Say it just dream, please! Part 4

Cast              : KyuMin and all Super Junior members

Genre           : Humor

Length          : Chaptered

Warning         : BL. Yaoi. M-preg

Disclaimer     : Story belong to me, tapi KyuMin dan Super Junior bukan milik saya

Summary       : Sungmin hamil?! Tolong katakan itu hanya mimpi! *Bad summary -_-

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 3

Dengan malu Kyuhyun mulai menari. Heechul dan personil lainnya tertawa dan terus menggoda kyuhyun, membuat Kyuhyun semakin malu. Sungmin tersenyum dan bertepuk tangan dengan senang saat Kyuhyun mengakhiri aksinya.

 

“Kau sudah puas?” tanya Kyuhyun seraya melepas wignya.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Kalau bukan karena kau sedang hamil, aku tidak akan mau melakukannya” kata Kyuhyun menggerutu.

 

“Araseo. Cheongmal gomawo nae Kyu. Anak kita pasti sangat senang sekarang” kata Sungmin tersenyum senang seraya mengusap perutnya.

 

Kyuhyun menghela nafasnya dan mengusap perut Sungmin dengan lembut.

“Ya. Cepatlah lahir, agar eomma’mu tidak mengidam yang macam–macam lagi” kata Kyuhyun membuat Sungmin tertawa.

 

Part 4

 

Kehamilan Sungmin sudah memasuki bulan ke 9. Seluruh personil benar–benar menjaga Sungmin dengan baik dan sangat berhati-hati. Kyuhyun mengernyit memperhatikan Hangeng yang sedang meraba perut Sungmin seraya berbicara bahasa Cina, yang Kyuhyun yakin Sungmin tidak mengerti.

 

“Apa yang sedang kau lakukan hyung?” tanya Kyuhyun.

“Aku sedang mengajari keponakanku bahasa Cina” jawab Hangeng.

 

“Dia belum lahir hyung, lagipula aku yakin dia pasti tidak mengerti” kata Kyuhyun.

“Ini untuk merangsang perkembangan otaknya. Aku pernah membacanya dibuku” kata Hangeng.

 

“Itu musik klasik hyung” kata Kyuhyun tidak mau kalah.

 

Sungmin terkekeh seraya menyentuh Kyuhyun.

“Sudahlah Kyu, aku yakin dia akan mengerti nanti. Benar .kan sayang?” kata Sungmin seraya meraba perutnya.

 

Tiba–tiba Sungmin tersentak seraya menyentuh perutnya.

“Ahh…” kata Sungmin meringis menahan sakit

“Mworago?” tanya Kyuhyun.

 

“Dia menendang perutku. Ahh…” jawab Sungmin kembali meringis menahan sakit.

“Sepertinya dia akan menjadi pemain sepak bola nanti” kata Hangeng terkekeh.

 

“Sakitkah?” tanya Eunhyuk.

“Sedikit. Ahh…” jawab Sungmin meringis.

 

“Mungkin dia sudah mau keluar? Mungkin dia sudah tidak tahan berada di dalam terus” kata Eunhyuk yang sedari tadi memperhatikan.

 

“Anni Hyukie. Dia hanya sedang bermain, kurasa” kata Sungmin meringis.

 

Sungmin menyadari tatapan Kyuhyun yang sedang memandangnya dengan cemas.

“Gwaenchana Kyu. Aku bisa menahannya” kata Sungmin.

 

Kyuhyun memandang Sungmin sesaat kemudian meraba perutnya dengan lembut.

“Ya. Berhenti menendang. Eomma’mu jadi kesakitan” kata Kyuhyun.

 

Sungmin berhenti meringis. Tiba-tiba bayi di dalam perutnya berhenti menendang.

“Anak pintar. Jangan membuat eomma’mu kesakitan lagi yah” kata Kyuhyun tersenyum seraya membelai perut Sungmin.

 

“Waa… ajaib. Kyuhyun membuat bayi itu berhenti menendang” kata Eunhyuk takjub.

“Dia benar–benar anaknya Kyu” kata Hangeng terkekeh.

