Never know / part 1

Gambar

Pairing            : KyuMin

Genre               : Horror

Length             : Chaptered

Warning          : Boys Love, Yaoi, M-preg

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to their self

Summary        : Kau tidak pernah tahu apa yang ada dibalik senyum innocent itu. Mungkin, memang sebaiknya kau tidak pernah tahu………

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Part 1

 

Sungmin memandang lemah langit-langit koridor rumah sakit. Ia memandang lampu-lampu koridor yang seakan berlalu dengan cepat didepan matanya, satu demi satu. Di sekitarnya para perawat dan dokter berlari dengan panik, mereka mendorong dengan cepat ranjang pasien tempat Sungmin sedang berbaring saat ini. Sungmin mendengar salah satu perawat berbicara cukup keras pada sang dokter tentang kondisinya saat ini. Tapi Sungmin tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, yang ia tahu saat ini adalah perutnya yang terasa sangat sakit. Sungmin mencoba melirik, ada banyak darah yang mengalir turun dikakinya. Begitu banyak hingga mengotori pakaiannya. Sungmin menoleh pada ‘suaminya’ yang ikut berlari disisi ranjang, didekatnya. Kyuhyun sedang mengenggam tangannya dengan wajah yang terlihat sangat cemas.

 

Sungmin tidak mengerti. Ia ingin sekali bertanya pada Kyuhyun. Apa yang sedang terjadi saat ini? Apakah ini sudah waktunya ia untuk melahirkan? Tapi kenapa perutnya terasa begitu sakit, dan darah itu……? Apa yang terjadi padanya? Namun kemudian Sungmin sadar ia tidak bisa bertanya karena terlalu sibuk berteriak menahan sakit diperutnya.

 

Sungmin merasakan genggaman tangan Kyuhyun terlepas darinya. Para perawat itu membawanya memasuki ruang operasi dan meninggalkan Kyuhyun diluar ruangan, sendiri menunggu. Sungmin tidak tahu dan ia tidak bisa bertanya karena rasa sakit diperutnya. Para perawat dan dokter itu terlihat sibuk. Salah seorang perawat menyuntikkan obat bius pada Sungmin. Sungmin mulai tenang, namun sepertinya obat bius itu tidak terlalu ampuh. Karena ditengah kesadarannya Sungmin masih dapat melihat dokter itu membuka perutnya dan melakukan sesuatu pada perutnya dengan alat-alatnya.

 

Bahkan Sungmin dapat melihat saat dokter itu mengeluarkan sesuatu dari dalam perutnya. Itu adalah bayinya. Dokter memberikan bayi itu pada seorang perawat. Perawat itu membawa bayi itu mendekat pada ibunya. Sungmin menoleh dan tersenyum saat melihat bayinya. Bayi itu nampak begitu mungil dan merah karena darah yang masih mengotori tubuh mungilnya. Namun ada sesuatu yang aneh. Bayinya begitu tenang. Dia tidak menangis seperti bayi yang baru lahir pada umumnya.

 

Hey, bangunlah. Kenapa kau tidur terus? Bangun dan menangislah. Sapa ibumu ini, begitu Sungmin ingin bicara.

 

Namun Sungmin mengernyit. Bayinya tetap diam, tidak bergeming seolah sedang tertidur pulas. Sungmin memandang perawat itu dengan pandangan bertanya. Perawat itu hanya diam dengan wajah sedih. Namun kemudian dia berkata,

 

“Bayi anda perempuan, tapi sayang kami tidak bisa menyelamatkannya”

 

Sungmin memandang perawat itu tidak mengerti. Apa maksudnya? Tiba-tiba perawat tersebut menjauhkan bayinya dari Sungmin. Perawat tersebut berbalik. Ia beranjak pergi dengan membawa bayinya.

 

Tunggu, Sungmin ingin berteriak. Kembali! Mau kau bawa kemana bayiku?

 

Rasanya Sungmin ingin beranjak bangun dari ranjang operasi ini dan berlari keluar mengejar perawat tersebut, mengambil kembali bayinya. Namun bahkan Sungmin terlalu lemah untuk berbicara. Saat akhirnya kesadarannya hampir menghilang Sungmin mendengar seorang perawat yang lain berkata padanya,

 

“Anda keguguran Sungmin ssi, bayi anda telah mati”

 

~+~+~+~

 

Sungmin berteriak dan tersentak bangun dari tidurnya. Ia mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh ruangan dan segera menyadari ia sedang berada di kamarnya saat ini. Kyuhyun yang tertidur ikut terbangun karena mendengar suara teriakan ‘istrinya’ itu. Ia beranjak duduk, menyalakan lampu kecil disisi ranjang dan memandang Sungmin dengan cemas.

