Say it just dream, please! / Part 2

Cast               : KyuMin and all Super Junior members

Genre            : Humor

Length           : Chaptered

Warning         : BL. Yaoi. M-preg

Disclaimer     : Story belong to me, tapi KyuMin dan Super Junior bukan milik saya

Summary       : Sungmin hamil?! Tolong katakan itu hanya mimpi! *Bad summary -_-

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in Part 1

“Kau merasa senang dengan kehamilan ini?” tanya Kyuhyun mengernyit heran.

“Sepertinya begitu. Kau harus bertanggung jawab Kyu” jawab Sungmin memandang Kyuhyun dengan serius.

 

“Aku mengerti, aku akan bertanggung jawab” kata Kyuhyun.

“Ytu harus” kata Sungmin terkekeh kecil. Kyuhyun mengecup kepala kekasih bunny-nya dan tersenyum.

 

Di tengah kegembiraan itu tiba-tiba Eunhyuk berkata,

“Hey, aku penasaran. Apa nanti perut Sungmin hyung akan membesar seperti wanita hamil pada umumnya?”

 

Sungmin sedikit terkejut mendengar pertanyaan Eunhyuk. Ia memandang perutnya yang belum membesar dan meraba pelan. “Kita lihat saja nanti” katanya sambil tersenyum.

 

“Tenang saja hyung, kami akan menjagamu dengan baik” kata Ryeowook. Sungmin kembali tersenyum.

 

Part 2

 

Kehamilan Sungmin memasuki bulan ke 2 dan belum ada yang tahu tentang kehamilannya selain personil Super Junior. Sore itu Sungmin sedang menemani Kyuhyun membeli PSP baru karena PSPnya telah dirusak oleh Donghae. Di dalam toko Kyuhyun mulai sibuk memilih PSP. Setelah beberapa lama akhirnya Kyuhyun memilih sebuah PSP versi terbaru berwarna putih dan segera membayarnya. Saat Kyuhyun menoleh ia menyadari Sungmin sudah tidak ada disisinya.

 

“Kemana dia?” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun beranjak keluar seraya mengedarkan pandangannya diantara keramaian para gadis-gadis remaja yang sibuk memperhatikannya. Pandangan Kyuhyun terhenti disebuah restoran tidak jauh dari toko PSP. Segera Kyuhyun melangkah memasuki restoran itu dan mendekati meja di sudut ruangan. Ia menarik kursi dan duduk di depan seseorang yang sedang asyik menikmati makanannya.

 

“Kenapa kau pergi tidak bilang padaku? Kukira kau hilang” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun.

“Kau terlalu asyik memilih PSP dan bayimu ini sudah lapar” jawab Sungmin seraya memakan makanannya dengan lahap.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat piring–piring yang telah kosong di depannya.

“Aigoo…kau makan banyak sekali. Seperti Shindong hyung saja” katanya.

 

Sungmin meletakkan sumpitnya dan terdiam sesaat.

“Kyu…” panggil Sungmin.

“Hn?” jawab Kyuhyun.

 

“Aku sedang mengidam”

“Mengidam?” Kyuhyun mengernyit.

 

“Ne. Aku ingin sekali bermain bugee jumping”

“Mwo? Apa kau gila? Kau kan sedang…?”

 

Sungmin mengangkat satu tangannya. Tidak lama seorang pelayan datang memberikan bill pembayaran pada Sungmin. Sungmin memandang sesaat bill ditangannya kemudian memberikannya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengernyit bingung sesaat. Namun saat pemuda manis itu memandangnya dengan puppy eyes yang menggemaskan itu, Kyuhyun pun menghela nafasnya mengerti.

 

“Kau yang makan, kenapa aku yang harus membayarnya?” gerutu Kyuhyun seraya mengeluarkan dompetnya.

 

“Gomawo Kyu. Kau baik” kata Sungmin tersenyum senang.

 

Setelah membayar beranjak pergi dari restoran. Mereka berjalan mendekati mobil kyuhyun yang diparkir tidak jauh. “Biar aku yang menyetir Kyu” kata Sungmin seraya menyodorkan tangannya pada Kyuhyun.

 

“Mwo? Tapi…” kata Kyuhyun ragu memandang perut Sungmin.

“Aku masih bisa menyetir,” kata Sungmin mengerti. “Sudahlah, cepat berikan kunci mobilnya.” kata Sungmin memaksa.

