Let’s Date

Gambar

Pairing          : KyuMin

Genre             : Horror

Length           : OneShot

Warning         : Boys Love, Shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Kyuhyun dan Sungmin berkencan ditengah malam. What a summary -_-‘

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by @Min kecil~

 

 

Malam semakin larut. Siaran radio SUKIRA sedang berlangsung seperti biasa. Sungmin melirik jam dinding dengan sedikit tidak sabar. Entah sudah berapa kali ia terus melirik jam dinding yang rasanya berdetak dengan lambat. Ryeowook yang menyadari hal itu menyenggol tangan Sungmin dan berkata dengan pelan.

 

“Sepuluh menit lagi kita akan segera selesai hyung. Tidak sabar untuk berkencan dengan Kyuhyun hingga kau terus melirik jam, eoh?” kata Ryeowook seraya tersenyum jahil.

 

Ryeowook terus menyenggol Sungmin untuk menggoda pemuda berwajah manis itu. Sungmin hanya tersenyum malu dan memukul pelan Ryeowook dengan menggunakan kertas script ditangannya.  “Sungmin hyung, sebaiknya kau hati-hati jika berkencan di malam hari. Apalagi ini malam jumat” kata Ryeowook tiba-tiba memperingatkan.

 

“Memang kenapa dengan malam jumat?” kata Sungmin.

 

Ryeowook memandang Sungmin dengan wajah serius. “Itu malamnya para hantu, hyung. Kalau kata orang dulu, sebaiknya jangan berkeliaran di malam jumat” katanya

 

Sungmin tersenyum mendengus.

“Itu hanya omong kosong” katanya tidak percaya.

“Terserah jika hyung tidak percaya. Aku hanya mengingatkan” kata Ryeowook seraya memainkan kertas script miliknya.

 

Sepuluh menit kemudian siaran SUKIRA berakhir. Sungmin menyambar tasnya dan segera beranjak pergi. Ryeowook hanya tersenyum melihat Sungmin yang nampaknya sudah tidak sabar dengan kencannya bersama pemuda evil itu. Sungmin berjalan menyusuri area parkir basement. Tempat ini terlihat sepi dan tenang. Hanya terdengar suara langkah kakinya sendiri. Terasa sedikit menyeramkan.

 

Drrt…drrt…drrt…drrt…

 

Sungmin berhenti saat menyadari ponselnya bergetar didalam tasnya. Seseorang menghubunginya. Sepertinya penting karena benda mungil itu terus saja bergetar. Sungmin membuka tasnya, mencari ponselnya yang entah terselip dimana di dalam tasnya.

 

“Sungmin hyung~”

 

Sungmin menoleh saat terdengar suara seseorang memanggilnya dari belakang. Ternyata Kyuhyun.

“Oh, kau sedikit mengejutkanku Kyu” kata Sungmin.

“Maaf” kata Kyuhyun tersenyum meminta maaf.

 

Sungmin mengerjap sesaat memperhatikan Kyuhyun. Dengan jas hitam yang casual, pemuda bertubuh tinggi itu terlihat sangat menarik. Sungmin tersenyum. Ia tersentak saat menyadari ponselnya masih terus bergetar di dalam tasnya.

“Sebentar Kyu. Aku mendapat telepon, sepertinya ini penting” kata Sungmin seraya kembali merogoh tasnya, mencari ponselnya yang terus bergetar.

 

Tiba-tiba Kyuhyun memegang tangan Sungmin, menginterupsi kesibukan pemuda manis itu mencari ponselnya. Sungmin sedikit terkejut memandang Kyuhyun. “Eum, ponselku—“ kata Sungmin.

 

Perkataan Sungmin terhenti saat tiba-tiba Kyuhyun mencium bibir plumpnya. Begitu lembut hingga membuat Sungmin lupa pada ponselnya yang bergetar. Sungmin mengerjap memandang Kyuhyun dengan dada yang berdebar tak menentu, sementara Kyuhyun hanya tersenyum.

 

“Ayo kita pergi” kata Kyuhyun mengenggam tangan Sungmin dan menariknya pergi. Sungmin hanya tersenyum.

 

Kyuhyun membawa Sungmin ke mobilnya dan tidak lama mobil Samsung Renault hitam itu melaju pergi meninggalkan basement. Melaju dengan cepat di jalanan yang tenang. Sungmin memandang Kyuhyun saat pemuda bertubuh tinggi itu menghentikan mobilnya di depan sebuah club malam.