 

“Mimpi buruk lagi sayang?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin hanya mengangguk pelan dan terdiam. Kyuhyun menyentuh lembut wajah Sungmin dan memandang wajah manis itu lekat-lekat. Dalam mata foxy itu tersirat sebuah gurat kesedihan yang mendalam. Kesedihan itu masih belum memudar.

 

“Itu hanya mimpi. Tidak apa-apa” kata Kyuhyun menenangkan dengan lembut.

“Tidak Kyu. Mereka mengambil bayiku. Mereka mengambilnya dariku” kata Sungmin lirih.

 

Kyuhyun terdiam sesaat. Kemudian ia berkata,

“Sayang, dengarkan aku. Itu sudah tiga tahun, dan bayi kita itu—“

“Aku tahu. Bayi kita telah mati. Aku keguguran.” Potong Sungmin mulai menangis pelan.

 

Kyuhyun kembali terdiam. Ia memandang Sungmin dengan sedih dan memeluknya. Kyuhyun membelai kepala ‘istri’ tersayangnya itu dengan lembut dan berkata, “Kita bisa mencobanya kembali. Kita akan terus mencobanya. Kau pasti akan hamil lagi nanti. kau percaya padaku ‘kan?”

 

Sungmin berhenti menangis dan mendongak memandang Kyuhyun.

“Kau yakin aku masih bisa hamil lagi Kyu?” tanyanya.

“Yeah, aku sangat percaya dengan hal itu” jawab Kyuhyun.

 

Kyuhyun menghapus jejak air mata diwajah Sungmin dan mengecup lembut keningnya.

“Sekarang, kembalilah tidur,” Kyuhyun berhenti sejenak dan tersenyum. “Atau…kau mau kita mencobanya lagi malam ini? Hm?”

 

Sungmin terdiam sesaat. Kemudian ia kembali membaringkan tubuhnya seraya menarik tubuh Kyuhyun mendekat.  Sungmin berkata, “Ayo kita mencobanya lagi Kyu. Kuharap ucapanmu benar.”

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia mendekati wajah manis Sungmin dan mengecup bibir plump itu. Memagutnya dengan lembut dan merasakan manisnya, sebelum akhirnya pagutan itu berubah menjadi liar. Percintaan itu pun kembali terjadi, sama seperti di malam-malam sebelumnya. Sebuah percintaan dengan harapan yang sama, kehamilan bagi Sungmin.

 

~+~+~+~

 

Hari yang lain kembali datang. Masih deru kendaraan yang terdengar diluar dan musim yang mulai berganti. Pagi itu Sungmin terbangun lebih awal. Terima kasih pada mimpi buruk yang selalu saja sama. Sungmin menoleh, disisinya Kyuhyun masih tertidur dengan lelap. Sungmin beranjak turun dari ranjang, berhati-hati untuk tidak membangunkan ‘suaminya’. Sungmin mengambil pakaiannya yang tergeletak begitu saja dilantai dan memakainya. Ia menoleh sesaat pada Kyuhyun yang menggeliat pelan dalam tidurnya. Selimut menutupi setengah tubuhnya yang telanjang, dan wajah tampan itu terlihat pucat sisa dari percintaan mereka semalam. Sungmin tersenyum dan berjalan pelan keluar kamar.

 

Dengan menahan rasa sakit pada tubuh bagian bawahnya, Sungmin berjalan menuju dapur. Ia menyalakan kompor dan memanaskan air untuk membuat kopi. Sungmin tersenyum mengingat percintaan mereka semalam. Kyuhyun mencumbunya dengan penuh gairah namun lembut. Percintaan yang menyenangkan. Namun senyum Sungmin memudar perlahan saat ia kembali teringat dengan mimpi buruk yang selalu membangunkannya setiap malam.

 

Kehilangan bayi yang selalu dinantikan adalah sesuatu yang sangat menyakitkan bagi Sungmin. Tiga tahun lalu Sungmin mengalami keguguran dan itu membuatnya sangat sedih. Sungmin mengedarkan pandangannya pada rumahnya yang sepi. Sepi, tanpa suara gelak tawa, tangis dan celotehan si kecil yang memenuhinya. Bayi yang selalu Sungmin inginkan.

 

Sebenarnya Kyuhyun tidak pernah mempermasalahkan tentang anak. Kata Kyuhyun, asalkan mereka selalu bersama itu sudah lebih dari cukup. Tapi Sungmin selalu ingin membahagian Kyuhyun, dan ia ingin sekali memiliki anak. Anaknya dan Kyuhyun. Sungmin sudah berusaha keras agar bisa hamil kembali. Minum semua obat dan vitamin, bercinta seharian penuh dengan Kyuhyun, entah apalagi. Tapi semuanya nihil. Semua test peck yang Sungmin beli tidak pernah menunjukkan tanda positif, dan tubuh Sungmin pun belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Bullshit!

