KyuMin series C : You just mine / part 3

Pairing          : KyuMin  / YeWook

Genre           : Angst

Length          : Chapter

Warning        : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary        : Kunikmati tawaran malam untuk kembali meraba jejakmu. Di sini bibirku lama menunggu bibirmu

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 2

Kyuhyun terpaku memandang Sungmin. Diantara derasnya hujan, Kyuhyun bisa melihat kesedihan dan luka didalam mata Sungmin. Kyuhyun sadar, ia telah terlalu jauh menyakiti Sungmin. Ia telah membuat Sungmin yang ia cintai menangis dan terluka.

 

“Mianhe hyung…” kata Kyuhyun pelan.

Stop coming, or I’ll never let you go” kata Sungmin kemudian beranjak pergi.

 

Hujan yang kian deras membasahi tubuh Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tidak peduli. Ia  masih berdiri ditempatnya memandang sosok Sungmin yang menghilang dibalik hujan. Kyuhyun mendesah sesaat dan beranjak pergi.

 

part 3

 

Sungmin duduk dipinggir jendela kamarnya. Ponsel menempel ditelinganya, dan tangan lainnya memainkan poni rambutnya yang hampir menutupi matanya. Diujung telepon suara Ryeowook terdengar cemas dan marah.

 

He’s back Wookie”

“Kyuhyun? Apa yang dia katakan?”

“He still love me, dan dia mau bersamaku”

“Mwo? So naive!!”

“Bagaimana ini Wookie?”

“Lupakan hyung. Jika dia masih berstatus married, selamanya hyung hanya akan terluka. Kau tetap tidak akan memiliki Kyuhyun sepenuhnya, itu ‘kan yang hyung inginkan? Memilikinya hanya untukmu, bukan milik orang lain”

 

Sungmin mendesah sesaat dan menyibak poninya.

“Aku tahu, tapi Wookie……”

“Aku mengerti hyung, kau tersiksa dengan perasaanmu. Tapi aku sangat tidak terima jika sahabatku kembali memilih menjadi selingkuhan hanya demi kata cinta. Kau boleh jatuh cinta hyung, tapi jangan lupakan logika”

 

Sungmin kembali mendesah dan memeluk lututnya.

“Ne, Wookie aku mengerti. Tapi……”

“Hanya ada dua pilihan hyung, Old choice. Suruh Kyuhyun untuk bercerai dari istrinya, maka dia bisa bersamamu hyung, atau lupakan saja semuanya”

“Aku masih berpikir itu pilihan yang sulit dan berat. Lagipula saat ini Minji sedang hamil”

“For God sake! Sejak kapan hyung selemah ini? Kalau hyung masih berat karena Minji, kalau begitu lupakan saja semua!!”

 

“Tidak semudah itu Wookie. I still love him, I really do. Aku…ingin bersama Kyu”

“Satu nasihat hyung. Untuk terus hidup, kadang kita perlu semena–mena”

“Semena–mena?” Sungmin mengernyit kemudian tertawa kecil.

“Aku serius hyung. Oke, sebenarnya aku mendengarnya dari Yesung hyung”

“Mwo? Yesung hyung bisa bicara seperti itu? Ajaib sekali” Sungmin kembali tertawa.

“Yeah, dia memang ajaib dan aneh. But I love him”

 

Hening sejenak. Sungmin kembali memainkan poni rambutnya.

“lalu apa yang akan kau lakukan hyung?” Ryeowook bersuara

“entahlah”

 

Kembali hening sejenak.

“Sungmin hyung…”

“Hn?”

“Kupikir, mungkin sebaiknya kau pergi berlibur”

 

Sungmin menghentikan tangannya yang sedang memilin poni rambutnya dan mengernyit. “berlibur?”

 

Yeah, berlibur. Kau terlihat sangat kacau hyung, kau butuh udara segar dan liburan. Beristirahat sejenak dan lupakan semua masalah sialan ini”

 

Sungmin berpikir sejenak.

“Mungkin…kau benar Wookie. Aku memang butuh liburan”

“Pulau Jeju adalah tempat yang cocok. Aku akan bicara pada Yesung hyung untuk memijamkan villanya untukmu”

“Gomawoyo Wookie” Sungmin tersenyum.

“Cheonmaneyo hyung”

“Apa kau akan ikut bersamaku?”

“Umm…maaf hyung, aku tidak bisa”

“Wae? Kau sudah ada janji dengan Yesung hyung?”

 

Hening sejenak di ujung telepon.

