KyuMin series C : You just mine / part 2

Pairing          : KyuMin  / YeWook

Genre            : Angst

Length           : Chapter

Warning         : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary        : Kunikmati tawaran malam untuk kembali meraba jejakmu. Di sini bibirku lama menunggu bibirmu

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 2

“Oppa, besok temani aku check up yah? Besok jadwal pemeriksaanku” kata Minji seraya mengelus perutnya yang membesar.

 

“Jam berapa?” tanya Kyuhyun.

 

“Jam 11 siang” jawab Minji.

 

“Araseo” kata Kyuhyun singkat.

 

Minji tersenyum dan mulai berceloteh dengan riang tentang calon anaknya yang menurut pemeriksaan adalah laki–laki. Kyuhyun hanya mendengarkan tanpa suara dan membiarkan Minji terus berceloteh. Satu jam kemudian Minji menghentikan celotehannya dan beranjak tidur, sementara Kyuhyun masih tidak beranjak dari tempatnya. Menyambut bayangan Sungmin yang mengintip di balik kegelapan. Kembali menyiksanya seperti malam–malam sebelumnya, menawarkan percumbuan yang tak tersentuh. Kyuhyun mengusap wajahnya, menghela nafasnya perlahan dan kembali memadang layar tv yang hitam dengan kosong.

 

 

part 2

Sungmin dan Ryeowook. Satu cangkir coffee latte, satu gelas ice cappuccino dan sepiring chocolate cake di café favorit mereka. Ryeowook meletakkan cangkirnya dan memandang Sungmin.

 

“Kenapa semalam hyung pulang lebih dulu? Aku mencarimu” tanya Ryeowook.

 

“Maaf, tiba–tiba aku berubah pikiran” jawab Sungmin seraya menikmati chocolate cake miliknya.

 

“Kelihatannya Donghae hyung sedikit kecewa” kata Ryeowook.

 

“Aku tidak bisa melakukannya” kata Sungmin.

“Ini masih tentang Kyuhyun bukan?” tanya Ryeowook.

 

Sungmin menghentikan tangannya dan mendesah sesaat.

“Aku tidak bisa melupakannya wookie. Aku berusaha keras melupakannya dan bersenang–senang dengan Donghae, tapi ternyata aku tetap tidak bisa,” jawab Sungmin seraya menusuk–nusuk sepotong chocolate cake dengan garpu kecilnya.

 

Ryeowook ikut mendesah sesaat dan menyesap coffee latte miliknya tanpa suara.

“Donghae ataupun Siwon, mereka menarik dan sempurna. Tapi mereka bukan Kyuhyun. Dan tubuhku menolak mereka. Aku hanya ingin Kyuhyun. Aku bodoh yah?” kata Sungmin tersenyum mendengus seraya mempermainkan garpu kecil ditangannya.

 

Ryeowook meletakkan cangkirnya dan memandang Sungmin.

“Kau tidak bodoh hyung, hanya cukup gila” kata Ryeowook.

“Yeah, kurasa aku tergila–gila pada Kyuhyun” kata Sungmin tersenyum lucu.

 

****

 

Kyuhyun sedang menemani Minji periksa rutin kehamilannya. Minji tersenyum senang saat dokter mengatakan bahwa bayinya sehat dan akan lahir di awal bulan Mei. Kyuhyun hanya tersenyum, berterima kasih dan beranjak pergi bersama Minji saat pemeriksaan berakhir. Kyuhyun dan Minji berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Minji sedang berceloteh dengan antusias tentang nama yang akan ia persiapkan untuk calon anaknya nanti, sedangkan Kyuhyun hanya menggandeng tangan Minji tanpa suara. Sesekali ia hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya saat Minji menyodorkannya beberapa contoh nama.

 

Langkah mereka terhenti di area parkir. Kyuhyun membuka pintu mobil untuk Minji kemudian duduk di belakang kemudi. Tidak lama mobilnya meluncur pergi meninggalkan rumah sakit. Tidak ada yang bersuara selama perjalanan, hanya suara radio yang mengalun dengan lagu–lagu hits saat ini. Minji memandang keluar jendela seraya menyentuh perutnya yang membesar, mungkin masih memikirkan nama yang cocok untuk calon anaknya nanti. Sedangkan Kyuhyun tetap diam seraya mengedarkan pandangannya ke jalanan yang padat.

 

Mobil Kyuhyun berhenti saat lampu merah menyala. Serombongan pejalan kaki berjalan menyebrang. Pandangan Kyuhyun terpaku pada sosok Sungmin yang berada di dalam rombongan itu bersama Ryeowook. Sungmin dan Ryeowook asyik mengobrol dan untuk sesaat Sungmin menoleh, namun tidak melihat Kyuhyun yang masih terpaku di mobilnya. Kyuhyun masih memandang Sungmin yang sedang menunggu bus di halte seraya mengobrol dengan Ryeowook. Sungmin masih tidak melihatnya, atau mungkin pura–pura tidak melihat?