 

Sungmin terkejut saat mendengar air yang dimasaknya telah mendidih. Ia beranjak mematikan kompor dan membuat secangkir kopi. Sungmin mengaduk cangkirnya perlahan. Ia terdiam memandang cairan hitam yang mengisi cangkirnya. Sungmin mulai merasa ragu dan berpikir, ia tidak akan pernah bisa hamil lagi.

 

~+~+~+~

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya dan menoleh pada Sungmin yang duduk disisinya. “Adopsi?” katanya mengernyit.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Aku sudah memikirkan tentang masalah ini sejak tadi pagi. Bagaimana menurutmu Kyu, jika kita mengadopsi seorang anak?” katanya.

 

Kyuhyun terdiam sesaat, masih mengernyit. Kelihatannya pria tampan ini tidak terlalu yakin dengan usul sang ‘istri’. “Entahlah sayang. Tapi, apa kau yakin dengan hal itu?” tanyanya seraya meletakkan laptopnya dimeja.

 

Kembali Sungmin menganggukkan kepalanya dengan yakin.

“Kau tahu aku sangat ingin memiliki seorang anak. Jika aku tidak bisa hamil lagi, kupikir tidak ada salahnya jika kita mengadopsi seorang anak dari panti asuhan” jawabnya.

 

Kyuhyun kembali terdiam dan memandang wajah manis Sungmin lekat-lekat, mencari sesuatu dalam mata foxy itu. Tapi yang Kyuhyun temukan hanya sebuah keseriusan. Sungmin sungguh-sungguh serius dengan usulnya itu. Sungmin menyentuh wajah ‘suaminya’ dengan lembut dan berkata,

 

“Kau tahu Kyu. Saat pertama kali aku didagnosis hamil, rasanya itu sulit dipercaya. Kau ingat apa yang dikatakan dokter saat itu? Pria yang bisa hamil itu langka, sangat jarang terjadi. Saat itu aku merasa sangat bahagia. Tapi setelah peristiwa keguguran itu aku berpikir, mungkin Tuhan sedang menghukumku karena aku tidak bisa menjaga kehamilanku dengan baik. Meski kita terus bercinta, aku tidak akan bisa hamil lagi Kyu”

 

“Kau tidak percaya padaku? Kau pikir, aku tidak bisa membuatmu hamil lagi?” kata Kyuhyun.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya dan mengecup singkat bibir ‘suaminya’.

“Tidak, bukan itu. Aku percaya padamu. Yang ingin kukatakan adalah, aku menganggap kehamilanku itu adalah sebuah keajaiban. Bagaimanapun aku adalah seorang pria. Pria tidak mungkin bisa hamil, bukan?”

 

“Itu tidak benar. Tuhan tidak sedang menghukummu. Dia hanya ingin kau menunggu. Kau pasti bisa hamil lagi sayang. Aku akan membuatmu hamil lagi. Kau tidak percaya itu?”

 

“Aku tidak pernah meragukanmu Kyu, terlebih lagi pada kemampuanmu diatas ranjang. Tapi, rumah ini begitu sepi Kyu. Aku ingin kita memiliki anak yang akan meramaikan rumah ini. Bagaimana menurutmu Kyu?”

 

Kyuhyun terdiam sesaat dan berpikir. Kemudian akhirnya ia berkata,

“Baiklah. Besok kita akan pergi ke panti asuhan dan mengadopsi seorang anak.”

 

Sungmin tersenyum senang. Ia memeluk Kyuhyun dan menciumnya berulang kali.

“Terima kasih Kyu.”

~+~+~+~

 

Hari ini langit nampak berwarna diatas kepala. Merah, kuning, hijau, cokelat. Dedaunan berguguran disepanjang perjalanan. Musim gugur yang indah. Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan tenang menyusuri jalanan berbukit. Ia memandang Sungmin yang duduk disampingnya, nampak sedikit tidak sabar. Kyuhyun hanya tersenyum dan mempercepat laju mobilnya.

 

Mobil Kyuhyun berbelok memasuki sebuah area rumah panti asuhan dan berhenti. Kyuhyun mematikan mesin mobil dan menoleh memandang Sungmin. “Kau yakin dengan ini?” tanyanya.

 

“Kyu~” Sungmin sedikit merengut. “Kita sudah membicarakan hal ini dirumah dan kau sudah setuju. Jangan katakan kalau kau ingin menarik kembali kata-katamu?”

 

“Tidak. Aku hanya bertanya saja.” Kata Kyuhyun.

“Sudahlah. Suster Marie sudah menunggu kita sejak tadi.” Kata Sungmin seraya beranjak turun dari mobil.

