KyuMin series C : You just mine / part 5

Pairing          : KyuMin  / YeWook

Genre           : Angst

Length          : Chapter

Warning        : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary       : Kunikmati tawaran malam untuk kembali meraba jejakmu. Di sini bibirku lama menunggu bibirmu

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 4

Namun saat pisau itu hanya tinggal beberapa senti menyentuh kulit Kyuhyun yang telanjang, tangan Sungmin terhenti karena suara Kyuhyun yang berbisik ditelinganya, mengatakan hal yang sangat ia inginkan, begitu lembut dan tulus. Sungmin memandang Kyuhyun seakan ia salah dengar.

 

“K…kau bilang apa?” tanya Sungmin.

“Aku bilang, aku akan menceraikan Minji dan bersamamu selamanya. Jika perlu, mungkin aku akan membunuhnya jika itu bisa membuatmu puas” jawab Kyuhyun.

Sungmin memandang Kyuhyun tidak percaya.

“……kau serius?” tanya Sungmin.

“Ya, itu keputusanku. Kali ini aku serius hyung” jawab Kyuhyun mantap.

 

part 5

Kuhyun kembali ke Seoul, sementara Sungmin tetap di Jeju menikmati sisa liburannya dengan tenang. Minji mengangkat kepalanya saat mendengar suara deru mobil yang ia kenal. Ia beranjak menuju pintu depan saat akhirnya ia melihat Kyuhyun melangkah masuk. Minji menghentikan kakinya saat Kyuhyun hanya memandangnya.

 

“Appa dari mana? Kenapa pergi tidak pamit padaku?” tanya Minji.

“Umm…maaf. Aku ada urusan mendadak di pulau Jeju. Ponselku mati jadi tidak bisa mengabarimu” jawab Kyuhyun seraya beranjak menuju kamarnya.

 

Minji beranjak mengikuti Kyuhyun, mencecarnya dengan pertanyaan–pertanyaan yang tentu saja sebagian tidak bisa ia jawab. Minji terdiam sesaat memandang Kyuhyun yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Seketika rasa gelisah menderanya.

“Kau pergi dengan siapa? Apakah oppa berniat meninggalkanku?” tanya Minji.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan melepas jas yang menutupi tubuh sempurnanya. Ia hanya mengernyit tidak nyaman dengan pertanyaan–pertanyaan yang terus dicecar oleh Min ji. Kyuhyun tidak tahu bagaimana reaksi Minji ketika mendengar jawabannya. Mungkin Min ji akan langsung melahirkan mendadak jika ia mendengar Kyuhyun menjawab, “Aku pergi ke pulau Jeju, menginap di villa milik Yesung, bercinta dengan Sungmin selama dua hari berturut–turut dan membicarakanmu serta sempat terlintas untuk membunuhmu! Sayangnya Sungmin tidak setuju, jadi aku hanya akan menceraikanmu!”, karena itu Kyuhyun hanya diam.

 

“Minji, aku sangat lelah. Please…” kata Kyuhyun menghentikan celotehan Minji.

“……araseo” kata Minji akhirnya kemudian beranjak pergi.

 

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di kasur yang selalu ia rindukan dan terpaksa harus ia bagi dengan orang yang tidak ia cintai. Perlahan Kyuhyun tertidur. Beberapa jam kemudian Minji membangunkannya.

 

“Oppa bangun, saatnya makan malam” kata Minji seraya mengguncang pelan tubuh Kyuhyun.

 

Kyuhyun menggeliat dan membuka matanya.

“Araseo, aku akan segera turun” kata kyuhyun seraya bangun.

 

Minji memandang Kyuhyun yang beranjak ke kamar mandi. Tidak lama terdengar suara air shower mengalir. Minji mendesah sesaat dan merapikan pakaian Kyuhyun yang diletakkan sembarangan oleh pemiliknya. Ia mengernyit saat mengendus hidungnya ke pakaian Kyuhyun, tercium aroma yang lain. Seperti aromanya saat selesai bercinta, dan aroma parfum yang lain. Rasa gelisah semakin menderanya. Dengan susah payah ia mencoba menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Mencoba mempertahankan tubuhnya yang hampir limbung. Minji masih memegang pakaian milik Kyuhyun, saat Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Aroma shampoo tercium dari rambutnya yang masih basah.