 

Ada keraguan menyergap benak Kyuhyun. Ia kebingungan di antara dua keinginan. Apakah Kyuhyun harus turun dari mobilnya, menyebrangi jalan ini, lalu berdiri di depan Sungmin dan mengatakan pada semua orang yang memadati jalanan; bahwa orang yang duduk disamping Ryeowook adalah kekasihnya di masa lalu. Pasangan selingkuhnya yang sempurna. Dan bahwa Kyuhyun sangat merindukannya, masih mencintainya seperti saat itu. Atau apakah Kyuhyun harus menangkupkan kedua telapak tangannya di depan mulut lalu berteriak seperti Tarzan –dari seberang jalan memanggil namanya : “Lee Sungmiiiin………!”

 

Namun Kyuhyun tetap di dalam mobilnya. Meremas kemudi dengan kuat saat akhirnya bus datang. Sungmin dan Ryeowook segera menaiki bus itu. Remasan tangan Kyuhyun melemah dan tersenyum saat akhirnya Sungmin menoleh dan bertemu dengan pandangannya. Cukup untuk Sungmin menyadari bahwa itu adalah Kyuhyun. His Kyuhyun. Bus itu melaju pergi ke arah yang berlawan dengan mobil Kyuhyun.

 

Sungmin masih terpaku memandang keluar jendela.

“Mworago hyung?” tanya Ryeowook yang duduk disampingnya.

“Anniyo” jawab Sungmin.

 

Ryeowook kembali sibuk dengan ponselnya, membalas pesan–pesan dari Yesung. Sementara Sungmin kembali memandang keluar jendela dan menoleh ke belakang. Memandang mobil Kyuhyun yang telah menjauh, bersama dengan kerinduan yang mendadak memenuhinya.

 

****

 

Malam telah datang menggantikan posisi siang. Udara lembab tercium menandakan hujan yang akan datang. Sungmin melangkahkan kakinya menyusuri jalanan menuju rumahnya. Langkahnya terhenti dipinggir jalan, menunggu lampu merah menyala. Sungmin memandang lampu lalu lintas yang tidak kunjung berubah menjadi merah, kemudian mengedarkan pandangannya. Pandangannya terpaku pada sosok Kyuhyun diseberang jalan, berdiri diantara keramaian. Sosok itu tersenyum padanya, seulas senyum senang bercampur rindu.

 

Sungmin mendesah dan memejamkan matanya. Berpikir sosok itu hanya bagian dari pikirannya, bahwa sosok itu akan segera hilang saat ia membuka matanya. Sungmin membuka matanya namun sosok itu masih berdiri ditempatnya, seakan sedang menunggunya untuk menyebrang. Sungmin tersadar saat akhirnya lampu lalu lintas berganti menjadi merah. Segera ia menyebrang bersama rombongan pejalan kaki lainnya. Sungmin menghentikan kakinya saat sampai diseberang jalan dan terpaku memandang Kyuhyun yang masih berdiri ditempatnya. Sungmin tersadar, sosok yang berdiri satu meter didepannya ini bukan bagian dari pikirannya. Sosok ini nyata. Sosok ini adalah Kyuhyun.

 

Sosok itu kembali menyunggingkan senyumnya, senyumnya yang khas. Seulas senyum yang selalu Sungmin rasakan menemani setiap tidurnya.

“Hai hyung, apa kabar?” kata Kyuhyun.

 

Sungmin masih terdiam memandang Kyuhyun. Mencoba berdamai dengan kerinduan yang mendadak memenuhinya, merayunya untuk berlari dan memeluk sosok di depannya. Yeah, ia merindukan Kyuhyun, sangat merindukannya. Kyuhyun beranjak mendekati Sungmin masih dengan senyumnya, sementara Sungmin masih diam memandang Kyuhyun tidak percaya. Seolah ia lupa bagaimana caranya mengeluarkan kata–kata dari mulutnya yang terasa kelu.

 

“Kyu……” hanya itu yang berhasil keluar dari mulut Sungmin.

 

****

 

Kyuhyun berjalan mengikuti langkah Sungmin yang berjalan satu meter di depannya. Tidak ada yang bersuara diantara mereka. Masing–masing sibuk dengan pikirannya sendiri.  Kyuhyun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan memandang punggung Sungmin.

