KyuMin series C : You just mine / part 1

Gambar

Pairing          : KyuMin  / YeWook

Genre           : Angst

Length          : Chapter

Warning         : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary       : Kunikmati tawaran malam untuk kembali meraba jejakmu. Di sini bibirku lama menunggu bibirmu

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Part 1

 

Hujan sudah lama reda, tapi ruangan kamar ini masih terasa dingin meskipun pendingin ruangan tidak dinyalakan. Kyuhyun masih terdiam memandang keluar jendela, sibuk dengan pikirannya. Ia sedang tidur dengan lelap tadi hingga suara hujan yang deras membangunkannya dan menyadarkannya, bukan Sungmin yang sedang tertidur disisinya dengan lelap. Kyuhyun menoleh memandang tempat tidurnya. Diatas ranjang yang besar itu, Minji sedang tertidur dengan perutnya yang semakin membesar, kehamilannya telah memasuki bulan ke tujuh.

 

Kyuhyun kembali memandang jendela. Memandang butir–butir hujan yang membasahi kaca jendela. Mengutuk setiap malam yang ia lewati karena masih tidak bisa menghapus Sungmin dari dalam koleksi ingatan pribadinya, semudah menekan delete pada handpone. Tidak, ia tidak bisa menghapusnya. Mungkin tombolnya sedang rusak.

 

Kyuhyun mendesah pelan. Ia masih berharap malam itu tidak terjadi, malam dimana Sungmin mengakhiri perselingkuhannya yang sempurna dan berjalan pergi tanpa menoleh lagi. Sejak malam itu Sungmin tidak pernah datang ke club lagi, dan Kyuhyun berusaha bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun. Tapi, hampir setiap malam ia tersiksa. Seakan Kyuhyun masih bisa mendengar suaranya yang menggoda. Terasa menakutkan, namun ada hal aneh yang membuat Kyuhyun selalu ingin mengajaknya berbicara dengan suara–suara itu, menyentuhkan jemarinya ke wajah suara–suara itu, merasakannya dengan cinta yang terus tumbuh dan memagutnya sesekali, lalu diakhiri dengan rintih yang tertahan.

 

“Oppa……”

 

Suara halus Minji menyadarkan Kyuhyun. Kyuhyun menoleh memandang Minji yang terbangun. Berpikir jika saja pernikahan ini tidak pernah terjadi. Jika saja saat itu ia dapat menolak perjodohan yang tidak pernah ia inginkan ini. Jika saja ia bertemu Sungmin lebih cepat, mungkin…mungkin saat ini Kyuhyun sedang menikmati malam–malamnya bersama Sungmin. Jika saja Sungmin mengerti, ia serius dengan cintanya. Kyuhyun sungguh serius.

 

****

 

Perlahan hujan mulai berhenti dan beranjak pergi meninggalkan bumi yang telah kedinginan sejak tadi. Malam ini secangkir kopi menemani Sungmin, dengan ponsel yang menempel ditelinganya dan tangan lainnya sibuk mencoret–coret selembar kertas dengan asal.

 

“Datanglah ke club besok hyung. Yesung hyung dan Henry akan melakukan double DJ. kau harus lihat penampilan mereka”

“Tidak Wookie, aku tidak bisa”

“Waeyo? Datanglah bersamaku hyung. Zhoumi, kekasih Henry akan datang dengan teman-temannya, mungkin kau bisa berkenalan dengan salah satunya hyung”

“Aku rasa tidak Wookie. Aku sedang tidak tertarik saat ini”

Hyung masih belum melupakan Kyuhyun bukan?”

 

Sungmin menghentikan tangannya sesaat dan mendesah pelan.

“Aku sedang berusaha Wookie, tapi itu tidak mudah”

“Yeah, aku mengerti itu”

“Wookie apa menurutmu, jika saja aku bertemu Kyuhyun lebih cepat, apa mungkin kami akan tetap bersama?” Sungmin kembali mencoret–coret kertas

“Hyung!! Lupakan dia. He’s already married”

“Aku mengerti, he’s married. Kau tidak perlu menegaskannya”

“Nnnh…maaf hyung, aku cuma…………eeh………aah……”

“Wookie?” Sungmin mengernyit mendengar suara Ryeowook yang terdengar seperti menahan desahan.