 

Sungmin terpaku memandang Kyuhyun. Ia menyentuh tangan Kyuhyun yang masih berada diatas perutnya yang besar. “Gomawo” kata Sungmin tersenyum.

 

“Hyung, saatnya makan malam” teriak Ryeowook dari meja makan.

 

Kyuhyun membantu Sungmin berdiri dan memapahnya ke meja makan. Eunhyuk dan Hangeng mengikuti dari belakang. Leeteuk tersenyum menyambut Sungmin. “Bagaimana kabar keponakanku hari ini?” tanya Leeteuk.

 

“Baik. Dia baru saja menendang perutku, tapi Kyu berhasil menghentikannya. Sepertinya dia sangat mendengarkan kyu” jawab Sungmin tersenyum.

 

Leeteuk tersenyum dan membelai perut Sungmin.

“Aku tidak sabar sampai dia lahir. Rasanya senang sekali, aku akan punya keponakan yang lucu” kata  Leeteuk.

 

“Asal dia tidak seperti kyuhyun saja. Magnae yang menyeramkan” kata Kangin yang membuat semua orang tertawa.

 

“Kangin hyung lebih menyeramkan. Nanti jangan membuat anakku takut sehingga dia batal lahir yah hyung” kata Kyuhyun membuat semua orang kembali tertawa.

 

“Aissh…” kata Kangin menggerutu dan memukul bahu sang magnae.

 

Kyuhyun hanya tertawa. Ia mengernyit saat memandang makan malam mereka.

“Kenapa sayur semua?” tanya Kyuhyun.

 

“Sayur baik untuk kesehatan Sungmin hyung dan bayinya” jawab Ryeowook.

 

“Tapi apa ini tidak terlalu banyak?” tanya Kyuhyun memandang porsi makan malam Sungmin yang banyak.

 

“Sekarang aku ‘kan makan untuk 2 orang” jawab Sungmin seraya memakan makan malamnya dengan lahap.

 

****

 

Makan malam telah selesai. Sungmin asyik menonton tv seraya memakan buah anggur sendirian. Kyuhyun  menggeleng memandang sekeranjang buah di depan sungmin. “Apa kau akan memakan semua itu?” tanya Kyuhyun seraya duduk disebelah Sungmin.

 

“Aku butuh banyak vitamin untuk perkembangan bayiku” jawab Sungmin seraya mengambil sebutir anggur lagi dan memakannya.

“Minum dulu susumu bunny” kata Kyuhyun seraya memberikan segelas susu ditangannya pada Sungmin.

 

Sungmin tersenyum menerimanya.

“Gomawo” katanya kemudian meminum susunya perlahan.

 

Kyuhyun membelai kepala Sungmin dengan lembut kemudian beralih memandang tv. Namun ia tidak dapat berkonsentrasi. Kepalanya sedang berpikir tentang kehamilan Sungmin. Sebagian dari logikanya masih tidak percaya dan berharap ini hanya mimpi. Tapi dengan perut Sungmin yang semakin membesar, itu meruntuhkan semua harapannya. Kyuhyun masih tidak tahu, ini sebuah keajaiban? Atau sebuah kutukan dari cerita–cerita fanfic tentangnya dengan Sungmin?

 

 Kyuhyun juga tidak mengerti, kenapa semua orang di asrama ini sangat senang dengan kehamilan Sungmin dan menerimanya begitu saja? Mereka semua benar–benar memperhatikan kehamilan Sungmin dengan baik. Memperlakukannya dengan sangat baik. Kyuhyun mengernyit, mencoba berpikir dengan pandangan yang berbeda. Tapi bagaimanapun dia berpikir, Kyuhyun masih tidak mengerti.

 

Kyuhyun tersadar saat Sungmin menyenggolnya.

“Eh? Mworago?” tanya Kyuhyun menoleh.

“Kau melamun. Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Sungmin seraya menyodorkan sebutir anggur dimulut kyuhyun.

 

“Anniyo” kata Kyuhyun seraya memakan anggur pemberian Sungmin.