 

“Bicaralah sesuatu hyung! Aku tidak tahan dengan keadaan seperti ini, membosankan” kata Kyuhyun memecah kesunyian diantara mereka.

 

“Kau ingin aku bicara apa?” tanya Sungmin tanpa menoleh.

“Apapun, aku ingin mendengar suaramu lagi”  jawab Kyuhyun.

 

Sungmin mendengus kemudian kembali hening sejenak.

“Bagaimana kabarmu Kyu?” tanya Sungmin membuka pembicaraan.

“Itu terlalu basa–basi” kata Kyuhyun dengan nada bosan.

 

Sungmin menghentikan langkahnya sesaat dan menoleh.

“Kau bilang aku harus bicara sesuatu?!” katanya sedikit merengut memandang Kyuhyun.

 

Kyuhyun tersenyum memandang Sungmin. Segera Sungmin membalik tubuhnya dan berjalan kembali sebelum senyum itu membuat nafasnya terhenti sesaat. “Cukup buruk. Aku masih tidak bisa melupakanmu hyung, dan itu cukup menyiksa” kata Kyuhyun memandang punggung Sungmin.

 

“Kedengarannya buruk sekali” kata Sungmin tersenyum kecil, sedikit sinis.

“Bagaimana denganmu hyung?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin kembali berhenti dan menoleh memandang Kyuhyun.

“Menurutmu?” Sungmin balik bertanya.

 

Kyuhyun menghentikan kakinya dan memperhatikan Sungmin.

“Kelihatannya sama buruknya” kata Kyuhyun.

 

“Begitukah?” kata Sungmin menarik satu sudut bibirnya dengan sedikit sinis.

 

Sungmin membalik tubuhnya dan berjalan kembali, sementara Kyuhyun kembali mengikutinya. “Bagaimana……kabar Minji?” tanya Sungmin yang segera membuat ia menyesal telah mengeluarkan pertanyaan itu.

 

“Kau sungguh ingin tahu?” tanya Kyuhyun memandang punggung Sungmin.

“Tidak. Jangan katakan apapun tentangnya, aku tidak ingin mendengarnya” jawab Sungmin memandang jalanan.

 

“Kalau begitu kita bicara tentang kita saja” kata Kyuhyun.

 

“Apa yang harus dibicarakan lagi? Rasanya segala sesuatu tentang kita seperti benang kusut. Apa aku harus membeli benang baru dulu, agar aku tidak kehabisan energi untuk mengurai benang yang terlanjur kusut?” kata Sungmin terdengar sedikit kesal.

 

Sungmin menghentikan kakinya saat tetes–tetes hujan menyentuh wajahnya. Ia memandang langit yang gelap dan kembali merasakan tetes–tetes hujan yang turun dari langit. Sungmin membuka payungnya saat perlahan hujan kian deras. Kyuhyun menghentikan kakinya dibelakang Sungmin.

 

“Kau cukup mengatakan, you still love me” kata Kyuhyun memandang Sungmin.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun.

“Just say it” kata Kyuhyun lagi.

 

Sungmin masih diam memandang Kyuhyun. Mencoba berunding dengan sebagian hatinya yang meneriakkan kata ya dengan keras. Begitu keras seakan memenuhi kepalanya.

 “Aku…” kata Sungmin dibawah payungnya.

Say it, out loud” kata Kyuhyun lagi.

 

Hujan turun kian deras, menenggelamkan suara Sungmin yang membisikkan jawabannya. Kyuhyun mengernyit memandang Sungmin kemudian beranjak mendekatinya. Sungmin sedikit gelisah menyadari wajah Kyuhyun kini sangat dekat dengannya, memandangnya lekat–lekat.

 

“Tidak terdengar. Aku tidak mendengar suaramu hyung” kata Kyuhyun berdiri dibawah payung Sungmin.

 

Sungmin menelan ludahnya dengan susah payah dan mendesah sesaat.

I still love you Kyu” kata Sungmin akhirnya sambil memandang Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang Sungmin, menyentuh tangannya dan lima menit kemudian mereka sudah berciuman. Menyambut hujan yang deras dengan membawa rayuan untuk bumi yang kembali menggigil. Sungmin memejamkan matanya menikmati lidah Kyuhyun yang seakan menari di dalam mulutnya. Menggodanya dalam kerinduan yang rasanya tidak akan pernah terpuaskan. Melepas rantai yang selama ini mengikatnya, menyiksanya dalam bayang–bayang Kyuhyun yang tak terlupakan.