 

Kyuhyun pun memberikan kunci mobilnya pada Sungmin. Sungmin tersenyum senang dan segera duduk dibelakang kemudi, sementara Kyuhyun di kursi penumpang. Sungmin menyalakan mesin mobil dan tidak lama mobil itu segera melaju pergi. Sungmin mengendarai mobil Kyuhyun dengan tenang dan berhenti didepan sebuah gedung pusat permainan bugee jumping.

 

Bunny, kau tidak serius ingin bermain bugee jumping ‘kan?” tanya Kyuhyun cemas.

“Bukankah sudah kubilang tadi? Aku sedang mengidam” jawab Sungmin santai.

 

“Tidak bisa. Kau tidak boleh bermain bugee jumping. Itu bisa membuatmu keguguran” kata Kyuhyun melarang.

 

“Tapi Kyu aku ingin sekali—“ kata Sungmin merajuk.

“Tidak boleh. Lebih baik kita pulang saja” potong Kyuhyun.

 

Terdengar suara pintu mobil terbuka. Kyuhyun menoleh memandang kursi kemudi yang telah kosong dan menyadari Sungmin telah beranjak masuk ke dalam gedung.

“Aissh…dia masuk” gerutu Kyuhyun.

 

Kyuhyun beranjak turun dari mobil dan mengejar Sungmin yang telah masuk lebih dulu. Di dalam gedung Sungmin sedang berbicara dengan seorang gadis resepsionis.

Bunny. Ayo kita pulang saja” ajak Kyuhyun.

 

“Tidak mau” tolak Sungmin seraya masuk ke dalam area permainan.

 

“Aissh. Kenapa kau keras kepala sekali sih?” tanya Kyuhyun mulai kesal, seraya mengikuti Sungmin.

 

“Aku ‘kan belum selesai bicara Kyu. Bukan aku yang akan bermain bugee jumping” jawab Sungmin.

 

“Apa? Lalu siapa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Kau” jawab Sungmin sambil menunjuk Kyuhyun.

 

“MWO??” kata Kyuhyun terkejut.

 

“Aku ingin sekali melihatmu bermain bugee jumping. Meloncat dari ketinggian. Kelihatannya menyenangkan” kata Sungmin seraya menunjuk menara bugee jumping yang paling tinggi.

 

Kyuhyun menelan ludahnya melihat ketinggian menara dan bergidik mendengar teriakan dari orang–orang yang meloncat di menara itu. Tubuh mereka terlempar di udara. Mengenai kolam renang dibawahnya dan kembali berayun–ayun di udara.

“Ini terlalu tinggi” tolak Kyuhyun.

 

Sungmin merengut memandang kekasihnya.

“Kau takut? Kalau begitu biar aku saja yang main” kata Sungmin seraya berniat melangkahkan kakinya.

 

“Tunggu. Kau tidak boleh melakukannya” kata Kyuhyun melarang dan segera menahan tangan Sungmin.

 

“Kalau begitu kau ingin melakukannya untukku tidak?” tanya Sungmin.

“Kenapa aku harus melakukannya?” Kyuhyun balik bertanya.

 

“Kau bilang ingin bertanggung jawab. Ini keinginan bayimu Kyu” kata Sungmin seraya menyentuh perutnya yang belum membesar membuat Kyuhyun terdiam.

 

“Cepat bersiap Kyu. Aku akan melihatmu dari sini” kata Sungmin mendorong punggung Kyuhyun pergi.

 

“Ok. Aku mengerti” kata Kyuhyun akhirnya.

 

Dengan terpaksa Kyuhyun menurutinya. Ia melangkahkan kakinya menuju menara bugee jumping yang paling tinggi. Kyuhyun berdiri dengan gelisah di dalam lift. Setelah beberapa lama akhirnya pintu lift terbuka. Seorang petugas segera membantu Kyuhyun bersiap. Memakaikan tali dan peralatan keamanan lainnya. Setelah semua siap Kyuhyun berdiri diujung menara dan menengok ke bawah. Dibawah orang-orang telah ramai berkumpul. Para gadis–gadis sibuk menyiapkan kamera mereka, sebagian sibuk memperhatikan Sungmin yang berdiri dengan tidak sabar diantara keramaian.

 

“Hwaiting Kyu!!!!” teriak Sungmin senang dari bawah.

“Aigoo” keluh Kyuhyun pelan.