 

Kyuhyun mengernyit memandang Minji.

“Minji, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kyuhyun.

 

Minji menoleh memandang Kyuhyun yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk biru kesayangannya. Tangan Min ji meremas pakaian Kyuhyun ditangannya dengan kuat. Ia menghela nafasnya sesaat.

 

“Tidak. Aku hanya ingin merapikan pakaianmu. Cepatlah turun sebelum makanannya dingin” jawab Minji tersenyum.

“Araseo” kata Kyuhyun kemudian membuka lemari pakaiannya.

“Aku akan membawa pakaian ini untuk di cuci besok” kata Minji.

“Araseo” kata Kyuhyun seraya berpakaian.

 

Min i beranjak pergi. Namun ia berhenti sesaat diambang pintu dan menoleh.

“Appa” panggil Minji.

“Ne?” jawab Kyuhyun menoleh.

 

“Eh, aku hanya ingin tahu, siapa orang yang pergi bersamamu dan apa yang kalian lakukan bersama?” tanya Minji tiba-tiba.

 

Kyuhyun mengernyit sesaat memandang Minji, kemudian memalingkan wajahnya pada cermin.

“Aku tidak pergi dengan siapapun dan do nothing!” jawab Kyuhyun seraya merapikan rambutnya.

 

“Begitu. Umm…kira–kira, bagaimana kabar Sungmin ssi sekarang yah?” tanya Min ji seraya memainkan pakaian Kyuhyun ditangannya.

 

Kyuhyun menoleh dan kembali mengernyit memandang Minji.

“Dia baik, kurasa. Kenapa tiba–tiba kau bertanya tentang dia?” jawab Kyuhyun heran.

“Ah, tidak. Aku hanya bertanya” kata Minji tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Minji beranjak ke ruang cuci dan meletakkan pakaian Kyuhyun diantara tumpukan pakaian kotor lainnya. Ia masih merasakan gelisah yang mulai menggerogotinya, dan perlahan Minji mulai menangis. Ia tahu Kyuhyun telah berbohong. Dan ia bisa menebak siapa orang yang telah bercinta dengan suaminya di pulau Jeju, Sungmin. Seketika ia merasa marah. Dulu ia telah rela jika Sungmin akan mengambil Kyuhyun darinya, tapi kini tidak. Ia tidak bisa lagi merelakan Kyuhyun pada orang lain, pada Sungmin.

 

****

 

Minji memandang map cokelat yang diberikan oleh Kyuhyun. Entah kenapa rasa gelisah itu semakin terasa nyata. Minji mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun yang sedang menikmati sarapan disampingnya.

 

“Apa ini oppa?” tanya Minji.

“Surat cerai” jawab Kyuhyun singkat.

“M…mwo?” kata Minji terkejut.

 

Minji membuka map cokelat itu. Isinya hanya selembar kertas yang cukup membuatnya terbelalak tidak percaya. Tangan Minji sedikit bergetar meremas kertas itu, dan matanya menelusuri setiap baris tulisan dengan nafas yang tertahan. Minji mengatur nafasnya sesaat kemudian memandang Kyuhyun.

 

“Kau ingin menceraikan aku?” tanya Minji.

“Ne, aku tidak bisa mempertahankan pernikahan ini lagi” jawab Kyuhyun.

“Tapi…ini terlalu mendadak. Wae?” tanya Minji.

 

Kyuhyun meletakkan sumpitnya dan memandang wajah Minji yang terkejut.

“Kau tahu alasanku” jawab Kyuhyun.

“Karena Sungmin ssi?” tanya Minji.

 

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya. Minji mendengus tidak percaya. Lucu sekarang ia merasa terkejut dan marah, setelah sebelumnya ia sangat mengerti tentang masalah ini. Minji tahu, kelak Kyuhyun pasti akan menceraikannya demi Sungmin. Tapi tetap saja, ia merasa tidak rela.