 

“Kau tahu aku tidak pernah pergi ke tempat seperti ini Kyu. Tidak akan pernah” kata Sungmin.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan beranjak turun. Sungmin ikut beranjak turun dan memandang bangunan di depannya dengan sedikit ragu. Kyuhyun mendekati Sungmin dan mengenggam tangannya dengan hangat.

 

“Sedikit bersenang-senang tidak apa-apa ‘kan? Hanya sebentar. Jika kau memang tidak nyaman berada di dalam, kita bisa segera pergi dari sini” kata Kyuhyun menyentuh wajah manis Sungmin, berusaha membujuk kekasih bunny’nya.

 

Sungmin terdiam sesaat, masih nampak sedikit ragu. Kemudian ia menganggukkan kepalanya pelan.

“Baiklah. Hanya sebentar, ne?” katanya. Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin membiarkan Kyuhyun menariknya memasuki club. Hiruk pikuk club dan gairah anak-anak muda seolah mengalir deras di tempat ini. Dentuman musik yang menggoda dan orang-orang yang asyik menggoyangkan tubuh mereka seolah waktu tidak ada artinya disini. Kyuhyun dan Sungmin duduk di meja bar dan memesan minuman pada sang bartender yang segera melayaninya dengan cepat.

 

“Hyung, aku ingin ke toilet sebentar. Kau tunggu disini, ne?” kata Kyuhyun sedikit berteriak, berusaha menyaingi suara dentuman musik yang bergema keras.

 

“Araseo” kata Sungmin mengangguk.

 

Kyuhyun beranjak pergi dan segera menghilang di dalam remang cahaya. Sungmin menyesap minumannya dan mengedarkan pandangannya. Orang-orang yang asyik menggoyangkan tubuh mereka mengikuti irama musik. Orang-orang yang asyik menikmati minuman mereka bersama kepulan asap rokok. Juga orang-orang yang asyik bercumbu dikursi mereka. Oops…

 

Sungmin segera memalingkan wajahnya dengan malu. Ia kembali menikmati minumannya seraya menunggu Kyuhyun yang masih belum kembali. “Kenapa Kyu lama sekali?” kata Sungmin seraya memainkan gelasnya.

 

“Tuan, boleh pinjam korek api?” tiba-tiba terdengar suara laki-laki dibelakang Sungmin.

“Maaf, saya tidak merokok” kata Sungmin tanpa menoleh dan kembali menyesap minumannya.

 

“Tuan, boleh pinjam korek api?” kata orang itu lagi.

“Maaf, saya tidak merokok” kata Sungmin kembali menolak, masih tanpa menoleh.

 

Tapi rupanya orang itu tidak menyerah. Entah orang itu tuli karena suara dentuman musik atau memang dia bodoh? Orang itu masih saja bersikeras meminjam korek api pada Sungmin yang jelas-jelas tidak merokok. Dengan sedikit kesal Sungmin membalik tubuhnya.

 

“Anda tidak dengar ya? Saya tidak—“ Perkataan Sungmin segera terhenti saat melihat lawan bicaranya.

 

Kepala laki-laki itu melayang di udara, tanpa tubuh. Darah nampak mengalir di keningnya. Matanya merah dan dia tersenyum pada Sungmin. Tidak, tapi menyeringai. Nampak sangat menyeramkan.

“Aaarrgghh!!!!!!!” Sungmin berteriak ketakutan dan segera berlari pergi.

 

Sungmin teringat pada Kyuhyun yang masih saja betah di toilet. Sungmin berpikir untuk menyusul Kyuhyun di toilet hingga tiba-tiba tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seseorang. Sungmin kembali berteriak ketakutan.

“Sungmin hyung, ada apa?” ternyata itu Kyuhyun.

 

Sungmin mengangkat wajahnya dan mendesah lega. Ia segera memeluk pemuda bertubuh tinggi itu.

“Ada apa? Kenapa wajahmu pucat seperti itu?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya dengan takut.

“Aku mau pergi! Aku tidak mau berada disini! Pokoknya kita pergi dari sini Kyu! Sekarang!”

“Ok, ok. Kita pergi sekarang”

 

Kyuhyun dan Sungmin pun segera pergi meninggalkan club. Di perjalanan Sungmin menceritakan peristiwa tadi pada Kyuhyun. Kyuhyun mengendarai mobilnya dan hanya tersenyum mendengar cerita Sungmin. Ia menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel. Gedung hotel itu sudah nampak tua dan terkesan suram.