 

Kyuhyun ikut turun dan mengunci mobilnya, sementara Sungmin sudah melangkah lebih dulu. Kyuhyun beranjak menyusul Sungmin seraya memperhatikan bangunan rumah didepannya itu dengan kagum. Rumah panti asuhan itu nampak sudah tua, mungkin sudah berusia puluhan tahun. Memiliki tiga lantai dan cukup luas. Namun dari rumah tua itu masih tersirat keindahan dengan kesan wibawa yang hangat.

 

Anak-anak kecil nampak bermain dan bercanda disekitar panti asuhan. Sungmin tersenyum melihat tingkah dan gelak tawa mereka. Matanya berbinar cerah memandang para malaikat kecil itu. Ia menoleh pada Kyuhyun dan berkata,

“Lihat mereka Kyu. Tidakkah mereka sangat lucu?”

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Diam-diam dari balik tirai dikamar paling atas rumah panti asuhan itu, seseorang sedang mengawasi Kyuhyun dan Sungmin. Pandangannya tertarik pada Sungmin dan seulas senyum menghiasi sudut bibirnya. Senyum innocent yang penuh arti. Kyuhyun mendongak dan mengernyit sesaat memandang jendela kamar yang terletak di paling atas rumah panti asuhan itu. Ia seperti melihat sesuatu, seperti ada yang sedang memperhatikan mereka. Namun Kyuhyun hanya melihat tirai yang bergoyang pelan karena tiupan semilir angin.

 

‘Mungkin hanya perasaanku saja’ pikir Kyuhyun.

 

Seorang wanita paruh baya menyambut hangat kedatangan Kyuhyun dan Sungmin. Wanita paruh baya itu adalah suster Marie, kepala panti asuhan ini. Dengan ramah suster Marie mengajak Sungmin dan Kyuhyun mengelilingi rumah panti asuhan. Dengan sabar ia memperkenalkan setiap anak pada Sungmin dan Kyuhyun. Mata foxy Sungmin kian berbinar cerah. Ia tersenyum dan membelai lembut kepala anak-anak itu. Kyuhyun yang memperhatikan Sungmin hanya tersenyum. Ia tahu, ‘istrinya’ itu sangat menyukai anak-anak. Mungkin ditempat ini mereka akan menemukan anak mereka.

 

Tiba-tiba seorang perempuan muda -sepertinya dia pengurus panti asuhan ini juga- mendekati suster Marie. Ia berkata sesuatu pada suster Marie. Wanita paruh baya itu mendesah sesaat dan kemudian menoleh pada kedua tamunya. Ia berkata,

 

“Maafkan saya, saya harus meninggalkan kalian sebentar. Saya harus mengurus sesuatu. Silakan kalian berkeliling dan bertemu dengan anak-anak yang lain. Jika kalian sudah memutuskan, kalian bisa memanggil saya”

 

Sungmin tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengerti.

“Iya suster, tidak apa-apa. Kami akan berkeliling sendiri” katanya.

“Kalau begitu saya permisi sebentar.” Kata suster Marie dan kemudian beranjak pergi.

 

Sepeninggal suster Marie, Kyuhyun dan Sungmin menelusuri seisi rumah panti asuhan ini. Sungmin naik ke lantai tiga dan memasuki sebuah kamar yang pintunya terbuka. Di dalam kamar tersebut ada seorang gadis kecil yang asyik bermain dengan boneka beruang miliknya disalah satu ranjang.

 

“Erm, hai…” sapa Sungmin mendekat.

 

Gadis kecil itu menoleh, nampak sedikit terkejut dengan kehadiran Sungmin. Namun kemudian ia tersenyum. Sungmin mengerjap memandangnya. Gadis kecil itu begitu manis dan cantik. Matanya hitam cemerlang. Rambutnya berwarna senada dengan warna matanya, panjang sebahu dan tergerai manis. Gadis kecil yang cantik.

 

Sungmin beranjak duduk didekat gadis kecil itu.

“Kenapa kau bermain sendiri disini? Kenapa kau tidak turun dan bermain diluar bersama teman-temanmu?” tanyanya.

 

Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya seraya memainkan bonekanya.

“Tidak. Diluar dingin, disini lebih hangat” jawabnya.

 

Sungmin memandang gadis kecil itu dan terkekeh kecil.

“Siapa namamu?” tanyanya

 

Gadis kecil itu memeluk bonekanya dan memandang Sungmin.

“Hyebin” jawabnya seraya tersenyum.

“Hyebin? Berapa umurmu?”

 

“Tujuh”

“Tujuh?”

 

Sungmin terdiam sesaat memandang gadis kecil didepannya itu. Entah kenapa, ia menyukai gadis kecil ini. Pasti akan sangat menyenangkan memiliki putri secantiknya, pikir Sungmin. Saat itu Kyuhyun datang.

