KyuMin series C : You just mine / part 6

Pairing          : KyuMin  / YeWook

Genre           : Angst

Length          : Chapter

Warning        : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary       : Kunikmati tawaran malam untuk kembali meraba jejakmu. Di sini bibirku lama menunggu bibirmu

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 Previously in part 5

Sungmin berhenti minum saat tiba–tiba Ryeowook berteriak cemas. Botol ditangan Minji terjatuh dan pecah. Sungmin memandang Minji yang memegang perutnya yang kesakitan.

“Ba…bayiku…” kata Minji kesakitan.

 

Sungmin masih terpaku memandang Minji. Ryeowook yang mulai panik, Yesung yang segera sibuk menelpon dan suasana club yang berubah semakin ramai karena insiden kecil ini. Sungmin tersadar saat beberapa petugas ambulance datang dan mengangkut tubuh Minji pergi. Ryeowook mengguncang pelan tubuh Sungmin dan menariknya pergi. Sungmin masih terdiam terpaku saat mobil Yesung membawanya pergi menuju rumah sakit. Sungmin tersadar, mungkin kehamilan Minji dalam bahaya. Dan ini karena pertaruhan bodohnya.

 

part 6

Kyuhyun sedang duduk berhadapan dengan ayahnya yang sedang memandangnya tidak percaya. Raut wajahnya mengernyit aneh memandang Kyuhyun, seolah putranya sudah mulai gila.

 

“Kau tahu apa yang baru saja kau katakan?” tanya tuan Cho.

“Aku tahu” jawab Kyuhyun dengan tenang.

 

Tuan Cho mendengus tidak percaya.

“Kau ingin menceraikan Minji, dan alasanmu?” tanya Cho masih tidak percaya.

“Aku mencintai orang lain” jawab Kyuhyun.

 

Tuan Cho diam sesaat memandang putranya.

“Kau tahu, ibumu pasti akan segera pingsan jika mendengar ini” kata tuan Cho.

“Karena itu aku bicara dengan ayah, yang tidak pingsan mendengarku” kata Kyuhyun.

 

Tuan Cho tertawa kemudian memandang putranya dengan serius.

“Tidak bisa. Aku menolaknya” kata Tuan Cho.

 

“Aku tidak datang untuk meminta persetujuan ayah, aku hanya ingin memberitahu saja. Aku tidak pernah mencintai Minji” kata Kyuhyun.

 

“Cinta! Apa cinta bisa memberimu makan dan bertahan hidup? Persetan dengan cinta!” kata Tuan Cho mendengus.

 

“Apa uang bisa memberi kebahagiaan? Uang ayah sudah banyak, tentu ayah sudah cukup bahagia saat ini bukan?” kata Kyuhyun tersenyum tenang.

 

Tuan Cho mendelik memandang Kyuhyun.

“Kau…! Kau sudah pintar bicara. Dengar Kyuhyun, saat kau memilih DJ sebagai pekerjaanmu aku tidak menolaknya. Aku tidak meminta banyak padamu, hanya nikahi Minji” kata tuan Cho.

 

Kyuhyun mengernyit memandang ayahnya.

“Ayah lupa? Ayah sudah meminta terlalu banyak padaku. Menjadi anak yang baik dan penurut, bersekolah di luar negeri, bahkan memaksaku menikah dengan orang yang tidak aku cintai, dan ibu selalu menuntutku untuk memberi cucu. Kalian, selalu memaksakan kehendak padaku” kata Kyuhyun.

 

“Apa yang sedang kau katakan?” tanya tuan Cho mulai emosi.

“Tidakkah kalian lelah? Sementara aku saja sudah kelelahan. Aku lelah terus dipaksa oleh kalian” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun duduk dengan tenang memandang ayahnya yang terlihat marah. Cuping hidungnya kembang–kempis menahan marah, wajahnya memerah, matanya mendelik, telapak tangannnya menggenggam dengan kuat. Kyuhyun hanya tersenyum memandang pria paruh baya yang duduk di depannya, seulas senyum dingin yang membuat tuan Cho terdiam. Tuan Cho tersadar, putranya serius kali ini.