“Sebenarnya……”

“Mwo?” Sungmin mengernyit penasaran.

“Sebenarnya…Yesung hyung mengajakku ke rumahnya, untuk bertemu dengan orang tuanya”

“Bukankah kau sering ke rumahnya dan bertemu dengan orang tua Yesung hyung?” Sungmin mengernyit tidak mengerti.

“Ini berbeda hyung”

 

Sungmin masih mengernyit tidak mengerti. Semenit kemudian ia tersenyum.

“Aigoo…sepertinya hubungan ini semakin serius” Sungmin tertawa.

“Hyung aku gugup. Ini pertama kalinya kami akan bertemu secara formal”

“Tenanglah Wookie, orang tua Yesung hyung sudah mengenalmu. Kau tidak perlu gugup, mereka pasti akan menerimamu dengan senang hati” Sungmin kembali tertawa.

 

“Hyung tertawamu membuatku semakin gugup”

“Hehe…maaf. Tapi aku senang mendengarnya”

“Maaf hyung, aku tidak bisa menemanimu berlibur”

“Tidak apa. Liburan sendirian kelihatannya tidak buruk juga. Thank you Wookie, untuk semuanya”

 

“You’r welcome. Hubungi aku jika kau butuh sesuatu hyung”

“Tentu Wookie, bye”

“Bye”

 

Sungmin menutup ponselnya dan memandang keluar jendela. Memeluk lututnya semakin erat saat udara malam yang dingin mengigit kulitnya. Setelah malam itu, Kyuhyun tidak datang lagi. Namun bayangan itu masih mengusiknya. Mencumbu setiap malamnya dengan dingin, sedingin udara malam diluar. Namun saat bayangan itu memudar perlahan bersamaan dengan matahari yang perlahan terbit mengantarkan pagi kembali pada posisinya, Sungmin justru mendesah kecewa. Rasanya lucu, bayangan Kyuhyun begitu menyiksanya, seakan mencumbunya tanpa lelah. Namun Sungmin menikmatinya.

 

****

 

Yesung setuju untuk memijamkan villanya pada Sungmin. Yesung dan Ryeowook mengantar Sungmin hingga bandara sebelum mereka pergi ke rumah orang tua Yesung. Sebelum pergi Ryeowook memeluk Sungmin dan berpesan untuk segera menghubunginya begitu sampai di pulau Jeju. Sungmin tersenyum. Menggoda Ryeowook dengan berpesan pada Yesung untuk menjaga sahabatnya yang satu ini. Yesung memeluk bahu Ryeowook, tersenyum dan berkata pada Sungmin untuk tidak perlu khawatir. Sungmin dan Yesung tertawa saat Ryeowook menutup wajahnya yang memerah karena malu dalam dada Yesung.

 

“Cukup! Kalian membuatku malu” kata Ryeowook.

 

Sungmin tertawa kemudian beranjak pergi karena pesawatnya akan segera berangkat. Setelah beberapa jam perjalanan, kini Sungmin duduk didalam taksi yang membawanya menuju villa milik Yesung di pulau Jeju. Taksi itu berhenti didepan sebuah rumah yang cukup besar. Sungmin membayar uang taksinya dan beranjak turun, tidak lama taksi itu melaju pergi. Sungmin memandang bangunan rumah didepannya dan menarik kopernya masuk.

 

Dengan mudah Sungmin masuk ke dalam villa karena kunci pemberian Yesung. Sungmin mengedarkan pandangannya ke seluruh villa yang mewah dan beranjak mengelilingi villa. Sebenarnya villa ini terlalu besar untuknya yang datang seorang diri, tapi tidak ada salahnya untuk menikmati semua fasilitas yang sudah disediakan disini. Sungmin menarik kopernya menuju kamar utama, atas instruksi dari Yesung.

 

Sungmin membuka pintu kamar dan terpaku memandang ruangan kamar yang mewah dan elegan. Sungmin beranjak masuk seraya tersenyum senang. Beranjak membuka jendela beranda yang menyajikan pemandangan laut yang indah. Sungmin merogoh ponselnya dan menekan nomor Ryeowook. Tidak lama terdengar suara sahabatnya diujung telepon.

 

“Wookie, ini indah sekali. Sampaikan terima kasihku pada Yesung hyung” kata Sungmin tersenyum senang.