 

“Kau masih……bertemu dengannya?” tanya Minji.

“Ne, dan ternyata aku tidak bisa melupakannya” jawab Kyuhyun.

 

Minji mendesah kecewa.

“Tolong jangan berwajah seperti itu Minji. Sejak awal kau sudah tahu resiko dari pernikahan ini, perjodohan konyol ini. Aku tidak pernah mencintaimu Minji” kata Kyuhyun.

 

“Tapi…oppa sangat baik padaku. Oppa adalah suami yang baik dan lembut” kata Minji masih tidak percaya.

 

“Aku hanya berusaha menjadi anak yang baik bagi orang tuaku. Aku hanya menjalani pernikahan ini sebagai kewajiban. Maaf Minji” kata Kyuhyun.

 

Minji menggelengkan kepalanya dan terisak kecil.

Please, don’t do this to me. Demi anak ini” kata Minji seraya menyentuh perutnya yang besar.

 

Kyuhyun mendesah sesaat.

“Maaf Minji, aku sungguh tidak bisa” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang bahu kecil Minji yang naik turun karena isakan tangis, hampir membuatnya mengambil kertas itu dari tangan Minji dan merobeknya. Namun Kyuhyun berusaha bertahan dengan keputusannya, demi Sungmin.

 

“Kau tidak perlu khawatir dengan orang tua kita, aku akan mengurusnya. Aku harap kau tidak merobek surat cerai itu, karena aku sangat sulit mendapatkannya” kata Kyuhyun.

 

Minji tidak bersuara dan hanya menunduk.

“Kau tahu pernikahan ini harus dihentikan, sebelum aku melukaimu terlalu jauh. Tolong mengertilah Minji” kata Kyuhyun lagi.

 

Minji masih tidak bersuara. Kyuhyun mendesah dan beranjak pergi. Tidak lama terdengar suara deru mobil Kyuhyun yang melaju pergi. Minji masih tidak beranjak dari tempatnya. Ia terus memandang lembaran kertas ditangannya, surat cerai untuknya. Kyuhyun akan menceraikannya. Seketika Minji merasa dunianya seakan runtuh. Dunia yang susah payah Minji bangun dengan harapan mungkin Kyuhyun akan juga mencintainya. Minji mendengus mengingat Sungmin. Sungmin yang menarik perhatian Kyuhyun. Sungmin yang akan mengambil Kyuhyun darinya. Dan kali ini Minji tidak hanya akan diam saja seperti saat itu. Ia harus mempertahankan Kyuhun tetap disisinya.

 

****

 

Malam kembali dihentak oleh musik yang dimainkan oleh Yesung dibalik peralatan DJnya. Sementara itu, Sungmin dan Ryeowook sedang menikmati vodka mereka seraya mengobrol di meja mereka. Ryeowook meletakkan gelas vodkanya dan memandang Sungmin tidak percaya. Ia menggeser duduknya mendekati Sungmin.

 

“Benarkah itu?” tanya Ryeowook.

“Ne, aku tidak ingin dipermainkan lagi. Tapi Wookie, apa ini benar?” tanya Sungmin sedikit ragu.

 

“Hyung!! Jangan lemah seperti itu. Kau sudah memilihnya, maka kau harus siap dengan resikonya. Aku tidak bisa lagi mengatakan ini benar atau tidak, tapi aku tahu hyung sudah melakukan yang terbaik demi masa depanmu” kata Ryeowook.

 

“Kau terlihat seperti Yesung hyung saja, sama ajaibnya” kata Sungmin terkekeh.

“Tapi aku tidak aneh” kata Ryeowook.

 

Sungmin dan Ryeowook terkekeh bersama.

“Aku heran apa yang kau sukai dari Yesung hyung. Dia cukup ajaib dan aneh” kata Sungmin mengernyit.

 

Ryeowook kembali terkekeh dan memandang Yesung yang masih sibuk dibalik peralatan DJnya. Terlihat memukau bagi Ryeowook. “Aku mencintai Yesung hyung apa adanya. Kesempurnaannya, keajaibannya, maupun keanehannya. Itu Yesung yang aku tahu, dan sangat aku sayangi” katanya tersenyum.