“Jinjja? Tapi kau terlihat sangat serius tadi. Apa kau sedang berpikir tentang kehamilanku ini?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun diam sesaat.

“Ne. Aku tidak menyangka. Kau hamil, semua merasa sangat senang dan menerimanya. Ini semua seperti mimpi” jawab Kyuhyun.

 

“Jadi kau tidak senang dengan kehamilanku?” tanya Sungmin seraya memandang Kyuhyun.

 

“Bukan begitu. Aku hanya…bagaimana yah? Aku masih tidak mengerti bagaimana ini semua bisa terjadi. Bagaimanapun aku berpikir, aku tetap tidak mengerti” jawab Kyuhyun bingung.

 

“Anggap saja ini sebuah keajaiban” kata Sungmin.

“Tapi tetap saja, aku merasa ini salah” kata Kyuhyun.

 

“Salah?” kata Sungmin mengernyit. “Karena siapa aku jadi hamil seperti ini?” tanya Sungmin mulai merasa kesal.

 

“Aku mengerti. Itu salahku. Tapi kau ‘kan seorang pria, pria tidak bisa hamil apalagi melahirkan” jawab Kyuhyun.

 

“Kau juga seorang pria. Ok, ini kedengarannya memang aneh. Tapi lihat hasil perbuatanmu padaku. Kau ingin melepaskan tanggung jawabmu? Tidak mau mengakui anak ini? Begitukah? Araseo, mungkin sebaiknya aku gugurkan saja kehamilan ini” kata Sungmin marah.

 

“Mwo? Kau tidak serius ‘kan?” kata Kyuhyun terkejut.

“Untuk apa anak ini lahir kalau appa’nya tidak mau mengakuinya” kata Sungmin dengan marah.

 

“Bukan itu maksudku, aku hanya mengatakan ini semua seperti mimpi. Kita akhiri topic ini, Ok.  Maaf sudah membuatmu marah, bunny. Aku mencintaimu” kata Kyuhyun dan kemudian mengecup kepala Sungmin.

 

“Aku juga mencintaimu Kyu” kata Sungmin melembut.

“Kau tidak sungguh–sungguh berniat untuk menggugurkan kandunganmu ‘kan? Sebentar lagi dia akan lahir” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin mengecup pipi Kyuhyun dan tersenyum.

“Tentu saja tidak pabo. Teuki hyung dan yang lain pasti akan sangat marah padaku. Mereka sangat menantikan keponakan mereka segera lahir” jawab Sungmin.

 

“Syukurlah” kata Kyuhyun menghela nafas lega.

 

Tiba–tiba Sungmin menyentuh perutnya dan berteriak kesakitan.

“Mworago?” tanya Kyuhyun terkejut.

 

Seluruh personil terkejut mendengar suara teriakan Sungmin dan segera beranjak keluar dari kamar masing–masing. Sungmin masih menyentuh perutnya dan tampak sangat kesakitan. Leeteuk dan yang lain segera mendekati Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Ada apa ini? Sungmin kenapa?” tanya Leeteuk.

“Molla. Tiba–tiba dia berteriak kesakitkan seperti ini” jawab Kyuhyun bingung.

 

“Hyung gwaencahanyo?” tanya Ryeowook.

“Perutku…sakit…ahhhhhhhh” jawab Sungmin berteriak kesakitan.

“Apa keponakanku menendang perutmu lagi?” tanya Hangeng.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Aku rasa…aku akan melahirkan…” jawab Sungmin kesakitan.

“MWO??” kata seluruh personil terkejut.

 

“Saakiitt seekkaaliii Kyuu……” kata Sungmin seraya menjambak rambut Kyuhyun.

“Aahhh rambutku… bunny kepalaku sakit” kata Kyuhyun meringis kesakitan.

 

“Perutku lebih sakiitt Kyuu…” kata Sungmin kesakitan.

“Tenanglah hyung. Lepaskan rambut Kyuhyun, kasihan dia kesakitan” kata Ryeowook seraya berusaha melepaskan jambakan Sungmin dikepala Kyuhyun.