 

Satu jam kemudian Kyuhyun mengakhiri pembicaraan dengan ayahnya. Ia tersenyum memandang ayahnya yang diam tidak berkutik. Entah bagaimana, akhirnya Kyuhyun memenangkan perdebatan ini. Tuan Cho hanya memandang Kyuhyun yang berdiri dan beranjak pergi meninggalkan ruangannya.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan senang dan menekan tombol lift. Ia harus menunggu beberapa menit sampai pintu lift terbuka. Kyuhyun merogoh sakunya mengambil ponselnya yang bergetar. Nama Yesung tertera pada ID caller.

 

“Yesung hyung, mworago?”

“Kyu, sebaiknya kau cepat ke rumah sakit”

“Mworago?”

“Minji……”

 

****

 

Sungmin berdiri didepan kamar rawat Minji. Bersender pada dinding dan menggigit ujung kukunya dengan gelisah. Ryeowook berdiri disampingnya. Menyentuh bahunya dan mengatakan ini bukan salahnya, salah perempuan itu karena tetap nekat minum alcohol. Sungmin menoleh saat pintu kamar rawat terbuka. Yesung melangkah keluar dan memandang Sungmin yang sedang gelisah.

 

“Dia baik–baik saja. Hanya reaksi karena alcohol berlebihan yang ia minum. Sebenarnya, sejak kecil Minji memang lemah terhadap alcohol” kata Yesung mencoba menenangkan.

 

Sungmin kembali mengigit ujung kukunya dengan gelisah.

“Bagaimana jika Kyu akan meninggalkanku karena ini? Bagaimana jika mereka tidak jadi bercerai?” Sungmin bersuara dengan cemas.

 

Ryeowook mendesah dan merangkul bahu Sungmin dengan lembut, mencoba menenangkannya.

“Tenanglah hyung, Kyuhyun tidak akan meninggalkanmu. Dia sudah berjanji untuk menceraikan Minji dan memilih tetap bersamamu, bukan?” kata Ryeowook tersenyum.

 

Ryeowook menoleh memandang Yesung yang sedang menelpon. Beberapa menit kemudian Yesung menutup ponselnya dan memandang Ryeowook. “Kyuhyun akan segera datang. Dia dalam perjalanan menuju kesini” kata Yesung.

 

“Bagaimana dengan keluarga Minji?” tanya Ryeowook.

“Umm…mereka sedang berada di Cina. Mungkin mereka segera kembali besok” jawab Yesung.

 

20 menit kemudian. Yesung menoleh memandang ujung lorong. Sosok Kyuhyun terlihat berlari mendekat. Wajahnya terlihat cemas. “Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Kyuhyun.

 

“Minji mencoba menghabiskan sebotol wiski. Ia sedang bertaruh dengan Sungmin” jawab Yesung menjelaskan.

“Mwo? Wiski?” kata Kyuhyun terkejut.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang masih menunduk tanpa suara. Tapi Kyuhyun dapat melihat tubuhnya yang bergetar karena gelisah.

 

“Ini bukan sepenuhnya salah Sungmin hyung. Istrimu yang lebih dulu membuat masalah. Dia datang memberikan sejumlah uang dan menyuruh Sungmin hyung untuk menjauh darimu. Dia bahkan memberikan tiket pesawat menuju Kanada untuk Sungmin hyung. Dia ingin mengusir Sungmin hyung” kata Ryeowook berusaha membela Sungmin.

 

Kyuhyun beralih memandang Yesung.

“Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Kyuhyun.

“Sudah lebih baik tapi masih lemah. Dia sedang menunggumu” jawab Yesung.