“Sayang, ternyata kau disini. Aku mencarimu, tahu” katanya seraya berjalan masuk.

 

Sungmin menoleh pada Kyuhyun. Kyuhyun terdiam sesaat menyadari gadis kecil yang sedang duduk bersama Sungmin. “Ini Hyebin. Dia berusia tujuh tahun” beritahu Sungmin pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang Sungmin sesaat. Kemudian ia kembali memperhatikan gadis kecil itu dan mengangkat satu tangannya. “Halo” sapanya dengan tersenyum.

 

Sungmin mengalihkan pandangannya kembali pada Hyebin. Ia tersenyum dan berkata, “Namaku Sungmin, dan itu ‘suamiku’ Kyuhyun. Apa kau mau menjadi putri kami?”

 

Gadis kecil bernama Hyebin itu mengerjap memandang Sungmin dan Kyuhyun. Ia memeluk bonekanya dan hanya tersenyum. Seulas senyum innocent yang manis, penuh arti.

 

~+~+~+~

 

Suster Marie nampak sedikit terkejut saat mendengar keinginan Sungmin untuk mengadopsi Hyebin sebagai anak mereka. Ia nampak ragu-ragu, namun kemudian wanita paruh baya itu tersenyum. “Saya akan mencari berkas-berkas milik Hyebin dulu” katanya.

 

Suster Marie beranjak pergi, meninggalkan kedua tamunya diruangannya yang sederhana namun nyaman. Kyuhyun menoleh memandang Sungmin. Pemuda manis itu nampak senang dan tidak sabar. Sungmin menoleh saat Kyuhyun menggenggam tangannya. Kemudian mereka sama-sama tersenyum senang. Tidak lama suster Marie kembali dengan berkas ditangannya. Ia memberikan berkas itu pada Sungmin. Kyuhyun dan Sungmin membaca dengan teliti berkas yang berisi tentang data diri Hyebin tersebut. Sementara itu suster Marie terdiam sesaat, sedikit menunduk memandang meja yang terbuat dari kayu itu. Kemudian ia mengangkat pandangannya pada kedua tamunya.

 

“Sungmin ssi. Kyuhyun ssi”  panggilnya.

 

Kyuhyun dan Sungmin menoleh memandang wanita paruh baya itu.

“Apa kalian yakin ingin mengadopsi Hyebin sebagai anak kalian?” tanya suster Marie.

“yeah, tentu saja” Jawab Sungmin sedikit mengernyit heran.

 

“Ada masalah suster?” tanya Kyuhyun.

“Aah, tidak. Tidak ada apa-apa” jawab suster Marie seraya tersenyum.

 

Kyuhyun memandang wanita paruh baya itu dengan heran. Namun ia hanya diam saja. Setelah mengurus administrasi dan berkas-berkas adopsi milik Hyebin, Kyuhyun dan Sungmin langsung bisa membawa gadis kecil itu pulang bersama mereka. Suster Marie mengantar mereka hingga ke pintu depan.

 

“Hyebin, ucapkan terima kasih pada suster Marie” kata Sungmin pada putri barunya itu.

 

Seraya memeluk bonekanya Hyebin membungkukkan kepalanya dengan sopan pada suster Marie.

“Terima kasih suster Marie” katanya.

 

Suster Marie tersenyum dan membelai kepala Hyebin dengan lembut.

“Sekarang kau sudah memiliki keluarga baru. Maka, jadilah anak yang baik Hyebin. Kau harus menurut pada kedua orang tua barumu” katanya.

 

Sungmin tersenyum dan menggandeng tangan Hyebin.

“Anda tidak perlu khawatir suster. Kami akan menyayangi Hyebin seperti anak kami sendiri” katanya pada suster Marie.

 

Suster Marie hanya tersenyum.

“Kalau begitu, terima kasih suster. Kami pamit pulang” kata Kyuhyun.

“Ya, tolong hati-hati dijalan” kata suster Marie.

 

“Sampai jumpa lagi suster Marie” kata Hyebin tersenyum.

“Ya, sampai jumpa lagi Hyebin” kata suster Marie

 

Sungmin menggandeng putri barunya dan menariknya pergi dengan senang. Kyuhyun membawa koper milik Hyebin dan berjalan dibelakang Sungmin. Ia memasukkan koper tersebut dibagasi mobilnya, sementara Sungmin membukakan pintu belakang untuk Hyebin. Kyuhyun duduk dibelakang kemudi, sementara Sungmin duduk dikursi penumpang. Sungmin memakai sit belt-nya dan menoleh ke belakang. Ia tersenyum melihat Hyebin sudah duduk manis dengan memeluk bonekanya.