 

Sungmin melepaskan jambakkannya. Sakit diperutnya menghilang namun 5 menit kemudian ia kembali merasakan sakit. “Apa ia akan melahirkan sekarang?” tanya Donghae.

 

“Kurasa belum” jawab Leeteuk.

“Kyu lakukan sesuatu” kata Ryeowook.

 

Kyuhyun memandang Sungmin yang sedang kesakitan dengan bingung.

“Apa yang harus kulakukan?” tanya Kyuhyun.

“Ajak dia bicara dan ajarkan dia bernafas. Biasanya di film–film seperti itu” jawab Ryeowook.

 

“Ajak bicara? Ajarkan bernafas?” kata Kyuhyun bingung.

“Suruh bayinya untuk lahir besok pagi saja. Ini ‘kan sudah tengah malam” kata Eunhyuk asal.

 

“Mwo?” kata Kyuhyun semakin bingung.

“Hyung pabo. Melahirkan tidak bisa ditunda seenaknya” kata Ryeowook.

 

“Tapi, tadi saat Kyu menyuruh bayinya untuk berhenti menendang perut sungmin hyung dia langsung berhenti. Mungkin saja jika Kyu menyuruhnya untuk lahir besok pagi dia menurut” kata Eunhyuk.

 

“PABO!!” kata seluruh personil membuat Eunhyuk langsung terdiam.

“Aissh… kalian membuatku semakin bingung” kata Kyuhyun kesal.

 

Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan membelai kepalanya dengan lembut.

“Tenanglah bunny. Semuanya akan baik–baik saja. Terus bernafas. Ayo, sekarang ambil nafas dalam-dalam…sekarang keluarkan perlahan! Bagus, ulangi lagi” kata Kyuhyun.

 

Seluruh personil yang panik melihat Sungmin kesakitan ikutan belajar bernafas seperti yang diajarkan Kyuhyun, meskipun lebih terlihat seperti ikan yang kehabisan udara. Sungmin mencoba mengikuti instruksi dari Kyuhyun dan menggenggam tangan Kyuhyun dengan kuat saat kontraksi kembali.

 

“Aahhh tanganku…” kata Kyuhyun kesakitan.

“Sabar yah Kyu” kata Ryeowook seraya menepuk bahu Kyuhyun dengan prihatin.

 

“Kita bawa ke rumah sakit sekarang?” tanya Kangin.

“Ne, siapkan mobil” jawab Leeteuk.

 

“Araseo” kata Siwon kemudian segera beranjak pergi.

“Kyu cepat bawa Sungmin ke mobil” kata Leeteuk.

“Araseo” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun dan Leeteuk membantu Sungmin berdiri kemudian memapahnya ke mobil yang sudah menunggu. Leeteuk menoleh dengan cemas dan tersenyum prihatin memandang Kyuhyun yang sedang tersiksa dikursi belakang. Sungmin terus menggenggam tangan Kyuhyun dengan kuat dan sesekali menjambak rambutnya seraya berteriak kesakitan.

 

“Aahh…bisa lebih cepat hyung? Aku juga sakit nih” kata Kyuhyun meringis kesakitan.

 

“Palliwa Siwonie” kata Leeteuk pada Siwon yang sedang mengendari mobil.

“Araseo” kata Siwon seraya memacu mobilnya lebih cepat.

 

****

 

Seluruh personil menunggu dengan cemas di depan ruang bersalin. Pintu masih belum terbuka dan belum terdengar suara tangisan bayi. Hanya suara teriakan Sungmin yang terdengar. Tiba–tiba pintu terbuka dan seorang dokter keluar seraya membuka maskernya.

 

“Sungmin ssi meminta Kyuhyun ssi untuk masuk” kata dokter.

“Mwo? Aku?” kata Kyuhyun terkejut.

 

“Sudah cepat masuk Kyunie. Temani dia” kata Leeteuk seraya mendorong kyuhyun.

“Araseo” kata Kyuhyun kemudian beranjak pergi.