 

Sesaat Kyuhyun memandang Sungmin yang masih menunduk tanpa suara, mengigit ujung kukunya dengan gelisah. Kyuhyun menyentuh kepala Sungmin sesaat kemudian beranjak masuk ke dalam kamar rawat. Diatas ranjang pasien, Minji terbaring dengan lemah. Minji tersenyum lemah saat melihat Kyuhyun. Wajahnya terlihat pucat.

 

“Kau baik–baik saja?” tanya Kyuhyun.

“Ne, sudah lebih baik. Hanya sedikit lemah” jawab Minji.

 

“Bagaimana dengan bayinya?” tanya Kyuhyun.

“Bayinya tidak apa–apa. Aku hampir meracuninya, tapi syukurlah bayinya baik–baik saja” jawab Minji tersenyum.

 

Hening sejenak.

“Kenapa kau sebodoh ini Minji? Kau ingin membunuh bayimu?” tanya Kyuhyun.

“……tidak, maafkan aku. Aku hanya—“ jawab Minji.

 

“Kau ingin memisahkan aku dengan Sungmin hyung? Dengan membayarnya sejumlah uang dan tiket pesawat? Seperti inikah caramu?” potong Kyuhyun dengan dingin.

 

Minji mendesah dengan sedih sesaat.

“Maafkan aku oppa. Aku…aku hanya ingin mempertahankanmu. Aku tidak rela Sungmin ssi mengambilmu dariku” kata Minji.

 

“Dan kau nekat menerima taruhan Sungmin hyung? Seumur hidupmu, kau tidak pernah tahan dengan alcohol Minji. Aku sangat terkejut saat Yesung hyung mengabariku tentang ini” kata Kyuhyun.

 

“Maaf…sudah membuatmu cemas” kata Minji.

“Jangan berbuat bodoh lagi Minji, kau sedang hamil saat ini” kata Kyuhyun memperingatkan.

“Ne, araseo” kata Minji.

 

Kembali hening sejenak.

“Tadi aku ke kantor ayah” kata Kyuhyun memecah keheningan.

 

Minji menoleh memandang Kyuhyun.

“Lalu?” tanya Minji.

 

“Aku sudah berbicara dengan ayah tentang perceraian kita, juga tentang Sungmin hyung” kata Kyuhyun.

 

Minji memandang Kyuhyun dengan sedih. Ia tahu, Kyuhyun serius ingin bercerai darinya. Tadinya ia berharap, tuan Cho akan marah dan menolak hal ini. Ia tahu, tuan Cho pasti akan seperti itu. Namun harapannya segera memudar saat memandang Kyuhyun. Minji tahu, meski tanpa persetujuan orang tua mereka, Kyuhyun pasti akan tetap menceraikannya. Seperti inikah akhir kisahnya?

 

****

 

Pintu kamar rawat terbuka. Kyuhyun melangkah keluar dan beranjak mendekati Sungmin.

“Sungmin hyung…” panggil Kyuhyun.

 

Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun dengan menyesal.

“Maafkan aku Kyu. Aku tidak bermaksud menyakitinya. Aku tidak bermaksud membunuh bayinya. Aku hanya…terlalu marah. Dan…” kata Sungmin.

 

Kyuhyun membelai wajah Sungmin dengan lembut.

“Tidak apa–apa hyung. Aku mengerti, ini bukan sepenuhnya salahmu” kata Kyuhyun.

“Kau…tidak akan meninggalkan aku ‘kan Kyu?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Bukankah aku sudah berjanji untuk selalu disisimu?” jawab Kyuhyun tersenyum.

 

Kyuhyun memeluk Sungmin yang mulai terisak.

“Sudah, jangan menangis hyung. Ini rumah sakit” kata Kyuhyun terkekeh. Sungmin merengut dipelukan Kyuhyun.

 

“Minji ingin bertemu denganmu” kata Kyuhyun melepas pelukannya.

Sungmin memandang Kyuhyun dengan ragu.