 

“Eeh…ne hyung?”

“Bagaimana menurutmu?” Sungmin masih mengernyit

“Me…menurutku…nnnhh…lu…lupakan…aah…Kyuhyun. Yesung hyung! berhenti menciumku, aku sedang menelpon!!”

“Aigoo, Wookie. Kupikir sebaiknya selesaikan urusan kalian dulu” Sungmin tersenyum.

“Aah…maaf hyung…eeh…nanti aku…nnnhh…hubungi lagi” kata Ryeowook tidak bisa menahan desahannya lagi kemudian menutup teleponnya.

 

Sungmin tersenyum seraya meletakkan ponselnya begitu saja diatas meja, dan mengernyit memandang selembar kertas yang sejak tadi ia coret dengan asal. Tanpa sadar ia memenuhi kertas itu dengan nama Kyuhyun. Sungmin mendesah, meletakkan pulpennya begitu saja dan merebahkan tubuhnya di lantai.

 

Sungmin memandang langit–langit kamarnya. Kepalanya kembali menyusun bayangan Kyuhyun yang tidak pernah absent mengisi kepalanya setiap malam, tanpa ijin. Berpikir apakah tindakannya sudah benar, dengan meninggalkan Kyuhyun? Kenapa Sungmin rela meninggalkan Kyuhyun, jika ia sangat mencintainya? Apa cinta seperti ini?

 

Sungmin menghela nafasnya dan memejamkan matanya. Menunduk pada bayangan Kyuhyun yang mengunjunginya dengan senyumnya yang khas dan pandangan matanya yang menggoda. Mendengar kembali suaranya yang seperti candu. Merayunya dengan dingin, sedingin sisa hujan diluar.

 

****

 

Irama musik yang menghentak dan segelas wiski. Sungmin duduk bersama Ryeowook dan Zhoumi yang sedang menikmati penampilan double DJ Yesung dan Henry, kekasih mereka. Entah bagaimana, Ryeowook berhasil memaksanya untuk datang ke club bersamanya, dan mengenalkannya pada dua orang teman Zhoumi. Jika Sungmin tidak salah ingat, nama mereka Donghae dan Siwon. Dan kini Sungmin duduk diantara mereka berdua yang masih berusaha menarik perhatiannya.

 

Donghae sangat baik dan ramah. Sedangkan Siwon sangat sempurna. Sungmin mencoba untuk bersenang–senang seperti yang dikatakan Ryeowook. Melupakan sejenak bayang–bayang Kyuhyun yang selalu mengikatnya, seperti rantai yang menyeret kakinya. Tidak ada salahnya mencoba menikmati perhatian Siwon dan Donghae yang sedang menggodanya.

 

Musik yang menghentak puncak malam, hiruk pikuk club dan gairah anak–anak muda seakan mengalir deras disini. Sungmin mencoba menikmati malam ini. Bercengkrama dengan akrab bersama Donghae dan menghilang menuju sudut club. Sungmin tertawa saat Donghae menghempaskan tubuhnya ke dinding dan mulai menggodanya.

 

Namun ditengah percumbuan mereka Sungmin tersentak. Seakan tubuhnya mengejang. Seolah menyadari bukan Kyuhyun yang sedang menyentuhnya. Seolah berteriak bukan Donghae, bukan orang lain yang ia inginkan. Seolah bayangan Kyuhyun kembali datang dengan sehelai cambuk di tangannya, ia melilitkan kedua ujungnya pada kedua telapak tangan Sungmin. Secara perlahan Kyuhyun mendekatinya dengan tatapan matanya yang tajam menusuk. Dia mengalungkan cambuk itu ke leher Sungmin, menghimpit tubuhnya dan secara perlahan pula bibirnya melumatnya. Seolah Sungmin mendengar suara sayup menyeruak dari tubuh yang menghimpit fantasinya, berbisik “You just mine hyung”.

 

Donghae menghentikan ciumannya dan memandang Sungmin yang terdiam, tidak merespon semua sentuhan dan godaannya. Ia memandang Sungmin yang terlihat sedikit gelisah.

“Mworago hyung?” tanya Donghae heran.