 

Perlahan mobil Kyuhyun melaju pergi meninggalkan rumah panti asuhan. Suster Marie melambaikan satu tangannya pada Hyebin yang melambaikan tangannya dari dalam mobil. Suster Marie terdiam melihat mobil itu semakin menjauh pergi dan menghilang dari pandangannya. Seorang perempuan yang merupakan tangan kanan suster Marie dirumah panti asuhan ini keluar dari dalam rumah. Ia mendekati wanita paruh baya itu.

 

“Suster kepala. Apa anda yakin, membiarkan mereka mengadopsi Hyebin?” tanyanya. Ada nada cemas bercampur tidak yakin dalam suaranya.

 

Suster Marie mendesah sesaat.

“Setidaknya kutukan itu ikut pergi bersama anak itu. Rumah panti asuhan ini bisa kembali tenang.” Katanya.

 

Suster Marie dan tangan kanannya itu terdiam. Entah kenapa, tidak ada perasaan lega satu pun yang mereka rasakan. Perasaan lega itu seolah sudah bercampur bersama kecemasan yang tersisa. Suster Marie kembali mendesah sesaat.

“Semoga Tuhan melindungi pasangan itu” harapnya, dan kemudian mereka pun beranjak masuk ke dalam rumah.

 

~+~+~+~

 

Hyebin mengerjap memandang kamar barunya. Kamar ini sangat lucu, penuh dengan boneka dan mainan. Warna pink mendominasi wallpaper dinding kamar, kamar khas anak perempuan. Ia tersenyum senang dan mulai melompat-lompat diranjang barunya yang empuk. Didekatnya Sungmin dan Kyuhyun berdiri memperhatikan. Sungmin tertawa dan menangkap putri barunya yang terus melompat diatas ranjang. Ia duduk dipinggir ranjang dan mendudukkan gadis kecil itu dipangkuannya.

 

“Kau suka dengan kamar barumu Hyebin?” tanyanya

 

Hyebin menganggukkan kepalanya dengan senang dan mendongak memandang Sungmin.

“Ya. Terima kasih eomma” katanya.

 

Sungmin tersentak. Ia mengerjap memandang Hyebin. Ada perasaan senang yang menjalar hangat dalam hatinya saat mendengar gadis kecil ini memanggilnya dengan sebutan ‘eomma’, sebutan yang selalu Sungmin inginkan. Sungmin mengangkat kepalanya pada Kyuhyun yang ikut duduk disampingnya. Kyuhyun hanya tersenyum. Sungmin kembali memandang Hyebin yang berada dipangkuannya dan tersenyum senang.

 

“Sekarang kau adalah putri kecil kami, Cho Hyebin” kata Sungmin seraya memeluk Hyebin dengan senang.

 

Kyuhyun kembali tersenyum dan ikut memeluk mereka, ‘istri’ dan anak barunya. Sementara Hyebin hanya tersenyum dalam pelukan kedua orang tua barunya. Kehadiran Hyebin membawa warna baru dalam hidup Sungmin dan Kyuhyun. Rumah ini tidak lagi terasa sepi, dan Sungmin terlihat lebih bahagia dibandingkan dulu. Sungmin tidak keberatan setiap kali gadis kecil itu mengikutinya kemana pun. Sungmin akan tersenyum dan memeluk gadis kecil itu dengan erat. Dia merasa sangat bahagia.

 

Pagi itu dikamar Hyebin, Sungmin sedang menyisir rambut putri kecilnya seraya bersenandung kecil. Ia mengikat rambut hitam Hyebin. Kini Hyebin sudah nampak cantik dan rapi dengan seragam sekolahnya dan pita yang mengikat rambut hitamnya. Sungmin tersenyum dan mengecup kepala Hyebin dengan sayang.

 

“Sayang~” terdengar suara teriakan Kyuhyun dari arah kamar mereka.

 

Sungmin tersenyum mendesah mendengar suara panggilan ‘suaminya’ yang semakin keras.

“Hyebin ah, sekarang kau sarapan dulu ne?” katanya.

 

Hyebin menganggukkan kepalanya mengerti. Sungmin tersenyum. Ia membelai putrinya sesaat dan kemudian segera beranjak pergi. Di kamarnya Kyuhyun nampak sibuk dengan dasinya. Ia menoleh pada Sungmin dan merengut. Sungmin tersenyum dan membantu Kyuhyun mengikat dasinya.

 

“Apa yang kau bisa tanpaku Kyu? Kau masih saja tidak bisa mengikat dasimu dengan benar” kata Sungmin dengan tersenyum.

 

“Sejak ada Hyebin, kau jadi melupakanku” kata Kyuhyun seraya memandang wajah manis Sungmin lekat-lekat.

