KyuMin series C : You just mine / part 4

Pairing          : KyuMin  / YeWook

Genre           : Angst

Length          : Chapter

Warning        : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary       : Kunikmati tawaran malam untuk kembali meraba jejakmu. Di sini bibirku lama menunggu bibirmu

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 3

Beberapa menit kemudian Sungmin berdiri, mematikan kran shower dan beranjak keluar. Mengeringkan tubuhnya dan berpakaian. Ia beranjak membuka pintu saat terdengar suara bel berulang kali, dan Sungmin terpaku saat memandang sosok yang berdiri didepannya. Sungmin kembali mengigil dan sesak nafas seketika, seakan sosok yang berdiri didepannya menghentikan sejenak degup jantungnya yang mendadak berdetak tidak teratur.

 

“Hai hyung” kata Kyuhyun menyadarkan Sungmin.

“Kyu…apa yang kau lakukan disini?” tanya Sungmin terkejut.

“Tentu saja untuk bertemu denganmu” jawab Kyuhyun santai.

 

Sungmin membiarkan Kyuhyun masuk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh villa, sementara ia terdiam memperhatikan Kyuhyun. Pandangan mata itu, senyum itu, sosok itu, seluruhnya nyata. Sungmin tersadar bahwa yang berdiri didepannya saat ini adalah Kyuhyun, bukan bayang–bayang yang baru saja menyiksanya.

 

part 4

Sungmin meletakkan secangkir teh hangat didepan Kyuhyun, duduk didepannya dan  memandang Kyuhyun yang menyesap tehnya perlahan. Tidak ada yang bersuara selama beberapa menit selain detak jam yang terdengar berdetak dengan lambat menggema diruangan yang sepi. Kyuhyun meletakkan cangkir tehnya dan memandang Sungmin. Mata itu seakan menghancurkan benteng yang susah payah Sungmin bangun untuk melindunginya. Menghancurkan dengan gelombang yang lembut, namun dashyat.

 

“Bagaimana kau tahu aku disini?” tanya Sungmin bersuara.

“Yesung hyung yang memberitahu” jawab Kyuhyun tenang.

 

“Yesung hyung? Seharusnya aku tahu kenapa dia mengijinkan aku memakai villanya. Dia pasti sudah merencanakan hal ini” kata Sungmin mendengus.

 

“Sahabatmu, Ryeowook, tidak mau memberitahuku” kata Kyuhyun.

“Lalu, apa maumu sekarang?” tanya Sungmin.

“Tidakkah kau merindukanku hyung?” Kyuhyun balik bertanya.

 

Sungmin mengernyit memandang Kyuhyun. Ingin sekali ia mengatakan, “Ya, aku sangat merindukanmu, dan baru saja aku bercumbu dengan bayanganmu. Aku gila bukan?”, Namun Sungmin hanya diam memandang Kyuhyun.

 

“Hyung, maaf aku sudah begitu menyakitimu. Maaf, aku begitu egois menginginkanmu tetap disisiku, sementara statusku yang telah menikah. Aku tidak bermaksud membohongimu. Aku tidak bermaksud menyakitimu. I just love you so badly, dan aku tidak mau kehilanganmu hyung. Maafkan aku” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mendengus tidak percaya dan memalingkan wajahnya.

“Aku ingin bersamamu hyung” kata Kyuhyun lagi.

 

Sungmin menoleh dan mendelik memandang Kyuhyun. Ia kembali merasa marah.

“Kau serius dengan ucapanmu? Kau ingin bersamaku?” tanya Sungmin.

“Tentu saja hyung. Aku tidak pernah seserius ini” jawab Kyuhyun yakin.

 

“Kalau begitu, jika kau ingin bersamaku, tinggalkan Minji, ceraikan dia. Maka aku akan berada disisimu selamanya. Tapi jika tidak, lupakan saja. Kembali pada istrimu yang hamil itu dan bersiaplah menjadi seorang ayah” kata Sungmin memandang Kyuhyun dengan serius.

 

Kyuhyun terkejut memandang Sungmin dan terdiam.