 

Setelah mengobrol cukup lama, beberapa menit kemudian Sungmin menutup ponselnya. Menghela nafasnya perlahan dan memejamkan matanya, menikmati ketenangan yang menemaninya. Disini ia sendirian. Disini ia jauh dari Kyuhyun. Disini ia akan merasa tenang, menjauh dari bayang–bayang Kyuhyun yang selalu mengusik malamnya. Tapi, benarkah ia sudah bisa bernafas lega? Semudah itukah?

 

****

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya diantara para pengunjung club. Musik yang menghentak menyambut kedatangannya. Ia melihat Ryeowook yang sedang menikmati gelas vodkanya bersama Yesung. Mereka bercengkrama dengan akrab dan tertawa. Tawa Ryeowook berhenti saat menyadari kedatangan Kyuhyun. Ryeowook memandang Kyuhyun yang kini berdiri di depannya.

 

“Cho Kyuhyun…” kata Ryeowook tidak suka.

“Hai Kyu, lama tidak melihatmu lagi di club. Kemana saja Kau?” tanya Yesung seraya berhigh five dengan Kyuhyun.

 

Well, sedikit sibuk akhir – akhir ini” jawab Kyuhyun.

“Yeah, sibuk mengurus istrinya yang sedang hamil” cibir Ryeowook tidak suka.

“Sebenarnya, aku sedang mencari Sungmin hyung” kata Kyuhyun.

 

Ryeowook mendelik memandang Kyuhyun.

“Kusarankan sebaiknya kau lupakan saja dan lenyaplah. Sebelum aku menyiram wajah evilmu itu dengan vodka” kata Ryeowook.

 

“Dimana Sungmin hyung? Aku sulit menemukannya” tanya Kyuhyun seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh club, mengabaikan peringatan dari Ryeowook.

 

Ryeowook semakin mendelik memandang Kyuhyun, dan bersiap mengangkat gelas vodka miliknya. Namun tangan Yesung menahannya.

“Tenanglah Wookie” kata Yesung.

“Kau tidak akan bisa menemukannya. Sungmin hyung sudah pergi jauh dan melupakanmu. Jadi sebaiknya kau angkat kaki sialanmu itu dan pergi jauh–jauh dari kehidupannya” kata Ryeowook ketus.

 

Kyuhyun memandang Ryeowook dengan tajam, seolah mencari petunjuk. Membuat Ryeowook cukup gentar dengan pandangan mata yang tajam menusuk itu. Sementara Yesung hanya memperhatikan mereka tanpa suara seraya menikmati vodka miliknya.

 

“Kau tahu dimana Sungmin hyung bukan? Tolong beritahu aku, aku harus bertemu dengannya” kata Kyuhyun serius.

 

“Waeyo? Kau ingin memintanya kembali menjadi selingkuhanmu? Sungmin hyung sudah cukup menangis karenamu, kau tahu itu?!” kata Ryeowook mendengus kesal.

 

“Aku tahu. Karena itu aku harus bertemu dengannya. Please!” kata Kyuhyun.

“Aku tidak tahu!” kata Ryeowook memalingkan wajahnya dengan kesal.

 

Just tell me, please! Kau sahabatnya, kau pasti tahu dimana Sungmin hyung sekarang” kata Kyuhyun masih tidak menyerah.

 

“Aku bilang aku tidak tahu!” kata Ryeowook masih menolak memberi tahu.

Please…!” kata Kyuhyun serius.

 

Ryeowook mendengus tidak peduli dan meminum vodkanya. Sementara itu Yesung memperhatikan Kyuhyun yang masih tidak menyerah. Mencari kebenaran dari setiap perkataan Kyuhyun. Dan Yesung tahu, Kyuhyun sedang serius saat ini. Yesung tersenyum dan meletakkan gelas vodkanya.

 

“Sungmin sedang berlibur di pulau Jeju selama lima hari” kata Yesung memberitahu.

“Hyung!!!!” kata Ryeowook memandang Yesung dengan marah.

 

Namun Yesung tidak peduli, dan melanjutkan penjelasannya.

“Sungmin menginap di villaku. Kau bisa menemukannya disana. Kuharap kau tahu apa yang akan kau lakukan Kyu” kata Yesung tidak peduli pada tatapan marah Ryeowook.

 

“Aku tahu. Terima kasih hyung” kata Kyuhyun tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Ryeowook mendelik memandang Yesung dan memukul kepalanya dengan kesal.

“Aooww…kenapa memukul’ku Wookie? Sakit…” kata Yesung meringis kesakitan seraya menyentuh kepalanya.

“Hyung ingin menjadi pahlawan kesiangan? Kenapa hyung memberi tahunya? Sungmin hyung pergi ke Jeju untuk berlibur dan menjauh dari Kyuhyun. Tapi kau malah merusaknya” omel Ryeowook merengut kesal.