 

Sungmin terkekeh kecil dan merapikan dasi Kyuhyun. Kyuhyun masih memandang wajah manis Sungmin. Perlahan ia mendekat dan mengecup lembut bibir plump itu. Kyuhyun memeluk tubuh hangat Sungmin dan menjelajahi leher indah itu dengan ciumannya. Sungmin tersenyum dan berbisik seduktif,

 

“Kau tahu Kyu?”

“Hn?”

 

“Jika kau terus menggodaku…”

“Ya?”

 

“Kau akan…”

“Akan apa?”

 

Kyuhyun mempererat pelukannya. Sungmin menyentuh wajah Kyuhyun. Ia tersenyum manis dan berkata, “Kau akan terlambat ke kantor. Cepat sarapan dan jangan lupa untuk mengantar Hyebin dulu ke sekolah”

 

Kyuhyun bengong memandang Sungmin. Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun. Ia menepuk pelan wajah tampan Kyuhyun dan terkekeh. “Cepatlah Kyu. Aku tidak ingin Hyebin terlambat ke sekolah.” Katanya seraya beranjak keluar kamar.

 

Kyuhyun mengerjap sesaat. Kemudian ia tersenyum mendengus dan berkata,

“Bisa-bisanya dia mengerjaiku.”

 

Seusai sarapan Sungmin mengantar kepergian Kyuhyun dan Hyebin dipintu depan. Ia berjongkok dan mengancingkan jaket biru yang dipakai oleh Hyebin. “Udara cukup dingin hari ini. Pastikan kau tetap hangat, ne Hyebin ah?” katanya.

 

Hyebin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.

“Ne eomma” katanya.

 

Sungmin tersenyum senang dan berdiri. Namun kemudian ia menyadari Hyebin masih memeluk boneka beruang kesayangannya. “Hyebin ah, kau tidak bisa membawa bonekamu ke sekolah. Biar eomma simpan bonekanya untukmu, ne?” kata Sungmin lembut.

 

Saat Sungmin berusaha mengambil boneka beruang itu dari tangan Hyebin, tiba-tiba gadis kecil itu menjerit histeris. Ia memeluk bonekanya erat dan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah, seolah menandakan ia tidak ingin bonekanya diambil darinya. Suara jeritan Hyebin begitu keras hingga mengundang perhatian para tetangga disekitar. Sungmin menarik tangannya dan mundur beberapa langkah. Hyebin masih terus menjerit, seolah tidak peduli pada orang-orang yang kini memperhatikannya. Sementara Sungmin dan Kyuhyun sangat terkejut. Mereka saling memandang dengan bingung. Mereka tidak mengerti, apa yang terjadi? Kenapa putri kecil mereka berteriak histeris seperti itu hanya karena tidak mau bonekanya diambil? Kenapa?

 

~+~+~+~

 

Malam itu Kyuhyun tersentak bangun dari tidurnya. Ia mengedarkan pandangannya sesaat, hingga akhirnya ia menyadari dirinya berada ditempat tidur. Kyuhyun menoleh, disisinya Sungmin tertidur dengan lelap. Sejak memiliki Hyebin, ‘istrinya’ itu tidak pernah lagi terbangun karena mimpi buruknya. Tapi malam ini justru Kyuhyun yang terbangun karena bermimpi. Kyuhyun mendesah sesaat, ia bermimpi aneh.

 

Dalam mimpinya, Kyuhyun sedang berada diantara keramaian orang-orang yang sedang menyaksikan sebuah kebakaran besar. Sebuah panti asuhan terbakar, apinya membumbung tinggi seolah menjilat langit malam. Kyuhyun menoleh dan mengedarkan pandangannya. Suasana sangat ramai. Orang-orang yang panik dan berusaha memadamkan api. Orang-orang yang menangis dipinggir, mereka ketakutan dan mungkin merasa cemas dengan teman-teman mereka yang masih berada didalam panti asuhan yang terbakar itu.

 

Kyuhyun tidak tahu. Dimana dia sekarang, siapa orang-orang ini dan ia bahkan belum pernah mengunjungi panti asuhan ini sebelumnya. Ditengah kebingungannya sesuatu menarik perhatian Kyuhyun. Diantara keramaian Kyuhyun melihatnya. Gadis kecil itu berdiri seraya memeluk boneka beruangnya. Ia berdiri dengan tenang, seolah sedang menikmati api yang sedang memakan habis panti asuhannya itu. Kyuhyun mengernyit, merasa mengenali sosok mungil itu.