 

Sungmin menurunkan kedua tangannya yang sedang memeluk leher Donghae dan menjauhkan tubuhnya. “Maaf, aku tidak bisa” kata Sungmin bersuara.

 

“Mwo? Kenapa tiba–tiba…?” tanya Donghae heran.

“Maaf, aku tidak bisa melakukan ini. Mungkin aku hanya belum siap” jawab Sungmin beralasan.

 

“Araseo” kata Donghae sedikit kecewa.

“Sampaikan pada Wookie, aku pulang lebih dulu. Terima kasih untuk malam ini Hae, aku sungguh minta maaf” kata Sungmin.

 

“Araseo, tidak apa–apa” kata Donghae tersenyum.

 

Sungmin tersenyum dan segera beranjak pergi meninggalkan club yang masih menghentakkan malam dengan musiknya yang sulit untuk ditolak. Mengutuk dirinya yang kembali menunduk pada bayangan itu, suara itu yang masih berbisik di dalam kepalanya mengatakan “You just mine, hyung”.

 

****

 

Kyuhyun sedang menonton tv bersama Minji. Namun ia hanya memandang benda berbentuk kotak itu dengan kosong, sementara disebelahnya Minji tertawa mendengar setiap lelucon yang ditampilkan oleh acara komedi itu. Kyuhyun masih memandang layar tv dengan kosong dan tersadar saat Minji menyentuh tangannya.

 

“Oppa melamun” kata Minji.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan melingkarkan tangannya di bahu Minji.

“Oppa, besok temani aku check up yah? Besok jadwal pemeriksaanku” kata Minji seraya mengelus perutnya yang membesar.

 

“Jam berapa?” tanya Kyuhyun.

 

“Jam 11 siang” jawab Minji.

 

“Araseo” kata Kyuhyun singkat.

 

Minji tersenyum dan mulai berceloteh dengan riang tentang calon anaknya yang menurut pemeriksaan adalah laki–laki. Kyuhyun hanya mendengarkan tanpa suara dan membiarkan Minji terus berceloteh. Satu jam kemudian Minji menghentikan celotehannya dan beranjak tidur, sementara Kyuhyun masih tidak beranjak dari tempatnya. Menyambut bayangan Sungmin yang mengintip di balik kegelapan. Kembali menyiksanya seperti malam–malam sebelumnya, menawarkan percumbuan yang tak tersentuh. Kyuhyun mengusap wajahnya, menghela nafasnya perlahan dan kembali memadang layar tv yang hitam dengan kosong.

 

t.b.c

12 thoughts on “KyuMin series C : You just mine / part 1

  1. Belum bsa saling melupakan ternyata
    u,u…
    Sebenernya kyu itu cinta gk sih ma istrinya…
    Atw cuma merasa bertanggung jawab aja…
    Aa…bikin emosi ><

  2. ahhhh…
    aku blom baca ini!!!
    aniya aniya… banyak ff eon yg belom aku baca…
    hah… lama bertapa ternyata udh byak ff keren…
    lanjut baca chap 2 ya eon… paypay…
    wkkwkwkwk…

  3. kyumin, mereka ini y … Selalu membohongi perasaaan masing2 … Ming sok2an kuat tanpa kyu, padahal mah kangen setengah mati, kyu juga kyak gitu …
    Ayolah balikan aja …

  4. Aigoo.. Ming apa susahnya sih jujur ama perasaan sendiri.. Kalian emng ngga bisa untuk saling melupakan seberapa keras pun usaha kalian.. Ming, you just Kyu’s mine😀
    FF-nya bagus.. Aku suka semua FF kamu.. Aku jga sering baga yg kamu share di FB.. tapi aku kudet, baru tau kalo kamu punya blognya.. dan disini banyak bgt FF KyuMin >o<
    tetep semangat yah^^

  5. saya sedang galau dan kebetulan sekali membaca fanfic yg super duper galau. anyway min kecil sepertinya min kecil.saya akan berkelana d rumahmu, mencicil mmbca ff kerenmu ini… kkkkkk~~

    back to d topic.. emosional bgd ini, entah knp kyuhyun maupun sungmin sidenya begitu kental aroma penderitaannya, d tambah lg dgn alur yg sangat mengalir, serasa melihat cuplikan drama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s