kyuhyun.  

 

“Kyuhyun belum membalas pesanku sejak tadi sore. Sedang apa dia sekarang ya?” pikir Sungmin.

 

Sungmin melirik jam kulit yang menempel dipergelangan tangan kirinya. Jam sembilan, belum terlalu larut. Seharusnya Kyuhyun belum tidur saat ini. Masih ada waktu untuk mengganggu Kyuhyun dengan dering–dering rindunya. Sungmin mengambil ponselnya dan menekan sebelas digit yang ia hafal.

 

Tuut…tuut…tuut…

Nada sambung, tidak diangkat.

Tuut…tuut…

Masih belum diangkat.

Tuut…

 

“Yoboseo?”

 

Suara asing terdengar di ujung telepon. Bukan suara Kyuhyun. Suara seorang perempuan. Segera Sungmin menutup teleponnya. “Huh, kok bisa salah sih? Nomor telepon kekasih sendiri kok bisa lupa” gumam Sungmin mengomeli diri sendiri.

 

Kembali Sungmin menekan sebelas digit yang ia hafal diluar kepalanya.

“Ne, yoboseo?” terdengar suara tak sabar si penerima. Masih suara yang sama.

 

Sungmin mengeryit. Ia tidak mungkin salah dua kali.

“Maaf, bisa bicara dengan Kyuhyun?” jawab Sungmin akhirnya.

“Siapa?” suara itu lagi–lagi terdengar datar, tanpa emosi.

“Erm…ini Sungmin”

 

Terdengar suara ponsel yang diletakkan begitu saja diatas meja, suara orang bercakap–cakap. Sampai akhirnya Sungmin mendengar suara yang selalu membuatnya bergetar.

“Ne…?” suara Kyuhyun terdengar sedikit ganjil.

 

“Hai Kyu, belum tidur kan? Maaf menelpon malam–malam. Eh, tadi siapa?” celoteh Sungmin.

 

“Mworago hyung?” potong Kyuhyun.

“Eeh…tidak ada apa–apa, hanya ingin bilang rindu saja. Kau tidak membalas semua pesanku sejak tadi sore”

 

“Hmmm……”

“Kok hmmm? Kau tidak rindu padaku ya?” Sungmin heran dengan tanggapan Kyuhyun yang biasa–biasa saja.

 

“Hyung…”

“Ne?”

“Besok kita lanjutkan lagi. Aku lelah sekali, please…”

“Oh…kau sudah mengantuk? Araseo, besok aku……”

Klik!

 

Sungmin memandang ponselnya. Teleponnya diputus begitu saja.

“Pasti Kyuhyun sangat lelah” pikir Sungmin iba, bercampur kesal.

 

****

 

Hujan turun perlahan membasahi jalanan. Membubarkan para pejalan kaki, memaksa mereka membuka payung atau berlari mencari tempat berteduh. Sungmin duduk disudut café. Memandang keluar jendela dengan secangkir cappuccino. Sesekali ia melirik jam tangannya kemudian menyesap perlahan cappuccinonya.

 

“Hujan. I hate it. Makes me feel grey” gumam Sungmin memandang keluar jendela.

 

Terdengar suara lonceng kecil saat pintu café terbuka. Kyuhyun mengedarkan pandangannya sesaat dan berjalan ke sudut café. Ia mengecup singkat pipi sungmin kemudian duduk didepannya.

 

“Maaf chagi, aku terlambat” kata Kyuhyun tersenyum meminta maaf.

 

Sungmin merengut memandang Kyuhyun.

“Kenapa ponselmu tidak aktif?” tanya Sungmin.

“Maaf chagi, baterainya habis. Aku lupa charge” jawab Kyuhyun.

“Huh, kebiasaan” cibir Sungmin kesal.

 

Seorang pelayan datang dan mencatat pesanan Kyuhyun. Tidak lama pelayan itu kembali dengan secangkir cappucinno pesanan Kyuhyun, kemudian beranjak pergi. Kyuhyun menyesap sedikit cappuccinonya kemudian memandang Sungmin yang sedang merengut memandang keluar jendela. Kyuhyun meletakkan cangkirnya dan mengulurkan tangannya menggenggam tangan Sungmin. Sungmin menoleh dan tersenyum merasakan kehangatan yang menyelimuti tangannya, kemudian teringat sesuatu.