 

Sungmin mengikuti Kyuhyun yang menariknya memasuki gedung hotel. Setelah berbicara sebentar dengan gadis resepsionis yang cantik itu Kyuhyun kembali menariknya menuju lift. Lift itu turun dengan lama sekali. 1 menit rasanya sudah seperti 8 menit. Sungmin mengedarkan pandangannya sesaat. Hotel ini nampak sepi, hanya terlihat beberapa orang petugas dan beberapa tamu. Mereka begitu tenang dengan kesibukan masing-masing. Terlalu tenang.

 

“Ayo hyung” kata Kyuhyun saat akhirnya pintu lift terbuka.

 

Kyuhyun dan Sungmin masuk ke dalam lift bersama seorang wanita yang baru saja datang. Wanita itu berdiri disudut belakang. Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat dan memandang layar lift yang menunjukkan angka 1 dan seterusnya.

 

“Liftnya kok lama sekali ya?” tanya Kyuhyun.

“Liftnya memang seperti ini kok tuan,” wanita itu bersuara. “Maklum sudah tua”

“Begitu ya” kata Kyuhyun.

 

Wanita itu terkikik pelan. Sungmin masih saja memandang layar lift dan tiba-tiba lift berhenti di lantai 10. Sungmin mengernyit, rasanya tidak ada yang menekan lantai 10. Pintu lift terbuka perlahan namun tidak ada siapapun. Lantai 10 terlihat sangat sepi.

 

Tiba-tiba semilir angin dingin berhembus pelan menerpa Sungmin saat pintu lift kembali tertutup. Ia menoleh. Wanita itu sudah tidak ada. Sungmin kembali memalingkan wajahnya dan terdiam. Ia mengenggam tangan Kyuhyun dan memeluk lengannya dengan erat. Mencoba berpikir, mungkin saja wanita itu sudah turun saat ia tidak melihatnya tadi. Mungkin itu benar, mungkin juga tidak.

 

Lift kembali berjalan dengan pelan dan akhirnya berhenti di lantai 12. Sungmin mengikuti langkah Kyuhyun hingga berhenti di depan pintu kamar dengan nomor 137. Kyuhyun membuka pintu dengan kunci yang dimiliknya. Mereka pun melangkah masuk. Kyuhyun menutup pintu sementara Sungmin mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar yang mewah. President suit room. Sungmin mengernyit saat melihat langit-langit kamar. Ada suatu noda aneh dilangit-langit, samar dan tidak terlalu besar.

 

Kyuhyun mendekati Sungmin. Ia memeluk pemuda manis itu dan mengecup lembut bahunya. Sungmin hanya tersenyum. Kyuhyun beranjak duduk dipinggir ranjang dan mendudukkan Sungmin dipangkuannya. Ia mulai menciumnya, menggoda pemuda manis itu dengan bibir nakalnya. Sungmin kembali hanya tersenyum, membiarkan Kyuhyun semakin menggodanya. Bibir mereka bertemu, saling memagut, liar dan panas. Dengan cekatan tangan Kyuhyun menyelinap ke balik garis leher sweeter Sungmin.

 

Sungmin memejamkan mata dengan senang saat telapak tangan Kyuhyun yang kasar mengusapnya. Kyuhyun mendesah panjang. Lalu mereka berdua menahan napas ketika tangan Kyuhyun membelai-belai nipple Sungmin, menikmati kelembutannya. Dalam diam Kyuhyun menarik tangannya dan menarik lepas sweeter Sungmin ke atas kepalanya. Kyuhyun menunduk ke nipple Sungmin. Menciuminya, menjilat lembut dan akhirnya mulai menghisap dengan perlahan dan mantap. Sungmin mendesah. Ia memandang Kyuhyun yang terlihat berhati-hati, lembut, tidak tergesa-gesa. Tidak seperti biasanya. Aneh.

 

“Aku ingin berada di dalammu” kata Kyuhyun dengan nada tegang. Sungmin hanya tersenyum.

 

Kemudian Kyuhyun kembali mencumbu kekasih bunny’nya dengan lembut. Sungmin menengadah dan memejamkan matanya dengan senang. Namun tiba-tiba saja Sungmin merasakan sesuatu, seperti ada yang memperhatikan mereka.