“Tidak apa hyung” kata Kyuhyun tersenyum meyakinkan.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya dan membiarkan Kyuhyun menariknya pergi memasuki kamar rawat Minji. Minji menoleh memandang kedatangan Kyuhyun dengan Sungmin Ia memandang tangan mereka yang saling bertaut, dan seketika ia merasa kalah.

 

“Umm…Minji ssi, maafkan aku, hampir membahayakan nyawamu dan bayimu. Aku Sungguh minta maaf” kata Sungmin membungkukkan kepalanya meminta maaf.

 

“Tidak apa Sungmin ssi. Aku dan bayiku baik–baik saja” kata Minji.

 

Sungmin mengangkat kepalanya memandang Minji. Ia gelisah, namun tangan Kyuhyun yang sedang menggenggamnya dengan kuat kembali membuatnya tenang. Disisinya Kyuhyun berdiri dengan tenang dan tanpa suara. Seakan menjaganya.

 

“Sungmin ssi” panggil Minji.

“Ne?” jawab Sungmin.

 

“Apa…kau akan melepaskan Kyuhyun oppa untukku seperti saat itu? Anggap saja aku sedang memohon padamu. Jika tidak demi aku, demi bayi diperutku ini” kata Minji.

 

Sungmin terdiam sesaat. Ia kembali merasa gelisah. Ia tidak ingin menjadi orang jahat yang merebut suami orang dari istri yang sedang hamil. Tapi Sungmin juga tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Melepaskan Kyuhyun saat itu sudah cukup membuatnya tersiksa. Ia hampir gila dengan perasaan ini. Sungmin menoleh sesaat memandang Kyuhyun yang sedang memandang lurus dengan tenang, kemudian memandang Minji yang masih menunggu jawabannya.

 

“Maaf, aku tidak bisa. Anggap aku orang yang jahat, tapi aku sungguh tidak bisa melepaskan Kyuhyun lagi. Tidak lagi” kata Sungmin.

 

Minji memandang Sungmin dengan sedih dan kecewa.

“Maafkan aku Minji ssi” kata Sungmin.

 

Minji terdiam sesaat. Ia menyentuh perutnya yang besar dan mendengus tersenyum.

“Aku kalah yah, Sungmin ssi? Dipertaruhan itu aku gagal menghabiskan wiski itu. Botolku masih terisi setengah” kata Minji.

 

“Kau cukup baik untuk seorang pemula” kata Sungmin.

“Senang mendengarnya” kata Minji kembali tersenyum.

 

Min ji mendesah sesaat dan menoleh memandang Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa” panggil Minji.

“Ne?” jawab Kyuhyun.

 

“Aku…aku akan menandatangani surat cerai itu. Tapi aku ingin satu syarat” kata Minji.

“Mwo?” tanya Kyuhyun.

 

Minji menghela nafasnya sesaat. Sementara itu Sungmin sedang menunggu dengan tegang.

“Ceraikan aku setelah aku melahirkan. Setidaknya ijinkan bayi ini untuk bertemu dengan ayahnya sekali saja. Setelah itu aku tidak akan mengganggu kalian” kata Minji.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang sedang terkejut.

“Hyung, kau bisa menunggu? Hanya dua bulan” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin masih terkejut dan hanya menganggukkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum dan menggenggam tangan Sungmin semakin erat. Ia beralih memandang Minji.

“Baiklah Minji” kata Kyuhyun setuju.

 

****

 

Dua bulan kemudian…

 

Sesuai dengan perjanjian, Kyuhyun dan Minji bercerai setelah Minji melahirkan. Seorang bayi laki–laki lahir dengan sehat. Untuk pertama dan terakhir kalinya Kyuhyun menggendong bayinya. Begitu kecil dan rapuh, membuatnya ingin selalu menjaganya. Namun sesuai dengan persetujuan keluarga, bayinya dirawat oleh Minji. Tidak ada yang bisa mencegah perceraian itu, begitu juga dengan kedua orang tua mereka. Setelah proses perceraian selesai, Minji dan kedua orang tuanya pindah ke Cina.