 

Teriakan Sungmin dan keramaian ini membuat Kyuhyun tidak bisa mundur. Kyuhyun menarik nafasnya sesaat kemudian menjatuhkan tubuhnya ke bawah. Seperti melihat peristiwa bunuh diri, gadis–gadis itu kompak berteriak histeris dan kaget. Tubuh Kyuhyun jatuh ke bawah mengenai kolam renang dan berayun–ayun di udara selama beberapa saat. Sungmin beranjak pergi saat tubuh Kyuhyun ditarik ke pinggir kolam oleh seorang petugas.

 

Kyuhyun menoleh dan melihat Sungmin yang sedang berjalan ke arahnya. Sungmin meletakkan handuk yang dibawanya ke tubuh Kyuhyun yang basah dan tersenyum dengan senang.

 

“Tadi itu menyenangkan sekali” kata Sungmin.

“Kau sudah puas ‘kan? Sekarang ayo kita pulang” kata Kyuhyun.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Lakukan lagi Kyu. Aku belum puas” katanya.

“MWO?? Bunny, kau ingin membunuhku?” kata Kyuhyun kaget.

 

“Lakukan lagi Kyu. Bayimu ingin melihatnya lagi,” kata Sungmin mulai merajuk. “Jangan menolaknya Kyu! Kau bilang ingin bertanggung jawab ‘kan?” kata Sungmin saat Kyuhyun akan mengeluarkan protesnya.

 

Dengan terpaksa Kyuhyun kembali menaiki menara dan kembali melakukan bugee jumping. Sungmin bertepuk tangan senang saat Kyuhyun meloncat ke bawah.

“Lakukan lagi Kyu” pinta Sungmin.

“Mwo? Bunny…” kata Kyuhyun .

 

“Lagi Kyu” kata Sungmin seraya menyentuh perutnya membuat Kyuhyun mendesah dan terpaksa melakukan bugee jumping kembali.

 

Langit sore telah berganti menjadi senja. Area permainan perlahan mulai sepi. Kyuhyun menghela nafas dengan lega. Setelah 10 kali bermain bugee jumping atas permintaan Sungmin, akhirnya sekarang ia boleh berhenti.

 

“Apa kita bisa pulang sekarang?” tanya Kyuhyun lelah.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Baguslah. Kunci mobilku?” minta Kyuhyun seraya menyodorkan tangannya.

 

Sungmin memberikan kunci mobil pada Kyuhyun.

“Terima kasih Kyu. Aku sudah puas, bayimu juga merasa senang” kata Sungmin senang seraya memandang perutnya yang belum membesar dan mengusapnya perlahan.

 

“Kau benar-benar membunuhku tadi” kata Kyuhyun seraya mengendarai mobilnya perlahan.

 

Sungmin mengangkat kepalanya dan menoleh memandang Kyuhyun.

“Kyu apa kita bisa melakukannya lagi besok atau lain waktu? Atau mungkin setelah aku melahirkan nanti? Pasti menyenangkan sekali” tanya Sungmin.

 

“ANDWAE!!” tolak Kyuhyun keras.

 

****

 

Kehamilan Sungmin sudah memasuki bulan ke 3. Perut Sungmin pun mulai membesar. Seluruh personil memberikan perhatian ekstra pada Sungmin. “Hyung, kubuatkan susu untukmu” kata Donghae memberikan segelas susu hangat pada Sungmin yang sedang asyik bermain dengan heebum.

 

“Terima kasih Donghae” kata Sungmin seraya menerima susu pemberian Donghae dan meminumnya perlahan.

 

Tidak lama Ryeowook datang dengan sepiring kkimbapp ditangannya.

“Hyung, aku membuatkan kkimbapp untukmu. Kau butuh banyak makanan untuk bayimu ‘kan?” kata Ryeowook.

 

“Terima kasih Wookie” kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin mengambil sepotong kkimbapp dan memakannya.

“Mashita. Kalian baik sekali. Gomawo” kata Sungmin.

“Cheonmaneyo hyung. Kami juga senang melakukannya” kata Ryeowook.

 

“Kami ingin keponakan kami lahir dengan sehat nanti” kata Donghae tersenyum senang seraya meraba perut Sungmin yang mulai membesar.

 

Eunhyuk memperhatikan perut Sungmin yang semakin membesar.

 “Perut hyung benar–benar membesar” katanya tidak percaya.