“Bisakah kau lakukan itu?” tanya Sungmin.

 

****

 

Minji mengangkat kepalanya dari buku yang telah ia baca selama berjam–jam, kemudian memandang jam yang berdetak di dinding. Jam 12, sudah sangat larut. Namun Kyuhyun belum kembali. Minji menutup bukunya dan beranjak ke jendela. Ia memandang keluar, jika saja sosok Kyuhyun atau mobilnya terlihat. Namun hanya kegelapan yang terlihat dan tidak terdengar deru mobil yang mengusik ketenangan malam.

 

Minji mendesah dan meraba perutnya yang membesar. Hasil cintanya dengan Kyuhyun. Tidak, hasil cintanya pada Kyuhyun. Minji tahu, Kyuhyun tidak pernah mencintainya. Kyuhyun hanya menjalani pernikahan ini sebagai kewajiban belaka, tanpa cinta yang berarti. Meski begitu, Minji berusaha menjalani pernikahan ini dengan baik, meski pernikahan ini hanya sebuah perjodohan yang direncanakan untuk keuntungan bisnis orang tua.

 

Seperti kisah drama di tv ataupun novel–novel cinta, pernikahan karena perjodohan yang selalu berakhir dengan pemeran utama yang akhirnya saling jatuh cinta dan hidup bahagia. Namun kisahnya tidak seperti itu.  Minji memang jatuh cinta, tapi tidak dengan Kyuhyun. Kyuhyun jatuh cinta dengan orang lain, dengan seorang Lee Sungmin, bukan dirinya.

 

Dimulai dengan perselingkuhan mereka yang sempurna, Minji masih diam, berpura–pura tidak tahu. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Sungmin yang ingin mengambil Kyuhyun darinya. Saat itu ia rela jika saja Sungmin akan mengambil Kyuhyun darinya, ia sungguh rela. Entah karena dia polos atau bodoh, Minji percaya semua ada yang mengatur, dan ia percaya kelak Kyuhyun akan mencintainya. Setelah bayi didalam perutnya nanti lahir, Kyuhyun pasti akan mencintainya. Minji sungguh percaya, kepercayaan yang polos. Minji memandang keluar jendela, meraba perutnya yang membesar dan mendesah pelan. Malam semakin larut, namun Kyuhyun masih belum kembali.

 

****

 

Kyuhyun memandang pantulan dirinya dicermin wastafel. Gurat bingung dan lelah tergores disana. Ia menyalakan kran dan membasuh wajahnya beberapa kali, namun saat memandang cermin gurat–gurat itu masih ada. Kyuhyun mengernyit memandang dirinya didalam cermin, seakan sosok itu tersenyum mengejek dan mengucapkan kalimat pecundang padanya. Kyuhyun masih memandang cermin tanpa suara dan mengernyit saat sosok didalam cermin itu berganti menjadi sosok Sungmin yang menangis dan memandangnya kecewa. Tidak, ia tidak bisa melihat Sungmin menangis lagi. Ia tidak bisa menyakiti Sungmin lebih dari ini. Kyuhyun masih memandang cermin dan menghela nafasnya sesaat.

 

Sementara itu Sungmin duduk diatas tempat tidur. Tangannya memainkan sebuah pisau kecil. Sungmin tetap bersikukuh dengan keputusan gilanya, membunuh Kyuhyun. Dendam itu bermain dengan bayang–bayang Kyuhyun yang lolos dari kotak Pandora, bermain bersama dan mempermainkannya. Membuat Sungmin kembali merasa menyedihkan karena seluruh inderanya telah tergadai dalam perbudakan nafsu rendah yang tak terhindarkan. Karena setelah malam ini, mungkin Kyuhyun akan kembali meninggalkannya seperti di malam–malam lalu. Karena satu–satunya keinginan Sungmin adalah segera bebas dari belenggu yang mengikat kakinya, begitu kuat. Kebahagiaan yang berujung rasa sakit.