 

“Aku mulai berpikir, beruntung Yesung hyung memiliki orang sepertimu disisinya” kata Sungmin ikut tersenyum.

 

“Dia memang sangat beruntung,” kata Ryeowook tersenyum bangga. “Jadi, kapan Kyuhyun akan menceraikan istrinya?” tanya Ryeowook menoleh memandang Sungmin yang sedang memainkan gelas vodkanya.

 

“Kyu bilang secepatnya” jawab Sungmin.

“Tapi aku tidak yakin perempuan itu akan menyetujui perceraian ini dengan mudah” kata Ryeowook.

 

“Wookie, kau mematahkan semangatku” kata Sungmin merengut.

“Owh, maaf hyung. Hehe…” kata Ryeowook tersenyum meminta maaf.

“Tapi, aku akan segera memiliki Kyu. Hanya milikku” kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin dan Ryeowook menikmati gelas vodka mereka seraya mengobrol. Sementara itu, seorang perempuan berjalan memasuki club. Pakaiannya yang anggun dan perutnya yang membuncit karena hamil, terlihat kontras dengan suasana club yang hiruk pikuk. Perempuan itu mengedarkan pandangannya mencari seseorang.

 

Yesung mengernyit memperhatikan perempuan itu. Kemudian ia mengangkat tangannya memberi tanda pada Henry untuk menggantikan posisinya. Henry merengut sesaat kemudian berkata sesuatu pada Zhoumi yang sedang merangkulnya dengan hangat. Zhoumi menganggukkan kepalanya, tersenyum dan melepaskan rangkulannya. Henry tersenyum dan mengecup singkat pipi Zhoumi kemudian beranjak mendekati Yesung yang terlihat tidak sabar. Yesung melepas headphonenya dan memberikannya pada Henry.

 

“Aissh, kau mengganggu saja hyung” gerutu Henry.

“Hanya sebentar Henry, please” kata Yesung tersenyum.

“Araseo, hanya malam ini” kata Henry mendesah dan memakai headphone ditelinganya.

 

Yesung tersenyum dan beranjak pergi, sementara Henry mulai memainkan peralatan DJnya dengan lihai. Menghentak malam dengan musiknya yang tidak pernah bisa ditolak. Yesung menyeruak keramaian disekitarnya seraya mengedarkan pandangannya. Segera ia menemukan perempuan itu. Penampilannya yang kontras dengan suasana club membuatnya mudah terlihat. perempuan itu terlihat bingung dan mencari seseorang. Yesung beranjak mendekatinya.

 

“Minji!” panggil Yesung.

 

Minji menoleh dan tersenyum.

“Yesung oppa” kata Minji tersenyum lega.

“Apa yang kau lakukan ditempat ini? Ini bukan tempat yang cocok untuk perempuan hamil” tanya Yesung mengernyit memandang perut Minji yang besar.

 

“Umm…aku sedang mencari seseorang” jawab Minji.

“Siapa?” tanya Yesung.

“Lee Sungmin” jawab Minji.

 

****

 

Sungmin memandang Minji yang duduk tenang didepannya. Perempuan yang pernah bertemu dengannya tujuh bulan yang lalu. Mata Sungmin beralih pada perut Minji yang telah membesar. Dibelakangnya Ryeowook dan Yesung memperhatikan mereka dengan tegang.

 

“Apa kabar Sungmin ssi?” kata Minji dengan suara halusnya.

“Baik. Bagaimana denganmu? Kelihatannya kehamilanmu semakin besar” tanya Sungmin berbasa basi.

 

Minji tersenyum dan mengelus perutnya yang besar, membuat Sungmin merasa nyeri.

“Sangat baik. Dua bulan lagi aku akan melahirkan, dan menurut pemeriksaan bayi kami laki–laki” jawab Minji.

 

“Kami?” Sungmin mengernyit memandang Minji.

“Aku dan Kyuhyun oppa” kata Minji.