 

Tidak peduli dengan hujan. Tidak khawatir dengan orang–orang yang mungkin saja melihat aksi mereka yang tersembunyi dibalik payung. Sungmin dan Kyuhyun terus berciuman, hingga akhirnya sebuah pikiran membuat Sungmin tersentak. Ia mungkin masih mencintai Kyuhyun, dan Kyuhyun mungkin masih mencintainya, tapi…Kyuhyun tetap bukan miliknya. Seakan rantai itu kembali mengikatnya, dan semakin kuat. Sungmin melepas ciumannya dan mendorong tubuh Kyuhyun menjauh.

 

“Hyung, mworago?” tanya Kyuhyun bingung.

 

Sungmin menghindar saat tangan Kyuhyun mencoba menyentuhnya.

“Hyung?” Kyuhyun semakin bingung.

 

“Tidak Kyu, kita tidak bisa seperti ini. Tidak bisa” kata Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Waeyo? I still love you. I really do” kata Kyuhyun mengernyit bingung.

 

“Aku juga. Tapi,” kata Sungmin. “Kita sudah mengakhiri ini semua, aku sudah mencoba mengakhirinya. Dan selama empat bulan ini aku tersiksa Kyu. Aku tidak bisa melupakanmu. But now you’re here, standing in front of me, say you still love me and kiss me, itu membuatku semakin sulit. Katakan padaku Kyu, apa yang harus aku lakukan? Bayanganmu begitu menggangguku dan kau tetap bukan milikku”

 

Kyuhyun memandang Sungmin dengan sedih. Ia juga merasakan hal yang sama. Bayangan Sungmin begitu mengganggunya, membuatnya juga tersiksa. Kyuhyun beranjak memeluk Sungmin, memeluknya dengan erat.

 

Just remember, I really love you hyung. I really do” kata Kyuhyun mencoba menyakinkan.

 

Sungmin melepas pelukan Kyuhyun dan memandangnya dengan marah.

“Lalu bagaimana denganku? Aku tidak mau hanya menjadi kekasih gelap atau pasangan selingkuh saja. Katakan padaku Kyu, apa sebenarnya maumu?” kata Sungmin setengah berteriak.

 

Kyuhyun diam sesaat memandang Sungmin.

“Aku ingin bersamamu hyung” kata Kyuhyun.

 

“Naif. You wanted to keep me again? Jangan lupa, di rumah ada perempuan hamil yang sedang menunggu kepulanganmu. Kenapa kau tidak pulang dan mempersiapkan diri menjadi ayah yang baik” kata Sungmin mendengus kesal.

 

Sungmin merasa marah. Ia kecewa pada Kyuhyun. Jika saja Kyuhyun bisa tegas mungkin ia tidak akan terluka sejauh ini. Sungmin tersenyum sedih memandang Kyuhyun. “Tolong jangan sakiti aku lebih dari ini, karena aku tidak akan sanggup lagi menahannya” kata Sungmin lirih.

 

Kyuhyun terpaku memandang Sungmin. Diantara derasnya hujan, Kyuhyun bisa melihat kesedihan dan luka didalam mata Sungmin. Kyuhyun sadar, ia telah terlalu jauh menyakiti Sungmin. Ia telah membuat Sungmin yang ia cintai menangis dan terluka.

 

“Mianhe hyung…” kata Kyuhyun pelan.

Stop coming, or I’ll never let you go” kata Sungmin kemudian beranjak pergi.

 

Hujan yang kian deras membasahi tubuh Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tidak peduli. Ia  masih berdiri ditempatnya memandang sosok Sungmin yang menghilang dibalik hujan. Kyuhyun mendesah sesaat dan beranjak pergi.

 

t.b.c

13 thoughts on “KyuMin series C : You just mine / part 2

  1. miris..
    mereka saling cinta tapi nggak bisa saling mmiliki
    pengen banget Minji nggak cinta sama Kyu terus wanita itu selingkuh sama namja lain. jadi ada alasan buat KyuMin jalin hubungan, atau sekalian aja anak yg dikandungnya itu anak namja lain, jadinya yang main blakang kan bukan KyuMin aja.
    wwkwkkwkwkw #otak sinetron

  2. kyuhyun brengs*k!!
    aduuuh saya gerem banget pengen kucek2 muka dia
    oke aku akuin dia jg cinta sama sungmin
    tapi gak kayak gini jg caranya
    yg ada ini malah bikin sungmin makin sakit dan terpuruk huhuhu

  3. jujur ya dulu saya sempet berfikir versi novelnya ini slh satu novel yg bikin saya “nyesel beli novel ini” karena menurutku ceritanya terlalu menyakitkan bagi pihak cewek khususnya, tp entahlah waktu km remake ini lg aq mlh lbh tertarik d bndg novelnya, beneran loh min ah, dan aq sng akhirnya bs bc sekuel versi km lg, d grup kyumin ff dulu lupa terakhir baca dr mn… hahaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s