 

Sungmin segera menyembunyikan pisau kecilnya dibawah bantal saat Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Sungmin mulai gelisah memandang Kyuhyun. Cahaya lampu seakan memperjelas wajahnya yang sempurna. Mata liar itu seperti menghancurkannya dengan lembut. Setiap langkahnya menghentikan sejenak degup jantung Sungmin. Ayunan kakinya menendang udara, seperti jemari kerinduan yang menggapai cinta yang terluka.

 

Tubuh Sungmin menggigil dan tersentak saat Kyuhyun menyentuhnya. Suaranya yang kembali membuat Sungmin bergetar dan sesak nafas seketika. Kyuhyun yang menyentuhnya dengan lembut, memeluknya dalam kehangatan dan memagutnya dalam bahasa ketulusan. Terdengar suara saling mencecap. Hisapan tergesa–gesa seperti anak–anak sekolah dasar menikmati gula–gula dalam sebuah perlombaan. Diantara percumbuannya, tangan Sungmin menyusup ke bawah bantal, mengambil pisau kecil miliknya dan mengeluarkannya perlahan. Ia bersiap menusukkan benda itu ke punggung Kyuhyun yang tidak sadar dengan rencana gila Sungmin.

 

Walau demikian Sungmin tetap tidak dapat sepenuhnya mengontrol degup jantungnya yang berdebar keras, sebab tubuh memiliki hukum dan kodratnya sendiri. Keinginan yang dikendalikan antara syaraf yang bersengkongkol dengan hormon–hormon yang tercipta melalui serangkaian hukum kimia–mekanik, yang kaku, kejam dan pasti. Sungmin dapat merasakan darahnya kini melaju dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Sungmin meremas pisau kecil ditangannya bersiap dengan rencananya. Kepalanya berpikir, satu tusukkan tidak akan membuat Kyuhyun mati seketika. Mungkin ia butuh tiga, empat atau lima tusukan, pasti itu akan membuat darahnya berceceran.

 

Namun saat pisau itu hanya tinggal beberapa senti menyentuh kulit Kyuhyun yang telanjang, tangan Sungmin terhenti karena suara Kyuhyun yang berbisik ditelinganya, mengatakan hal yang sangat ia inginkan, begitu lembut dan tulus. Sungmin memandang Kyuhyun seakan ia salah dengar.

 

“K…kau bilang apa?” tanya Sungmin.

“Aku bilang, aku akan menceraikan Minji dan bersamamu selamanya. Jika perlu, mungkin aku akan membunuhnya jika itu bisa membuatmu puas” jawab Kyuhyun.

Sungmin memandang Kyuhyun tidak percaya.

“……kau serius?” tanya Sungmin.

“Ya, itu keputusanku. Kali ini aku serius hyung” jawab Kyuhyun mantap.

 

Sungmin terdiam memandang Kyuhyun, mencari kebenaran dalam pandangan matanya yang berkilat, penuh keseriusan. Sungmin tahu, Kyuhyun benar–benar serius kali ini. Tangan Sungmin jatuh dengan lemah. Pisau kecil yang ia remas sejak tadi terlepas dan terjatuh ke lantai. Kyuhyun menoleh dan mengernyit memandang benda yang berkilat tertimpa cahaya lampu itu.

 

“Pisau? Kenapa benda itu ada disini?” tanya Kyuhyun bingung.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin. Sungmin masih terdiam, menunduk memandang sprei ranjang yang berwarna putih.  “Kau ingin membunuhku hyung?” tanya Kyuhyun tidak percaya.

 

Sungmin hanya terisak kecil.

“Wae?” tanya Kyuhyun terkejut.

 

“………maaf. Kupikir, kau akan meninggalkanku lagi. kupikir kau hanya mempermainkanku. Aku sangat mencintaimu Kyu, dan aku tidak rela berbagi dengan perempuan itu. Perasaan ini sangat menyiksaku. Kupikir…kupikir jika kau lenyap, Minji tidak akan bisa memilikimu lagi, dan mungkin…mungkin siksaan ini akan lenyap juga. Maaf Kyu, hwuaaa…!” kata Sungmin dan mulai menangis.