 

Sungmin membuka matanya dan memandang langit-langit kamar. Ia mengernyit memandang noda aneh pada langit-langit itu. Sesuatu yang aneh terjadi. Perlahan noda itu semakin membesar, membesar, membesar dan membentuk sesosok manusia. Sungmin tersentak kaget saat tiba-tiba ada sesuatu yang menjulur keluar dari noda itu, diatas kepalanya. Seperti seorang manusia yang digantung terbalik. Wajahnya nampak begitu pucat. Rambut berwarna brown coffee itu terjuntai ke bawah sedikit menggelitik wajah Sungmin

 

Sungmin terpaku. Wajah manisnya memucat saat menyadari makhluk itu sedang menatapnya dengan tatapan kosong. Begitu dekat. Tunggu sebentar. Wajah pucat itu……itu adalah wajahnya! Makluk aneh…itu adalah dirinya!

“Ya Tuhan!!” pekik Sungmin takut.

 

Kyuhyun yang sedang sibuk menikmati nipple Sungmin mengangkat kepalanya.  “Ada apa?” katanya.

 

Sungmin menunjuk langit-langit dengan wajah yang kian pucat. Kyuhyun menoleh mengikuti arah yang ditunjuk oleh Sungmin. “Astaga” desisnya.

 

Sungmin turun dari pangkuan Kyuhyun. “Mungkin lebih baik jika kita cepat pergi dari tempat ini Kyu” katanya seraya merapikan pakaiannya dengan cepat.

 

“Kenapa harus pergi? Kau takut hyung? Mungkin saja ini jebakan untuk mengerjai kita” kata Kyuhyun dengan santai.

 

“Demi Tuhan Kyu, kita pergi dari sini sekarang. Persetan jika memang ada yang mengerjai kita, tapi aku benar-benar takut Kyu! Aku mau pulang!” sahut Sungmin nyaris berteriak dan menyambar tasnya dengan kasar.

 

“Ok, ok. Kita pergi” kata Kyuhyun akhirnya. Ia merapikan pakaiannya sambil tersenyum.

 

Mereka pun segera beranjak pergi. Saat meninggalkan kamar Sungmin merasakan makhluk itu terus mengikutinya dengan tatapannya yang kosong. Sungmin bergidik ngeri. Ia berjalan dengan cepat menuju lift dan segera memaki lift yang begitu lambat. Beberapa menit kemudian akhirnya pintu lift terbuka. Segera mereka beranjak masuk ke dalam lift.

 

Tidak seperti sebelumnya, lift berjalan dengan cepat. Tidak lama mereka segera sampai di lantai 1. Lantai 1 terlihat sangat sepi, benar-benar sepi. Tidak terlihat gadis resepsionis, petugas maupun para tamu tadi. Entah kemana semua orang-orang itu. Sungmin tidak peduli dan terus menarik Kyuhyun keluar dari gedung hotel. Mereka segera menaiki mobil. Kyuhyun membawa mobilnya meninggalkan hotel dengan cepat.  Namun ditengah perjalanan tiba-tiba saja mobil Kyuhyun berhenti.

 

“Kenapa berhenti Kyu?” tanya Sungmin.

“Entahlah. Biar kuperiksa” jawab Kyuhyun seraya beranjak turun.

 

Kyuhyun membuka kap mobil dan memeriksanya. Sungmin ikut beranjak turun.

“Ada yang rusak dengan mesinnya, tapi aku bisa memperbaikinya. Tunggulah sebentar hyung” kata Kyuhyun.

 

Sungmin menyenderkan tubuhnya di mobil dan memperhatikan Kyuhyun yang sedang memperbaiki mobilnya. Ia mengernyit heran, sejak kapan Kyuhyun mengerti dengan mesin mobil? Sudahlah, yang penting mobil bisa kembali berjalan dan mereka bisa cepat pulang.

 

Sungmin mengedarkan pandangannya dengan iseng, hingga tanpa sengaja ia melihat seorang gadis sedang duduk menangis di depan sebuah rumah. Dia menangis terisak dan terdengar pilu. Sungmin melangkahkan kakinya berniat untuk mendekati gadis itu, namun kemudian ia membatalkan niatnya itu karena gadis itu tiba-tiba berhenti menangis, berdiri dan berjalan pergi memasuki rumah itu dengan menembus pintu. MENEMBUS PINTU! Catat itu.

 

“AARRRGGHHHHH!!!!!!!!!!!!” Sungmin kembali berteriak ketakutan dan berlari pergi. Tiba-tiba Sungmin merasakan semilir angin dingin berhembus pelan menerpanya, dan semuanya berubah gelap.

 

~+~+~+~

 

Pagi harinya, 06.00 AM.