 

Tuan dan nyonya Cho tidak bisa berbuat banyak saat Kyuhyun menjatuhkan pilihannya pada Sungmin. Mereka sadar, mereka tidak bisa lagi memaksa Kyuhyun. Sudah terlalu banyak mereka memaksa putra mereka dengan sesuatu yang bukan keinginannya. Menyadari Kyuhyun tersiksa dengan perasaan cintanya yang terhalang status. Menyadari sudah saatnya memberi kebebasan pada Kyuhyun.

 

Mulai hari ini, akhirnya Sungmin bisa tersenyum lagi. Tidak ada lagi air mata. Siksaan itu menghilang bersamaan dengan bayang–bayang yang menggodanya, membisikkan kalimat yang sama berulang kali. You just mine. Yeah, ia adalah milik Kyuhyun. Dan Kyuhyun adalah miliknya, hanya miliknya.

 

Untuk merayakannya, Kyuhyun dan Sungmin berlibur di pulau Jeju, setelah berhasil memaksa Yesung untuk memijamkan kembali villanya. Diluar hujan tengah bersetubuh dengan bumi, menaburi rahimnya dengan benih kehidupan. Menyaksikan percumbuan yang baru saja berakhir. Dua cangkir kopi dan pakaian yang berceceran dilantai. Sungmin menarik Kyuhyun semakin erat ke sisinya, dan meletakkan kepalanya di dada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dan merangkul tubuh Sungmin yang telah kering dari keringat, dan melembab.

 

“Kyu…”

“Hn?”

 

I love you. I really do. Apa kau tahu itu?”

 

Kyuhyun tertawa kecil dan tersenyum.

“Yeah, aku sangat tahu itu hyung. I love you too

 

Sungmin memeluk Kyuhyun semakin erat.

“Jangan tinggalkan aku lagi Kyu. Jangan lukai aku lagi, karena pasti aku tidak akan dapat bertahan lagi. Cukup Minji saja. Jangan ada Minji kedua, ketiga, dan Minji–Minji lainnya”

 

“Tidak hyung. Aku hanya ingin bersamamu. Hanya kau”

 

Sungmin melepaskan pelukannya dan mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun.

“Kalau begitu, aku akan berada disisimu selamanya”

 

Kyuhyun tersenyum dan beranjak mendekat untuk mencium Sungmin. Sungmin memejamkan matanya merasakan lidah Kyuhyun yang seakan menari didalam mulutnya. Ia begitu menyukai gerak lidah Kyuhyun yang selalu berhasil membuatnya seperti ingin meledak, Sungmin selalu menyukainya. Sungmin membuka matanya saat ciuman itu berakhir. Ia memandang Kyuhyun yang kembali menggodanya, membiarkan suara itu kembali membuat tubuhnya bergetar. Memandang matanya yang seakan kembali menenggelamkannya. Sungmin tersenyum menyambut Kyuhyun dalam pelukannya, tanpa rasa takut. Tak ada luka, tak ada dusta, tak ada yang bersisa. Kembali bercengkrama dengan bahasa yang tidak disapa kehidupan.

 

You just mine Kyu” bisik Sungmin.

 

Sungmin menarik Kyuhyun semakin erat ke sisinya, seolah tidak akan ia lepaskan lagi. Sungmin tidak merasa ragu. Yeah, ia tidak lagi ragu bahwa Kyuhyun adalah miliknya. Hanya miliknya. Sungmin terduduk dikasur, tersenyum memandang Kyuhyun yang berbaring disisinya dengan lelah, dengan selimut yang menutupi setengah tubuh telanjangnya. Sungmin beranjak bangkit dan mulai memungut pakaiannya yang tercecer dilantai.

 

Terdengar derap langkah kaki mendekat. Sosok Ryeowook muncul saat tiba-tiba pintu terbuka. “Sungmin hyung~~”  panggil Ryeowook.