 

Kyuhyun memandang Sungmin dengan penuh sesal dan memeluknya. Ia mengusap kepala Sungmin dengan lembut dan mengecupnya beberapa kali. “Aku yang seharusnya minta maaf hyung. Maaf sudah bersikap egois dan menyakitimu terlalu jauh. Aku akan bersikap tegas kali ini” kata Kyuhyun.

 

“Kau serius dengan ucapanmu? Meninggalkan perempuan itu dan tetap bersamaku, selamanya? Tidak akan meninggalkan aku lagi?” tanya Sungmin terisak.

 

Kyuhyun melepas pelukannya dan mengusap air mata yang membasahi wajah cute Sungmin.

“Ne, aku serius. Aku akan menceraikan Minji dan bersamamu selamanya. Aku akan membunuhnya jika perlu, jika itu—“ jawab Kyuhyun

 

“Tidak, jangan. Kau cukup menceraikannya saja. Tidak perlu membunuhnya” potong Sungmin dengan cepat.

 

“Araseo, jika itu maumu” kata Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin terdiam sesaat dan memandang Kyuhyun dengan ragu.

“Bagaimana  dengan orang tuamu? Pernikahanmu itu karena perjodohan mereka bukan?” tanya Sungmin.

 

“Tenang saja, aku akan mengurusnya. Aku ‘kan jenius” kata Kyuhyun tersenyum lucu. Sungmin tertawa.

 

Kyuhyun dan Sungmin saling mendekat dan saling menggoda Menyambut percumbuan yang tertunda. Merasakan madu yang menetes dari bibir yang saling bertemu, dari pertemuan yang telah lama ditunggu. Sungmin menarik tubuh Kyuhyun semakin erat ke sisinya, menemukan kuncup–kuncup sakura yang di tebar pada musim semi. Dengan menggunakan lidahnya ia petik kuncup–kuncup itu, membawa harumnya ke dalam tubuhnya. Menandakan tubuh sempurna ini adalah miliknya. Sesekali ia tengadah untuk mendapatkan makna yang diberikan lewat pengantar persetubuhan yang dipelajari makhluk mamalia sejak zaman purba dengan cara yang begitu sederhana.

 

Malam hampir meninggalkan posisinya saat percumbuan ini berakhir. Sungmin menoleh memandang Kyuhyun yang tertidur disisinya dengan lelah. Sungmin tahu ia telah kalah, lagi. Ia harus selalu menanggung kekalahannya setiap kali berhadapan dengan Kyuhyun. keberaniannya hanya sebatas angan. Juga dendamnya. Tapi setidaknya ia tidak mengakhiri percintaan ini dengan buruk. Kyuhyun mengatakan akan meninggalkan istrinya dan bersamanya selamanya. Di hari itu, Kyuhyun hanya akan menjadi miliknya. Ia hanya cukup bersabar menunggu saat itu tiba. Sungmin tersenyum, memeluk Kyuhyun dan mulai terlelap.

 

t.b.c

10 thoughts on “KyuMin series C : You just mine / part 4

  1. hhhhaaaaaahhhhh…
    aku nggak sadar nahan nafas pas baca bagian terakhir…
    semoga ff ini happy ending ya tuhannnn…
    #lanjut baca

  2. wowowowow!!
    apa ini akan happy ending?
    oke minji kasian tp aku lbh kasian lihat calon anak kyuhyun
    ya kyuhyun gak salah kalo mau ceraikan minji krn memang gak cinta
    tapi kalo memang gk cinta knp kyuhyun harus bikin minji hamil coba
    dan siapa korban disini… baby cho!
    huhuhu kasian bayi malang itu bakalan lahir tanpa ayah dong😥

  3. syukurlah gagal, tapi memamg divorce yg terbaik buat mereka bertiga, yah mmg susah tp yah gmn lg…. namax cinta kan tak berlogika. [°°]

  4. annyeong, saya reader baru disini ^^. saya joyer, salam kenal. mau tanya, kalo mau minta pw begitu, gimana caranya? gomawo sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s