 

By the way Kyu, kenapa kau menutup teleponku begitu saja tadi malam?” tanya Sungmin.

Sorry, dear. I was so tired” jawab Kyuhyun.

 

“Siapa yang mengangkat teleponku tadi malam?” tanya Sungmin lagi.

“……kakakku. Waeyo?” jawab Kyuhyun.

 

“Terdengar tidak ramah. Kau juga” kata Sungmin merengut.

“Maaf, hyung. Maaf. Tadi malam suasana rumah sedang tidak bagus. Kakakku mengomel terus sejak pagi, entah kenapa” kata Kyuhyun.

 

Sorry. I just couldn’t stop thinking about you last nite. Wookie pergi kencan dengan Yesung hyung” kata Sungmin.

 

“Dan mereka membuatmu iri?” tanya Kyuhyun tersenyum.

I just miss you. Missing you so badly” jawab Sungmin terdengar malu.

 

Kyuhyun tersenyum dan mengecup punggung tangan Sungmin.

Me too. I love you, hyung” kata Kyuhyun.

 

Sungmin memandang Kyuhyun dan tersenyum senang. Sungmin tersentak dengan pikirannya, bahwa ia ingin selalu bersama dengan Kyuhyun. Yeah, selalu bersamanya.

I love you too. I really do” kata Sungmin.

 

****

 

Ryeowook melangkahkan kakinya seraya mengedarkan pandangannya diantara pengunjung mall. Ia sedang mencari Yesung yang terpisah darinya. Akhirnya ia menemukan Yesung sedang bersama dengan seorang gadis. Ryeowook merengut memperhatikannya.

 

“Apa kau akan main di club 101 malam ini oppa?” tanya gadis itu.

“Yeah. Double DJ. Apa kau akan datang?” tanya Yesung.

 

“Tentu saja aku akan datang” jawab gadis itu seraya tersenyum.

“Itu bagus” kata Yesung tersenyum.

 

Gadis itu membuka tasnya dan memberikan selembar kartu nama pada Yesung.

“Hubungi aku. Aku akan datang disetiap penampilanmu. Kau harus menghubungiku” kata gadis itu dengan nada menggoda.

 

Yesung membaca kartu nama ditangannya.

“Terima kasih” kata Yesung tersenyum.

“Ah oppa, bolehkah aku bertanya?” tanya gadis itu.

 

“Tentu” jawab Yesung memandang gadis di depannya itu.

“Erm…apa kau sudah punya kekasih?” tanya gadis itu.

“Hmm, aku……” jawab Yesung seperti berpikir.

 

Yesung melirik Ryeowook yang sedang berjalan ke arahnya, kemudian meminta gadis itu untuk mendekat. Gadis itu mendekat dengan penasaran. “Kurasa, kau harus cepat pergi. Kekasihku sangat pencemburu” kata Yesung pelan seraya tersenyum.

 

“Eeh? oppa sudah punya kekasih. Sayang sekali,” kata gadis itu kecewa “Araseo, tapi kau harus menghubungiku, okay?” gadis itu mengedipkan satu matanya pada Yesung kemudian beranjak pergi.

 

Yesung hanya tersenyum. Ryeowook memandang gadis itu yang berjalan melewatinya kemudian memandang Yesung yang sedang membaca kartu nama ditangannya. Ryeowook beranjak mendekati Yesung. Ia memandang kartu nama ditangan Yesung dan mendesah. Ryeowook mengambil kartu nama itu kemudian membuangnya ke tempat sampah.

 

“Hyung bisa tidak jangan meladeni gadis–gadis itu dan tidak menerima apapun dari mereka. Selalu seperti ini. Setiap kali kita pergi bersama, selalu saja ada gadis yang mendekatimu dan memberikan kartu nama mereka dengan menggoda” kata Ryeowook merengut kesal.