 

Sungmin terkejut dan segera memakai pakaiannya dengan malu, sementara Kyuhyun hanya duduk dikasur dengan tenang, dengan selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Ryeowook terkejut dan berusaha menutup matanya dengan malu.

 

“Omo!! Maaf…aku tidak tahu, kalian sedang…Yesung hyung~~” Ryeowook berlari keluar.

 

Sungmin memandang dengan bingung, kemudian menoleh pada Kyuhyun yang sedang terkekeh.

“Yesung hyung pasti akan membunuh kita, karena telah mengacaukan kamarnya” kata Sungmin mendesah. Kyuhyun hanya terkekeh senang.

 

****

 

Yesung menghempaskan tubuhnya disofa seraya merengut memandang Kyuhyun dan Sungmin.

God Lord!! Beraninya kalian melakukannya di villa’ku. Di kamarku!!! Aissh!! Kamarku jadi berantakan karena ulah kalian” omel Yesung tidak terima.

 

“Maaf hyung, aku akan membereskannya” kata Sungmin tersenyum meminta maaf.

“Ya! Kalian tidak mengatakan meminjam villa’ku untuk melakukan hal itu. Setidaknya kalian minta ijin dulu padaku” kata Yesung masih merengut.

 

Sungmin memandang Yesung dan merasa tidak enak

“Sudahlah hyung. Memangnya, apa yang biasa kalian lakukan dirumah Ryeowook, eoh?” kata Kyuhyun tersenyum jahil.

 

Yesung mendelik memandang Kyuhyun, sementara Ryeowook menunduk dengan malu.

“Salah kalian tidak mengatakan akan datang malam ini” kata Kyuhyun.

“Erm…kami bermaksud untuk membuat kejutan. Tapi…” kata Ryeowook mengangkat kepalanya dengan malu.

 

“Makanya, lain kali ketuk pintu dulu. Jangan asal masuk begitu saja” kata Kyuhyun membuat Ryeowook semakin malu.

 

“Maaf…” gumam Ryeowook kembali menutup wajahnya dengan malu.

 

Kyuhyun beranjak membuka kulkas dan mengambil sebotol jus jeruk. Meminumnya dan berkeliaran dengan santai disekitar Sungmin. Yesung mengernyit memperhatikan Kyuhyun dan mendesah dengan kesal.

 

“Tapi Cho Kyuhyun, setidaknya tolong pakai bajumu dulu. Kau pikir badanmu bagus!!! Bocah sialan!!” kata Yesung menunjuk tubuh Kyuhyun yang masih polos.

 

Kyuhyun hanya terkekeh tidak peduli kemudian beranjak ke kamar. Sungmin mendesah kemudian tersenyum menggeleng melihat kelakuan kekasihnya. Sungmin beranjak ke dapur, menyalakan kompor dan memanaskan air untuk membuat kopi. Berpikir, liburan kali ini pasti akan sangat ramai. Sungmin tersenyum.

 

fin

14 thoughts on “KyuMin series C : You just mine / part 6

  1. yeaay…hurt yg menyiksa dan brakhir dgn happyend…good ><,,sukaa
    Tdny kirain bkalan bneran angst,,,g jd nyesek Kkkkk

  2. I-itu…
    Kyuhyun bneran berkeliaran dengan tubuh polos??? tanpa sehelai benangpun??? #demi apa aku malah bahas ini??#plak

    Aigoo… ending oh ending…
    bneran mantap banget endingnya eonnnnn…
    salam superrrrr dahhhh eon…
    Daybak!!!!

  3. yeaaah happy ending!
    kyumin bersatu!
    tapi tetep aja cerita cinta ini sangat menyakitkan
    haaaah..
    kyuhyun kok kuat ya pisah sama anaknya? buset deh.
    gendongan pertama dan terakhir? ckckck
    cinta harus memiliki nampaknya dasar kisah mereka yaa.. walaupun dgn cara yg kyk gtu ckckck
    yasudahlah yang penting kyumin bahagia dan bersatu hahahaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s