 

Sungmin mendesah sesaat.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Sungmin.

 

Minji terdiam sesaat memandang Sungmin. Membuka tasnya dan mengeluarkan sebungkus amplop tebal. Sungmin mengernyit saat Minji menyodorkan benda itu padanya. Dengan ragu Sungmin membukanya dan terkejut. Lembaran–lembaran uang bernilai besar dan berjumlah sangat banyak.

 

“Semuanya berjumlah 100. 000.000 Won” kata Minji.

“Apa maksudnya ini?” tanya Sungmin mengernyit.

 

“Tolong tinggalkan Kyuhyun oppa, maka uang ini akan jadi milikmu” jawab Minji.

“Mwo?! Kau ingin membayarku?!” kata Sungmin mulai emosi.

 

Dibelakang Sungmin, Ryeowook merengut tidak suka memandang Minji, sementara Yesung hanya memperhatikan mereka tanpa suara. Sungmin meletakkan kembali amplop itu diatas meja dan memandang Minji dengan marah.

 

“Tidak bisakah kau memikirkan cara yang lebih keren? Cara seperti ini sudah ketinggalan zaman nona” kata Sungmin.

 

Minji meremas tasnya, berusaha untuk tetap tenang. Ia membuka tasnya dan meletakkan selembar tiket pesawat menuju Kanada. Sungmin kembali mengernyit memandang Minji. “Kau ingin mengirimku keluar negeri? Kau pikir dengan itu, kau bisa memisahkanku dengan Kyu?” kata Sungmin marah.

 

“Aku sudah memberimu kesempatan saat itu. Namun kau menolaknya. Padahal saat itu, aku sungguh rela jika Sungmin ssi benar–benar mengambil Kyuhyun oppa dariku” kata Minji tenang.

 

Sungmin mendengus, seakan ia salah dengar.

“Aku menolaknya untukmu, karena aku iba padamu. Tapi sekarang tidak. Aku benar-benar serius” kata Sungmin.

 

“Begitu juga denganku Sungmin ssi. Aku ingin mempertahan Kyuhyun oppa sekali ini” kata Minji.

 

“Kau tahu nona, awalnya aku melarang Sungmin hyung untuk berhubungan dengan Kyuhyun karena statusnya yang sudah menikah. Tapi melihat orang yang Kyuhyun nikahi selama ini, aku bersyukur Sungmin hyung tidak mendengarku. Kau sangat tidak sopan dan tidak menyenangkan nona” kata Ryeowook merengut tidak suka pada Minji.

 

Minji hanya memandang Ryeowook, kemudian memandang Yesung yang berdiri disamping Ryeowook dengan tenang. Minji beralih memandang Sungmin yang sedang memandangnya dengan marah dan terhina. Saat pertama kali melihat Sungmin, Minji tahu, ia tidak akan bisa menang darinya. Sungmin yang sempurna. Sungmin yang bersinar seperti matahari. Sungmin yang begitu menarik perhatian Kyuhyun. Sungmin mendengus memandang Minji kemudian beranjak pergi.

 

“Hyung…hyung mau kemana?” tanya Ryeowook.

 

Sungmin tidak menjawab dan beranjak menuju bar. Tidak lama ia kembali dengan dua botol Wiski ditangannya. Ia meletakkan botol-botol itu ditengah meja.  “Untuk apa botol wiski ini hyung?” tanya Ryeowook mengernyit.

 

“Untuk sebuah pertaruhan” jawab Sungmin.

“Mwo?” Ryeowook semakin mengernyit tidak mengerti.

 

Sungmin memandang Minji dan tersenyum.

“Kau pernah bertaruh sebelumnya Minji ssi?” tanya Sungmin.

“Umm…tidak” jawab Minji memandang botol wiski didepannya dengan ragu.

 

“Ayo kita bertaruh Minji ssi” kata Sungmin.

“Bertaruh?” kata Minji mengernyit.

 

“Yeah, bertaruh. Jika kau bisa mengalahkanku menghabiskan wiski ini, aku akan mengambil uang itu dan meninggalkan Kyuhyun. Tapi jika kau kalah, kau harus bercerai dari Kyuhyun. Bagaimana?” tantang Sungmin.