 

“Wookie…” panggil Yesung.

“M…mwo?” jawab Ryeowook.

 

Yesung merogoh saku jasnya dan mengeluarkan beberapa hadiah kecil dan tumpukan kartu nama. Ryeowook bengong memandang barang–barang ditangan Yesung.

“Aku juga mendapatkan ini” kata Yesung tersenyum santai.

“Aigoo…” desah Ryeowook.

 

Ryeowook mengambil barang–barang itu dari tangan Yesung dan membuangnya ke tempat sampah dengan kesal. Ryeowook mendesah perlahan. Seharusnya ia bisa tenang sekarang. Tapi melihat gadis–gadis yang selalu mendekati Yesung tetap membuat Ryeowook cemas.

 

“Wookie, jangan berwajah seperti itu” kata Yesung meletakkan kepalanya di bahu Ryeowook.

“Mereka membuatku kesal. Hyung membuatku cemas” kata Ryeowook.

 

“Bukankah sudah kukatakan kau tidak perlu cemas lagi” kata Yesung melirik Ryeowook.

“Tetap saja, aku merasa cemas. Apa Hyung serius dengan perkataan hyung saat itu? Bahwa aku kekasihmu sekarang?” tanya Ryeowook.

 

Yesung menegakkan kepalanya dan mendesah. Kemudian ia mencium Ryeowook singkat.

“Harus berapa kali aku katakan, kau kekasihku sekarang Wookie. Saranghaeyo Wookie chagi” kata Yesung dengan serius.

 

Ryeowook memandang Yesung yang sangat dekat dengan wajahnya. Mencari kebenaran dalam mata Yesung yang kecil. Ia dapat merasakan nafas Yesung yang seakan menggelitik wajahnya.

“Nado saranghae hyung” kata Ryeowook tersenyum.

 

Yesung tersenyum dan membelai kepala Ryeowook.

“Aku lapar” kata Yesung.

“Ayo kita pergi makan” kata Ryeowook tersenyum.

“Khajja” kata Yesung menggamit tangan Ryeowook dan menggandengnya pergi.

 

Langkah Yesung terhenti saat ia melihat Sungmin dan Kyuhyun diantara keramaian pengunjung mall. Yesung memperjelas pandangannya. Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin dengan mesra dan tersenyum dengan celotehan Sungmin. Sesekali Sungmin menyentuh wajah Kyuhyun dengan mesra.

 

“Mworago hyung?” tanya Ryeowook.

“Ah, anniyo. Khajja” jawab Yesung.

 

Yesung menggandeng Ryeowook dan beranjak pergi. Sesekali ia menoleh ke belakang, melihat Kyuhyun dan Sungmin yang beranjak pergi ke arah yang berlainan. Tidak salah, itu memang mereka.

 

****

 

Hujan kembali membasahi jalan, perlahan titik–titik air itu kian deras. Kyuhyun membuka pintu rumah Sungmin dan melangkah masuk seraya menggandeng tangan Sungmin. Sungmin dan Kyuhyun duduk bersama di sofa dengan ditemani sebotol wine. Sentuhan, belaian dan ciuman. Sungmin bergetar mendengar suara Kyuhyun yang masih saja menggodanya. Seakan bagai candu yang merambat perlahan di otaknya, kemudian menjalar di seluruh tubuhnya. Godaan itu akhirnya berhenti saat malam mencapai puncaknya. Namun hujan masih saja turun seakan tidak rela meninggalkan bumi yang menggigil kedinginan.

 

Kyuhyun menurunkan PSPnya dan tersenyum memandang Sungmin yang tertidur dipangkuannya. Ia meletakkan PSPnya kemudian menaikkan selimut yang menyelimuti tubuh Sungmin. Sungmin menggeliat sesaat saat jari–jari Kyuhyun menjelajahi wajahnya. Kyuhyun kembali tersenyum dan membelai kepala Sungmin. Menikmati malam yang diselimuti hujan yang masih tidak rela meninggalkan bumi.