 

Di dalam ruangan Sungmin sedang berbaring menahan rasa sakit dan terlihat kepayahan. Sungmin tersenyum melihat kedatangan Kyuhyun. Kyuhyun berdiri disamping Sungmin dan memegang tangannya.

 

“Gwaencahanyo?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Kurasa sebentar lagi dia akan segera lahir” kata Sungmin.

 

Kyuhyun memperhatikan dokter yang sedang mempersiapkan peralatannya.

“Kalian akan mengoperasinya?” tanya Kyuhyun.

 

“Tentu saja. Dia harus dioperasi agar bayinya bisa keluar” jawab dokter seraya mengangangkat sebilah pisau operasi.

 

“Bukankah dia harus dibius dulu?” tanya Kyuhyun mengernyit.

“Kami sudah membiusnya dengan bius lokal. Bagian perut ke bawah sudah mati rasa. Sungmin ssi tidak mengijinkan kami membius total” jawab dokter.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin.

“Aku ingin melihat anakku lahir secara langsung Kyu” kata Sungmin.

“Araseo, kita mulai” kata dokter.

 

Sungmin menggenggam tangan Kkyuhyun dengan kuat dan menganggukkan kepalanya. Dokter segera memulai operasinya, sementara Kyuhyun hanya bisa berdiri disamping Sungmin dengan tegang. Sesekali ia memberi semangat pada Sungmin. Tidak lama suara tangisan bayi terdengar menggema diseluruh ruangan. Dokter segera menjahit kembali perut Sungmin sementara seorang suster mendekati Kyuhyun seraya menggendong seorang bayi kecil.

 

“Chukae, anak anda perempuan” kata suster itu tersenyum.

 

Kyuhyun terpaku memandang bayi kecil yang masih berlumuran darah ditangan suster. Bayi itu terus menangis. Kyuhyun beralih memandang Sungmin yang tersenyum lemah diatas kasur. Dia selamat. Kyuhyun membuka maskernya dan menutup mulutnya. Rasa mual memenuhi tubuhnya. Pandangannya berubah gelap, kemudian…

 

Gedubrak……

Kyuhyun pingsan dengan sukses.

 

****

 

“…Kyu …Kyu …Kyu …”

 

Kyuhyun membuka matanya dan tersentak bangun. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang ternyata adalah kamarnya. Pandangan Kyuhyun berhenti pada Sungmin yang duduk dipinggir kasur, memandangnya dengan cemas.

“Gwaenchanayo? Kau pucat sekali” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menyeka keringat yang membasahi wajahnya dan mengedarkan pandangannya sekali lagi. “Ayo bangun, saatnya sarapan” kata Sungmin seraya berdiri.

 

“Dimana bayinya?” tanya Kyuhyun.

“Bayi?” tanya Sungmin bingung.

 

“Bayi. Anak kita” kata Kyuhyun.

“Anak kita? Omo. Apa yang kau bicarakan?” kata Sungmin tidak mengerti. “Sudahlah. Cepat keluar sebelum sarapanmu menjadi dingin” kata Sungmin beranjak pergi.

 

“Tunggu bunny” kata Kyuhyun seraya beranjak turun dari ranjang.

 

Kyuhyun membuka kaos Sungmin dan memperhatikan perut Sungmin yang rata. Tidak ada tanda–tanda hamil atau melahirkan, ataupun bekas operasi. “Ya. Apa yang kau lakukan?” kata Sungmin seraya menarik kaosnya dengan malu.

 

“Kau baru saja melahirkan ‘kan?” tanya Kyuhyun mengernyit.

“Mwo? Apa kau gila? Aku ini pria, tidak bisa melahirkan” jawab Sungmin kesal.

“Kau tidak melahirkan? Tidak ada anak kita? Tidak ada bayi?” tanya Kyuhyun tidak percaya.

 

“Kau ini kenapa sih?” tanya Sungmin bingung.

“Cubit aku bunny” pinta Kyuhyun terpaku.

 

Sungmin mengernyit namun kemudian ia mencubit tangan Kyuhyun dengan keras.