“Tentu saja Hyukie” kata Sungmin terkekeh.

“Hyung, bagaimana rasanya hamil?” tanya Eunhyuk.

 

Sungmin memakan kkimbapp seraya berpikir.

“Hmm? Rasanya…aneh tapi menakjubkan” jawabnya kemudian.

“Benarkah?” tanya Eunhyuk penasaran

 

“Ne, tanyakan saja pada eomma’mu bagaimana rasanya saat mengandungmu” kata Sungmin seraya memakan kkimbapp lagi.

 

Sungmin menutup mulutnya sesaat.

“Hyung merasa mual lagi?” tanya Ryeowook cemas.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Tidak apa. Ini hal biasa diawal–awal kehamilan” kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun yang sedang duduk dengan tenang di depan komputernya, asyik bermain starcraft dengan serius.

“Kyu” panggil Sungmin.

“Hn” jawab Kyuhyun tanpa berpaling.

 

“Kyu” panggil Sungmin lagi.

“Hhn” kata Kyuhyun masih tanpa berpaling.

 

Sungmin merengut memandang kekasihnya yang masih serius bermain starcraft kemudian ia beranjak mendekati Kyuhyun. Kyuhyun melongo melihat layar komputernya yang mati tiba-tiba dan menunduk mencari tahu. Ternyata kabel komputernya telah dicabut. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menyadari kabel komputernya berada ditangan Sungmin.

 

Bunny, aku sedang main. Sebentar lagi aku menang” kata Kyuhyun kesal.

“Kau serius sekali bermain hingga tidak mendengarku” kata Sungmin merengut seraya menjatuhkan kabel ditangannya ke lantai.

 

“Mworago? Kau lapar?” tanya Kyuhyun.

“Anni. Wookie membuatkan kkimbapp untukku tadi” jawab Sungmin.

“Kau ingin minum susu?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Donghae sudah membuatkannya untukku” jawabnya.

“Kalau begitu kau mau aku kupaskan buah?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya lagi.

“Lalu apa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Aku mau cotton candy yang besar” jawab Sungmin.

 

cotton candy ? Kita ‘kan tidak punya cotton candy” kata Kyuhyun.

“Beli saja diluar” kata Sungmin.

 

“Tapi ini sudah larut malam Bunny. Mana ada toko yang buka” kata Kyuhyun mengernyit.

“Tapi aku ingin sekali makan cotton candy yang besar. Bayimu yang menginginkannya” kata Sungmin seraya mengusap perutnya.

 

“Aigoo…” Kyuhyun mendesah “Dimana aku bisa mendapatkan cotton candy? Ini ‘kan sudah larut malam”

 

“Molla. Tapi kau tidak boleh pulang sebelum mendapatkan cotton candy yang besar untukku” kata Sungmin seraya beranjak ke kamar.

 

“Mwo?!” kata Kyuhyun terkejut.

 

Kyuhyun menoleh dan beranjak mendekati hyung-hyungnya.

“Kami tidak punya cotton candy” kata Donghae.

“Jeball hyung, bantu aku. Dimana aku bisa mendapatkan cotton candy selarut ini?” kata Kyuhyun memelas.

 

“Kau keliling kota saja, mungkin saja masih ada toko yang buka” kata Eunhyuk memberi saran.

“Hwaiting Kyu” kata Ryeowook sambil tersenyum membuat wajah Kyuhyun semakin memelas.

 

Sungmin keluar dari kamarnya dan merengut memandang Kyuhyun.

“Kenapa masih disini?” tanyanya sambil berkacak pinggang.

 

“Araseo. Aku baru akan pergi,” kata Kyuhyun mengambil kunci mobilnya dan beranjak pergi. “Tapi…aku harus mencarinya dimana?” kata Kyuhyun bingung.

 

 

2 jam kemudian

 

Drrt… drrt… drrt…

Kyuhyun mengambil ponselnya yang bergetar dan mendesah saat melihat nama Sungmin tertera dilayar ponsel yang terus berkedip.

 

“Yoboseo?”

“Dimana kau Kyu? Apa kau sudah mendapatkan cotton candy yang besar untukku?”

“Aku belum mendapatkannya”

“Kau sudah pergi selama 2 jam” Sungmin terdengar kesal.

 

“Aku sudah berkeliling kota dan tidak ada toko yang masih buka selarut ini. Aku akan mencari lagi besok dan membelikanmu cotton candy yang banyak, ok?” bujuk Kyuhyun.