 

“Tenanglah wookie” kata Yesung mencoba menenangkan Ryeowook.

 

Ryeowook mendengus tidak peduli dan kembali memukul lengan Yesung dengan kesal.

“Hyung bahkan tidak pernah cerita padaku, bahwa Kyuhyun telah menikah” kata Ryeowook masih merengut.

 

Yesung mendesah sesaat dan menggenggam tangan Ryeowook dengan lembut.

“Wookie chagi, dengarkan aku. Jika aku menceritakannya, kau pasti akan segera melindungi Sungmin—“  kata Yesung.

 

Ryeowook mendelik memandang Yesung dengan marah.

“Erm aksudku… yang sebenarnya, Kyuhyun menikah karena perjodohan” lanjut Yesung.

 

“Perjodohan? Apa Sungmin hyung tahu hal ini?” tanya Ryeowook mulai tertarik.

 

“Aku yakin Kyuhyun telah memberitahunya. Yang kutahu, Kyuhyun tidak bahagia dengan pernikahannya, ia hanya menjalankannya sebagai kewajiban pada orang tuanya” jawab Yesung.

 

“Apapun alasannya, dia sudah membuat Sungmin hyung terluka” kata Ryeowook merengut tidak terima.

 

“Aigoo, kau benar–benar sahabat yang protektif Wookie” kata Yesung tersenyum kecil.

 

Ryeowook mendelik memandang Yesung kemudian mendesah sesaat.

“Hyung yang memberi tahu Sungmin hyung bahwa Kyuhyun telah menikah, bukan? Dan sekarang hyung memberi tahu keberadaan Sungmin hyung pada Kyuhyun. Sebenarnya apa maksudmu hyung?” kata Ryeowook mengernyit tidak mengerti.

 

Yesung tersenyum dan menikmati gelas vodkanya.

“Hyung…” Ryeowook penasaran.

 

“Aku hanya tidak ingin mereka menyesal nanti. Sebenarnya, Sungmin dan Kyuhyun benar–benar saling mencintai. Untuk apa memisahkan mereka? Kali ini biarkan mereka sendiri yang memecahkan masalah mereka” kata Yesung.

 

Yesung menoleh menyadari Ryeowook sedang terpaku memandangnya.

“Mwo?” tanya Yesung.

 

“Kau memang aneh dan ajaib hyung, karena itu aku mencintaimu” jawab Ryeowook tersenyum kemudian mengecup pipi Yesung. Yesung hanya tersenyum dan meminum vodkanya dengan tenang.

 

****

 

Sungmin melangkahkan kakinya menikmati keindahan pulau Jeju. Membiarkan angin mempermainkan rambutnya, menyapanya dalam balutan simfoni yang indah. Sungmin menikmati liburannya kali ini, menyimpan sementara bayang–bayang Kyuhyun dalam kotak Pandora.  Namun jika boleh jujur, Sungmin sedikit bosan karena ia sendirian. Ryeowook sedang sibuk dengan Yesung, sungmin tidak ingin menganggunya.

 

Sungmin menjelajahi sudut–sudut pulau Jeju, menikmati keindahannya seorang diri. Sementara disekitarnya banyak pasangan yang bercengkrama dengan akrab. Memintal kisah mereka dengan indah. Sungmin mendesah tidak peduli saat ingatannya membawanya di malam itu, malam saat ia memutuskan untuk mengakhiri perselingkuhannya yang sempurna dan meninggalkan Kyuhyun. Namun kenyataannya sampai saat ini ia masih tidak bisa melupakannya, tidak bisa menolak saat bayang–bayang Kyuhyun datang menyiksa malamnya.

 

“Uggh…aku datang ketempat ini untuk bersantai dan melupakannya, bukannya mengingat kembali” gerutu Sungmin merasa kesal pada dirinya sendiri.

 

Sungmin memandang jam tangan kulit yang melingkar dipergelangan kirinya, jam 5 sore. Senja hampir datang. “Mungkin sebaiknya aku kembali ke villa saja” kata Sungmin kemudian beranjak pergi.

 

Malam telah datang saat Sungmin sampai di villa. Sungmin berdiri dibawah shower yang mengalirkan air yang hangat, mengguyur tubuhnya yang mendadak mengigil karena bayangan itu berhasil keluar dari kotak Pandora. Memenuhi dinding ruang persegi itu. Seakan tubuh Sungmin mengejang, memintanya untuk bersentuhan dengan bayang–bayang Kyuhyun yang sedang menari didalam kepalanya. Keluar masuk bersama aliran air. Sungmin tahu ini tidak sekedar permintaan biasa, tapi permohonan akut yang membuatnya tampak menggenaskan dan hina.