 

Saat gadis kecil itu akhirnya menoleh, Kyuhyun pun terkejut. Itu adalah Hyebin, gadis kecil yang ia adopsi. Hyebin memeluk erat bonekanya dan hanya memandang Kyuhyun. Dan kemudian gadis kecil itu pun berlari pergi, menghilang dalam keramaian. Kyuhyun tersentak dan segera mengejarnya. Ia menyeruak keramaian dan berlari mengikuti langkah kaki kecil itu. Tiba-tiba keadaan berubah menjadi semakin aneh. Kyuhyun menghentikan kakinya dan mengedarkan pandangannya dengan bingung. Langit malam telah berubah menjadi siang yang terik. Panti asuhan yang terbakar itu telah menghilang dan berganti menjadi reruntuhan-reruntuhan bangunan yang berbeda. Tanah pun berganti menjadi pasir putih yang lembut. Dimana lagi ini?

 

Kyuhyun melangkahkan kaki perlahan menyusuri reruntuhan-reruntuhan itu. Diantara reruntuhan-reruntuhan itu banyak terdapat orang-orang, mereka nampak kesakitan. Kyuhyun berhenti sesaat dan memperhatikan seorang remaja laki-laki yang tiba-tiba terjatuh. Kyuhyun berniat menolongnya. Namun kemudian ia mengurungkan niatnya saat menyadari tubuh remaja laki-laki itu tiba-tiba saja berubah menghitam, menyusut dan membusuk dengan cepat. Kyuhyun bergidik ngeri dan mundur beberapa langkah. Saat itu Kyuhyun melihat Hyebin. Gadis kecil itu berdiri tidak jauh dari remaja laki-laki itu. Ia hanya memeluk bonekanya dan memandang remaja itu dengan tenang.

 

“Hyebin ah” panggil Kyuhyun.

 

Hyebin menoleh pada Kyuhyun. Gadis kecil itu memandang Kyuhyun sesaat dan kemudian kembali berlari pergi. Kyuhyun pun ikut berlari mengejarnya. Hingga akhirnya Hyebin memasuki sebuah rumah tua dan kecil. Rumah itu terbuat dari kayu dan tidak memiliki pintu, sepertinya pintunya sudah rusak dan dibuang. Selembar kain berwarna merah terpasang diambang pintu sebagai pengganti pintu. Kyuhyun menyingkap kain itu dan melihat ke dalam. Rumah itu nampak kosong dan sepi. Kyuhyun masuk ke dalam dan menelusuri setiap bagian rumah itu, namun gadis kecil itu tidak terlihat dimana pun.

 

Aneh. Jelas-jelas Kyuhyun melihatnya masuk ke dalam rumah ini.

 

Saat Kyuhyun akan keluar, tiba-tiba seorang wanita sudah berdiri didepannya. Ia menatap Kyuhyun dengan nanar dan tiba-tiba saja menerjangnya. Kyuhyun terkejut dan tidak sempat menghindar, hingga akhirnya ia pun jatuh ke lantai.

“Kau mencarinya?” tanya wanita itu.

 

Seolah Kyuhyun mengerti dengan maksudnya, ia hanya menganggukkan kepalanya. Wanita itu membuka mulutnya, berniat untuk bicara. Namun belum sempat ia mengeluarkan satu kata pun, tiba-tiba saja ratusan belalang muncul dari balik dinding rumah yang terbuat dari kayu itu. Ratusan belalang itu terbang dan menyerang wanita tersebut. Wanita itu berteriak kesakitan dan berusaha mengusir belalang-belalang itu. Namun usahanya sia-sia. Belalang-belalang itu justru semakin banyak menempel ditubuhnya, menggigitnya tanpa ampun. Sementara itu, Kyuhyun hanya bisa terpaku dan terdiam dengan ngeri. Ia terkejut saat tiba-tiba Hyebin muncul disampingnya. Gadis kecil itu menutup mulut Kyuhyun dengan satu tangannya, dan Kyuhyun pun terbangun.

 

Kyuhyun mengernyit. Itu mimpi yang sangat aneh.

“Aku butuh segelas air” pikir Kyuhyun mendesah pelan.

 

Kyuhyun beranjak turun dari ranjangnya, berhati-hati untuk tidak membangunkan Sungmin. Kyuhyun beranjak ke dapur. Ia berhenti sesaat didepan kamar Hyebin. Kyuhyun membuka pintu kamar itu perlahan dan beranjak masuk. Terlihat Hyebin sedang tertidur lelap dengan memeluk boneka kesayangannya. Kyuhyun menyelimuti tubuh Hyebin dan mengusap lembut kepalanya.

 

“Itu hanya mimpi aneh. Tidak masuk akal” pikir Kyuhyun seraya memandang Hyebin.

 

Kyuhyun tersenyum dan berjingkat pelan menuju pintu. Namun saat Kyuhyun akan menutup pintunya, sesuatu menarik perhatiannya. Terdapat bekas jejak-jejak kaki berpasir putih disekitar ranjang Hyebin. Kyuhyun mengernyit dan segera memandang Hyebin. Apakah itu memang hanya mimpi?

 

t.b.c

9 thoughts on “Never know / part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s