“Aahhh… sakit.” teriak Kyuhyun meringis kesakitan. “Berarti cuma mimpi. Syukurlah.” kata Kyuhyun menghela nafas lega

 

“Mwo?” kata Sungmin tidak mengerti.

 

Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat dan mencium kedua pipinya.

“Ya. Hentikan. Kau membuatku takut,” kata Sungmin seraya menjauh dari Kyuhyun. “Apa kau bermimpi buruk?”

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Rasanya seperti nyata. Membuatku takut” jawab Kyuhyun.

“Memangnya kau bermimpi apa?” tanya Sungmin.

 

“Aku bermimpi kau hamil dan melahirkan. Anak kita” jawab Kyuhyun.

“Mwo?! itu benar–benar mimpi buruk” kata Sungmin terkejut.

 

Bunny, kau tidak benar–benar hamil dan melahirkan ‘kan?” tanya Kyuhyun.

“Anniyo pabo! Cepat keluar!” jawab Sungmin seraya beranjak pergi.

 

Kyuhyun menghela nafas lega dan tersenyum. Bersyukur itu hanyalah sebuah mimpi, seperti harapannya. Mimpi buruk yang tidak masuk akal. Tapi terkadang sesuatu yang tidak masuk akal selalu menjadi kenyataan. Sesuatu yang kau sebut dengan mimpi. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan kuat, mencoba menghapus pikiran–pikiran yang baru saja melintas diotaknya dan melupakan mimpi buruknya.

 

Segera Kyuhyun beranjak keluar kamar. Kyuhyun terpaku memandang kegiatan para personil yang sedang sibuk. Siwon dan Kangin sedang berolahraga bersama di sudut asrama. Eunhyuk, Donghae dan Leeteuk sedang belajar bahasa inggris dengan Kibum di depan tv. Ryeowook, Sungmin dan Hangeng sedang membuat sarapan di dapur. Shindong sedang mengacak–acak kulkas mencari makanannya, yang segera diusir keluar oleh Sungmin dengan kesal. Heechul sedang mengupdate twitter sejak tadi. Dan Yesung sedang bermain dengan ddangkkoma. Seperti déjà vu.

 

Kyuhyun menarik kursinya disamping Sungmin dan memperhatikan kembali. Kepalanya menebak menit–menit ke depan, dan tebakannya selalu tepat. Kyuhyun menggenggam erat sumpitnya dan berpikir, apa itu cuma sekedar mimpi? Menit itu sampai pada saat Sungmin berlari ke kamar mandi dan muntah di wastafel. Rasa tegang dan takut segera menjalari tubuhnya.

 

“Apa aku kembali bermimpi?” gumam Kyuhyun.

“Jangan–jangan Sungmin hyung benar–benar…” gumam Kyuhyun panik.

 

“Aku rasa aku sedang……” kata Sungmin.

“…hamil” kata Kyuhyun.

 

Gedubrak……

Kyuhyun langsung pingsan sebelum mendengar Sungmin selesai bicara.

“Aku rasa aku sedang sakit” kata Sungmin mengernyit.

 

… The end …

19 thoughts on “Say it just dream, please! Part 4

  1. Tertawa paling keras waktu baca Hyukkie menyuruh Kyu buat bayi Ming lahirnya besok aja😄 huahaha XDD mana bisa Hyuk XDD

    Yg lainnya diam aja, nggk langsung bawa Ming ke RS :s butuh waktu yang lama utk membuat mereka sadar DX

    Kyuhyun ‘mengeluh’ trs wkt rambutnya terjambak n tangannya tergenggam terlalu kuat😄

    Trs Kyu pingsan waktu lihat anaknya

    —-

    Dan selama ini,,, itu mimpi? O___O yang akan menjadi kenyataan? O___O aigoo *ikut pingsan*

  2. ya ampunnnnnn ternyata semua ini hanya mimmpi toh, kirain beneran
    sumpah ngakak bngt nih sama ceritanya wkwkwkwkwkwkwkwk
    good job thor
    ttp semangat buat ff lainnya ya
    hwaiting😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s