 

Min ji terdiam dengan ragu.

“Mwo? Hyung itu berbahaya” kata Ryeowook terkejut.

“Sungmin, Minji tidak mungkin minum wiski. Dia sedang hamil, dan alcohol sangat berbahaya bagi kehamilannya” kata Yesung bersuara.

 

Sungmin tidak peduli dan memandang Minji yang masih terdiam dengan ragu. Sungmin tidak bodoh, ia tahu alcohol tidak baik bagi orang hamil. Sungmin juga tidak serius, ia yakin Minji pasti akan menyerah.

 

“Baiklah. Ayo kita bertaruh Sungmin ssi” kata Min ji bersuara.

 

Sungmin terkejut mendengar keputusan Minji.

“Kau yakin? Mungkin ini akan membahayakan kehamilanmu. Sebaiknya kau mundur saja” kata Sungmin.

 

“Tidak. Aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa mempertahankan Kyuhyun oppa” kata Minji menolak.

 

“Apa kau bodoh?” tanya Ryeowook mengernyit memandang Minji.

“Hentikan Min ji. Ini berbahaya. Ingat, kau sedang hamil” kata Yesung melarang.

 

Minji menggelengkan kepalanya dengan tegas. Mengambil botol wiski didepannya dan mulai menenggaknya, bersamaan dengan Sungmin yang mulai menenggak botolnya. Ryeowook dan Yesung hanya bisa terkejut memandang mereka berdua. Beberapa kali Minji hampir muntah karena tidak terbiasa minum, namun ia tetap nekat untuk meneruskannya, mengabaikan larangan Yesung yang mulai khawatir. Sungmin memperhatikan Minji dari sudut matanya. Rasa bimbang kembali mendatanginya. Namun bayangan Kyuhyun yang selalu memenuhi kepalanya membuatnya kembali bersemangat, menenggak botol wiskinya seperti orang gila.

 

Sungmin berhenti minum saat tiba–tiba Ryeowook berteriak cemas. Botol ditangan Minji terjatuh dan pecah. Sungmin memandang Minji yang memegang perutnya yang kesakitan.

“Ba…bayiku…” kata Minji kesakitan.

 

Sungmin masih terpaku memandang Minji. Ryeowook yang mulai panik, Yesung yang segera sibuk menelpon dan suasana club yang berubah semakin ramai karena insiden kecil ini. Sungmin tersadar saat beberapa petugas ambulance datang dan mengangkut tubuh Minji pergi. Ryeowook mengguncang pelan tubuh Sungmin dan menariknya pergi. Sungmin masih terdiam terpaku saat mobil Yesung membawanya pergi menuju rumah sakit. Sungmin tersadar, mungkin kehamilan Minji dalam bahaya. Dan ini karena pertaruhan bodohnya.

 

t.b.c

 

8 thoughts on “KyuMin series C : You just mine / part 5

  1. Gyaah… Nekat bgd itu cewk
    ckck… Tp patut di kasih jempol kkk~
    mga kyu gk nyalahin ming… Sama batalin percerainnya

  2. bodoh!!
    gak tau yaa cinta segitiga mereka benar2 bodoh dan gila!
    logika sama sekali gak peenah menyambangi benak mreka ya
    yang ada hanya obsesi dan keinginan ckckck
    dan tetep cinta yewook yg paling suci deeh
    dan minji bener2 gila mau bunuh anaknya sendiri apa gimana?
    udah tau bakalan kalah juga ya harusnya anaknya lah yg di pertahankan
    salah satu alasan kyuhyun jd gak bisa lepas sepenuhnya sama dia kan
    walaupun udah cerai juga iiiih
    kasian bayi malang itu ckckck

  3. ohhh my minggggg…. knp berfikiran sprti ituu?? emg keterlaluan minji mengira ming cm mau duit banyak, cm.ya ini bkn lgkah yg tepat… ksian toh ntr bayinya kl minji keguguran… *ikutantegang*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s