 

Drrt…drrt…drrt…

 

Kyuhyun menoleh melihat ponselnya yang bergetar diatas meja disamping sofa. Ia mengambil benda yang terus bergetar diatas meja dan melihat ID caller yang tertera dilayar yang berkedip. Kyuhyun terkejut, sedikit gelisah. Ia memandang Sungmin yang terlelap dipangkuannya, kemudian memandang ponselnya yang terus bergetar meminta untuk dijawab. Kyuhyun mengangkat kepala Sungmin perlahan dari pangkuannya dan beranjak menjauh untuk mengangkat ponselnya yang masih terus bergetar.

 

Sungmin menggeliat dan terbangun.

“Kyu…” panggil Sungmin.

 

Tidak ada jawaban. Sungmin beranjak mencari Kyuhyun. Ia tersenyum saat menemukan Kyuhyun didapur sedang berbicara ditelepon dengan suara pelan.

“Kyu…” panggil Sungmin seraya beranjak mendekat.

 

Kyuhyun menoleh terkejut dan segera mematikan teleponnya.

“H…hyung kau bangun?” kata Kyuhyun.

“Hn” jawab Sungmin seraya memeluk Kyuhyun, merasakan kehangatan yang seakan menjadi candu baginya.

 

Kyuhyun tersenyum dan memeluk Sungmin dengan hangat.

“Apa yang sedang kau lakukan Kyu?” tanya Sungmin.

“Uh…aku haus” jawab Kyuhyun.

 

“Mau kubuatkan sesuatu? Malam ini cukup dingin karena hujan masih belum berhenti sejak tadi” kata Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun.

 

“Tidak perlu, kau sudah cukup hangat” kata Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin semakin erat.

 

“Uww..kau akan membuatku tidak bisa bernafas Kyu” kata Sungmin kemudian tertawa.

 

“Kembali tidur hyung, ini sudah larut” kata Kyuhyun melepas pelukannya.

 

“Aku tidak bisa tidur” kata Sungmin.

 

“Aku akan menemanimu hyung” kata Kyuhyun.

 

Sungmin membiarkan Kyuhyun menariknya ke kamarnya dan menyelimuti tubuhnya. Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun yang berbaring disisinya, mencium aroma tubuhnya yang selalu menggodanya. Kyuhyun tersenyum dan membelai wajah Sungmin dengan lembut.

 

“Kyu…” panggil Sungmin.

“Hn?” jawab Kyuhyun.

 

I love you Kyu. I really do” kata Sungmin.

 

I know. I love you too hyung. Really” kata Kyuhyun tersenyum kemudian mengecup dahi Sungmin, membuat Sungmin tersenyum senang.

 

“Sekarang pejamkan matamu, dan tidurlah hyung” kata Kyuhyun kembali membelai wajah Sungmin.

 

“araseo,” kata Sungmin memejamkan matanya. “Kyu…” panggil Sungmin lagi.

 

“Apalagi?” tanya Kyuhyun.

 

“Tadi didapur, kau sedang menelepon bukan? Siapa yang menelepon?” tanya Sungmin dengan mata terpejam.

 

Kyuhyun menghentikan tangannya yang sedang membelai wajah Sungmin. Sungmin membuka matanya memandang Kyuhyun yang tidak segera menjawab pertanyaannya.

“Kyu?” tanya Sungmin.

 

“Tadi……kakakku. Kakakku menelepon” jawab Kyuhyun.

“Kakakkmu? Oh…” kata Sungmin.

 

Sungmin kembali memejamkan matanya dan memperat tangannya yang sedang memeluk tubuh Kyuhyun, seperti tidak ingin kehilangannya. Entah kenapa, ia seperti merasa Kyuhyun sedang berbohong padanya.

 

t.b.c

9 thoughts on “KyuMin series A : Let me be with you / part 4

  1. aduuuh kok jadi gini?
    kok kayaknya kyuhyun sama kangin itu 11-12 yaaa
    semoga aja perkiraan ku salah
    kalo bener, kasian banget nasib sungmin di duakan terus
    dan kyuhyun brarti lbh brengsek dr kangin issssh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s