 

Sungmin menggeliat pelan saat merasakan ada orang yang menepuk pelan wajahnya. Ia membuka matanya dan tersadar dengan beberapa orang yang sedang berkumpul memperhatikannya. Sungmin beranjak bangun dan mengedarkan pandangannya dengan bingung. Rupanya ia tertidur di pinggir jalan, di depan rumah gadis hantu itu. Hal pertama yang Sungmin cari adalah Kyuhyun. Tapi sosok pemuda bertubuh tinggi itu tidak ada, begitu juga dengan mobilnya.

 

“Tuan, kenapa anda tidur di pinggir jalan seperti ini?”

“Anda baik-baik saja?”

“Hey, sepertinya wajahmu terlihat familiar”

 

Sungmin segera beranjak pergi sambil menutupi wajahnya. Ia menghentikan taksi yang lewat dan menghempaskan tubuhnya dengan nyaman dikursi belakang. Sungmin memandang keluar jendela dan mendesah kesal. Teganya Kyuhyun meninggalkannya begitu saja di jalan. Membiarkannya tertidur dipinggir jalan. Bagaimana jika para fansnya tahu hal ini? Popularitasnya pasti akan terancam.

 

Drrt…drrt…drrt…

 

Sungmin mengambil ponselnya yang bergetar di dalam tas. Ia memandang sesaat ID caller yang tertera dilayar yang berkedip. Kyuhyun calling. Sungmin mengernyit kesal. Setelah meninggalkannya tertidur di pinggir jalan, sekarang pemuda evil ini berani menghubunginya?

 

Sungmin menekan tombol ‘answer’ dan menempelkan benda mungil itu ditelinganya. Ia membuka mulutnya bersiap menumpahkan omelannya untuk pemuda evil itu. Namun di ujung telepon suara Kyuhyun terdengar cemas.

 

“Bunny kenapa kau tidak menjawab teleponku semalam? Aku terus menghubungimu semalaman, tapi tidak kunjung kau jawab. Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau sedang berselingkuh, eoh?”

 

“Semalam? Apa maksudmu Kyu?” Sungmin mengernyit.

 

“Aku ingin minta maaf karena semalam aku tidak bisa menjemputmu dan memenuhi janji kencan kita. Tiba-tiba saja aku mendapat jadwal dadakan. Malam itu aku dan Siwon hyung harus terbang ke Jepang untuk menghadiri Fashion Week disana. Aku baru saja sampai tadi pagi dan Fashion weeknya akan diadakan selama dua hari ini. Semalam aku menghubungimu untuk memberitahu hal itu, tapi kau tidak menjawab teleponku……”

 

Sungmin terdiam. Lemas. Wajahnya memucat. Ia segera mengecek daftar panggilannya. Benar, semalam ada 10 panggilan tak terjawab. Dan itu semua dari Kyuhyun!

 

“Bunny, kau masih disana? Kau masih mendengarku tidak? Yoboseo………?”

 

Astaga, bukankah semalam Kyuhyun sedang bersamanya? Lalu siapa yang berkencan dengannya semalam? Siapa yang mencumbunya dengan lembut di hotel suram itu semalam? Siapa?! Tapi memang Kyuhyun yang semalam sedikit……berbeda. Seketika Sungmin teringat dengan peringatan dari Ryeowook semalam.

 

“Itu malamnya para hantu, hyung. Kalau kata orang dulu, sebaiknya jangan berkeliaran di malam jumat”

~Fin~

9 thoughts on “Let’s Date

  1. Mwehehehehe….aku mengutuk hantu terkutuk yang telah berani ‘menyentuh’ Bunny Ming! Tapi itu juga membuktikan pesona Ming yang luar biasa,hingga hantu-pun punya hasrat untuk ‘menyentuh’-nya…

  2. Woaa….
    Jadi jadi yg malam bukan cho kyuhyun, tapi epilKyuhyun?
    Ming di cumbu EpilKyuhyun??
    Kya…. Cho, Ming-mu di mainin makhluk lain!
    Merinding sendiri bacanya!
    =,=

  3. hwaaah, serem amat si
    untung bcnya siang2
    brarti ming kencan sm hantu dong?!😮
    kyu sehrusnya kau membari kabar lbh cpt, kasian kn ming jdi hrus kencan sm hantu

  4. woaaa aku udah nebak ceritanya dari ada telp pertama terus kyu malah nyium ming.. ga ngebiarin ming angkat telpo .. dari situ aja udah ketauan ceritanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s