 

“Anniyo. Aku mau sekarang. Aku ingin makan cotton candy yang besar sekarang juga. Kau harus mendapatkannya untukku!!” tolak Sungmin.

 

“Tapi ini hampir jam 1 pagi. Tidak ada toko yang buka. Besok aku akan membelikannya untukmu” Kyuhyun masih berusaha membujuk kekasih bunny-nya.

 

“Anniyo. Ini keinginan bayimu. Kau tidak boleh pulang sebelum mendapatkan cotton candy yang besar untukku. Atau aku harus mencarinya sendiri?”

“Mwo? kau ingin orang – orang tahu dengan kehamilanmu itu?!”

“Kalau begitu dapatkan cotton candy untukku atau kau tidak boleh pulang!”

Klik!!

 

“Tapi— Aissh! Teleponnya diputus” kata Kyuhyun memandang ponselnya.

 

“Aissh, ini menyebalkan! Seharusnya sekarang aku sedang menyelesaikan permainan starcraft. Bukannya mencari cotton candy” gerutu Kyuhyun seraya mengacak–acak rambut cokelatnyanya dengan kesal.

 

“Sekarang dimana aku bisa mendapatkan cotton candy merepotkan itu?” kata Kyuhyun berpikir seraya mendesah.

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke toko–toko yang berjejer rapi dipinggir jalan dengan tanda “CLOSED” di depan pintu. Pandangan Kyuhyun beralih ke jalanan yang masih ramai. Hingga akhirnya pandangan kyuhyun terhenti pada seorang gadis yang sedang menunggu bus di halte sendirian. Tangannya memegang sebungkus cotton candy yang besar. Kyuhyun tersenyum dan segera menghampirinya.

 

“Annyeong haseo” sapa Kyuhyun.

“Annyeong haseo” kata gadis itu menoleh dan terkejut memperhatikan Kyuhyun.

 

“Siapa namamu?” tanya Kyuhyun.

“Eunjae,” jawab gadis itu masih memperhatikan Kyuhyun “Omo. Kau super junior Kyuhyun” katanya tersadar.

 

“Eunjae sshi. Maaf menganggumu tapi aku sedang kesulitan. Apa kau mau membantuku?” tanya Kyuhyun.

 

Eunjae diam sesaat.

“Mwo?” katanya.

 

“Kekasihku menyuruhku membelikannya cotton candy. Dia sangat ingin cotton candy saat ini tapi masalahnya tidak ada toko yang buka. Aku jadi kesulitan. Kulihat kau membawa cotton candy” jelas Kyuhyun dan menunjuk cotton candy ditangan Eunjae.

 

“Ohh, jadi kau ingin meminta cotton candy milikku ini?” tanya Eunjae mengerti.

 

Kyuhyun tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.

“Maaf, tapi ini untuk adikku” kata Eunjae menolak.

“Jeball Eunjae sshi, ini sangat penting untukku,” pinta Kyuhyun. “Araseo, bagaimana jika aku membelinya?”

 

“Kau ingin membelinya? Kenapa kau tidak membelinya besok saja? Jam 7 pagi toko–toko sudah buka” kata Eunjae mengernyit.

 

“Aku tidak bisa. Aku harus mendapatkannya sekarang,” kata Kyuhyun bersikeras. “Jadi, berapa aku harus membayarnya?” tanya Kyuhyun seraya mengeluarkan dompetnya.

 

Eunjae diam sesaat memperhatikan Kyuhyun.

“Berapa aku harus membayarnya eunjae sshi?” ulang Kyuhyun.

“Araseo. 100 won” jawab Eunjae.

 

“Mwo? 100 won? Itu terlalu mahal” kata Kyuhyun kaget.

“Ini seharusnya untuk adikku. Aku harus menabung dulu untuk membelinya. Lagipula kau ‘kan punya banyak uang” kata Eunjae.

 

“Ditoko aku bisa membelinya dengan harga 50 won” kata Kyuhyun.

“Kalau begitu kau beli saja ditoko besok pagi. Sebentar lagi bus ku akan segera datang” kata Eunjae seraya memandang jam tangannya.

 

Kyuhyun terdiam sesaat dan kemudian mendesah.

“Araseo 100 won” kata Kyuhyun mengeluarkan uangnya dan memberikannya pada Eunjae.