 

Sungmin menutup kedua telinganya, seakan dapat menghindar dari rayuan itu yang membisikinya dengan menggoda, “You’re mine hyung, just mine”.  Pandangan mata itu, senyum itu. Sungmin mendesah dan akhirnya menyerah. Kemudian anggota tubuhnya mulai beroperasi melalui serangkaian fantasi yang cukup liar, dan peralihan fungsi yang tentu saja tidak pada tempatnya. Sungmin menari bersama bayang–bayang itu, bayang–bayang yang tidak hanya satu. Tidak nyata tapi brutal.

 

Ketika akhirnya semua percumbuan semu itu berakhir meninggalkan Sungmin sendiri, dalam keadaan menggenaskan dan penuh sesal. Sungmin terduduk disudut kamar mandi dengan air shower yang masih mengalir. Ia mendekap tubuhnya di ruang persegi itu, dan tawa panjang yang penuh kemenangan dan ejekan pergi menjauh. Sungmin menutup kedua telinganya dengan lemah, seakan ia masih mendengar tawa Kyuhyun dari balik fantasinya. Dan Sungmin merasa dipermainkan. Tanpa sadar diam–diam Sungmin menyimpan dendam itu.

 

Beberapa menit kemudian Sungmin berdiri, mematikan kran shower dan beranjak keluar. Mengeringkan tubuhnya dan berpakaian. Ia beranjak membuka pintu saat terdengar suara bel berulang kali, dan Sungmin terpaku saat memandang sosok yang berdiri didepannya. Sungmin kembali mengigil dan sesak nafas seketika, seakan sosok yang berdiri didepannya menghentikan sejenak degup jantungnya yang mendadak berdetak tidak teratur.

 

“Hai hyung” kata Kyuhyun menyadarkan Sungmin.

“Kyu…apa yang kau lakukan disini?” tanya Sungmin terkejut.

“Tentu saja untuk bertemu denganmu” jawab Kyuhyun santai.

 

Sungmin membiarkan Kyuhyun masuk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh villa, sementara ia terdiam memperhatikan Kyuhyun. Pandangan mata itu, senyum itu, sosok itu, seluruhnya nyata. Sungmin tersadar bahwa yang berdiri didepannya saat ini adalah Kyuhyun, bukan bayang–bayang yang baru saja menyiksanya.

 

Namun semacam permainan petualangan yang mengasyikkan, Sungmin kembali merasa menyedihkan. Perasaan rindu yang menyiksa. Perasaan cinta yang mengabaikan logika. Dan sebuah keputusan penting sekilas menyentak pikiran Sungmin. Dendam yang tiba–tiba saja tercipta dan diam–diam tersimpan. Ia harus memberikan balasannya. Kyuhyun harus membayar semua air matanya. Sebuah keputusan, rencana paling gila dan paling rahasia bermula pada malam ini, untuk membunuh Kyuhyun.

 

Jika Sungmin tidak bisa memiliki Kyuhyun sepenuhnya, kenapa Kyuhyun tidak lenyap saja? Mungkin siksaan itu akan lenyap, jika Kyuhyun lenyap. Tapi, apakah semudah itu? Lalu bagaimana dengannya nanti? Bagaimana dengan cintanya yang tidak pernah tertidur?

 

t.b.c

12 thoughts on “KyuMin series C : You just mine / part 3

  1. Yeaah… Kadang memang sering berfikir seperti itu…
    Bila tidak bsa memilikinya org lain pun tdk…
    *malah curhat😀

  2. Membunuh Kyuhyun??? yang benar saja! kau tak sejahat itu kan Ming???
    jangan lakukan itu! atau kau akan menyesal!!!!#berasa jadi pemeran antagonis =_=

  3. ming dendam sama kyu :O
    trus pengen lenyapin kyuhyun … Yg bener ming, kamu mau lenyapin kyu … Apa kamu Ngak bkalan sedih dah kehilangan …

  4. yah inilah yg namae cinta, tetap terikat walaupun salah satunya sdh mempunyai ikatan.

    sikapnya kyu emg kdg bikin greget… kl ky gini semua bakal tersakiti, khususnya ming dan minji. yah ga salah sampe ming punya pemikiran ky gt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s