 

Eunjae memberikan cotton candy ditangannya pada Kyuhyun dan tersenyum.

“Apa kau seorang elf?” tanya Kyuhyun.

 

Eunjae menggelengkan kepalanya.

“Aku shawol. Aku suka dengan leadernya,” jawab Eunjae sambil tersenyum. “Ah, bisa kau sampaikan salamku pada Onew?”

 

Kyuhyun kembali mendesah pelan.

“Araseo Eunjae sshi, aku akan menyampaikannya pada Onew besok, tapi tolong kau tidak menceritakan pada siapapun tentang hal ini. Arachi?” kata Kyuhyun.

 

“Araseo” kata Eunjae setuju.

 

Tidak lama sebuah bus datang. Eunjae segera menaikinya dan bus itu pun melaju pergi. Kyuhyun menaiki mobilnya dan meletakkan cotton candy dikursi penumpang.  “Syukurlah. Aku bisa pulang juga” katanya seraya mengemudikan mobilnya

 

Di asrama

 

Kyuhyun menyentuh kenop pintu dan memutarnya perlahan. Terkunci.

“Aissh. Dia benar-benar mengunci pintunya” kata Kyuhyun. “Buka pintunya. Aku sudah mendapatkan cotton candynya, sekarang ijinkan aku masuk. Diluar dingin sekali” kata Kyuhyun seraya menekan bel berulang kali.

 

Tidak lama terdengar suara kunci dibuka dan pintu terbuka perlahan. Eunhyuk muncul diambang pintu. “Kau darimana saja?” tanya Eunhyuk.

 

“Dimana Sungmin hyung?” tanya kyuhyun seraya berjalan masuk.

“Dikamarnya. Sepertinya sudah tidur” jawab Eunhyuk menutup pintu dan duduk didepan laptopnya.

 

“Sudah tidur?” kata Kyuhyun kaget.

“Hn” kata Eunhyuk tanpa berpaling.

 

Kyuhyun menggeleng melihat Eunhyuk yang serius memandang layar laptopnya. Ia bisa menebak apa yang sedang ditonton oleh Eunhyuk. Kyuhyun tidak peduli. Ia segera beranjak ke kamarnya dan membuka pintu perlahan. Dikamar terlihat Sungmin sudah terlelap diranjangnya. Kyuhyun berjalan mendekat dan membangunkannya.

 

Bunny…bunny…” kata Kyuhyun menepuk tubuh Sungmin pelan.

“Hn. Mworago Kyu?” tanya Sungmin terbangun.

 

“Cepat bangun. Aku sudah mendapatkan cotton candy yang besar untukmu” kata Kyuhyun tersenyum seraya menyodorkan sebungkus cotton candy yang besar pada Sungmin.

 

“Aku tidak mau lagi cotton candy” kata Sungmin seraya menguap.

“Eh?” kata Kyuhyun kaget

 

“Aku ingin makan nasi goreng beijing dan Hangeng hyung sudah membuatkannya untukku tadi” kata Sungmin.

 

“MWO?! Tapi tadi kau bilang ingin cotton candy?! Aku sudah berusaha keras mencarinya untukmu” kata Kyuhyun kaget.

“Gomawo Kyu, tapi aku sudah tidak ingin lagi makan cotton candy. Membuatku mual” kata Sungmin .

 

“Mwo?! Tapi bunny…?!” protes Kyuhyun.

“Aku mengantuk sekali Kyu. Biarkan aku tidur. Annyeoghi jumuseyo” kata Sungmin.

 

Kyuhyun terpaku memandang Sungmin yang kembali tidur dengan lelap. Ia bersusah payah mencari cotton candy diluar dan sekarang Sungmin bilang dia tidak ingin makan cotton candy lagi? itu membuatnya mual? Kyuhyun mendesah dengan kesal. Ia membuka pembungkus cotton candy dan memakannya dengan marah.

 

“100 wonku melayang percuma” kata Kyuhyun mendengus dengan kesal.

 

tbc

14 thoughts on “Say it just dream, please! / Part 2

  1. Permintaan Ming .. menakutkan sekali😐
    Kalau aku hamil aku ngga akan deh minta bungee jumping😐 siapapun juga😐
    Tapi kalo roller coaster takapalah XDD aku sih mau XDDD *plak

    Trs ttg cotton candy… poor kyu XDDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s